Home Berita BPPT Gelar Doa Bersama dan Obituari Eyang Habibie

BPPT Gelar Doa Bersama dan Obituari Eyang Habibie

745

Serpong, Biskom- Sepekan setelah Presiden ke-3 BJ. Habibie wafat, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar Doa Bersama dan Pembacaan Obituari BJ Habibie yang dihadiri dua putra Habibie, yakni Ilham Habibie dan Thareq Kemal Habibie di   kawasan Puspiptek, Tangsel, Rabu (18/9).

Tokoh bangsa yang akrab disapa Eyang Habibie itu diketahui merupakan pendiri BPPT. “BPPT sebagai salah satu legacy penting dari Habibie” ujar Kepala BPPT Hammam Riza, saat menyampaikan mengenai semangat dan cita-cita BJ Habibie yang akan selalu diteruskan oleh BPPT.

Dilanjutkan Hammam, pesan penting dari Prof. Habibie adalah kuasai teknologi bila negaramu ingin maju. Dan, BPPT akan mewujudkan impian Eyang Habibie agar Indonesia bisa bersaing dengan negara lain dalam melahirkan inovasi teknologi. “Hal tersebut akan kami wujudkan dengan menghadirkan inovasi teknologi terbaik, karya anak bangsa,” kata Hammam

Hammam juga menyebut bahwa semangat dan pemikiran visioner, merupakan contoh yang dapat kita teladani dari sosok Prof. BJ Habibie. “Prof. Habibie adalah sosok yang sangat visioner pada era nya. Saat beliau menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi / Kepala BPPT di tahun 1978, Prof. Habibie telah mencita-citakan Indonesia menjadi negara maju melalui industrialisasi, dengan melakukan transformasi industri,” ungkap Hammam.

Filosofi Habibie yakni Berawal di Akhir, dan Berakhir di Awal, merupakan cara pandang Habibie terhadap teknologi. Artinya, dengan produk yang telah ada, lalu dilakukan reverse engineering, dan cari lisensinya, hingga dapat dibuat sendiri oleh kita. Berawal di akhir dan berakhir di awal merupakan hal yang wajar dilakukan, terlebih untuk produk yang teknologinya sudah proven dan digunakan oleh banyak negara.

“Contohnya seperti yang telah dilakukan Tiongkok, yang telah bisa memproduksi kereta cepat, seperti yang akan digunakan di koridor Jakarta – Bandung. Pertama kali yang mereka lakukan adalah membeli kereta cepat dari Jerman, mereka oprek (reverse engineering -red) sendiri, hingga akhirnya bisa mandiri dalam produksi, walau masih ada beberapa komponen yang impor dari Jerman,” papar Hammam.

Dalam kesempatan tersebut, Ilham Habibie menyampaikan bahwa Bapaknya  tidak pernah lelah berupaya agar Indonesia memiliki pesawat sendiri. “Bapak  selalu berambisi untuk terus mengembangkan riset-riset yang bisa bermanfaat bagi bangsa. Serta mendorong agar Indonesia memiliki SDM Iptek yang unggul,”kata Ilham.

Putera Sulung BJ Habibie  kemudian menambahkan, bahwa bapaknya  selalu menularkan semangat yang positif kepada setiap orang. “Spirit yang positif itu harus dikembangkan, yang negatif agar dijauhkan,” jelas Ilham seraya menyebut, bahwa  sosok sang ayah merupakan pribadi yang bijaksana dan adil terhadap siapapun.

Ilham pun mengenang sang ayah yang dikenal  sebagai Bapak Teknologi  merupakan sosok yang patut diteladani karena tidak pernah menilai orang lain dari sisi buruknya. “Bapak itu seorang yang tidak membedakan, semua dirangkul, dan selalu melihat hal positif dari setiap orang,” tegas Ilham. (red)