Learning Center Jadi Ikon IT Telkom

Ditulis pada 22 December 09

LC-IT-TELKOM (7)Sebagai perguruan tinggi  (PT)  yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi  (TIK)  dengan visi menuju  World Class University, Institut  Teknologi  Telkom (IT Telkom) membangun Gedung Learning Center (LC) sebagai ikon atau penanda identitasnya.

LC merupakan  pengembangan perpustakaan IT Telkom. Untuk itu, perpustakaan   mampu menjadi pusat pembelajaran infokom dengan peranaannya sebagai sumber informasi  untuk pembelajaran keilmuan dan pengembangan riset.

Kepala Bagian Perpustakaan IT Telkom, Yani Nuraeni menyatakan, sebagai jantung dari aktivitas keilmuan di perguruan tinggi, perpustakaan harus menjadi tempat belajar dan diskusi yang nyaman serta memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya.

“Kini perpustakaan tidak hanya berisi buku-buku saja, melainkan  sudah merambah peranan sebagai pusat informasi yang dilengkapi internet, digital library, e-book, referensi penelitian,  jurnal online dan publikasi internasional,” ungkap Yani di sela grand launching Gedung LC IT Telkom, di Jalan Telekomunikasi No 1, Bandung, (22/12). Ke depannya, Yani berharap LC ini mampu mengembangkan layanan umum yakni dengan memiliki ensiklopedi TI .

Wakil Rektor Bidang Umum, Hendratno mengungkapkan,  perpustakaan LC sudah melebihi standar cukup perpustakaan. “Bagi dunia pendidikan yang terpenting adalah peningkatan kualitas  mahasiswa. Selain pusat belajar mahasiswa,  LC  juga diharapkan dapat menjadi tempat wisata pendidikan bagi masyrakat umum kalangan  pelajar,” ungkap Hendratno.

Sebagai pusat pembelajaran, LC berdiri di atas lahan seluas 5.700 meter persegi dengan lima lantai. Lantai  dasar  LC  direncanakan  untuk penyediaan fasilitas  belajar 24 jam. Terdapat beberapa fasilitas pendukung belajar mahasiswa  berupa ruang diskusi untuk belajar kelompok, fasilitas umum (ATM, kafetaria,  toko dan lain-lain). Lantai  dua disediakan untuk ruang pameran pendidikan dan produk laboratorium IT Telkom, display sejarah telekomunikasi, ruang multimedia  dan  ruang  kelas English Self Access Programme (ESAP). Lantai  tiga dan empat dimaksimalkan untuk pemanfaatan layanan perpustaakaan. Terdapat ruang  koleksi buku,  ruang  tunggu (lobby), pameran  atau display karya civitas academica, Telkom Corner, Pojok Perjuangan, ruang belajar mandiri dan kelompok.

Rektor IT Telkom, Husni Amani menyebutkan, terdapat 120 tiang pancang pada struktur bangunan untuk mendukung kekuatan bangunan. Dengan demikian struktur bangunan yang menghabiskan dana sekitar Rp. 30 miliar ini relatif lebih tahan terhadap gempa.

“Keberadaan LC turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan porsi e-learning di IT Telkom. Tersedianya ruang  kelas di LC kami rasa cukup memenuhi kebutuhan  untuk ruang kegiatan belajar mengajar seiring dengan bertambahnya jumlah mahasiswa baru dan program studi baru,” tandas Husni.