Jakarta, Biskom- Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengungkap bahwa Indonesia saat ini akan memiliki bonus demografi seperti layaknya Jepang saat masih menjadi negara menengah. Hal tersebut perlu ditopang dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), sebagai pilar utama pembangunan nasional.

“Bonus demografi ini adalah suatu kondisi dimana jumlah penduduk atau SDM dengan usia produktif, berjumlah banyak. SDM berbasis Iptek inilah yang akan menjadi pilar dari pembangunan nasional,” kata Hammam di kediaman BJ Habibie, Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (29/7).

Pada kesempatan Sillaturahim dan Diskusi bersama Prof. BJ Habibie ini, Hammam menyebut bahwa pembangunan SDM sesuai dengan pernyataan Presiden RI Joko Widodo, dalam pidato Visi Indonesia. Presiden menuturkan bahwa akan memberikan prioritas pada pembangunan sumberdaya manusia, karena pembangunan sumberdaya manusia menjadi kunci pembangunan Indonesia ke depan.

Presiden RI ke tiga BJ Habibie menegaskan bahwa kualitas SDM harus ditingkatkan. Hal ini menurutnya dapat dicapai apabila bangsa Indonesia menguasai kebutuhan dalam negeri secara mandiri. Di depan puluhan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk.I Angkatan XLII Tahun 2019 ini Habibie juga berpesan agar pembangunan di Indonesia juga harus berfokus pada pengembangan SDM.

“Harus fokus pada kebijakan strategis. Pemerataan terhadap seluruh pembangunan di bumi Indonesia, agar mengarah pada menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,” kata BJ Habibie.

Pada kesempatan ini, Prof BJ Habibie berpesan kepada para calon pemimpin untuk membuat kebijakan yang berani, sehingga perekonomian Indonesia ke depannya tidak bergantung pada sumber daya alam mentah, melainkan produk inovasi karya Indonesia sendiri.

“Kita harus terus berkarya dalam era pembangunan ini, harus berani membuat kebijakan yang inovatif agar dapat menguasai kebutuhan dalam negeri secara mandiri,” tegasnya.

Bangun SDM Iptek

Menanggapi BJ Habibie, Hammam mengatakan pihaknya akan berupaya mendorong, agar banyaknya jumlah usia produktif atau bonus demografi, dapat dipenuhi oleh SDM berbasis Iptek.

“Kami di BPPT berkomitmen tegas dalam mendorong peningkatan komposisi SDM Iptek, serta dibangunnya Manajemen Talenta Nasional, guna mengidentifikasi, memfasilitasi serta mendukung pendidikan dan pengembangan talenta-talenta Indonesia,” papar Hammam.

Secara umum Manajemen Talenta merupakan proses pengelolaan sumberdaya manusia, yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan strategis organisasi, khususnya pada posisi yang dianggap penting.

Dalam konteks nasional kata Hammam, proses manajemen talenta tentu ditujukan untuk menciptakan SDM, yang dianggap mampu untuk menjadi figur seorang pemimpin yang tepat.

BPPT sebagai lembaga yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengkajian dan penerapan teknologi, imbuh Hammam, terus mendorong kontribusinya dalam pembangunan nasional dengan meningkatkan komposisi SDM Iptek.

Kami berharap generasi muda kita akan mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang baik, seperti hal-nya Habibie yang kala itu memiliki program beasiswa, yang diberikan kepada 3000 orang.

“Dengan pembangunan SDM ini, kami optimis bahwa cita Indonesia Emas akan terwujud. Sehingga kita bisa menjadi negara maju pada Tahun 2045 nanti,” pungkasnya. (red)

loading...