Home Fokus Tren Teknologi 2019: Tahun Ekosistem Digital Berbasis Data

Tren Teknologi 2019: Tahun Ekosistem Digital Berbasis Data

500

Jakarta, Biskom– Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan program Industri 4.0 pada bulan April 2018, menekankan pada prioritas peningkatan konektivitas dan digitalisasi untuk memperbaharui aktivitas operasional sektor bisnis dan e-commerce utama di Indonesia.

Selain itu, perilaku belanja konsumen Indonesia juga telah berubah dari belanja produk ke belanja layanan, dimana teknologi-teknologi baru merupakan faktor penting yang memberdayakan perubahan tersebut. Di masa depan, kolaborasi antara manusia dan mesin tidak bisa dihindari.

Prediksi Dell Technologies 2019 membahas bagaimana dunia menuju dekade kedua abad 21 dan era baru Kemitraan Manusia dan Mesin. Dell Technologies memprediksi 2019 akan menjadi Tahun Ekosistem Digital Berbasis Data.

Pembelajaran mesin (Machine Learning / ML) dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) akan memberdayakan “ekosistem digital berbasis data” yang dapat menganalisa data dalam volume yang sangat besar untuk mendapatkan wawasan meningkatkan pendapatan bisnis dan bekerja dengan cara yang semakin pintar untuk meraih hal tersebut.

Berikut adalah prediksi Dell untuk 2019 seiring langkah kita menuju ekosistem digital berbasis data:

1· 5G akan membuat kita hidup di tepi (edge)

Perangkat 5G pertama dijadwalkan akan mulai dipasarkan tahun depan seiring perkembangan jaringan generasi berikutnya yang sangat dinantikan ini yang diharapkan akan sepenuhnya penggunaan data dalam hal kecepatan dan aksesibilitas.

2· Prakiraan data akan membutuhkan lebih banyak teknologi cloud

Tahun lalu, Dell memprediksi kehadiran Mega Cloud, yaitu berbagai teknologi cloud yang menjadi sebuah model operasional terdepan seiring strategi TI yang membutuhkan cloud publik dan cloud pribadi.

3· Pekerjaan dan aktivitas sehari-hari akan semakin tak terpisahkan

Asisten virtual akan semakin menjadi bagian dari teknologi konsumen – seperti teknologi rumah pintar, “barang” dan mobil yang saling terhubung – yang mempelajari preferensi Anda dan secara proaktif menyajikan konten dan informasi berdasarkan interaksi sebelumnya.

4· Tambang data berlimpah akan memicu “Demam Emas” berikutnya dalam investasi teknologi

Berbagai organisasi telah menimbun data dalam jumlah sangat besar selama bertahun-tahun. Diperkirakan pada tahun 2020, volume data akan mencapai 44 triliun gigabyte, atau 44 Zettabytes.

5· Millennials bersiaplah, Gen Z akan menguasai dunia kerja

Generasi milenial harus memberikan ruang bagi generasi berikutnya, yaitu Gen Z (lahir setelah 1995) yang akan memasuki dunia kerja mulai tahun 2019 – yang akan menciptakan tenaga kerja yang semakin beragam yang mencakup lima generasi.

6· Menciptakan pelindung data

Dengan semakin meningkatnya pamor data sebagai aset organisasi yang paling berharga, mengamankan dan melindungi data harus menjadi prioritas utama. (red/Ju)