Bambang Tri Cahyono.

Jakarta, BISKOM – Presiden Jokowi mina agar dampak corona terhadap sektor riil dipelajari. Hal ini mengingat bahwa corona adalah bencana nasional yang berdampak sistematis dan masif terhadap sektor riil dan moneter.

Disamping itu covid-19 ini adalah merupakan pengalaman baru bagi kita semua. Sehingga pengaruhnya terhadap sektor riil perlu diketahui signifikansinya dalam arah dan besarannya.

Saya berpendapat bahwa Covid-19 berpengaruh negatif terhadap sektor riil melalui berkurangnya produksi nasional akibat PSBB yang pada gilirannya akan menurunkan terutama pendapatan pekerja dan akhirnya berdampak pada menurunnya konsumsi masyarakat di sektor riil.

Produksi yang pertama terkena dampak negatif dar PSBB adalah sektor jasa pariwisata dan turunannya, termasuk hotel, transportasi, restoran menyusul ke sektor lainnya yang menyebabkan permintaan dan penawaran agregat berkurang secara nyata.

Kebijakan yang perlu diterapkan pemerintah di sektor riil adalah tetap menjalankan produksi nasional melalui pembatasan sosial berskala kecil (PSBK) dan bukan sebaliknya yaitu PSBB seperti yang terjadi saat ini.

PSBB dalam bentuk bekerja di rumah, belajar di rumah tidak boleh berkerumun, jaga jarak fisik,  yang berlaku dalam kawasan yang luas adalah kebijakan aneh yang membuat dunia bangkrut.

Kebijakan ini banyak ditentang oleh kaum pekerja di seluruh dunia, seperti yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa. Kebijakan PSBB juga tidak menjamin Covid-19 segera berakhir dan tidak menjamin pula kesejahteraan rakyat  meningkat.

Kembali pada ajakan Presiden untuk mempelajari dampak covid-19 terhadap sektor riil maka sebaiknya pemerintah melakukan PSBK dan tetap mendorong masyarakat untuk tetap berproduksi secara maksimal.

Perangi Covid-19 dengan bijak!

Oleh: Bambang Tri Cahyono, Pengamat Sosial Ekonomi