Bandung – Di tengah kondisi ekonomi global yang sedang terpuruk, bukan perkara mudah untuk menggelar event seperti Bandung Comtech 2008. Namun acara yang mengusung tema IT Education & Expo ini tetap pede meski tanpa target tinggi.

Sebagai event yang melibatkan vendor-vendor komoditi elektronik seperti komputer, laptop, ISP dan lain-lain, buruknya kondisi perekonomian global jelas berpengaruh.

Event Coordinator Bandung Comtech 2008, Andi Tanudireja juga mengakui hal ini. Namun dijelaskannya, BISKOM sebagai penyelenggara kegiatan sejak awal memang mendesain event ini bukan sekadar untuk komersil. “Event ini juga digelar untuk memfasilitasi pendidikan IT terhadap masyarakat,” ujarnya di BeMall, Rabu (12/11/2008).

Selama event yang digelar 12-16 November 2008, ada beberapa kegiatan yang mengandung nilai edukasi seperti konsultasi software open source, workshop dan demo software, internet security competition, demo dan pelatihan membuat robot, seminar open source untuk pendidikan, workshop membedah rahasia e-commerce dan demo serta workshop aplikasi lain.

Pihak-pihak yang terlibat pun tidak hanya vendor produk, tetapi juga akademisi, bisnis, goverment dan komunitas. Mereka antara lain ITB, Universitas Widyatama, Depkominfo, Depdiknas, IGOS, ROCI juga komunitas fotografi.

Untuk menarik pengunjung, Bandung Comtech 2008 menyediakan hadiah dan doorprize. Diungkapkan Andi, dengan banyaknya hadiah. Mungkin tidak berlebihan bila dikatakan banjir hadiah. Hadiah utama yang disediakan oleh panitia adalah sebuah motor yang dipersembahkan oleh sponsor. Pengunjung yang bertransaksi minimal Rp 500.000 mendapat satu kupon undian untuk hadiah utama, dan berlaku kelipatannya.

Pengunjung yang tidak melakukan transaksi juga tidak akan tangan kosong. Masih ada kesempatan mendapatkan hadiah dari selingan-selingan games. Ada kegiatan seperti foto exhibition dari seruni model atau internet security competition juga menyiapkan hadiah.

Pada event kali ini, panita tidak memasang target muluk-muluk. Jumlah pengunjung diharapkan sama dengan tahun sebelumnya, demikian juga transaksi. “Yang pasti kita harus tetap melakukan sesuatu meski sedang krisis. Karena kalau tidak kita akan berhenti, sementara teknologi selalu bergerak,” tandas Andi.


Agus Fauzi
detikBandung

*)Penulis merupakan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Semester 7. Tulisan ini dibuat dalam kegiatan Sehari Menjadi Wartawan Detikcom di BeMall, 12-16 November 2008. kerjasama antara BISKOM dan detikBandung.com dalam acara Pameran Bandung Comtech 2008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.