Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Hasan Basri SH, Ketua Umum APPSINDO. (Foto: Ist)

Jakarta, BISKOM – Kami merasa dimuliakan Pak Ketua MPR Bambang Soesatyo ketika diberi kesempatan bertatap muka di gedung MPR RI Senayan. Sebagai Ketua Umum Appsindo (Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia)  sangat terharu dan bangga ketika diajak Pak Zainal Bintang bisa bertemu dengan Pak Bambang Soesatyo, Ketua MPR” Selasa (30/07 di Gedung MPR RI Senayan, Jakarta.

Pernyataan ini disampaikan oleh Hasan Basri SH (63) sang ketua umum Apssindo di dalam rilisnya kepada media. Dia menyatakan perasaan ini dengan penuh ketulusan. Sebagai pedagang pasar yang mulai sejarah hidupnya di Pasar Tanah Abang sejak usia 7 tahun, dia telah  mencatat sejarah jatuh bangun sebagai pedagang dan pembela sesama pedagang pasar. Pada kesempatan bertemu itu dia mengaku kepada Ketua MPR menyampaikan keresahannya akibat terjadinya pembatasan berdagang akibat virus Covid 19.

Dia menyampaikan kondisi pedagan pasar saat ini sungguh sangat menyedihkan. Akibat  pelarangan berdagang tatap muka, menurutnya hal itu  memukul pedagang pasar, ibarat sudah jatuh ketimpa tangga pula berkali-kali. Coba bayangkan kata Bang Hasan, panggilan akrabnya, berdagang sudah susah, bayar harga barang jadi susah, untuk sekedar dimakanpun anak binipun susah.

Belum lagi kalau ada anak yang jatuh sakit dan mau bayar uang sekolah. Dan yang paling menyedihkan karena meskipun sudah ditimpa tangga berkali-kali, nyatanya  masih juga ada tangga lain yang menimpa, yaitu perlakuan oknum petugas pasar yang meminta ini itu secara gratis dan main ancam alias memeras.

Dirinya sangat setuju ucapan Pak Bamsoet, panggilan akrab Ketua MPR yang mengatakan, manakala pemulihan ekonomi belum berhasil di atasi pemerintah dalam bulan Juli, harus diwaspadai  adanya potensi kerusuhan sosial di lapangan. Peringatan Ketua MPR itu disetujuinya dengan mengacu kepada belasan juta pedagang pasar yang sangat-sangat kesulitan saat ini,  karena belum adanya solusi dan mitigasi yang jelas dari pemerintah. Ketua MPR itu spontan setuju ketika diminta menjadi Ketua Majelis Kehormatan Lemhasar, sebagai lembaga pengkajian dan pengembangan pasar, hal itu semakin membuat Bang Hasan terharu berat.

Terlebih ada hal yang  paling menyakitkan hati kami, yaitu adanya ulah oknum petugas pasar resmi yang terus mengancam dengan macam-macam larangan, padahal pada akhirnya minta uang dari kami. Alias memeras kami, kata Bang Hasan yang juga seorang pengacara dan memimpin sebuah lembaga bantuan hukum khusus memberikan perlindungan kepada pedagang pasar.

Itulah sebabnya dia merasa bersyukur karena bisa diajak Bang Bintang menyusun konsep untuk mencari solusi guna mengatasi kesulitan padagang pasar yang merupakan ujung tombak perekonomian nasional yang juga dikenal sebagai pelaku usaha UMKM. Menurutnya, dia mulai mengenal dan bergabung dengan Pak Bintang sejak tahun 1993 untuk memberdayakan pelaku ekonomi lemah, begitu istilahnya di era Orde Baru.

Pada tahun 2006 Bang Hasan mengaku kembali bergabung lagi dengan wartawan senior dan mantan anggota Dewan Pakar Golkar itu, ketika mendirikan GUMKI (Gerakan Usaha Mikro Kecil Indonesia) bersama Bang Agung Laksono. Dibawah bimbingan Bang Bintang, GUMKI beberapa kali melalukan pelatihan keterampilan dan skill pedagang pasar di Pasar Senen bersama Menpora waktu itu Bang Adhyaksa Dault . Bang Bintang waktu itu menjabat sebagai Presiden GUMKI dan Bang Agung Laksono sebagai Ketua Dewan Pertimbangan, kata Bang Hasan mengenang. Itulah sebabnya kami mendaulat Bang Bintang menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Appsindo dan mendukungnya sebagai Presiden Lemhasat untuk mengayomi kami dan kawan-kawan yang di akar rumput.

Setelah bertemu Ketua MPR, Bang Hasan merasakan semangat dan jiwanya kembali bergelora untuk berjuang memulihkan perekonomian di akar rumput bersama anggota Appsindo yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Saya terharu dan bangga karena Bang Bamsoet menyatakan secara gamblang mendukung program Lemhasar (Lembaga Ketahanan dan Pengembangan Pasar) yang dipimpin Bang Bintang untuk meningkatkan ketrampilan pedagang pasar agar dapat menguasai model  berdagang jual-beli secara virtual atau menggunakan aplikasi digital (on line). Bukan saja itu yang membuat kami bangga kepada ketua MPR, akan tetapi juga atas  pernyataanya yang akan mendesak semua pemerintah daerah untuk secepatnya menolong pemberdayaan pelaku pasar.

Menurut Bang Hasan kebijaksanaan Bang Bamsoet tersebut sangat menyentuh, menggambarkan dirinya sebagai pemimpin yang sangat memperdulikan kehidupan kami padagang kecil alias rakyat kecil. Bang Hasan menutup ceritanya dengan mengatakan dirinya segera melengkapi dokumen untuk disampaikan kepada Ketua MPR, termasuk data-data perlakuan oknum petugas resmi pasar yang menekan teman-teman kami di pasar. (Hoky)

Artikel Terkait: Ketua MPR sebagai Ketua Majelis Kehormatan LEMHASAR