Home Berita BPPT Berhasil Pasang Buoy Merah Putih di Kawasan Gunung Anak Krakatau

BPPT Berhasil Pasang Buoy Merah Putih di Kawasan Gunung Anak Krakatau

178

Jakarta, Biskom – Tim teknis BPPT berhasil pasang Buoy Merah Putih di kawasan Gunung Anak Krakatau. Menggunakan armada Kapal Riset Baruna Jaya IV yang menempuh perjalanan serta proses pemasangan selama 3 hari, Buoy Merah Putih akhirnya berhasil dirilis ke lautan.

Ketua TIM Buoy Merah Putih BPPT Alfi Rusdiansyah mengatakan, bahwa sinyal Buoy yang berupa informasi data gelombang laut, telah terkirim secara real time ke Pusat Data Buoy Indonesia (PDBI) di BPPT.

“Untuk data dari Buoy Tsunami tersebut sudah terkirim dengan baik ke PDBI BPPT di Thamrin, jika keadaan normal maka Buoy akan mengirim data tiap 1 jam sekali sedangkan saat terjadi gejala tsunami, Buoy akan mengirim data tiap 15 detik,” ungkap Alfi via pesan instan, Minggu, (14/4).

Untuk mencapai lokasi yang berada diantara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung lanjut Alfi, memerlukan waktu 16 jam dari pelabuhan Tanjung Priuk.  “Selama perjalanan tim melakukan pengecekan elektronik dan mekanik.  Sebelum pemasangan juga tim melakukan survey batimetri atau pemetaan dasar laut, guna menentukan lokasi OBU (sensor pendeteksi tsunami)  yang akan dipasang,” paparnya.

Lebih lanjut Alfi menyebut bahwa tim teknis sempat mengalami kendala, yakni cuaca dan gelombang yang cukup tinggi. “Kesulitan kami sempat beberapa hari cuaca bergelombang, lokasi yang sempit juga cukup menyulitkan kapal untuk bermanuver, karena perairan di sekitar Anak Krakatau mengalami pendangkalan akibat longsoran Desember tahun lalu,” rincinya.

Terpisah, Kepala BPPT Hammam Riza menyebut keberhasilan pemasangan Buoy Merah Putih ini, sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menjaga masyarakat dari ancaman bencana tsunami.

Untuk itu dirinya kembali menghimbau kepada masyarakat, agar keberadaan Buoy ini dapat dijaga bersama, serta untuk tidak melakukan vandalisme. “Alhamdulillah Buoy sudah berhasil dipasang dan sudah dapat mengirimkan data ke PDBI. Untuk itu kami himbau kepada masyarakat, untuk dapat menjaga bersama Buoy Merah Putih, demi keselamatan kita semua,” tegasnya.

Hammam kemudian menuturkan bahwa Buoy yang  sudah terpasang ini, semoga dapat menjadi momentum bagi Indonesia. Harapannya adalah Indonesia dapat  menerapkan early warning system secara nasional. “Kita ingin bentuk yang namanya itu konstelasi Buoy secara nasional. Saat ini kami juga menerima permintaan BNPB utk memasang buoy sekitar Ambon dan Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Kedepan urai Hammam, BPPT menargetkan 3 fase pembangunan Buoy dan Cable Based Tsunameter atau Kabel Bawah Laut. Hal ini imbuhnya, sebagai upaya untuk memberikan data peringatan dini tsunami yang handal. “Semoga rencana kami ini terus mendapat dukungan dari masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan terkait,” tutup Hammam. (red/ju)