Home Figur Biskom Presiden Direktur PT. Sun Microsystems Indonesia Wibisono Gumulya: Open System Membuat Masyarakat...

Presiden Direktur PT. Sun Microsystems Indonesia Wibisono Gumulya: Open System Membuat Masyarakat Kreatif

199

Anda tentu sudah mengenal Java. Bahasa pemrograman yang diambil dari nama pulau Jawa di Indonesia ini dikembangkan oleh tim dari Sun Microsystems. Selain Java, para developer juga sudah familiar dengan MySQL, aplikasi database Open Source populer tersebut baru-baru ini juga diakuisisi oleh Sun Microsystems. Open Solaris juga merupakan sistem operasi berbasis UNIX yang dikembangkan oleh Sun Microsystems dan saat ini memiliki lisensi Open Source. Open Office merupakan aplikasi perkantoran yang juga dikembangkan Sun Microsystem. Aplikasi ini sangat terkenal dan menjadi pesaing terberat Microsoft Office, namun memiliki keunggulan yaitu pengguna tidak perlu membayar untuk menggunakannya atau berlisensi free. Dilihat dari produk-produk unggulan Sun, kebanyakan memiliki lisensi Open Source.

Di Indonesia, Sun Microsystems yang berdiri sejak tahun 2001 dan sudah memiliki pengalaman luas dalam memajukan teknologi informasi (TI). Perusahaan asal Amerika ini aktif mendukung program-program pemerintah dalam kaitannya dengan pemberdayaan TI seperti open source software, pendidikan Java dan sebagainya.

Mengapa Sun Microsystems lebih memilih di jalan open source bukannya proprietary? Padahal, sistem proprietary dianggap lebih menguntungkan dan memberikan pemasukan yang besar. Tentu Sun Microsystems memiliki alasan lain.

Ingin mengetahui alasan mengapa Sun Microsystems lebih menyukai open source? Simak wawancara ekslusif BISKOM dengan Wibisono Gumulya, Presiden Direktur PT. Sun Microsystems Indonesia, saat berkunjung di kantornya di bilangan Sudirman beberapa waktu yang lalu.

Sebagai vendor TI terkemuka, apa saja range produk yang ditawarkan Sun Microsystems kepada konsumen?
Produk Sun itu banyak, secara umum terbaai dalam empat core yaitu Server, Storage, Services dan Software. Kebanyakan produk Sun didevelope di Amerika Serikat dan sampai saat ini sudah memiliki market lebih dari 50 persen. Di Indonesia, Sun memiliki local people yang mengerti bagaimana memasarkan produk-produk Sun dengan baik. Sun memiliki Java programming, dimana banyak juga orang-orang kami yang mendevelope Java dan membuat beberapa program.

Mengenai Java, sekarang ini program tersebut banyak dipakai programmer di Indonesia. Bagaimana dukungan Sun untuk mengembangkan komunitas Java?
Sun memang berharap akan banyak orang lokal yang menjadi developer dan bisa mengembangkan aplikasi berbasis Java. Untuk itu, salah satu yang dilakukan adalah Sun bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional untuk mengajarkan pendidikan teknologi informasi dan program Java kepada guru-guru sekolah. Lewat Jaringan Pendidikan Nasional atau Jardiknas, kami bekerjasama membuat materi atau modul-modul pembelajaran, mengajak membuat training di universitas atau institusi-institusi pendidikan, sehingga bisa dihasilkan orang-orang yang certified Java berstandard internasional. Program nasional ini dikenal dengan sebutan JENI (Java Education Network Indonesia), sebuah program yang dimotori oleh departemen pendidikan nasional Indonesia yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan kompetensi di sektor teknologi informasi terutama teknologi Java. Sun juga membangun Java Education Centers (JEC) di Bandung dan Campus Ambassador.

Mengapa perlu sertifikat Java?
Saat ini banyak sekali dibutuhkan programmer-programmer Java yang siap pakai. Sebenarnya sudah banyak yang bisa programming java, namun ketika masuk ke dunia kerja banyak yang masih belum siap kerja atau terjadi gap antara dunia kampus dengan dunia kerja. Untuk itulah perlu ada sertifikat internasional seperti Java yang bisa memastikan lulusan sudah siap bekerja. Tidak hanya murid atau mahasiswanya saja yang diajar, namun juga gurunya perlu ditraining agar bisa memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk mengajar.

Dari hasil training tersebut, berapa yang sudah tersertifikasi Java?
Saat ini sudah ada sekitar 5000 Java Certified, kami mau mengejar sampai 10.000. Mudah-mudahan semakin banyak lulusan lulusan itu, maka mereka menjadi bisa siap pakai. Apalagi sekarang jamannya adalah participation age, semuanya sudah bisa berpartisipasi dalam jaringan. Jadi dengan dibekali kemampuan itu, setiap orang bisa link ke network. Bisa membuat sesuatu dan pasarnya juga semakin luas.

Bagaimana kelanjutan program ini?
Sekitar 30 kampus sudah melakukan bekerjasama untuk melakukan training Java. Dan yang perlu digaris bawahi, program ini akan terus berjalan. Sun melihat dengan semakin banyaknya open komunitas, maka itu akan bisa meng-create market yang tak terbatas. Karena sekarang semua melihatnya ke jaringan. Apalagi kalau melihat ke perusahaan besar internasional di luar negeri. Mereka sebenarnya juga orang-orang yang sangat muda. Mereka mau belajar menghasilkan sesuatu, kemudian bisa link ke network dan menciptakan pasar. Semua itu tidak terjadi hanya di Amerika, kita juga bisa berkesempatan seperti mereka. Makin banyak orang yang certified Java, komunitasnya makin besar. Kemungkinan orang Indonesia juga bisa berkembang seperti orang-orang di luar negeri.

Sun belum lama ini mengumumkan tersedianya Java Platform Standard Edition (Java SE) for Business. Bisa diceritakan tentang produk baru ini?

Java SE for Business dibangun berdasarkan masukan dari para pelanggan dan mitra Independent Software Vendor (ISV) yang meminta perpanjangan periode yang disediakan Sun update versi Java SE melalui dukungan berbayar. Pelanggan dan mitra yang menjalankan aplikasi Java versi lama kini memiliki pilihan apakah bermigrasi ke versi yang lebih baru atau berlangganan Java SE for Business untuk terus mendapatkan update reliabilitas, ketersediaan, dan keamanan kritikal, serta dukungan lingkungan sistem operasi yang baru untuk aplikasi yang ada sekarang.

Mengapa Sun menggunakan strategi open system?
Sebenarnya strategi open system itu akan create community yang nantinya akan create market. Yang menarik, Sun membagi market sangat sederhana yaitu ada dua. Pertama adalah market yang memiliki waktu, namun uangnya sedikit atau kurang. Pada market kategori ini, biasanya mereka adalah mahasiswa atau developer. Sun memberikan free yang ditargetkan kepada market seperti mahasiswa dan developer. Mereka bisa belajar dan jika memiliki waktu yang cukup, nantinya bisa mengembangkan berbagai aplikasi. Sun mentargetkan itu dengan free, yang penting adalah legal.
Kedua, ada satu kelompok lagi yaitu yang tidak memiliki waktu, namun uang tidak menjadi masalah. Mereka adalah perusahaan yang memiliki uang. Di market ini, perusahaan yang membutuhkan jasa teknologi informasi bisa memanggil Sun untuk berbagai kebutuhan mereka termasuk mentraining dan sebagainya. Komponen software Sun itu kan ada dua yaitu lisensi, kemudian service. Sun menyediakan lisensi secara free, dan kalau mereka membutuhkan service, maka Sun akan menyediakan dengan baik.

Dengan berbasis open yang free, darimana profit yang diperoleh dari Sun?
Ini menarik, dulu saya juga berfikir seperti itu. Darimana pendapaan diperoleh kalau gratis? Namun kalau dilihat lebih jauh, sistem terbuka ini akan membangun komunitas. Mudah-mudahan setelah komunitas berkembang, market menjadi menjadi lebih terbuka dan peluang untuk menggunakan produk Sun juga besar. Sun bisa saja menjadi salah satu alternatif, meski Sun sudah bisa mendevelope komunitas. Akhirnya, pasar yang akan membuktikan siapa lebih baik, Sun atau kompetitor.  Prinsip-prinsip itu yang membuat Sun berbeda. Dengan memberi, mudah-mudahan Sun akan mendapat. Meskipun sudah memberikan free, tapi tidak bisa memberikan garansi, sehingga konsumen akan balik ke kami. Untuk itulah tantangannya bagaimana agar dengan membangun komunitas, pengguna bisa kembali ke Sun.

4 COMMENTS

  1. asalamu alaikum….
    mohon informasinya tentang juklak juknis pembentukan KOMTI tingkat
    daerah. kebetulan kami digorontalo sudah bentuk, tapi panduan penyelenggaraannya belum ada. karenanya yang saat ini sudah terbentuk hanya pengurus inti saja.

    Ketua KOMTI Daerah Gorontalo
    SYAIFUL SAID

  2. Salam Sejahtera,perkenalkan,saya bekerja diAgency yg bergerak di Media Cetak ( Koran ) baik lokal maupun daerah,Mohon dibantu disambungkan dengan bagian Promosi atau Hrd,contact personnya atau alamat email,saya siap bekerja sama untuk publikasi iklan.Nomor saya 0813 8807 4069,021.9222 9704.terima kasih

  3. SAYA INGIN TAHU PT INDONESIA EPSON INDUSTRI EJIP PARK PLOT4E CIKARANG SELATAN BEKASI 17550 DI DIRIKAN PADA TAHUN BERAPA. TERIMAKASIH

Comments are closed.