Home Berita Sidang Umum PBB, AwanTunai Kenalkan Praktik Fintech Indonesia

Sidang Umum PBB, AwanTunai Kenalkan Praktik Fintech Indonesia

570

New York, Biskom– Awan Tunai, platform solusi pembiayaan digital untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mewakili Indonesia dan menjadi perwakilan tunggal dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-74 di New York, AS pada 17 – 30 September 2019, dimana para pemimpin dunia berkumpul untuk membahas tantangan terbesar yang dihadapi dunia saat ini, mulai dari geopolitik, ekonomi, lingkungan, hingga perubahan teknologi, serta solusi yang dibutuhkan untuk mendorong kemajuan menuju pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Dino Setiawan, CEO AwanTunai menghadiri agenda tahunan tersebut dalam program Digital Financing of the Sustainable Development Goals bertemakan ‘Good Servant, Poor Master Capturing the Promise and Managing the Risk of Financial Technology for a Sustainable World’ yang diselenggarakan oleh Satuan Tugas Sekretaris Jenderal PBB. Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri oleh para pemimpin dunia di bidang kebijakan, teknologi, dan bisnis untuk mendiskusikan solusi teknologi keuangan yang terbaik untuk mengatasi kendala jangka panjang terkait pembiayaan untuk pembangunan, serta untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs).

Dino menjelaskan, “Kami merasa bangga dapat mewakili Indonesia dan berkesempatan untuk bertemu, berdialog dan mendapatkan informasi langsung terkait praktik baik dan perkembangan kebijakan, prioritas pemerintah, regulator, dan masyarakat global terkait peran teknologi keuangan dalam mereformasi sektor keuangan dan ekonomi.”

Melalui seleksi yang ketat, AwanTunai berhasil menjadi salah satu perusahaan terpilih untuk memaparkan model bisnisnya di hadapan para pemimpin dunia dalam acara tersebut. “Visi jangka panjang kami adalah memberikan akses keuangan yang produktif kepada pelaku usaha mikro agar dapat mengembangkan usahanya secara lebih baik. Lewat partisipasi kami dalam ajang tahunan ini, kami semakin terdorong untuk mewujudkan inklusi keuangan yang lebih baik dan merata,” lanjutnya.

United Nations Capital Development Fund (UNCDF), badan PBB di bidang pendanaan khususnya bagi negara berkembang, menyambut baik partisipasi AwanTunai dalam ajang ini. “Terdapat banyak peluang di Indonesia untuk memberikan solusi inovatif yang mengadopsi revolusi digital untuk meningkatkan kapabilitas finansial bagi masyarakat berpenghasilan kecil dan menengah. Kami senang dapat mendukung upaya-upaya in melalui UNCDF FinLab dan optimis untuk menghadirkan para pelaku usaha Indonesia di platform global.

AwanTunai, melalui digitalisasi rantai pasokan tradisional untuk memberikan pinjaman berbiaya rendah, telah memberikan contoh praktik baik model bisnis fintech di Indonesia lewat kontribusi mereka terhaap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Kesetaraan Gender), (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan Industri, Inovasi, dan Infrastruktur),” ujar April Khor, UNCDF Digital Innovation Specialist.

Fintech tidak hanya mewakili sebuah komponen inovasi yang sangat dibutuhkan oleh sektor layanan keuangan, namun menjadi kesempatan terbaik dalam menjawab kesenjangan pembiayaan. Indonesia, dengan 50 juta pelaku UMKM dan kesenjangan pembiayaan hampir mencapai 45 persen, memiliki kesempatan untuk meraih manfaat terbesar dari perkembangan ekonomi digital.

Mahendra Siregar, Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, turut menyampaikan dukungannya atas keikutsertaan Indonesia dalam program ini. “Dalam era ekonomi digital saat ini, fintech memiliki peluang yang sangat besar dalam membuka akses bagi seluruh lapisan sosial-ekonomi di tanah air melalui ekonomi digital. Seluruh potensi dan kesempatan tersebut mensyaratkan koordinasi yang baik dan efektif antara regulator, pemerintah dan sektor swasta, untuk memastikan bahwa momentum diciptakan terus menguat. Kami turut bangga lewat partisipasi AwanTunai yang dapat mewakili bentuk usaha fintech di Indonesia yang aman, berkelanjutan, serta turut mendorong terciptanya inklusi keuangan di Indonesia,” jelasnya.

AwanTunai hadir untuk membantu mendukung kemandirian finansial bagi masyarakat Indonesia khususnya sektor underbanked. Bekerja sama dengan pedagang grosir dan distributor di sektor FMCG (Fast Moving Consumer Goods), AwanTunai menyediakan fasilitas pembiayaan berbasis teknologi untuk membantu para pelaku UMKM, khususnya para pedagang warung. Solusi ini bertujuan agar mereka dapat mengembangkan usaha menjadi lebih produktif lewat kemampuan mengatur modal dan perputaran uang dengan lebih baik.

Sampai akhir tahun ini, Awan Tunai memiliki target untuk bekerja sama dengan 100 pedagang grosir dan distributor, serta menyalurkan pinjaman produktif berbasis teknologi kepada lebih dari 5000 pedagang kelontong. Selain itu, sejumlah agenda ekspansi juga telah disiapkan oleh Awan Tunai untuk merambah pasar rural di luar wilayah Jabodetabek, sebagai bagian dari upayanya untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif keuangan. (red)