TI Yang Tak Boleh Terlupakan

Ditulis pada 23 September 14

EditorialDALAM setiap wacana pembangunan sektor  tertentu, pemanfaatan teknologi informasi (TI) tak pernah dikesampingkan, termasuk di bidang kemaritiman. Para praktisi, pengamat, akademis, swasta dan pemerintahan sudah banyak yang melontarkan ide dan pendapatnya tentang betapa strategisnya peran strategis dari TI. Bahkan dalam kemaritiman mungkin bukan hanya untuk pembangunan bangsa tapi juga dari segi pertahanan dan keamanan maritim.

Karena itu pada edisi kali ini kami menyajikan headline topik aktual “Perkuat TI Kemaritiman” guna menekankan dan memperkuat opini bahwa pemanfaatan TI jangan sampai terlewat dalam wacana pembangunan poros maritim yang kini tengah digaungkan pemerintahan Joko Widodo mendatang.

Menurut para pengamat, sesulit apapun realisasinya, namun jika TI dioptimalkan, tentu akan mempercepat pembangunan poros maritim tersebut, apalagi dibarengi dengan optimalisasi infrastruktur, transportasi laut, sumber daya alam dan sumber daya manusia kemaritiman itu sendiri. Misalnya saja, memperbaiki sistem monitoring laut dan perbaikan pelabuhan-pelabuhan di seluruh daerah Indonesia, serta mewujudkan konsep Tol Laut.

Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam, Ridwan Djamaluddin mengatakan, untuk memenuhi gagasan itu ada dua aspek yang perlu diperhatikan seperti teknologi dan tata kelola secara teknis.

Ridwan menambahkan, BPPT sejak dulu sudah membuat tata ruang pemukiman nelayan yang layak huni. Kemudian Vessel Monitoring System (VMS) dan Global Positioning System (GPS) juga sudah puluhan tahun kita kerjakan. Sehingga nelayan tinggal menangkap ikan, tanpa perlu mencari posisi ikan ada dimana saja. Nantinya, pemantauan ini akan berbasis online supaya lebih akurat. Sehingga pencurian ilegal pun akan diketahui.

“Sekarang banyak kapal yang identitasnya disalahgunakan. Sehingga nantinya akan ada digital elektronika, publik pun dapat mengawasi,” terang Ridwan saat sarasehan “Membangun Indonesia sebagai Negara Maritim yang Maju dan Mandiri” di auditorium BPPT, Jakarta, (12/9).

Sesungguhnya lanjut Ridwan BPPT sudah siap teknologi di bidang perikanan ini sejak 11 tahun lalu. Untuk optimalisasi teknologi BPPT sudah mengembangkan electronic log book yang sudah dipatenkan dan dalam proses sosialisasi ke KKP. Melalui teknologi ini pemantauan, pelaporan online terhadap aktivitas penangkapan ikan bisa dilakukan.

Selain berkonsentrasi pada TI, peningkatan kualitas SDM tidak kalah pentingnya. Bukan hanya sekedar mampu memanfaatkan, namun di masa mendatang akan semakin banyak teknologi kemaritiman yang diproduksi anak bangsa. Dengan begitu, visi pemerintahan Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia bisa terwujud. •