Jakarta, Biskom – Negara-negara di berbagai belahan dunia bergegas mengambil langkah untuk menghadapi pandemi virus corona yang belum pernah terjadi sebelumnya. Salah satunya adalah Taiwan, yang mulai meningkatkan kapasitas produksi masker domestik pada bulan Januari, serta membatasi ekspor termometer pada bulan Maret.

Di tengah meningkatnya permintaan ventilator, pemerintahan di setiap negara tengah melakukan upaya bersama untuk inventaris alat-alat medis dalam negeri mereka, serta memproduksi alat bantu pernapasan ini. Karena tingkat kebutuhan yang cukup tinggi, produsen mobil besar di Eropa dan Amerika Serikat, seperti General Motors, Ford, Tesla, Volkswagen, dan bahkan perusahaan barang-barang kelistrikan asal Inggris, Dyson telah membentuk tim lintas industri, bersama pemerintahan dalam negeri mereka masing-masing untuk memproduksi ventilator.

Menurut Director of Strategic Marketing Department TAITRA, Chun-Tse Wu dalam keterangan persnya, Rabu (29/4), Central Epidemic Command Center (CECC) di Taiwan melaporkan bahwa saat ini di Taiwan tersedia sekitar 61 ventilator per 100.000 orang. Menurut Dia, jumlah ini lebih baik jika dibandingkan dengan sekitar 24 ventilator yang tersedia di Jerman, 12 ventilator di Inggris, maupun 5 ventilator di Italia (per 100.000 orang).
Ventilator sendiri dibagi menjadi dua jenis, invasif dan non-invasif.

Penggunaannya berbeda-beda tergantung apakah pasien dapat bernapas tanpa bantuan, atau tidak. Ventilator invasif di Taiwan digunakan untuk pasien yang kritis, dan merupakan barang impor. Sedangkan ventilator non-invasif, seperti Continuous Positive Airway Pressure (CPAP), biasanya digunakan untuk mengobati sleep apnea syndrome (gangguan tidur).

Menurut Chun-Tse Wu, ventilator CPAP sangat berguna dalam proses penyembuhan pasien yang terjangkit virus corona di masa pandemi, dan pada akhirnya mungkin dapat berperan untuk membantu pemerintah agar dapat melonggarkan peraturan di masa darurat.

“Pada 2019, nilai ekspor Taiwan untuk ventilator CPAP dan produk-produk terkait mencapai sekitar 70 juta dolar AS”, papar Chun-Tse Wu.

Perusahaan besar asal Taiwan yang memproduksi produk-produk terkait ventilator CPAP adalah APEX Co., Ltd., yang merupakan pemenang penghargaan Taiwan Excellence Award 2019 untuk produk Wizard 3 Series CPAP Mask.

Produk ini mengintegrasikan penggunaan bahan dan desain inovatif yang ramah kulit, serta menggunakan struktur pendukung dahi agar memberikan rasa nyaman ketika digunakan. Selain itu, bingkainya pun dirancang agar sesuai dengan bentuk wajah pengguna. Permukaannya yang melengkung membuat produk ini sedikit berbeda dari produk medis kebanyakan, sehingga membuatnya dapat disesuaikan dengan mudah ketika digunakan oleh masing-masing individu dan kedap udara.

Di tengah merebaknya pandemi virus corona, Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) terus berupaya untuk mendukung industri medis Taiwan, salah satunya dengan mengadakan International Medical, Health, and Care Expo (Medical Taiwan) pada tanggal 15-17 Oktober, di Hall 2 Taipei Nangang Exhibition Center.

Sebagai informasi, berbagai merek pemenang penghargaan Taiwan Excellence akan menghadiri IDEM di Singapura, AACC di Amerika Serikat, AGEXPO di Malaysia, dan MEDICA di Jerman. Selain itu, Taiwan Excellence juga menjalankan pameran online untuk memperkenalkan produk-produk medis Taiwan yang berkualitas tinggi. “Promosi produk medis kami yang berkualitas tinggi dan inovatif di seluruh dunia merupakan prioritas utama bagi Taiwan Excellence atau mitra global kami”, pungkas Chun-Tse Wu. (red*)