Bukannya latah jika kami mengedepankan tema ‘Merdeka’ di edisi Agustus ini. Kami hanya ingin mengukur seberapa merdeka bangsa Indonesia dan seberapa merdeka teknologi informasi (TI) kita. Tentunya jika kebebasan dijadikan indikator sebuah kemerdekaan, maka kita sepaham bahwa TI kita belum benar-benar merdeka.

Bagi masyarakat perkotaan, akses informasi sangat mudah didapat. Saking mudahnya, kita bebas memilih jenis akses informasi apa yang ingin digunakan. Media konvesional hingga yang canggih, channel radio, siaran televisi, akses internet gratis dan yang bayar, semua tersedia. Sebaliknya bagi masyarakat daerah terpencil, jangankan bicara internet, media konvensional pun sulit dicari.

Inilah yang kita sebut dengan kesenjangan digital. Jika kesenjangan digital tidak segera diatasi, dipastikan beberapa waktu ke depan penduduk dunia akan terbagi menjadi dua golongan besar. Pertama adalah mereka yang memiliki dan menguasai akses informasi, dan yang kedua adalah mereka yang sama sekali tidak paham akan informasi. Para pakar mengistilahkannya dengan ‘apartheid informasi’ atau ‘apartheid komunikasi’.

Prof. Amartya Sen, pemenang Nobel bidang ekonomi 1998, dalam bukunya yang berjudul “Development as Freedom” menuliskan, ada lima tolok ukur (instrumen) kemerdekaan atau kebebasan dalam proses pembangunan, yaitu kebebasan politik, fasilitas perekonomian, kesempatan sosial, jaminan transparansi, dan perlindungan keamanan. Jika dikaitkan dengan teori Sen, maka sudah seharusnya pemerintah untuk terus membuat kebijakan politik dalam dunia TI yang berpihak kepada kebutuhan masyarakat, dan membuat satu fasilitas TI yang merangsang tumbuhnya perekonomian di Indonesia, misalnya dengan membangun warnet (warung Internet) di desa-desa. Selain itu, karena informasi berkait erat dengan pendidikan, maka kesenjangan dapat diatasi oleh sistem pendidikan yang terbentuk dengan baik.

Tentunya, seperti kami, Anda para pembaca mempunyai pemikiran sendiri mengenai arti kemerdekaan. Apapun pendapat Anda, kami yakini bahwa kita semua mempunyai satu tekad untuk memajukan bangsa Indonesia dan mewujudkan kemandirian tanpa campur tangan pihak asing. Semoga Indonesia terus maju, Selamat Hari Merdeka!

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.