<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BISKOM : Mitra Komunitas Telematika &#187; Figur Biskom</title>
	<atom:link href="http://www.biskom.web.id/category/figur-biskom/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.biskom.web.id</link>
	<description>Situs Berita Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 06:12:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>DEDY BUDIMAN: Bangun KOMISI Melalui Fan Page</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2012/01/13/dedy-budiman-bangun-komisi-melalui-fan-page.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2012/01/13/dedy-budiman-bangun-komisi-melalui-fan-page.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 12:33:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=5715</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2012/01/Dedy-Budiman-01.jpg"></a>Sales adalah ujung tombak perusahaan. Keberadaaannya sangat penting, bahkan bisa dikatakan sebagai pemasok pundi uang bagi perusahaan.</p>
<p>MESKIPUN begitu penting, sayangnya, saat ini profesi sales masih dipandang sebelah mata. Imagenya yang masih kurang bagus, membuat orang tidak merasa bangga pada &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2012/01/Dedy-Budiman-01.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-5716" title="BISKOM_Januari_ 2012.pmd" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2012/01/Dedy-Budiman-01.jpg" alt="" width="300" height="309" /></a>Sales adalah ujung tombak perusahaan. Keberadaaannya sangat penting, bahkan bisa dikatakan sebagai pemasok pundi uang bagi perusahaan.</p>
<p>MESKIPUN begitu penting, sayangnya, saat ini profesi sales masih dipandang sebelah mata. Imagenya yang masih kurang bagus, membuat orang tidak merasa bangga pada profesi sales, dan bahkan jarang orang yang bercita-cita menjadi seorang sales. Bagi sebagian besar orang, sales dijadikan pilihan akhir sebagai profesi di dunia kerja.</p>
<p>Melihat hal ini, <strong>Dedy Budiman</strong>, yang telah memiliki pengalaman belasan tahun di dunia sales merasa prihatin. Ia ingin membangun image baru bagi profesi sales dengan mendirikan Komunitas Sales Indonesia (KOMISI) yang pada akhir Desember lalu telah melakukan grand launching di Jakarta.</p>
<p>“Sales selama ini memberikan kontribusi yang penting bagi perusahaan, tetapi selama saya berkarir di sales belum ada satupun wadah untuk pekerja sales yang dapat men-support mereka. Banyak pekerja sales tidak tahu harus berbuat apa, karena di pendidikan formal tidak ada pelajaran yang menjelaskan bagaimana seorang sales bekerja secara detil. Akhirnya mereka belajar secara otodidak dan menghalalkan segala cara dalam bekerja yang akhirnya memberikan image buruk pada mereka,” ucap Dedy yang dua tahun belakangan ini memposisikan diri sebagai trainer di bidang sales.</p>
<p>Bertujuan untuk menjadikan profesi sales sebagai pilihan terbaik, KOMISI tidak berdiri dengan sendirinya. Awalnya, pemikiran mendirikan KOMISI ini disosialisasikan Dedy kepada puluhan teman-teman seprofesinya yang berada di seluruh Indonesia melalui email. Merasa mendapatkan dukungan dan respon yang baik, baru pada tanggal 11 November 2011, mulai dideklarasikan KOMISI yang ditandai dengan pembuatan account Fan Page KOMISI di Facebook.</p>
<p>Dedy berharap, KOMISI bisa menjadi “rumah” bersama bagi seluruh sales di tanah air. “Kini “rumah” untuk sales telah ada, tetapi belum sepenuhnya jadi. Masih banyak hal yang harus dipersiapkan dan dilakukan agar visi KOMISI untuk menjadikan profesi sales sebagai pilihan terbaik bisa tercapai,” ujar pria muda yang dikenal sebagai The Champion Sales Trainer ini.</p>
<p>Nantinya, tugas KOMISI, menurut Dedy adalah memberikan informasi kepada masyarakat tentang profesi sales yang profesional, selain memberikan pelatihan tentang salesmanship, pembekalan tentang sales ethic dan profesionalisme sales kepada anggotanya.</p>
<p>Berikut petikan wawancara BISKOM dengan pendiri KOMISI, Dedy Budiman, baru-baru ini.</p>
<p><strong>Apa yang sudah dan akan Anda lakukan untuk memperkenalkan KOMISI pada masyarakat?</strong><br />
Selain sudah membentuk dan melakukan grand launching KOMISI pada tanggal 28 Desember lalu, kami juga telah membentuk chapter-chapter yang sekarang ini sudah ada perwakilannya di Jawa Tengah, Jawa Timur, Medan, Pekanbaru, Pelembang, Makassar, Jabodetabek dan Bandung. Rencananya akan dibuka pula di Pontianak, Irian dan Bali.</p>
<p>Nantinya, perwakilan di daerah tersebut berdiri sendiri secara independent mengurus anggotanya, tetapi tetap mendapatkan support dari pusat dengan memberikan edukasi-edukasi kepada para sales di lingkungan tersebut sehingga mereka bisa tampil lebih profesional.</p>
<p><strong>Apakah edukasi itu berupa pengenalan produk?</strong><br />
Tidak hanya itu, produk knowledge hanya salah satunya. Seorang sales sebenarnya harus memeliki beberapa knowledge. Selain produk, mereka harus tahu market knowledge, jadi menjual harus tahu pasarnya. Selain itu juga ada general knowledge. Banyak orang sales begitu bertemu orang langsung jualan. Padahal sebelum jualan, kita harus ada basa-basinya terlebih dahulu, seperti membicarakan hal umum, ataupun segala macam hal yang dapat memancing komunikasi yang baik. Selanjutnya adalah client knowledge, jadi mereka harus tahu karakter customer seperti apa. Selama ini banyak perusahaan hanya konsen di product knowledge.</p>
<p><strong>Bagaimana prospek sales teknologi informasi (TI) di 2012?</strong><br />
Tahun 2012 merupakan tahun yang sangat baik dan banyak pengamat ekonomi mengatakan, semua bagus, baik itu dari sisi bisnis, pemerintah maupun pasar, termasuk di TI. Tapi satu hal yang dilupakan adalah kesiapan para sales. Ibaratnya di 2012 ini adalah track lurus, dimana track-nya bagus sekali dan kondisinya memungkinkan untuk melaju dengan kecepatan tinggi agar mendapatkan momen.</p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2012/01/Dedy-Budiman-02.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-5717" title="BISKOM_Januari_ 2012.pmd" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2012/01/Dedy-Budiman-02-300x193.jpg" alt="" width="300" height="193" /></a>Nah, ketika mau ngebut, tentunya motor atau kitanya harus siap terlebih dahulu sebelum ngebut. Seringkali mereka tidak upgrade ilmunya, sehingga saat momennya bagus justru ketinggalan karena tidak siap. Bukan kondisinya tidak siap tetapi orangnya yang tidak siap.</p>
<p><strong>Sejauh mana sales memanfaatkan social media untuk berpromosi seperti Facebook yang saat ini banyak digunakan masyarakat?</strong><br />
Sales kebanyakan sudah memanfaatkan ini, tetapi caranya masih belum benar. Jadi masih cara-cara sales yang belum diedukasi. Mereka asal promo dan langsung tag saja barang dagangannya. Misalkan berjualan baju, mereka tag kesemua orang. Padahal itu mengganggu orang. Hal ini lah yang akan kami coba edukasi kepada mereka.</p>
<p>KOMISI mendorong seluruh sales untuk kembali belajar. Kalau belum bisa belajar sendiri kami ajak mereka belajar dalam kelompok-kelompok.</p>
<p><strong>Bagaimana cara para sales untuk secara maksimal menggunakan perangkat TI dan bagaimana pula cara mempopulerkan website penjualan para sales?</strong><br />
Kalau bisa website seharusnya terintegrasi dengan Facebook, Twitter maupun Youtube untuk menampilkan video-video karena ke depannya semua butuh interaksi dan saling terhubung. Begitu pula isi dari website tersebut jangan hanya produk semua. Seharusnya mereka menerapkan filosofi 80-20, artinya 80% memberikan sesuatu kepada audience-nya berupa informasi atau edukasi. Misalkan, kalau kita sales notebook berikan pengetahuan bagaimana cara memilih notebook yang baik, permasalahannya apa saja pada notebook dan bagaimana mengatasinya. Kita tanamkan dulu kepercayaan kepada customer kalau kita mengerti tentang notebook, baru 20% nya jualan. Hal ini dengan sendirinya akan mengundang orang mengunjungi website kita.</p>
<p><strong>Bagaimana komentar Anda mengenai komisi para sales yang sering kali kurang adil di dalam perusahaan? Apakah ada badan hukum yang melindungi para sales, seperti halnya profesi lain?</strong><br />
Sales orientasinya memang pada komisi, masalahnya penerapan komisi ini pada tiap perusahaan berbeda-beda, ada yang fair dan tidak fair. Kalau tidak fair mereka juga bingung untuk mengadu kemana, makanya kami harapkan nantinya dengan KOMISI kedepannya bisa melakukan suatu dukungan kepada rekan-rekan agar mereka mendapatkan haknya dengan baik. Itu merupakan mimpi kami kedepannya, tetapi masih pelan-pelan menuju kesana. Kami lakukan ini karena belum ada badan hukumnya atau standar hukum yang mengatur tentang komisi ini.</p>
<p><strong>Bagaimana cara KOMISI menjalin hubungan baik dengan para anggotanya di seluruh Indonesia?</strong><br />
Sekarang ini komunikasi utamanya untuk seluruh anggota melalui milis dan Facebook terlebih dahulu. Jadi mereka bisa share disini secara interaktif, misalkan punya masalah apa nanti teman-temannya bisa saling bantu. Untuk pengurus, kami memanfaatkan Blackberry Group dimana tiap pengurus pusat dan daerah mempunyai group masing-masing. Seperti Jawa Timur mereka punya grup sendiri yang mengurus wilayahnyam tetapi di sana juga ada orang pusatnya sehingga semua terkontrol secara terpusat.</p>
<p><strong>Apa kegiatan KOMISI di 2012 terutama berkaitan dengan TI?</strong><br />
Untuk awal kami akan membuat suatu modul untuk seluruh anggota KOMISI berupa video dan buku. Video itu nantinya akan kami upload di Youtube sehingga siapapun yang ingin belajar tentang sales bisa melihat dari situ. Metode untuk diskusinya akan melalui e-Book yang bisa di-download dan copy atau diperbanyak. Jadi di manapun mereka berada bisa mengambil bahannya di Youtube dan metari tertulisnya di e-Book.</p>
<p><strong>Apa target yang ingin dicapai oleh KOMISI?</strong><br />
Kami ingin di 2012 anggota KOMISI sudah mencapai 10 ribu sales yang terdaftar. Untuk itu di 25 Februari nanti kami akan mengadakan event mengumpulkan seribu sales di Jabodetabek. Saya berharap, lima tahun kedepan akan menemui dan melihat KOMISI telah tersebar di seluruh pelosok tanah air, dan siswa ataupun mahasiswa yang lulus sekolah ataupun kuliah tidak akan lagi malu bila berprofesi sebagai sales karena sebenarnya profesi sales adalah salah satu pilihan terbaik.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=5715&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2012/01/13/dedy-budiman-bangun-komisi-melalui-fan-page.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketua DPR RI: MARZUKI ALIE, DPR Siap Gunakan TI Secara Tepat</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2012/01/10/ketua-dpr-ri-marzuki-alie-dpr-siap-gunakan-ti-secara-tepat.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2012/01/10/ketua-dpr-ri-marzuki-alie-dpr-siap-gunakan-ti-secara-tepat.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 06:09:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=5704</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2012/01/Marzuki-Alie-Ketua-DPR-RI-01.jpeg"></a>Di tengah sorotan publik yang keras terhadap kinerja pemerintah, DPR RI sebagai lembaga yang menjalankan Fungsi Legislasi, Fungsi Anggaran dan Fungsi Pengawasan Negara, bertekad untuk segera melakukan sejumlah perbaikan yang efisien.</p>
<p>SIAPA tak kenal <strong>Marzuki Alie</strong>. Dianggap sebagai tokoh &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2012/01/Marzuki-Alie-Ketua-DPR-RI-01.jpeg"><img class="alignleft size-large wp-image-5706" title="Marzuki-Alie-Ketua-DPR-RI 01" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2012/01/Marzuki-Alie-Ketua-DPR-RI-01-844x1024.jpg" alt="" width="300" height="364" /></a>Di tengah sorotan publik yang keras terhadap kinerja pemerintah, DPR RI sebagai lembaga yang menjalankan Fungsi Legislasi, Fungsi Anggaran dan Fungsi Pengawasan Negara, bertekad untuk segera melakukan sejumlah perbaikan yang efisien.</p>
<p>SIAPA tak kenal <strong>Marzuki Alie</strong>. Dianggap sebagai tokoh kontroversial, Marzuki sebenarnya adalah sosok yang aktif bersosialisasi, pekerja keras dan ramah. Lahir di Palembang, 6 November 1955, perjalanan Marzuki menuju kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Partai Demokrat ternyata cukup panjang. Memulai karirnya sebagai Pegawai di lingkungan Departemen Keuangan di DKI Jakarta selama kurun waktu tiga tahun (1975-1980), pria ini kemudian ditugaskan ke tanah kelahirannya di Kantor Perbendaraan negara Depkeu Palembang (1979-1980).</p>
<p>Di bidang politik, ayah dari dua orang anak ini sempat menjabat sebagai Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat Provinsi Sumsel (2003-2004). Keberhasilan Marzuki dalam mendulang suara Partai Demokrat di Provinsi Sumsel, mengantarkannya menjadi Fungsionaris DPP PD (2004-2005) hingga Sekretaris Jenderal DPP PD (2005-2010).</p>
<p>Kerja keras Marzuki bersama Partai Demokrat Provinsi Sumsel dalam memenangkan Partai Demokrat pada Pemilu 2009 lalu membuahkan hasil manis, dimana <strong>SBY-Boediono</strong> meraih 54,07 persen suara mengalahkan pasangan lainnya. Dari sinilah karir politiknya melaju hingga ia terpilih menjadi Ketua DPR RI periode 2009-2014.</p>
<p>Pengajar di Universitas IGM dan pembicara di berbagai forum-forum akademisi ini rupanya juga menaruh perhatian lebih terhadap perkembangan teknologi informasi (TI). Dirinya pernah dipercaya menjadi Ketua Forum Komunikasi Ahli Komputer BUMN Semen Indonesia (1992-1996). Berkaca dari pengalamannya, Marzuki tak ragu untuk melakukan perombakan kinerja DPR RI kearah yang lebih baik. “Tanpa perbaikan kinerja di lembaga DPR, akan sulit untuk tetap responsif dalam mengakomodir aspirasi masyarakat,” ujar Ketua DPR RI, Marzuki disela kesibukannya di Gedung DPR RI Jakarta kepada BISKOM (30/11/2011).</p>
<p>Perbaikan yang dimaksud antara lain adalah telah dilakukannya pembahasan terhadap 23 Rancangan Undang-Undang (RUU), baik RUU inisiatif DPR maupun dari Pemerintah. Dari 23 RUU tersebut 10 RUU diantaranya telah disetujui menjadi Undang-undang.</p>
<p>Selama tahun 2011, sebutnya, “DPR juga berusaha menjalankan fungsi pengawasan, diantaranya Tim Pengawas Century, Tim Khusus DPR terhadap Penanganan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Saudi Arabia, Tim Pengawas Otonomi Khusus Aceh dan Papua, juga ada Tim Pengawas DPR terhadap terhadap sistem pelayanan kesehatan masyarakat dan lain sebagainya.”</p>
<p>Sementara di bidang TI, di bawah kepemimpinannya, DPR RI telah merilis Layanan Informasi Publik, baik melalui SMS maupun website. Bukan itu saja, ia pun memiliki banyak ide bagaimana TI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian bangsa. Apa saja?  Simak wawancara kami berikut ini.</p>
<p><strong>Tahun 2011 baru saja berlalu. Apa target DPR RI di tahun 2012 terkait dengan kemajuan TI di Indonesia?</strong><br />
Sebenarnya, kami sudah dari dulu memanfaatkan TI. Melalui website atau SMS, masyarakat bukan hanya dapat menyampaikan inspirasi maupun pengaduan, tetapi juga melihat prosesnya sudah sejauh mana. Ia akan tahu sejauhmana pengaduannya sudah ditindaklanjuti. Semua itu tinggal klik saja. Sebelumnya, web ini tidak berfungsi dengan baik seperti sekarang ini. Tapi begitu masuk ke DPR, saya mulai menata satu persatu dan perbaiki, meski tidak mudah. TI sekarang ini sudah mulai kami gunakan, baik itu dalam bentuk supporting system di Kesekjen-an maupun yang berkaitan dengan keanggotan.</p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2012/01/Marzuki-Alie-Ketua-DPR-RI-02.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-5707" title="Marzuki-Alie-Ketua-DPR-RI 02" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2012/01/Marzuki-Alie-Ketua-DPR-RI-02.jpeg" alt="" width="300" height="414" /></a>Kalau namanya computer, kerjanya standar, tapi yang namanya pengembangan sistem itu masih mengalami kelemahan. Sewaktu bergabung di perusahaan negara, saya memang basic-nya TI, sehingga saya mencoba agar TI juga dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga dapat mempermudah pelaksanaan tugas pokok dan fungsi di DPR RI.</p>
<p>Kedepan, tentunya, saya berharap semua pegawai di lingkungan DPR-RI mulai dari pucuk pimpinan hingga yang terbawah bisa menggunakan TI secara aktif, sesuai kerja mereka masing-masing.</p>
<p><strong>Jadi, ketika Anda masuk ke DPR, web lah yang dibenahi lebih awal?</strong><br />
Betul, tentunya di samping persoalan lainnya. Yang pertama saya perbaiki adalah fungsi web, sebagai sarana informasi. Kami banyak melakukan perubahan mulai dari konsep hingga penampilan. Dan, web ini juga kami gunakan sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi dan pengaduan.</p>
<p>Akhir tahun lalu, kami sudah kita launching web-nya walaupun belum sempurna. Tetapi sistem pengaduan web kami rancang agar sesuai dengan syarat keterbukaan informasi publik, sehingga bisa kami tindaklanjuti apabila ada pengaduan dari masyarakat dan akan terkoneksi ke semua unit-unit di anggota dewan yang tugasnya melakukan pengawasan. Setiap pengaduan atau aspirasi dari seluruh wilayah Indonesia akan direspon oleh masing-masing unit yang ada di DPR ini sehingga tidak perlu lagi surat menyurat seperti cara lama. Jadi, semuanya inline atau terpadu di dalam computer system.</p>
<p>Saat ini, kami juga tengah mengupayakan peningkatan kinerja anggota dewan dengan menggunakan sistem absen pemindai sidik jari (finger print) yang masih dalam proses tender. Memang teknologi yang kami pilih tidak yang terlalu canggih, tapi harus cukup untuk memenuhi fungsinya. Dengan begitu, mereka yang hadir mengikuti sidang, betul-betul datang secara fisik. Informasi mengenai kehadiran anggota DPR juga akan kami terbitkan secara online, agar masyarakat tahu, siapa saja wakilnya yang disiplin maupun tidak disiplin.</p>
<p><strong>Menurut Anda, apakah teknologi finger print cukup efektif untuk menjamin anggota DPR agar lebih disiplin?</strong><br />
Tingkat kedisiplinan anggota DPR memang tergolong memprihatinkan. Karena itu dalam rapat konsultasi pimpinan DPR dan pimpinan fraksi DPR belakangan ini, diambil kesepakatan untuk merealisasikan sistem absen di perusahaan ini ke DPR.</p>
<p>Tentu dengan harapan ada peningkatan tingkat kehadiran anggota DPR dalam rapat. Sistem absen finger print juga merupakan realisasi UU Parlemen dan tata tertib DPR. Kami mengharapkan tender pengadaan peralatan finger print DPR digelar secara transparan.</p>
<p>Makanya yang paling penting adalah kita semua sudah online, sehingga setiap tender bisa transparan. Mengenai finger print, seperti kita ketahui, ini adalah teknologi yang sederhana sehingga harusnya tidak ada perbedaan spesifikasi dan harga yang sangat mencolok. Paling cuma masalah validitas-nya saja yang berbeda-beda.</p>
<p><strong>Jika DPR mulai meningggalkan surat-menyurat dengan kertas, berarti DPR sudah mengarah ke teknologi hijau atau green technology. Apa bentuk dukungan nyata DPR lainnya terhadap teknologi hijau?</strong><br />
Saya rasa memang demikian. Era keterbukaan informasi publik dimana media massa telah melirik website sebagai alternatif media penyampaian informasi yang efektif selain kertas yang tercetak, maka sudah selayaknya pemerintah, termasuk DPR, mengupayakan media yang sama untuk menginformasikan kinerja kami, apakah sudah sesuai dengan harapan masyarakat atau belum. Itulah sebabnya, kami mengupayakan pembangunan gedung baru DPR RI yang mendukung teknologi hijau. Sayangnya rencana ini harus terhambat karena banyak pihak yang kurag setuju dengan pembangunan gedung baru DPR RI.</p>
<p><strong>Memang konsep teknologi hijau yang ditawarkan di gedung baru DPR RI itu seperti apa kongkritnya?</strong><br />
Kita pastinya sudah mendengar istilah Smart Building atau Gedung Hijau yang memiliki keunggulan dalam hal penghematan pemakaian resource dan energi, sehingga tidak akan memberikan dampak buruk pada lingkungan, dan menyediakan kenyamanan dan kesehatan lingkungan bangunan.</p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2012/01/Marzuki-Alie-Ketua-DPR-RI-03.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-5708" title="Marzuki-Alie-Ketua-DPR-RI 03" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2012/01/Marzuki-Alie-Ketua-DPR-RI-03.jpeg" alt="" width="300" height="408" /></a>Smart Building memanfaatkan TI untuk mengotomatisasi operasional gedung, mendefinisikan rule dan task pada pemakaian energy building agar tercapai penghematan konsumsi energi. Teknologi Smart Building dapat melakukan penghematan pada fase konstruksi dan fase operasional gedung. Hal ini dimungkinkan karena Smart Building berjalan pada satu platform network yang terintegrasi untuk pengontrolan gedung yaitu platform jaringan TCP/IP yang berbasis fiber optic yang terintegrasi baik untuk internet maupun CCTV dan lain sebagainya.</p>
<p><strong>Pengaduan melalui website ataupun SMS mungkin tak akan ada kendala jika diterapkan di Jakarta atau kota-kota besar. Namun di berbagai daerah, sering kita temui adanya permasalahan kesenjangan digital. Untuk menyelesaikan masalah ini, apa langkah strategis yang direncanakan pemerintah?</strong><br />
Anggota DPR itu kan orang politik, makanya diperlukan tenaga ahli agar dia tidak gaptek. Setelah duduk di dewan, saya sudah jarang sekali mengutak atik laptop, karena sudah ada tenaga ahli di bidang itu.</p>
<p>Sebagai orang politik, memang relatif tidak bersentuhan dengan teknologi secara teknis. Tapi, banyak laporan yang cukup dikirim via email saja, tidak perlu berlembar-lembar kertas. Seperti hasil kunjungan ke luar negeri anggota dewan, selalu kami update di web sehingga masyarakat bisa melihat hasilnya. Dan saya rasa mengenai kesenjangan digital adalah tugas kementerian yang bersangkutan, sementara tugas kami adalah membuat regulasi yang membantu mempercepat penyelesaian masalah tersebut.</p>
<p><strong>Sebelum ada website, apakah pengaduan masyarakat tidak terakomodir dengan baik?</strong><br />
Selama ini pengaduan yang kami terima sedikit, karena gate-nya terlalu banyak sehingga tidak ter-record dengan baik. Melalui sistem informasi, maka aspirasi dapat disampaikan ke satu pintu tetapi melalui berbagai cara. Bisa melalui surat, datang langsung, SMS maupun melalui website.</p>
<p>Kendati demikian, aspirasi tidak akan bermanfaat jika wakil rakyat di DPR tidak merespon dan merealisasi tuntutan masyarakat. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, DPR banyak mendapatkan kritik, namum semua kritik harus dijawab, tidak hanya dalam bentuk argumentasi pembenaran, tetapi dengan langkah-langkah nyata.</p>
<p>Dengan memanfaatkan situs resmi dpr.go.id, DPR akan merespon pengaduan dan aspirasi masyarakat dari berbagai daerah. Situs ini, sekaligus digunakan untuk memaparkan agenda DPR, termasuk kunjungan kerja anggota DPR ke luar negeri.</p>
<p>Sistem informasi yang diharapkan oleh masyarakat adalah yang bisa mengakses informasi dengan cepat serta mampu menjembatani proses penyampaian tuntutan atau aspirasi mereka dengan mudah kepada pemerintah.</p>
<p>Terkait layanan informasi publik, hal tersebut merupakan amanat UU KIP dalam rangka memberikan informasi publik sehingga masyarakat dapat melihat secara online prosesnya, tata cara, status permohonan dan dapat segera direspons sesuai amanat UU yang berlaku. Karenanya, kami siap memanfaatkan TI secara tepat demi kesejahteraan bersama.</p>
<p><strong>Tepatnya kemana jika masyarakat ingin melakukan pengaduan atau menyampaikan aspirasi?</strong><br />
Masyarakat dapat mengakses <a href="http://pengaduan.dpr.go.id">http://pengaduan.dpr.go.id</a>, atau mengirim SMS aspirasi DPR RI ke 08119443344. Sementara untuk pelayanan informasi publik online DPR RI dapat mengakses <a href="http://ppid.dpr.go.id">http://ppid.dpr.go.id</a>.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2012/01/Soegiharto-Santoso-Hoky-Marzuki-Alie-Ketua-DPR-RI.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-5709" title="Soegiharto-Santoso-Hoky-Marzuki-Alie-Ketua-DPR-RI" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2012/01/Soegiharto-Santoso-Hoky-Marzuki-Alie-Ketua-DPR-RI-300x258.jpg" alt="" width="300" height="258" /></a>Bagaimana pendapat Anda mengenai kemajuan TI di Indonesia dari waktu ke waktu? Apakah TI Indonesia sudah cukup ideal? Dan apa saran Anda agar Indonesia bisa maju di bidang TI dibanding negara-negara lain?</strong><br />
Sudah maju tetapi distribusi knowledge-nya masih belum besar. Yang kita ketahui, internet masalah terbesarnya adalah terbatasnya bandwidth dan tidak terjangkau daerah-daerah terpencil atau pedalaman. Makanya kuncinya adalah telekomunikasi. Kalau tidak ada dukungan telekomunikasi, saya yakin tidak bisa berkembang.</p>
<p>Bandwidth di Indonesia masih tergolong mahal karena harus membeli bandwidth International. Untungnya, kalangan penyedia dan pengguna Internet Indonesia cukup kreatif dalam mencari cara mengatasi mahalnya biaya bandwidth internasional, sehingga saya berharap teknologi bisa semakin murah dan terjangkau aksesnya bagi semua masayarakat, khususnya bagi usia sekolah.</p>
<p>Ini semua juga menjadi tugas pemerintah agar internet bisa menjangkau daerah-daerah terpencil seperti internet masuk desa atau program lainnya yang berkenaan dengan melek internet. Sangat penting untuk mendidik masyarakat menguasai TI untuk memajukan daerahnya, misalnya melalui pemasaran online ke seluruh dunia, sehingga kesenjangan informasi antara kota dan desa tidak terlalu jauh. Begitupun dengan dunia bisnis, saya berharap tiap daerah di Indonesia memiliki hasil karya unggulan dengan nilai jual yang tinggi sehingga tiap daerah bisa menopang perekonomiannya sendiri. Saya berharap, Indonesia bisa lebih baik dan maju di awal 2012 ini.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=5704&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2012/01/10/ketua-dpr-ri-marzuki-alie-dpr-siap-gunakan-ti-secara-tepat.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>South East Asia Managing Director Edimax: KENNETH TEH, Edimax Berikan Layanan Tepat Waktu</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2011/12/13/south-east-asia-managing-director-edimax-kenneth-teh-edimax-berikan-layanan-tepat-waktu.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2011/12/13/south-east-asia-managing-director-edimax-kenneth-teh-edimax-berikan-layanan-tepat-waktu.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 05:57:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=5670</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/12/Kenneth-Teh-01.jpg"></a>Edimax memang terbilang baru memasuki pasar Indonesia, meski telah didirikan di Taiwan sejak 1986. Menyusul brandbrand Taiwan lain yang sudah terkenal, Edimax siap bertarung meraih market seluas-luasnya di bidang teknologi jaringan dan CCTV.</p>
<p>EDIMAX Technology mulai dikenal di tanah air &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/12/Kenneth-Teh-01.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-5671" title="Kenneth Teh 01" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/12/Kenneth-Teh-01.jpg" alt="" width="300" height="301" /></a>Edimax memang terbilang baru memasuki pasar Indonesia, meski telah didirikan di Taiwan sejak 1986. Menyusul brandbrand Taiwan lain yang sudah terkenal, Edimax siap bertarung meraih market seluas-luasnya di bidang teknologi jaringan dan CCTV.</p>
<p>EDIMAX Technology mulai dikenal di tanah air terutama sejak pemerintah Taiwan melalui organisasi nirlaba bernama Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), mulai gencar memperkenalkan brand-brand Taiwan ke banyak negara, setidaknya mulai tiga tahun lalu. Sedianya, Edimax merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang desain, pengembangan, manufaktur dan pemasaran beraneka ragam IT Network Solution yang berkantor pusat di Taiwan dan China. Perusahaan tersebut memiliki kantor-kantor cabang di seluruh dunia serta memiliki Tim Penelitian dan Pengembangan (Engineering Edimax Technology) yang profesional.</p>
<p>Pengalaman yang panjang juga memberikan kontribusi yang besar pada keberhasilan Edimax dalam mengembangkan produk–produk baru berkualitas guna memenuhi kebutuhan pasar dengan cepat. Manajer Direktur Edimax Asia Tenggara, <strong>Kenneth Teh</strong> menjelaskan, Edimax secara global meliputi beberapa anak perusahaan di Amerika Serikat, Asia dan Eropa. Kenneth mengatakan, kehadiran Edimax di Indonesia adalah untuk memperkenalkan produk-produk Edimax yang<br />
pastinya sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas di Indonesia.</p>
<p>“Dengan kantor–kantor cabang di seluruh dunia, kini perusahaan kami sanggup melayani lebih dari 70 negara melalui saluran distribusi, termasuk di Indonesia dengan layanan logistik tepat waktu serta dukungan purna jual kepada para pelanggan,” ujar pria muda kelahiran 19 Mei 1977 ini kepada BISKOM saat kunjungannya ke pameran Indocomtech 2011 di Jakarta (4/11).</p>
<p>Sebagai langkah awal memperkenalkan Edimax ke pasar Indonesia, pertengahan Agustus lalu, Edimax telah mengumumkan penunjukkan PT Global Master Technology sebagai distributor resmi Indonesia untuk platform product Edimax Technology, antara lain produk jaringan dan IP Surveillance.</p>
<p>Dipilihnya PT Global Master Technology lantaran dianggap memiliki komitmen yang sama dan keselarasan dalam mengembangkan penjualan lokal dan untuk meningkatkan pangsa pasar Edimax di Indonesia. PT Global Master Technology yang juga sister company PT Masterdata adalah perusahaan nasional di bidang distribusi produk TI dengan merek-merek ternama dan memiliki jaringan distribusi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.</p>
<p>Kepada BISKOM pula, Kenneth yang meraih gelar Bachelor bidang Accounting dan Finance serta Master di bidang IT Management, memaparkan lebih jauh tentang keandalan teknologi IP surveillance dan solusi jaringan bagi perusahaan besar, pengguna rumahan serta Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang meliputi switch PoE, server video, jaringan video perekam, solusi nirkabel, perangkat lunak pusat manajemen, dan kamera jaringan. Simak petikan wawancara kami dengan Kenneth yang mempunyai hobi bermain sulap, travel dan olah raga ini.</p>
<p><strong>Bagaimana deskripsi pekerjaan Anda selaku Direktur Managing Asia Tenggara di Edimax?</strong><br />
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa Edimax sudah berdiri selama 26 tahun sejak 1986. Saat ini kami menjadi top 5 atau lima besar produsen jaringan di dunia. Sementara saya sendiri telah bekerja di perusahaan ini selama sembilan tahun. Sebelumnya saya juga sempat menjabat Direktur Utama Edimax di Inggris.</p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/12/Kenneth-Teh-02.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-5672" title="Kenneth Teh 02" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/12/Kenneth-Teh-02.jpg" alt="" width="300" height="450" /></a>Sebagai Direktur Managing Asia Tenggara, saya bertanggung jawab untuk mengelola dan membangun bisnis di wilayah ini dan saya harus membentuk tim anggota yang dapat diandalkan.</p>
<p><strong>Edimax adalah merek baru di Indonesia. Bagaimana Edimax memperkenalkan produk-produknya di Indonesia?</strong><br />
Sebagai sebuah merek baru di Indonesia, kami sangat fokus untuk membangun jaringan ritel bersama dengan mitra distribusi kami, Masterdata. Tujuan kami adalah untuk menawarkan berbagai merek dengan kualitas handal, yang didukung struktur layanan dan harga yang konsisten. Kami ingin semua mitra ritel kami mendapatkan win win solution dalam penjualan produk Edimax.</p>
<p><strong>Bagaimana pendapatan Edimax secara global?</strong><br />
Pendapatan bersih kami pada 2010 mencapai US$ 110 juta. Sebagai informasi, kami masuk dalam daftar “100 Pertumbuhan Tercepat Taiwan” di Majalah Common Wealth, sehingga kedepan kami optimis dapat mencapai pendapatan yang lebih tinggi.</p>
<p><strong>Apa saja kendala ketika Edimax saat memperkenalkan produknya ke beberapa negara, khususnya di Indonesia?</strong><br />
Pertama adalah kendala harga, lalu kesadaran akan merek dan teknologi terbaru yang telah kami kembangkan. Namun kendala seperti ini juga dialami oleh pesaing kami.</p>
<p><strong>Edimax memiliki banyak jenis produk. Produk mana yang akan diperkenalkan di Indonesia?</strong><br />
Produk-produk kami sangat banyak. Terdapat lebih dari 200 stock keeping unit (SKU). Kami mengklaim Edimax sebagai satu penyedia solusi jaringan one stop services untuk pasar usaha kecil menengah dan perkantoran (SMB SoHo). Dalam jangkauan kami, kami telah memperkenalkan banyak produk untuk berbagai kalangan yang membantu kami untuk menguasai kalangan mikro. Kami juga memperkenalkan seri router dengan cakupan yang luas, serta USB untuk memanjangkau klien baru.</p>
<p><strong>Apa teknologi CCTV terbaru yang diperkenalkan Edimax?</strong><br />
Edimax telah bertahun-tahun berpengalaman di bidang teknologi informasi dan CCTV sehingga dapat mengetahui bagaimana menghasilkan serangkaian solusi IP Surveillance yang dapat masuk ke pasar rumahan dan perusahaan Saya menyebut ini dengan “Solusi Jaringan Pemantauan”. Saya kira Surveillance IP akan tumbuh drastis dalam beberapa tahun mendatang, melebihi CCTV. Alasannya karena dapat menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik yang berteknologi full high definition (HD), manajemen jarak jauh yang lebih baik juga dilengkapi platform Central Monitoring Software (CMS) yang terpercaya. Selain itu, solusi kami juga datang dengan 64 saluran Viewer dapat bertindak sebagai perangkat lunak Network Video Recording (NVR), yang mampu membantu untuk menghemat biaya<br />
operasional perusahaan.</p>
<p>IP Camera Surveillance dan Networking Solutions sangat penting sekali untuk pengawasan usaha. Berbeda dengan CCTV biasa yang jika terjadi perampokan atau pembobolan, maka servernya bisa sekalian dibawa oleh perampok atau pembobolnya, sedangkan IP Camera Surveillance dan Networking Solutions, menggunakan NVR yang dapat disimpan di tempat yang aman, bahkan di tempat yang berbeda dengan lokasi CCTV-nya, sehingga tidak mungkin dibawa perampok.</p>
<p>Untuk membawa industri video surveillance ke era jaringan digital, Edimax mengintegrasikan berbagai keunggulan pada produk network camera seperti fitur HD dan full HD, kecepatan yang lebih baik, serta rasio gambar terbaik yang menghasilkan image lebih jernih dibandingkan kamera analog, meski tidak menggunakan bandwidth atau jaringan infrastruktur yang sempurna.</p>
<p><strong>Apa rencana Edimax di tahun depan? Apa target yang diharapkan?</strong><br />
Kami ingin mendirikan dan mendukung reseller portal jejaring yang baik, yang mampu mendukung stabilitas harga dengan kualitas pelayanan purna jual yang prima. Target kami meraih penetrasi sepenuhnya dalam saluran ritel dan berharap menjadi top 5 merek jaringan di Indonesia.</p>
<p><strong>Selain Indonesia, negara mana yang akan Edimax harapkan di tahun depan?</strong><br />
Saya sendiri memimpin cakupan daerah lain yang meliputi Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, Myanmar dan Kamboja. Saat ini, kami berada di top 3 merek ritel di Taiwan dan Asia Tenggara.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan router terbaru dari Edimax?</strong><br />
Ada dua seri, antara lain BR-6258N: router N150 yang merupakan router terkecil di dunia untuk perangkat mobile. Edimax telah menciptakan solusi jaringan lengkap dan terjangkau dengan BR-6258n ini.</p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/12/Kenneth-Teh-03.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-5673" title="Kenneth Teh 03" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/12/Kenneth-Teh-03.jpg" alt="" width="300" height="450" /></a>Sebagai sebuah access point, router ini unggul di jaringan 802.11n dengan kecepatan downlink dan uplink masingmasing 56Mbps dan 64Mbps. Keunggulan lain dari BR- 6258n diantaranya bentuk yang kecil, bergaya, dan hemat energi. Ia juga menjadi perangkat Wi-Fi 3-in-1 (router nirkabel, Wi-Fi extender dan adaptor nirkabel) yang sempurna, kompatibel dengan 802.11n standar (maksimal 150Mbps data rate) dan dilengkapi dengan tombol Wi-Fi Protected Setup (WPS).</p>
<p>Yang kedua, kami juga tengah merilis router terbaru yakni BR-6675ND tipe N450 yang menjadi router droadbandnirkabel dual band. Perlu dicatat, banyak dari router broadband kami yang segera hadir dengan fitur-fitur baru seperti iQsetup untuk pengaturan CDless, setup koneksi internet dan keamanan nirkabel dalam tiga langkah. Juga ada fitur iQos.</p>
<p><strong>Apa itu iQ Setup?</strong><br />
iQ Setup memungkinkan pengguna untuk mengatur router Edimax dengan iPhone atau komputer secara cepat dan mudah. Dengan pengaturan iQ, sebagian besar proses setup dilakukan secara otomatis. Pengguna tidak perlu melakukan dan tidak diperlukan CD instalasi. iQ Setup dapat diimplementasikan mulai kuartal-4 2011 pada router Edimax BR-6228nS, BR-6228nC, BR-6258n, dan BR-6428nS. iQ Setup dirancang dengan teknologi cerdas yang mampu mendeteksi jenis koneksi Internet Anda secara otomatis dan menyelesaikan sebagian besar konfigurasi untuk Anda.</p>
<p>Setelah sambungan kabel yang diperlukan selesai, hal yang perlu Anda lakukan adalah membuka iPhone, iPad, iPod atau web browser komputer, kemudian iQ Setup akan mulai mendeteksi jenis koneksi Internet Anda secara otomatis. Tidak perlu melakukan log in atau konfigurasi router dengan alamat IP dan tidak diperlukan CD instalasi. iQ Setup akan menentukan apakah jenis koneksi Anda adalah IP dinamis, PPPoE atau yang lainnya, dan meminta informasi lainnya bila diperlukan. iQ Setup akan menyelesaikan proses setup dan membantu Anda membangun jaringan Wi-Fi yang aman. Dengan Edimax iQ, semua bagian yang paling penting dalam mendirikan sebuah router dapat dilakukan dengan cepat, mudah, dan secara otomatis.</p>
<p><strong>Bisa dijelaskan kondisi ekonomi di Taiwan, terkait dukungan pemerintah bagi perusahaan Taiwan untuk berkembang secara global?</strong><br />
Taiwan terus bermigrasi ke arah negara maju dengan tingkat pertumbuhan PDB 4% pertahun, ini sangat luar biasa. Dengan hampir 30 tahun pengalaman di industri manufakturi TI dan inovasi, pemerintah Taiwan telah menjalankan program “Taiwan Excellence Awards” selama lebih dari 20 tahun serta Taiwan Trade Centre di seluruh dunia untuk mendukung branding Taiwan yang berbasis perusahaan TI agar mampu berkembang secara global.</p>
<p>Selain itu, pemerintah Taiwan terus bekerjasama untuk bertemu dengan industri TI dengan mensponsori beasiswa universitas. Ini adalah momentum yang terus berkelanjutan untuk mendukung perusahaan Taiwan mau berkembang secara global.</p>
<p><strong>Apa keuntungan bagi Edimax sebagai anggota Taiwan External Trade Development Council (TAITRA)?</strong><br />
Banyak sekali keuntungan yang bisa kami peroleh, diantaranya dapat mempromosikan produk Edimax di seluruh Indonesia. Edimax juga telah memenangkan sejumlah penghargaan, antara lain kami telah merancang router terkecil di dunia.</p>
<p>Selain itu, kami telah mempromosikan server, proyektor dan serangkaian produk rumahan lainnya ke banyak negara. Berkat kerjasama dengan TAITRA, kini Edimax memiliki banyak mitra bisnis di Indonesia, yang kami harapkan dapat terus meningkat dan saling menguntungkan bagi kedua negara.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=5670&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2011/12/13/south-east-asia-managing-director-edimax-kenneth-teh-edimax-berikan-layanan-tepat-waktu.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MATT BENNETT, Hemat Bandwidth Dengan Teknologi Caching</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2011/12/09/matt-bennett-hemat-bandwidth-dengan-teknologi-caching.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2011/12/09/matt-bennett-hemat-bandwidth-dengan-teknologi-caching.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 09:38:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=5652</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/12/matt2.jpg"></a>Jumlah pengguna internet di tanah air semakin meningkat. Hal ini mempengaruhi permintaan akan peningkatkan kinerja dan kapasitas bandwidth untuk memudahkan pengguna mengakses berbagai konten yang diinginkan.</p>
<p>Sayangnya, masih mahalnya harga bandwidth dan kurang bagusnya infrastruktur menjadi kendala dalam memenuhi kebutuhan &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/12/matt2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-5653" title="matt2" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/12/matt2.jpg" alt="" width="300" height="333" /></a>Jumlah pengguna internet di tanah air semakin meningkat. Hal ini mempengaruhi permintaan akan peningkatkan kinerja dan kapasitas bandwidth untuk memudahkan pengguna mengakses berbagai konten yang diinginkan.</p>
<p>Sayangnya, masih mahalnya harga bandwidth dan kurang bagusnya infrastruktur menjadi kendala dalam memenuhi kebutuhan akses internet tersebut. Beruntung, setiap persoalan ada jalan keluarnya. Berbagai perusahaan penyedia layanan atau service provider internet telah memberikan solusi yang terbaik kepada pelanggannya.</p>
<p>Dalam memenuhi kebutuhan bandwidth yang murah dengan akses cepat, belum lama ini dalam kunjungannya ke Jakarta, Vice President, Cares Sales, Asia Pacific &amp; Middle East, Blue Coat, <strong>Matt Bennett</strong>, memperkenalkan teknologi Caching yang mampu menekan harga bandwidth sekaligus mempercepat akses internet.<br />
penggunaan bandwith dengan teknologi Caching &#8220;Blue Coat CacheFlow Appliance 5000 Series&#8221; yang merupakan solusi baru untuk bisnis perusahaan penyedia layanan internet dengan meyiasati penggunaan bandwith dgn teknologi Caching,” ucap Bennet yang telah tergabung di Blue Coat sejak 2003.</p>
<p>Apalagi lulusan Cardiff University ini melihat, penggunaan internet saat ini telah menuju era web 2.0, serta meningkatnya aktivitas mendownload data berukuran besar dan video-video yang memberikan tantangan bagi semua perusahaan penyedia layanan internet untuk memberikan jaringan terbaiknya.</p>
<p>“Bila penyedia layanan mampu memberikan perbedaan harga yang lebih kompetitif dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan lainnya, tentunya ini akan menambah minat pengguna layanan tersebut,” tambahnya.</p>
<p>Blue Coat merupakan Perusahaan TI global dari Sunnyvale, California, yang berdiri sejak sepuluh tahun lalu. Saat ini sudah melayani 15,000 customer global yang diantaranya adalah perusahaan-perusahaan dalam list Fortune Global 500 seperti Alcatel Lucent, TNT dan service provider lain diseluruh dunia, seperti Nebula Solutions Group, Twin Valley Telephone, Telecom New Zealand serta perusahaan-perusahaan dari beragam industri seperti ACE Insurance, Makro, Tenneco,  Texas Children Hospital, Thomson Reuters, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Berikut petikan wawancara Biskom dengan Matt Bannett di sela kunjungannya ke Jakarta.</p>
<p><strong>Apa keunggulan dari teknologi CacheFlow?</strong><br />
Blue Coat CacheFlow adalah kinerja tinggi dari solusi web caching yang dirancang untuk membantu penyedia layanan menghemat bandwidth secara signifikan dan mempercepat pengiriman konten sepert Web 2.0, termasuk video. CacheFlow dan  memberikan kemudahan untuk mendukung lebih banyak pengguna dan volume lalu lintas yang lebih besar dari waktu ke waktu.</p>
<p>Selain itu juga tersedia built-in tools untuk pelaporan lalu lintas web dan penyaringan untuk melindungi pengguna. Dengan CacheFlow,  Anda tidak harus membeli bandwidth yang mahal untuk memenuhi tujuan kinerja. Menggunakan CacheFlow, Anda dapat secara dramatis mengurangi biaya infrastruktur dan memberikan pengalaman web yang lebih responsif.</p>
<p><strong>Bagaimana CacheFlow ini mampu menekan bandwidth tetapi bisa meningkatkan akses lebih cepat lagi?</strong><br />
Banyak konten internet popular host-nya berada di Amerika maupun Eropa seperti video-video yang membutuhkan bandwith cukup besar. Tidak hanya satu orang saja tetapi banyak orang yang akan melihat video tersebut, tentunya ini akan memperlambat akses internet.</p>
<p>Biasanya perusahaan Telko atau service provider menyambungkan link ke negara-negara luar tersebut melalui kabel laut atau satelit. Nah, dengan solusi Blue Coat ini bisa di-recall, jadi kalau ada teman-teman lain akan mengakses video tidak perlu lagi jauh-jauh ke link yang ada di luar karena di lokal sudah ada kontennya dan aksesnya akan lebih cepat. Jadi lebih cepat dan menghemat bandwidth dan kontennya sendiri kalau ada perubahan langsung otomatis update di lokal cache-nya.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan security-nya?</strong><br />
Kami melihat, potensi virus yang masuk itu tidak hanya dari webpage seperti malware ataupun spam. Jadi tidak cukup kalau proteksinya itu hanya dari anti virus di desktop saja. Kami melakukannya proteksi itu dari gateway yang mampu mendeteksi web yang berbahaya, seperti sekarang ini modelnya ada email yang dikirim masuk ke email kita dengan mengundang masuk kesuatu social network tertentu.</p>
<p>Kita harus mengklik URL itu untuk melihat link yang ditampilkan, saat diklik maka virusnya akan masuk dari sana. Blue Coat sangat mengerti internet, bahwa tiap hari itu kami menganalisa milyaran URL baru, jadi kami tahu persis ERL itu beneran atau tidak. Ini akan menghalangi kita dari terkena virus karena terproteksi terlebih dahulu.</p>
<p><strong>Di Indonesia untuk layanan ini Blue Coat sudah melakukan kerjasama dengan siapa saja?</strong><br />
Saat ini kami sedang melakukan kerjasama dengan beberapa perusahan, tetapi belum bisa disebutkan karena masih dalam proses. Kami melihat, sebetulnya Indonesia mempunyai persoalan yang sama dengan negara lainnya.</p>
<p>Seperti  New Zealand Telecom salah satu klien kami yang banyak mengakses konten dari Amerika dan Eropa, sebelumnya merupakan provider terterjelek di negaranya, tetapi setelah mengimplementasikan teknologi dari Blue Coat bisa menjadi provider nomor satu. Kami juga menginginkan hal ini terjadi di Indonesia.</p>
<p><strong>Apa yang membuat Anda yakin teknologi ini akan bermanfaat di Indonesia?</strong><br />
Salah satu alasannya adalah mengenai komponen bahwa Indonesia sejak Bapak <strong>Tifatul Sembiring</strong> menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika, mereka menerbitkan sekitar 4 juta link yang perlu diblok. Pemblokiran ini tentunya dilakukan di sisi service provider-nya, untuk melakukan itu sebetulnya solusi ini ada di belakangnya.</p>
<p>Dan lagi-lagi dari sisi provider sendiri mereka harus beli bandwidth ke internasional. Dengan adanya solusi Cache ini banyak orang yang mengakses tidak perlu langsung ke internasional tetapi ke box lokal yang secara otomatis juga akan terfilter link yang tidak diingkan dan itu bisa mempercepat dan menghemat biaya dan bandwidth</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=5652&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2011/12/09/matt-bennett-hemat-bandwidth-dengan-teknologi-caching.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Managing Director Dell South Asia dan Korea, NG TIAN BENG: Dell Siap Penuhi Kebutuhan Pelanggan</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2011/10/15/managing-director-dell-south-asia-dan-korea-ng-tian-beng-dell-siap-penuhi-kebutuhan-pelanggan.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2011/10/15/managing-director-dell-south-asia-dan-korea-ng-tian-beng-dell-siap-penuhi-kebutuhan-pelanggan.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 23:50:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=5564</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/10/Ng-Tian-Beng-01.jpg"></a>Dell dikenal sebagai sebuah perusahaan berbasis di Round Rock, Texas, Amerika Serikat yang memproduksi dan memasarkan perangkat keras komputer. Sebagian produksi Dell adalah personal computer (PC), namun dalam perkembangannya Dell juga menjual server, alat penyimpanan data, switch jaringan, dan kluster &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/10/Ng-Tian-Beng-01.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-5565" title="Ng Tian Beng 01" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/10/Ng-Tian-Beng-01-300x207.jpg" alt="" width="300" height="207" /></a>Dell dikenal sebagai sebuah perusahaan berbasis di Round Rock, Texas, Amerika Serikat yang memproduksi dan memasarkan perangkat keras komputer. Sebagian produksi Dell adalah personal computer (PC), namun dalam perkembangannya Dell juga menjual server, alat penyimpanan data, switch jaringan, dan kluster komputer untuk perusahaan bahkan terus merambah ke pasar notebook.</p>
<p>DI Indonesia, Dell menyiapkan solusi dan layanan untuk memudahkan pelanggan mendapatkan berbagai informasi mengenai produknya, seperti soal harga, dealer, service center dan informasi lainnya. Untuk lebih memanjakan pelanggannya di Indonesia, dibukalah Dell Experience Zone di Mangga Dua Mall, Jakarta.</p>
<p>Dibangunnya showroom ini merupakan kelanjutan dari layanan Onsite Home Support and Service di 222 kota yang siap melayani pengguna Indonesia di rumah, apartemen hingga kos-kosan. “Kedua layanan baru ini menandai fokus serta investasi Dell yang secara berkesinambungan di Indonesia,” ungkap Managing Director Dell South Asia dan Korea, <strong>Ng Tian Beng</strong> kepada BISKOM, di sela peresmian Dell Experience Zone, akhir September lalu.</p>
<p>Menurut Tian Beng, Dell terus berupaya berdedikasi untuk menyediakan pengalaman serta value bagi pelanggannya di belahan dunia mana pun di mana Dell beroperasi. “Peluncuran Dell Experience Zone ini membuktikan komitmen Dell untuk melayani dan merangkul konsumen di Indonesia lebih baik lagi,” ucap Beng. Ia menjelaskan, showroom ini juga akan membuat konsumen lebih mudah mencoba dan merasakan produk Dell terbaru, serta memahami solusi teknologi yang ditawarkannya dengan memfasilitasi interaksi langsung, dan marketing yang profesional akan menerangkan informasi terkini.</p>
<p>Beng berharap dengan memberikan layanan terbaru, masyarakat akan lebih melek terhadap produk-produk dari Dell. “Semakin mereka mengenal produk Dell, maka akan makin dekat hubungan kami dengan pelanggan,” ujar lulusan University of Western Australia ini.</p>
<p>Selama lebih dari tiga dekade, Dell telah memfokuskan diri kepada para konsumennya dan membantu mengarahkan mereka di tengah dunia teknologi yang terus berevolusi. “Dell senantiasa mempertahankan tradisi itu dan menyajikan solusi teknologi yang berkinerja lebih baik untuk para pelanggannya,” tandas Beng.Berikut kutipan wawancara BISKOM dengannya.</p>
<p><strong>Dell tak hanya fokus pada satu bisnis saja tapi banyak ceruk bisnis lain yang dirambah, mulai dari notebook, tablet, smartphone, dan layanan Cloud berbasis data center. Di antara semua itu, produk apa yang lebih difokuskan oleh Dell di Indonesia untuk tahun ini?</strong><br />
Semua produk Dell kami anggap penting. Dell difokuskan untuk memberikan solusi end-to-end, mulai dari perangkat untuk end-user, data center hingga Cloud Computing dan membantu pelanggan menavigasi lingkungan teknologi informasi (TI) yang selalu berubah. Kami berinvestasi dan berinovasi untuk membantu pelanggan melakukan banyak hal dengan investasi TI mereka.</p>
<p><strong>Berapa pendapatan Dell tahun lalu, dan apa yang akan menjadi target di tahun mendatang di Indonesia?</strong><br />
Kami tidak bisa menyebutkan pendapatan berdasarkan hitungan per negara. Kami sebut saja pendapatan untuk Asia Pasifik dan Jepang sudah meningkat 17% pada kuartal tahun lalu dan tahun ini ditargetkan bisa mencapai US$ 3,2 miliar.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/10/Ng-Tian-Beng-02.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-5566" title="Ng Tian Beng 02" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/10/Ng-Tian-Beng-02.jpg" alt="" width="300" height="450" /></a>Di antara banyaknya segmen bisnis Dell, apakah Dell sudah menargetkan posisi atau pangsa pasar Dell ke depannya?</strong><br />
Tentu saja kami berharap dapat menjadi yang pertama di semua segmen bisnis kami. Saat ini kami sudah nomor satu di server x86 untuk small medium business (SMB) dan penyimpanan (iSCSI) di APJ dan World Wide (IDC Q211). Kemudian nomor satu pula sebagai penyedia layanan kesehatan berbasis TI di seluruh dunia. Selain itu kami menjadi salah satu top vendor untuk client computing di beberapa pasar Asia seperti India dan komersial client computing di Malaysia.</p>
<p><strong>Apa jenis notebook terbaru dari Dell yang baru saja diluncurkan, dan apa keunggulan produk ini?</strong><br />
Ada XPS 15z yang tipis dan tangguh. Produk ini merupakan notebook tertipis saat ini dalam kategori 15 inci PC notebook. Ada Inspiron R+SWITCH (interchangeable lids) yang terlihat lebih membanggakan, cepat, dan bergaya dengan desain cover yang inovatif.</p>
<p>Semua tipe notebook itu juga dirancang untuk memperpanjang waktu hidup baterai, juga dilengkapi dengan Stage berupa perangkat lunak untuk akses lebih cepat dan mudah ke konten yang apapun yang digemari pelanggan.</p>
<p><strong>Apa visi Dell untuk pasar notebook di Indonesia? Apa yang dilakukan untuk mencapainya?</strong><br />
Menjadi produk line-up terkuat dalam sejarah korporat dan terus menjadi lebih baik dengan pendekatan produk yang tipis dan kuat dimulai dari deretan produk di seluruh portfolio kami. Untuk mencapai itu, kami selalu mendengarkan dan menanggapi keluhan dan kebutuhan pelanggan melalui inovasi yang berkelanjutan dan perbaikan dari pengalaman pelanggan, dengan menggunakan wawasan yang diperoleh lebih dari 3,5 juta percakapan perhari dengan pelanggan di seluruh dunia.</p>
<p>Kami juga fokus pada segmen Gen-Y dengan melakukan program pemasaran yang intensif berupa penunjukan boyband SM*SH sebagai ikon untuk jajaran Inspiron R. Kami juga memberikan layanan rolling-out onsite (home) services di 222 kota di Indonesia serta peluncuran Dell Experience Zone.</p>
<p><strong>Dell baru saja memasuki pasar smartphone di Indonesia, yang berarti sebagai pendatang baru yang harus bersaing dengan pemain lama. Apa strategi yang diambil oleh Dell?</strong><br />
Tidak diragukan lagi, perubahan besar sedang merambah di perangkat end-user dan akan banyak perangkat seperti smartphone masuk ke jaringan korporasi dengan bentuk profil dan jumlah perangkat yang memiliki perbedaan pada footprints dan model penggunaannya. Jadi di mana saja, kapan saja akses ke data dari perangkat apa pun sudah menjadi norma baru di dunia TI.</p>
<p>Dell memahami hal ini dan melakukan investasi besarbesaran untuk ini, karena bukan hanya perangkat seperti smartphone, tablet, maupun notebook saja, tetapi dalam sistem peralatan manajemen, virtualisasi desktop, dan lainnya termasuk teknologi yang dibutuhkan untuk menjadi lebih dikenal lagi. Caranya yakni dengan memanfaatkan kekuatan jaringan yang kami miliki, baik dari segmen enterprise maupun konsumen.</p>
<p><strong>Segmen pasar mana yang ditargetkan dari smartphone Dell terbaru? Apa keunggulan dari Dell smartphone dibandingkan dengan merek lain?</strong><br />
Smartphone ini memberikan yang terbaik dalam pengalaman entertainment dan konektivitas yang mobile. Tentunya dibuat semenarik mungkin bagi semua segmen konsumen dan pelaku bisnis. Keunggulannya, ini merupakan perangkat konsumen dengan fitur bisnis dan fungsionalitas. Meliputi curved Corning Gorilla Glass, Android 2.2, kamera 8,1 megapiksel, layar 4.1-inci, 1 GHz prosesor Snapdragon. Fitur bisnis termasuk dukungan untuk ActiveSync dan Quickoffice. Juga fitur teks Swype metode input yang inovatif dan perangkat lunak STAGE.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/10/Ng-Tian-Beng-03.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-5567" title="Ng Tian Beng 03" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/10/Ng-Tian-Beng-03.jpg" alt="" width="300" height="414" /></a>Bagaimana respon pasar terhadap tablet Dell Streak yang baru saja diluncurkan? Lantas tablet jenis apa lagi yang akan diluncurkan ke depan?</strong><br />
Respon pasar terhadap Dell Streak 5-inch tablet sangat positif. Pada Juli 2011, kami juga meluncurkan smartphone Venue Dell untuk pasar Indonesia, dengan kamera 8 megapiksel. Ke depannya, tentu kami akan selalu berinovasi dengan produk-produk terdepan.</p>
<p><strong>Bagaimana pasar tablet akhir-akhir ini? Apakah akan ada perangkat lain yang dapat menggantikan tablet? Apakah tablet ini mampu menggantikan komputer?</strong><br />
Tablet dan smartphone akan berkembang pesat dan akan terus meledak di tahun-tahun mendatang. Dalam lima tahun ke depan IDC telah memprediksi tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 54% di Asia-Pasifik untuk 21 juta unit tablet pada 2015. Pastinya akan selalu ada perangkat baru yang diperkenalkan di pasar. Sementara untuk PC, kami pikir akan selalu ada kebutuhan untuk PC, dan perangkat seperti tablet hanya akan melengkapi PC terutama dalam hal konten dan kebutuhan konektivitas, dan bukan artinya bisa mengganti PC.</p>
<p><strong>Saat ini Dell memasuki pasar Cloud Computing. Apa persiapan Dell sejauh ini?</strong><br />
Cloud terus menjadi andalan dari agenda CIO Asia. Tentunya pengguna terus mencari cara untuk lebih efektif mengelola sistem TI mereka dalam mengoptimalkan lingkungan bisnis mereka. Pelanggan melakukan Cloud untuk mempercepat pengembalian investasi TI mereka serta meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas. Dalam hal ini, Dell melakukan pendekatan dengan merancang solusi bisnis baru ini agar dapat membantu pelanggan mencapai hasil yang diinginkan, tanpa mengganggu operasional yang sudah ada.</p>
<p>Untuk saat ini dan di masa depan, Dell Cloud akan membantu pelanggan membangun dan mengoperasikan infrastruktur awan, mengembangkan dan mengintegrasikan aplikasi dalam mengkonsumsi dan menyampaikan konten kapan saja, di mana saja dan pada perangkat apa pun.</p>
<p>Komputasi awan Dell juga akan membantu UKM untuk bisa bersaing di tingkat yang lebih atas. Misalnya, UKM sekarang memiliki akses ke analisis bisnis, media sosial dan demand generation tools yang hanya tersedia bagi perusahaan besar, karena biaya dan kompleksitas kebutuhannya. Nah, sekarang UKM juga bisa melakukannya, disesuaikan segmentasi pelanggan dan produk dengan investasi lebih efektif dan terjangkau. Ini merupakan fokus solusi Awan terbaru kami di small medium business. Komputasi Awan Dell saat ini baru tersedia di Amerika Serikat dan di seluruh dunia mulai tahun depan.</p>
<p><strong>Bagaimana kebutuhan Cloud di Indonesia dan kesiapan pasar domestik?</strong><br />
Menurut Cloud Business Review, Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan TI tercepat di dunia untuk komputasi awan. Hal ini disebabkan fakta bahwa Indonesia sebenarnya adalah salah satu top 20 dunia dalam jumlah pengguna internet, masuk peringkat 11 dengan hampir 40 juta pengguna internet pada bulan Juni 2011.</p>
<p>Namun hal itu menunjukkan penetrasi internet baru hanya 16% dari total populasi penduduk Indonesia, yang berarti ada ruang besar untuk pertumbuhan lebih lanjut, meski infrastruktur TI dianggap masih minim. Berdasar penelitian komputasi Awan, di Indonesia akan tumbuh secara signifikan dalam waktu 12 sampai 18 bulan. Dalam penelitian itu 50% responden mengaku menggunakan solusi TI berbasis Awan dan 46% lainnya menyatakan akan memprioritaskan komputasi Awan dalam anggaran TI mereka.</p>
<p><strong>Dell juga dikabarkan siap menyambut teknologi WiMax atau 4G. Kapan WiMax Dell menjadi layanan massal di Indonesia?</strong><br />
Notebook Dell datang dengan konektivitas WiMax secara opsional bagi negara-negara yang sudah menggelar teknologi itu. Kami pun telah siap memperkenalkan 4G mobile broadband di perangkat komputasi di setiap negara di mana jaringan 4G sudah tersedia, seperti di Amerika Serikat. Jadi jelas, kami memiliki keahlian dalam membangun solusi untuk teknologi ini, dan telah siap mengirim teknologi ini ke berbagai -negara di mana ketika suatu saat ada permintaan.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/10/Ng-Tian-Beng-Soegiharto-Santoso-Andreas-Diantoro-Rico-Halim.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-5568" title="Ng Tian Beng Soegiharto Santoso Andreas Diantoro Rico Halim" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/10/Ng-Tian-Beng-Soegiharto-Santoso-Andreas-Diantoro-Rico-Halim-300x228.jpg" alt="" width="300" height="228" /></a>Apa peran Dell di pasar WiMax?</strong><br />
Kami membangun perangkat yang kompatibel dengan jaringan telekomunikasi di berbagai pasar di mana layanan ini tersedia. Kami tidak mengembangkan teknologi itu sendiri, kami mengembangkan produk yang memungkinkan orang untuk menggunakan dan mendapatkan manfaat dari teknologi itu.</p>
<p><strong>Perangkat Dell yang telah mendukung WiMax, apakah sudah dipasarkan di Indonesia?</strong><br />
Saat ini WiMax telah tersedia di notebook atau perangkat lain yang tersedia, tapi hanya sebagai fitur opsional saja di pasar Indonesia juga.</p>
<p><strong>Apa pendapat Anda tentang dukungan pemerintah Indonesia untuk iklim bisnis TI di Indonesia?</strong><br />
Iklim bisnis TI di Indonesia sangat menjanjikan dan pemerintahannya sangat mendukung dengan terus mendorong pembangunan infrastruktur TI lebih baik lagi sehingga mampu menimbulkan reaksi positif terhadap iklim bisnis Indonesia.</p>
<p>Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) sendiri telah memberikan data pertumbuhan komputer yang menunjukan bagaimana orang Indonesia sangat peduli untuk menghabiskan banyak investasi TI demi mendukung rutinitas sehari-hari maupun sebagai gaya hidup mereka. Dengan demikian kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai pasar yang menguntungkan bagi vendor, apalagi peran pemerintah ikut mendukung pertumbuhan tersebut.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=5564&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2011/10/15/managing-director-dell-south-asia-dan-korea-ng-tian-beng-dell-siap-penuhi-kebutuhan-pelanggan.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Andrew Darwis: Potensi Bisnis Online Bergairah</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2011/09/12/andrew-darwis-potensi-bisnis-online-bergairah.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2011/09/12/andrew-darwis-potensi-bisnis-online-bergairah.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 11:05:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=5418</guid>
		<description><![CDATA[<p>Bagi mereka yang punya account di KasKus,  nama <strong>Andrew Darwis</strong> tentu tak asing lagi. Di tangannya, KasKus yang awalnya dirikan hanya karena tugas kuliah,  kini telah menjadi komunitas online terbesar di Indonesia. Andrew, tak ayal adalah inspirator muda bagi para &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-5419" title="Andrew Darwis 01" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/09/Andrew-Darwis-01-300x231.jpg" alt="Andrew Darwis 01" width="300" height="231" />Bagi mereka yang punya account di KasKus,  nama <strong>Andrew Darwis</strong> tentu tak asing lagi. Di tangannya, KasKus yang awalnya dirikan hanya karena tugas kuliah,  kini telah menjadi komunitas online terbesar di Indonesia. Andrew, tak ayal adalah inspirator muda bagi para pebisnis digital.</p>
<p>Sesuai perkembangannya, KasKus yang memiliki slogan The Largest Indonesian Community, berevolusi dari portal berita, dan forum  komunitas, lalu  berubah menjadi forum jual-beli, dan kini menjadi situs e-commerce.</p>
<p>Menurut Pendiri KasKus, Andrew  Darwis, “Kaskus sudah memenuhi syarat sebagai sebuah pasar yang ideal. Para pembeli, penjual, barang, jalur distribusi, dan uang bertemu di Kaskus,”  jelas pria kelahiran, 20 Juli 1979 ini.</p>
<p>KasKus memang fenomenal. Andrew, anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan <strong>Antonius Darwis</strong> dan <strong>Nancy Amidjoyo</strong> ini  mengaku  tidak mempunyai mimpi bisa menciptakan KasKus hingga seperti sekarang.</p>
<p>KasKus dari awal hanyalah sebuah tugas kuliah yang dibangun Andrew bersama sahabatnya semasa kuliah di Art Institute of Seattle, Amerika Serikat, <strong>Ronald Stephanus</strong> dan <strong>Budi Dharmawan</strong>. Dibangun pada 6 November 2000, di era awal kehadiran KasKus, kurang lebih hanya 15 – 20 anggota yang bergabung. Saat itu biaya sewa hosting pun hanya sebesar US$.8 per bulan. Namun selama dua tahun menjalankan forum ini, tampaknya belum menampakkan keuntungan secara bisnis, bahkan tidak ada iklan yang masuk. Akhirnya kedua temannya hengkang, sedangkan Andrew bertahan untuk melanjutkan sendiri forum yang telah dirintisnya.</p>
<p>Pertengahan tahun 2008, Andrew pulang ke Indonesia dan serius membesarkan KasKus. Bersama dua teman lain bernama <strong>Ken Dean Lawadinata</strong> dan <strong>Danny Wirianto</strong>, akhirnya mereka menjadi tiga orang penting dibalik KasKus di bawah bendera PT. Data Media Indonesia.  Andrew tetap sebagai Admin dan berkonsentrasi pada pengembangan KasKus, Ken sebagai CEO Kaskus yang bertanggung jawab pada manajemen perusahaan, sedangkan Danny bertanggung jawab sebagai Chief Marketing Officer (CMO).</p>
<p>Nyatanya, kerja keras berbuah manis. Memiliki member tak kurang dari 3,2 juta, kini KasKus merupakan situs lokal nomor satu di Indonesia.</p>
<p>Andrew berharap KasKus bisa menjadi kepanjangan tangan ekonomi karena membuat promosi dan distribusi produk menjadi merata di seluruh wilayah Indonesia. “Meski tidak ada pertemuan langsung antara pembeli dan penjual, berdagang di internet tetaplah bisnis yang nyata. Uangnya ada, peraturan dari pengelola pasar ada, dan yang penting adalah barangnya juga nyata,” tambah  peraih penghargaan Marketeers Award: Greatest Brand of the Decade pada 2010 ini.</p>
<p>Ia juga meyakini, forum komunitas akan menjadi ladang emas untuk pengembangan bisnis di internet di masa mendatang. Berikut petikan wawancara BISKOM dengan Andrew Darwis, akhir Agustus lalu.</p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-5421" title="Andrew Darwis 04" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/09/Andrew-Darwis-04.jpg" alt="Andrew Darwis 04" width="300" height="450" />Mohon diceritakan mengenai KasKus, darimana ide pemberian nama KasKus dan apa yang bisa kita lakukan dengan KasKus?</strong><br />
KasKus adalah kependekan dari Kasak-Kusuk atau bermakna bergosip, yang sejak awal telah diniatkan sebagai forum yang membebaskan semua anggota untuk berekspresi. Diawal berdirinya Kaskus, terdapat Forum BB17 singkatan dari Buka-Bukaan 17 untuk konten dewasa dan Forum Fight Club yang bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras, Antar-golongan) merupakan kanal-kanal favorit warga KasKus yang biasa disebut KasKuser.</p>
<p>Sejak Agustus tahun lalu, Kaskus telah mengalami evolusi, sejalan dengan pemberlakuan Undang-undang Internet dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tahun 2008. Yang namanya Forum BB17 dimatikan dan Fight Club dirubah menjadi Debate Club dengan aturan yang lebih ketat dan tidak boleh menyinggung SARA.</p>
<p>Kanal-kanal yang lebih didominasi oleh laki-laki juga dihilangkan untuk menarik minat perempuan untuk bergabung. Dan KasKus sendiri tidak keberatan untuk menambah kanal kelompok lain yang masih satu nuansa. Sebuah kanal atau sub forum biasanya digawangi oleh moderator dimana pemilihan moderator umumnya dilakukan secara polling sesama anggota sub forum. Moderatorlah yang memiliki hak, kapan seseorang KasKuser bisa diusir dari forum. Dan bila sudah diusir dari sebuah sub forum, seorang KasKuser harus membuat account baru dan memulai dari awal lagi sebagai newbie.</p>
<p>Tingkatan seorang KasKuser pun juga berbeda. Saat seseorang baru bergabung menjadi KasKuser ia digelari newbie. Jika sudah memenuhi target posting tertentu, kastanya akan naik menjadi KaskKuser dan kemudian naik terus menjadi KasKus Holic, KasKus Addict, KasKus Maniak, KasKus Gaek, KasKus Freak hingga Made in KasKus.</p>
<p>Jadi bila seseorang memang berniat serius untuk eksis di forum, mereka harus mengikuti aturan main yang ada. Setiap anggotapun dapat memberi reputasi kepada anggota lain. Jika seseorang sudah memenuhi target 1000 posting, biasanya disebut mengejar ISO 2000, ia dapat memberikan kredit reputasi kepada anggota lain. Reputasi buruk disimbolkan sebagai bata merah, semakin banyak akan semakin buruk reputasi orang tersebut. Sementara untuk reputaasi baik dibahasakan dengan ‘ijo-ijo’, istilahnya minta ‘cendol’.</p>
<p>KasKus juga menyediakan tempat berjualan dan mencari nafkah bagi anggotanya, yaitu Forum Jual Beli (FJB) yaitu sarana murah meriah bagi KasKuser untuk berjualan. Jualan di FJB diistilahkan dengan buka lapak.<br />
<strong><br />
Kemajuan dan pencapaian seperti apa yang telah diraih KasKus dari tahun ke tahun? Berapa anggota KasKus saat ini? </strong><br />
Kami melihat kemajuan dan pencapaian KasKus tidak hanya dari jumlah member tetapi sejauh mana KasKus bisa bermanfaat bagi usernya. Salah satunya adalah kisah sukses beberapa KasKuser yang menjual produk mereka di FJB. Jumlah member KasKus hingga saat ini 3.272.479, &#8211; mungkin angka ini tidak mempresentasikan jumlah anggota yang sebenarnya karena ada yang account-nya yang sudah mati atau bahkan satu orang memiliki puluhan account.</p>
<p>Ada juga yang bukan anggota KasKus tetapi rajin membaca thread di KasKus. Tercatat mencapai 9,2 juta IP address yang masuk ke KasKus. KasKus mulai berkembang sejak tahun 2004 di saat kami  melakukan pembelian sebuah server seharga US$ 2000 melalui tawaran dari kartu kredit. Hingga sekarang, KasKus memiliki 98 hingga 250 server di tahun ini dan memiliki tim dengan 40-100 karyawan serta 200 moderator.<br />
<strong><br />
Manfaat apakah yang ingin disediakan KasKus untuk para anggota?</strong><br />
Manfaat secara menambah pengetahuan KasKuser dengan thread-thread berkualitas, menjadikan KasKus sebagai tempat untuk mengeluarkan gagasan dan ide, serta tempat untuk beropini atau mengeluarkan pendapat.</p>
<p>Kami juga mengajak KasKuser untuk terus kreatif lewat berbagai forum yang ada.  Banyaknya kategori/sub-forum yang ada di KasKus memfasilitasi para pengguna yang memang ingin berbagi di bidang yang paling diminatinya,  hal ini juga menjadi fokus saya. Kategori-kategori yang ada terus bertambah supaya lebih terspesialisasi lagi dengan orang-orang yang ahli di tiap kategori tersebut.</p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-5422" title="Andrew Darwis 03" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/09/Andrew-Darwis-03.jpg" alt="Andrew Darwis 03" width="300" height="450" />Jika boleh tahu, berapakah pendapatan KasKus? </strong><br />
Maaf, kami tidak dapat memberitahukan hal ini.  Pastinya,  KasKus tidak berorientasi pada profit semata,  karena kenyamanan user  tetap dinomor satukan. Ketika para penggunanya bisa berbagi hal apa saja di KasKus, saling membantu para KasKuser lainnya, itulah sebenarnya tujuan kami. Iklan dan profit  yang ada selama ini terlebih hanya untuk membiarkan KasKus tetap hidup,. Sekali lagi, profit bukan menjadi fokus utama. Tanpa user, KasKus bukanlah apa-apa,dan  tanpa user KasKus tidaklah mungkin sebesar ini.<br />
<strong><br />
Setelah kesuksesan KasKus sekarang, hal apa yang menjadi misi KasKus ke depan?</strong><br />
Masih banyak hal yang bisa dikembangkan KasKus, seperti memperkaya content di website KasKus, memperbanyak online activity, mengembangkan fitur-fitur yang ada di KasKus, melakukan serangkaian program kegiatan offline serta community engagement. Intinya saya ingin mengembangkan lebih banyak lokal konten, sehingga nantinya orang luar negeri lah yang akan membeli konten itu.</p>
<p><strong>Banyak anak muda Indonesia yang membuat situs web, tapi banyak pula yang gagal. Sementara KasKus sendiri malah semakin melambung, apa resep bisnisnya? </strong><br />
Bisa jadi karena tidak sabar, sehingga saat menemui kesulitan sudah menyerah di tengah jalan. Kalau yakin akan sesuatu, harus terus dicoba, dan jangan mudah menyerah. Kesulitan itu harus dianggap sebagai sebuah tantangan.<br />
<strong><br />
Apa tantangan terbesar KasKus untuk mempertahankan posisi atas sebagai situs forum komunitas?</strong><br />
Berusaha untuk selalu bisa memfasilitasi kebutuhan user yang sangat heterogen dan tetap menjadikan forum sebagai sarana yang nyaman untuk saling bertukar pendapat. Tujuan awal KasKus berdiri adalah bukan profit, bahkan kami tetap bertahan walaupun tanpa penghasilan sekalipun, asal user nyaman dan tetap bisa bertahan.</p>
<p>Tujuan ini tidak akan terpengaruh oleh para perusahaan besar yang menawarkan kerjasama dan memberikan keuntungan besar namun memiliki perbedaan visi.  Kami  tetap pada visi awal,  yaitu berorientasi pada user. Orang-orang yang hidup melalui KasKus sangat banyak sekali. Di saat internet sedang booming, orang-orang berbisnis melalui media ini.</p>
<p>KaskKus sebagai penyedia layanan gratis telah memberi kemudahan. Hal ini yang menjadi dasar tujuan saya, jika KasKus konsisten dengan tujuannya,untuk user maka user yang merasa terbantu juga akan memberikan efek-efek positif buat KasKus itu sendiri.</p>
<p><strong>Bagaimana pandangan Anda terhadap kesenjangan digital di Indonesia, dan apakah ini menjadi hambatan tersendiri bagi KasKus? </strong><br />
Ya memang, kesenjangan infrastruktur dalam segi teknologi di Indonesia masih ada, itu juga dikarenakan negara Indonesia yang berbentuk kepulauan, sehingga belum semua merasakan fasilitas internet yang sama. Tetapi sekarang kan trennya sudah bergeser ke mobile, banyak sekali orang di daerah bisa online lewat ponsel, dan KasKus pun bisa diakses lewat mobile melalui <a href="http://m.kaskus.us">http://m.kaskus.us</a></p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-5420" title="Andrew Darwis 02" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/09/Andrew-Darwis-02.jpg" alt="Andrew Darwis 02" width="300" height="450" />Dan bagaimana pendapat Anda mengenai banyaknya komunitas-komunitas teknologi informasi (TI) yang bermunculan? Apa manfaat yang bisa didapat dari komunitas ini bagi perkembangan TI Indonesia? </strong><br />
Tentunya bagus sekali, karena itu juga akan meningkatkan industri digital di Indonesia.<br />
<strong><br />
Di bidang TI manakah, menurut Anda, Indonesia bisa bersaing dan bahkan merajai konsumen dunia suatu saat nanti? Mengapa? </strong><br />
Indonesia dengan jumlah penduduk 245 juta dan sebagai negara dengan penduduk terbanyak di dunia pada peringkat 4, sudah tentu harus bisa menjadi raja konten. Saat ini saja kita merupakan pengguna Facebook nomor 2 terbanyak setelah Amerika, dan dijuluki The Capital of Twitter in Asia. Namun sayang kita masih sebagai konsumen hingga saat ini. Maka dari itu kita harus mengembangkan lokal konten supaya bergeser dari konsumen menjadi produsen konten.<br />
<strong><br />
Terkait regulasi, di sisi manakah dari regulasi Indonesia yang membuat TI Indonesia sulit berkembang?</strong><br />
Regulasi atau peraturan itu sangat penting, karena tanpa peraturan sudah tentu terjadi chaos. Namun sebaliknya, di dunia TI yang sedang berkembang di Indonesia, jangan sampai terhambat oleh regulasi. Dalam membuat regulasi hendaknya harus mengikut sertakan semua elemen dari Pemerintah dan Pelaku TI.</p>
<p>Namun saya percaya pemerintah telah berkomitmen untuk terus meringankan biaya internet dan memasyarakatkan internet hingga daerah-daerah terpencil sekalipun. Ini tentu bersumbangsih besar bagi pertumbuhan skala bisnis dan layanan KasKus.</p>
<p><strong>Apa komentar Anda mengenai kasus dua pemuda yang  ditangkap pihak kepolisian karena  menjual iPad yang tidak resmi di Indonesia melalui Kaskus? </strong><br />
Sepertinya saya tidak bisa berkomentar banyak bila sudah masuk ke ranah hukum, tetapi KasKus sebagai wadah untuk orang melakukan transaksi jual beli sudah memberikan terms of use-nya, Kami pun selalu mengingatkan kepada siapapun yang akan melakukan transaksi online untuk tetap terus berhati-hati.</p>
<p><strong>Lalu bagaimana KasKus menghadapi kasus penipuan dan penyebaran pornografi ataupun kejahatan internet lainnya yang mungkin tersebar melalui KasKus? </strong><br />
Memang diakui, forum jual beli ini ternodai oleh aksi-aksi penipu yang mulai banyak ditemui. Para penipu ini memanfaatkan kelemahan-kelemahan yang ada. Memang tingkat keamanan transaksi melalui forum seperti ini hanya berdasar pada kepercayaan antara buyer  dan seller.</p>
<p>Untuk menanggulangi banyaknya penipuan beberapa KasKuser memberikan alternatif pembayaran melalui Rekening Bersama. Dengan adanya Rekening Bersama, pembayaran hanya dilakukan ketika barang sudah dikirim. Dari pihak KasKus sendiri, para moderator melakukan usaha-usaha pencarian penipu melalui account  rekening bank yang bersangkutan dengan berkoordinasi dengan leader regional forum untuk langsung terjun menangkap penipu tersebut.</p>
<p>Dan bila masih ada member yang melanggar tentu kami memberikan sanksi, kemudian member yang merasa terganggu dengan thread juga bisa melapor ke hansip, dalam istilah KasKus, untuk segera ditindak, Setiap forum juga memiliki moderator yang bertugas mengatur agar forum tetap nyaman.</p>
<p><strong>Apa pendapat Anda tentang akses informasi yang bebas? Apa yang harus kita lakukan agar kebebasan informasi bisa tercapai?</strong><br />
Informasi merupakan suatu hal yang penting dan dibutuhkan, akses menuju informasi yang seluas-luasnya juga diperlukan, hanya saja edukasi terhadap informasi yang bermanfaat itu yang harus diprioritaskan saat ini.<br />
<strong><br />
Apa himbauan Anda terhadap generasi muda yang ingin maju di bidang TI?</strong><br />
Intinya sebagai anak muda harus berani mencoba dan jangan cepat putus asa, karena bidang TI di Indonesia belum sebesar berbisnis di dunia nyata. Artinya, peluang-peluang terus terbuka luas. Dan saya kira, peluang dan potensi di bidang bisnis online akan jauh lebih bergairah hingga jauh kedepan. Tugas kita adalah menciptakan inovasi serta cara marketing terbaru dan semenarik mungkin.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=5418&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2011/09/12/andrew-darwis-potensi-bisnis-online-bergairah.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Soegiharto Santoso: Untuk Apkomindo, Bersama Kita Mampu!</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2011/08/06/soegiharto-santoso-untuk-apkomindo-bersama-kita-mampu.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2011/08/06/soegiharto-santoso-untuk-apkomindo-bersama-kita-mampu.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 19:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=5310</guid>
		<description><![CDATA[<p>Persamaan minat, tujuan, kebutuhan atau pandangan menyebabkan munculnya berbagai komunitas atau asosiasi di dalam masyarakat. Dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi (TIK), nama Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) merupakan asosiasi terbesar dan kerap menjadi barometer perkembangan TIK di dalam negeri.&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-5312" title="Soegiharto Santoso Hoky" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Soegiharto-Santoso-Hoky.jpg" alt="Soegiharto Santoso Hoky" width="300" height="436" />Persamaan minat, tujuan, kebutuhan atau pandangan menyebabkan munculnya berbagai komunitas atau asosiasi di dalam masyarakat. Dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi (TIK), nama Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) merupakan asosiasi terbesar dan kerap menjadi barometer perkembangan TIK di dalam negeri.</p>
<p>Berdiri sejak 1991, Apkomindo telah mengalami beberapa kali pergantian pucuk pimpinan. Tercatat dalam sejarah, Apkomindo pernah memiliki Ketua Umum: <strong>Sony Franslay</strong> (1991-1995, 1995-1999),  Ir. <strong>G. Hidayat Tjokrodjojo</strong> (1999-2002, 2002-2005), Ir. <strong>HenkyantoTjokroadhiguno </strong>(2005-2008), dan <strong>Suhanda Wijaya</strong> (2008-2011).<br />
Di usianya yang ke 20 ini, Apkomindo kembali akan mengadakan Musyawarah Nasional untuk memilih Ketua Umum periode selanjutnya. Diantara bakal calon Ketua Umum yang akan maju pada periode 2011-2014 mendatang adalah Ir. <strong>Soegiharto Santoso</strong>, berduet dengan <strong>Andy Ho</strong> yang mencalonkan diri sebagai Sekertaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Apkomindo.</p>
<p>Soegiharto atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab <strong>Hoky</strong> ini bukanlah sosok baru dalam dunia TIK tanah air. Ia adalah Direktur PT Masterdata Kharisma Mandiri (<a href="http://www.masterdata.co.id">www.masterdata.co.id</a>), perusahaan distribusi untuk beberapa merek komputer dan jaringan, dan juga menjadi Pimpinan Umum di salah satu media TIK. Selain itu, ia menjadi Komisaris PT. Infotech Media Nusantara (<a href="http://www.itmn.co.id">www.itmn.co.id</a>), pengembang produk hardware Briker Box dan software lokal yang telah digunakan oleh sejumlah institusi  dan BUMN. Untuk melebarkan sayap ke skala international, Infotech  sempat beberapa kali unjuk kebolehan di pameran Communicasia Singapura 2009, 2010 dan 2011 serta dalam event Indonesia Thailand Trade Meeting di Jakarta pada Agustus 2011 lalu.</p>
<p>Dianggap sebagai tokoh inspirasional, studio kreatif bernama Main Studio, menggandeng Hoky menjadi role model dan tokoh animasi “Juragan Bakso Bang Hoky”, sekaligus sebagai mentor dalam video dan komik  serta merchandise “Si Hebring” (<a href="http://hebring.telkomspeedy.com">http://hebring.telkomspeedy.com</a>).</p>
<p>Kelahiran Cirebon, 6 Mei 1962 yang lulusan Sarjana Elektro Universitas Kristen Krida Wacana ini juga terlibat aktif dalam beberapa organisasi TIK, termasuk di dalam pengurusan Apkomindo. Hoky sempat menjabat sebagai WaSekJend DPP Apkomindo (1999-2002), Waketum Urusan HAKI dan Pemerintahan Apkomindo (2002-2005), dan KaBid Hubungan Kerjasama Eksternal Organisasi Apkomindo (2005-2008).</p>
<p>Selain itu, Hoky juga menjadi Ketua Computer City–Glodok Plaza (1993-1996), Ketua Ambasador Computer Centre–Mall Ambasador (1999-2002), Ketua Harco RoxySquare Computer Center (HRCC) (2009 sampai saat ini), dan menjabat sebagai Penasihat di Lokasari Digitalife Mall-Lokasari Plaza (2010 sampai saat ini).</p>
<p>Dalam skala nasional, kiprah Hoky tercatat diantaranya menjadi Bendahara FTII (2005-2007), tampil sebagai salah satu Pendiri Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) pada 2008 dan menjadi Bendahara di AOSI hingga saat ini serta tergabung dalam Tim Sosialisasi Internet Sehat dan Aman Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak 2009 sampai saat ini. Sementara dalam skala global, perusahaan yang dipimpin Hoky menjadi Mitra Strategis dari Excellence Brand, Taiwan (www.taiwanexcellence.net).</p>
<p>Mengenai pencalonan dirinya, Hoky berpendapat, “Tak perlu mempunyai kekuasaan untuk melakukan perubahan. Hanya saja diperlukan keberanian untuk tampil menggerakkan dan mengakomodir aspirasi anggota asosiasi.”</p>
<p>Akhir Juli lalu kepada BISKOM, bapak dari dua putri ini memaparkan visi dan misinya untuk Apkomindo. Berikut petikannya.</p>
<p><strong>Hal apa yang mendasari Anda berani tampil menjadi bakal calon Ketua Umum di periode mendatang?</strong><br />
Awalnya saya tidak berpikir untuk kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum, setelah sebelumnya pernah melakukan hal yang sama pada 2008. Namun dorongan dari sejumlah anggota Apkomindo yang begitu gencar membuat saya merasa berkewajiban menjalankan amanat tersebut.</p>
<p>Jika memang betul-betul terpilih tentunya saya berniat dengan sungguh-sungguh untuk turut mengukir prestasi dalam sejarah Apkomindo, menghasilkan manfaat nyata, khususnya dan terutama untuk kepentingan anggota Apkomindo. Dan niat yang sungguh-sungguh ini baru akan berhasil jika saya mendapatkan dukungan, bantuan dan perhatian yang juga sungguh-sungguh dari semua pihak.</p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-5313" title="Andy Ho + Soegiharto Santoso Hoky" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Andy-Ho-+-Soegiharto-Santoso-Hoky.jpg" alt="Andy Ho + Soegiharto Santoso Hoky" width="300" height="450" />Sebenarnya rencana strategis seperti apa yang Anda tawarkan sebagai langkah lanjutan?</strong><br />
Kepengurusan DPP mendatang harus melanjutkan langkah-langkah yang telah diupayakan oleh kepengurusan-kepengurusan sebelumnya, yaitu langkah-langkah yang dinilai baik menurut kacamata anggota Apkomindo. Perjuangan tidak boleh berhenti disini, tidak boleh stagnant, tidak boleh melenceng dan tidak boleh berbalik arah.</p>
<p>Artinya program-program nasional seperti National IT Expo (NIX), Pesta Olah Raga Apkomindo (PORA), Road Show Apkomindo (ROSA), Apkomindo Untuk Pendidikan (AuP) dan Sistem Informasi Keanggotaan APKOMINDO (SIKAP) akan tetap dipertahankan dan diperbaruhi sehingga dapat terus ditindak lanjuti untuk dapat ditingkatkan dari waktu kewaktu.</p>
<p>Langkah fundamental yang harus mendapat perhatian pada kesempatan pertama adalah &#8220;kebersamaan&#8221;, yang mengandung makna: &#8220;keterlibatan semua pihak dan dilaksanakan secara bersama-sama sesuai dengan perannya masing-masing serta tidak jalan sendiri-sendiri.&#8221;</p>
<p>Menjadi fundamental karena Apkomindo adalah himpunan yang heterogen dan majemuk, yang anggotanya terdiri dari berbagai latar belakang, harapan, kebutuhan dan kepentingan, perhatian dan keperdulian, yang dibangun dari berbagai relation-fragment baik yang telah ada sebelum asosiasi dibentuk maupun yang muncul belakangan.</p>
<p>Apkomindo harus  menjadi asosiasi yang inklusif dan bukan eksklusif, artinya asosiasi mesti mampu mengakomidasikan heterogenitas dan kemajemukan itu. Dengan semangat inklusif ini, tidaklah etis kalau kita mengabaikan, apalagi meniadakan, pihak-pihak yang berbeda pandang ataupun berbeda interest dengan menempatkannya sebagai pihak yang berseberangan. Kebersamaan adalah fondasi, perlu dan wajib dibangun, karena saya yakin: bersama kita mampu!</p>
<p>Rencana strategis sebagai langkah lanjutan perlu ditetapkan dan dimantapkan, karena dari rencana inilah akan dihasilkan program kerja yang mantap dan sesuai dengan kehendak anggota, artinya program kerja mesti disusun bersama-sama oleh semua anggota melalui Munas, lalu memberi mandat kepada ketua umum dan jajaran DPP-nya untuk wajib melaksanakan rencana strategis dan program kerja yang telah disepakati di Munas itu.<br />
<strong><br />
Bagaimana caranya agar Munas menjadi wadah yang efektif?</strong><br />
Kami menghimbau semua DPD agar mempersiapkan program kerja di daerah masing-masing untuk nantinya dibawa ke ajang Munas, disatukan dengan rencana dan program kerja dari DPD lainnya. Persiapan perlu dilakukan sebaik-baiknya agar memberikan hasil yang sebaik-baiknya pula.</p>
<p>Sebagai stimulan bagi semua pihak, kami memaparkan usulan-usulan kami terkait dengan rencana strategis dan program kerja Apkomindo 3 tahun mendatang. Usulan kami ini sifatnya prakarsa, bukan janji-janji kami seperti saat pencalonan saya tahun 2008 yang lalu, karena seandainya terpilih, yang akan kami laksanakan adalah program kerja yang disepakati di Munas 2011 mendatang, yaitu rencana strategis dan program kerja yang merupakan amanah dan mandat Munas, tentunya termasuk meneruskan program-progam yang sudah berjalan dengan baik, untuk menjadikan lebih baik lagi, sehingga bukan menjalankan keinginan ataupun program pribadi kami.<br />
<strong><br />
Apa saja usulan Anda tersebut?</strong><br />
Pertama adalah Penyempurnaan AD/ART Apkomindo. Belakangan ini, yaitu sejak diberlakukannya AD/ART hasil Munas 2008, dikotomi pusat-daerah telah mulai menunjukkan hasilnya, kesetaraan telah mulai ditegakkan, meskipun tentu masih perlu diupayakan agar lebih baik lagi, baik dalam tali-silahturahmi maupun dalam relasi bisnis antara pusat dan daerah. Perwujudannya tidaklah cukup dengan mengandalkan niat baik semata, melainkan harus tercermin dan tertuang di dalam AD/ART.</p>
<p>Struktur kewenangan dan tanggung-jawab perangkat-perangkat organisasi perlu diperjelas guna meningkatkan kerjasama yang lebih berkualitas, baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. AD/ART perlu menggaris-bawahi dan melandasi kerjasama antar dan intra perangkat-perangkat asosiasi (DPA/DPP/DPD), baik dalam hal aturan main maupun dalam hal mutual respect diantara perangkat-perangkat itu. Masih terdapat beberapa hal yang belum secara jelas dilandasi oleh AD/ART, sehingga berpeluang timbulnya keraguan dalam bertindak dan berpeluang timbulnya Friksi, serta bibit-bibit ketidak-harmonisan.</p>
<p>Apkomindo adalah asosiasi yang bertumbuh menuju ke arah yang lebih baik, oleh karenanya diperlukan penyempurnaan AD/ART yang mampu mengikuti perkembangannya. Selain itu, kedaulatan anggota harus ditempatkan setinggi-tingginya, karena sesungguhnya anggota adalah penguasa tertinggi di dalam asosiasi. Anggota perlu merasakan manfaat nyata atas keikut-sertaannya dalam asosiasi, untuk itu diharapkan kehadirannya minimal usulannya pada saat Munas nanti.</p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-5314" title="Andy Ho" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Andy-Ho.jpg" alt="Andy Ho" width="300" height="450" />Lalu?</strong><br />
Usulan yang kedua adalah Aktivitas Bisnis Anggota dan Hubungan Dengan Pihak Pemerintah. Kenyataan yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa anggota berharap, dan bahkan sangat mengharapkan, agar asosiasi mampu mewujudkan iklim bisnis yang baik bagi anggota. Oleh karenanya Apkomindo tetap harus meneruskan upaya-upaya yang telah digalang, yaitu turut berperan aktif menjadi counter-part untuk memberikan masukan kepada pihak pemerintah sebelum mereka menerbitkan regulasi/ peraturan pemerintah yang berkaitan dengan bisnis TIK.</p>
<p>Apkomindo harus terus meningkatkan kerjasama dengan pihak pemerintah, baik di pusat maupun di daerah, sehingga akan memberikan manfaat bagi anggota dan anggota dapat cepat berkembang di tiap-tiap daerah, hubungan kerjasama dengan pihak pemerintah dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya Pameran Komputer, pelatihan TIK seperti seminar, workshop, lomba dibidang TIK, sosialisasi peraturan perundang-undangan dan lain-lainnya.</p>
<p>Usulan yang ketiga adalah Afiliasi. Penting bagi Apkomindo untuk secara nyata membangun afiliasi dengan pihak-pihak terkait, tiga afiliasi yang mendesak untuk digalang adalah:</p>
<p>Himpunan-himpunan TIK yang terbentuk di sentra-sentra bisnis TIK (mall atau computer centre), seperti contohnya: di Jakarta dengan HMCC dan JaCC serta Apkomlapan, di Bandung dengan Forkom, di Medan dengan Formikom dan lain-lainnya, artinya keberadaan himpunan ini perlu diakomodasi oleh Apkomindo.</p>
<p>Pemegang Merek (Vendor), baik yang telah menghimpun diri seperti Forum-Vendor, maupun yang masih sendiri-sendiri. Keberadaan Vendor perlu diakomodasi, entah dalam bentuk anggota afiliasi atau bentuk lainnya, untuk mendapatkan sense of belonging terhadap Apkomindo, serta mampu membedakan pebisnis anggota Apkomindo dan pebisnis yang bukan anggota Apkomindo.</p>
<p>Media TIK dan media yang memuat berita-berita TIK, seperti: InfoKomputer, Chips, detikInet, Biskom, Komputek, SINDO (TI LifeStyle) dan lain-lainnya. Keberadaan media ini juga perlu diakomodasi, karena berdampak langsung terhadap bisnis TIK itu sendiri.</p>
<p><strong>Mengingat sebuah asosiasi terdiri dari anggota yang berbeda karakter, keinginan, minat dan lain sebagainya, bagaimana cara Anda menekan permasalahan-permasalahan yang mungkin muncul dalam asosiasi?</strong><br />
Betul, Permasalahan Anggota adalah salah satu konsentrasi kami. Sudah menjadi rahasia umum bahwa undang-undang HaKI menjadi buah simalakama bagi anggota. Anggota berharap agar asosiasi bisa berbuat sesuatu di saat anggota menghadapi tindakan hukum atas pelanggaran HaKI ini. Tentulah tidak bijaksana kalau asosiasi mengatakan, &#8220;Bagaimana bisa kami membela yang salah?&#8221;  Keinginan anggota bukan untuk membela yang salah, melainkan untuk membebaskan anggota dari kondisi dilematis. Untuk itu, tentunya ada yang bisa dilakukan oleh asosiasi.</p>
<p>Kami juga telah menenggarai bahwa anggota mengharapkan bantuan asosiasi ketika anggota tersebut tengah menghadapi masalah yang terkait dengan legal. Anggota berharap bisa mendapatkan pembelaan secara hukum bagi anggota yang tidak bersalah, serta pendampingan bagi anggota yang diduga bersalah agar tidak menjadi &#8220;bulan-bulanan” oknum aparat penegak hukum, serta tidak pasrah menerima sangsi hukum yang lebih berat dari yang semestinya.</p>
<p>Dalam hal perijinan dari pihak pemerintah, asosiasi diharapkan dapat turut berperan, meskipun kami tidak berharap Apkomindo menjadi semacam biro jasa, tetapi asosiasi bisa sebagai pemrakarsa mengundang pihak regulator untuk memaparkan soal perijinan misalnya, dan jika memungkinkan memediasi pengurusan ijin kolektif.</p>
<p>Asosiasi juga diharapkan dapat mengungkapkan peta bisnis, roadmap, serta informasi lainnya, agar bisa menjadi semacam bonus bagi anggota dalam menetapkan strategi bisnisnya masing-masing dalam memenangkan persaingan usaha secara elegan, sebab asosiasi akan bertumbuh jika bisnis para anggotanya juga bertumbuh. Inilah yang menjadi perhatian kami.<br />
<strong><br />
Adakah usulan lain yang Anda ajukan?</strong><br />
Saya kira adalah Perluasan dan Diversifikasi Usaha.  Sudah sangat jelas, tidaklah mungkin kita mengatakan bahwa perdagangan komputer adalah bisnis yang masa depannya suram, apalagi menghimbau untuk meninggalkannya dan menggantinya dengan bisnis lain. Meskipun harus kita akui bahwa secara keuntungan per unit sangat menurun, namun secara jumlah unit yang terjual angka-angka statistik menunjukkan sangat tinggi sekali dan dari tahun ke tahun bisnisTIK di Indonesia tumbuh secara sangat signifikan. Saat ini bisnis TIK merupakan bisnis yang berperan besar dalam perekonomian Indonesia. Yang perlu diupayakan adalah bagaimana agar anggota Apkomindo-lah yang menjadi pelaku-pelaku utamanya.</p>
<p>Tidak bisa dipungkiri bahwa kegiatan pameran komputer adalah akselerator bagi berkembangnya bisnis anggota Apkomindo. Apkomindo harus menjadi pengendali pameran-pameran komputer yang diselenggarakan di Indonesia. Apkomindo tidak diharapkan berubah fungsi menjadi Event Organizer (EO), tetapi menempatkan EO sebagai pihak afiliasi yang memiliki kepentingan terhadap bisnis TIK.</p>
<p>Berubah fungsi menjadi semacam EO, lalu berseteru dengan EO-EO lain, adalah kerugian besar bagi Apkomindo sendiri. Memang perlu diwaspadai EO-EO yang mendapat dukungan justru dari oknum-oknum yang berasal dari dalam tubuh Apkomindo sendiri, semacam duri dalam daging. Memang benar Apkomindo tidak dalam kapasitasnya untuk melarang EO menyelenggarakan pameran ICT, tetapi EO akan memilih untuk bekerjasama dengan Apkomindo jika itu merupakan satu-satunya pilihan terbaik bagi mereka.<br />
<strong><br />
Usulan yang lain?</strong><br />
Iklim Bisnis yang adil. Apkomindo wajib bersikap netral terhadap persaingan bisnis yang terjadi antar pelakunya, semua pihak mendapat kesempatan yang sama besar. Biarkan pasar yang menentukan, dan biarkan para pemegang merek berlomba-lomba menawarkan yang terbaik bagi mitra dan penggunanya.</p>
<p>Jika dikehendaki, Apkomindo bisa memberikan penghargaan bagi para pelaku terbaik, apakah dalam bentuk Yearly Award misalnya. Ini bisa dilakukan dengan menyepakati kriteria penilaian dan dilaksanakan secara objektif, atau bisa berupa Favorite Award berdasarkan voting setiap anggota.</p>
<p>Software berlisensi dan Open Source Software (OSS) mesti mendapat kesempatan yang sama besar. Janganlah Apkomindo berpihak kepada salah satu daripadanya. Biarkan keduanya bertumbuh sesuai kebutuhan pasar.</p>
<p>Keadilan yang ingin diwujudkan harus berdasarkan sudut pandang anggota, bukan keadilan bagi pihak-pihak lain, karena Apkomindo dibentuk untuk kepentingan para anggotanya. Sebagai &#8220;ilustrasi&#8221;, misalnya terhadap permasalahan sweeping software berlisensi, Apkomindo diharapkan mendesak para pemilik software itu untuk mengamankan produknya dari upaya-upaya pembajakan, mendesak aparat penegak hukum untuk menindak sumber-sumber penyebab terjadinya pembajakan.</p>
<p>Usulan yang tak kalah penting adalah bagaimana Apkomindo Sebagai Fasilitator. Peran Apkomindo sebagai fasilitator telah diupayakan, dan perlu terus-menerus ditingkatkan lagi.</p>
<p>Perbankan adalah penunjang bisnis TIK. Perlu dilakukan secara berkala, katakanlah setiap 3 tahun, review terhadap bank-bank partner Apkomindo.</p>
<p>Transportasi adalah penunjang penting lainnya bagi bisnis TIK. Sudahkah Apkomindo memiliki transport partner yang bisa memberikan nilai tambah bagi anggota Apkomindo dalam upayanya memenangkan persaingan bisnisnya? Akan sangat berarti jika ongkos kirim barang bagi anggota Apkomindo lebih murah dibandingkan yang lainnya, yang artinya berpengaruh terhadap harga jual.</p>
<p>Masih banyak point of interest lainnya yang bisa dijadikan fasilitas bagi anggota Apkomindo, katakanlah asuransi (kehilangan/pencurian, kebakaran, kesehatan dan jiwa), airlines (cukup banyak anggota Apkomindo sering melakukan traveling), credit card (misalnya pembebasan iuran tahunan bagi anggota Apkomindo), kerjasama dengan operator selular untuk kemudahan berkomunikasi dan lain-lainnya.<br />
<strong><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-5315" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/08/Ho-Ho-Bersama-kita-mampu-memajukan-APKOMINDO.jpg" alt="" width="300" height="200" />Apakah Anda menaruh perhatian terhadap Aktivitas Sosial, baik untuk sesama anggota maupun bagi masyarakat umum?</strong><br />
Empati terhadap musibah yang terjadi tentulah baik adanya, tetapi tentu pula tidak diharapkan Apkomindo menjadi lembaga sosial. Aktivitas sosial Apkomindo mesti diwujudkan sesuai dengan kompetensinya, misalnya mempersempit digital gap yang terjadi di masyarakat, memampukan masyarakat agar &#8220;melek TIK&#8221;, bahu membahu dalam menawarkan internet sehat dan aman bagi masyarakat agar sisi negatif dari internet bisa diredam, berafiliasi dengan perusahaan yang menawarkan jasa security (anti-virus) guna menekan downtime yang timbul akibat serangan virus, dan sebagainya.</p>
<p>Usulan penting lainnya yakni Peningkatan Kemampuan Anggota. Apkomindo diharapkan dapat membantu anggota dalam upayanya untuk meningkatkan kemampuannya, baik dalam hal manajemen, pemasaran/penjualan, dan kompetensi lainnya. Upaya tersebut semestinya dilaksanakan dengan biaya murah/terjangkau, tetapi memberikan benefit yang besar bagi anggota.</p>
<p><strong>Seperti diberitakan dalam beberapa media bahwa terjadi permasalahan antara Apkomindo dan Yayasan Apkomindo Indonesia (YAI). Bagaimana itu? </strong><br />
Dengan terbentuknya Yayasan Apkomindo Indonesia (YAI), maka perlu di selesaikan dengan bijaksana namun tuntas, karena mungkin saja ada kebijakan terdahulu yang terlanjur keliru, sehingga harus kita luruskan bersama dan karena YAI merupakan badan hukum tersendiri maka sangat sulit untuk masuk ke daerah yang sudah bukan milik Apkomindo, akan tetapi mengingat para pendiri dan pengurus YAI adalah para sahabat dan para sesepuh kita yang kita hormati, maka ada baiknya semua program kerja YAI dan Apkomindo yang asosiasi dibuat tidak saling berbenturan dengan cara pihak YAI lebih fokus mengarah kepada kegiatan sosial dan tidak mengarah ke bisnis, sebab kami sedih membaca berita tentang Apkomindo di media yang isinya perseteruan internal di tubuh Apkomindo sendiri antara Apkomindo yang Asosiasi dengan Apkomindo yang Yayasan, hal tersebut jelas menggangu eksistensi Apkomindo secara menyeluruh.</p>
<p>Solusi lainnya adalah jika dimungkinkan alangkah indahnya apabila masih dapat dipersatukan kembali antara Apkomindo yang asosiasi dengan YAI, sehingga kedepannya tidak adalagi perseteruan internal di tubuh Apkomindo dan kita dapat bersama-sama bahu membahu untuk memajukan anggota serta dunia TIK di Indoensia, tentunya semua ini kami serahkan kepada para pihak terkait dan jika terpilh kami siap melaksanakan amanah Munas 2011 nanti.<br />
<strong><br />
Bisakah Anda ceritakan mengenai bakal calon Sekjen yang sedianya akan mendampingi Anda?</strong><br />
Andy Ho. Beliau adalah sosok sederhana dan pekerja keras. Kelahiran Jakarta, 5 November 1968 dan pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Elektro Univ. Atmajaya.</p>
<p>Andy Ho adalah Direktur PT Aldy Jaya Utama yang memiliki banyak pengalaman organisasi, diantaranya Ketua Jakarta Computer Centre (JaCC M2M) untuk dua periode, 2001-2003 dan  2003-2005. Beliau juga menjadi Pengurus DPP Apkomindo Korwil Mangga Dua Mall selama dua periode, 2001-2003 dan 2003-2005.</p>
<p>Hingga saat ini, Andy Ho menjadi Penasehat JaCC M2M  sejak 2005 dan menjadi Koordinator Masalah Perpajakan di JaCC M2M sejak 2005.</p>
<p>Jadi jika nama saya, Hoky dan Andy Ho digabung, maka bisa disingkat menjadi <strong>Ho-Ho</strong>. Berangkat dari kesamaan nama ini, kami berharap bisa menjadi pasangan serasi dengan kesamaan visi, yakni menjadikan Apkomindo sesuai dengan keinginan seluruh anggota.<br />
<strong><br />
Pertanyaan terakhir, apa yang Anda lakukan jika ternyata Anda kalah dalam pencalonan Ketua Umum ini? Maukah Anda ikut terlibat dalam pengurusan Apkomindo? Sebaliknya jika terpilih, apakah Anda akan melibatkan ‘para pesaing’ Anda untuk masuk dalam kepengurusan Apkomindo?</strong><br />
Target utama kami bukanlah dipilih menjadi Ketum dan Sekjen, melainkan menunjukkan kesediaan dan keperdulian kami terhadap asosiasi yang kita cintai ini. Kami akan berlapang dada menerima seandainya pun tidak terpilih. Sebagaimana yang telah kami tunjukkan pada Munas 2008 yang lalu, kegagalan dalam pemilihan tidak bisa dijadikan alasan untuk mengubah komitmen kami, turut berperan aktif memajukan Apkomindo. Meskipun hanya menjabat sebagai anggota biasa, apalagi jika ditawarkan untuk menjadi pengurus, tentunya merupakan kewajiban untuk menerimanya.</p>
<p>Karena kami sangat menyadari bahwa masing-masing individu memiliki kekurangan, kelebihan dan potensi tersendiri agar kita semua bisa saling melengkapi, maka seandainya kami yang terpilh, tentunya para calon Ketua Umum dan Sekjen yang belum berkesempatan menjadi pimpinan Apkomindo selanjutnya, akan kami rangkul agar dapat turut serta terlibat di dalam kepengurusan kami.</p>
<p>Selain dari itu, yang dapat kami janjikan jika terpilih nantinya adalah kesungguhan kami dalam melaksanakan sebaik-baiknya amanah Munas, baik berupa program kerja hasil Munas, maupun ketetapan-ketetapan lain yang dihasilkan dari Munas mendatang.</p>
<p>Sebagai penutup, kami berharap tidak terlalu muluk jika kami menggugah semangat dengan slogan: &#8220;<strong>Ho-Ho, Bersama kita mampu memajukan APKOMINDO!</strong>&#8221; Tiga tahun masa kepengurusan bukanlah waktu yang singkat, tetapi masa itu akan terasa sangat singkat jika melihat masih banyaknya &#8220;PR&#8221; yang harus dilaksanakan oleh pengurus DPP.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=5310&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2011/08/06/soegiharto-santoso-untuk-apkomindo-bersama-kita-mampu.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Petrus Reinhard Golose: BNPT Upayakan Indonesia Bebas Dari Terorisme</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2011/08/06/petrus-reinhard-golose-bnpt-upayakan-indonesia-bebas-dari-terorisme.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2011/08/06/petrus-reinhard-golose-bnpt-upayakan-indonesia-bebas-dari-terorisme.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 18:02:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=5296</guid>
		<description><![CDATA[<p>Di Indonesia, cyber terrorism akan menjadi ancaman serius yang terus berkembang. Pasalnya, pengguna internet di Indonesia yang sudah mencapai 39 juta orang lebih, rentan dimanfaatkan para pelaku teror, baik itu untuk merekrut, memberikan pelatihan, membaiat hingga mencari dana (donatur).</p>
<p>“Hal &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-5297" title="petrus r golose 01.jpg" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/08/petrus-r-golose-01.jpg-300x296.jpg" alt="petrus r golose 01.jpg" width="300" height="296" />Di Indonesia, cyber terrorism akan menjadi ancaman serius yang terus berkembang. Pasalnya, pengguna internet di Indonesia yang sudah mencapai 39 juta orang lebih, rentan dimanfaatkan para pelaku teror, baik itu untuk merekrut, memberikan pelatihan, membaiat hingga mencari dana (donatur).</p>
<p>“Hal ini menandakan bahwa pelaku terorisme juga sangat piawai menggunakan teknologi canggih. Para pelaku aksi kekerasan itu bukanlah kelompok awam yang gagap teknologi. Bahkan, mereka sudah pandai mengadopsi apa yang dilakukan terorisme di negara lain. Bayangkan, perekrutan anggota dan pelatihan bisa dilakukan jarak jauh, semua menggunakan internet,” ungkap Dr. <strong>Petrus Reinhard Golose</strong>, Direktur Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).</p>
<p>Menurutnya, Indonesia perlu mewaspadai bahaya cyber terrorism dan harus ada upaya antipasi yang serius untuk menangkal itu. “Kejahatan lewat dunia maya (cyber space) berkembang pesat. Sebagai bagian dari aparat hukum, kita harus lebih pintar dalam menguasai teknologi. Jangan sampai teroris yang lebih pintar dari aparat,” tambah peraih gelar Doktor Kajian Ilmu Kepolisian pada Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia ini.</p>
<p>Golose bukanlah tokoh asing dalam pemberantasan terorisme. Kelahiran Manado, 27 November 1965 ini juga dikenal sebagai pakar Teknologi Informasi (TI) yang mempunyai kemampuan tinggi. Golose aktif terlibat dalam Panitia Kerja dan Panitia Khusus sebagai wakil dari Pemerintah RI dalam merumuskan RUU Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diundangkan menjadi UU No. 11 Tahun 2008.</p>
<p>Secara akademis, Golose memasuki Akademi Kepolisian (AKPOL) tahun 1988, menyelesaikan pendidikan S1 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian tahun 1998, dan menamatkan Program Magister Manajemen tahun 2002. Ia turut serta sebagai Peace Keeping Force (UN CIVPOL) di Cambodia-UNTAC (1993) dan Bosnia Herzegovina- UNMIBH (2000-2001). Selain itu, Golose juga terlibat dalam penyidikan internasional di Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Timor Timur, New Zealand, Amerika Selatan, Kamboja, Thailand dan Philipina.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-5298" title="petrus r golose 02.jpg" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/08/petrus-r-golose-02.jpg.jpeg" alt="petrus r golose 02.jpg" width="300" height="450" />Penulis buku “Seputar Kejahatan Hacking: Teori dan Studi Kasus” pada tahun 2008 ini juga aktif berpartisipasi sebagai peserta dan pembicara di dalam seminar, kursus, dan workshop yang berkaitan dengan money laundering, cybercrime, pemberantasan narkoba dan teroris di dalam dan luar negeri. Diantaranya,  Golose menjadi pembicara panel bersama dengan Kapersky dalam Forum Council of Europe di Perancis, juga menjadi pembicara di United Nation di Vienna, Austria. Karena keahliannya ini, Petrus pernah menjabat sebagai Direktur Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri. Kepada BISKOM pada akhir Juli lalu, Golose yang banyak mengungkap kasus teroris di Indonesia memaparkan beberapa langkah strategis dalam mencegah dan memberantas cyber terrorism. Berikut petikannya.<br />
<strong><br />
Apakah yang dimaksud dengan cyber terrorism dan apa yang memotivasi kemunculannya?</strong><br />
Cyber terrorism merupakan salah satu dari beberapa jenis cyber crime, yang muncul akibat dari dampak negatif perkembangan sarana TI dan komunikasi masyarakat global, sehingga terjadi perubahan- perubahan pola perilaku masyarakat dalam bidang tersebut sebagai penyalahgunaan komputer.</p>
<p>Motivasi dari aksi kejahatan cyber terrorism adalah untuk kepentingan kelompok tertentu dengan tujuan untuk menunjukkan eksistensinya di panggung politik dunia.<br />
<strong><br />
Apa yang mendasari terbentuknya BNPT? Dan apakah tujuan utamanya?</strong><br />
BNPT atau Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dibentuk berdasarkan Perpres No. 46/ 2010. Ruang lingkup tugas BNPT meliputi pencegahan, perlindungan, deradikalisasi, penindakan dan penyiapan kesiapsiagaan nasional. Jadi, BNPT merupakan concern pemerintah terhadap maraknya aksi terorisme. Selain pencegahan dan penindakan, BNPT juga melakukan kerjasama internasional.</p>
<p>Dengan kata lain, BNPT adalah lembaga non kementerian yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, BNPT dikoordinasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Struktur BNPT dikepalai oleh Irjen <strong>Ansyaad Mbai</strong>, dan dibantu oleh Sekretaris Utama.</p>
<p><strong>Apa saja tugas Anda selaku Direktur Penindakan BNPT?</strong><br />
Ada beberapa fugsi yang harus dilakukan dalam upaya pemberantasan atau penangulangan terorisme. Salah satunya, di bidang penindakan ini saya mengkoordinir intansi-intansi termasuk Polri. Saya juga menjadi komandan satuan tugas khusus BNPT untuk penindakan yaitu berbagai kegiatan intelejen yang berhubungan dengan penangulangan terorisme.</p>
<p><strong>Apa tantangan terbesar dalam tugas Anda di BNPT? </strong><br />
Sudah banyak teroris yang ditangkap dan dibawa ke pengadilan, tetapi banyak diantara mereka yang kembali melakukan aksiya atau tindak pidana serupa dengan mengajak keluarganya untuk ikut dalam aksi mereka. BNPT terus berkordinasi dengan pihak terkait untuk meminimalisir hal tersebut tidak kembali terulang. Setidaknya ada 19 eks narapidana yang telah menyelesaikan masa hukumannya namun kembali melakukan aksi teror. Mereka diantaranya <strong>Ubaid</strong>, <strong>Mustakim</strong>, <strong>Abu Tholut</strong> dan <strong>Abdulah Sonata</strong>. Jadi, rehabilitasi dan reorientasi harus terus menerus dilakukan.</p>
<p>Fungsi BNPT mengkordinir instansi yang punya kemampuan bidang masing-masing. Nah ini tantangan kami, bagaimana mengeliminer hal ini sehingga Indonesia bebas dari terorisme.</p>
<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-5299" title="petrus r golose 03.jpg" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/08/petrus-r-golose-03.jpg.jpeg" alt="petrus r golose 03.jpg" width="300" height="379" />Sudah berapa banyakkah kasus terorisme yang berhasil diungkap dan dicegah BNPT? Sebenarnya para teroris ini didanai oleh siapa?</strong><br />
Berdasarkan data dari Detasemen Khusus Antiteror 88, sebanyak 689 tersangka terorisme telah ditangkap, 66 tersangka dinyatakan tewas, 455 telah divonis, 3 telah dieksekusi mati, 5 terpidana divonis seumur hidup, 5 terdakwa tengah disidang, dan 66 tersangka masih dalam penyelidikan kepolisian. Kalau bicara soal pendaanaan untuk melakukan aksi terorisme, mereka tidak lagi mengandalkan dana dari luar negeri melainkan dari dalam negeri seperti melakukan perampokan dan sebagainya.</p>
<p>Jadi, pemberantasan terorisme masih menajadi prioritas utama pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Aksi terorisme yang terjadi di berbagai negara menjadi ancaman bagi perdamaian dunia. Beberapa negara sudah memiliki aturan hukum dan aparat penegak hukum yang ketat dalam mengantisipasi aksi terorisme.</p>
<p><strong>Bagaimana tren terorisme di tahun ini dan di masa mendatang?</strong><br />
Kalau kita lihat dari modus operandi ancaman yang ada, dahulu pernah muncul bom mobil, kemudian mengecil menjadi bom bunuh diri, bom paket dan kemudian menggunakan racun. Bahkan, mengatasnamakan Tuhan, mereka melakukan penusukan seperti yang terjadi di Bima. Hal ini menunjukan, secara kualitas memang menurun tetapi secara kuantitas meningkat.</p>
<p>Munculnya kelompok terorisme generasi baru patut diwaspadai semua pihak. Kelompok teroris saat ini tidak perlu belajar ke Afghanistan dan Moro untuk merakit bom atau menggunakan senjata. Tetapi bisa dilakukan jarak jauh melalui teknologi internet.</p>
<p>Fenomena terorisme bersifat kompleks dan muti dimensional. Realitas membuktikan, bahwa beberapa pemain lama masih ikut bermain dalam rangkaian aksi teror akhir-ahir ini, berdampingan dengan pemain-pemain baru. Karenanya, upaya penanggungan terorisme harus dilakukan secara komprehensif, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun masyarakat. Penanganan terorisme perlu dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi,</p>
<p><strong>Seberapa jauh para teroris memanfaatkan TI dalam kerjanya?</strong><br />
Tentunya terorisme sudah memanfaatkan TI dan mereka tetap up date. Bahkan aparat penegak hukum maupun intelijen mengalami kesulitan untuk memecahkan situs-situs yang dibuat terorisme dari sisi teknologi.</p>
<p>Mereka ini melakukan perekrutan anggota, pelatihan, membaiat hingga mencari dana (donatur) secara jarak jauh melalui internet. Kita bersyukur sampai sekarang mereka belum melakukan serangan dengan menggunakan cyber media ke critical infrastruktur.<br />
<strong><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-5300" title="petrus r golose soegiharto santoso.jpg" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/08/petrus-r-golose-soegiharto-santoso.jpg.jpeg" alt="petrus r golose soegiharto santoso.jpg" width="300" height="229" />Bagaimana cara BNPT mengantisipasi cyber crime?</strong><br />
Kita memiliki alat-alat Cyber Crime Center di Bareskrim Mabes Polri. Sejumlah kasus terorisme di tanah air telah terungkap dengan kecanggihan alat-alat di Cyber Crime Center tersebut.</p>
<p>Tidak hanya kasus terorisme, alat-alat di Cyber Crime Center ini juga dipergunakan untuk mengungkap kejahatan lintas batas lainnya, seperti perdagangan manusia. Lebih lanjut, kita juga mengenal cyberwar yang konon lebih berbahaya dibanding kejahatan secara nyata.</p>
<p><strong>Bagaimanakah BNPT mengantisipasi cyberwar?</strong><br />
Kedepan, kalau kita tidak bisa mencegah, mereka bakal mengadopsi apa pun yang sudah dilakukan negara lain, termasuk cyberwar ini.<br />
<strong><br />
Bagaimana pula BNPT dalam mempersiapkan staf yang berbekal pengetahuan TI?</strong><br />
BNPT mempersiapkan staf yang dibekali pengetahuan TI agar lebih maju dari para teroris dan melakukan riset-riset unggulan tentang teknologi. Upaya yang dilakukan misalnya bekerjasama dengan negara-negara di dunia, seperti Jepang, Australia, Eropa dan Amerika Serikat dengan Federal Bureau of Investigation (FBI)-nya.</p>
<p>Khusus dengan FBI, Indonesia sepakat melakukan kerjasama di bidang kejahatan transnasional, terutama menyangkut kejahatan terorisme, seperti tukar menukar informasi di bidang intelijen berkaitan dengan kejahatan transnasional.</p>
<p><strong>Apa pendapat Anda dengan adanya situs-situs yang mengancam keamanan negara seperti WikiLeaks yang beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan?</strong><br />
Situs-situs ini lebih cenderung kepada provokasi dan kemudian mencoba mencari pembenaran daripada tindakantindakan mereka lewat cyberspace. Karena melalui cyberspace lebih banyak orang yang bisa mendownload atau memonitor kegiatan mereka. Dan, inilah yang mereka lakukan, seperti mencari sumbangan atau donator.</p>
<p><strong>Bagaimanakah kesiapan Indonesia dalam bidang regulasi cyber terrorism?</strong><br />
Dari ragam kasus cyber terrorism yang pernah terjadi, pemerintah harus serius mengantisipasinya, dan dibutuhkan sebuah kerangka hukum memadai. Sangat disayangkan, bila sampai saat ini Indonesia belum memiliki ketentuan hukum pidana yang bisa dijadikan dasar menindak cyber terrorism. Misalnya perlu dimasukkan ketentuan kriminalisasi terhadap tindak pidana terorisme yang menyerang infrastruktur atau jaringan teknologi dan informasi dalam agenda perubahan UU Nomor 15 Tahun 2003, tentang Terorisme.</p>
<p>Termasuk juga kriminalisasi penyebaran materi yang mendukung terorisme lewat internet atau TI, juga kriminalisasi terhadap aktivitas pelatihan anggota terorisme yang menggunakan internet sebagai alatnya. Juga memberikan kewenangan pada aparat penegak hukum menyensor dan memblokir situs-situs yang terkait terorisme.<br />
<strong><br />
Bagaimana pendapat Anda mengenai kemajuan TI di Indonesia dari waktu ke waktu? Apakah TI Indonesia sudah merdeka?</strong><br />
Sampai sekarang, TI Indonesia sudah mengalami kemajuan yang cukup pesat, seperti misalnya kepolisian sudah mempunyai laboratorium komputer yang sangat canggih, mampunyai monitoring center yang bekerjasama dengan stakeholder yang ahli di bidang TI. Bicara soal merdeka, kita menuju ke arah sana.<br />
<strong><br />
Apa saran Anda agar Indonesia bisa sejajar dan bahkan lebih maju di bidang TI dibanding negara-negara lain?</strong><br />
Semua harus berbenah dan tetap meng-update dengan informasi terbaru. Jangan takut dengan teknologi sehingga menjadi gaptek. Justru dengan adanya teknologi, kita bisa melakukan apa saja dengan cepat dan akurat. Semua bidang pastinya membutuhkan TI.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=5296&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2011/08/06/petrus-reinhard-golose-bnpt-upayakan-indonesia-bebas-dari-terorisme.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Walikota Pekalongan, HM BASYIR AHMAD: 2011, Pekalongan Migrasi Ke FOSS</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2011/07/13/walikota-pekalongan-hm-basyir-ahmad-2011-pekalongan-migrasi-ke-foss.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2011/07/13/walikota-pekalongan-hm-basyir-ahmad-2011-pekalongan-migrasi-ke-foss.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 12:13:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=5231</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/07/HM-Basyir-Ahmad-03.jpg.jpeg"></a>DALAM kurun waktu dua tahun terakhir, mulai banyak orang yang tahu bahwa Pekalongan menjadi salah satu daerah yang mempelopori penggunaan software legal di<br />
Indonesia. Bahkan di akhir 2011 nanti, masyarakat Pekalongan berkomitmen untuk menggunakan Free Open Source Software (FOSS) secara &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/07/HM-Basyir-Ahmad-03.jpg.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-5234" title="HM Basyir Ahmad 03.jpg" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/07/HM-Basyir-Ahmad-03.jpg.jpeg" alt="HM Basyir Ahmad 03.jpg" width="300" height="351" /></a>DALAM kurun waktu dua tahun terakhir, mulai banyak orang yang tahu bahwa Pekalongan menjadi salah satu daerah yang mempelopori penggunaan software legal di<br />
Indonesia. Bahkan di akhir 2011 nanti, masyarakat Pekalongan berkomitmen untuk menggunakan Free Open Source Software (FOSS) secara menyeluruh, mulai dari tingkat pemerintahan, sekolah, perguruan tinggi, pengusaha swasta dan juga di sektor lainnya.</p>
<p>Walikota Pekalongan, dr. <strong>HM Basyir Ahmad Syawie</strong> mengatakan, “Dengan FOSS, kami dapat melakukan penghematan anggaran yang sangat signifikan.” Ia menambahkan, sebagai kota industri batik dan pengolahan ikan, para pelaku usaha di Pekalongan telah memanfaatkan sarana internet untuk peningkatan pemasaran, baik melalui website (official web dan blog) maupun media sosial seperti Facebook dan Twitter.”</p>
<p>Kemajuan dan kemandirian Pekalongan bukan tanpa sebab. Dipimpin oleh putra asli daerah, Basyir sangat paham karakter dan kemampuan masyarakat setempat. Berlatar belakang pendidikan dari Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang, kelahiran 24 Juli 1953 ini telah mencurahkan hampir seluruh waktunya untuk berdedikasi pada masyarakat Pekalongan.</p>
<p>Buktinya, banyak penghargaan yang telah diraih karena keberhasilan dalam membangun Pekalongan. Contohnya Penghargaan Adiupaya Puritama Peringkat I Dalam Penyelenggaraan Pengembangan Perumahan dan Pemukiman pada 2008, Penghargaan Adipura Puritama dari Depdagri dan Kementerian Perumahan pada 2010, bahkan penghargaan supremasi kebersihan, Adipura, juga diterima Kota Pekalongan dalam dua tahun terakhir.</p>
<p>Basyir sendiri memiliki ambisi untuk dapat menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan di wilayah Pekalongan, dan juga dalam pemerintahan pusat. Melalui beberapa cara dengan saluran teknologi informasi (TI), Basyir terbiasa melakukan komunikasi secara langsung dengan masyarakat Pekalongan, kapan dan di manapun diperlukan. “Sebaliknya, masyarakat bisa menyampaikan aspirasi, informasi, pendapat dan kritik kepada Pemerintah Kota</p>
<p>Pekalongan demi meningkatkan peran serta masyarakat di dalam pembangunan serta meningkatkan kinerja perangkat daerah,” papar Basyir. Berikut ini kutipan wawancara BISKOM dengan Walikota Basyir di sela kunjungannya ke Jakarta, awal Juli ini.</p>
<p><strong>Sejak menjabat sebagai Walikota Pekalongan, pencapaian seperti apa yang telah Anda lakukan dalam memajukan kota Pekalongan?</strong><br />
Saat ini adalah periode kedua saya sebagai Walikota Pekalongan. Periode pertama yang dimulai pada 2005 hingga 2010, program utama kami adalah mengatasi kemiskinan, sebab ini adalah cluster yang luar biasa sehingga saya berusaha mendorong angka kemiskinan. Dan Alhamdulillah, kurang lebih 12% pada tahun 2005 angka kemiskinan berkurang menjadi 8,5% pada 2009.</p>
<p>Kemudian indek pengembangan manusia pada masa jabatan saya yang pertama mencapai 71,9%, dan sekarang menjadi 74,1%. Inilah satu hal diantara tugas-tugas yang kami lakukan, sebab kami melihat indikator berhasil atau tidaknya tergantung dari manusianya. Ada 3 faktor indikator manusia, pertama pendidikan yang dilihat dari lamanya ia sekolah, kedua kesehatan, dan ketiga adalah kemiskinan yang dilihat dari bagaimana daya beli masyarakat itu. Dengan pencapain itu, kedepannya saya ingin ada peningkatan terus, paling tidak setiap tahun bisa mencapai 0,6%, sehingga harapannya nanti pada akhir masa jabatan ke dua ini bisa mencapai menembus angka 76% indikator manusianya.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/07/HM-Basyir-Ahmad-02.jpg.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-5235" title="HM Basyir Ahmad 02.jpg" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/07/HM-Basyir-Ahmad-02.jpg.jpeg" alt="HM Basyir Ahmad 02.jpg" width="300" height="384" /></a>Lalu target seperti apa yang ingin Anda capai saat ini dan tahun berikutnya?</strong><br />
Tahun kedua ini target kami adalah ingin pertumbuhan ekonomi meningkat secara signifikan dan itu tidak bisa tanpa memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan riset. Karena keunggulan Kota Pekalongan adalah batik dan ikan, maka kami harus mencari jalan keluar bagaimana batik dan ikan tersebut mempunyai nilai tambah. Caranya, kami menjual sendiri apa-apa yang ada tanpa melibatkan pihak kedua. Karena dengan cara konvensional, pemasaran dilakukan melalui pihak kedua.</p>
<p>Kemudian untuk mempercepat tujuan, kami melihat bahwa dunia ini kedepannya adalah maju dalam bidang TI, inovasi atau dunia kreatif, sehingga ilmu pengetahuan teknologi terutama TI dan inovasinya menjadi unggulan utama kami nantinya.</p>
<p><strong>Di bidang TI, hal apa yang ingin Anda capai?</strong><br />
Ada peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika yang mengharuskan pada 31 Desemeber 2011 kita semua harus memakai software legal yang free opensource. Ini adalah inistaitif yang bagus, sehingga pada pertengahan tahun 2010 lalu kami memutuskan untuk bisa mendeklarasikan Pekalongan bebas dari software yang tidak legal pada akhir Desember 2010. Setelah pencapaian tersebut, tahun 2011 ini kami berkomitmen untuk bisa menggunakan FOSS secara menyeluruh pada akhir 2011.</p>
<p>Kedepannya saya ingin Pekalongan bebas dari sistem operasi berbayar karena setelah dihitung, untuk 1500 komputer dengan sistem operasi berbayar, dalam satu tahun akan ada pengeluaran anggaran sebesar Rp. 9 milyar. Coba bayangkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kami hanya Rp. 450 milyar. Kalau kita semua memakai FOSS, tentunya penghematan akan terjadi secara pesat. Nah, ini lah yang tengah kami lakukan. Saya ingin kita merdeka, dan tidak lagi memakai sistem operasi yang yang berbayar. Apalagi mencuri, saya tidak mau. Sehingga Insyallah pada anggal 31 Desember 2011 nanti, saya akan canangkan Pekalongan sebagai kota yang sudah memakai FOSS secara menyeluruh baik di pemerintahan kota, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kecamatan, Kelurahan, sekolah-sekolah yang dibawah pemerintah hingga pengusaha swasta.</p>
<p><strong>Untuk mencapai target itu, langkah seperti apa yang sudah dilakukan?</strong><br />
Kewajiban pemakaian dan pemanfaatan FOSS yang saya sebutkan tadi merupakan kebijakan strategis pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik bebas pelanggaran Undang-undang Nomor 9 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Pemerintah Kota Pekalongan telah memfasilitasi penerapan legal software berbasis OSS di 33) SKPD Pemerintah Kota Pekalongan dengan target penuntasan migrasi ke perangkat lunak legal berbasis FOSS sampai dengan Desember 2010.</p>
<p>Sasaran migrasi mencakup semua komputer aktif fungsi administrasi perkantoran (olah kata, olah angka, dan bahan presentasi) yang masih menggunakan sistem operasi dan aplikasi perkantoran tidal legal. Target penuntasan meliputi migrasi aplikasi perkantoran OpenOffice sejumlah 668 unit dan sistem operasi distro Linux Ubuntu sejumlah 375 unit. Kegiatan fasilitasi penerapan legal software berbasis OSS meliputi sosialisasi, pendataan, pelatihan, instalasi, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Pada tahun anggaran 2011, kegiatan fasilitasi penerapan legal software berbasis OSS difokuskan ke SD, SMP, SMA/SMK, dan Kelurahan se-Kota Pekalongan.</p>
<p><strong>Selain target tersebut, secara nyata seberapa jauhkah Pemerintah Kota Pekalongan memanfaatkan TI?</strong><br />
Interkoneksi data dan informasi d ilingkungan Pemerintah Kota Pekalongan telah menggunakan infrastruktur TI, yaitu Metropolitan Area Network (MAN) atau lebih dikenal dengan nama Jaringan BATIK-Net. Tahun 2005-2010, Jaringan BATIK-Net telah menghubungkan 105 titik terdiri atas klaster A Network Operating Control (NOC) sejumlah 35 titik, klaster B Kecamatan Pekalongan Barat sejumlah 17 titik, klaster C Kecamatan Pekalongan Selatan sejumlah 13 titik, klaster D Kecamatan Pekalongan Timur sejumlah 16 titik, klaster E Kecamatan Pekalongan Utara sejumlah 13 titik, dan klaster F Dinas Kesehatan sejumlah 15 titik. Sejumlah 18 titik koneksi menggunakan frekuensi jaringan wifi 2,4 Ghz. Sedangkan, SKPD atau unit kerja yang menggunakan frekuensi jaringan wifi 5,8 Ghz sejumlah 87 titik.</p>
<p>Dalam penyediaan informasi publik, Pemerintah Kota Pekalongan telah melakukan pengelolaan website resmi Pemerintah Kota Pekalongan (<a href="http://www.pekalongankota.go.id">http://www.pekalongankota.go.id</a>) dan memfasilitasi penanganan 14 website resmi SKPD. Pengelolaan website meliputi pengelolaan nama domain, hosting, dan pemutakhiran data/informasi penyelenggaraan pemerintahan/ pembangunan. Pada tahun anggaran 2011, semua SKPD dan Kelurahan difasilitasi untuk pembangunan/ pengembangan website resmi SKPD sebagai sub domain nama domain resmi Pemerintah Kota Pekalongan.</p>
<p>Komunikasi kedinasan lintas SKPD juga menggunakan saluran alternatif lain yang lebih murah dan aman disamping telepon, PABX, maupun telepon seluler. Alternatif tersebut menggunakan Voice over Internet Protokol (VoIP). VoIP terhubung melalui jaringan Batik-Net. Pemerintah Kota Pekalongan sendiri telah membangun dan memfasilitasi pembangunan VoIP sejumlah 72 unit. Dalam pengembangan infostruktur TI, Pemerintah Kota Pekalongan telah mengembangkan dan memanfaatkan aplikasi Government to Government (G2G), Government to Bussiness (G2B), dan Government to Citizen (G2C).</p>
<p>Aplikasi G2G meliputi SIMDA Keuangan, SIMDA Barang, Kantor Maya atau KANTAYA, SIM Hukum, SIM LEPPK, SIM RENJA, SIM Kepegawaian, SIM Pengawasan, dan SIM Kesehatan. Aplikasi G2B berupa SIMPADU, LPSE, BKO. Aplikasi G2C berupa SIM Kependudukan, SISKO TKLN, SMS Center.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/07/HMBasyirAhmad-SoegihartoSantoso.jpg.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-5236" title="HMBasyirAhmad SoegihartoSantoso.jpg" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/07/HMBasyirAhmad-SoegihartoSantoso.jpg-300x240.jpg" alt="HMBasyirAhmad SoegihartoSantoso.jpg" width="300" height="240" /></a>Pekalongan kabarnya telah memiliki SMS Center dan Telecenter sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, apa tujuan dari pembuatan SMS Center dan Telecenter tersebut? Apakah SMS Center dan Telecenter tersebut telah berjalan sesuai yang diharapkan?</strong><br />
Betul, Telecenter dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat meliputi Community Acces Point (CAP) dan Mobile-Community Acces Point (M-CAP). Community Acces Point (CAP), Pemerintah Kota Pekalongan telah mempunyai 47 Telecenter LPM di kelurahan se-Kota Pekalongan, 1 Telecenter UKM Batik City di Pasar Grosir Batik Setono, 1 Telecenter Museum Batik, 1 Telecenter LPPAR, 1 Telecenter TIK BATIK-Net, 2Telecenter Kampung Batik, yaitu Kauman dan Pesindon. Disamping itu, Pemerintah Kota Pekalongan juga telah memiliki 1 unit Mobile-Community Acces Point (M-CAP).</p>
<p>CAP memiliki fungsi layanan pembelajaran TI dan akses internet. Sedangkan, M-CAP memiliki fungsi layanan pembelajaran TI, akses internet, akses layanan telepon, dan diseminasi informasi secara audio visual. Sementara SMS Center merupakan salah satu saluran komunikasi antara pemerintah dan masyarakat disamping surat, e-mail, telepon, fax, maupun tatap muka. SMS Center juga menampung keluhan masyarakat terkait dengan pelayanan publik.</p>
<p><strong>Belum lama ini Pekalongan juga membangun Balai Inkubator Teknologi sebagai usaha Pengembangan Wirausaha Berbasis Teknologi, sejauh ini seberapa banyak sumber daya manusia yang siap menjadi technopreneur? Kongritnya, di bidang apakah mereka siap bekerja?</strong><br />
Technopreneur diharapkan terdiri dari 14 bidang industri kreatif. Namun saat ini, bidang yang siap adalah fesyen dan semua kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain pakaian batik, produksi pakaian mode batik dan aksesorisnya.</p>
<p><strong>Tiap kota di seluruh Indonesia sekarang berencana memiliki cybercity, apakah Pekalongan akan memiliki Pekalongan Cyber City? Sudahkah dipersiapkan dan seperti apa nantinya Pekalongan Cyber City?</strong><br />
Pembangunan daerah berbasis elektronik identik dengan cybercity. Pemerintah Kota Pekalongan sebagai salah satu institusi pemerintah turut berperan dalam upaya peningkatan kinerja melalui penyelenggaran kepemerintahan berbasis elektronik. Penyelenggaran kepemerintahan berbasis elektronik ini merupakan bagian integral dari pembangunan daerah. Pembangunan Kota Pekalongan berbasis TI telah dicanangkan pada Peringatan HARTEKNAS 2008 di Kota Pekalongan dengan program e-pekalongan@batik-city-2010 (baca: e-pekalongan at batik city 2010) dengan misi e-Development untuk mendorong percepatan pemberdayaan masyarakat, good governance, pendidikan berkualitas, dan ekonomi kreatif Kota Pekalongan. Dengan menggali peluang dan merumuskan konsensus kegiatan kolaboratif dalam pendayagunaan dan difusi TI diharapkan dapat menghasilkan dampak sinergis dalam pembangunan daerah.</p>
<p>Persiapan cybercity diawali dengan pembangunan infrastruktur TIK yang menghubungkan seluruh Kota Pekalongan. Tahap awal, telah dikembangkan telecenter di 4 kecamatan dan 47 kelurahan, telecenter di sentra produk unggulan, hotspot di tempat publik. Tahap selanjutnya, telecenter RT/RW. Dengan adanya infrastruktur TI tersebut, masyarakat dapat mengakses aplikasi-aplikasi layanan publik secara free.</p>
<p><strong>Kalau boleh tahu, berapa anggaran yang disiapkan Pekalongan untuk membangun teknologi komunikasi di pemerintahan?</strong><br />
Pada tahun anggaran 2010, dukungan anggaran program rutin dan program unggulan sebesar Rp. 1.493.309.100. Sedangkan, tahun anggaran 2011 sebesar Rp. 1.790.721.000.</p>
<p><strong>Langkah apa yang yang Anda siapkan untuk membangun sarana pelayanan publik demi terciptanya pemerintahan yang bersih?</strong><br />
Ada 2 pola yang kami lakukan, yaitu dengan memakai sistem langsung dengan ketemu langsung dan melalui dunia maya. Kalau secara langsung, saya wawancara di radio setiap senin dan kamis dalam acara Walikota Menjawab. Jadi masyarakat bisa bertanya langsung dan saya akan menjawab semua pertanyaan tersebut. Kemudian secara rutin setiap seminggu sekali, saya keliling sepeda santai berkunjung ke kelurahan-kelurahan untuk bertatap langsung dengan masyarakat sekitar. Selain itu, juga ada refleksi di Perguruan Tinggi yang biasanya diadakan setahun sekali sebagai komunikasi dan diskusi tentang kinerja kami. Hal ini dilakukan sebagai kontrol pelayan publik.</p>
<p><strong>Bagaimana pendapat Anda mengenai kemajuan TI di Indonesia dari waktu ke waktu? Dan Apa saran Bapak agar Indonesia bisa sejajar dan bahkan lebih maju di bidang TI dibanding negara-negara lain?</strong><br />
Kemajuan TI di Indonesia dapat dilihat pada implementasi program flagship nasional, misal National Single Window, e-Education, dan palapa ring. Indonesia dapat memanfaatkan sumberdaya TI yang ada, termasuk SDM, infrasruktur, infostruktur TI dalam membangun e-Indonesia. Tentunya pembangunan e-Indonesia diperlukan suprastruktur TI, terutama kebijakan yang dituangkan dalam perundang-undangan.</p>
<p>Agar sejajar dengan negara-negara lain, Indonesia harus bisa menjadi negara produsen produk-produk TI dan produk asli daerah yang berdaya saing di tingkat internasional. Hal ini dapat diwujudkan dengan membentuk jaringan informasi dan transaksi Akademic, Business, Government (ABG), membentuk hubungan interaktif dengan ABG, membentuk mekanisme dan saluran komunikasi ABG, membentuk sistem manajemen dan proses kerja ABG secara elektronik.</p>
<p>Arah negara produsen produk TI tidak terlepas dari tinjauan berbagai aspek pemanfaatan TI, antara lain e-Leadership, infrastruktur jaringan informasi, pengelolaan informasi, lingkungan bisnis, masyarakat dan sumberdaya manusia. Tentunya dengan upaya yang sungguh-sungguh, kita semua menginginkan hal ini bisa dicapai Indonesia tak lama lagi.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=5231&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2011/07/13/walikota-pekalongan-hm-basyir-ahmad-2011-pekalongan-migrasi-ke-foss.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rektor Universitas Terbuka Tian Belawati: Pendidikan Jarak Jauh Terkendala Infrastruktur TI</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2011/06/03/rektor-universitas-terbuka-tian-belawati-pendidikan-jarak-jauh-terkendala-infrastruktur-ti.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2011/06/03/rektor-universitas-terbuka-tian-belawati-pendidikan-jarak-jauh-terkendala-infrastruktur-ti.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 04:44:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=5110</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Tian-Belawati-01.jpg.jpeg"></a>SISTEM pendidikan terbuka dan jarak jauh (PTJJ) sudah tidak asing dalam istilah pendidikan tinggi di belahan dunia manapun. Di Indonesia, Universitas Terbuka (UT) dianggap telah mampu menyelenggarakan PTJJ secara tertata dan sistematis. Tak heran jika UT kini dijadikan contoh sukses &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Tian-Belawati-01.jpg.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-5112" title="Tian Belawati 01.jpg" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Tian-Belawati-01.jpg-300x264.jpg" alt="Tian Belawati 01.jpg" width="300" height="264" /></a>SISTEM pendidikan terbuka dan jarak jauh (PTJJ) sudah tidak asing dalam istilah pendidikan tinggi di belahan dunia manapun. Di Indonesia, Universitas Terbuka (UT) dianggap telah mampu menyelenggarakan PTJJ secara tertata dan sistematis. Tak heran jika UT kini dijadikan contoh sukses oleh open university di Asia. UT juga dinilai bisa menjadi kampus masa depan bagi bangsa Indonesia. Sebab, berbagai bahan studi untuk menyebarkan pengetahuan dan informasi di kampus itu, mengandalkan teknologi informatika yang paling mutakhir, yakni teknologi jarak jauh (long distance), sehingga cocok bagi wilayah geografis Indonesia yang terpisah oleh beberapa kepulauan.</p>
<p>“UT memudahkan orang-orang yang tidak sempat belajar secara tatap muka atau formal. Meski begitu, tantangan terbesar kami adalah UT harus menyeragamkan sistem pendidikan dengan luasnya geografis Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” ujar Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ir. <strong>Tian Belawati</strong> Med. Phd kepada BISKOM, akhir Mei lalu di ruang kerjanya di Pondok Cabe, Tangerang.</p>
<p>Tian sendiri telah menjabat sebagai Rektor UT sejak bulan Juni 2009, sekaligus merupakan rektor wanita pertama di UT sejak perguruan tinggi ini berdiri pada 1984. Berbincang dengan kelahiran 1 April 1962 ini sungguh menyenangkan. Bagi Tian, “Seninya jadi dosen di UT adalah selalu menerangkan dan menjelaskan pertanyaan orang. Kami di UT dituntut untuk memiliki kreatifitas dalam mengambil solusi, karena pada umumnya problematika di UT tidak sama dengan yang dihadapi oleh perguruan tinggi.&#8221; Hal lain yang menyenangkan bagi lulusan IPB ini adalah, “Saya selalu dikejar-kejar teknologi. Karena sistem pengajaran UT yang jarak jauh, maka saya pun dituntut untuk aktif mengikuti perkembangan teknologi.” Menariknya, kisah Tian, UT akan menjadi tuan rumah konferensi International Council for Open and Distance Education (ICDE) tingkat dunia di Bali pada 2-5 Oktober 2011 yang bertemakan Expanding Horizons-New Approaches to Open and Distance Learning.</p>
<p>“ICDE merupakan sebuah organisasi yang mewadahi lebih dari 50 negara yang menjadi komunitas pendidikan terbuka dan jarak jauh,” paparnya. Ingin tahu lebih banyak tentang UT? Simak petikan wawancara BISKOM dengan peraih gelar Master of Education dari Simon Fraser University, Burnaby, B.C., Canada dan gelar Doctor of Philosophy dari University of British Columbia, Vancouver ini.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Tian-Belawati-02.jpg.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-5113" title="Tian Belawati 02.jpg" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Tian-Belawati-02.jpg.jpeg" alt="Tian Belawati 02.jpg" width="300" height="382" /></a>Bisa dijelaskan lebih rinci mengenai PTJJ?</strong><br />
PTJJ merupakan sistem yang menggabungkan konsep pendidikan terbuka dengan metode pendidikan secara jarak jauh. Konsep pendidikan terbuka (open education atau open learning) pada dasarnya merupakan suatu tujuan atau citacita kebijakan mengenai sistem pendidikan. Konsep ini menekankan pentingnya keluwesan sistem, terutama dalam meniadakan kendala tempat, waktu, dan aspek yang disebabkan oleh karakteristik mahasiswa seperti misalnya keadaan ekonomi.</p>
<p>Sedangkan pendidikan jarak jauh (distance education atau distance learning) merupakan suatu metode yang dapat digunakan untuk mencapai sistem pendidikan yang terbuka.<br />
<strong><br />
Hal apa yang mendasari berdirinya UT?</strong><br />
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat menuntut kita untuk terus meningkatkan potensi sumber daya manusia (SDM) yang menunjang produktivitas. Namun, keterbasan tempat dan waktu menjadi kendala utama bagi banyak orang dalam mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesional mereka untuk menghadapi perubahan yang dinamis dan sesuai tuntutan masyarakat.</p>
<p>Ditambah lagi, terbatasnya penyebaran sarana pendidikan tinggi di Indonesia telah menghambat proes perkembangan profesionalisme kita secara berkelanjutan. Untuk menjembatani hal ini, UT memberikan kesempatan kepada siapapun yang ingin meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi.</p>
<p><strong>Apa yang membedakan UT dengan perguruan tinggi lain?</strong><br />
UT adalah Perguruan Tinggi Negara (PTN) ke 45 di Indonesia yang menerapkan sistem PTJJ. Tanpa memandang kondisi mahasiswa, PTJJ yang diterapkan UT membantu pencapaian tujuan belajar karena tidak ada pembatasan jangka waktu penyelesaian studi dan tidak memberlakukan sistem drop out, tidak ada pembatasan umur maupun tahun kelulusan, dan waktu pendaftaran yang leluasa sepanjang tahun.</p>
<p>Kemudian juga di UT, ruang, waktu dan tempat belajar sangat fleksibel sesuai dengan kondisi mahasiswa. Kami juga menggunakan materi belajar multimedia, termasuk bahan ajar cetak baik yang dilengkapi dengan kaset audio dan video (CD), siaran radio dan TV, maupun bahan belajar bebasis komputer dan internet.</p>
<p>Di samping itu semua, biaya kuliah di UT jauh lebih murah dibandingkan perguruan tinggi konvensional dan jangkauannya juga lebih luas.</p>
<p><strong>Program studi apa saja yang ditawarkan UT dan bagaimana mengenai jaminan kualitas belajar di UT?</strong><br />
UT memiliki empat fakultas dan satu program pascasarjana yang menawarkan lebih dari 30 program studi dengan jenjang yang bervariasi meliputi Program Magister, Sarjana, Diploma 1, 2 dan 3 serta Sertifikat. UT sendiri telah mendapatkan akreditasi, baik tingkat nasional maupun internasional. Pada tingkat internasional, UT memperoleh Sertifikat Kualitas dari The International Council for Open and Distance Education (ICDE) dan ISO 9001:2000/2008 dalam berbagai bidang manajemen dari Badan Sertifikasi SAI Global dan SGS USA. Dan tentu saja akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).</p>
<p>Informasi lebih lengkap mengenai UT dapat diakses secara cepat melalui situs <a href="http://www.ut.ac.id/">http://www.ut.ac.id/</a>. Kami juga telah bergabung dalam Indonesia Digital Library Network (IDLN), yakni jaringan perpustakaan digital Indonesia yang beranggotakan lebih dari 80 institusi. Infonya bisa diperoleh pada <a href="http://hub.indonesiadl.net/index.php">http://hub.indonesiadl.net/index.php</a>.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Tian-Belawati-03.jpg.jpeg"><img class="alignleft size-large wp-image-5114" title="Tian Belawati 03.jpg" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Tian-Belawati-03.jpg-765x1024.jpg" alt="Tian Belawati 03.jpg" width="300" height="401" /></a>PTJJ memungkinkan individu untuk menuntut ilmu di UT. Bagaimana jika mereka belum memiliki akses internet, dimana info mengenai UT bisa diperoleh?</strong><br />
Sebetulnya UT telah memiliki kantor cabang sebanyak 37 UPBJJ-UT yang tersebar di 32 provinsi. Selain itu, kami juga menjalin kerjasama dengan berbagai institusi seperti PTN/PTS setempat terutama dalam penyediaan tutor, pembimbing praktik dan pengawas ujian. Lalu dengan pemerintah dan stasiun radio dan TV setempat.</p>
<p>Pada tingka pusat, UT juga bekerjasama dengan Q-Channel dan TV Edukasi, RRI serta PT Pos Indonesia untuk mendistribusikan bahan ajar, dokumen ujian dan bahan pendukung lainnya. Jalinan kerjasama dengan berbagai organisasi internasional juga telah dilakukan untuk melayani mahasiswa dari luar negeri, seperti dengan KBRI, Florida State University, Simon Fraser University, University of Maryland University Collage, Southeast Asian Ministers of Education<br />
Organization Regional Open Learning Center (SEAMOLEC) dan lain sebagainya.</p>
<p><strong>Sejauh mana teknologi informasi (TI) telah digunakan sepanjang PTJJ berdiri di seluruh dunia?</strong><br />
Dalam sejarah penggunaan teknologi untuk kepentingan pendidikan, PTJJ selalu yang terdepan dan saat ini telah memasuki generasi kelima, yaitu generasi yang mengeksploitasi kemampuan teknologi internet dan jaringan.</p>
<p>Generasi pertama adalah generasi pendidikan korespondensi yang merupakan sistem pendidikan belajar mandiri oleh mahasiswa dengan media utama bahan ajar cetak, khususnya Panduan Belajar dan tugas-tugas yang dikirimkan oleh instruktur melalui pos. Oleh karena itu, program-program pendidikan pada generasi ini biasa disebut sebagai correspondence study.</p>
<p>Generasi kedua merupakan generasi PTJJ yang dicirikan dengan pemanfaatan teknolgi audio dan video, serta teknologi yang lebih interaktif seperti computer-based learning dan video interaktif. Pada generasi inilah lahir Universitas Terbuka (Open University) di Inggris pada tahun 1969. The United Kingdom Open University (UKOU) yang juga merupakan model universitas terbuka pertama di dunia melahirkan generasi ketiga yang dicirikan dengan digunakannya teknologi siaran dan rekaman (terutama dengan media penyebaran melalui televisi, radio, dan kaset audio/video), telekonferensi audio dan video (audio/video teleconferencing), serta komunikasi audio-grafik.</p>
<p>Sedangkan generasi keempat yang dimulai sejak awal tahun 1990-an, dicirikan dengan pengunaan jaringan Internet dan Intranet yang sangat ekstensif, terutama untuk kepentingan interaksi melalui apa yang disebut computer-mediated communication.</p>
<p>Generasi keempat yang dikenal sebagai generasi pembelajaran fleksibel (Flexible Learning Model) ini terus berkembang seiring dengan perkembangan TI yang sangat pesat, dan telah melahirkan generasi berikutnya yang mengintegrasikan semua kemampuan teknologi sebelumnya, sehingga melahirkan suatu automated response system.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Tian-Belawati-04.jpg.jpeg"><img class="alignleft size-large wp-image-5115" title="Tian Belawati 04.jpg" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Tian-Belawati-04.jpg-758x1024.jpg" alt="Tian Belawati 04.jpg" width="300" height="406" /></a>Bagaimana pemanfaatan TI di generasi kelima?</strong><br />
Pada generasi ini disebut sebagai model pembelajaran fleksibel yang lebih cerdas (The Intelligent Flexible Learning Model) yang dicirikan dengan pengembangan portal institusi penyelenggara PTJJ untuk meningkatkan akses peserta didiknya terhadap sumber dan layanan bantuan belajar. Pada generasi PTJJ keempat dan kelima juga lahir jargon yang sangat populer di masyarakat seperti e-learning dan mobile, learning yang lebih memasyarakatkan lagi fenomena PTJJ ke kalangan yang sebelumnya tidak pernah memandang sebelah mata pada sistem PTJJ. Hal ini karena integrasi pemanfaatan satu bentuk TI dengan bentuk teknologi informasi dan komunikasi lainnya memungkinkan sistem pembelajaran pada PTJJ dirancang menjadi interaktif, personalized, namun tetap memiliki daya jangkau yang luas.</p>
<p><strong><br />
Pemanfaatan TI di UT sendiri bagaimana?</strong> Seluruh kegiatan perkuliahan bisa diikuti oleh mahasiswa melalui pemanfaatan internet, mulai dari pendaftaran diri<br />
untuk mengikuti kuliah, konsultasi akademik, penyelesaian tugas-tugas dan penyerahannya, sampai dengan evaluasi kegiatan belajar mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa dapat memilih apakah akan mengikuti kegiatan kuliah secara tatap muka, atau secara online, atau perpaduan keduanya.</p>
<p><strong>Masing-masing pilihan ini dihargai sama secara akademik. Apakah ada kendala terkait dengan TI di UT?</strong><br />
Penyelenggaraan pendidikan jarak jauh di UT memang masih terkendala infrastruktur TI yang terbatas, terutama di daerah-daerah terpencil. Akibatnya, belum semua mahasiswa UT memiliki akses teknologi informasi yang seharusnya bisa mempermudah perolehan bahan materi ajar.</p>
<p>Pemanfaatan TI masih harus ditingkatkan. Pembangunan infrastrukturnya belum merata. Padahal, pendidikan jarak jauh dengan TI menghilangkan hambatan jarak dan waktu karena para peserta didik bisa mengakses bahan ajar setiap saat dan di mana saja.</p>
<p>Kendala infrastruktur TI ini harus segera ditangani agar UT bisa lebih mengembangkan diri, antara lain dengan membuat program politeknik, seperti yang ada di negara lain, misalnya di Afrika Selatan.<br />
<strong><br />
Apa yang bisa UT lakukan jika infrastruktur TI di Indonesia sudah lebih baik?</strong><br />
Kita ambil contoh saja negara-negara lain yang memiliki UT sudah bisa membuat program politeknik jarak jauh, seperti fakultas teknik atau keperawatan. Jika kendala akses TI ini bisa teratasi, jumlah mahasiswa UT yang kini 650.000 orang di seluruh Indonesia kecuali Papua Barat dan di luar negeri, diyakini akan meningkat. Meski masih ada kendala pemanfaatan TI. Syukurlah, sistem UT di Indonesia dinilai telah berjalan baik oleh tim penilai UT dari Inggris dan juga menjadi contoh sukses oleh open university di Asia.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=5110&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2011/06/03/rektor-universitas-terbuka-tian-belawati-pendidikan-jarak-jauh-terkendala-infrastruktur-ti.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

