Pameran TAITRA Jadi Pusat Perhatian Di Central Park Jakarta

Ditulis pada 19 September 12

SETELAH Lippo Karawaci Mal dan Living World Mal,  giliran Central Park Mal yang dijadikan  tempat untuk memamerkan beragam brand dari Taiwan Excellence. Kegiatan yang diorganisir oleh Bureau of Foreign Trade (BOFT), Ministry of Economic Affairs (MOEA), dan diimplementasikan oleh Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) ini memamerkan sekitar 100 produk  dari 39 brand yang tergabung dalam Taiwan Excellence.

“Disini setiap anggota memiliki kesempatan menghadirkan tiga jenis produk yang berbeda. Dibandingkan tahun lalu, pameran kali ini sangat spesial dengan hadirnya produk home appliances,” ujar Jilly Lai, Senior Project Manager, IMC Section Strategic Marketing Departement, TAITRA, di Jakarta (19/9).

Meskipun terbilang baru bergabung, ternyata produk peralatan rumah tangga ini menjadi pusat perhatian pengunjung. Bahkan, dikatakan Jilly, perangkap nyamuk Inaday’s yang paling laku di booth ini. “Mungkin karena bentuknya unik dan dapat memperindah ruangan selain fungsinya yang dapat  membunuh nyamuk,” tambahnya.

Memasuki tahun ketiga ini, Taiwan Excellence sendiri mengalami penambahan anggotanya menjadi 39 dibandingkan tahun sebelumnya hanya 19 anggota yang didominasi oleh peralatan teknologi informasi (TI). Melalui event yang berlangsung pada 19 – 23 September 2012 lalu ini diharapkan, konsumen Indonesia akan lebih banyak mengetahui produk-produk Taiwan yang bukan hanya produk TI saja.

Untuk menarik pengunjung membeli, pameran ini juga menyediakan hadiah-hadiah menarik yang diundi setiap harinya dengan grand prize sebuah sepeda motor SYM Magic X yang asli buatan Taiwan.

Perlu diketahui, tahun ini  kampanye Taiwan Excellence difokuskan pada pemasaran di 4 negara, termasuk Indonesia dengan 39 brand, China sebanyak 50 brand, Vietnam 30 brand dan India 31 brand.

Menurut Jilly, tidak semua produk cocok dipasarkan pada suatu negara. Dicontohkannya, sepeda kurang diminati di Vietnam. Karenanya, Merida, sebuah produsen sepeda asal Taiwan, tidak ikut bergabung memasarkan produknya di Vietnam.

“Setiap negara mempunyai karakter pasar dan kebudayaan yang berbeda, sebab itu berbeda pula brand yang dipasarkan di tiap negara,” jelasnya. •