Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memainkan peran yang sangat penting dalam pertumbuhan bisnis dan industri di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. TIK akhirnya akan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara. Terlebih, Indonesia dengan populasi penduduk yang mencapai 240 juta, dianggap sebagai negara yang potensial bagi negara-negara lain untuk melakukan investasi besar-besaran.

Sayangnya, di bidang TIK, selama ini Indonesia lebih banyak berperan sebagai negara konsumen dan pengguna saja. Kedepan, diharapkan Indonesia mampu menjadi negara produsen. Untuk mencapai itu, Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) melakukan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan TIK Taiwan untuk membantu mengembangkan industri TIK di Indonesia.

Di sela ICT Roadshow di Hotel Le Grandeur, Jakarta (24/7),   Sylvia W. Sumarlin, Ketua FTII mengatakan, “Kami berkeinginan ada perpindahan teknologi antara Indonesia dan negara lain. Agar tidak hanya menjadi konsumen saja, harus dicari jalan agar setiap produk bisa dibuat oleh kedua negara.”

Ketua delegasi perusahaan TIK Taiwan, Richard Tang mengatakan, industri TIK di Taiwan tumbuh pesat,  terutama di bidang konten, jaringan sosial, game, aplikasi mobile, dan musik digital. Industri kian berkembang ketika menemukan konsumen yang tepat untuk melakukan ekspansi pasar.

“Pertumbuhan industri TIK di Taiwan serupa pertumbuhan di China.  Industri aplikasi, misalnya, tumbuh pesat dengan nilai penjualan dari unduhan aplikasi mencapai US$ 60 juta per bulan. Indonesia dengan penduduk besar, sebenarnya bisa menjadi pasar yang menarik bagi perusahaan lokalnya sendiri,” ungkap Tang.

Melihat jumlah penduduk yang besar, Taiwan tak lantas menganggap Indonesia sebagai konsumen semata.  Perwakilan Taipei Economic and Trade Office (TETO) untuk Jakarta, Andrew Hsia mengatakan, perusahaan-perusahaan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan bisnis digital bagi penduduk Indonesia sendiri, bahkan juga bisa melakukan ekspansi pasar ke luar Indonesia. Sebagai bentuk kesiapan Taiwan untuk membuka peluang investasi di Indonesia, dalam kesempatan tersebut juga dibuka One on One Business Matching.

ICT Road Show merupakan pertemuan delegasi perusahaan TIK Taiwan dengan berbagai asosiasi TIK Indonesia. Tujuannya, untuk memperkenalkan perusahaan TIK kecil dan menengah di Indonesia, sekaligus melihat pasar investasi TIK di Indonesia dan akan dilanjutkan dengan kerjasama industri TIK di dua negara tersebut.

Ketua FTII, Sylvia mengatakan, pertemuan ini sebagai langkah untuk memberikan ruang bagi perangkat komponen Indonesia dalam sebuah produk teknologi asal Taiwan. Saat ini menurutnya konsep Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam sebuah produk teknologi hanya diterapkan dalam satu industri telekomunikasi saja, yakni pada produk-produk peralatan WiMax.

“Padahal pasar kita yang terbesar adalah perangkat yang berbasis 2G dan 3G, di sini belum ada TKDN,” ujarnya. Untuk itu ia berharap, nantinya perusahan Taiwan dapat berbagi dalam industri TIK.

Acara yang diselenggarakan oleh FTII bersama Taipei Computer Association (TCA) dan Kementerian Ekonomi bidang perdagangan Taiwan (ROC) ini selain dihadiri oleh 12 perusahaan Taiwan dan Indonesia, juga oleh perwakilan dari Perguruan Tinggi dan industri TIK Indonesia. ICT Road Show didukung oleh BISKOM sebagai media partner.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.