EditorialBITCOIN memang fenomenal.  Meski banyak negara belum mengakuinya sebagai  alat pembayaran yang sah, namun Bitcoin terus mendulang peminat.  Bayangkan saja,  pada Januari 2014, kurs tiap keping Bitcoin nilainya pernah setara dengan US$ 1000 atau sekitar Rp 12 juta!

Sayangnya, perkembangan Bitcoin dicoreng dengan sejumlah aktifitas ilegal.  Perusahaan anti virus Kaspersky melaporkan, uang virtual ini sangat rentan diretas (di-hack),  terutama karena tidak adanya payung hukum bagi Bitcoin. Para dedemit dunia maya memakai Bitcoin untuk kegiatan ilegal, seperti pencurian data, pencucian uang, jual beli narkoba dan senjata, serta perjudian.

Kasus yang disinyalir adalah sebuah kasus penipuan juga tak lepas dari Bitcoin. Tempat penukaran Bitcoin terbesar dunia, Mt. Gox, yang baru-baru ini  ditutup diketahui  bangkrut lantaran asetnya dicuri hacker. Namun, hacker sendiri berkilah bahwa sebenarnya uang yang tersebut tidak dicuri.

Seperti yang dilansir oleh Mashable (10/3), seorang hacker menyebut bahwa dirinya punya sebuah data termasuk sampah sisa database yang menunjukkan bahwa pemilik Mt. Gox-lah yang sebenarnya menyimpan Bitcoin untuk dirinya sendiri. Dengan kata lain, Mt. Gox bangkrut bukan karena hacker, namun karena ulah pemiliknya yang rakus.

Bukan itu saja, Bitcoin juga banyak dipakai untuk kegiatan ponografi.  Desember 2013 lalu, salah satu situs yang menyediakan layanan video telanjang dan live webcam terbukti menerima pembayarannya dengan Bitcoin dari pengaksesnya.

Di situs ini bukan pekerja seks komersial maupun bintang porno yang beraksi, tapi sesama pengguna Bitcoin yang ingin dompet digitalnya makin gemuk. Jadi, siapapun bisa dengan mudah telanjang di situs ini jika sudah dibayar dengan Bitcoin sesuai kesepakatan terlebih dahulu.

Dengan pemberitaan-pemberitaan negatif tentang Bitcoin, sepertinya dapat kita maklumi jika Bank Indonesia memerlukan waktu yang panjang untuk mengkaji penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah dan aman di Indonesia.

Terlebih setelah Bitcoin diperkirakan akan muncul lagi bentuk uang digital lain yang mirip dengan Bitcoin. Dogecoin misalnya, yang saat ini sedang merangkak tumbuh.  Mengingat Bitcoin sempat mengalami hal yang sulit di awal-awal kehadirannya, bukan tidak mungkin Dogecoin juga akan meraih kesuksesan seperti halnya Bitcoin. Atau sebaliknya, malah punah sebelum orang sempat mengenalnya. Kita lihat saja, apa lagi yang bakal muncul setelah Bitcoin dan Dogecoin? •

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.