Home Berita Alat Deteksi Virus DBD belum Produksi Massal

Alat Deteksi Virus DBD belum Produksi Massal

171

Jakarta, Biskom- Beredar video yang viral di media sosial  terkait  adanya  alat deteksi dini virus Demam Berdarah Dengue  (DBD), BPPT  perlu klarifikasi  bahwa Video viral dari media Opini.id bukan merupakan video yang diterbitkan oleh BPPT.

Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT, Soni S. Wirawan mengatakan,  saat ini purwarupa kit diagnostik hasil pengembangan BPPT belum diproduksi secara massal dan belum dikomersialisasikan.  “Saat ini BPPT sedang melakukan pembahasan dengan mitra industri dalam rangka hilirisasi dan komersialisasi,” katanya di Jakarta, kemarin.

Menurut Soni,  Kit diagnostik dengue ini dirancang untuk digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan dan penggunaan dianjurkan tidak sebagai self diagnosis. Selain itu,  Kit diagnostik dengue BPPT adalah kit deteksi dini penyakit demam berdarah dengue menggunakan anti-NS1 monoklonal antibodi yang dikembangkan berdasarkan strain virus lokal Indonesia, sehingga diharapkan memberikan sensitifitas yang lebih baik.

“Komponen utama prototip kit diagnostik dengue BPPT berupa antibodi monoklonal anti-NS1 telah terbukti dalam skala laboratorium dapat mengenali virus dengue strain lokal Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut  Soni S. Wirawan menambahkan  bahwa pihaknya tengah berupaya mencari solusi permasalahan nasional ancaman wabah DBD dengan mengembangkan Kit Diagnostik DBD. Yakni alat tes yang mampu mendeteksi potensi DBD dalam waktu singkat . Kit DBD  ini merupakan purwarupa inovasi BPPT untuk bidang kesehatan.

“Semoga purwarupa inovasi alat tes atau diagnostik DBD, bisa cepat mendapatkan mitra industri dalam negeri untuk dapat di produksi secara massal. Kami inginkan ya, mitra industri yang akan memproduksi massal kit DBD ini, dapat segera melakukan produksi dan digunakan untuk mempercepat deteksi dan tindakan penanganan demam berdarah di Indonesia,” ungkapnya.

Soni juga menuturkan bahwa inovasi ini layak menjadi lini bisnis baru industri kesehatan tanah air. Ditekankan juga olehnya agar klarifikasi ini dapat memberikan penjelasan yang tepat kepada masyarakat luas, tentang kit diagnostik pengembangan BPPT ini.

Sementara itu,  Deputi TAB, Plt. Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika (PTFM) BPPT, Agung Eru Wibowo menyampaikan bahwa wabah DBD hingga saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia terutama di daerah subtropis dan tropis seperti Indonesia.

Terkait kit diagnostik dengue BPPT, Agung Eru merinci bahwa kit DBD BPPT menggunakan anti-NS1 monoklonal antibodi yang dikembangkan berdasarkan strain virus lokal Indonesia  dan diharapkan memberikan sensitifitas yang lebih baik. (red/Ju)