E-Terrorism Butuh Penanganan Khusus

Ditulis pada 25 August 08

Banyaknya kasus terorisme di dalam dan di luar negeri, membuat kepolisan harus lebih serius dalam menanganinya. Di Indonesia, terorisme yang berasal dari bahasa latin, ‘terrere’, yang berarti menakuti (to terrify) atau menimbulkan rasa gemetar dan cemas, seringkali terjadi. Umpanya kasus- kasus bom bunuh diri yang dilakukan Al-Jama’ah Al-Islamiyah. Kasus ini sangat kompleks karena ternyata keberadaan organisasi ini diisukan juga melibatkan beberapa negera perekayasa seperti Malaysia dan Amerika Serikat. Yang tak kalah penting, kasus bom yang terjadi juga didukung oleh kecanggihan teknologi informasi sebagai sebuah jaringan komunikasi.

Masalah-masalah terorisme oleh Al-Jama’ah Al-Islamiyah dan penyelesaiannya oleh Satgas Bom Polri telah diuraikan oleh Benny Jozua Mamoto, SH. MSi dalam disertasinya yang berjudul “Penanganan Polri Terhadap Organ Teror Dalam Al-Jama’ah Al-Islamiyah”. Disertasi ini telah diajukan dalam sidang terbuka dan dihadapan para penguji di Balai Sidang Universitas Indonesia Depok (23/8). Disertasi tersebut telah menghantarkan Benny meraih gelar Doktor UI ke-9 untuk Program Studi Ilmu Kepolisian.

Dalam sidang yang menghadirkan Prof. Dr. Tb. Ronny Nitibaskara sebagai Ketua Promotor ini Benny juga menyampaikan hal-hal yang telah dan akan dilakukan Polri dalam menangani kasus terorisme. Berkaitan dengan TI, diperlukan sebuah sistem penomoran induk kependudukan yang online agar para teroris tidak dapat melakukan pemalsuan dokumen yang diperlukan untuk mengecoh kepolisian saat melacak para pelaku pemboman yang dengan mudahnya dapat kabur ke luar negeri. “Yang juga menjadi perhatian para polisi adalah kasus e-terrorism. Beda dengan dunia nyata, e-terrorism butuh penanganan khusus yang beda dari dunia nyata. Karena itu kini diperlukan polisi-polisi yang paham tentang teknologi informasi dan jaringan,” kata Benny usai sidang terbuka kepada BISKOM.

Kombes Dr. Benny Jozua Mamoto, SH, MSi adalah kelahiran Ngadirejo, 7 Juni 1955 yang saat ini menjabat sebagai Wakil Sekertaris NCB-Interpol Indonesia. Usai sidang terbuka, Benny juga telah dianugerahi gelas adat Minahasa Tonas Papendangan Mawetik sebagai putra daerah yang memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi. Mantan Wakil Direktur II/Ekonomi & Khusus Bareskrim Polri ini juga sangat peduli pada perkembangan TI. Dengan usaha dan modal pribadi, penyuka olah raga menembak tersebut pernah meraih rekor MURI atas usahanya dalam menjalankan mobile lab komputer ke sejumlah desa terpencil.

Dalam acara ini hadir pula Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum Majalah Biskom.

Artikel Terkait

Tags: , , ,

Sampaikan Komentar Anda

Spam protection by WP Captcha-Free