Home Berita Sial Interfood 2019 Platform B2B Industri Mamin

Sial Interfood 2019 Platform B2B Industri Mamin

1358

Pameran makanan dan minuman (Mamin), Sial Interfood 2019 resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (13/11). Pameran yang berlangsung hingga 16 November tersebut diikuti sebanyak 30 negara dan 900 perusahaan nasional maupun internasional.

30 negara seperti, Australia, Argentina, Belanda, Belgia, China, Dubai, Ekuador, India, Itali, Jepang, Jerman, Korsel, Kuwait, Lithuania, Malaysia, Mesir, Palestina, Pakistan, Prancis, Polandia, Saudi Arabia, Singapura, Taiwan, Turki, Timur Leste, Thailand, USA, Vietnam dan Yunani.

Ajang pengenalan industri Mamin tersebut dibuka oleh Direktur Jenderal Industri Argo Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Abdul Rochim dan dihadiri oleh para pengusaha dari lokal maupun internasional.

Dalam sambutannya, Abdul Rochim mengatakan bahwa Sial Interfood merupakan program yang sejalan dengan program pemerintah, khususnya dalam peningkatan ekspor melalui pameran berskala internasional.

“Tentunya pameran ini akan mendorong peningkatan ekspor produk makanan dan minuman dalam negeri, sehingga akan meningkatkan industri lokal,” kata Abdul Rochim.

CEO Krista Exhibition Daud Dharma Salim, mengatakan SIAL Interfood 2019 merupakan platform B2B yang sempurna karena menyediakan berbagai peluang bisnis bagi seluruh peserta pameran untuk mempromosikan produk, melakukan bisnis dan mencari solusi untuk kebutuhan bisnis bersama.

“Ini merupakan pilihan yang tepat bagi perdagangan dan pengunjung di bidang bisnis makanan dan minuman yang ingin mencari dan menemukan inovasi baru dalam industri makanan dan minuman,” kata Daud.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman mengatakan, kontribusi industri Mamin terus mengalami peningkatan. Menurut pengakuannya peningkatan kontribusi Mamin menjadi target utama.
“Menarik bagi saya kontribusi Mamin meningkat, ini yang kita kejar. Bagi saya berharap industri Mamin bisa terus bertumbuh, jauh lebih tinggi dari saat ini yang mencapai delapan persen,” terangnya.

“Lokal brand harus mendunia, dan di beberapa event internasional kami ingin menampilkan Indonesia secara utuh. Kita perlu berkolaborasi, harus ada industri yang menyokong,” pungkasnya.
Dalam Pameran SIAL Interfood 2019 menghadirkan program-program menarik lainnya seperti, SIAL Innovations, La Cuisine Competition (penampilan para chef) dan beberapa kompetisi dan perlombaan di bidang makanan dan minuman. (red)