Jakarta (18/2), eCommerce menjadi salah satu peluang bisnis terbesar saat ini. Perdagangan elektronik telah menjadi bisnis yang sangat menggiurkan. Semua pihak berusaha untuk mengambil keuntungan dari trend ini. Apkomindo sebagai salah satu asosiasi bidang ICT yang tertua di Indonesia (24 tahun), dengan 2.000 anggotanya, juga turut meramaikan trend ini. Apkomindo berencana untuk menjadi salah satu Hub pengembangan eCommerce Nasional yang diperkuat dengan 2.000 anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Oleh karenanya pada acara “eCommerce Indonesia Forum 2016” yang dipersembahkan oleh ARRBEY Consulting dan bekerjasama dengan APKOMINDO, ADEI, IWAPI, Institut Pertanian Bogor, Branding Indonesia, Podomoro Golf View, LaCorre serta Ewwon selaku EO nya, APKOMINDO menyampaikan Program Kegiatan Apkomindo sebagai Hub eCommerce Nasional dengan 3 program kegiatan, yaitu Rumah Tugas Akhir (Rumah TA), Internet of Things (IoT) dan Warung Digital yang masing masing juga akan memberikan kontribusi kepada pengembangan eCommerce di tanah air, dimana program Waroeng Digital adalah program ADEI yang didukung Apkomindo dan program IoT merupakan program bersama ADEI dengan Apkomindo sedangkan Rumah Tugas Akhir (Rumah TA) adalah Program Apkomindo yang didukung oleh ADEI.

Rumah Tugas Akhir berusaha untuk mengoptimalkan Tugas Akhir / Skripsi di Universitas khususnya di bidang software, agar menjadi produk yang dapat diunggulkan di pasar. Secara umum tugas akhir ini akan memberikan manfaat terbentuknya ratusan bahkan ribuan startup baru di Indonesia. Tugas akhir ini juga akan dikaitkan dengan 2.000 anggota Apkomindo yang teserbar di seluruh Indonesia. Apkomindo bisa bertindak sebagai host Rumah Tugas Akhir yang ikut menawaran produk tugas akhir ke pasaran, dan juga bisa bertindak sebagai investor dan mentor yang dapat mengarahkan agar produk Tugas Akhir perguruan tinggi bisa sesuai dengan kebutuhan pasar.

Produk yang dibentuk bisa digolongkan menjadi 2, yaitu produk yang market driven dan produk yang goverment driven. Untuk yang market driven, akan melihat trend pasar, apa yang disukai pasar dan apa yang akan disukai pasar ke depan. Bila market belum siap, perlu ada edukasi. Disisi lain produk Goverment Driven merupakan produk yang memang didukung oleh pemerintah, yang mendapat insentif / benefit / keberpihakan dari pihak pemerintah, produk yang terkait isu kedaulatan seperti : email, messanger, single sign on dst. Apkomindo bisa membantu dan memfaslitasi para mahasiswa yang mengerjakan Tugas Akhir agar dapat menembus kedua pasar tersebut. Untuk market driven, pendampingan bisnis secara umum, sedangkan untuk goverment driven, Apkomindo dapat menjadi penengah diantara pemerintah dan startup dalam merumuskan produk produk yang strategis untuk bangsa.

Sebagai Pilot Project, Apkomindo akan mengusung kegiatan pengguliran 40 tugas akhir melalui Rumah TA. Bagian pertama adalah dana dari Local Venture Capital senilai 1 Milyar yaitu 50 juta x 20 judul tugas akhir, yang tersebar di beberapa universitas, fokus untuk membantu ide-ide yang bagus dari mahasiswa untuk dibuatkan prototype. Bagian kedua adalah dana dari Pemerintah juga senilai 1 Milyar, yaitu 50 juta x 20 judul tugas akhir, dengan pendekatan yang sama. Total ada 40 judul tugas akhir tahun ini lewat Rumah TA. Apkomindo akan melakukan seleksi, pengawalan, pendampingan, mentoring & coaching dalam wadah Rumah TA. Prototype yang terbentuk akan dipromosikan oleh Apkomindo untuk mendapatkan investor / buyer selanjutnya.

Iternet of Things merupakan hal kedua yang diusung oleh Apkomindo. IoT adalah trend teknologi yang paling dominan di beberapa tahun belakangan ini, saat ini ada 10 Milyar device yang terhubung ke internet, dan akan lebih banyak lagi di tahun tahun berikutnya. Di tahun 2020 diperkirakan akan mencapai 50 Milyar Device yang connect to internet. Seluruh sisi hidup manusia akan berubah secara drastis, kalau selama ini manusia yang terhubung ke internet, maka di era internet of things, benda benda lah yang akan terhubung ke internet. Benda-benda ini mempunyai sensor yang akan menangkap data dari aktivitas manusia dan lingkungannya.

Internet of things akan mendorong eCommerce lebih jauh lagi. Dengan IoT, eCommerce akan makin mudah dilakukan, dan transaksi akan makin tinggi frekuensinya. Data pelanggan akan dengan mudah didapat menggunakan sensor yang ada di setiap IoT yang akan mengenali kebiasan, tingkah laku, pola belanja, keuangan dari para pelanggan secara lebih akurat dan lebih detail. Setiap benda pintar yang ada di badan dan di sekeliling manusia akan menjadi pusat data yang dapat secara otomatis terkirim ke penyelenggara eCommerce untuk kemudian memberikan penawaran barang yang memang dibutuhkan oleh pelanggan.

Apkomindo dapat mendorong distribusi lebih banyak lagi benda pintar agar berada di pasaran dengan harga yang terjangkau. Dengan semakin terjangkaunya harga benda pintar, lebih banyak informasi yang dapat terserap dari para pembeli dan calon pembeli, semakin besar juga revenue yang disediakan oleh bisnis eCommerce.

Hal terkahir adalah mengenai Waroeng Digital. Masalah yang dihadapi oleh para pemilik toko kelontong adalah tidak adanya tracking penjualan untuk memastikan pertumbuhan, kontrol persediaan yang tidak berjalan, sulitnya menerapkan reward system, investasi yang relatif tinggi untuk mesin cash register.

Waroeng Digital menjawab permasalah di atas dengan menggunakan alat bantu berupa smartphone beserta aplikasinya, yang memungkinkan pemilik toko untuk memindai barcode produk mereka yang akan diubah ke dalam tracking penjualan & inventaris , serta untuk mencetak Bukti Virtual untuk si Pembeli. Target dari Waroeng Digital ini adalah terbentuknya ” 1 Juta Waroeng Digital ” yang akan menghasilkan penghasilan tambahan > Rp 103 Triliun dalam setahun . Apkomindo bersama 2.000 anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia, akan mendukung ADEI (Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia) dalam mensukseskan program Waroeng Digital ini.

Soegiharto Santoso selaku Ketum APKOMINDO menyimpulkan bahwa ; “Apkomindo akan memberikan dorongan semakin suksesnya eCommerce di Indonesia, melalui pengguliran program Rumah TA, membantu percepatan adopsi Internet of Things dan pengguliran Warung Digital di Indonesia, dengan tentunya mensinergiskan dengan dan memberdayakan anggotanya yang berjumlah 2.000, yang terdistribusi di 25 DPD di seluruh Indonesia.”

Lebih lanjut disampaikan bahwa “Di luar itu, Apkomindo juga melakukan beberapa hal dalam menjembatani anggotanya untuk memperoleh sponsor menghadiri Pameran Computex di Taipei, memperoleh sponsor mengikuti pameran di luar negeri seperti Cebit, CommunicAsia dan Gitex. Melakukan koordinasi dengan pemerintah terkait dalam penyelenggaraan kegiatan terkait ICT Nasional maupun Internasional seperti pameran, workshop, training dan sebaginya. Kegiatan lainnya adalah Apkomindo akan aktif melakukan donor darah sebagai kontribusi asosiasi dalam menolong sesama.

Menindaklanjuti usulan APKOMINDO tentang Program Rumah TA, Woro Indah Widiastuti, Staf ahli Menteri KOMINFO yang hadir mewakili Rudiantara selaku Menteri KOMINFO, menyampaikan sangat mendukung rencana tersebut dan bersedia menjalin kerjasama yang nyata dengan APKOMINDO agar mempercepat terbentuknya 1.000 startup, oleh karenanya akan segera dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD), sehingga didalam FGD dapat menerima berbagai masukan dan berbagai solusi dari yang bermunculan selama diskusi, dan sebagai hasil akhirnya akan memberikan rekomendasi solusi terkait terbentuknya 1.000 startup.

Ketua Umum ADEI, Bari Arijono mengatakan, ADEI sebagai penggagas Waroeng Digital sangat terbuka menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, tentunya akan terus berupaya mensuksekan MoU dengan APKOMINDO yang telah ditandatangani pada tanggal 1 Februari 2016 yang lalu, dengan agenda 3 Program kerja yaitu; pengembangan industri Internet of Thing (IoT), pembangunan 1 juta Digiprenuer di Indonesia dan pendirian 2 juta Waroeng Digital.

Selain menaikkan taraf hidup pelaku usaha, tujuan membangun Waroeng Digital adalah untuk membudayakan gaya hidup mobile, cashless dan online, karena Bari melihat selama ini masih banyak bisnis di Indonesia yang belum tersentuh teknologi digital. Tentunya diharapkan kedepan kita bisa mempercepat perkembangan perekonomian digital di Indonesia. Tidak hanya dibidang e-commerce, tetapi di seluruh bidang perekonomian, ujar Bari.

Frans Budi Pranata selaku Ketua Dewan Pembina ADEI, Menyampaikan bahwa kesuksesan kita berbanding lurus dengan seberapa luas, dan seberapa dalam hubungan kita dengan orang yang sudah SUKSES serta berprestasi dibidangnya, tentunya sesuai dengan kompetensi yang kita miliki, serta seberapa besar kita berperan berbagi kepada komunitas kita, oleh karenanya saya akan terus berhubungan dengan orang-orang yang telah sukses dibidangnya dan akan terus berbagi pengetahuan saya, termasuk akan berperan aktif tentang rencana ADEI dan APKOMINDO yang akan memberikan edukasi “How to digitalize your biz” di 17 kota besar di Indonesia.

Sementara itu, Anton Apriyantono (Menteri Pertanian 2004-2009), menyampaikan bahwa; Senang dapat bertemu dengan komunitas digital, karena saat ini sedang mencari kolega yang dapat membantu merealisasikan cita-cita di bidang market research dan sensory science yang membutuhkan software untuk pengumpulan data dan analisisnya, “saya prihatin sekali porsi market research dan sensory analysis yang berkaitan dengan market research ini hampir semuanya diambil oleh perusahaan-perusahaan asing, padahal bayarnya mahal, mengapa hal ini kita tidak bisa? inilah salah satu tantangan kita bersama dan kita harus bisa membesarkan perusahaan lokal”. ungkapnya.

Anton yg saat ini menjabat sebagai Preskom di PT Pertani, sebuah BUMN yang bergerak di produksi beras, pupuk, dan sarana produksi pertanian lainnya juga menyatakan siap memberikan kontribusi dari sisi teknologi pangan dan sensory science, agar terjalin kerjasama yang saling menguntungkan, karena ingin agar PT Pertani dapat memasarkan sarana produksi secara online, untuk itu diharapkan teman-teman komunitas mampu membantu menyiapkan aplikasi prinati lunaknya.

Handito Hadi Joewono selaku president & chief strategy consultant Arbeyy Group yang merupakan sosok pencampuran antara konsultan intelektual, pengalaman, dan semangat bisnis serta memiliki semangat nasionalisme yang tinggi, telah berhasil memotivasi semua pihak sehingga mampu mempersembahkan 3 acara serial dengan sukses yaitu; Agro industry Indonesia Forum 2016, Branding Indonesia Forum 2016 dan e-Commerce Indonesia Forum 2016.

Handito mengatakan bahwa acara ini benar-benar dipersembahkan atas semagat nasionalisme yang tinggi agar dapat meningkatkan dan menggairahkan ekonomi Indonesia dan siap menjalin kerjasama dengan semua kalangan, menurutnya hidup ini ajang kompetisi, tapi bukan untuk saling membunuh, tetapi untuk berlomba menjadi yang lebih baik dibandingkan kompetitor. Karenanya jangan matikan kompetisi. Biarkan kompetitor tetap hidup, bahkan tidak perlu dipermasalahkan bila kompetitor terus maju, asalkan kita juga terus berupaya untuk dapat jauh lebih maju lagi.

Artikel Terkait:
RUDIANTARA: 2019, Seluruh Indonesia Tersambung Internet
Menkominfo: Apkomindo Harus Fokus Pada Bisnis Ekosistem
Oktober, Pemerintah Rampungkan Blueprint Pertahanan Cyber
Indonesia Cyber Security Summit Ke 2 Kembali Digelar
LSP Komputer memperoleh Sertifikasi Lisensi dari BNSP
Program Kegiatan Apkomindo sebagai Hub eCommerce Nasional
Wujudkan Rumah Tugas Akhir, Apkomindo Akan Adakan Kerjasama Dengan ITB