iTIndoComm 2010, Ajang Adu Inovasi Produk TI
Ditulis pada 05 May 10
Pameran teknologi bertajuk “iTIndoComm 2010” dibuka mulai hari ini di Jakarta Convention Centre. Di ajang iTIndoComm 2010 ini yang berlangsung sampai dengan tanggal 7 Mei 2010 ini, perusahaan-perusahaan Teknologi Informasi dan Komunikasi baik lokal dan mancanegara berlomba memperkenalkan produk-produk terbarunya untuk melanjutkan tren TI yang nyaman serta terjangkau bagi masyarakat.
Indosat contohnya mencoba mendongkrak layanan yang dimilikinya dengan melakukan beragam inovasi. Salah satunya dengan meluncurkan e-Galeri yang merupakan mesin untuk mengisi ulang pulsa. Selain itu ajang pameran produk-produk teknologi informasi dan komunikasi ini juga diramaikan oleh hadirnya produk-produk dari Taiwan dan Singapura yang dikoordinir oleh badan pemerintah masing-masing negara.
Budi Darmadi, Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Kementerian Perindustrian yang hadir pada pembukaan pameran tersebut menjelaskan produk TI, merupakan salah satu unggulan industri di Indonesia pada masa yang akan datang, karena pasar internasional maupun domestiknya sangat besar dan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang cukup trampil di bidang tersebut. Ia mencontohkan produk dari PT. Masterdata, yang digunakan oleh pemerintah kabupaten Kudus untuk Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) secara online dengan menggunakan teknologi wireless.
“Rencana strategis sektor industri TI ke depan akan mengembangkan klaster industri perangkat lunak dan konten multimedia, dan industri kreatif TI, di samping komunikasi industri perangkat keras telekomunikasi, penyiaran dan pendukungnya, serta industri komputer dan peralatannya, termasuk sumber daya manusianya” ujar Budi.
Sementara itu Ashwin Sasongko, Dirjen Aptel Kementerian Kominfo, yang mewakili Menteri Kominfo untuk meresmikan pameran iTIndocomm 2010, dalam sambutannya mengatakan bahwa secara umum, pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) belum disertai pertumbuhan ekonomi dan baru sedikit menghasilkan nilai tambah. Karenanya ketimpangan ini perlu segera dievaluasi dan dibahas bersama. “Evaluasi itu tidak hanya fokus pada semua yang terkait penelitian, pengembangan produk dan layanan broadband tetapi juga pada kebijakan yang terkait agar TIK memberi dampak positif bagi ekonomi nasional”, tambah Ashwin.
Pameran iTIndocom 2010 ini didukung oleh Kementerian Kominfo, Kementerian Perindustrian, KADIN, FTII, Detiknas, Apkomindo, Masterdata, ITMN dan Wireless Academy serta Majalah BISKOM sebagai Media Partner.
Artikel Terkait










