<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: INAICTA-2008 : Kebangkitan Nasional Melalui Kreativitas Digital</title>
	<atom:link href="http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi</link>
	<description>Situs Berita Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 00:54:02 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Dasman Djamaluddin</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/comment-page-1#comment-1595</link>
		<dc:creator>Dasman Djamaluddin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 03:11:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/#comment-1595</guid>
		<description>MENGGUGAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Oleh Dasman Djamaluddin (http://dasmandj.blogspot.com/)

SAYA diundang oleh rekan saya Kepala Museum Kebangkitan Nasional, Edy Suwardi menghadiri seminar menyambut Hari Kebangitan Nasional, Kamis, 16 Juni 2010, di Jakarta. Seminar yang diselenggarakan sangat menarik karena kehadiran Prof Ahmad Mansur Suryanegara, pakar Sejarah Islam dari Universitas Padjadjaran, Bandung. Di samping itu ada pula Asvi Warman Adam, Sejarawan dari LIPI.

Berpenampilan bersahaja, pakaian dan rambut rapi, warna rambut sudah memutih, maklumlah sudah berusia 74 tahun, Ahmad Mansur Suryanegara meragukan Hari Kebangkitan Nasional dikaitkan dengan Sejarah Budi Utomo 20 Mei 1908. Menurut Ahmad Mansur Suyanegara, Gerakan Budi Otomo adalah gerakan lokal, hanya diperuntukkan untuk suku Jawa, apakah harus dikatakan sebagai kebangkitan nasional? Bahkan suku lain tidak diizinkan masuk ke dalam gerakan tersebut. “Saya ingin kita mengevaluasi Hari Kebangkitan Nasional tersebut,” tegas Ahmad Mansur

Sebagai pakar Sejarah Islam, Ahmad Mansur Suryanegara juga menyinggung keberadaan suku Minangkabau yang dikatakannya sebagai penggerak aliran komunis di Indonesia. Disebutkannya beberapa nama, seperti Tan Malaka. “Namun demikian,”ujarnya lagi “banyak juga Suku Minangkabau menjadi pemuka Agama Islam, seperti Hamka,” tambahnya.

Saya pribadi menyambut baik gagasan Ahmad Mansur Suryanegara ini sebagaimana pendapat Asvi Warman Adam yang juga mengatakan jika menulis G.30.S tanpa PKI. Menurut saya ini merupakan sumber-sumber yang mengajak bangsa ini lebih kritis melihat suatu permasalahan, sekaligus mengajak untuk menelusuri lebih jauh sejarah bangsa, tidak sekedar meng “Iya” kan atau sebaliknya. Sudah saatnya para sejarawan menggali hal-hal atau penemuan-penemuan baru yang jika keliru bisa diperdebatkan lagi, sehingga kita tidak terpaku kepada pendapat para ahli dari luar negeri semata-mata. Tidaklah mungkin kita percaya seratus persen dengan pendapat para ahli luar negeri yang sedang mengkaji masalah bangsa Indonesia, di bandingkan dengan para ahli dari dalam negeri sendiri yang adalah bangsa Indonesia sendiri.

Ya, pada saatnya pula kita harus berbicara mengenai keterbatasan Saya ingin menggaris bawahi mengenai suku Minangkabau yang juga dikategorikan sebagai pemberontak dan disebut pula oleh Ahmad Mansur Suryanegara, yaitu Ahmad Husein, Pemimpin PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia). Hal ini saya bantah, karena sebelum meninggalnya, saya dua kali bertemu Ahmad Husein. Dia mengatakan, bahwa PRRI adalah pemberontak, itu tidak benar. “Kami bukan pemberontak,”ujarnya. “Kami hanya melakukan koreksi total kesenjangan antara pemeintah pusat dan daerah, selain mengingatkan Presiden Soekarno tidak terlalu dekat dengan Partai Komunis Indonesia,” tegas Ahmad Husein yang waktu itu sudah sakit-sakitan di kursi rodanya.

Kembali mengenai keterbatasan ini, saya ingin mengutip pernyataan Dr.Alfian (alm), salah seorang sejarawan Indonesia yang terkenal pada masanya. Di dalam sebuah pengantar buku:”Meluruskan Sejarah karya B.M.Diah,” Alfian mengatakan bahwa sesuai dengan tuntutan profesi keilmuannya, para ahli sejarah tentu berusajha keras untuk bersikap obyektif dalam menulis karyanya. Sungguh pun begitu, ujarnya, jauh di lubuk hati dan alam pikirannya, mereka mengetahui betul bahwa mustahil bagi siapa saja, betapa pun pintar dan ahlinya, untuk menghasilkan tulisan sejarah yang dapat dikatakan betul-betul obyektif dan sempurna. Sebuah tulisan sejarah memang dapat dikatakan, ditinjau dari segi mutu dan sebagainya, lebih obyektif dan lebih sempurna dari karya-karya lainnya. Tetapi tulisan tersebut tidaklah dapat dikatakan sebagai sesuatu yang final atau sebuah karya tanpa kelemahan dan kekurangan sama sekali. Di samping banyak tulisan sejarah yang buruk dan tidak bermutu, biasanya ada sejumlah karya yang dinilai baik dan berkualitas tinggi.

Bagaimana pun juga, tegas Alfian, para ahli sejarah sendirilah yang pertama-tama mengakui bahwa tidak ada tulisan sejarah yang betul-betul sempurna, dan juga betul-betul lurus.

“Itulah antara lain sebabnya mengapa sejarah merupakan salah satu bidang studi yang bagaikan sumur penelitian yang tak pernah kering atau lahan pengkajian yang tak pernah habis. Dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi, berbagai ahli datang menimba atau menggarapnya, dan dari situ lahir karya-karya sejarah baru memperkaya khasanah yang sudah ada yang terus membesar,” jelas Alfian.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MENGGUGAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL</p>
<p>Oleh Dasman Djamaluddin (<a href="http://dasmandj.blogspot.com/" rel="nofollow">http://dasmandj.blogspot.com/</a>)</p>
<p>SAYA diundang oleh rekan saya Kepala Museum Kebangkitan Nasional, Edy Suwardi menghadiri seminar menyambut Hari Kebangitan Nasional, Kamis, 16 Juni 2010, di Jakarta. Seminar yang diselenggarakan sangat menarik karena kehadiran Prof Ahmad Mansur Suryanegara, pakar Sejarah Islam dari Universitas Padjadjaran, Bandung. Di samping itu ada pula Asvi Warman Adam, Sejarawan dari LIPI.</p>
<p>Berpenampilan bersahaja, pakaian dan rambut rapi, warna rambut sudah memutih, maklumlah sudah berusia 74 tahun, Ahmad Mansur Suryanegara meragukan Hari Kebangkitan Nasional dikaitkan dengan Sejarah Budi Utomo 20 Mei 1908. Menurut Ahmad Mansur Suyanegara, Gerakan Budi Otomo adalah gerakan lokal, hanya diperuntukkan untuk suku Jawa, apakah harus dikatakan sebagai kebangkitan nasional? Bahkan suku lain tidak diizinkan masuk ke dalam gerakan tersebut. “Saya ingin kita mengevaluasi Hari Kebangkitan Nasional tersebut,” tegas Ahmad Mansur</p>
<p>Sebagai pakar Sejarah Islam, Ahmad Mansur Suryanegara juga menyinggung keberadaan suku Minangkabau yang dikatakannya sebagai penggerak aliran komunis di Indonesia. Disebutkannya beberapa nama, seperti Tan Malaka. “Namun demikian,”ujarnya lagi “banyak juga Suku Minangkabau menjadi pemuka Agama Islam, seperti Hamka,” tambahnya.</p>
<p>Saya pribadi menyambut baik gagasan Ahmad Mansur Suryanegara ini sebagaimana pendapat Asvi Warman Adam yang juga mengatakan jika menulis G.30.S tanpa PKI. Menurut saya ini merupakan sumber-sumber yang mengajak bangsa ini lebih kritis melihat suatu permasalahan, sekaligus mengajak untuk menelusuri lebih jauh sejarah bangsa, tidak sekedar meng “Iya” kan atau sebaliknya. Sudah saatnya para sejarawan menggali hal-hal atau penemuan-penemuan baru yang jika keliru bisa diperdebatkan lagi, sehingga kita tidak terpaku kepada pendapat para ahli dari luar negeri semata-mata. Tidaklah mungkin kita percaya seratus persen dengan pendapat para ahli luar negeri yang sedang mengkaji masalah bangsa Indonesia, di bandingkan dengan para ahli dari dalam negeri sendiri yang adalah bangsa Indonesia sendiri.</p>
<p>Ya, pada saatnya pula kita harus berbicara mengenai keterbatasan Saya ingin menggaris bawahi mengenai suku Minangkabau yang juga dikategorikan sebagai pemberontak dan disebut pula oleh Ahmad Mansur Suryanegara, yaitu Ahmad Husein, Pemimpin PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia). Hal ini saya bantah, karena sebelum meninggalnya, saya dua kali bertemu Ahmad Husein. Dia mengatakan, bahwa PRRI adalah pemberontak, itu tidak benar. “Kami bukan pemberontak,”ujarnya. “Kami hanya melakukan koreksi total kesenjangan antara pemeintah pusat dan daerah, selain mengingatkan Presiden Soekarno tidak terlalu dekat dengan Partai Komunis Indonesia,” tegas Ahmad Husein yang waktu itu sudah sakit-sakitan di kursi rodanya.</p>
<p>Kembali mengenai keterbatasan ini, saya ingin mengutip pernyataan Dr.Alfian (alm), salah seorang sejarawan Indonesia yang terkenal pada masanya. Di dalam sebuah pengantar buku:”Meluruskan Sejarah karya B.M.Diah,” Alfian mengatakan bahwa sesuai dengan tuntutan profesi keilmuannya, para ahli sejarah tentu berusajha keras untuk bersikap obyektif dalam menulis karyanya. Sungguh pun begitu, ujarnya, jauh di lubuk hati dan alam pikirannya, mereka mengetahui betul bahwa mustahil bagi siapa saja, betapa pun pintar dan ahlinya, untuk menghasilkan tulisan sejarah yang dapat dikatakan betul-betul obyektif dan sempurna. Sebuah tulisan sejarah memang dapat dikatakan, ditinjau dari segi mutu dan sebagainya, lebih obyektif dan lebih sempurna dari karya-karya lainnya. Tetapi tulisan tersebut tidaklah dapat dikatakan sebagai sesuatu yang final atau sebuah karya tanpa kelemahan dan kekurangan sama sekali. Di samping banyak tulisan sejarah yang buruk dan tidak bermutu, biasanya ada sejumlah karya yang dinilai baik dan berkualitas tinggi.</p>
<p>Bagaimana pun juga, tegas Alfian, para ahli sejarah sendirilah yang pertama-tama mengakui bahwa tidak ada tulisan sejarah yang betul-betul sempurna, dan juga betul-betul lurus.</p>
<p>“Itulah antara lain sebabnya mengapa sejarah merupakan salah satu bidang studi yang bagaikan sumur penelitian yang tak pernah kering atau lahan pengkajian yang tak pernah habis. Dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi, berbagai ahli datang menimba atau menggarapnya, dan dari situ lahir karya-karya sejarah baru memperkaya khasanah yang sudah ada yang terus membesar,” jelas Alfian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Son of Internet</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/comment-page-1#comment-492</link>
		<dc:creator>Son of Internet</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 18:15:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/#comment-492</guid>
		<description>Semoga menghasilkan karya yang mengharumkan nama bangsa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga menghasilkan karya yang mengharumkan nama bangsa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andre Birowo</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/comment-page-1#comment-269</link>
		<dc:creator>Andre Birowo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 01:15:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/#comment-269</guid>
		<description>Semoga ajang ini ikut menghasilkan wirausaha2 di era Industri Kreatif ini.
Selamat ya saya mendapat informasi peserta sudah 200an.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga ajang ini ikut menghasilkan wirausaha2 di era Industri Kreatif ini.<br />
Selamat ya saya mendapat informasi peserta sudah 200an.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andhika</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/comment-page-1#comment-226</link>
		<dc:creator>Andhika</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 08:40:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/#comment-226</guid>
		<description>Pak saya harap hadiah dan doorprizenya diperbanyak lagi agar para pesertanya lebih semangat dalam berkreatifitas lagi terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak saya harap hadiah dan doorprizenya diperbanyak lagi agar para pesertanya lebih semangat dalam berkreatifitas lagi terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yoga</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/comment-page-1#comment-225</link>
		<dc:creator>Yoga</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 08:36:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/#comment-225</guid>
		<description>Pak kalau bisa acaranya lebih meriah lagi. Pengumumannya sampaikan ke Parungpanjang untuk tahun depan dan berikutnya
dari kami siswa smk Bina Putra Mandiri Parungpanjang Bogor</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak kalau bisa acaranya lebih meriah lagi. Pengumumannya sampaikan ke Parungpanjang untuk tahun depan dan berikutnya<br />
dari kami siswa smk Bina Putra Mandiri Parungpanjang Bogor</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Linie</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/comment-page-1#comment-132</link>
		<dc:creator>Linie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 10:28:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/#comment-132</guid>
		<description>hi, saLam kenal dRi ku !!!

aku Pengen ikutan event-event kompetisi karya tulis dong..
gimana ci cara nya??

cepet jawab ke email ku yach!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hi, saLam kenal dRi ku !!!</p>
<p>aku Pengen ikutan event-event kompetisi karya tulis dong..<br />
gimana ci cara nya??</p>
<p>cepet jawab ke email ku yach!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hendrik Wijaya</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/comment-page-1#comment-108</link>
		<dc:creator>Hendrik Wijaya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 07:51:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/#comment-108</guid>
		<description>Semoga event ini juga bisa bergema sampai ke Makassar. Kalo bisa dibuat semacam workshop di kampus. Salam Sukses.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga event ini juga bisa bergema sampai ke Makassar. Kalo bisa dibuat semacam workshop di kampus. Salam Sukses.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Soegiharto Santoso</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/comment-page-1#comment-58</link>
		<dc:creator>Soegiharto Santoso</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 08:24:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/#comment-58</guid>
		<description>Buat para pembaca setia web Biskom, Mohon dapat membantu menyebar luaskan informasi tentang INAICTA 2008 ini.

Terima kasih, 

Salam, 
Mr.Hoky / Soegiharto Santoso. 
MarCom INAICTA 2008</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buat para pembaca setia web Biskom, Mohon dapat membantu menyebar luaskan informasi tentang INAICTA 2008 ini.</p>
<p>Terima kasih, </p>
<p>Salam,<br />
Mr.Hoky / Soegiharto Santoso.<br />
MarCom INAICTA 2008</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

