Oleh: Engkos Koswara

IGOS atau Indonesia, Go Open Source! Merupakan semangat untuk merdeka sesuai dengan motto nya kreatifitas tanpa batas. Artinya ingin meningkatkan kreatifitas dan inovasi baru di bidang perangkat lunak tanpa dibatasi dengan sumber kode yang tertutup. Software dengan sumber kode terbuka dikenal juga dengan nama open source software atau OSS, dan pada level sistem operasi dikenal nama-nama seperti Linux dan Open Solaris.

Produk Linux misalnya IGOS SDN (Sistem Desktop Nasional) yang dikembangkan oleh SUN Microsystems, Kementerian Riset dan Teknologi serta Konsorsium IGOS yang terdiri dari Puslit Informatika LIPI, Ipteknet (BPPT) dan PT. INTI.

Anggota konsorsium mempunyai peran masing-masing, Pusat Penelitian Informatika LIPI mengembangkan produk OSS seperti Office, digital library, kepegawaian, keuangan dan data laboratorium. Ipteknet BPPT menyediakan Help Desk terutama untuk menjawab pertanyaan melalui jaringan komputer baik melalui intranet ataupun internet. Sementara PT. INTI berperan sebagai pemasar produk SDN.

Dalam perjalanan implementasi baik IGOS SDN maupun IGN masih ditemukan kekurangan yang perlu mendapat perhatian. Kekurangan ini menjadi tantangan para pengembang dan vendor. Sebagian dapat diatasi dengan cara membuat test bed untuk menguji kompatibilitas periferal hardware dengan OSS. Kemudian dibuat daftarnya hardware yang kompatibel dengan OSS. Ini dapat dipakai sebagai acuan bagi yang akan mengggunakan OSS dan tidak mau ada kesulitan dengan hardware atau periferalnya.

Informasi semacam ini dikelola oleh suatu pusat kegiatan dan layanan kepada masyarakat yang mau dan mampu untuk menjawab semua tantangan yang dihadapi seperti instalasi software, supporting, pelatihan dan layanan konsultasi. Pusat ini harus mampu mempermudah penggunaan software legal dikalangan masyarakat, sehingga masyarakat dapat memilih software yang banyak supportingnya dan tidak mengalami kesulitan dikemudian hari, selain itu dapat membantu memperoleh informasi program OSS.

Pusat Supporting OSS

Pada akhirnya diperlukan suatu pusat supporting OSS yang memiliki fungsi pelayanan untuk kebutuhan internal dan eksternal masyarakat. Pusat Supporting menyediakan sarana display dan distributor produk OSS, perangkat keras berbasis OSS, buku dan dokumen OSS, produk lain untuk promosi OSS. Disamping itu perlu menyediakan pelatihan OSS, instalasi, supporting, layanan konsultasi dan informasi, sarana Help Desk dan supporting dalam pemanfaatan OSS.

Pelayanan ini tidak saja dilakukan secara langsung bahkan dapat juga dilakukan melalui fasilitas internet.

Untuk menjawab tantangan pelayanan pada publik yang memadai, maka pada tahun 2007 kementerian Ristek bekerja sama dengan berbaga institutsi dan komunitas OSS untuk membangun IGOS Center di berbagai kota. IGOS Center berada di Jakarta (BPPT PTIK/Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi) Gedung BPPT Lt 16 Jalan MH Thamrin 8 Jakarta Pusat – http://oss.inn.bppt.go.id; di Be Mall Bandung Jalan Verteran Bandung; di Bogor (Warintek Bina Putra Mandiri) Jl Sayuti 28 Parungpanjang Bogor; di Garut (Pusantren Persis 99 Rancabango) Tarogong Garut; di Semarang (Pinux) Jl Gatot Subroto 151 Semarang; di Bali (STMIK Bandung Bali) Jl Tukad Unda 8 Renon Denpasar dan di STIKOM Surabaya.

Diharapkan Pusat OSS tersebut dapat melayani kebutuhan masyarakat akan perangkat lunak yang legal, sehingga pelanggaran undang-undang HaKI yang sekarang marak dilakukan dapat dikurangi tanpa harus merugikan masyarakat.

Kedepan akan semakin banyak pusat informasi, layanan dan supporting untuk OOS, sehingga diharapkan bangsa akan terbebas dari catatan hitam sebagai negara pembajak terbesar.

*  Penulis adalah staf ahli menegristek bidang teknologi informasi dan komunikasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.