Tifatul: Pemerintah Targetkan Internet Berkualitas

Ditulis pada 03 November 09

MenkominfoDalam 100 hari pertama masa kerjanya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, akan berkonsentrasi pada ketersediaan akses komunikasi yang harganya terjangkau oleh masyarakat. Oleh karenanya Tifatul membahas kembali tentang misi pemerintah yang tertuang dalam Universal Service Obligation (USO) dan internet kecamatan yang saat ini sedang dalam proses tender.

“Selain infrastruktur internet, seluruh kecamatan juga harus dibangun perlengkapan komputernya,” ujar Tifatul di sela audiensi pameran Indocomtech 2009 di Jakarta.

Tifatul yang menyatakan akan hadir dalam Indocomtech 2009 (4/11) menambahkan, efesiensi dalam hal ini sangat penting. Namun kualitasnya tetap harus memadai.

Infrastruktur internet yang efisien sebenarnya bisa dibangun dengan menggunakan radio wireless sehingga investasinya tidak terlalu mahal. Content yang dapat berjalan diatas infrastruktur ini diantaranya adalah Voice over Internet Protocol (VoIP), video konferensi dan pertukaran data.

Faktor ini pulalah yang bakal dibahas dalam seminar “Implementasi Next Generation Network di Desa dan Kecamatan Dengan Menggunakan Software Open Source” yang digelar oleh perusahaan berbasis teknologi informasi, Masterdata, dalam rangkaian acara Indocomtech 2009 di Jakarta Convention Center, 4-8 November 2009 mendatang.

Foto Bersama Menkominfo“Sistem ini telah diujicoba dan berjalan dengan baik. Salah satu proyek sedang diimplementasikan di Kabupaten Kudus. Wireless Area Network (WAN) yang kami bangun mencakup 105 desa dan 9 Kecamatan yang terhubung dalam satu jaringan WAN, dan  direncanakan pada pertengahan bulan Desember 2009 sudah dapat beroperasional,” kata Soegiharto Santoso, Pimpinan Masterdata.

Tifatul mengatakan, “Mengingat proyek ini sesuai dengan komitmen saya sebagai Menkominfo, yakni mewujudkan program 100 desa 100 komputer sebelum Januari 2010, maka saya sangat menyambut baik adanya pembangunan WAN di Kudus. Kedepan, saya berharap akan semakin banyak desa yang bisa saling terhubung satu sama lain dengan daerah lainnya.”

Khusus untuk VoIP, Masterdata dan tim sedang mengembangkan softwsitch hasil karya anak bangsa yaitu IPPBX Briker yang implementasi seluruhnya menggunakan open source software (OSS) dan sudah dijalankan selama 3 tahun dengan nama http://voiprakyat.or.id/

Dengan dibangunnya  IPPBX  berbasis OSS di seluruh desa dan kecamatan ini, maka desa dan kecamatan tersebut diharapkan sudah terjangkau intranet sebelum datangnya internet.

Dalam 100 hari pertama masa kerjanya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, akan berkonsentrasi pada ketersediaan akses komunikasi yang harganya terjangkau oleh masyarakat. Oleh karenanya Tifatul membahas kembali tentang misi pemerintah yang tertuang dalam Universal Service Obligation (USO) dan internet kecamatan yang saat ini sedang dalam proses tender.

“Selain infrastruktur internet, seluruh kecamatan juga harus dibangun perlengkapan komputernya,” ujar Tifatul di sela audiensi pameran Indocomtech 2009 di Jakarta.

Tifatul yang menyatakan akan hadir dalam Indocomtech 2009 (4/10) menambahkan, efesiensi dalam hal ini sangat penting. Namun kualitasnya tetap harus memadai.

Infrastruktur internet yang efisien sebenarnya bisa dibangun dengan menggunakan radio wireless sehingga investasinya tidak terlalu mahal. Content yang dapat berjalan diatas infrastruktur ini diantaranya adalah Voice over Internet Protocol (VoIP), video konferensi dan pertukaran data.

Faktor ini pulalah yang bakal dibahas dalam seminar “Implementasi Next Generation Network di Desa dan Kecamatan Dengan Menggunakan Software Open Source” yang digelar oleh perusahaan berbasis teknologi informasi, Masterdata, dalam rangkaian acara Indocomtech 2009 di Jakarta Convention Center, 4-8 November 2009 mendatang.

“Sistem ini telah diujicoba dan berjalan dengan baik. Salah satu proyek sedang diimplementasikan di Kabupaten Kudus. Wireless Area Network (WAN) yang kami bangun mencakup 105 desa dan 9 Kecamatan yang terhubung dalam satu jaringan WAN, dan direncanakan pada pertengahan bulan Desember 2009 sudah dapat beroperasional,” kata Soegiharto Santoso, Pimpinan Masterdata.

Tifatul mengatakan, “Mengingat proyek ini sesuai dengan komitmen saya sebagai Menkominfo, yakni mewujudkan program 100 desa 100 komputer sebelum Januari 2010, maka saya sangat menyambut baik adanya pembangunan WAN di Kudus. Kedepan, saya berharap akan semakin banyak desa yang bisa saling terhubung satu sama lain dengan daerah lainnya.”

Khusus untuk VoIP, Masterdata dan tim sedang mengembangkan softwsitch hasil karya anak bangsa yaitu IPPBX Briker yang implementasi seluruhnya menggunakan open source software (OSS) dan sudah dijalankan selama 3 tahun dengan nama http://voiprakyat.or.id/


Dengan dibangunnya  IPPBX  berbasis OSS di seluruh desa dan kecamatan ini, maka desa dan kecamatan tersebut diharapkan sudah terjangkau intranet sebelum datangnya internet.

Artikel Terkait

1 Komentar telah masuk untuk artikel ini »


  1. November 7th, 2009
    12:42 pm
    famdy

    go…go…indonesia, mudah2an mencakup daerah tinggal ku didesa…….

    ditunggu ya gan…..:)

Sampaikan Komentar Anda

Spam protection by WP Captcha-Free