Susah cari karyawan? Semua bilang begitu

Ditulis pada 07 April 17

Dalam beberapa bulan ini, saya berkonsentrasi untuk mengelola peluang bisnis baru. Dan startup kami sedang mempersiapkan diri untuk pivot, berganti model bisnis. Tapi kami sangat ragu untuk merekrut karyawan baru, karena karyawan dengan kemampuan dan skill teknis yang baik, malah cepat pindah dari tempat startup kami.

Ternyata hal ini tidak hanya dialami oleh kami, sebuah perusahaan startup kecil. Tapi ada bahkan yang sampai bekerjasama dengan salah satu universitas, melakukan pola kerja magang hingga 30 orang, dan kemudian semuanya mentah, tidak bisa bekerja, dan ujung-ujungnya hanya 1 orang yang bisa diterima, walaupun dengan gaji tinggi.

Kesalahannya ada dimana? Kenapa pemerintah teriak-teriak dan mendukung program startup, tapi urusan sumber daya manusia tidak dipersiapkan dengan baik.

Kami ingat, kami berlangganan layanan pencarian tenaga kerja yang terkenal hingga beberapa lama, tapi tetap saja tidak menemukan tenaga SDM yang sesuai. Hingga akhirnya kami mencoba cara lain, menggunakan jaringan profesional seperti LinkedIn.

Mengapa LinkedIn ? Pertama, karena saat ini ada 8 juta orang Indonesia yang menggunakan LinkedIn, dengan berbagai latar belakang. Umumnya yang menggunakan adalah para profesional, atau para pekerja, meskipun sekarang ini juga mulai banyak para lulusan baru.

Kedua, LinkedIn berkonsentrasi mengelola track record kerja, hingga keterlibatan sosial serta potensi kerja. Sehingga bila saya mencari orang sales, maka cukup mencari kriteria sales yang diperlukan. Tinggal menghubungi via InMail (layanan email dalam LinkedIn), atau mengamati kinerja dan aktifitas sales dalam dunia LinkedIn, termasuk dalam Groups.

Ketiga, ternyata bukan hanya saya yang mencari para profesional terbaik dalam LinkedIn, tapi perusahaan besar, bank, manufaktur dan beragam industri lain, mulai melirik menggunakan LinkedIn.

Keempat, para penyedia jasa tenaga kerja, atau head-hunter sudah sangat fasih menggunakan LinkedIn. Mereka mengakses data para profesional dengan berlangganan khusus, dan mereka mencari level dan latar belakang serta pengalaman tertentu.

Kelima, bagaimana dengan saya yang notabene masih startup ? Belum memiliki banyak koneksi. Mari bangun koneksi di LinkedIn. Gunakan Company Page untuk mengajak banyak orang tahu tentang perusahaan kita. Bagikan pengetahuan dan pengalaman kita dalam Groups. Serta gunakan integrasi yang luar biasa dari SlideShare dan Linda.com yang menyediakan integrasi hingga ke profil LinkedIn kita. Dengan semakin banyak orang tahu perusahaan kita, apa yang kita kerjakan, maka semakin banyak peluang dan kemudahan kita dikenal dan orang mau bergabung dengan kita.

Jadi memang susah mencari karyawan, tapi saatnya sekarang kita berburu karyawan dengan menggunakan LinkedIn, lebih mudah, tepat dan semoga kita menemukan tim terbaik kita dalam LinkedIn.

Tags: ,