Jakarta, Biskom- Era saat ini perkembangan Teknologi Informasi (TI) tidak bisa dapat pisahkan di segala aspek kehidupan, teknologi informasi begitu nyata memberikan manfaat yang begitu besar pada kehidupan sehari-hari. Dari bisnis, sosial bahkan dengan  teknologi informasi telah mempermudah masyarakat melakukan bisnis dan berkomunikasi, terlebih saat ini di masa pendemi merubah paradigma penerapan semua sektor kehidupan.  Peran TI dalam begitu besar dirasakan oleh masyarakat.

Masyarakat sudah semakin familiar dengan perangkat TI seperti komputer dan internet. Istilah  Teknologi  Informasi  lebih  merujuk  pada teknologi   yang   digunakan   dalam   menyampaikan, maupun mengolah informasi.  TI secara lebih mudah dipahami    sebagai    pengolahan    informasi yang berbasis  pada  teknologi  komputer.   

Seringkali TI merupakan  bagian  dari  kegiatan  bisnis  atau  usaha.  Istilah  Teknologi  Informasi  adalah teknologi   yang   memanfaatkan   komputer   sebagai perangkat  utama  mengolah  data  menjadi  informasi yang bermanfaat (Supriyanto, 2005 : 6).

Saat ini TI menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari – hari. Hampir semua lapisan masyarakat tak bisa sedetik pun jauh alat telekomunikasi dan media sosial. Setiap hari bahkan setiap jam kita selalu menggunakan media sosial dengan perangkat smart phone, komputer jinjing untuk berbagai kebutuhan. Dari situlah semua berkembang, semua informasi bisa kita lihat. Dari mulai tips mendidik anak, berwirausaha, penjualan dan berbagai informasi lainnya. Sehingga begitu penting peran teknologi informasi bagi kita, tidak hanya kaum adam yang dominan, namun saat ini sudah menjadi kebutuhan kaum hawa.

Teori yang mengatakan “seorang pria cenderung merasa memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita dalam bidang matematika, komputer, ilmu pemasaran, aksi kewirausahaan dan kemampuan kognitif lainnya” (Ackerman, 2001 oleh Endres dan Chowdhury, 2008), saat ini sudah terbantahkan.

Seiring perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat mempengaruhi gaya kehidupan yang semakin mendunia termasuk dalam melakukan aktivitas sehari-hari, tidak terkecuali peran perempuan dalam memanfaatkan teknologi informasi baik itu bisnis maupun kehidupan dalam sehari-hari.

Dalam pemanfaatan teknologi, perempuan harus belajar untuk terus maju mengikuti perkembangan jaman, seiring dengan cita-cita dari perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan harkat dan martabat kaum perempuan, menuju arah perubahan yang dapat disejajarkan dengan perkembangan teknologi informasi kedepan.

Adalah Dr. Dini Fronitasari.,ST, MT sosok perempuan yang melek terhadap peluang perkembangan teknologi informasi sekaligus pemrakarsa PT Goritma Teknologi Solusindo/PT Goritma Tech , perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi.

Dini Fronitasari atau lebih akrab disapa Dini, ia seorang CEO PT Goritma Teknologi Solusindo/ Goritma Tech yang paras cantiknya kini mudah dijumpai mesin pencarian Google dan sosial media karena pernah viral dikalangan millenial sebagai dosen cantik di Indonesia. Menjadi pemilik perusahaan bukanlah impiannya sejak kecil. Menjadi seorang dokter adalah cita-cita dari wanita kelahiran 1986 di Pemalang ini.  Sosoknya yang memiliki kulit putih dan berparas cantik bak seorang artis korea membuat banyak orang tak menduga jika ia adalah seorang CEO perusahaan.

Aktivitasnya tidak hanya sebagai CEO, Dini pun menjadi dosen dibeberapa kampus swasta, selain itu sosok Dini populer di sosial media membuat kami tertarik untuk mengulik lebih jauh kiprah seorang Dini Fronitasari.

Di tengah kesibukannya yang saat ini terlibat dalam Tim Penyusun Strategi Nasional (Stranas) Kecerdasan Artifisial Indonesia 2020 – 2045, Dini menyempatkan diri untuk berbincang-bincang tentang aktivitasnya sehari-hari dengan media beberapa waktu lalu.

Dini berbagi pengalaman hidupnya yang masih yang usia relatif muda telah menjadi CEO sebuah perusahaan di bidang tekologi informasi, menarik tentunya membagi pengalamannya untuk dijadikan motivasi kaum hawa khususnya.

Dini wanita yang berasal dari kota Pemalang Jawa Tengah, tempat masa kecil hingga lulus SMA. Kemudian mendapat beasiswa di STT Telkom Bandung Jurusan Teknik Elektro Lulus di tahun 2008, kemudian bekerja di bidang IT disebuah institusi sebagai engineer.

Kemudian pada tahun 2011 Ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke S2 di luar negeri hanya saja kandas dikarenakan tidak mendapatkan ijin dari orangtua. Akhirnya Ia memutuskan untuk mengambil di Universitas Indonesia (UI) pada peminatan ilmu yang sama, dan lulus pada tahun 2013. Sejak saat itu Ibu dari satu orang anak ini selain menjadi seorang engineer, Ia pun menjadi dosen di UMN (Universitas Multimedia Nusantara), Universitas Tasikmalaya mengajar beberapa mata kuliah khusus seperti, Wireless Mobile Communication, Kalkulus, Aljabar Linier , Komputasi Numerik dan beberapa mata kuliah IT lainnya.

Kecintaan dan keseriusan terhadap bidang teknologi informasi menghantarkannya lulus Program Doktoral (S3) di UI  pada tahun 2019, lagi-lagi wanita kelahiran 7 Januari 1986 ini mendapatkan beasiswa  Kemenristekdikti dan lulus dengan Predikat Summa Cumlaude di Program Doktor Teknik Elektro UI saaat itu.

Menurutnya, “memiliki peran sebagai CEO perusahaan di bidang IT itu untuk meningkatkan peran pengetahuan perempuan terhadap teknologi dan informasi yang jarang diminati kaum hawa. Perempuan saat ini sudah mempunyai peran ganda. Selain menjadi istri, Ibu dan juga banyak yang berperan penting mencari nafkah buat keluarga ataupun membantu perekonomian rumah tangga. Oleh karena itu perempuan harus berpendidikan, pintar, cerdas dan mempunyai wawasan yang luas, supaya kesetaraannya sama dengan laki – laki”, urai Dini.

Dini kini mengelola perusahaan di bidang IT yang notabene bisnis ini banyak didominasi oleh kaum pria. Perempuan yang memiliki perawakan imut ini saat ini duduk di kursi CEO PT. Goritma Teknologi Solusindo.

Awalnya, Dini meniti karirnya seorang enginer, tidak puas sampai disana karirnya terus menanjak manjadi seorang dosen di bidang TI.  Dari pengalaman sebagai engginer dan dosen, Dini belajar banyak hal dan mulai menguasai seluk beluk bisnis teknologi informasi.Disamping itu kesibukan pun diisi dengan berbagi undangan sebagai narasumber sesuai dengan kapasitasnya. Baru-baru ini pun Dini berbicara pada acara webinar dengan tema peran perempuan dalam memimpin, Ia berbagi pengalaman bagaimana cara menggali potensi dan  kemampuan seorang perempuan.  Dini menegaskan semua memiliki peluang yang sama, namun bagaimana peluang itu didapat, itu tergantung dari kerja keras kita untuk meraihnya.

Ia kemudian memulai usahanya dari nol dengan mendirikan PT. Goritma Teknologi Solusindo. Pada 2018 ia kemudian mendirikan perusahaan, yang saat itu sedang menyelesaikan program doctornya, akhirnya Dini sudah menjadi CEO di usia 32 tahun.

Dari tidak memiliki karyawan hingga saat ini telah memperkerjakan puluhan orang dalam membangun bisnisnya.  Kendati demikian, menjadi seorang pengusaha perempuan bagi Dini bukanlah hal mudah. Dini menuturkan pencapaiannya pun tidak mudah, ada banyak sekali tantangan yang harus dihadapi, bahkan lebih kompleks daripada kaum pria. Sebagai seorang pengusaha wanita handal yang mampu mapan secara finansial dengan pikiran dan tenaga, namun ia selalu terlihat humble dan mengingatkan bahwa setinggi apapun pencapaian seorang wanita yg berkarir , rumah tetap menjadi prioritas utama.

“Salah satu tantangan menjadi seorang pemimpin adalah harus menjadi contoh, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, karyawan maupun pihak lain akan lebih mudah mengerti apa yang ingin Anda sampaikan dan lakukan. Seorang pemimpin atau leader juga harus memastikan bahwa pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh karyawan maupun pihak eksternal yang berkepentingan. Hal ini juga dapat mengurangi risiko kesalahpahaman atau berbeda pandangan,” ungkap wanita tiga bersaudara ini.

PT. Goritma Teknologi Solusindo yang Ia dirikan ini bergerak di bidang TI khususnya, pembuatan program untuk decision making, simulasi, operational research, modelling, control and monitoring yang berbasis python, matlab, website dan pengadaan sistem internet of things konprehensif yang saat ini telah memiliki tiga kantor di kota Jakarta, Bandung dan Depok.

Dengan kompetensi dan mimiliki pengalaman lebih dari empat tahun, saat ini perusahaannya pun telah mimiliki kepercayaan banyak mitra, baik dari pemerintahan maupun swasta. Dari membuat aplikasi sederhana sampai yang rumit pun pernah dikerjakan oleh perusahaannya , tentu saja hal ini tidak luput dari kekompakan dan kerja keras dari tim, ungkap Dini.

Sebagai wanita karier yang telah sukses, Dini pun memberikan tips menjadi pemimpin perempuan. Ia menggaris bawahi bahwa seorang pemimpin harus selalu rendah hati, tidak cepat puas akan pencapaian, mau terus belajar mengupgrade value diri , yang terpenting harus memiliki  pikiran dan hati yang baik untuk me-lead karyawan dan tidak ketinggalan punya mental yang kuat, tanpa melupakan kodrat sebagai seorang ibu.

Tentu menjadi sosok yang sukses seperti seorang Dini Fronitasari menggeluti dunia IT, tidaklah diperoleh secara mudah. Diperlukan komitmen, semangat, manajemen yang baik (waktu dan emosi)  dan mental baja hingga membuat Dini dikenal sebagai pengusaha sukses yang banyak menjadi inspirasi generasi muda.  Anda pun bisa mengikuti jejak Dini Fronitasari menjadi seorang wanita yang berhasil. Hanya saja, anda harus kuat menjalani tantangan yang harus dihadapi!