GINTING SADTYONO: Undang-undang Kini Bisa Berbentuk Aplikasi

Ditulis pada 20 August 13

Inovasi-inovasi yang dilakukan Steve Jobs selaku pendiri Apple yang menciptakan produk berupa tablet, telah berhasil menginspirasi industri lain untuk membuat produk sejenis. Tidak hanya dari segi hardware tetapi dari sisi software atau aplikasi juga turut berkembang memberikan peluang kepada kreatif di bidang teknologi informasi (TI) untuk berinovasi membuat beragam aplikasi pendukung.

GINTING Sadtyono, pengusaha di bidang TI,  mulai serius membentuk tim pengembangan aplikasi untuk AppStore karena ketertarikannya akan inovasi teknologi yang dikeluarkan Apple. Keseriusannya itu juga diapresiasikannya dengan membangun perusahaan yang diberi nama PT. Mahoni Global beberapa waktu lalu.

Ketertarikan terhadap Apple dimulai sejak 20 tahun lalu saat menjadi distributor Apple untuk wilayah Jawa Timur. Ia melihat produk yang dibuat Steve Jobs dan kawan-kawan selalu terlihat elegan dan berbeda dari yang ada. Namun sejak krisis ekonomi di tahun 1998, ia mulai menggeser binisnya dari hardware ke dunia software, yaitu masuk ke dunia internet, bergerak di bidang web developer yang spesialis di segmen ekspor dan pariwisata.

“Peluang di bidang mobile development sangat bagus. Hingga sekarang, kami berhasil membuat sekitar 90 aplikasi mobile dimana separuh dari jumlah aplikasi yang dibuat merupakan aplikasi gratis bisa didownload langsung,” ujar lulusan Geografi, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta tersebut.

Dengan membawa label Mahoni.com, produk aplikasi yang dibuatnya lebih difokuskan ke pengembangan aplikasi disegmen e-book dan material presentasi. Belum lama, pria berlatar belakang pendidikan Kartografi ini memperkenalkan sebuah aplikasi bernama Themis Rader Pro yang berisi lebih dari 5000 Undang-Undang Indonesia yang diuraikan secara rinci dan lengkap.

Tersedia di Apple App Store, Themis Reader ditujukan untuk pelaku hukum, Universitas, sampai Pusat Pendidikan Jaksa. “Bayangkan jumlah undang-undang di Indonesia ada ribuan. Tentunya ini menyulitkan dalam mengumpulkan ribuan berkas untuk mencari suatu pasal. Kini , bila biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama maka dengan aplikasi Themis Reader hanya dalam hitungan detik bisa ditemukan pasal yang dicari,” jelas pria yang hobi membaca ini.

Berikut petikan wawancara BISKOM dengan Ginting Sadtyono, Founder PT. Mahoni Global, yang juga aktif dalam kegiatan pembinaan UKM untuk rakyat kecil.

Berapa lama dibutuhkan untuk membuat aplikasi Themis Reader dan investasi yang dikeluarkan untuk pengembangan aplikasi ini?
Sekitar dua tahun untuk mewujudkan aplikasi ini, mulai dari bentuk mentah hingga menjadi sebuah aplikasi yg berwajah 3D dan mempunyai menu yang lengkap (versi 2.0). Kalau investasi awal dilakukan untuk mengumpulkan data dan mengolahnya. Saat itu kami mempekerjakan 10 orang untuk mencari dan mengolah data. Masing-masing disediakan sebuah notebook yang berisi Windows 7 dan Ms Office 2010. Jadi kami harus membeli 10 lisensi asli untuk Windows 7 dan Office tersebut.

Apakah hal tersulit dilakukan dalam pembuatan aplikasi ini?
Selain dari segi programming, bagian yang tersulit adalah saat mengumpulkan data. Selama proses pengumpulan data, bantuan yang kami dapatkan dari departemen yang mengurus perundang-undangan sangat minim sehingga harus menerima kenyataan mencari sendiri di internet. Untuk itu, komputer kami bahkan menyala sampai seminggu penuh tanpa berhenti untuk mengumpulkan data-data dari internet.

Secepat apa dan bagaimana proses update-nya, mengingat peraturan dan hukum di Indonesia yang terus berkembang?
Betul, dalam hitungan hari muncul undang-undang baru di Indonesia. Begitu muncul, maka team kami segera mengolah bentuk datanya lalu meng-upload ke dalam server. Dalam hitungan menit semua pemakai Themis Reader segera diinfokan secara otomatis bahwa ada data terbaru yang bisa di update. Pemakai tinggal memencet tombol ‘Update Data’ di aplikasi, maka dalam hitungan detik data terbaru ini akan masuk di gadget mereka.

Dari aplikasi yang Anda kembangkan berbasiskan iOS, bagaimana dengan Android dimana penggunanya cukup banyak ataupun berbasiskan Windows dan Blackberry?
Saat ini kami konsentrasi dulu di versi iOS sambil melengkapi terus kemampuan dari Themis Reader. Kami baru saja meluncurkan Themis Reader 2.5 dengan penambahan kemampuan  bisa melakukan anotasi, seperti corat-coret, garis bawah, ditebalkan, diwarnai, dan lainnya saat dokumen sedang dibaca. Kemudian halaman tersebut bisa dikirim via email. Kedepan kami sedang mengembangkan Themis Reader 3.0 yang kemampuan bertambah lengkap, diantaranya merekam suara dan mengubah intonasinya, memiliki fungsi sebagai kompas dan penunjuk arah kiblat, fasilitas menulis-nulis (text processor), games, dan lainnya.

Diharapkan beberapa bulan lagi versi 3.0 bisa kami luncurkan. Sedangkan alasan belum berencana untuk membuat aplikasi di luar iOS disebabkan, saat ini untuk Android belum berhasil untuk melakukan proteksi dan kami melihat penginstalan tanpa lisensi resmi sangat mudah dilakukan di Android sehingga jika terjadi pembajakan pada aplikasi ini maka investasi kami akan merugi. Kalau Windows dan Blackberry, selain alasan security, kami juga ingin melihat perkembangan jumlah market yang ada. Jika nanti besar tidak menutup kemungkinan untuk masuk ke dunia ini.

Sejauhmana Anda menggandeng kreator-kreator lokal dalam pengembangan aplikasinya?
Mahoni berisi 100% staff dari Indonesia, kami tumbuh dari lokal di Surabaya dan berkembang sampai ke Jakarta. Pengembangan aplikasi dikerjakan juga 100% oleh team Mahoni sendiri yang notabene semua orang Indonesia, dan kebanyakan masih muda-muda. Mahoni tumbuh dan berkembang menjadi suatu team yang terdiri dari staff yang spesialist mengurus dibidangnya masing-masing, seperti grafik designer, web dan applications programmer, tim editor, tim server, marketing, tester, dan lain-lain. Secara person team mahoni sudah lengkap sehingga semuanya bisa kami kerjakan sendiri, dari bahan mentah hingga aplikasi tersebut online di internet

Bagaimana pandangan Anda terhadap kreator-kreator lokal di tanah air? Apa yang dinilai masih kurang dan perlu dikembangkan oleh kreator lokal saat ini?
Programmer Indonesia tidak kalah dengan luar negeri, kami sering bertemu kreator lokal lain yang rata-rata masih muda dan punya potensi yang hebat. Hanya biasanya tim-tim seperti ini berdiri sendiri-sendiri, sehingga untuk menggarap suatu proyek yang besar  masih kesulitan, perlu dukungan konsultasi, bimbingan dan fasilitas dari pemerintah.

Apa yang perlu diperhatikan untuk bisa sukses terjun di bisnis aplikasi ini dan apa rahasia sukses Anda?
Untuk bisa sukses terjun kebisnis ini harus memilih segmen yang jelas. Misalkan, saat ini banyak kreator lokal ingin menggarap market games. Ini memang bagus sebab games tetap menjadi penghasil uang terbesar, namun harus diperhatikan bahwa saingannya juga banyak. Mahoni sejak awal memutuskan untuk masuk ke dunia e-Book, karena kami yakin buku konvensional akan beralih ke e-Book. Rahasia sukses Mahoni, pemilihan segmen yang jelas dan kerja keras, kerja keras dan kerja keras!

Lalu, apa yang ingin Anda capai selanjutnya ?
Mahoni berkeinginan menjadi salah satu pemain utama di dunia e-Book. Sejak tablet booming kami yakin buku, koran dan majalah akan bergeser menjadi bentuk digital. Selain Themis Reader, Mahoni saat ini sedang mendevelop beberapa proyek yang kami yakin akan menjadi pilihan dan standar yang tepat untuk kedepan, diantaranya aplikasi Toko Buku 2.0.

Buatan Mahoni ini mempunyai kelebihan dibandingkan aplikasi lain sejenis, karena mampu melakukan anotasi di halaman buku, ada fasilitas browsing, menulis catatan dan saat membaca mampu ditampilkan koleksi suara sebagai backsound. Selain itu, penyediaan aplikasi pembaca ribuan buku sekolah untuk Android dan iOS gratis. Diharapkan aplikasi ini bisa membantu pelajar untuk mendapatkan ilmu yang sebanyak-banyaknya. ANDRI