<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BISKOM : Mitra Komunitas Telematika &#187; Figur Biskom</title>
	<atom:link href="http://www.biskom.web.id/category/figur-biskom/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.biskom.web.id</link>
	<description>Situs Berita Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 07:00:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Dell Regional Managing Director South Asia, Andreas Diantoro: Dell Rambah Pasar Game</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2010/02/18/dell-regional-managing-director-south-asia-andreas-diantoro-dell-rambah-pasar-game.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2010/02/18/dell-regional-managing-director-south-asia-andreas-diantoro-dell-rambah-pasar-game.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 10:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=3082</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Andreas-Diantoro-03.jpeg"></a>Dahulu, nama <strong>Andreas Ruddy Diantoro</strong> selalu dikaitkan dengan Hewlett Packard (HP). Kini, Andreas bagai saudara kembar dengan Dell: identik dan sejiwa.  Andeas memang cukup lama berkiprah di HP. Penyandang gelar MBA dari Western Illinois University, Amerika Serikat ini pernah menjabat sebagai&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Andreas-Diantoro-03.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-3098" title="Andreas Diantoro 03" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Andreas-Diantoro-03.jpeg" alt="Andreas Diantoro 03" width="350" height="223" /></a>Dahulu, nama <strong>Andreas Ruddy Diantoro</strong> selalu dikaitkan dengan Hewlett Packard (HP). Kini, Andreas bagai saudara kembar dengan Dell: identik dan sejiwa.  Andeas memang cukup lama berkiprah di HP. Penyandang gelar MBA dari Western Illinois University, Amerika Serikat ini pernah menjabat sebagai Managing Director dan Country Manager HP Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, Andreas pernah menempati sejumlah posisi penting di Singapura dan Australia. Ia sempat  menjadi Corporate Account Representative HP di Singapura dan Manajer Pengembangan Pasar HP di Australia.</p>
<p>Kiprah Andreas tak perlu diragukan lagi. Ia pernah mengantarkan HP Indonesia meraih penghargaan Best Country of the Year di seluruh Asia Pasifik dan Jepang. Sebuah penghargaan yang menggabungkan penilaian pada penjualan, profitabilitas, pangsa pasar, manajemen, kepuasan karyawan dan kepuasan pelanggan terbaik yang dilakukan HP. Penghargaan serupa juga diperolehnya tahun 2005.</p>
<p>Saat ini, Andreas adalah Regional Managing Director South Asia di Dell. Mengawali karir di perusahaan asal Amerika Serikat ini sejak Oktober 2005 lalu, Andreas memimpin dan mengelola bisnis Dell di Indonesia sebagai Direktur Pengelola, dan dipercaya sebagai Direktur Pengelola Dell Asia Selatan dan Grup Developing Markets.</p>
<p>Berkat kepercayaan yang diberikan Dell kepadanya, kelahiran Jakarta, 12 September 1968 ini diberi hak eksklusif untuk tetap bermarkas di Jakarta. Padahal ia harus membawahi 20 negara berkembang lainnya di kawasan Asia Selatan. &#8220;Ini adalah hal yang istimewa, karena belum pernah ada region head perusahaan yang sifatnya major yang diperbolehkan berbasis di Jakarta,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dell di tangan Andreas terus menunjukkan perkembangannya. Di Indonesia, Dell bertekad untuk meraih posisi teratas di level corporate, consumer dan small medium business (UKM). Selain itu, Dell juga akan fokus membidik komunitas gamer (hardcore gamers) melalui penjualan notebook Alienware. Simak wawancara BISKOM selengkapnya dengan Sarjana Administrasi Bisnis Pemasaran dari University of Iowa, Amerika Serikat ini medio Januari lalu di kantornya di bilangan Thamrin, Jakarta.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Andreas-Diantoro-02.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-3099" title="Andreas Diantoro 02" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Andreas-Diantoro-02.jpeg" alt="Andreas Diantoro 02" width="350" height="500" /></a>Apa alasan Dell membuka kantor di Indonesia? Bagaimana pencapaian yang dilakukan Dell sejauh ini?</strong><br />
Sebenarnya kantor Dell di Indonesia sudah ada sejak Agustus 2002 ,  namun kami baru benar-benar  ekspansif pada 2006, kemudian Agustus 2008 pindah  dari kantor yang lama di Midplaza ke kawasan Thamrin, Jakarta. Sekarang ini, Indonesia merupakan pasar terbesar di ASEAN. Saya sendiri memegang pasar Asia Selatan yakni ASEAN plus the rest of Asian Pasific,  yakni negara-negara seperti Pakistan dan Bangladesh. Di luar India, Indonesia merupakan salah satu pasar yang pertumbuhannya sangat cepat, tidak hanya di kawasan ini, tapi juga  di dunia.</p>
<p>Di Indonesia, meski International Data Corporation menyebutkan bahwa di segmen korporasi besar Dell memimpin pasar, terutama untuk PC, di segmen consumer dan UKM, Dell masih berjuang untuk menembus dominasi vendor-vendor lain. Tetapi, saya optimistis dengan kredibilitas Dell.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan pendapatan Dell di tahun lalu dan target tahun depan?</strong><br />
Pertumbuhan Dell maju pesat hingga 40 persen dengan pasar mencapai 700 ribu unit per tahun di Indonesia. Saat ini, Dell adalah nomor satu untuk tingkat korporasi. Di masa mendatang, tepatnya dalam tiga tahun ini, kami memilki target untuk meningkatkan pasar konsumen dan pelanggan bisnis kecil sehingga kami juga bisa menjadi nomor satu di segmen itu. Di tingkat korporasi, produk utama kami adalah server, sedangkan produk-produk yang ditargetkan untuk konsumen dan usaha kecil adalah komputer pribadi (PC) dan notebook. Pada kuartal ketiga tahun 2009, produk-produk konsumen mengalami peningkatan penjualan dari 1,7 persen menjadi empat persen. Tahun lalu pendapatan kami resminya US$ 63 miliar di seluruh dunia.</p>
<p><strong>Sebenarnya Dell ingin memposisikan di pasar mana, apakah pasar atas? Apa fokus Dell ke depan?</strong><br />
Kami tidak ingin menjadi market share leader, tapi ingin mendapatkan market share. Dulu kami dikenal dengan cost leader, namun kami berusaha merubah image itu karena kalau disebut cost leader, seolah-olah produk kami murah, dan terus terang ini tidak cocok dengan visi kami. Kami ingin produk Dell paling bagus dan berkualitas.</p>
<p><strong>Untuk menjadi nomor satu di Indonesia, apa strateginya? </strong><br />
Pertama adalah services. Mulai Februari ini, kami membangun infrastruktur service yang betul-betul sudah Dell worldwide standard. Kami akan mempunyai pusat service di 10 kota besar di Indonesia yakni di kota Medan, Pekan Baru, Batam, Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Makasar, dan Balikpapan.  Tujuan dari service center ini adalah untuk mempermudah dan mempercepat service kami kepada para reseller dan user Dell.  Dengan cara ini kami berharap dapat kami memberikan kenyamanan untuk pemakai Dell di seluruh Indonesia. Dan nantinya kami akan kembangkan service point di seluruh Indonesia.</p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Andreas-Diantoro-01.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-3100" title="Andreas Diantoro 01" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Andreas-Diantoro-01.jpeg" alt="Andreas Diantoro 01" width="350" height="279" /></a>Kedua, dari segi infrastruktur jaringan penjualan dan purna jual dengan mengembangkan jaringan distribusi kami yang dulunya hanya di kota-kota besar, sekarang mulai masuk ke kota-kota  yang kami sebut dengan Tier 1 dan Tier 2. Kemudian dari segi service level, kami melakukan pembeda-pembeda. Untuk corporate level, kami menawarkan garansi tiga tahun. Kalau untuk SMB, garansi setahun saja, tapi kalau consumer, ini yang harus datang ke service center. Jadi, jaringan service Dell penting sekali dan merupakan salah satu pembeda dari Dell dibandingkan kompetitor lain.</p>
<p><strong>Bagaimana Dell memandang kompetitor dan pasar mana yang paling berat? </strong><br />
Pasar consumer saya rasa adalah pasar yang paling berat. Karena di situ ada pemain-pemain lama yang masuk sejak tahun 1990-an dan memiliki infrastruktur yang kuat. Mereka jauh lebih lama dibandingkan Dell yang baru mulai pada 2009, namun bedanya Dell mempunyai kecepatan dan kelincahan (speed and agility) sehingga Dell terkenal bergerak cepat sekali.</p>
<p>Contohnya di korporat, tahun 2005 Dell menduduki posisi nomor 5 di Indonesia, tapi pada 2007 kita sudah nomor 1. Kami berharap bisa melakukan hal yang sama di level consumer maupun SMB pada tahun ini dan tahun mendatang.</p>
<p><strong>Produk apa yang jadi andalan Dell saat ini?</strong><br />
Fokus kami sekarang ke Alienware, setelah kami mengakuisisi perusahaan yang bergerak di bidang komputer khusus untuk gaming ini. Harga notebook Alienware ukuran 11 inci sekitar US$ 1.500, yang 15 inchi harga US$ 2.300, dan 17 inci harganya US$ 3.300. Notebook-notebook ini khusus kami arahkan untuk pasar gaming karena pasar gaming di Indonesia maupun di kawasan Asia sangat luar biasa. Bahkan banyak warnet yang berubah menjadi game center.</p>
<p>Alienware sejatinya merupakan perangkat game kelas berat untuk gamer kelas kakap. Performa yang ditawarkan notebook Alienware sanggup memainkan game sekelas Call of Duty: Modern Warfare 2 dengan mulus. Untuk casis yang digunakan lebih tipis, tampilan HD 16:9, lebih personal, serta dilengkapi dengan prosesor Intel Core i5 dan fitur &#8216;cerdas&#8217; seperti teknologi Turbo Boost.<br />
<strong><br />
<a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Andreas-Diantoro-05.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-3113" title="Andreas Diantoro 05" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Andreas-Diantoro-05.jpeg" alt="Andreas Diantoro 05" width="350" height="534" /></a>Bagaimana dengan pasarnya sendiri? </strong><br />
Alienware sebelumnya dikenal sebagai PC Desktop untuk gaming dari kelas high-end yang selalu tampil dengan ciri khas menyerupai wajah Alien. Dulu, orang mau beli Alienware harus ke Amerika atau membelinya secara online, baru dikirim ke Indonesia. Sampai pertengahan 2009, orang yang minat Alienware hanya bisa beli di Amerika Serikat dan Singapura. Tapi, sejak akhir tahun Oktober 2009, Alienware masuk jaringan distribusi Dell, sehingga bisa dibeli di ASEAN. Kalangan gamer pasti mengenal Alienware. Tidak hanya notebook saja, Alienware juga mengeluarkan perangkat pendukung untuk bermain game seperti keyboard dan mouse.</p>
<p><strong>Apa keunggulan Alienware dibanding produk lain yang juga mengklaim dirinya sebagai notebook gamer? </strong><br />
Notebook Alienware yang tengah dipasarkan oleh Indonesia, yaitu M15x dan M17x. Kedua notebook ini sengaja dibawa Dell ke Indonesia untuk membidik para gamer yang ada di kelas premium. Notebook Alienware M17x telah dilengkapi dengan desain yang cukup unik. Dengan layar sebesar 17 inci, notebook ini dilengkapi dengan Intel Core 2 Extreme Quad-Core Mobile.</p>
<p>Alienware tidak main-main dalam memanjakan gamer dalam urusan grafis.  Mengadopsi teknologi NVIDIA SLI dengan didukung Dual NVIDIA GPU GeForce GTX 280M.  Melalui perpaduan dengan teknologi GPU NVIDA, kami berharap Alienware dapat menghilangkan ketimpangan performa antara perangkat mobile dan sistem dekstop dengan mengeluarkan sistem mobile terbaru yang kami miliki.</p>
<p><strong>Bicara mengenai pasar di Indonesia, apakah industri teknologi informasi (TI) Indonesia siap menghadapi pasar bebas dengan pemberlakuan China-Asean Free Trade Area (CAFTA) awal tahun ini? </strong></p>
<p>Siap saja. Bahkan bagi Dell perdagangan bebas ini sudah tidak ada bedanya. Produk Dell dibuat di China, Malaysia atau India karena sekarang pabrik Dell sudah ada di tiga negara tersebut. Sebetulnya bagi kami tidak ada perbedaan, namun mungkin saja berpengaruh pada produk lokal maupun pemain lokal.</p>
<p>Untuk produk TI, saya tidak melihat sesuatu yang benar-benar berpengaruh sekali, karena produk lokal justru lebih mudah mengimpornya. Kebanyakan komponen 90% produk atau brand lokal adalah impor, paling kita hanya membuat casingnya saja. Mungkin di industri lain yang lokal kontennya lebih besar turut berpengaruh jika diserang produk China, dan akan terasa misalnya seperti spare part kendaraan bermotor. Pada prinsipnya kita harus melihat ada hal-hal positif dari pemberlakuan CAFTA ini, contohnya order-order  sepatu sudah mulai pindah dari Vietnam ke Indonesia. Tentunya tidak menutup kemungkinan untuk industri-industri lainnya.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=3082&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2010/02/18/dell-regional-managing-director-south-asia-andreas-diantoro-dell-rambah-pasar-game.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sutiono Gunadi: CAFTA Tidak Berdampak ke Industri TI</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2010/02/13/sutiono-gunadi-cafta-tidak-berdampak-ke-industri-ti.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2010/02/13/sutiono-gunadi-cafta-tidak-berdampak-ke-industri-ti.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 05:27:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=3077</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Sutiono-Gunadi.jpg"></a>Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (DPP Apkomindo), <strong>Sutiono Gunadi</strong> menilai tidak ada pengaruh langsung terhadap industri teknologi nasional dari pemberlakuan China-Asean Free Trade Area (CAFTA). Sutiono beralasan, bea masuk produk maupun komponen teknologi informasi (TI) sudah&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Sutiono-Gunadi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3078" title="Sutiono Gunadi" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Sutiono-Gunadi.jpg" alt="Sutiono Gunadi" width="280" height="305" /></a>Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (DPP Apkomindo), <strong>Sutiono Gunadi</strong> menilai tidak ada pengaruh langsung terhadap industri teknologi nasional dari pemberlakuan China-Asean Free Trade Area (CAFTA). Sutiono beralasan, bea masuk produk maupun komponen teknologi informasi (TI) sudah 0%. Dari sejumlah 1.516 pos tarif sektor industri manufaktur yang saat ini memiliki tarif 5% telah menjadi 0% mulai 1 Januari 2010. “Jadi, dampak CAFTA terhadap industri TI tidak terlalu signifikan. Bahkan, boleh dikatakan tidak ada dampaknya,” ujar Sutiono yang juga menjabat Bendahara Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) ini kepada BISKOM (28/1).</p>
<p>Lebih dari itu di sisi lain, CAFTA akan memberikan beberapa keuntungan antara lain, membuat harga lebih kompetitif yang pada akhirnya menguntungkan konsumen sehingga masyarakat dapat memperoleh produk yang berkualitas dengan harga yang lebih murah. “Tapi sebaliknya, bagi sektor industri bisa mengarah ke gulung karpet atau PHK massal bila tidak pandai menyiasatinya,” tandasnya.</p>
<p>Kendati begitu, Sutiono yang juga menjabat General Manajer PT Multicom Persada Int&#8217;l ini mengakui, seperti halnya produk TI lokal lainnya, Mugen, produk PC dari Multicom, juga masih belum bisa lepas dari dominasi komponen impor. Apalagi hingga kini paling tinggi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada kisaran 7-10%. “Di sisi komponen perangkat keras, masih sulit ditingkatkan karena secara skala ekonomi belum bisa mengalahkan China. Karena itu kita harus pandai bermain di software,” jelas Ketua II Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) ini. Berikut petikan wawancara selengkapnya.</p>
<p><strong>Sekarang ini sedang ramai gonjang-ganjing soal CAFTA, bagaimana Anda memandangnya dalam konteks industri TI? Sudah siapkah kita? </strong><br />
CAFTA memang bagai mata uang yang memiliki dua sisi, atau seperti pisau yang bisa dimanfaatkan untuk memotong daging, tapi sebaliknya, bisa melukai pemiliknya. Jadi, CAFTA bisa menguntungkan konsumen karena harga murah, tapi sebaliknya bagi sektor industri bisa mengarah ke gulung karpet atau PHK massal bila tidak pandai menyiasatinya. Bagi industri TI, sektor hardware memang yang paling terpukul karena harus head-to-head dengan produk China. Sebaliknya industri software yang berbasis kreativitas paling diuntungkan karena dapat meningkatkan pasar secara lebih luas. Siap atau tidak, tergantung pemain indutri TI masing-masing.<br />
<strong><br />
Strategi apa yang perlu disiapkan industri TI nasional guna menghadapinya?</strong><br />
Strategi yang perlu disiapkan industri TI nasional guna menghadapi CAFTA adalah melakukan kerjasama berbagai pihak terkait untuk bersama-sama mengejar ketertinggalan dan ketidaksiapan, sehingga siap bersaing dalam pasar bebas China dan Asean. Industri TI nasional perlu melibatkan Departemen Perindustrian, Perdagangan, BUMN, Koperasi dan UKM dan Kementerian Keuangan yang banyak terkait dalam program ini, tentunya akan saling bersinergi demi tercapainya kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.</p>
<p><strong>Bagaimana daya saing produk lokal kita terhadap produk luar terutama produk dari China?</strong><br />
Harga yang relatif lebih murah akan membuat orang cenderung lebih memilih produk China, walau secara kualitas dapat saja produk lokal Indonesia lebih baik. Ditambah lagi adanya beberapa produk yang diperdagangkan di Indonesia secara ilegal, harga murah dan daya beli rendah, akhirnya produk China lebih dipilih atau diminati masyarakat. Meningkatnya jumlah dan jenis produk China akan menambah obyek pajak dan meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor Ppn. Hal ini akan mendorong industri TI lokal menjadi lebih efisien karena persaingan yang ketat. Secara head-to-head, tampaknya produk TI lokal pasti kalah bersaing dengan harga produk China karena faktor skala ekonomi. Agar industri TI lokal tidak gulung karpet, harus berani berubah. Produk hardware harus dikemas dalam bentuk solusi, karena hanya orang Indonesia yang tahu persis kondisi aplikasi yang sesuai dengan iklim bisnis Indonesia.<br />
<strong><br />
Bagaimana dampak CAFTA terhadap industri TI kita? </strong><br />
Di satu sisi CAFTA akan memberikan beberapa keuntungan antara lain, membuat harga lebih kompetitif yang pada akhirnya menguntungkan konsumen sehingga masyarakat dapat memperoleh produk yang berkualitas dengan harga yang lebih murah.</p>
<p>Dampak CAFTA terhadap industri TI tidak terlalu signifikan, karena pasar bebas dalam program penurunan pos tarif dilakukan terhadap Early Harvest Programme yaitu penurunan atau penghapusan bea masuk untuk produk pertanian, kelautan, makanan, minuman,  yang kemudian dilanjutkan dengan Normal Track 1. Dari sejumlah 1.516 pos tarif sektor industri manufaktur yang saat ini memiliki tarif 5% telah menjadi 0% mulai 1 Januari 2010. Normal Track 2 pada 2012 dan Sensitive Track dari tahun 2012-2017, serta Highly Sensitive List yang akan dimulai tahun 2015. Padahal bea masuk produk maupun komponen TI sudah 0%, jadi boleh dikatakan tidak ada dampaknya.</p>
<p><strong>Apa hikmah atau pelajaran yang bisa diambil dari CAFTA ini bagi industri TI kita?</strong><br />
Hikmah yang bisa diambil dari CAFTA bagi industri TI adalah perlu adanya sumber daya manusia yang handal, memiliki penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, kemampuan promosi dan pemasaran hingga melakukan lobby. Hal inilah yang menjadi tantangan sumber daya manusia di Indonesia untuk terus meningkatkan kemampuannya.</p>
<p><strong>Apa yang harus dilakukan pemerintah untuk menyokong produk dalam negeri dari gempuran pasar bebas? Apakah masih dibutuhkan kebijakan proteksi? Atau pemerintah memberikan perlakuan khusus (preference) terhadap produk dalam negeri? </strong><br />
Sebenarnya banyak yang harus dilakukan pemerintah untuk mengamankan. Antara lain pemerintah dapat melakukan pengembangan sistem pemantauan dini (Early Warning System) terhadap produk-produk yang ditengarai akan mengalami pelonjakan impor dan berdampak negatif. Kedua, melakukan perbaikan iklim investasi dan pengamanan di pelabuhan-pelabuhan guna mencegah penyelundupan (fisik dan administratif); Ketiga, safeguards untuk menjaga keamanan dan fleksibilitas kebijakan nasional.  Keempat, memperbaiki prasarana pendukung untuk sektor industri, menekan biaya ekonomi tinggi yang disebabkan panjangnya alur perijinan, dan lain-lain. Kelima, kebijakan aturan non tariff barrier, penggunaan bahasa Indonesia untuk produk impor, SNI, dan benar-benar memperhatikan kualitas produk luar yang masuk ke Indonesia. Keenam, pertukaran produk yang belum siap dengan produk yang sudah siap, dan adanya penundaan waktu dan modifikasi interval tarif. Ketujuh, peningkatan gerakan cinta produk dalam negeri dan alternatif lainnya, pemerintah bisa melakukan renegosiasi untuk memodifikasi sejumlah ketentuan.</p>
<p>Sementara untuk proteksi sebenarnya tidak mendidik, industri dalam negeri harus mengubah budaya menjadi lebih kompetitif dan kreatif. Sedangkan preference, tentu boleh dilakukan, misal dengan membangkitkan semangat cinta produk dalam negeri, seperti orang Korea bangga memakai produk Samsung / Hyundai, orang Malaysia bangga memakai produk Proton / Petronas, jadi orang Indonesia misalnya, harus bangga memakai produk Mugen.</p>
<p><strong>Lantas bagaimana menciptakan equal treatment, kompetisi yang sehat dalam era CAFTA ini? </strong><br />
Untuk menciptakan equal treatment berupa kompetisi yang sehat dalam era CAFTA adalah mencegah terjadinya perdagangan tidak adil. Misalnya suatu negara memberikan potongan atau diskon pajak kepada eksportir besar. Pemotongan pajak itu dapat digolongkan sebagai subsidi dari pemerintah suatu negara kepada eksportir besar, sedangkan Indonesia sama sekali tidak memberlakukan subsidi sejenis.</p>
<p><strong>Bagaimana kita bisa memberikan harga produk yang murah, stok yang terjamin dan supply yang beranekaragam di tengah gencarnya barang-barang impor yang masuk? </strong><br />
Di tengah gencarnya produk impor yang masuk, kita tidak boleh hanya sekadar bisa adu harga, namun kita harus memilki strategi dengan bekal pengalaman, keuletan, kepandaian penguasaan teknologi dan selalu mencari peluang terobosan baru yang kreatif. Kita juga harus membangun jiwa nasionalisme bangsa, masyarakat harus bangga menggunakan produk dalam negeri walau ekstrimnya kualitas sedikit di bawahnya.</p>
<p><strong>Produk seperti PC nasional ini sebaiknya ditingkatkan mutu kompetensinya entah itu dalam hal harga atau dalam hal kualitas atau standar mutu semacam SNI yang saat ini belum diterapkan untuk banyak produk TI. Apa masukan Anda untuk pemerintah dan industri TI umumnya?</strong><br />
Selain meningkatkan kualitas dan bersaing dalam harga, standar mutu semacam SNI wajib diterapkan karena dengan adanya SNI sedikit banyak akan menjadi penghadang (barrier) khususnya bagi produk impor non standar yang dilakukan oleh importir. Dalam penerapan SNI perlu dilakukan penyederhanaan guna menghilangkan kendala terbatasnya infrastruktur pengujian.</p>
<p><strong>Bukan hardware saja, bagaimana halnya dengan software dalam CAFTA ini? Bagaimana kondisi antara OSS dengan proprietary dalam FTA? </strong><br />
Sektor hardware yang harus lebih keras bersaing, sebaliknya bagi sektor software justru bukan ancaman, tapi peluang. Memang software asing akan banyak masuk, tapi sebaliknya kita bisa meningkatkan ekspor software. Kondisi antara OSS dan proprietary masih tetap tergantung pada kebutuhan pengguna. Bagi yang memerlukan fitur canggih dari software proprietary, mereka akan membeli dan memakainya, sebaliknya bagi mereka yang menggunakan untuk keperluan sederhana tentu lebih ekonomis menggunakan OSS.<br />
<strong><br />
Apa isu aktual soal Haki di era CAFTA?</strong><br />
Mereka yang memiliki produk sebagai hasil cipta harus segera mendaftarkan karya ciptanya ke Ditjen HaKI agar produk ciptaannya tidak direnggut oleh negara penjiplak. Karena paten dan HaKI akan melindungi inovasi dan penciptaan.</p>
<p><strong>Apakah produk buatan dalam negeri, terutama hardware, masih didominasi komponen impor? Jika sudah berkurang, berapa persen komponen lokalnya saat ini? Bukankah industri komponen TI kita belum mampu berkembang signifikan? </strong><br />
Ya, produk hardware TI dalam negeri masih didominasi oleh komponen impor, karena secara skala ekonomi industri komponen TI belum sanggup bersaing dengan China yang telah memiliki pasar berskala global. Ada peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), tapi tidak terlalu besar. Kalau dulu sekitar 7% sekarang paling tinggi 10%. Akan bisa lebih tinggi lagi bila konten software dalam negeri bisa disuntikkan dalam bentuk solusi.</p>
<p><strong>Bagaimana Mugen sendiri? Apa masih didominasi komponen impor?</strong><br />
Seperti halnya produk TI lokal lainnya, Mugen juga masih belum bisa lepas dari dominasi komponen impor. Paling tinggi TKDN ada di angka sekitar 7-10%, kami masih terus berupaya meningkatkan TKDN, khususnya yang dapat dijangkau oleh anak bangsa yaitu memperkaya produk dengan peranti lunak buatan anak bangsa. Di sisi komponen perangkat keras, masih sulit ditingkatkan karena secara skala ekonomi belum bisa mengalahkan China.</p>
<p><strong>Bagaimana Anda mengawali karir di Mugen hingga mampu bersaing dengan produk-produk luar?</strong><br />
Kisah sukses Mugen mampu bersaing dengan produk luar negeri berawal dari kerja keras stake holdernya. Baik shareholder, manajemen plus karyawan maupun pelanggan. Kami berawal dari penjual hardware produk MNC juga (Osborne, Sharp, Apple dan IBM), lalu berinisiatif untuk memproduksi PC Desktop dengan brand / merek sendiri. Belum adanya teknologi internet membantu mempersulit pesaing untuk dapat menyamai tingkat kemampuan kami yang lebih awal mempelajari bisnis dan teknologi TI. Kami berhasil memasarkan produk yang mampu menandingi, bahkan mengalahkan produk asal luar negeri. Kami juga mengemas program pemasaran yang tepat sehingga dapat diterima oleh masyarakat sesuai dengan persepsi yang diharapkan konsumen. Kisah sukses juga ditunjang oleh konsep layanan purna jual yang prima dan berskala nasional yang belum dimiliki oleh pesaing pada saat itu. Purna jual produk impor seringkali lebih lambat karena komponen tersedia di warehouse regional. Memproduksi produk lokal juga membantu pencapaian program pemerintah dalam upaya mengurangi tingkat pengangguran.<br />
<strong><br />
Bagaimana prinsip Mugen menghadapi CAFTA? </strong><br />
Prinsipnya dengan memangkas biaya promosi yang bisa dihemat, misal mengurangi mengikuti pameran dan digantikan dengan memperbaiki konten website. Di era internet berpromosi melalui dunia maya jauh lebih ekonomis dan berhasil menjaring pasar potential yang smart. Kami menghindari perang harga di iklan konvensional dan memilih menjual dengan konsep solusi, yang tidak bisa dibandingkan Apple-to-Apple seperti produk yang dijual secara box-mover. Solusi TI sudah bukan barang mewah, bahkan mampu mengurangi biaya promosi di sektor UKM. Dengan bekal APAI (Anugerah Produk Asli Indonesia), produk Mugen sangat yakin mampu bersaing di era CAFTA.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=3077&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2010/02/13/sutiono-gunadi-cafta-tidak-berdampak-ke-industri-ti.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menteri Negara Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata: Kemenristek Kembangkan OSS Untuk Industri Kreatif</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2010/01/13/menteri-negara-riset-dan-teknologi-suharna-surapranata-kemenristek-kembangkan-oss-untuk-industri-kreatif.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2010/01/13/menteri-negara-riset-dan-teknologi-suharna-surapranata-kemenristek-kembangkan-oss-untuk-industri-kreatif.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 05:06:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2989</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Menristek1.jpg"></a>Suharna Surapranata</strong> resmi menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) dalam Kabinet Indonesia Bersatu II, mulai Oktober 2009 lalu. Dalam pidato serah terima jabatannya di bulan yang sama, Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebutkan  enam&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Menristek1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2992" title="Menristek1" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Menristek1.jpg" alt="Menristek1" width="400" height="311" /></a>Suharna Surapranata</strong> resmi menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) dalam Kabinet Indonesia Bersatu II, mulai Oktober 2009 lalu. Dalam pidato serah terima jabatannya di bulan yang sama, Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebutkan  enam fokus yang harus segera dirumuskan, antara lain permasalahan pangan, energi terbarukan, transportasi dan ekonomi kreatif sesuai dengan pencanangan tahun 2009 sebagai tahun ekonomi kreatif.</p>
<p>Di tahun ini,  Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Kemenristek) masih memfokuskan salah satu kebijakan kepada industri kreatif serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) untuk mendukung kemajuan perekonomian dalam negeri. “Industri kreatif dan iptek adalah jembatan menuju percepatan penguasaan teknologi di dalam negeri. Namun kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara umum akan lebih cepat tercapai jika didukung oleh berbagai pihak, mulai dari swasta, akademisi, praktisi dan lain sebagainya,” kata Suharna yang menjadi salah seorang  pendiri Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI) ini.</p>
<p>Kelahiran Bandung, 13 Desember 1955  yang mantan peneliti di Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) itu mengatakan, TIK telah ditetapkan menjadi salah satu fokus bidang riset yang paling krusial  dalam Agenda Riset Nasional (ARN), karenanya perlu segera dilakukan peningkatan infrastruktur, baik hardware maupun software yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>Lebih lanjut kepada BISKOM, lulusan S1 di F-MIPA UI dan S2 di Teknik Fisika ITB ini memaparkan dukungan dan langkah strategis yang dijalankan Kemenristek untuk membangun industri TIK, khususnya industri kreatif, di Indonesia. Simak petikan wawancara kami.</p>
<p><strong>Apa saja target 100 hari yang tengah Bapak lakukan sebagai ‘pekerjaan rumah’ dari kebijakan pemerintahan sebelumnya?</strong></p>
<p>Perlu dipahami, target Program 100 Hari sebenarnya bukanlah ‘pekerjaan rumah’, namun lebih merupakan bagian dari komitmen antara Presiden dan Menristek ke depan, yang dikenal dengan Kontrak Kinerja. Hal pertama yang harus diselesaikan adalah penyusunan rencana strategis atau Renstra Kementerian 2010-2014, karena ini akan menentukan arah kegiatan Kemenristek selama 5 tahun ke depan. Kemudian disiapkan 3 buah konsep untuk menyelesaikan masalah yang ditenggarai sebagai bottlenecks efektifitas dan efisiensi aktifitas riset selama ini.  Ketiga konsep ini adalah konsep fasilitasi proses perolehan hak paten dan kepemilikan hak kekayaan intelektual bagi produk teknologi dan produk kreatif lainnya, kebijakan peningkatan efektivitas riset secara sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga penelitian di luar perguruan tinggi, serta kebijakan peningkatan kemampuan inovasi dan kreativitas di kalangan pemuda. Diharapkan konsep kebijakan ini akan menjadi landasan bagi kegiatan Kemenristek selama 5 tahun ke depan.</p>
<p><strong>Kebijakan seperti apa yang Bapak jalankan sehubungan dengan perluasan akses informasi di masyarakat? </strong></p>
<p><strong></strong>Kebijakan yang dijalankan Kemenristek mengacu kepada tiga hal, yakni Kebijakan Program 100 Hari Menristek, Kebijakan 11 Prioritas Nasional Kabinet Indonesia Bersatu II, terutama yang berhubungan dengan riset dan teknologi serta RPJMN 2010-2014 dan Renstra KRT 2010-2014, dimana salah satu dari 7 fokus pembangunan Iptek adalah TIK.</p>
<p>Dengan demikian ke depan pengembangan dan pemanfaaan TIK dalam rangka perluasan akses informasi di masyarakat akan terus dikembangkan ke seluruh daerah.  Salah satunya, Kemenristek telah membuat proyek percontohan penggunaan Teknologi WiMax di Puspiptek Serpong. TIK yang berkecepatan tinggi dan mempunyai daya jangkau luas ini dapat digunakan untuk manajemen informasi berbasis multimedia. Sementara untuk perangkat lunaknya digunakan open source software yang dikembangkan oleh sumberdaya lokal.  Teknologi WiMax yang dikembangkan bersama Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) ini cukup menarik bagi pengembangan lebih lanjut dan akan terus ditingkatkan.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Menristek4.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2993" title="Menristek4" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Menristek4.jpg" alt="Menristek4" width="400" height="300" /></a>Langkah strategis apa yang Bapak tawarkan memajukan bidang TIK  di Indonesia?</strong></p>
<p>Menurut hemat saya untuk memajukan dunia TIK di Indonesia dapat dilakukan dengan 5 langkah strategis. Pertama, meningkatkan kemampuan infrastruktur, baik hardware maupun software sehingga menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Hardware berupa ketersediaan perangkat komputer, telekomunikasi, dan jaringan dengan menggunakan komponen lokal yang tinggi.  Sementara untuk software, perlu dikembangkan perangkat lunak  yang menggunakan standar terbuka, sehingga tidak terjadi kesulitan dalam mentransfer atau migrasi data.</p>
<p>Kedua dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di bidang TIK yang berkemampuan internasional sehingga dapat berkomunikasi dengan sumber daya manusia TIK di negara lain dengan mudah. Dalam aspek ini Kemenristek berkontribusi dengan menyediakan program beasiswa untuk program S2 dan S3.  Selain itu juga perlu dikembangkan pusat pelatihan di bidang TIK dan Komunikasi yang berkualitas.</p>
<p>Lalu langkah ketiga yang tak kalah pentingnya adalah penelitian, pengembangan dan penguasaan teknologi yang dilaksanakan oleh SDM yang handal, agar kita bukan hanya dapat mengikuti dan mengadaptasi perkembangan Iptek informasi dan telekomunikasi, namun juga secara orisinal mengembangkannya.</p>
<p>Langkah empat adalah meningkatkan standard operation procedure (SOP) untuk setiap kegiatan TIK sehingga jelas dan mudah untuk digunakan, dan terakhir meningkatkan konten yang dibutuhkan masyarakat.</p>
<p><strong>Bicara mengenai konten, internet dianggap sebagai layanan yang turut membentuk karakter generasi muda, sehingga diperlukan banyak konten positif. Namun  apakah perlu dilakukan filtering demi mewujudkan konten yang sehat?</strong></p>
<p>Konten positif bagi generasi muda adalah konten yang sifatnya terbuka dan dapat meningkatkan kreativitas, sehingga akan memacu invensi dan inovasi baru di berbagai bidang, yang secara tidak  langsung dapat memfilter informasi yang tidak sehat.  Filtering juga dapat dirancang secara khusus secara teknis melalui hardware atau software tertentu, namun di era demokratisasi dan informasi sekarang ini penerapan strategi filtering tentu harus arif agar tak menimbulkan persoalan di kemudian hari.</p>
<p><strong>Apakah Indonesia bisa memajukan industri TIK yang berbasiskan kemampuan masyarakat  sendiri? Hal apa yang Kemenristek lakukan untuk mencapai tujuan itu?</strong></p>
<p>Saya optimis itu akan terjadi. Agar mampu bertahan, setiap industri memang harus memiliki kemandirian.  Kemenristek sendiri telah banyak melakukan usaha-usaha untuk menggali kemampuan bangsa diantaranya dengan mengadakan TI Award secara nasional sehingga bermunculan kreativitas baru di   bidang TIK yang mengarah ke industri lokal dan dihasilkan oleh masyarakat yang berasal dari para peneliti di Indonesia.</p>
<p>Disamping itu kami juga meningkatkan Start Up Capital Program (SUCP) untuk membantu industri kecil lokal, meningkatkan program insentif yang merupakan kegiatan gabungan antara pemerintah, swasta dan perguruan tinggi, dan juga meningkatkan kebijakan pengunaan komponen lokal hingga mencapai (± 40%) serta membangun pusat-pusat pelatihan TIK untuk meningkatkan kemampuan masyarakat.<br />
<strong><br />
<a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Menristek5.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2994" title="Menristek5" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Menristek5.jpg" alt="Menristek5" width="400" height="591" /></a>Bagaimana Bapak melihat perkembangan industri kreatif di dalam negeri sejauh ini? </strong></p>
<p>Industri kreatif di dalam negeri telah didukung dan dikembangkan oleh beberapa kementrian antara lain Kementrian Perdagangan dan Kemenristek. Kegiatan dalam industri kreatif meliputi 14 sub sektor yaitu periklanan, arsitektur, pasar barang seni, kerajinan, desain, fesyen, video, film dan fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukkan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan piranti lunak, televisi dan radio, serta riset dan pengembangan.</p>
<p>Industri kreatif sendiri dapat berjalan dengan baik dan menyeluruh kalau semua komponen bangsa ikut terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif.  Saat ini pun sudah dimulai, namun belum menyeluruh, karenanya perlu usaha yang lebih tepat dan intens untuk percepatan pembangunan industri kreatif di dalam negeri.</p>
<p><strong>Lalu, dalam bentuk apa Kemenristek mendukung  industri kreatif di Indonesia, khususnya bidang animasi dan game? </strong></p>
<p>Sesuai dengan penugasan yang tertera dalam Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, beberapa langkah telah dilakukan oleh Kemenristek dalam meningkatkan peran industri bidang perangkat lunak untuk animasi dan game.</p>
<p>Pertama, penyiapan teknologi hasil inovasi karya anak bangsa. Hal ini dilakukan bersama dengan Komunitas Open Source Software (OSS) Indonesia dalam mengembangkan core engine perangkat lunak pembuatan game berbasis OSS yang dapat digunakan para pengembang permainan interaktif ini secara gratis dan berlisensi. Diharapkan hal itu dapat meningkatkan jumlah dan kualitas perangkat lunak game di Indonesia, sesuatu yang sulit dilakukan bila menggunakan perangkat lunak yang bersifat proprietary karena biayanya yang mahal. Selain itu, dengan penggunaan OSS ini kita juga dapat mematuhi upaya penegakan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI). Hasil inovasi ini telah dibuktikan pada tahun lalu dimana telah diluncurkan perangkat Game Nusantara Online berbasis OSS.</p>
<p>Langkah lainnya adalah menciptakan iklim untuk pemanfaatan inovasi teknologi, seperti penyusunan pedoman atau panduan bagi pengembangan game online berbasis OSS, serta kegiatan sosialisasi dalam bentuk training maupun kompetisi. Dengan adanya kegiatan training ini diharapkan para pengembang dapat meningkatkan kapasitas penguasaan teknologi pembuatan perangkat lunak untuk game.</p>
<p><strong>Kemenristek sendiri apakah juga mengembangkan software berbasis OSS untuk industri animasi? Dan  apakah juga sudah digunakan oleh komunitas animasi pada umumnya?</strong></p>
<p>Terkait dengan fokus kegiatan pengembangan TIK, program pengembangan OSS menjadi salah satu kegiatan utama sejak 2005 melalui &#8220;Program Indonesia, Go Open Source!&#8221;. Salah satu kegiatan dalam mengimplementasikan program OSS tersebut adalah pengembangan inovasi perangkat lunak untuk berbagai kebutuhan pengguna. Salah satunya, perangkat lunak desktop Nusantara yang telah dikembangkan sejak tahun 2006 sampai saat ini telah mencapai versi ke 4 dengan berbagai penyempurnaan yang semakin kompatibel dengan berbagai peralatan pendukung.</p>
<p>Begitu pula kebutuhan pengembangan industri kreatif untuk desain telah diinisiasi bersama dengan komunitas OSS di Indonesia. Hasilnya, perangkat lunak Jbatik yang berguna membantu dalam mendisain motif batik. Perangkat lunak ini bersifat gratis sehingga dapat digunakan para pengrajin batik tanpa harus memikirkan biaya lisensi software. Sedangkan untuk pemanfaatan perangkat lunak berbasis OSS bagi industri animasi telah dikembangkan perangkat lunak GIMP dan Blender. Dalam hal ini, Kemenristek telah melakukan berbagai kegiatan diseminasi pemanfaatan perangkat lunak tersebut.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Menristek2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2995" title="Menristek2" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Menristek2.jpg" alt="Menristek2" width="400" height="277" /></a>Usaha apa saja yang Kemenristek lakukan untuk merangkul generasi muda yang berminat pada bidang ini?</strong></p>
<p>Secara pasti, peningkatan peran generasi muda dalam penguasaan teknologi bidang perangkat lunak animasi dilakukan dengan cara memberi apresiasi dan dukungan yang tepat agar inovasi teknologi karya anak bangsa dapat berkembang. Tahun ini, seperti tahun sebelumnya, akan diadakan kompetisi untuk menciptakan berbagai jenis game online. Kompetisi ini dapat mendorong keahlian dan kemampuan generasi muda dalam berkreasi dalam pembuatan desain, penguasaan teknologi perangkat lunak dan memberikan nilai ekonomi yang lebih.</p>
<p>Usaha lain adalah terbentuknya infrastruktur dalam peningkatan promosi sekaligus sebagai alat diseminasi produk animasi Indonesia. Infrastruktur tersebut dapat berupa repositori yang dapat mengakomodir berbagai produk animasi serta berbagai pelaku industri animasi.<strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Pertanyaan terakhir, kira-kira akan seperti apakah “wajah” TIK di tahun 2010?</strong></p>
<p>Menurut hemat saya, pada tahun 2010 penggunaan TI di berbagai bidang akan semakin meningkat baik skala, muatan maupun jangkauannya dalam pengumpulan, pengolahan, pengiriman, pertukaran data, informasi dan pengetahuan (knowledge based system).</p>
<p>Pengembangan ke arah Broadband Wireless Access (BWA), seperti WiMax akan berkembang pesat dengan muatan lokal yang makin tinggi, bahkan dengan desain chipsets buatan lokal. Di bidang perangkat lunak, penggunaan OSS akan lebih meningkat dan banyak digunakan oleh para software developer untuk menghasilkan produk yang relatif cepat, karena source code-nya diketahui.</p>
<p>Computer network juga akan berkembang lebih pesat dan lebih menyebar dengan dibangunnya Palapa Ring di kawasan Indonesia Timur. Kementerian Ristek beserta Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang berada di bawahnya juga diminta untuk bekerjasama dengan kementrian lain yang terkait untuk mengembangkan aplikasi TIK di bidang pemerintahan sebagai bagian dari pembangunan e-government seperti pembangunan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dan pembuatan e-KTP. Aplikasi di bidang pendidikan seperti pengembangan e-learning, dan di bidang-bidang lainnya juga akan terus berkembang. Melihat perkembangan yang signifikan di tahun 2009, saya perkirakan hal-hal seperti ini akan mulai mewarnai wajah TIK Indonesia di masa mendatang.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2989&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2010/01/13/menteri-negara-riset-dan-teknologi-suharna-surapranata-kemenristek-kembangkan-oss-untuk-industri-kreatif.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presdir PT Sony Indonesia, Koji Wakaizumi: VAIO dan Playstation, Kunci Pertumbuhan Sony</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/12/17/presdir-pt-sony-indonesia-koji-wakaizumi-vaio-dan-playstation-kunci-pertumbuhan-sony.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/12/17/presdir-pt-sony-indonesia-koji-wakaizumi-vaio-dan-playstation-kunci-pertumbuhan-sony.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 05:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2842</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/12/wakasan-3.jpg"></a>Nama Sony adalah sebuah jaminan kualitas untuk produk-produk elektronik dan teknologi informasi (TI). Mulai dari televisi, perangkat audio, camcorder, kamera digital, notebook hingga konsol game, Sony menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat Indonesia.</p>
<p>Khusus di bidang konsol game, PlayStation One&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/12/wakasan-3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2845" title="wakasan 3" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/12/wakasan-3.jpg" alt="wakasan 3" width="350" height="413" /></a>Nama Sony adalah sebuah jaminan kualitas untuk produk-produk elektronik dan teknologi informasi (TI). Mulai dari televisi, perangkat audio, camcorder, kamera digital, notebook hingga konsol game, Sony menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat Indonesia.</p>
<p>Khusus di bidang konsol game, PlayStation One sampai PlayStation 3 buatan Sony menempati pasar pengguna terbanyak di Indonesia. PlayStation 2 bahkan menjadi konsol wajib di bisnis penyewaan video game di berbagai tempat di negeri ini. Tapi tak banyak yang tahu, ternyata pasar Indonesia baru digarap serius oleh Sony Computer Entertainment yang membawahi penjualan PlayStation, mulai awal bulan Oktober lalu.</p>
<p>Sony Computer Entertainment melalui PT Sony Indonesia secara resmi baru membuka bisnisnya di Indonesia, ditandai dengan peluncuran rangkaian produk PS3 Slim dan PlayStation Portable (PSP) Go. Indonesia sendiri menjadi negara ke-7 di wilayah Sony Computer Entertainment Asia, setelah Hong Kong, Taiwan, Thailand, Singapura, Korea Selatan dan Malaysia.</p>
<p>“Peluncuran PS3 dan PSP Go di pasar Indonesia adalah tonggak sejarah,” kata <strong>Koji Wakaizumi</strong>, Presiden Direktur PT Sony Indonesia, kepada BISKOM di Senayan City &#8211; Jakarta, awal Desember ini.</p>
<p>Selain PS, seperti tahun sebelumnya, Sony masih terus menggebrak pasar notebook dengan seri VAIO-nya. Berkat kualitas dan kemampuannya, VAIO menjadi brand terdepan dalam bisnis Personal Computer.</p>
<p>Semua kesuksesan yang diraih Sony di Indonesia tentu tak lepas dari tangan dingin <strong>Waka-san</strong>, demikian Wakaizumi biasa disapa.</p>
<p>Karirnya di Sony dimulai dari bawah, dengan posisi Officer, International Sales, kemudian terus meningkat hingga mencapai jabatan sekarang ini sejak 2007. Tak heran jika kelahiran Tokyo, 16 September ini begitu mengenal pola bisnis yang diterapkan Sony di seluruh dunia.</p>
<p>Alumni Aoyama Gakuin University di Tokyo ini adalah seorang penjelajah dunia. Ia telah mengunjungi tak kurang dari 97 negara, sehingga Waka-san sangat berpengalaman dalam mengenal karakter konsumen di seluruh dunia, termasuk Indonesia.</p>
<p>Kepada BISKOM, Waka-san yang pernah menjadi Managing Director di Afrika Selatan ini memperkenalkan Sony secara lebih mendalam, termasuk kiat-kiatnya dalam menaklukkan pasar sehingga membawa perusahaan ke posisi nomor satu dibanding perusahaan kompetitor. Simak kutipannya.</p>
<p><strong>Bisakah Anda ceritakan perjalanan bisnis Anda di Sony dan apa tantangan terbesar yang Anda hadapi?</strong></p>
<p>Sebelum bergabung dengan Sony, saya mendapat tawaran dari beberapa perusahaan, namun karena Sony adalah perusahaan internasional dan memberi kesempatan kepada saya untuk berkarir, akhirnya saya memilih Sony. Saya bergabung dengan Sony pada tahun 1986 dan telah menempuh perjalanan jauh untuk mengembangkan citra merek di berbagi pasar negara berkembang.</p>
<p>Tantangan terbesar yang saya hadapi baik di Indonesia maupun di negara-negara berkembang lainnya  adalah membuat sadar karyawan bahwa mereka memiliki potensi sehingga perusahaan tidak perlu membatasi kemampuannya untuk terus berkembang. Kadang-kadang ada karyawan yang tidak dapat melihat potensi pada dirinya, yang akhirnya tidak mendapat kesempatan dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Padahal rata-rata tipe karyawan hampir sama, tinggal bagaimana mengatur proses untuk mencapai sebuah kesuksesan.</p>
<p>Secara internal kami fokus kepada pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan memberikan kepercayaan ke karyawan bahwa mereka adalah bagian penting dari suatu proyek.  Jadi tidak ada yang merasa lebih penting dari yang lain, sehingga semua merasa berkontribusi terhadap perusahaan.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Wakasan-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2844" title="Wakasan-2" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Wakasan-2.jpg" alt="Wakasan-2" width="350" height="233" /></a>Sebenarnya bagaimana gaya kepempimpinan yang Anda terapkan di perusahaan?</strong></p>
<p>Sederhana saja, apabila karyawan memberikan input yang bagus, maka saya juga akan memberikan output yang bagus pula. Meski begitu, seorang pimpinan idealnya perlu tetap menempatkan setidaknya dua tahun untuk menstabilkan operasi, namun sebaliknya memiliki gaya manajemen yang sama dalam waktu yang terlalu lama juga tidak sehat.</p>
<p>Satu hal yang tak kalah penting, saya menempatkan transparansi sebagai sebuah prioritas. Anggaplah dirimu pilot kapal atau pesawat terbang. Para penumpang harus diberitahu tentang tujuan mereka, dan pilot yang baik harus memelihara komunikasi dengan penumpang dari waktu ke waktu, baik selama cuaca cerah maupun buruk.<br />
<strong><br />
Apa strategi yang Anda terapkan untuk mengembangkan pasar Sony di Indonesia?</strong></p>
<p>Di sini, Sony telah menemukan reputasi sebagai produk-produk yang berkualitas, namun untuk produk-produk tertentu mungkin harganya masih belum terjangkau. Itu lah sebabnya sangat penting bagi Sony untuk dapat berkomunikasi dengan pelanggan manfaat dari produk  dalam cara yang benar.</p>
<p>Bagi saya, iklan saja tak cukup. Sebuah strategi komunikasi pemasaran total sangat dibutuhkan agar konsumen sepenuhnya dapat memahami produk yang dibutuhkannya.</p>
<p><strong>Adakah tips agar perusahaan bisa bersaing dengan para kompetitor, mengingat dalam bidang teknologi, pertumbuhan bisnis sangat cepat?</strong></p>
<p>Bicara mengenai teknologi, memang dewasa ini banyak produk baru yang bermunculan. Namun jika tidak bisa menterjemahkannya ke dalam bahasa yang mudah untuk dipahami pelanggan, maka kita akan gagal menjualnya.</p>
<p>Oleh karena itu salah satu fokus dari faktor kunci sukses Sony adalah marketing communications yang baik. Touch point-nya menyangkut berbagai aspek seperti website, pusat layanan informasi serta public relations. Apabila konsumen mempunyai keinginan untuk membeli produk Sony, maka ia harus paham betul apa yang mereka beli dan apa saja kapabilitas dari produk itu.</p>
<p>Ada lima hal yang membuat Sony semakin dipercaya masyarakat. Pertama adalah inovasi produk yang pertama di dunia. Kemudian branding yang unik. Ketiga, memiliki pemimpin-pemimpin perusahaan yang kharismatik, keempat budaya perusahaan yang terbuka dan transparan serta selalu memotivasi karyawan dan yang kelima adalah peraturan penggunaan brand manajemen yang cukup ketat.</p>
<p><strong>Di tahun ini, produk apa yang menjadi unggulan Sony? </strong></p>
<p>Ada beberapa kategori produk yang berkembang sangat cepat, diantaranya televisi LCD (BRAVIA), Digital SLR (), konsol game (PlayStation) dan notebook (VAIO). Selain teknologi dan inovasi yang muncul di produk-produk tersebut, permintaan masyarakat juga sangat banyak dan terus meningkat sehingga perkembangan Sony di ke-empat produk ini terus meningkat.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Wakasan-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2843" title="Wakasan-1" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Wakasan-1.jpg" alt="Wakasan-1" width="350" height="364" /></a>Awal Oktober 2009 lalu, Sony meluncurkan beberapa tipe konsol game. Bisa diceritakan sambutan pasar sejauh ini? </strong></p>
<p>Salah satu misi Sony adalah menjadi penyedia produk-produk consumer electronic berbasis jejaring yang mendunia dan terdepan. Peluncuran PS3 dan PSP Go di pasar Indonesia, merupakan tonggak bersejarah untuk Sony dalam misi globalnya dan kami percaya akan memperkaya pengalaman menyeluruh dari produk elektronik dan hiburan bagi konsumen di Indonesia. Peluncuran PSP Go di Indonesia bersamaan dengan wilayah Eropa dan Amerika, sementara di Jepang baru diluncurkan satu bulan kemudian yaitu pada bulan November lalu.</p>
<p>Hingga hari ini, permintaan PS3 da PSP sangat tinggi di Indonesia ditambah dengan momen akhir tahun yang sangat tepat, dimana orang banyak menghabiskan dana untuk kebutuhan hiburan.</p>
<p><strong>Apa keunggulan dua produk Sony terbaru tersebut?</strong></p>
<p>PlayStation 3 terbaru memiliki kapasitas memori sebesar 120Gb yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan konten dan layanan yang terdapat pada PlayStation Network. Mengenai fisiknya, PS3 terbaru ini 37 % lebih kecil, 28 % lebih ringan dan 7 % lebih hemat energi, serta menggunakan optik Blu-ray.</p>
<p>Sementara PlayStation Portable yang sangat portabel dan dinamis hadir dalam dua versi yaitu PSP-3006 dan PSP Go. Produk kecil yang mengagumkan ini tersedia berbagai pilihan warna seperti hitam, merah, biru, kuning, hijau, silver dan putih.</p>
<p>PS-3006 tampil dengan pengendali dan tombol yang berada di samping kiri dan kanan layar. Sementara PSPgo hadir dalam tampilan panel display slide yang membuatnya sangat aerodinamis.</p>
<p><strong>Nama Sony tidak lepas dari VAIO, bisa Anda paparkan tentang VAIO?</strong></p>
<p>VAIO yang dirancang untuk pasar premium merupakan singkatan dari Visual Audio Intelligent Organizer yang setiap kata tersebut mewakili kemampuan superior VAIO.</p>
<p>Saat ini VAIO telah mendapat pengakuan dunia sebagai notebook teringkas, yang dikembangkan berdasarkan gabungan teknologi audio video (AV) tercanggih yang ada dan perkembangan teknologi informatika terkini serta dilengkapi dengan peralatan multimedia profesional dan keseluruhan desain yang canggih.</p>
<p>Prestasi ini terus diraih berkat kehadiran beberapa produk penerus VAIO. Dengan VAIO,  Sony ingin menawarkan pengalaman baru di dunia komputer dan hiburan komprehensif, sekaligus mendekatkan jarak antara kerja dan kesenangan dalam style sempurna.<br />
<strong><br />
Bagaimana konsentrasi Sony untuk VAIO di tahun ini di tahun mendatang?</strong></p>
<p>Kami terus menyempurnakan produk VAIO, sejak generasi pertama hingga kini. Dimulai pada musim panas tahun 2006 di Indonesia, VAIO meluncurkan generasi-generasi penerus yang tentunya setiap tahunnya akan bermunculan produk-produk terbaru. Pada tahun ini saja kami telah meluncurkan seri-seri terbaru seperti seri P, W dan X.</p>
<p>Seperti di Jepang, Sony Indonesia juga menerapkan strategi touch point atau sentuhan langsung untuk memperkuat pemasaran VAIO di pasar komputer domestik tahun ini. Ada enam touch point yang menjadi fokus Sony dalam mengembangkan bisnis notebook, yaitu aktivitas hubungan masyarakat (humas), pameran dan expo, iklan melalui website, display produk toko, pusat informasi, dan tenaga penjualan yang kesemuanya saling terintegrasi.<br />
<strong><br />
<a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Wakasan-4.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2846" title="Wakasan-4" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Wakasan-4.jpg" alt="Wakasan-4" width="350" height="249" /></a>Berapa target bisnis notebook Sony?</strong></p>
<p>Sampai 2010 mendatang, Sony menargetkan nilai bisnis notebook Sony secara global akan mencapai angka US$ 10 miliar.</p>
<p><strong>Dengan kondisi politik dan ekonomi yang tidak menentu seperti akhir-akhir ini, bagaimana pengaruhnya dengan bisnis  Sony secara keseluruhan?</strong></p>
<p>Walaupun Indonesia mengalami gangguan di bidang politik dan keamanan, tetapi saya pribadi menilai Indonesia bukanlah negara yang tidak stabil, karena berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, kondisi ini segera berlalu dan perekonomian Indonesia cepat pulih. Terbukti, saat ini kondisi rupiah terus menguat dan pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk memajukan industri TI.<br />
<strong><br />
Bagaimana  dukungan  Sony  sendiri  terhadap  kesejahteraan  bangsa?  Dan  bagaimana dengan industri kreatif dimana pemuda Indonesia akhir-akhir ini menaruh perhatian pada bidang ini?</strong></p>
<p>Perhatian kami terhadap lingkungan sekitar tidak kami lupakan. Sejak didirikan tahun 1995, aktivitas corporate social responsibility (CSR) kami tetap dijalankan. Dan sejak Desember 2007 lalu, kami  mulai mengambil suatu proyek dengan mengadopsi sekolah gratis di sekitar kantor Sony. Kami mendukung penggalangan buku-buku anak-anak untuk sekolah tersebut yang ditangani oleh karyawan Sony sendiri, serta merenovasi perpustakaan dan fasilitas baca untuk murid-murid disekolah tersebut. Disamping itu, Sony secara rutin mengadakan workshop-workshop untuk meningkatkan kemampuan anak bangsa.</p>
<p>Sony juga mendukung aktivitas kreatif, salah satunya pada Sony Expo, Sony menggelar audisi untuk anak muda, misalnya di bidang musik, desain interior dan lain sebagainya.<br />
<strong><br />
Pertanyaan terakhir, bagaimana pandangan Anda dengan hadirnya produk lokal, produk bajakan dan ilegal yang pastinya mempengaruhi penjualan Sony di Indonesia? </strong></p>
<p>Keberadaan produk lokal di Indonesia tetap dipandang Sony sebagai kompetitor seperti layaknya merek-merek pesaing yang beredar di Indonesia, namun dapat menciptakan persaingan yang sehat dan dinamis.</p>
<p>Mengenai barang atau aksesoris tiruan untuk produk Sony, Sony mengembalikan pilihan pada konsumen dan Sony tetap percaya diri karena telah menciptakan  produk yang kuat, tahan lama dan berkualitas dengan garansi yang jelas, sehingga resiko untuk konsumen lebih kecil. Sementara untuk produk ilegal, kami berharap pemerintah terus membuktikan keseriusannya menangani hal ini</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2842&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/12/17/presdir-pt-sony-indonesia-koji-wakaizumi-vaio-dan-playstation-kunci-pertumbuhan-sony.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Saling Berbagi, Open Source Pasti Berkembang</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/11/30/jika-saling-berbagi-open-source-pasti-berkembang.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/11/30/jika-saling-berbagi-open-source-pasti-berkembang.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 05:48:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2764</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Anton-3.jpg"></a>R. Anton Raharja</strong> telah membuktikan bahwa sistem operasi bersumber terbuka (open source) dapat menciptakan berbagai aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Arsitek di bidang open source ini telah mengembangkan VoIP Rakyat, Briker, PlaySMS dan sejumlah aplikasi lainnya yang penggunanya hingga kini terus&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Anton-3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2765" title="Anton-3" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Anton-3.jpg" alt="Anton-3" width="400" height="434" /></a>R. Anton Raharja</strong> telah membuktikan bahwa sistem operasi bersumber terbuka (open source) dapat menciptakan berbagai aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Arsitek di bidang open source ini telah mengembangkan VoIP Rakyat, Briker, PlaySMS dan sejumlah aplikasi lainnya yang penggunanya hingga kini terus bertambah.</p>
<p>Meski karyanya begitu banyak, kelahiran Banjar yang pernah mendapatkan penghargaan dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI atas jasanya dalam mengembangkan FOSS di Indonesia ini masih memiliki banyak rencana terhadap tumbuhnya open source di Indonesia.</p>
<p>Simak petikan wawancara BISKOM dengan CEO PT. Infotech Media Nusantara ini usai menjadi pembicara dalam sebuah talkshow di Mall Artha Gading Jakarta, beberapa waktu lalu.</p>
<p><strong>Kapan Anda mulai tertarik pada open source dan hal apa yang Anda suka dari open source? </strong><br />
Saya memulai open source sejak 11 tahun silam, saat masih kulian di STT Bandung. Saya tertarik open source sejak saya mengetahui bahwa dengan platform lain saya sulit untuk mendapatkan apa yang saya mau, serasa tidak bebas. Kebebasan dalam mendapatkan manfaat maksimal dari aplikasi yang akan membantu kerja kita sangat penting bagi saya. Dengan open souce, kita bukan hanya bisa melakukan perubahan yang kita butuhkan berdasarkan apa yang ditawarkan aplikasi tersebut, tetapi dapat pula merubah hampir seluruhnya bila memang diperlukan. Kebebasan yang saya butuhkan ini juga dapat diperoleh dengan biaya relatif rendah. Keuntungan besar yang saya peroleh melalui pemanfaatan sistem operasi open source  tentunya adalah tercapainya tujuan penggunaan aplikasi tersebut secara maksimal. Dan satu hal yang saya suka dari open source adalah saya dapat mengembangkan dan meng-update kode, lalu menciptakan aplikasi open source yang lebih baik dan berguna untuk orang lain.<br />
<strong><br />
Bagaimana ceritanya Anda mengembangkan VoIP Rakyat?</strong><br />
Pada tahun 2004, saya mulai mengambangkan VoIP Rakyat dimana pada saat itu biaya komunikasi masih sangat mahal, dan VoIP hadir sebagai media komunikasi alternatif. Inspirasinya datang setelah saya dan teman-teman di Bandung kerap berkomunikasi dengan teman-teman di ICT Center Jakarta secara realtime melalui internet. Dengan VoIP Rakyat, kita bagai membangun operator telekomunikasi sendiri dan mengganti barang yang mahal dengan perangkat berbasis open source yang relatif lebih murah.  Nama VoIP Rakyat sendiri dipilih berdasarkan usulan teman-teman di ICT Center.</p>
<p><strong>Apa saja yang bisa kita dapatkan dari VoIP Rakyat? Dan berapa banyak orang yang sudah menggunakan VoIP Rakyat?</strong><br />
Sebenarnya aplikasi ini mrip dengan Skype. Pengguna dapat berkomunikasi via teks, voice maupun video.  VoIP Rakyat bekerja dengan jaringan internet sehingga untuk berkomunikasi kita tidak mengeluarkan biaya sedikitpun, kecuali biaya akses internetnya. Data statistik VoIP Rakyat dapat dilihat di website <a href="http://www.voiprakyat.or.id">http://www.voiprakyat.or.id</a> bagian kanan atas. Disitu bisa dilihat saat ini sekitar 80 ribu account terdaftar, tetapi hanya 20 ribu account yang aktif. Saya berharap jumlah account tersebut semakin bertambah besar dari waktu ke waktu. Jumlah subscriber yang besar merupakan tanda kemajuan yang positif, salah satunya adalah semakin baiknya infrastruktur jaringan internet. Infrastruktur yang berkualitas baik dan tersebar merata akan menyebabkan lebih banyak pengguna yang dapat memanfaatkan VoIP Rakyat. Lebih bagus lagi bila ternyata ada saingan VoIP Rakyat sehingga masyarakat dapat memilih untuk menggunakan layanan yang lebih baik. Yang penting bagi kami adalah TI masa depan ini hadir lebih dini untuk rakyat Indonesia.</p>
<p><strong>Lalu bagaimana dengan Briker, Anda mengem­bangkan­nya sendiri?</strong><br />
Saya bersama tim dari PT. Infotech Media Nusantara (<a href="http://www.itmn.co.id">www.itmn.co.id</a>) pada tahun 2008, serta beberapa teman lainnya yang aktif mengelola VoIP Rakyat, termasuk Kang <strong>Onno Purbo</strong>, yang menggagas nama Briker. Awal September 2009 lalu kami juga telah merilis versi 1.2 yang dapat diinstall pada mesin selain Intel dan dapat diinstall pada mesin berke­mam­puan 64 bit.</p>
<p><strong>Apa beda Briker deng­an VoIP Rakyat?</strong><br />
Beda dengan VoIP Rakyat, Briker merupakan distro Linux. Dengan Briker, siapa­pun dapat membuat aplikasi VoIP sendiri untuk digunakan dalam lingkungan kecil, seperti dalam kampus atau kantor.Briker adalah Internet Protocol Private Branch Exchange (IPPBX) berbentuk software. Dengan meng­install Briker pada komputer, maka komputer berubah menjadi mesin PBX atau perangkat switching komuni­kasi telepon dan data, dengan kemampuan teleko­munikasi via jaringan internet protocol. Jadi untuk menggunakan Briker, pengguna tidak harus terhubung dengan VoIP Rakyat, cukup dengan internet atau LAN saja.</p>
<p><strong>Selain VoIP Rakyat dan Briker, adakah aplikasi open sour­ce lain yang Anda cipta­kan?</strong><br />
Saya dan tim juga mengem­bangkan aplikasi bernama Bandwidth Justificator for Administrator (Banjar) dan PlaySMS. Banjar adalah aplikasi yang dapat dipakai untuk memudahkan admin dalam menge­lola jaringan dan memastikan penggunanya untuk mendapat bandwidth sesuai dengan yang seharusnya. Lalu PlaySMS berfungsi sebagai SMS gateway. Kita dapat melakukan banyak aktifitas yang basic-nya menggunakan SMS seperti menge­lola SMS yang masuk, menampilkan SMS di website, melakukan polling via SMS, meminta atau memasukkan data ke server via SMS, serta mengirim SMS lewat website.</p>
<p><strong>Keduanya bisa digunakan pada distro apa?</strong><br />
Semua distro Linux, selama ada dukungan PHP dan aplikasi-aplikasi yang diperlukan. PlaySMS juga bisa dijalankan di sistem operasi selain Linux, termasuk Windows.</p>
<p><strong>Adakah aplikasi berbasis VoIP lainnya yang juga Anda perkenalkan?</strong><br />
Ada yang namanya PlayVoIP dan Play Billing. PlayVoIP adalah aplikasi kecil yang digunakan untuk membangun layanan VoIP seperti VoIP Rakyat dan telah digunakan pada beberapa pemerintah kabupaten. Sementara PlayBilling adalah aplikasi perhitungan biaya untuk hotspot, namun aplikasi ini tidak saya kembangkan lebih lanjut karena sudah banyak aplikasi serupa yang lebih dahulu berkembang dan memiliki kemampuan lebih lengkap.<br />
<strong><br />
<a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Anton-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2766" title="Anton-1" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Anton-1.jpg" alt="Anton-1" width="400" height="556" /></a>Menurut Anda, bagaimana perkembangan open source di Indonesia? </strong><br />
Sangat pesat. Saya memulai menyentuh open source dengan melakukan instalasi distribusi Linux di komputer teman. Saat itu bila kita melakukannya dengan gaya platform lain, “<em>klak klik next next next</em>”, maka kita hanya akan mendapatkan layar hitam dengan prompt yang siap menerima perintah dengan ketikan, tidak ada warna warni dan tampilan GUI yang menarik.</p>
<p>Lain dulu lain sekarang, kini komputer yang di-install Linux mempunyai tampilan yang indah dengan proses instalasi yang relatif cepat dan “<em>klak klik next next next</em>”. Dulu tempat bertanya dan belajar aplikasi open source pun amat terbatas, IRC merupakan sarana yang paling sering digunakan untuk berdiskusi dengan para ahli dan mendapatkan jawaban. Lain dulu lain sekarang, kini terdapat puluhan, kalau tidak ratusan, komunitas Linux di sekitar kita yang dapat kita ajak berdiskusi dengan tatap muka.Website, blog yang menyediakan ilmu gratis seputar pemanfaatan open source pun banyak dan mudah dicari dengan bantuan search engine yang pintar. Satu lagi perkembangan positif yang tidak dapat kita kerdilkan adalah peran serta pemerintah dalam menggalakkan penggunaan open source.<br />
<strong><br />
Apa sajakah tantangan yang dihadapi open source di tanah air?</strong><br />
Ada beberapa tantangan agar open source dapat diimple­men­tasikan secara luas di Indonesia, pertama adalah pengem­bang aplikasi harus mampu membuat aplikasi yang sesuai dengan keinginan ban­yak orang. Tapi di disini, harusnya inisiatif tidak hanya dating dari pengembang saja, tetapi juga dari pemerintah, komunitas open source serta mereka yang berkecimpung dalam open source. Tantangan lain yakni bagaimana mengubah cara berfikir masyarakat mengenai open source agar mereka mau beralih ke open source dan bahkan mengembangkannya.</p>
<p><strong>Kedepan, apa yang akan Anda lakukan demi memasyarakatkan open source ke lingkup yang lebih luas?</strong><br />
Saya ingin membuat jaringan telekomunikasi mandiri berbasis IP bersama-sama dengan komunitas open source lainnya. Proyek yang akan kami jalankan dalam waktu dekat adalah mengimplementasikan Wireless Area Network (WAN) di Kabupaten Kudus bersama sebuah perusahaan berbasis teknologi informasi di Jakarta, namanya PT. Masterdata.  Kami akan menghubungkan 105 desa dan 9 Kecamatan dalam satu jaringan WAN, dan  direncanakan pada pertengahan bulan Desember 2009 sudah dapat beroperasional. Khusus untuk VoIP, kami akan menggunakan softwsitch IPPBX Briker.</p>
<p>Dengan dibangunnya  IPPBX  berbasis open source di seluruh desa dan kecamatan ini, maka desa dan kecamatan tersebut diharapkan sudah terjangkau intranet sebelum datangnya internet. Yang terpenting adalah jika kita mau saling bahu membahu dan berbagi, maka penggunaan open source akan semakin luas.</p>
<p><strong>Apa harapan Anda terhadap kebijakan pemerintahan baru? </strong><br />
Harapan saya pastinya cenderung berat sebelah ke arah bagaimana open source ini bisa berkembang dan bermanfaat. Pemerintahan baru harus memiliki kebijakan yang lebih memintarkan SDM ketimbang terus mendorong rakyat untuk membeli solusi jadi dari perusahaan asing. Harus berani memihak untuk membuat rakyat lebih inovatif, ketimbang merangkul semua pihak untuk terjun ke lahan yang sama yang jelas akan menguntungkan perusahaan asing yang lebih kuat modal. Sediakan infrastruktur teknologi yang lebih baik dan merata, beri kesempatan jauh lebih besar bagi industri teknologi lokal untuk berkembang, berinovasi dan menghidupi diri.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2764&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/11/30/jika-saling-berbagi-open-source-pasti-berkembang.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menteri Komunikasi dan Informatika TIFATUL SEMBIRING: Komunikasi Lancar, Informasi Benar</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/11/04/menteri-komunikasi-dan-informatika-tifatul-sembiring-komunikasi-lancar-informasi-benar.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/11/04/menteri-komunikasi-dan-informatika-tifatul-sembiring-komunikasi-lancar-informasi-benar.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 13:21:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2687</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Menkominfo-tifatul-3.jpg"></a>Munculnya nama <strong>Tifatul Sembiring</strong> sempat mengejutkan banyak orang ketika diumumkan sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II (2009-2014). Maklum, sebelumnya banyak yang berharap dan memprediksi posisi ini bakal ditempati oleh profesional teknologi informasi (TI), sementara Tifatul berasal&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Menkominfo-tifatul-3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2690" title="Menkominfo tifatul 3" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Menkominfo-tifatul-3-300x278.jpg" alt="Menkominfo tifatul 3" width="300" height="278" /></a>Munculnya nama <strong>Tifatul Sembiring</strong> sempat mengejutkan banyak orang ketika diumumkan sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II (2009-2014). Maklum, sebelumnya banyak yang berharap dan memprediksi posisi ini bakal ditempati oleh profesional teknologi informasi (TI), sementara Tifatul berasal dari Partai Keadilan Sejahtera.</p>
<p>Meski begitu, ternyata dalam hitungan hari, kelahiran  Bukittinggi &#8211; Sumatera Barat, 28 September 1961 ini mampu meyakinkan masyarakat bahwa ia pun memiliki komitmen untuk memajukan TI. Lewat dukungannya pada berbagai event dan program TI, pria yang mengawali karirnya sebagai Direktur Asaduddin Press dan sempat bekerja PT PLN Pusat Pengaturan Beban Jawa, Bali, Madura pada tahun 1982 ini juga menargetkan dapat memajukan industri TI sebagai salah satu pilar perekonomian di Indonesia.</p>
<p>Sesuai bidangnya, Tifatul yang lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer, Jakarta yang kemudian melanjutkan ke International Politic Center for Asian Studies Strategic Islamabad, Pakistan ini diharapkan membawa angin segar dalam pekembangan TI nasional ke depan.</p>
<p>Kepada BISKOM, Tifatul mengemukakan visi dan misinya di Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) untuk lima tahun kedepan. Simak kutipannya.</p>
<p><strong>Seberapa besarkah kontribusi TI terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia? Dan seberapa besar yang ingin Bapak capai pada lima tahun mendatang?</strong></p>
<p>Pengembangan TI bukan saja dapat meningkatkan daya saing bangsa, tetapi juga mempercepat tercapainya kemakmuran nasional dengan bertambahnya pengetahuan dan intelektual masyarakat. Sektor komunikasi dan informasi juga mampu bertahan dalam krisis global dan secara bertahap telah meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan nasional. Sektor ini secara nyata telah menyumbang gross domestic product (GDP) sebesar 15 persen dan terus menanjak sejak tahun 1999 hingga 2007, dari 3% menjadi 6%. Angka ini tentunya saya harapkan dapat meningkat selama dan sesudah saya menjabat sebagai Menkominfo.</p>
<p><strong>Bagi Bapak, sebenarnya apa saja indikator kemajuan TI di Indonesia?</strong></p>
<p>Ada lima hal yang menandakan suksesnya TI dalam pembangunan di Indonesia, yaitu pertama sebagai pilar penting penggerak pembangunan, sebagai pembangkit dan penyerap tenaga kerja, sebagai sumber devisa baru, sebagai pilar penting mencerdaskan bangsa dan terakhir sebagai alat demokrasi dan pemersatu bangsa.</p>
<p><strong>Program apa yang Bapak canangkan untuk mencapai kemajuan tersebut?</strong></p>
<p>Saya membaginya dalam beberapa program. Pertama adalah program 100 hari masa jabatan saya, dimana saya ingin lebih banyak melakukan koordinasi dan konsolidasi internal, melakukan silahturahmi dengan para stakeholder dan menciptakan sinergi antar departemen. Kedua, pada program 1 tahun, saya mencanangkan sosialisasi budaya birokrasi yang bersih dan peduli, meningkatkan implementasi e-government dan aparatur pemerintah yang mampu menerapkan e-government, serta menciptakan harmonisasi semua peraturan perundangan tentang pos dan telematika. Disamping itu Depkominfo juga ingin meningkatkan pendayagunaan dan apresiasi terhadap tenaga profesional dan lembaga di bidang telematika serta meningkatkan hubungan masyarakat yang harmonis.</p>
<p>Kemudian pada program 5 tahun, saya berharap dapat membangun desa informatif (information villages), meningkatkan e-literacy agar masyarakat lebih melek telematika, meningkatkan pengembangan TI berbasis lokal, dan membina harmonisasi peraturan jaringan telekomunikasi inter operator. Di samping itu, yang tak kalah penting adalah terciptanya banyak konten sehat dan bermanfaat, meningkatkan  implementasi e-government sampai tingkat daerah dan meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang TI dan komunikasi.</p>
<p><strong>Adakah rencana pembangunan jangka menengah yang dicanangkan Depkominfo?</strong></p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Menkominfo-Tifatul-Soegiharto-Santoso.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2689" title="Menkominfo Tifatul - Soegiharto Santoso" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Menkominfo-Tifatul-Soegiharto-Santoso-300x213.jpg" alt="Menkominfo Tifatul - Soegiharto Santoso" width="300" height="213" /></a>Rencana jangka menengah kami adalah tersedianya layanan informasi dan komunikasi yang mendukung kegiatan ekonomi di seluruh desa di Indonesia, kemudian kami juga menginginkan adanya penetrasi telepon dan televisi hingga mencapai 90% rumah tangga dan penetrasi broadband mencapai 50% populasi serta 100% desa.</p>
<p>Selain itu, sekali lagi Depkominfo menargetkan terselenggaranya layanan elektronika pemerintahan di seluruh kantor pemerintah untuk keperluan layanan informasi, interaksi dan transaksi yang dipergunakan untuk lebih dari 50% kegiatan layanan.<br />
<strong><br />
Bagaimana dengan bidang informasi mengingat Depkominfo juga bertindak sebagai pusat informasi pemerintahan?</strong></p>
<p>Itu adalah bidang yang tak kalah penting. Saya berharap Depkominfo mampu menciptakan sistem informasi dari pusat ke semua unit pemerintah pada hari yang sama, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap informasi pemerintah. Sebaliknya, kami memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan peran serta masyarakat sebagai agen pemberi informasi.</p>
<p>Di bidang yang berkaitan dengan TI, pada saat yang sama kami juga akan mempersiapkan infrastruktur laboratorium multimedia dan mencapai 75% populasi migrasi sistem penyiaran dari analog ke digital.</p>
<p><strong>Apa sajakah tantangan terbesar bagi pertumbuhan TI?</strong></p>
<p>Yang terbesar saya kira adalah kesenjangan digital atau digital divide. Di Indonesia, gap antara mereka yang dapat mengakses dunia digital dan TI dengan mereka yang terbatas aksesnya dan bahkan tidak memiliki akses sama sekali, begitu besar.</p>
<p>Contohnya saja, presentasi yang memiliki telepon di Jawa Tengah masih 6.98%, di NTB bahkan masih 4.54% sementara di Jakarta 38.5% dan di Yogyakarta 13.14%. Di sisi lain, dari total 72 ribu desa yang ada di Indonesia masih ada 31.845 desa yang belum terlayani akses telepon sementara penetrasi personal computer (PC) Indonesia masih 5%, tertinggal jauh bahkan oleh Thailand.<br />
<strong><br />
Apa tantangan lain selain kesenjangan digital?</strong></p>
<p>Saya mencatat ada empat tantangan lain, pertama adalah kurangnya informasi yang edukatif. Hasil evaluasi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terhadap tayangan-tayangan yang ada pada media TV selama tahun 2008 memperlihatkan bahwa masih banyak tayangan yang berisi kekerasan, baik fisik maupun sosial dan psikologis serta mengandung pelecehan terhadap kelompok masyarakat dan individu, memperlihatkan penganiyaan terhadap anak dan tidak sesuai dengan norma kesopanan dan kesusilaan. Studi yang sama juga memperlihatkan sepuluh dari 75 judul tayangan TV merupakan tayangan bermasalah. Istilahnya disini adalah bagaimana menciptakan komunikasi yang lancar untuk menyampaikan informasi yang benar.</p>
<p>Tantangan kedua adalah lemahnya infrastruktur, ditandai dengan teledensity (penetrasi telepon per 100 penduduk). Saat ini teledensity di Indonesia masih sekitar 5-6% dibandingkan dengan Malaysia yang sekitar 20% dan Singapura sekitar 50%. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah berusaha mengawal pelaksanaan proyek Palapa Ring sebagai tulang punggung jaringan telekomunikasi yang menghubungkan seluruh daerah di Indonesia.<br />
<strong><br />
Bagaimana soal proyek Palapa Ring yang sepertinya lama sekali perwujudannya?</strong></p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Menkominfo1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2695" title="Menkominfo" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Menkominfo1-238x300.jpg" alt="Menkominfo" width="238" height="300" /></a>Proyek Palapa Ring dimulai dengan penandatanganan hasil konsorium untuk pembangunan jaringan serat optik di kawasan Indonesia Timur (KIT) pada Jumat, 5 Juli 2007 oleh tujuh operator telekomunikasi, yaitu PT. Bakrie Telecom, PT. Excelcomindo Pratama, PT. Indosat, PT. Infokom Elektrindo, PT. Macca System Infocom, PT. Powertek Utama Internusa dan PT. Telekomunikasi Indonesia. Pembangunan serat optik di KIT dimulai tahun 2008 sepanjang 10 ribu kilometer dan menelan biaya Rp. 4 triliun. Jadi proyek ini sekarang tengah berjalan.</p>
<p>Palapa Ring ini akan menciptakan jaringan telekomunikasi yang menjangkau sebanyak 33 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer.<br />
<strong><br />
Lalu apa dua tantangan perkembangan TI lainnya di Indonesia?</strong></p>
<p>Tantangan lainnya adalah kurangnya layanan informasi serta pembangunan TI dan komunikasi (TIK) yang lemah. Layanan informasi yang saya maksud di sini adalah penggunaan TI oleh kantor-kantor pemerintahan untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat umum, bisnis dan untuk memfasilitasi kerjasama antara institusi pemerintahan yang disebut dengan e-government.</p>
<p>E-government memiliki posisi penting karena dengannya diharapkan dapat memberdayakan komunitas yang ada lewat akses publik ke sumber informasi yang tersedia. E-government di Indonesia saat ini belum merata, sumber informasi dari pemerintah belum terintegrasi dan di skala yang lebih kecil bahkan banyak yang belum mengenal e-government.</p>
<p>Di sisi lain, pembangunan TIK secara menyeluruh masih lemah. Menurut International Telecommunication Union (ITU), pembangunan TIK mengindikasikan tidak hanya kesiapan infrastruktur tapi juga penggunaan TIK dan seberapa besar tingkat melek sumber daya manusianya. Kondisi sekarang ini, dibandingkan dengan 154 negara tetangga lain di dunia, ITU menyebutkan pada tahun 2007 Indonesia berada pada rangking 108.</p>
<p><strong>Lalu potensi TI seperti apakah yang Bapak lihat memiliki peluang untuk berkembang di tanah air?</strong></p>
<p>Saya melihat dari segi SDM, Indonesia cukup membanggakan, terbukti dari banyaknya mereka yang berprestasi bukan hanya di dalam negeri tetapi di luar negeri, seperti misalnya gamer, para pelaku di industri kreatif, pengembang software termasuk open source software (OSS), juga di bidang robotik. Ini semua adalah potensi yang besar, namun sayangnya mereka belum terakomodir dengan baik dan apresiasi kepada mereka juga masih kurang. Prestasi-prestasi inilah yang perlu dikembangkan agar nantinya kita menjadi negara pencipta, dan bukan lagi sekedar pemakai.</p>
<p><strong>Apa pendapat Bapak tentang perkembangan OSS dan bagaimana bentuk dukungan Depkominfo terhadap OSS?</strong></p>
<p>Seperti kita tahu, ide dasar dari OSS adalah kita dapat mengadopsi sumbernya sehingga kita dapat berkreasi dengan sistem operasi tersebut. Ditambah dengan sifatnya yang terbuka dan dikembangkan secara bersama-sama, maka perkembangan OSS di Indonesia pun sangat pesat, melebihi perkembangan software lain di Indonesia. Mengapa saya dan juga pemerintah sangat concern terhadap penggunaan OSS karena kemampuannya untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sofware bajakan ataupun software proprietary yang mahal.</p>
<p>Tapi yang lebih penting dari itu semua adalah OSS mampu melatih masyarakat untuk produktif, karena memungkinkan orang untuk menciptakan aplikasi sendiri. Hal itu dapat dilihat dari munculnya banyak pengembang software lokal (ISV) yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Karenanya saya akan tetap menjalankan kampanye yang telah dijalankan menteri sebelumnya, yakni menjadikan program Indonesia Go Open Source sebagai ikon untuk memicu produktifitas industri lokal.</p>
<p><strong>Saat serah terima jabatan beberapa waktu lalu Bapak mengatakan akan lebih memperhatikan teknologi yang ramah lingkungan, bisa dijelaskan kongkritnya akan berwujud seperti apa?</strong></p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Foto-Bersama-Menkominfo1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2691" title="Foto Bersama Menkominfo" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Foto-Bersama-Menkominfo1-300x199.jpg" alt="Foto Bersama Menkominfo" width="300" height="199" /></a>Seperti kita ketahui, dengan demand masyarakat Indonesia untuk berkomunikasi yang besar, operator mobile telekomunikasi berlomba lomba meningkatkan jumlah base station transceiver  (BTS) nya untuk memperluas coveragenya. Saat ini lebih dari 300 ribuan BTS tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Satu BTS memerlukan 3000-5000 watt untuk operasionalnya. Untuk daerah pedesaan dan terpencil masalah ini menjadi masalah yang cukup pelik. Oleh karena itu saya berencana akan menggalakkan pemanfaatan energi alternatif untuk menyuplai kebutuhan listrik di BTS dan ini akan menjadi salah satu program prioritas yang akan dilaksanakan Depkominfo dalam pemerintahan Presiden SBY-Boediono.</p>
<p>Green BTS akan menggunakan listrik yang dihasilkan dari pengolahan kotoran sapi. Dari hasil kajian kebutuhan Energi satu BTS bisa disupplai dengan 10-20 ekor sapi. Tentu saja pelaksanaan program ini akan dilakukan bekerjasama dengan Departemen Pertanian yang dalam waktu bersamaan memiliki target swasembada daging sapi sebelum 2014 ini. Disamping itu Green BTS tidak saja bisa memberikan solusi energi alternatif dan turut serta membantu secara aktif program Swasembada daging sapi tapi juga bisa memberdayakan peternak sapi atau masyarakat yang berada di sekitar BTS.<br />
<strong><br />
Pertanyaan terakhir, bagaimanakah cara yang jitu agar tercipta enterpreneurship di bidang TI? </strong></p>
<p>Relasi antara lembaga pendidikan setingkat SMU atau perguruan tinggi dengan industri seharusnya berlangsung harmoni dan sinergis. Di beberapa negara seperti Jerman dan Jepang umpamanya, hubungan antara lembaga pendidikan dengan perusahaan-perusahan ibarat memasang resluiting baju. Bagian sebelah kirinya adalah lembaga pendidikan, sementara sebelah kanannya industri. Artinya ketika lidah resluiting itu ditarik, sisi kiri dan kanannya saling bertautan.</p>
<p>Hampir seluruh tamatan PT maupun Sekolah Menengah mampu diserap oleh lapangan kerja, sehingga menurut data Departemen Tenaga Kerja di Jepang misalnya, untuk tahun 2005 angka pengangguran hanya berkisar 3-5 % saja.</p>
<p>Masalah utama kita, khususnya dalam hal SDM adalah rata-rata lulusan sekolah menengah maupun tamatan perguruan tinggi, tidak berada pada skill yang siap pakai oleh user di perusahaan-perusahaan. Sehingga tidak mengherankan jika diantara para penganggur di sini, sebagiannya adalah orang-orang terdidik. Hal ini semacam menjadi masalah laten, dimana belum matching-nya kurikulum sekolah menengah atau perguruan tinggi dengan kebutuhan industri maupun perusahaan-perusahaan lainnya.</p>
<p>Pada sisi lain, visi pendanaan juga merupakan poin penting dalam menyusun langkah-langkah usaha. Dari mana dana awalnya dan bagaimana pengelolaan dana tersebut, perjanjian dengan pihak lain, kesertaan modal dari anggota tim, lantas gambaran prospek keuntungan sekaligus resikonya.</p>
<p>Dalam bidang TI sama halnya seperti bidang-bidang usaha yang lainnya. Kita tentu harus benar-benar memahami lingkup sistem TI itu sendiri. Kemudian berpikir dan merenungkan, lantas mencoba menuangkan rancangan sebuah usaha.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2687&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/11/04/menteri-komunikasi-dan-informatika-tifatul-sembiring-komunikasi-lancar-informasi-benar.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>General Manager MAG Djoko Mudjiono: MAG, Mall Keluarga Plus IT Center Lengkap</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/10/12/general-manager-mag-djoko-mudjiono-mag-mall-keluarga-plus-it-center-lengkap.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/10/12/general-manager-mag-djoko-mudjiono-mag-mall-keluarga-plus-it-center-lengkap.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 05:55:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2699</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Resize-Djoko2.jpg"></a>Sebagai kota Metropolitan, Jakarta berkembang mengikuti kemajuan zaman. Jumlah penduduk ibukota Indonesia yang mencapai 12 juta jiwa dengan tingkat kebutuhan yang besar ini membuat para pengembang berlomba-lomba membangun mall yang tersegmentasi untuk berbagai kelas.  Karenanya, bisnis di dunia mall begitu&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Resize-Djoko2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2700" title="Resize Djoko2" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Resize-Djoko2.jpg" alt="Resize Djoko2" width="320" height="447" /></a>Sebagai kota Metropolitan, Jakarta berkembang mengikuti kemajuan zaman. Jumlah penduduk ibukota Indonesia yang mencapai 12 juta jiwa dengan tingkat kebutuhan yang besar ini membuat para pengembang berlomba-lomba membangun mall yang tersegmentasi untuk berbagai kelas.  Karenanya, bisnis di dunia mall begitu ketat. Pebisnis dituntut lebih jeli membuat sebuah perbedaan demi memenangi persaingan dengan para kompetitor.</p>
<p>Mal Artha Gading (MAG) yang terletak di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara misalnya, hadir dengan konsep mall keluarga. Sejak dibangun pada 27 Oktober 2004, mall ini tetap eksis hingga saat ini, bahkan terus mengalami kemajuan. Tak cukup dikenal sebagai sebuah mall keluarga, MAG juga  ingin dikenal sebagai IT Center yang lengkap di kawasan Jakarta Utara.</p>
<p>General Manager MAG, <strong>Djoko Mudjiono</strong> mengatakan, “Masyarakat yang membutuhkan perlengkapan teknologi informasi atau information technology (IT) kini tak perlu jauh-jauh datang ke Mangga Dua tapi cukup ke MAG karena kami berupaya melengkapi IT Center di MAG dengan pusat service dan juga education center yang memadai.” Bagai memindahkan kawasan Mangga Dua yang sejak dulu terkenal dengan IT Center-nya, kini  di MAG orang dapat melakukan transaksi dengan lebih nyaman. Apa saja yang terdapat dalam IT Center MAG dan apa kelebihan lainnya dibanding mall lain? Simak petikan wawancara BISKOM dengan Djoko, sosok yang ramah dan pekerja keras, akhir September lalu</p>
<p><strong>Bisa diceritakan apa itu MAG?</strong></p>
<p>MAG adalah mall terbesar, termewah dan terlengkap di kawasan Jakarta Utara yang berkonsep mall keluarga karena terletak di daerah pemukiman. Sebagai mall keluarga, tersedia berbagai fasilitas dan kebutuhan untuk keluarga, Untuk seorang bapak, tersedia pusat perlengkapan otomotif, elektronika dan lain sebagainya misalnya ACE Hardware, sedangkan untuk seorang ibu misalnya tersedia Diamond yang menjual kebutuhan dapur yang lengkap serta untuk anak tersedia kawasan bermain yang sangat menarik seperti  GameZone. Di samping itu, di MAG juga ada toko buku, pusat fashion, kesehatan, supermarket, food court dan lain sebagainya.</p>
<p><strong>MAG memiliki maskot seekor Onta, apa itu maksudnya?</strong></p>
<p>Seperti kita ketahui, Onta adalah sarana transportasi yang digunakan para pedagang Persia untuk berkeliling negara, karena Onta dikenal sebagai binatang yang tangguh dalam segala cuaca dan kuat. Berangkat dari filosofi itu, MAG berharap menjadi mall yang tahan terhadap krisis dan tetap eksis di setiap jaman. Dan kenyataannya hingga kini MAG terus mengalami peningkatan dan kemajuan yang berarti. Kemajuan ini juga didukung oleh lokasi MAG yang terletak di ujung pintu tol yang setiap harinya dilalui hampir 50 ribu orang, sehingga mall ini sangat mudah dicapai  dengan berbagai pilihan sarana transportasi.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Resize-Djoko3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2701" title="Resize Djoko3" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Resize-Djoko3.jpg" alt="Resize Djoko3" width="320" height="485" /></a>Lalu bagaimana cerita­nya hingga MAG kemudian juga dilengkapi IT Center?</strong></p>
<p>Seiring waktu kami menyadari bahwa kebutuhan teknologi informasi masyarakat sangat besar dan menjadi bagian gaya hidup, sehingga sebagai mall keluarga tak lengkap rasanya tanpa kehadiran TI. IT Center di MAG baru dimulai setahun, sehingga saat ini kami terus berupaya mem­bangun citra IT Center ke arah yang lebih baik dan berupaya selalu aktif menggadakan berba­gai kegiatan yang berkaitan dengan dunia TI.</p>
<p><strong>Apa saja yang terdapat dalam IT Center di MAG? Berapa toko yang akan hadir di IT Center ini?</strong></p>
<p>Kedepannya selain toko-toko yang menjual kebutuhan TI, akan dilengkapi juga pusat edukasi TI, pusat servis dari berbagai vendor serta sentra ponsel untuk penggemar gadget. Selain menjual produk dari brand ternama, akan ada pusat perakitan komputer untuk memberikan pilihan kepada customer yang ingin memiliki sebuah komputer lengkap dengan harga terjangkau. Idealnya untuk sebuah IT Center di dalam lokasi sebuah Mal keluarga tersedia sekitar 50 hingga 60 toko. Hingga saat ini lantai 1 blok A yang sudah menempati kawasan IT Center sebanyak 30an toko antara lain Acer, Apple, Asus, BenQ, Byon, Canon, Compaq, Epson, HP, Lenovo, Samsung, Sony, Zyrex dan lain sebagainya. Selain itu, kami telah membangun hotspot di beberapa titik lokasi sehingga pengunjung bisa bertransaksi atau menikmati makanan sambil bekerja.</p>
<p><strong>Bicara mengenai IT, kawasan Mangga Dua adalah jagonya. Apakah Anda menggandeng penguasaha di Mangga Dua untuk memeriahkan IT Center di MAG?</strong></p>
<p>Kami selalu berupaya terbuka kepada berbagai pihak yang berminat mengembangkan usahanya di MAG, karena menurut kami peluang usaha di MAG sangat bagus dan kami sebagai pihak pengelola sangat mendukung keberadaan IT Center-nya. Oleh karenanya kami memberikan fasilitas berpameran minimal sebanyak 4 kali dalam satu tahunnya. Selain memberikan fasilitas pameran tersebut, kami sebelumnya telah menggandeng Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) dan juga operator Mobile-8 serta Masterdata untuk peluncuran ”Mobile Broadband Internet Sehat dan Aman” (Mobi Insan) beberapa waktu lalu di MAG. Kedepan, selain menggandeng  pemerintahan, kami akan merangkul lebih banyak lagi praktisi yang berkompeten, dan tentunya para pebisnis TI dan vendor TI, serta pihak lainnya agar MAG dapat menciptakan IT Center yang sarat dengan pusat edukasi.<br />
<strong><br />
<a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Billboard-MAG-Computer-Center.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2702" title="Billboard MAG Computer Center" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Billboard-MAG-Computer-Center.jpg" alt="Billboard MAG Computer Center" width="320" height="403" /></a>Upaya apa yang Anda lakukan untuk mensosialisasikan IT Center MAG?</strong></p>
<p>Seperti telah kami sampaikan, dalam 1 tahun minimal ada 4 kali pameran dan tentu tidak hanya itu saja, kami gencar melakukan promosi di berbagai media cetak dan membuat giant billboard berukuran 8 x 16 m2 disamping jalan Tol Yos Sudarso yang mempromosikan keberadaan IT Center sepanjang tahun.  Dan dalam waktu dekat, tepatnya tanggal 15-25 Oktober 2009, kami akan mengadakan pameran komputer di Hall Millenium Atrium MAG. Pameran ini  akan kami kemas bukan saja berupa pameran biasa, tetapi juga padat dengan berbagai acara, mulai dari seminar dan pelatihan TI, kompetisi game online, diskon yang menarik, seperti promosi netbook dengan harga dibawah dua juta rupiah dan hiburan pertunjukan musik dari Willy Sumantri Music School dan Ecole. Artinya disini, kami akan selalu berupaya mengadakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia TI.</p>
<p><strong>Apa kendala yang dihadapi untuk membentuk IT Center ini?</strong></p>
<p>Salah satu tips suksesnya sebuah mall adalah jam buka dan tutup toko yang serentak. MAG itu mall ten to ten, artinya buka jam 10 pagi dan tutup jam 10 malam. Kendalanya, kebanyakan pebisnis IT itu tutup toko jam 7 malam, padahal pada jam segitu biasanya kebanyakan keluarga baru saja selesai melakukan aktifitas kerja dan makan malam, sehingga agak aneh jika IT Center-nya sudah tutup pada jam tersebut. Inilah yang kami coba cari jalan tengahnya. Kendala lain adalah bagaimana meyakinkan tenant bahwa membangun bisnis di MAG sangat menguntungkan karena kami memiliki pengunjung setia. Bayangkan, pada hari kerja saja sekitar 25-30 ribu orang mengunjungi MAG, jumlah itu bertambah pada akhir minggu hingga mencapai 45 ribu orang.<br />
<strong><br />
Pertanyaan terakhir, apa harapan Anda terhadap perkembangan TI di tanah air?</strong></p>
<p>Saya melihat bahwa IT telah membawa kemajuan bangsa. Bukan saja secara ekonomi tetapi juga tingkat pendidikan masyarakat, apalagi sekarang TI telah menjadi bagian dari gaya hidup. Tentunya saya berharap akses informasi semakin terbuka dan terjangkau sehingga masyarakat yang  melek teknologi bukan saja di perkotaan saja tapi juga di pelosok daerah.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2699&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/10/12/general-manager-mag-djoko-mudjiono-mag-mall-keluarga-plus-it-center-lengkap.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol. Drs. Susno Duadji &#8211; Tingkatkan Profesionalisme Dengan TI</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/09/18/kabareskrim-mabes-polri-komjen-pol-drs-susno-duadji-tingkatkan-profesionalisme-dengan-ti.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/09/18/kabareskrim-mabes-polri-komjen-pol-drs-susno-duadji-tingkatkan-profesionalisme-dengan-ti.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 09:34:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2576</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/09/IMG_0831.jpg"></a>Seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi (TI) di Indonesia yang juga disertai dampak negatifnya bahkan cenderung mengarah pelanggaran pidana, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berupaya mengimbangi dengan membentuk satuan khusus terkait TI. Polisi pun tak mau ketinggalan jaman dan gagap teknologi. BUKAN&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/09/IMG_0831.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2577" title="IMG_0831" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/09/IMG_0831-300x199.jpg" alt="IMG_0831" width="300" height="199" /></a>Seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi (TI) di Indonesia yang juga disertai dampak negatifnya bahkan cenderung mengarah pelanggaran pidana, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berupaya mengimbangi dengan membentuk satuan khusus terkait TI. Polisi pun tak mau ketinggalan jaman dan gagap teknologi. BUKAN hanya untuk mengejar penjahat yang memanfaatkan teknologi dalam modus operandinya, tapi juga untuk membangun citra sumber daya manusia (SDM) Polri dan membangun kepercayaan masyarakat bahwa Polri lebih mampu melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat secara profesional.</p>
<p>“Di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) sendiri yang kami punya adalah telematika yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan TI. Bidang itu kami pertajam lagi dengan suatu unit yang namanya Unit V TI dan Cybercrime. Hal ini menunjukkan bahwa Polri mengikuti perkembangan jaman dan pesatnya perkembangan TI untuk dapat melayani masyarakat secara optimal ,” ungkap Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Drs <strong>Susno Duadji</strong>, SH, MH, Msc. Bareskrim Markas Besar (Mabes) Polri sebagai garda terdepan Polri dalam melaksanakan penegakan hukum di Indonesia, terus berupaya mengimplementasikan TI. Ungkapan ini bukan sekadar basa basi, apalagi konon Polri lah yang menjadi instansi pertama di Indonesia yang menggunakan komputer sejak 1950-an silam. Maka tak heran jika hingga kini pengembangan TI di jajaran kepolisian terus dilakukan guna meningkatkan profesionalisme.</p>
<p>“Kami istilahkan training follow trainer untuk meningkatkan profesionalisme jajaran Polri ini khususnya dalam implementasi TI. Bentuk pelatihan TI yang paling efektif adalah dengan memantau penerapannya dan action plan. Ini semua kami lakukan untuk lebih optimal dalam melayani masyarakat,” tambah mantan Kapolda Jawa Barat ini dalam perbincangan BISKOM belum lama ini. Berikut petikannya.<br />
<strong><br />
Sejauh mana pemanfaataan TI di lingkungan kepolisian?</strong></p>
<p>Kalau bicara TI, intansi di Indonesia yang lebih dulu memakai komputer adalah polisi. Dulu sejak tahun 1950-an, polisi sudah menggunakan komputer yang bentuknya masih tabung (transistor) yang dipasang di dinding-dinding. Tapi sayangnya, tidak terlalu berkembang dengan maksimal. Nah, kalau ditanya pemanfaatan TI sejauh mana, yang jelas Polri memandang sangat bermanfaat dan sangat membantu untuk mempercepat penyampaian informasi serta memperkecil ruangan yang digunakan untuk penyimpanan data dan dalam pengarsipan. Belum lagi TI sangat membantu untuk pendataan pembinaan karir dan personil, termasuk pendataan perkara sistematis melalui komputerisasi. Jadi, dengan pemanfaatan TI, kami akan bekerja dengan lebih tepat dan objektif. Misalnya kalau saya harus menilai masing-masing anggota penyidik dengan sistem penilaian biasa, mungkin penilaian itu akan sangat subyektif karena berdasarkan atau melibatkan perasaan.</p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/09/IMG_0824.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2578" title="IMG_0824" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/09/IMG_0824-200x300.jpg" alt="IMG_0824" width="200" height="300" /></a>Namun dengan adanya TI, komputer yang akan menilai seberapa besar prestasi yang sudah dicapai, berapa lama dia menyelesaikan berkas, berapa banyak klaim masyarakat yang dia terima, karena itu semua akan tercatat semuanya di komputer. Inilah yang dinamakan sistem pengendalian perkara dan sistem penilaian kinerja anggota dengan komputerisasi. Kalau polisi tidak mau atau tidak bisa memanfaatkan TI, jelas akan tertinggal dan bisa-bisa kecolongan dengan penjahat. Di samping itu semua, TI juga dapat menunjang kinerja polisi, seperti pengungkapan pelaku teroris, pendataan kejahatan lain, dan yang tak kalah penting kami berhubungan dengan dunia internasional untuk saling tukar informasi di Interpol dan beragam manfaat lainnya.</p>
<p><strong>Bareskrim sudah mengembangkan aplikasi untuk sistem pengendalian perkara dan sistem penilaian kinerja anggota secara elektronik, bisa dijelaskan lebih lanjut?</strong></p>
<p>Sistem Penilaian Kinerja Penyidik adalah suatu aplikasi yang memberikan solusi dalam bentuk komputerisasi penilaian kinerja penyidik. Sistem ini memberikan informasi akurat proses penyidikan tindak pidana, informasi kinerja penyidik dalam menyelesaikan laporan polisi. Sistem ini juga memberi kemudahan dalam mengkalkulasi parameter penentu hasil kinerja penyidik dan memudahkan pimpinan mengambil kebijakan. Secara garis besar aplikasi sistem pengendalian perkara elektronik memiliki fasilitas antara lain pertama, pemberkasan data laporan polisi, yang merupakan kegiatan awal untuk memberikan informasi perkembagan perkara yang sangat ditentukan oleh peran aktif operator atau penyidik dalam menginput data. Kedua, adanya Map Control, aplikasi ini memiliki 23 map atau kotak proses penyidikan mulai dari map Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), sampai dengan map pelimpahan perkara ke instansi lain. Ketiga, penilaian kinerja penyidik, dimana proses penilaian kinerja dilaksanakan secara otomatis berdasarkan parameter-parameter yang terintegrasi dengan perkembangan laporan perkara (Map Kontrol). Proses penilaian berupa poin tiap tahapan penyidikan yang dikalkulasi dalam bentuk kriteria persentase atau indeks. Keempat, unsur penilaian kinerja yang didasari oleh input atau entry data ke dalam sistem. Dalam unsur ini dituntut peran aktif penyidik mengisi tahapan perkembangan penyidikan dalam map control yang terdiri dari parameter pendukung rumusan hasil kinerja. Kelima, hasil penilaian kinerja, yang merupakan hasil dari proses yang berkesinambungan mulai dari nilai kinerja penyidik, gabungan nilai kinerja penyidik yang nilai kinerja unit yang juga merupakan gabungan nilai kinerja direktorat.</p>
<p><strong>Bagaimana agar jajaran Polri lebih professional dalam menjalankan tugasnya dengan manfaatkanTI?</strong></p>
<p>Kita harus lebih intens lagi mengenalkan TI di jajaran kepolisian. Sebab kami akui masih banyak anggota yang katakanlah “gagap teknologi”. Nah, kondisi seperti ini harus kami hilangkan karena komputer sudah dirancang sedimikian rupa agar orang lebih mudah mengoperasikannya. Si polisi tidak perlu berpikir bagaimana membuat program, tapi cukup menggunakan program tersebut. Jadi, kita terus memperkenalkan dan mensosialisasikan penggunaan komputer kepada polisi, sehingga dia tertarik dan komputer menjadi suatu kebutuhan kerja serta membuat mereka menjadi computer minded.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/09/Foto-Bareng-kabareskrim.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2581" title="Foto Bareng kabareskrim" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/09/Foto-Bareng-kabareskrim.jpg" alt="Foto Bareng kabareskrim" width="400" height="253" /></a>Belum lama ini seluruh jajaran Bareskrim mendapat pelatihan khusus TI. Dalam hal apa saja?</strong></p>
<p>Biasanya kalau ada peralatan baru yang menunjang tugas polisi atau ada aplikasi baru yang harus diketahui, kami memang menggelar pelatihan khusus dulu. Misalnya di lingkungan Mabes Polri ini mulai dipasangi fasilitas internet, ya kami beri pelatihan terlebih dahulu terhadap semua jajaran. Kalau memang ada gadget yang fasilitasnya bisa sangat bermanfaat untuk menunjang kinerja, kami juga mengadakan pelatihannya dan sebagainya. Hal paling utama sebelum mengimplementasikan TI memang harus didahului dengan minat yang cukup dan mereka merasa senang dengan kehadiran teknologi baru itu. Kalau sudah merasa senang, tidak begitu sulit lagi untuk mengembangkan implementasinya dan pemanfaatannya. Jadi, kami tekankan agar mereka belajar dan mulai senang menggunakannya. Kalau hal ini sudah berjalan di tingkat pusat dengan baik, maka di kepolisian di daerah pun akan mengikutinya. Saya pernah melatih jajaran kepolisian di daerah tentang penggunaan teknologi, tapi ternyata belum berkembang hasilnya. Tapi kami tidak pernah bosan dan terus melatih mereka agar mereka bisa senang, berminat dan mengaplikasikan teknologi itu dengan sendirinya. Memang, kalau sesuatu dirasakan lebih bermanfaat dan enak karena mudah menggunakannya, maka dia akan terdorong untuk mencari teknologi itu. Jadi kesimpulannya, belum semua jajaran Polri sudah menguasai TI.<br />
<strong><br />
Menurut Anda unit Polri mana saja yang sudah menguasai TI dalam menjalankan tugasnya?</strong></p>
<p>Di tubuh Polri yang sudah IT minded itu baru unit yang menangani kasus terkait TI saja. Antara lain Unit V IT and Cybercrime dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Kami harapkan keterampilan soal pemanfaatan TI bisa tersebar merata ke unit lainnya meski secara perlahan.</p>
<p><strong>Bagaimana peran TI bagi Polri dalam upaya pemberantasan teroris?</strong></p>
<p>Dengan pemanfaatan TI kami juga harus tahu bagaimana para teroris itu memanfaatkan TI dalam aksinya. Misalnya kita menggunakan TI dalam melacak jejak elektronis mereka, dengan TI kita juga melakukan penyadapan aktivitas mereka, apalagi ketika mereka melakukan transfer dana lewat e-banking misalnya, kita juga harus bisa lacak. Bukan cuma dalam pemberantasan teroris, tapi juga dalam kasus pidana lainnya seperti pembobolan situs KPU dalam Pemilu 2004 misalnya. Tentunya, semua kasus pidana terkait TI itu sangat sensitif sebab menyangkut bukti otentik dan data elektronis.</p>
<p><strong>Selain terorisme, apa lagi tantangan terberat bagi Polri saat ini?</strong></p>
<p>Kejahatan transnasional berkembang terus. Kejahatan transnasional hampir selalu berkaitan dengan kejahatan dengan motif finansial, yang membawa dampak terhadap kepentingan lebih dari satu negara. Kejahatan ini antara lain, perdagangan manusia atau istilahnya human trafficking atau crimes against humanity, perdagangan obat bius (drug trafficking), kejahatan terorganisir lintas batas Negara (transborder organized criminal activity), pencucian uang (money laundering), dan kejahatan finansial (financial crimes) lainnya.</p>
<p>Kejahatan ini memang baru bisa terbongkar oleh orang-orang yang memang mempunyai pengetahuan TI karena modus operandi kejahatannya tak lepas dari pemanfaatan TI. Kalau kita tidak punya kemampuan TI dan bahasa Inggris, bisa repot karena sifat transnasional ini sudah lintas Negara dan mengglobal. Lebih dari itu pergerakan kegiatannya pun sangat pesat seperti halnya perkembangan TI. Selain kasus terorisme, tantangan Polri juga banyak bermunculannya kasus cyber crime dengan modus membobol kartu kredit dan sebagainya, termasuk dalam kasus pencemaran nama baik melalui TI misalnya.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2576&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/09/18/kabareskrim-mabes-polri-komjen-pol-drs-susno-duadji-tingkatkan-profesionalisme-dengan-ti.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marlin Sugama &amp; Andi Martin: Si Hebring, Super Hero Dari Indonesia</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/07/31/marlin-sugama-andi-martin-si-hebring-super-hero-dari-indonesia.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/07/31/marlin-sugama-andi-martin-si-hebring-super-hero-dari-indonesia.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 02:37:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2428</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/08/DSC3311.jpg"></a>Sebagai pasangan suami istri  yang berpengalaman dalam dunia animasi, <strong>Marlin Sugama</strong> &#38; <strong>Andi Martin</strong> merasa hingga saat ini belum ada tokoh super hero animasi yang menjadi idola di Indonesia. Padahal tokoh seperti Superman atau Batman bukan hanya populer di negeri pembuatnya, tetapi&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/08/DSC3311.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2429" title="_DSC3311" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/08/DSC3311.jpg" alt="_DSC3311" width="300" height="249" /></a>Sebagai pasangan suami istri  yang berpengalaman dalam dunia animasi, <strong>Marlin Sugama</strong> &amp; <strong>Andi Martin</strong> merasa hingga saat ini belum ada tokoh super hero animasi yang menjadi idola di Indonesia. Padahal tokoh seperti Superman atau Batman bukan hanya populer di negeri pembuatnya, tetapi juga di seluruh dunia. Karenanya, Marlin &amp; Andi pun tergerak untuk menciptakan tokoh bernama <a href="http://www.biskom.web.id/2009/07/20/bersahabat-dengan-si-hebring.bwi">Si Hebring</a>.</p>
<p>Si Hebring   merupakan proyek animasi perdana Main Motion Game, dimana Marlin menjadi salah satu pendiri perusahaan tersebut.  Si Hebring yang memiliki konsep animasi full 3D sebenarnya bernama asli Heru (yang merupakan plesetan dari Hero). Dalam bahasa gaul ala Sunda, Jawa Barat, Hebring  memiliki arti Hebat.</p>
<p>“Jadi, Si Hebring ini,  konsepnya universal  agar  bisa diterima  seluruh  lapisan masyarakat,” kata Marlin.  Hebring, kisah Marlin, adalah super hero yang baru memiliki kekuatan dari luar, namun tidak tahu cara yang  efektif menggunakannya.</p>
<p>Yang menarik, Si Hebring pada tahun 2007 silam berhasil menyabet penghargaan pada ajang kompetisi  Indonesian Information and Communication Technology Award (INAICTA) 2007 yang digelar  Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo).  Dan pada tahun ini, Si Hebring kembali menjadi juara dalam INAICTA 2009 untuk kategori Digital Animation, Hebring 2 (Andi Martin).</p>
<p>Ingin tahu lebih banyak tentang Si Hebring II dan apa sebenarnya misi Marlin dibalik tokoh ini? Simak wawancara BISKOM dengan Marlin baru-baru ini.</p>
<p><strong>Dari mana ide membuat cerita soal Si Hebring ini?</strong></p>
<p>Idenya berasal dari keingintahuan kami, mengapa tidak ada super hero Indonesia yang bisa berhasil dan terkenal seperti super hero dari negara lain.  Hebring adalah usaha kami untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut. Kami sendiri awalnya banyak melakukan riset informal sampai akhirnya bisa menciptakan Hebring.</p>
<p>Sebenarnya dulu ada super hero seperti Gundala atau Godam yang sempat booming.  Dan saat ini, kami melihat Indonesia masih ada opportunity-nya. Sementara kalau tokoh wayang dan pahlawan anak-anak sudah banyak yang membuat, makanya kami ingin tokoh yang unik dan  lahirlah Si Hebring. Konsepnya universal karena kami berharap bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat.</p>
<p><strong>Mengapa mengambil nama Hebring?</strong></p>
<p>Kata Hebring berasal dari bahasa gaul ala Sunda yang sengaja kami ciptakan untuk mengangkat salah satu budaya Indonesia. Kalau  Gundala, Godam diambil dari tokoh perwayangan, tapi kalau Hebring artinya Hebat.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/08/Hebring-Juara-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2430" title="Hebring Juara 1" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/08/Hebring-Juara-1.jpg" alt="Hebring Juara 1" width="300" height="221" /></a>Dalam Si Hebring II Anda menambahkan tokoh baru, misalnya Bang Hoky. Bisa dijelaskan beberapa perbedaan lainnya dibanding Si Herbring I?</strong></p>
<p>Kalau di Hebring II, kami  ingin menggali  ceritanya sedikit lebih dalam. Kami menciptakan  tokoh lain  yang mempunyai peran dalam kehidupannya Hebring.  Tokoh <strong>Bang Hoky</strong> kami angkat karena  Hebring butuh mentor, mengingat ia adalah super hero yang baru memiliki kekuatan dan tidak tahu cara efektif menggunakannya.</p>
<p>Tokoh Bang Hoky terinspirasi dari <strong>Soegiharto Santoso</strong> yang dalam dunia bisnis teknologi informasi (TI) dikenal dengan nama <strong>Hoky</strong>. Kami melihat, Hoky dalam dunia yang nyata adalah  sosok yang unik dan memiliki  kharisma. Dia menjadi sukses seperti saat ini dimulai dari bawah, namun berkat usaha keras dan ketekunan, kini ia menjadi tokoh yang terkenal di komunitas TI.  Cuma dalam Si Hebring II, profesinya diganti. Yang sebelumnya bergerak di bidang komputer dan media TI, kini menjadi penjual Bakso atau juragan Bakso dengan slogan “<em>Bakso Hoky Bikin Hepy</em>”, diharapkan karakter Bang Hoky akan memiliki lebih banyak variasi dan background story dalam mengajari Hebring menjadi super hero sesungguhnya . Dimana sebelumnya kami telah menghubungi Pak Hoky untuk terlibat dalam pembuatan Si Hebring II ini.</p>
<p><strong>Setelah tokoh Hoky si penjual bakso, siapa target tokoh yang ingin Anda animasikan?</strong></p>
<p>Itu pasti ada.  Bang Hoky kan sekarang penjual bakso dan akan menjadi mentornya Hebring.  Tokoh-tokoh lain yang cukup populer tengah kami tawari untuk menjadi tokoh penting dalam si Hebring II, namun saya  belum bisa menyebutkannya sekarang. Banyak sekali referensi dari teman-teman,  namun kami menyeleksi tokoh yang memiliki kekuatan karakter.</p>
<p>Untuk menciptakan satu tokoh, butuh waktu sekitar tiga bulan, mulai dari menentukan karakter hingga background story-nya  dan animator lebih enak dalam proses kerjanya.</p>
<p><strong>Apa ada hubungannya dengan Si Hebring I? Dan apa makna atau filosofi positif yang bisa diambil dari Si Hebring II?</strong></p>
<p>Hebring II memang tidak secara langsung berhubungan dengan Hebring I. Jadi secara cerita, kedua episode Hebring tidak berhubungan.  Kami hanya ingin memperkenalkan lebih lanjut lakon sehari-hari orang Jakarta di Hebring II, sekaligus memperdalam pengenalan tokoh Hebring sendiri.</p>
<p>Moral of the story sangat sederhana: “Pertolongan selalu tersedia bagi orang yang tidak ragu untuk berbuat baik, bahkan dari pihak yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya”.<br />
<strong><br />
<a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/08/Hebring_Heroic_biskom2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2431" title="Hebring_Heroic_biskom(2)" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/08/Hebring_Heroic_biskom2.jpg" alt="Hebring_Heroic_biskom(2)" width="300" height="240" /></a>Si Hebring II telah lolos sebagai pemenang INAICTA 2009 untuk kategori Digital Animation. Sebenarnya kriterianya seperti apa untuk jadi pemenang dan berapa karya yang telah berhasil disisihkan Si Hebring II?</strong></p>
<p>Karya kategori Digital Animation tahun ini ada 27 yang masuk penjurian. Menurut  komentar dari juri, Si Hebring kuat disemua aspek penilaian seperti konsep dasar, alur cerita, sinematografi, dan yang terpenting pengembangan kedepan. Kami memang tidak ingin berhenti sampai disini. Kedepan visi kami adalah membuat Si Hebring menjadi ikon kepahlawanan lokal yang bisa menginspirasikan generasi muda untuk membuat karya-karya yang lebih kreatif. Namun untuk jangka pendek, kami sangat ingin bisa memproduksi lebih banyak episode Hebring dan membuat sebuah komik.</p>
<p><strong>Apa ada investor untuk mendanai pengembangan Si Hebring?</strong></p>
<p>Sejauh ini ada beberapa pihak yang menawari kerjasama untuk mengembangkan Si Hebring dalam bentuk karya yang lebih besar. Misalnya PT. Inti dan PT. Telkom, namun ini baru sebatas pembicaraan dan rencana-rencana. Kami sangat optimis Si Hebring bisa menjadi ikon industri kreatif secepatnya.</p>
<p><strong>Selain melalui INAICTA, apa upaya Anda untuk memperkenalkan Si Hebring secara lebih luas?</strong></p>
<p>Si Hebring bisa dilihat di Youtube<a href="http://www.youtube.com/watch?v=2T7gGNd2mJ8"> http://www.youtube.com/watch?v=2T7gGNd2mJ8</a>, dan kami juga menggelar online vote via Kaskus: <a href="http://inaicta.kaskus.us/vote/1">http://inaicta.kaskus.us/vote/1</a> dan Si Hebring memiliki Facebook Hebring Fanpage di <a href="http://www.facebook.com/sihebring">www.facebook.com/sihebring</a>. Selain itu, dukungan media seperti BISKOM juga sangat membantu. Sejauh ini, sudah ada lebih dari 8000 viewed di Youtube untuk <a href="http://www.youtube.com/watch?v=NPs7SQyXc8s">Hebring I</a> , belum lagi untuk Si Hebring II.</p>
<p><strong>Apa yang Anda cita-citakan untuk perkembangan animasi Indonesia ke depan?</strong></p>
<p>Kami berharap animasi Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, seperti industri musik dan film. Dari sisi kualitas, perkembangan animasi kami yakin masih bagus terutama bisa dilihat dari  TV komersial. Beberapa iklan lokal, sudah menggunakan media animasi. Tapi yang ingin kami capai bukan untuk iklan semata, tetapi membuat sesuatu yang berbeda. Kedepannya, bukan hanya jadi  animasi, tapi berupa merchandise, kaos, komik dan lain sebagainya. Pokoknya apa saja yang bisa dijual dan bisa membuka lapangan usaha untuk banyak orang.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan dukungan pemerintah terhadap animasi?</strong></p>
<p>Selama ini hanya berupa pameran-pameran industri kreatif dan berbagai kompetisi, dan kalau menyangkut regulasi  atau insentif, belum ada.  Secara konkrit, kami ingin memiliki kesempatan untuk masuk ke dunia TV, misalnya melalui iklan layanan masyarakat. Seperti Malaysia, Singapura dan China yang sudah agresif mengembangkan animasi.</p>
<p><strong>Apa yang Anda lakukan bersama Main Motion Game dan apa saja hasil karyanya?</strong></p>
<p>Pada awalnya, Main Motion Game hanya berupa studio untuk game developer, tapi setelah Hebring, banyak yang tertarik dengan  karya animasi kami dan mereka bertanya “Mengapa namanya Main Game, padahal memproduksi animasi?”  Ya sudah akhirnya kami buat  satu divisi baru, sehingga ada yang namanya Main Game dan ada Main Motion, tetapi  pada dasarnya satu perusahaan.</p>
<p><strong>Bagaimana sumber daya manusia (SDM) di bidang  animasi di Indonesia? Apakah animasi cukup menjanjikan sebagai sebuah profesi?<br />
</strong><br />
Tergantung kedepan, apakah lahannya semakin  banyak atau tidak.  Kalau keadaan seperti sekarang,  akan banyak  orang yang bakal tertarik pada animator karena prospeknya bagus dan berkembang. Saya hanya berharap, usaha pemerintah dan swasta semakin banyak, misalnya melalui ajang kompetisi,  seminar, workshop dan lain sebagainya. Saya lihat SDM di bidang ini sangat luar biasa, namun kesempatan untuk berkreasi masih kurang.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2428&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/07/31/marlin-sugama-andi-martin-si-hebring-super-hero-dari-indonesia.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemenang Lomba Jingle Internet Sehat: Adistya Rian Pratama &#8211; Raih Dunia Dengan Internet</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/06/23/pemenang-lomba-jingle-internet-sehat-adistya-rian-pratama-raih-dunia-dengan-internet.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/06/23/pemenang-lomba-jingle-internet-sehat-adistya-rian-pratama-raih-dunia-dengan-internet.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 06:04:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2272</guid>
		<description><![CDATA[<p>Hey generasi muda, tunjukkan kreatifmu. Membuka jendela dunia tanpa batas, untuk semua.  Internet sehat menambah ilmu kita, wawasan luas bermakna.  Internet sehat semua jadi dekat, menuju keajaiban dunia. Membuka, melihat, membawa… Gunakan internet untuk kita meraih dunia.</p>
<p>Kalimat tersebut merupakan lirik&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2273" title="figur1" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/07/figur1.jpg" alt="figur1" width="300" height="233" />Hey generasi muda, tunjukkan kreatifmu. Membuka jendela dunia tanpa batas, untuk semua.  Internet sehat menambah ilmu kita, wawasan luas bermakna.  Internet sehat semua jadi dekat, menuju keajaiban dunia. Membuka, melihat, membawa… Gunakan internet untuk kita meraih dunia.</p>
<p>Kalimat tersebut merupakan lirik jingle berjudul “Internet Sehat Meraih Dunia” yang berhasil meraih juara pertama dalam <a href="http://www.biskom.web.id/2009/06/13/tim-internet-sehat-umumkan-pemenang-lomba-maskot-dan-jingle.bwi">lomba Jingle</a> yang diadakan oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) pada bulan lalu. Jingle yang diaransemen dengan peralatan musik yang lengkap ini adalah karya pemuda kelahiran 23 Maret 1985 bernama <strong>Adistya Rian Pratama</strong>. Melalui lirik ini diharapkan, generasi muda tergugah untuk mulai mengakses konten-konten positif yang berguna bagi pengembangan kreatifitas mereka.</p>
<p>Adistya yang masih kuliah di Universitas Gajah Mada Yogyakarta menga­takan, “Sebagai generasi muda yang berakal dan memiliki amanat untuk memajukan bangsa, kita berkewajiban menggunakan internet secara bijak. Bukan itu saja, kalau bisa kita harus mencoba memperkaya konten dengan karya-karya orisinil yang positif.” Simak petikan wawancara BISKOM dengan Adistya yang telah meraih hadiah sebesar Rp. 15 juta plus sebuah handset dari keikutsertaannya dalam lomba tersebut.</p>
<p><strong>Siapa saja yang terlibat dalam pembuatan jingle “Internet Sehat Meraih Dunia”, dan apa makna yang terkandung dalam jingle tersebut?</strong><br />
Saya dibantu beberapa teman dalam memainkan instrumen musik, karenanya jingle tersebut terdengar lengkap dan hidup karena ini adalah hasil kerja sama dengan teman-teman.  Sedangkan makna jingle itu adalah mengajak masyarakat untuk menggunakan dan memanfaatkan internet dengan sebaik-baiknya, karena dengan internet, banyak sekali menfaat dan keuntungan yang bisa kita peroleh. Singkatnya, apapun yang ingin kita ketahui, sudah tersedia di internet.</p>
<p><strong>Sebagai seorang juara, apakah Anda tergugah untuk turut mengkampanyekan program Internet Sehat di lingkungan Anda? Dengan cara apa?</strong><br />
Tergugah sekali, dan terus terang kompetisi ini menginspirasi saya untuk berbuat lebih terhadap perkembangan internet. Cara paling sederhana yang akan saya lakukan  adalah dengan merubah kebiasaan dalam mengakses konten internet, kemudian menular­kannya ke teman-teman dan lingkunagn terdekat. Syukur-syukur dalam waktu dekat, saya akan mencoba membuat blog yang isinya seputar musik yang menjadi hobi saya.</p>
<p><strong>Apakah Anda bisa melihat penggunaan internet yang tidak sehat di lingkungan Anda? Seperti apa contohnya?</strong><br />
Yang terbanyak adalah hacker, teror email, atau yang paling marak adalah akses ke situs-situs porno dan kekerasan.</p>
<p><strong>Sebagai seorang pelajar, menurut Anda apakah program Internet Sehat merupakan langkah yang tepat untuk menyelamatkan generasi muda dari kerusakan? </strong><br />
Program Internet Sehat memang bagus, tapi itu  semua kembali lagi kepada kemauan masyarakat untuk memahami pentingnya konten-konten yang positif dan berguna. Untuk itu menurut saya, program ini tidak cukup hanya sekedar diperkenalkan, tetapi harus disosialisasikan secara terus-menerus dan didukung oleh semua pihak termasuk media dan swasta.</p>
<p><strong>Apa yang kamu harapkan dari jingle tersebut?</strong><br />
Harapan saya yang paling besar adalah jingle Internet Sehat dapat mewakili dan menyampaikan seluruh pesan yang terkandung dalam program Internet Sehat kepada seluruh masyarakat. Mungkin hal itu juga bisa dilakukan dengan menjadikan jingle ini sebagai ringback tone atau nada dering agar bisa menggugah lebih banyak orang untuk menggunakan internet secara sehat. Sesuai jingle saya, marilah kita raih dan taklukan dunia melalui akses internet seluas-luasnya</p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/07/01-internet-sehat-meraih-dunia-adistya.mp3">01-internet-sehat-meraih-dunia-adistya</a></p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2272&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/06/23/pemenang-lomba-jingle-internet-sehat-adistya-rian-pratama-raih-dunia-dengan-internet.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/07/01-internet-sehat-meraih-dunia-adistya.mp3" length="1013855" type="audio/mpeg" />
		</item>
	</channel>
</rss>
