SONY DSCPENINGKATAN Penggunaan Produk Dalam Negeri atau disingkat P3DN adalah sebuah program negara yang sekaligus merupakan upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat agar lebih menggunakan produk dalam negeri dibandingkan produk impor. Salah satu bentuknya adalah mewajibkan instansi pemerintah untuk memaksimalkan penggunaan hasil produksi dalam negeri dalam kegiatan pengadaan barang/jasa yang dibiayai oleh APBN/APBD.

Dalam pameran Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) 2014 di Grand City Convention & Exhibition Surabaya, Jawa Timur, sejumlah perusahaan teknologi informasi lokal ikut meriahkan acara ini. Pameran bertema “Karya Indonesia” yang berlangsung pada 30 April hingga 4 Mei 2014 ini telah terselenggara untuk ke 5 kalinya.

Diantara perusahaan-perusahaan TI tersebut diantaranya adalah PT. Infotech Media Nusantara (ITMN) yang memiliki produk buatan lokal yang bernama  Brikerbox. Brikerbox adalah  solusi yang mengintegrasikan komunikasi telepon melalui teknologi digital. Teknologi ini  memiliki fitur yang tidak ada pada PBX konvensional, mulai dari rancangan sistem yang mendukung komunikasi antara saluran telepon konvensional, IP Phone, dan perangkat telekomunikasi lainnya.

Kemampuan Brikerbox lainnya adalah  dapat memberikan interkoneksi melalui panggilan PSTN, GSM. CDMA atau ekstensi IP lainnya, melalui IP Phone, software telepon (softphone) atau telepon konvensional yang terhubung melalui Analog Telephone Adapter (ATA).

Yang membanggakan,“Brikerbox menjadi satu-satunya merek Indonesia yang memiliki sertifikat Postel untuk produk IP PBX,” ujar Anton Raharja, CEO PT ITMN yang juga pencetus aplikasi VoIP Rakyat, Briker, PlaySMS dan aplikasi lokal lainnya yang bermanfaat untuk rakyat.

SONY DSCPada acara yang sama,  PT Balisoft Lintasmedia juga memperkenalkan  Human Resource Information System and Payroll System bernama PrimaTA Solution yang memiliki bermacam-macam fungsi, seperti Manajemen Karyawan, Shift Scheduler, Manajemen Cuti, Recording Kehadiran, dan Payroll System, dengan opsi antarmuka untuk back-office system.

Presiden Direktur Balisoft Lintasmedia, Sandy Kusuma mengatakan, PrimaTA Solution telah dipergunakan di beberapa hotel dan perusahaan besar, antara lain Alila Soori Tabanan, Alila Villas Uluwatu, Candi Beach Cottage Karangasem, Maya Ubud Resort & Spa, Legian Beach Hotel, The Laguna (Sheraton) Nusa Dua, Ritz Carlton Jimbaran, The Westin Hotel Nusa Dua, The Legian Bali, PT Newmont Nusa Tenggara, PT Mutu Gading Tekstil Solo, PT Bali Maya Negara, PT Gapura Bandara Ngurah Rai Bali dan lain-lain.

Selain kedua perusahaan tersebut, PT. Aplikasi Lintas Nusantara (PT. Alin) juga tampak mengisi salah satu stand di pameran P3DN 2014.

PT Alin memperkenalkan aplikasi yang diberi nama SIMAK Suite – Integrated Hospital Information System. SIMAK sebenarnya berupa singkatan Sistem Infomasi Manajemen dan Administrasi Kesehatan yang dirancang secara khusus untuk menjawab kebutuhan akan Sistem Infomasi Rumah Sakit yang terintegrasi, dapat diandalkan, berbasis web, dan sudah Cloud Ready dengan sistem Taylor Made dalam pengimplementasiannya.

“Kami menempatkan produk ini tidak hanya dilingkup rumah sakit tetapi bisa semua yang bergerak di institusi kesehatan, seperti klinik 24 jam, apotik, laboratorium group dan lainnya sampai ke rumah sakit. Bisa dibilang, kamilah pionir dan satu-satunya sistem informasi rumah sakit yang berbasis Cloud sehingga untuk mengimplementasikan SIMAK tidak perlu membangun infrastruktur di dalamnya. Jadi sangat efisien. Inilah andalan kami untuk bisa bersaing di pasar global,” papar Prasojo Ardianto, Founder PT. Alin.

SONY DSCHertanto Pramudi, Direktur PT Asasta Asia Internasional selaku distributor produk Brikerbox, PrimaTA Solution dan SIMAK Suite untuk wilayah Surabaya dan Indonesia Bagian Timur mengatakan, keterlibatan produk TI buatan lokal di pameran ini akan memberikan lebih banyak informasi kepada masyarakat luas bahwa kita pun memiliki produk berkualitas yang membanggakan dan siap bersaing dengan produk dunia.

Kehadiran ketiga perusahaan yang menempati stand no 137 dan no 138 di pameran P3DN ini diharapkan dapat menimbulkan rasa percaya diri kepada perusahaan-perusahaan lokal lainnya yang telah menghasilkan produk dalam negeri untuk terlibat dalam pengadaan barang/jasa di kementerian.

“Melalui program mulia ini, diharapkan barang/jasa yang telah memiliki Sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) akan memperoleh preferensi dari panitia lelang. Terkait dengan hal tersebut, Kementerian Perindustrian telah menyelenggarakan kegiatan Verifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri yang dibiayai sepenuhnya oleh APBN. Perusahaan yang ingin disurvei cukup pendaftarkan diri tanpa  dipungut biaya apapun,” papar Harjanto, Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kemenperin, saat pembukaan pameran P3DN di Surabaya (30/4).

Harjanto melanjutkan, “Andaikata isi atau pesan moral dari P3DN bisa diejawantahkan atau dipraktekkan di lapangan oleh para pemangku kepentingan negeri ini, betapa bahagianya kita karena seluruh produk nasional bisa jadi tuan di negeri sendiri.”

Atau paling tidak, katanya, sedikitnya 200 juta-an rakyat Indonesia bisa menjadi sasaran pasar produk dalam negeri. Artinya, para produsen dalam negeri, tidak perlu merambah pasar internasional, akan tetapi cukup hanya melayani pasar lokal, pangsa pasarnya sudah lebih dari cukup dengan catatan, seluruh insan negeri ini tidak lagi menggunakan produk impor.

Dalam pameran P3DN “Karya Indonesia” 2014, BISKOM terlibat sebagai media partner. •

Berita terkait:

Masuki Tahun Kelima, Pameran P3DN Resmi Digelar

Pacu Daya Saing, Kemenperin Gelar Pameran P3DN

R. ANTON RAHARJA: Brikerbox, Merek Lokal Dengan Pasar Global

SANDY KUSUMA: PrimataHR Kelola SDM Dengan Metode Boutique Made

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.