Rangkaian kegiatan Indonesia Open Source Award (IOSA) 2011 baru saja berakhir. Selaku pemrakarsa,  Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika kemarin (8/12) menyerahkan penghargaan kepada 9 finalis, yang terdiri dari instansi pemerintah, baik di  tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten atau kota yang telah melaksanakan proses migrasi dan implementasi open source software (OSS) di instansinya masing-masing.

Direktur Jendral Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Ashwin Sasongko saat memberikan penghargaan di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, mengatakan, penghargaan ini diberikan setelah melalui serangkaian penilaian dan  pengamatan di berbagai instansi mengenai sejauh mana tingkat pemanfaatan dan pengimplementasian OSS dalam aktivitas organisasi.

“Salah satu keuntungan pemanfaatan OSS adalah adanya efisiensi penggunaan anggaran pemerintah karena OSS memiliki sumber kode terbuka, sehingga siapapun dapat mengembangkan piranti lunak tersebut,” papar Ashwin.

Selain itu, tambahnya, negara berharap ketergantungan masyarakat pada suatu perusahaan pembuat piranti lunak tertentu ataupun penggunaan software bajakan, dapat dihilangkan. Dengan demikian diharapkan industri piranti lunak dalam negeri dapat mengembangkan piranti lunak tersebut sehingga mampu menumbuhkan industri informatika dalam negeri.

“Pemerintah telah berupaya untuk terus mempromosikan pemanfaatan OSS khususnya di instansi pemerintah. Tetapi pemanfaatan OSS di instansi pemerintah masih belum merata. Untuk itulah perlu dilakukan berbagai bentuk sosialisasi betapa pentingnya penggunaaan OSS untuk memberikan layanan publik yang prima,” kata Ashwin.

Di tahun ini, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Kementerian Kehutanan serta Kementerian Pemuda dan Olah Raga berturut-turut memenangkan penghargaan dalam Kategori Kementerian dan Lembaga Pemerintah non Kementerian.

Untuk kategori Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, penghargaan diberikan kepada Kota Pekalongan, Jembrana dan Surabaya.

Sementara Penghargaan Khusus diberikan antara lain kepada Bank Indonesia, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Pemkot Balikpapan, Pemkab Kebumen, Pemkab Banyuasin, Pemkot Denpasar, Pemkab Lamongan, Pemkab Batanghari dan Pemkab Aceh Tengah.

Kategori SMA/MA, penghargaan diraih oleh  SMA Muhammadiyah 1 Waleri, Madrasah Aliyah Al-Hikmah 2 dan SMK IT Smart Informatika Surakarta. Dan tak ketinggalan, penghargaan khusus juga dianugerahkan kepada SMK PGRI 3 Malang, SMK Negeri Pasirian, SMA IT Ummul Quro Bogor dan SMAN 39 Jakarta.

Selain acara penganugerahan, juga digelar dua talkshow yang membahas tentang  pemanfaatan OSS untuk penyediaan pelayanan publik yang prima bagi Instansi Pemerintah dan peran OSS dalam pengembangan industri dan kesempatan kerja.

Acara ini juga diramaikan dengan pameran yang diikuti oleh berbagai vendor dan developer dengan memfokuskan pada solusi, bukan sekedar teknologi atau program. Pengunjung dapat melakukan konsultasi singkat berkaitan dengan permasalahan yang ditemui pada penggunaan OSS.

Solusi yang ditawarkan pada pameran kali ini diantaranya solusi perkantoran, digital library, eGoverment, mobile telecommunication, jaringan, animasi dan multimedia, serta distro dan diramaikan juga oleh komunitas open source serta anggota Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.