Workshop & Lomba Foto Komodo, Pulau Komodo Berjuang Rebut New7Wonders

Ditulis pada 28 March 11

Vote KomodoIndonesia patut bangga karena memiliki pulau bernama Pulau Komodo yang dikenal sebagai habitat asli hewan Komodo.  Pulau Komodo yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT) ini juga memiliki kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat.

Bukan hanya bagi Indonesia, hewan purba Komodo yang hidup lebih dari 60 juta tahun tersebut juga menjadi keajaiban tersendiri bagi dunia. Sejak tahun 2009, Taman Nasional Komodo bahkan telah dinobatkan menjadi finalis “New Seven Wonders of Nature” di www.new7wonders.com.

Posisi Komodo saat ini bersaing ketat dengan 28 finalis lainnya yang telah meraih suara Internasional seperti Kilimanjaro, Mud Volcanoes, Galapagos, Cliffs of Moher, Milford Sound, Black Forest, Vesuvius, El Yunque, Maldives, Great Barrier Reef, Uluru, Dead Sea, Jeita Groto, Table Mountain, Bay of Fundy, Masurian Lake District, Grand Canyon, Angel Falls, Amazon dan Yushan serta kawasan alam lainnya.

Rencananya finalis akan memperebutkan tujuh pesona keajaiban dunia yang akan diumumkan 11 November 2011 mendatang.

New7Wonders memang memiliki peran strategis meningkatkan pariwisata Indonesia. Meski demikian, masyarakat Indonesia memiliki kewajiban untuk melindungi keberlangsungan hidup dan kehidupan ekosistem  Komodo.  Salah satu upaya pelestarian itu adalah memberikan workshop bagi stakeholders tentang Komodo beserta biodiversity (keanekaragaman hayati)-nya.

Vote Komodo 1Langkah inilah yang diambil oleh Komodo Indonesiaku Foundation yang akan menyelenggarakan Workshop & Lomba Foto Komodo pada 20 – 24 Juli 2011 di Hotel Bintang Flores  Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, sebagai bagian dari rangkaian kampanye vote Komodo yang telah dilakukan selama ini.

Acara yang akan dibuka oleh Ibu Negara Republik Indonesia, Ani Bambang Yudhoyono ini akan menampilkan sejumlah pembicara diantaranya Zeby Febrina (Aktivis Komodo), Putra Sastrawan (Pakar Komodo), Sapta Nirwanda (Penggagas Kampanye Komodo), Colomba de la Panouse (Komodo Activist from Paris, France), Jusuf Kalla (Ketua umum PMI), Jatna Supriatna (Pakar Biodiversity), Jamaluddin Jompa (Pakar Kelautan), Thomas Ulrich (Swiss Contact), Heru (Taman Nasional Komodo), Paul Selasa (Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat), Hilda Sabri S (Pengamat Pariwisata), Ahmad Doli Kurnia (Vice President WAY/ World Assembly of Youth), Frans Lebu Raya (Gubernur NTT) dan Agustinus Ch Dulla (Bupati Kab. Manggarai Barat).

Muhamad Soeharto Assegaf
, Penanggung Jawab Work Shop & Lomba Foto Komodo kepada BISKOM mengatakan, tujuan acara ini adalah memberdayakan para pelaku pariwisata, pemandu wisata, jurnalis dan masyarakat untuk lebih mempopulerkan keberadaan Pulau Komodo sebagai tujuan wisata dunia.

Selain itu, papar Assegaf, “Kami ingin melakukan sharing tentang isu penyelamatan ekosistem lingkungan, seperti  dampak global warming dan yang tak kalah penting adalah mendukung Taman Nasional Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia.”

Vote Komodo 2Dalam acara ini, Lomba foto Komodo diperuntukkan bagi wartawan foto dan masyarakat umum untuk memperebutkan Piala Ibu Ani Yudhoyono. Selain itu, Ibu Negara juga akan meresmikan Perpustakaan Anak Desa Modo di Pulau Komodo.

Selama kegiatan workshop, panitia juga akan menyediakan stand khusus “vote komodo”, yang berisi informasi serta penjelasan seputar live vote komodo sebagai finalis New7Wonders melalui situs resminya.

Workshop & Lomba Foto Komodo didukung oleh sejumlah perusahaan dan media partner, termasuk BISKOM.

Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum BISKOM mengatakan, “Karena pemilihan ini adalah murni voting secara online, masyarakat Indonesia wajib berpatisipasi mendukung Pulau Komodo agar masuk ke dalam 7 Keajaiban Dunia. Terutama bagi mereka yang kesehariannya bergelut dengan dunia teknologi informasi atau terkoneksi dengan internet, tentunya sangat mudah melakukan voting di situs New7Wonders. Ini adalah momentum bagi kita untuk kembali ambil bagian, berkompetisi dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat Internasional.”

Mampukah Komodo masuk ke dalam tujuh keajaiban dunia yang baru? Jawabannya ada pada peran kita sendiri sebagai masyarakat Indonesia untuk mendukung keberadaan hewan purba Komodo di tingkat dunia.