Asia Pasifik & Singapura, 18 Mei 2021 – Microsoft Corp. telah mengumumkan sejumlah produk baru dan memberikan panduan untuk mengatasi serangan siber yang semakin meningkat dan kompleks. Termasuk di antaranya adalah dukungan tambahan pada otentikasi multi-faktor dan perlindungan keamanan untuk konsumen, serta transisi Microsoft dalam membuat karyawan mengadopsi pendekatan Zero Trust.

Lanskap keamanan siber telah berubah seiring dengan munculnya serangan kompleks berskala besar belakangan ini. Peretas melakukan rata-rata 50 juta serangan password setiap harinya — 579 per detik, dan serangan phishing juga telah meningkat. Tidak hanya itu, serangan firmware juga semakin bertambah, dan ransomware telah menjadi sangat rumit. Tahun lalu, Microsoft berhasil mencegat dan menggagalkan 30 miliar ancaman email dan saat ini aktif melacak lebih dari 40 aktor serta lebih dari 140 kelompok ancaman yang mewakili 20 negara.

Mary Jo Schrade, Assistant General Counsel, Regional Lead, Microsoft Digital Crimes Unit Asia mengatakan, “Sebagian besar wilayah kita telah beralih ke remote working selama satu tahun terakhir. Dengan kita melanjutkan kebutuhan untuk bekerja dari rumah, baik itu secara penuh waktu ataupun paruh waktu, kita perlu menggunakan lebih banyak alat dan membangun pertahanan terhadap potensi serangan siber. Di Asia, mengadopsi otentikasi multi-faktor dan pendekatan Zero Trust adalah dasar untuk bekerja dari rumah ataupun hybrid secara lebih aman”.

Usaha kecil dan menengah (UKM) khususnya sangat rentan terhadap ancaman keamanan siber – di Asia Pasifik, UKM membentuk lebih dari 98% perusahaan dan mempekerjakan 50% tenaga kerja[1], yang merupakan bagian integral dari kesejahteraan sosial dan ekonomi di wilayah ini. Sayangnya, sebagian besar UKM tidak tahu bagaimana cara melindungi perusahaan mereka. Banyak dari mereka juga kekurangan staf IT dan masih memiliki komputer serta jaringan yang keamanannya tidak memadai. Oleh karena itu, Microsoft memberikan beberapa panduan terkait bagaimana perusahaan, termasuk UKM, dapat meningkatkan keamanan mereka.

Mengamankan Kerja Jarak Jauh dengan Produk Baru

Sejalan dengan kebutuhan keamanan individu dan bisnis yang semakin meningkat karena model kerja jarak jauh, Microsoft telah meluncurkan inovasi baru untuk lebih melindungi konsumen. Fitur baru ini mencakup Azure AD Conditional Access untuk memberikan kontrol akses yang lebih terperinci kepada admin, pengaturan peluncuran bersyarat dengan Kebijakan Perlindungan Aplikasi di Microsoft Endpoint Manager, dan mode perangkat bersama Azure AD.

Peningkatan dan fitur tambahan juga telah diluncurkan di Microsoft 365 Defender, Azure Sentinel, dan Microsoft Cloud App Security. Selengkapnya mengenai produk baru yang diluncurkan secara global ini, silakan merujuk pada halaman berikut.

Rencana Teknologi Microsoft untuk Karyawan

Microsoft dan 160.000 karyawannya telah membuat transisi menuju kerja hybrid pada 2020, dengan beberapa panduan yang dimaksudkan untuk menjaga keamanan:

  • Menjaga perangkat agar tetap terkelola dengan baik
  • Membuat keamanan menjadi pekerjaan setiap orang
  • Mengamankan home offices
  • Membangun Zero Trust

Empat Pilar Utama untuk Realitas Kerja Baru

Dengan keamanan menjadi semakin penting bagi individu dan bisnis, Microsoft juga telah menjabarkan kebutuhan utama bagi pengguna untuk terlindungi dari ancaman siber:

  1. Memaksimalkan penggunaan tools yang telah ada, seperti otentikasi multi-faktor
  2. Menerapkan pola pikir Zero Trust
  3. Memanfaatkan sistem keamanan cloud yang lebih kuat
  4. Berinvestasi pada orang dan keterampilan, serta berfokus pada perbedaan

Untuk informasi selengkapnya, silakan mengunjungi halaman berikut.


[1]https://www.apec.org/Groups/SOM-Steering-Committee-on-Economic-and-Technical-Cooperation/Working-Groups/Small-and-Medium-Enterprises

loading...