Home Berita ZOHO: Manfaatkan TIK untuk Produktivitas Kerja

ZOHO: Manfaatkan TIK untuk Produktivitas Kerja

580

Jakarta, Biskom- Manpower Group,  Korporasi kepegawaian multinasional, memperkirakan bahwa pada tahun 2020, generasi milenial (orang yang lahir antara 1981 dan 1996), akan menjadi sepertiga dari tenaga kerja dunia, dan dengan demikian, perusahaan perlu dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan unik generasi tersebut.

Gibu Mathew, wakil presiden dan general manager APAC, Zoho Corporation menilai bahwa perusahaan juga harus berupaya untuk beradaptasi dengan perubahan dalam cara, di mana, dan ketika milenial bekerja, menggunakan teknologi sebagai cara untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan sebagai pengusaha dan harapan milenial sebagai karyawan.

Media sosial sebagai alat komunikasi di tempat kerja

Menurut sebuah studi Deloitte tentang hiper-konektivitas di tempat kerja, berkirim pesan telah menjadi begitu umum dalam kehidupan pribadi dan sosial seseorang, sekarang juga menjadi bagian penting dari komunikasi profesional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media sosial dan pesan instan juga telah menjadi bagian penting dari komunikasi dan kolaborasi di tempat kerja.

Seiring dengan perkembangan tren, ternyata tetaplah penting untuk menjawab beragam kebutuhan, harapan, dan perspektif generasi yang dibawa karyawan ke tempat kerja dengan menyediakan saluran komunikasi yang beragam. Teknologi telah muncul sebagai jalan maju ke depan bagi perusahaan untuk membuat karyawan milenial tetap terlibat dan produktif.

Berikutnya, perusahaan harus beradaptasi untuk mengatasi perubahan dalam cara, di mana dan kapan karyawan bekerja. Minat yang menurun dalam pertemuan tatap muka dan interaksi ini telah memunculkan adanya pertemuan secara virtual, terutama semenjak beberapa perusahaan mengizinkan lebih banyak pengaturan kerja jarak jauh.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa para pekerja non-tradisional ini ternyata lebih produktif daripada rekan-rekan mereka yang bersifat tradisional, sehingga dapat menguntungkan perusahaan maupun pekerja. Untuk memastikan lingkungan di mana informasi dipertukarkan secara bebas, perusahaan harus mencari solusi komunikasi sosial internal yang melampaui kemampuan telepon dan email, serta menawarkan beberapa alat yang menyatukan karyawan untuk menghilangkan silo komunikasi.

Komunikasi yang efisien untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat
Memanfaatkan berbagai metode komunikasi dapat menghasilkan pengambilan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat di dalam organisasi, yang merupakan komponen utama untuk menumbuhkan dan mengembangkan perusahaan yang lincah.

Dalam beberapa kasus, interaksi tatap muka mungkin masih menjadi cara terbaik untuk membangun hubungan bisnis yang lebih baik, tetapi saat ini telah terlihat bahwa membuat kemampuan konferensi video atau kemampuan berbagi desktop tersedia dari sistem pesan atau obrolan berbasis teks dapat membantu tim membuat keputusan dengan cepat untuk menjaga proyek tetap berjalan mulus. Bahkan ketika karyawan sedang berada di perjalanan, obrolan dan kemampuan berbagi file harus dapat diimbangi sehingga tugas-tugas yang mendesak dapat ditangani dengan segera di antara karyawan baik di kantor bahkan di tempat terpencil sekalipun.

Orientasi karyawan baru yang cepat dan sederhana

Ice-breaking sangatlah penting untuk karyawan baru. Mereka dapat mengambil manfaat dari alat komunikasi sosial internal yang kuat selama proses orientasi. Waktu yang biasanya dihabiskan oleh karyawan baru untuk mempelajari tanggung jawab,

struktur organisasi, dan membangun hubungan dengan rekan kerja sangat membatasi produktivitas dan dapat merugikan perusahaan. Lebih sering lagi, komunikasi yang disederhanakan (baik dari atasan ke karyawan dan di antara karyawan) dapat membuat karyawan baru tetap up-to-speed dan membuat semua orang tetap berada dalam lingkaran.

Ketika penggunaan digital, sosial, dan seluler terus berkembang di Asia Tenggara, perusahaan-perusahaan di kawasan ini akan dihadapkan dengan kelompok karyawan yang terus tumbuh yang akan mengharapkan tingkat konektivitas yang sama dalam komunikasi profesional karena mereka telah terbiasa dengan interaksi pribadi — terutama ketika milenial terus menyalip generasi sebelumnya sebagai kelompok terbesar di dunia kerja.

Dengan menggunakan alat digital yang tepat, perusahaan dapat memastikan bahwa para pekerja di kantor utama ataupun karyawan yang melakukan pekerjaan melalui jarak jauh di wilayah tertentu telah memiliki alat komunikasi sosial internal sebagai acuan untuk sukses. (red)