Jakarta – Bakrie Telecom merasa optimis akan mendapatkan dana segar senilai Rp 3 Triliun setelah berhasil melakukan penawaran umum terbatas (Rights Issue) baru-baru ini. Dana tersebut akan melengkapi belanja modal perusahaan (Capex) untuk 3 tahun ke depan sebesar US$ 600 juta. Rights issue BTEL íni ditawarkan pada harga pelaksanaan Rp 350 per lembar saham. Bertindak sebagai pembeli siaga adalah PT Danatama Makmur.

“Alhamdulillah langkah Perseroan melakukan rights issue mendapatkan dukungan positif dari para pemegang saham. Dengan dana ini rencana perusahaan dapat segera diimplementasikan agar target mendapatkan 14 juta pelanggan di tahun 2010 bisa pula tercapai”, ujar Jastiro Abi , Direktur Keuangan PT Bakrie Telecom Tbk kemarin di Jakarta, pada keterangan tertulisnya.

Selain itu menurut pandangan Abi agar keberhasilan pelaksanaan rights issue ini akan membuat struktur permodalan Perseroan menjadi jauh lebih kuat dan baik sehingga memiliki tingkat fleksibilitas keuangan yang lebih tinggi guna menunjang alternatif pendanaan Perseroan untuk pengembangan lebih jauh di masa mendatang.

Kinerja Bakrie Telecom mencatatkan prestasi mengesankan selama tahun 2007. Jumlah pelanggannya meningkat tajam menjadi 3,8 juta pelanggan dari sebelumnya sebesar 1,5 juta pelanggan di tahun 2006. Pencapaian ini melebihi target awal perusahaan yang dipatok pada angka 3,6 juta pelanggan.

Selain itu operator yang memiliki produk Esia, Wifone dan Wimode ini juga agresif dalam mengembangkan wilayah layanannya. Jika di tahun 2007 lalu, BTEL mampu menjangkau 34 kota nasional, maka pada bulan Maret 2008 ini, BTEL menambah 5 kota baru lagi dengan mulai merambah ke Kalimantan.

Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit per 31 Desember 2007, pencapaian utama ditunjukkan pada kenaikan laba bersih hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Laba bersih BTEL meningkat 98,5% dari Rp 72,68 Miliar di tahun 2006 menjadi Rp 144,27 Miliar di tahun 2007.

Kenaikan tajam juga ditunjukkan pada pendapatan bersih perseroan. Pendapatan usaha bersih BTEL meningkat sebesar 112,2% dari Rp 607,92 Miliar di tahun 2006 menjadi Rp 1,29 Triliun di tahun 2007.

Sementara itu pada sisi pendapatan kotor terlihat bahwa perseroan berhasil mencetak pendapatan kotor senilai Rp 1,67 Triliun dari sebelumnya di tahun 2006 senilai Rp 919,88 Miliar. Dengan peningkatan ini berarti operator telekomunikasi CDMA ini berhasil meningkatkan pendapatan kotornya di tahun 2007 sebesar 81,8%. EBITDA (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation & Amortization) juga melonjak sebesar 87,1% dari Rp 291,52 Miliar di tahun 2006 menjadi Rp 545,35 Miliar di tahun 2007.

Sementara itu Vicky Ganda Saputra, Vice President Investment Bank PT Danatama Makmur memandang keberhasilan pelaksanaan right issue BTEL sebagai hal yang telah diperhitungkan sebelumnya. “Kinerja perusahaan itu memang sangat baik dan memiliki prospek yang cerah. Sementara industri telekomunikasi juga memperlihatkan pertumbuhan yang pesat. Karena itu kepercayaan para pemegang saham pun sangat tinggi. Tingkat kepercayaan ini dapat menunjang langkah perusahaan dalam menghadapi persaingan dan mencapai target yang telah ditetapkan di masa datang”. Satu hal lagi yang penting untuk dicermati, menurut Vicky adalah kemampuan perusahaan untuk melakukan efisiensi sehingga modal yang didapat dapat dipergunakan secara maksimal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.