CommunicAsia 2014 menghadirkan terobosan-terobosan mobilitas dan konektivitas, terutama untuk industri telematika dan penyiaran. 12 perusahaan Indonesia juga turut serta dalam pameran yang diselenggarakan di Singapura ini.

Comunicasia Biskom-1

AJANG pameran telematika terkemuka di Asia, CommunicAsia 2014, digelar di Marina Bay Sands, Singapura, 17-20 Juni 2014. Acara yang digelar bersamaan dengan pameran EnterpriseIT dan BroadcastAsia2014 ini diikuti oleh hampir 2.000 peserta dari lebih 50 negara dan kawasan, menampilkan berbagai teknologi, inovasi, dan produk-produk yang dapat mendorong terciptanya ekosistem yang cerdas dan terkoneksi.

Acara yang berlangsung selama empat hari ini menempati semua area dari lima lantai yang ada di convention center dan diperkirakan dihadiri oleh sekitar 50.000 pengunjung dari seluruh dunia untuk mengikuti pameran, konferensi dan pertemuan-pertemuan bisnis lainnya.

Stephen Tan, Chief Executive Singapore Exhibition Services di Marina Bay Sands, Singapura, Rabu mengatakan (18/6), “Ada banyak diskusi tentang bagaimana meningkatkan ekonomi warga dan menjadi bangsa pintar di era digital dan ini tidak dapat dicapai tanpa teknologi yang inovatif dan kolaborasi di berbagai industri.”

Pada ajang CommunicAsia dan EnterpriseIT kali ini diperkenalkan tiga klaster tematik terbaru, yaitu NXT Cities, NXT Enterprise, dan NXT Connected Services. Klaster NXT Cities yang meliputi antara lain big data and analytics software, cloud services, Internet of Things (IoT), machine-to-machine (M2M), sensor networks/sensing technology, security and ID recognition technology, dan wireless network.

SONY DSCAgilent, AppearTV, BIMAR, CDNetworks, Ericsson, EXSET, KaonMedia, Iridium, KORE Wireless, Leyard, PCCW Global, Sennheiser Electronic Asia, ST Electronics, Telefonica Global Solutions, Toshiba, Verimatrix dan Viaccess-Orca hanya beberapa dari banyak pemimpin pasar utama yang berpartisipasi tahun ini. Peserta pameran independen lainnya termasuk Airwatch, Dell, Eltek, FiberHome, GlobeCast, Huawei, Irdeto, Panasonic Toughbook, SingTel satelit, Tata Communications, Technicolor, Tektronix dan banyak lagi.

Peserta pameran dari Indonesia juga turut meramaikan ajang pameran telematika bergengsi se-Asia ini. Para peserta yang mendapat subsidi dari pemerintah melalui Kementerian Perdagangan ini berjumlah 12 perusahaan yang menempati lahan seluas 120 meter persegi dengan nama Indonesia Pavillion.

Perusahaan-perusaaan tersebut antara lain PT Dimata Sora Jayate, SML Technologies, PT Winning Soft, PT Mobile Gateway Indonesia, PT Aldea Kreasi Utama, PT Micronics Internusa, PT Mitratata Citragraha, PT Halilintar Lintas Semesta, PT Sucaco Tbk, PT KNT Group, dan PT Bolt! Internux serta Ufoakses Indonesia Group yang menampilkan produk Brikerbox Merek lokal Indonesia dengan pasar Global.

Tb. A. Machrodja, Kasubid Promosi dan Branding  dari Dirjen Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan mengatakan, Kementerian Perdagangan memiliki program untuk mencapai target ekspor nasional  dengan  membuka akses pasar ke negara-negara global dan Internasional. “Secara konsisten kami berupaya meningkatkan ekspor produk bernilai tambah untuk membangun citra Indonesia sebagai negara produsen yang handal,” ujar Machrodja.

Fasilitasi yang diberikan Kementerian Perdagangan pada pameran luar negeri antara lain menyiapkan tempat pameran dan membangun Paviliun Indonesia, serta membantu pengiriman barang peserta pameran.

Comunicasia Biskom-3

CommunicAsia 2014 di Singapura juga dihadiri oleh para pengusaha dan praktisi teknologi informasi (TI) Indonesia, diantaranya Sammy Pangerapan (Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), Soegiharto Santoso (Pengusaha TI dan Pendiri Majalah BISKOM), M Ranu Arifudin (Dirut PT Ufoakses) Noval Jamalullail (Ketua Umum Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia),  Hendri Bunardy Foe (Indonesia Representative Communic Asia – PT Surya Media Muliatama) dan Stephanus Titus Widjaja (Pendiri Asosiasi Bisnis Indonesia-Singapura).

Stephanus mengatakan, pihaknya telah lama menjalin kerjasama dengan pemerintah dan pebisnis Indonesia untuk mendukung kesiapan para pelaku bisnis, terutama UMKM,  dalam menghadapi era ekonomi pasar bebas di tahun 2015. Dukungan ini diwujudkan dengan melibatkan pengusaha Indonesia dalam seminar, pelatihan dan juga pameran-pameran di Singapura.

Dengan pengakuan dan dukungan dari masyarakat terkemuka dan organisasi swasta di seluruh dunia, tidak ada keraguan bahwa CommunicAsia, EnterpriseIT dan BroadcastAsia bersama-sama akan terus menyediakan platform jaringan internasional yang efektif bagi para profesional industri di Asia untuk tumbuh dan mengikuti perkembangan industri terbaru. •SRIANTO HANDOKO

Berita Terkait:

Perusahaan TI Ikuti Pameran P3DN di Surabaya

Indonesia-Thailand Bangun Kemitraan Bisnis TI

Antisipasi Cybercrime, Kodam Jaya Gelar Pencerahan TI

ITMN Kenalkan Brikerbox Segmen SOHO

50 Negara Unjuk Kemampuan di CommunicAsia 2014

Pemerintah Harap Communicasia Tumbuhkan Industri TIK Indonesia

2 COMMENTS

  1. Maju terus buat para pengusaha IT Indonesia, kini saatnya bangsa kita menunjukkan kepada dunia bahwa kita “Bisa”, senang sekali dapat berjumpa dengan Bapak Ibu se-tanah air dan sungguh menggembirakan dukungan dari Pemetintah kita yang telah mempertemukan para pelaku usaha dalam negri dengan para pelaku usaha luar negri.

    Masayarakat Ekonomi ASEAN sudah akan datang di tahun 2015 dan juga bangsa kita akan memilih pemimpin di tahun 2014 ini, harapannya kita akan menyaksikan lebih banyak lagi karya anak bangsa yang makin berkembang di LN.

    Best regards,
    Stephanus Titus Widjaja
    Founder & Business Development Director
    Business Indonesia-Singapore Association

    BISA PTE LTD Co. Reg. 201212341G
    302 Orchard Road #07-03,
    Tong Building SINGAPORE 238862
    Mobile +65 93554952
    Phone +65 6521 3828 
    Fax +65 6521 3801

    Email stephanusTW@bisakita.com
    Website www.bisakita.com
    http://www.facebook.com/bisa.singapore
    http://www.meetup.com/BISAKITA
    @bisasingapore

  2. produk indonesia banyak sekali yang berkualitas dan berciri khas. sayang sekali kalau tidak bisa dieksport. semoga dengan pameran-pameran seperti ini, UKM bisa go internasional. bravo!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.