Jakarta, Biskom – Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) dan Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) berkomitmen menjadikan  industri teknologi informasi TI Indonesia menjadi  tuan rumah di  semua sektor dan di semua solusinya. Apalagi Indonesia  memiliki potensi yang sangat besar.

“Untuk mewujudkannya,  kita semua harus berkolaborasi dan bergandengan tangan untuk mengubah mindset kita agar tercapai cita-cita tersebut, karena di era disruptif ini menjadi era shifting ataupun era perubahan yang harus kita raih bersama, sudah bukan jamannya lagi kita saling menjatuhkan, mari kita ubah mindset secara bersama,”  ungkap Ketua Umum APTIKNAS Soegiharto Santoso dalam  penyelangaraan Digital Technology Indonesia atau Digitech Indonesia, Kamis (29/11).

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Hoky menyebutkan,  paling tidak kita yang berada di dalam kegiatan Digitech Indonesia 2018  bisa menjadi penggerak dan kami selalu ingin menjadi mitra pemerintah, tentunya termasuk di bidang regulasi, karena akan banyak sekali peluang-peluan bisnis baru yang besar dan mungkin belum tersentuh dari sisi regulasinya.

Lebih lanjut dikatakan,   “Jangan sampai karena bisnis modelnya baru dan kita mengalami permasalahan dengan hukum. Untuk itulah kami juga berharap pemerintah memberikan payung hukum yang komprehensif agar kita dalam membangun industri 4.0 ini dapat berjalan dengan lancar dan aman demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia,” terangnya.

Dalam kesempatan itu,  Hoky menyampaikan ucapkan  terima kasih kepada pihak Kemenkominfo, Kemenperin, BSSN, Wantannas, Bekraf, Wantiknas, FTII, Pandi, Mastel, APJII juga kepada pihak TNI dan Polri serta para sponsor yang telah memberikan dukungan sehingga terselenggaranya kegiatan ini, tentunya termasuk pihak EO nya yaitu PT Antheus Indonesia.

Soegiharto Santoso bersama Brigjen Pol Budi Setiawan dan Vincent Suriadinata.

Dalam seminar tersebut, pemaparan 8 sesi tersebut dilakukan di  masing-masing dengan ruang yang lebih kecil dan dengan jumlah peserta yang lebih sedikit dengan durasi masing-masing sesi selama 2 jam, tentu saja tujuan kami adalah agar para peserta dapat lebih fokus dan memperoleh kesempatan yang lebih luas mendapatkan informasi dari para narasumber yang kompeten di bidangnya.

Adapun kedelapan  sesi yang sangat menarik yaitu Cloud Computing, Blockchain, FinTech dan Smart City, secara paralel di ruang yang berbeda, kemudian dilanjutkan secara paralel lagi yaitu tentang Bigdata, Cyber Security, Artificial Intelligence dan Internet of Things beserta Industry 4.0. (red)

Artikel terkait: Resmi Dibuka, Digitech Indonesia Sambut Revolusi Industri 4.0