Home Berita Electronic Identity (e-ID) akan dikembangkan

Electronic Identity (e-ID) akan dikembangkan

142
Jakarta, Biskom- Indonesia tengah memasuki tahapan penggunaan KTP-eL Multiguna untuk memasukkan data-data lain ke dalam KTP-eL.

Tahapan berikutnya adalah pengembangan mobile e-ID di mana masyarakat akan dapat mengakses layanan – layanan pemerintah maupun swasta dengan menggunakan identitas asli dirinya dimanapun berada.

“Saat ini era nya aplikasi layanan masyarakat yang dapat diakses melalui PC atau smartphone. Sehingga dengan adanya e-Id nanti, seseorang yang menggunakan fitur layanan publik baik di android maupun IOS, dapat diketahui identitasnya,” tutur Kepala BPPT Hammam Riza dalam Rakornas Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Makassar, Kamis (07/2)

Menurut Hammam, pembuktian identitas secara elektronik ini bisa dilakukan melalui PC desktop atau melalui smartphone dengan menggunakan biometrik (sidik jari, atau face-recognation) dan kode pin, seandainya PC dan smartphone sudah dilengkapi dengan divais sensor tersebut.

Pastinya, e-ID atau Mobile e-ID dapat digunakan di mana saja tanpa perlu pembaca KTP EL asalkan ada jaringan internet. Tak hanya itu, e-ID ini tidak lagi tergantung pada adanya kartu smartcard atau USB-drive teramankan yang menyimpan seluruh data-data kependudukan.

“Semua data-data tersebut sudah tersedia di basis data Kependudukan Nasional yang akan dapat diakses. E-ID hanya akan berisi NIK terenkripsi atau indeks lain untuk mengakses basis data. Dengan sistem KTP-EL, Indonesia sudah memiliki data kependudukan yang bersih dari duplikasi penduduk. Basis data ini akan menjadi landasan penting dalam pelaksanaan e-ID,” paparnya.

Hingga saat ini, berbagai hal perlu dikaji bersama oleh Kemendagri, Kemenkominfo, BPPT, BSSN dan berbagai instansi terkait permasalahan dasar hukum e-ID ini, pengamanan transmisi data, maupun integritas data-data, SOP pemberian dan penerimaan identitas elektronik ini. Selain itu, perlunya dikembangkan satu atau beberapa aplikasi layanan publik yang menunjukkan secara tegas dan lugas keuntungan serta manfaat dari e-ID ini

Sementara itu, Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) BPPT Michael A. Purwoadi menguraikan, bahwa metodologi pelayanan publik telah berkembang untuk mempermudah masyarakat mendapatkan layanan.

“Kami akan mencoba memberikan pandangan tentang aspek lain dalam pelayanan digital melalui internet ini, yakni tentang pemanfaatan electronic Identity atau e-ID dalam pemberian layanan,” katanya.

Jika dulu, setiap individu harus datang ke berbagai instansi pemerintah untuk mendapatkan layanan, sekarang diperkenalkan Unit Pelayanan Publik Terpadu di mana masyarakat datang untuk mendapatkan layanan apapun yang diinginkannya.

“BPPT ingin meningkatkan pelayanan publik menggunakan TIK . Sekarang diusahakan agar penduduk tidak perlu lagi datang ke Unit Pelayanan Publik, akan tetapi cukup menggunakan jaringan internet saja,” katanya. (Red/Ju)