<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BISKOM : Mitra Komunitas Telematika &#187; Figur Biskom</title>
	<atom:link href="http://www.biskom.web.id/category/figur-biskom/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.biskom.web.id</link>
	<description>Situs Berita Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 14:28:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>SATORU ARAI, Presdir PT. Sony Indonesia: Sony Akan Jadi Produk Nomor Satu</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2010/08/12/satoru-arai-presdir-pt-sony-indonesia-sony-akan-jadi-produk-nomor-satu.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2010/08/12/satoru-arai-presdir-pt-sony-indonesia-sony-akan-jadi-produk-nomor-satu.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 09:30:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=3623</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Arai-01.jpg"></a>Kehadiran teknologi <em>Light Emitting Diode</em> (LED) pada LCD TV belum usai dibicarakan, kabarnya pada pertengahan tahun ini, tren tersebut akan digantikan oleh teknologi bernama <em>Three Dimension</em> atau tiga dimensi (3D).</p>
<p>Sebagai perusahaan yang selalu gencar  mengeluarkan produk-produk yang berteknologi terbaru, Sony pun berencana&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Arai-01.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3625" title="Arai 01" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Arai-01-300x234.jpg" alt="Arai 01" width="300" height="234" /></a>Kehadiran teknologi <em>Light Emitting Diode</em> (LED) pada LCD TV belum usai dibicarakan, kabarnya pada pertengahan tahun ini, tren tersebut akan digantikan oleh teknologi bernama <em>Three Dimension</em> atau tiga dimensi (3D).</p>
<p>Sebagai perusahaan yang selalu gencar  mengeluarkan produk-produk yang berteknologi terbaru, Sony pun berencana mengeluarkan produk-produk yang berteknologi 3D seperti televisi, pemutar Blu-ray, kamera maupun PS3. Di Jepang, dimana Sony berasal, jumlah produk yang mengadopsi teknologi 3D juga berkembang  pesat. Menurut <strong>Satoru Arai</strong>,  President Director PT. Sony Indonesia, tren produk 3D  ini nanti akan berkembang pesat di wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia yang memiliki potensi untuk menjadi besar.</p>
<p>“Sony akan terus meningkatkan  perangkat keras 3D. Selain LCD 3D bernama ‘BRAVIA’, Sony Group juga mengembangkan perangkat 3D untuk  banyak perangkat lainnya seperti kamera,  Blu-ray, dan PS3 juga untuk jajaran produk Sony VAIO,&#8221; kata pria ke­­la­hiran Nagoya, Jepang, ta­hun 1967 itu.</p>
<p>Bicara mengenai karir, Satoru Arai  mengaku tak pernah membayangkan menjadi Presiden Direktur Sony Indonesia, sebuah jabatan tertinggi di cabang produsen Sony di luar negeri. Arai-san, demikian ia biasa disapa, mengawali karier hanya sebagai seorang salesman. Ia menggantikan <strong>Koji Wa­kaizumi</strong> yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Direktur Sony Indonesia pada 15 April 2010. Sebelum bertugas di Indo­ne­sia, Arai menjabat sebagai Coun­try Manager Sony di Tehe­ran, Iran, sebagai salah satu cabang dari Sony Gulf. “Yang terpenting kerja keras dan mau belajar. Sebab kita tak tahu apa yang akan terjadi di ma­sa yang akan datang,” jelasnya ketika ditanya mengenai kiat sukses yang dijalankannya.</p>
<p>Sebelumnya, pada  tahun 2000 Arai juga pernah  ditempatkan di kantor pusat Sony Gulf di Dubai, Uni Emi­rat Arab, sebagai Area Ma­nager. Pada tahun 2006, ia akhir­nya kembali dipercaya untuk menja­bat salah satu posisi kunci di Sony Gulf.</p>
<p>Berikut petikan wawancara BISKOM dengan pria lulusan Fakultas Ekonomi, Universitas Rikyo, Tokyo-Jepang yang memiliki  hobi bermain musik sejak kecil,  terutama alat musik drum.</p>
<p><strong>Anda baru saja menjabat sebagai Presiden Direktur Sony Indonesia. Kebijakan apa yang Anda jalankan untuk semakin mempopulerkan Sony di Indonesia? </strong><br />
Sejak ditugaskan menjadi menjadi Presiden Direktur  bulan April lalu, salah satu tugas utama saya adalah bagaimana mengubah pandangan dan cara kerja dari tim Sony Indonesia agar dapat memaksimalkan jumlah penjualan. Pada intinya, saya dan tim di Sony Indonesia akan berusaha membuat semua pro­duk Sony menjadi nomor satu di pasar elektronik Indo­nesia.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Arai-02.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3626" title="Arai 02" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Arai-02.jpg" alt="Arai 02" width="300" height="450" /></a>Strategi apa yang Anda jalankan untuk menjadi nomor satu? </strong><br />
Strateginya adalah memperkuat lima “<em>touchpoint</em>” yang selama ini dijalankan oleh Sony. Pertama, adalah bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan konsumen, kedua dengan memperbanyak toko-toko atau Sony Center maupun VAIO Shop. Kemudian kami juga lebih gencar berpromosi melalui  iklan dan media, dan juga memperbanyak even-even termasuk  memperkuat tim  pusat informasi Sony. Dan yang terakhir adalah terus meningkatkan pelayanan after sales.</p>
<p>Kami berharap, dengan meningkatkan layanan dengan lima titik sentuh tadi maka penjualan Sony akan terus meningkat, selain agar pesan kami bisa lebih jelas sampai kepada konsumen.</p>
<p><strong>Target lain seperti apa yang Anda ingin capai di Sony Indonesia?</strong></p>
<p>Yang pasti, Sony ingin selalu meningkatkan penjualan di Indonesia.  Salah satu contohnya adalah memahami betapa pentingnya sinkronisasi. Misalnya, kami sudah mengiklankan sebuah produk baru,  kemudian konsumen tertarik untuk membelinya. Ketika dia datang ke toko untuk membelinya tetapi  ternyata produknya tidak ada, pastinya dia akan kecewa. Hal seperti itu kami harap tidak akan terjadi. Contoh lainnya,  ketika konsumen menelepon ke petugas toko, namun petugas  tidak tahu mengenai produk yang ditanyakan,  pastinya konsumen akan kecewa  dan membuat mereka berhenti membeli produk Sony. Nah,  sinkronisasi di semua titik yang saya sebutkan tadi sangat diperlukan.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan service center yang dimiliki Sony, apakah sudah cukup ideal baik dari segi kualitas maupun kuantitas?</strong><br />
Jumlah service center Sony di Indonesia saat ini ada sekitar 60. Tapi, kami tidak hanya fokus pada jumlah, meski jumlah itu penting untuk memperluas jangakuan. Saat ini fokus kami adalah memperbaiki level pelayanan agar kualitasnya lebih baik lagi.</p>
<p><strong>Seperti kita ketahui,  teknologi 3D kini makin booming, produk apa saja yang disiapkan Sony?</strong><br />
Ya betul. Sony di tahun 2010 ini berencana untuk mulai meluncurkan konsep 3D lewat beberapa produk terbaru. Sebenarnya, kami sudah memperkenalkan televisi 3D serta Blu-ray 3D. Namun yang paling unik dari Sony adalah tambahan teknologi 3D pada PS3 dengan hanya meng-upgrade software, kemudian pemain game bisa langsung  memainkan game-game 3D terbaru. Artinya, tidak perlu membeli konsol baru untuk PS3 tersebut.</p>
<p>Tidak hanya jajaran game, teknologi 3D juga diadopsi pada  produk-produk baru seperti kamera. Sony akan meluncurkan kamera Alpha NEX3 dan NEX5 yang ramping sekali dengan mutu gambar sekelas DSLR sekaligus lensa yang bisa diganti ganti. Untuk kamera ini, pengguna juga dapat men-<em>download</em> sebuah software 3D sehingga kapabilitas 3D bisa didapatkan jika mengambil foto panorama.</p>
<p>Fitur 3D hanya akan muncul bila kita melihat gambar hasil shooting di sebuah TV Bravia 3D. Saat ini, belum ada kompetitor yang memiliki  fitur itu. Disamping produk-produk tadi, keluarga VAIO kemungkinan juga akan diupdate dengan teknologi 3D.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Arai-03.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3627" title="Arai 03" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Arai-03-300x199.jpg" alt="Arai 03" width="300" height="199" /></a>Bagaimana dari sisi price pada produk-produk yang mengadopsi teknologi-teknologi baru seperti 3D?</strong><br />
Untuk kategori televisi 3D dari Sony kami belum memastikan harganya. Tapi, seperti yang sudah dijelaskan, dari sisi kamera Alpha NEX dan PS3 itu, up gradenya semuanya gratis dan tidak memerlukan biaya tambahan.</p>
<p><strong>Saat ini dunia hardware dimeriahkan oleh kehadian PC tablet, apakah Sony juga berkonsentrasi memproduksi produk sejenis? Tipe apa saja yang siap diluncurkan?</strong><br />
Kemungkinanan itu sangat luas, apalagi Sony sendiri mempunyai produk yang disebut e-Reader, meski mungkin tidak masuk ke Asia Pasifik dan hanya dipasarkan  khusus untuk Amerika Serikat dan Jepang.  Namun akan ada konvergensi pada jajaran VAIO yang bisa dipadukan dengan e-Reader. Jadi, saat ini kami sedang membuat riset bagaimana bentuk VAIO kedepan.<br />
<strong><br />
Lalu inovasi lain seperti apa yang saat ini sedang Sony perkenalkan?</strong><br />
Saat ini Sony memang belum terlalu gencar di PC Tablet, karena kami sedang berkonsentrasi pada notebook VAIO P  yang bisa diselipkan atau  dimasukkan ke saku celana. Dari segi tampilan, seri P ini sangat menarik. Warnanya trendy, pink merona dan orange menyala.</p>
<p>Seperti pada kamera, kami menerapkan <em>gesture control</em> pada notebook. Fitur ini mampu menyesuaikan arah tampilan. Jika notebook diputar ke arah horisontal dari arah vertikal, atau sebaliknya, tayangan di LCD-nya otomatis menyesuaikan diri. Itu sebenarnya sudah merupakan satu langkah baru.</p>
<p><strong>Bagaimana kesiapan Sony dalam menyambut era 4G di tahun ini dan tahun mendatang?</strong><br />
Indonesia dalam dua tahun mendatang seperti kita ketahui memang akan masuk pada era WiMax. Sebetulnya,  produk VAIO rata-rata sudah mendukung teknologi ini, namun beberapa seri VAIO dengan WiMax baru beberapa tipe saja yang dipersiapkan untuk pasar Indonesia, sambil menunggu siapnya jaringan WiMax di Indonesia.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Arai-04.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3628" title="Arai 04" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/08/Arai-04-300x224.jpg" alt="Arai 04" width="300" height="224" /></a>Apa pula yang dilakukan Sony untuk memasyarakatkan penggunaan teknologi di masyarakat yang belum terjamah teknologi? </strong><br />
Sebetulnya dengan memberikan informasi jajaran produk Sony  yang lengkap kuncinya, terutama ke daerah-daerah di luar Jakarta, itu merupakan salah satu penetrasi dan informasi teknologi yang  mereka butuhkan.  Contohnya, kita masih dapat melihat penggunaan TV tabung di daerah masih sangat tinggi. Dan, yang tersedia di toko-toko memang produk-produk seperti itu. Dengan informasi yang terus menerus kami lakukan, tiap tahun pastinya akan ada masa transisi ke produk berjenis LCD.</p>
<p><strong>Seperti apa bentuk dukungan Sony terhadap dunia pendidikan secara global?</strong><br />
Pendidikan merupakan salah  hal yang penting yang diperhatikan  Sony di seluruh dunia. Baik di tingkat pusat maupun masing-masing sales company memiliki program-program untuk dunia pendidikan. Misalnya, Sony Indonesia mengadopsi sekolah rakyat di lingkungan kantor Sony yakni di SD Karet 01 dan 06 Setiabudi yang anak-anaknya tidak di pungut biaya.</p>
<p>Sony Indonesia juga membangun perpustakaan mereka dan  juga menggalang buku. Buku itu di dapatkan dari  karyawan maupun di setiap Sony Center. Tahun lalu,  sudah terkumpul sebanyak 3.000 buku. Saat ini, kami fokus untuk sekolah berikutnya.</p>
<p>Di luar itu, kami juga menanam bakau di pulau Rambut karena konsep dari <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) kami berdasarkan pada <em>Employee Participation</em> bukan dalam bentuk uang. Kedepan tentunya kami akan membangun hal yang sama di daerah-daerah lainnya.<br />
<strong><br />
Apakah Sony juga mendukung green technology? Langkah seperti apa yang sudah dijalankan?</strong><br />
Sebetulnya Sony Group secara keseluruhan telah mengadopsi kampanye hemat energi, mulai dari pabriknya, bagaimana mengurangi konsumsi C02, listrik dan lain-lain.</p>
<p>Kalau diaplikasikan pada  produknya, banyak  sekali materi yang bisa didaur ulang, mulai dari <em>packaging</em>-nya  seperti pada VAIO  yang mengemas fitur <em>recycle</em> material dan bahkan  Sony VAIO seri W yang dibuat dari serpihan CD bekas maupun  plastik bekas yang didaur ulang.</p>
<p>Penggunaan plastik daur ulang tersebut niscaya akan membantu mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 10% dibanding plastik biasa. Keunikan lain dari VAIO seri W adalah ketika kita membeli produk tersebut, boks yang biasanya digunakan untuk membungkus telah diganti dengan tas yang ramah lingkungan.  Bahan eksteriornya pun 100% terbuat dari materi botol plastik daur ulang.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=3623&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2010/08/12/satoru-arai-presdir-pt-sony-indonesia-sony-akan-jadi-produk-nomor-satu.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dirjen Postel Kemkominfo, Muhammad Budi Setiawan: IPv6 Dukung Pengembangan Industri Konten</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2010/07/08/dirjen-postel-kemkominfo-muhammad-budi-setiawan-ipv6-dukung-pengembangan-industri-konten.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2010/07/08/dirjen-postel-kemkominfo-muhammad-budi-setiawan-ipv6-dukung-pengembangan-industri-konten.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 07:05:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=3515</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/07/Dirjen-Postel-1.jpg"></a>Untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi bagi seluruh masyarakat, pemerintah  harus terus  mendorong para pelaku industri demi memperluas cakupan layanan dan meningkatkan kualitas telekomunikasi.</p>
<p>Mengingat peran Direktorat Jendral Pos dan Telekomunikasi (Ditjen Postel) sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan telekomunikasi Indonesia yang kian&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/07/Dirjen-Postel-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3518" title="Dirjen Postel 1" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/07/Dirjen-Postel-1.jpg" alt="Dirjen Postel 1" width="400" height="306" /></a>Untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi bagi seluruh masyarakat, pemerintah  harus terus  mendorong para pelaku industri demi memperluas cakupan layanan dan meningkatkan kualitas telekomunikasi.</p>
<p>Mengingat peran Direktorat Jendral Pos dan Telekomunikasi (Ditjen Postel) sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan telekomunikasi Indonesia yang kian konvergen,  awalnya  berbagai kalangan banyak yang  mempertanyakan kemampuan <strong>Muhammad Budi Setiawan</strong> mengisi jabatan  strategis yang sebelumnya diemban oleh <strong>Basuki Yusuf Iskandar</strong>.</p>
<p>Keraguan tersebut timbul karena Budi yang baru menjabat Direktur Jenderal Postel sejak awal April ini  dikenal sebagai seorang ahli nuklir yang tidak memiliki latar belakang komunikasi. Namun pria kelahiran Tasikmalaya,  23 Desember 1963 ini mengatakan  teknik nuklir justru cukup banyak bersinggungan dengan dunia telekomunikasi.</p>
<p>Sebelum memiliki jabatan strategis di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang merangkap sebagai Kepala BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia), Budi sempat menjadi  Deputi Menteri Bidang Pengembangan Kepemimpinan Pemuda di Kementerian Pemuda dan Olahraga.</p>
<p>Budi yang memiliki motto “learning by serving” disebut ahli nuklir karena mengambil teknik nuklir di seluruh karir pendidikannya. Ia lulusan sarjana FMIPA, Universitas Indonesia, lalu  mendapatkan gelar Master di bidang Teknik Nuklir  dan Manajemen Energi di  Tokyo Institute of Technology juga dari  McMaster  Canada University,  Kanada. Dia pun sempat meniti karir di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).  Simak petikan wawancara BISKOM dengannya akhir Juni lalu.</p>
<p><strong>Tugas-tugas apakah yang sangat penting yang harus Anda kerjakan?</strong><br />
Seperti diketahui, 80% pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang diterima Kemkominfo datang dari Direktorat Jendral Postel. Kemkominfo sendiri mematok PNBP untuk 2010 sebesar Rp 10 triliun, meningkat 42% dibandingkan target total PNBP Rp 7 triliun pada 2009, dimana Rp. 6 triliun diantaranya datang dari Direktorat Postel. Tugas penting saya sebagai Dirjen Postel adalah  mengawal penerimaan negara bukan pajak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.</p>
<p><strong>Bagimana Anda berupaya untuk mengembangkan bidang pos di tanah air?</strong><br />
Banyak hal yang bisa kita cermati, antara lain adalah bagaimana meningkatkan peran serta sektor pos sebagai instrumen yang memiliki kemampuan menggerakkan pertumbuhan pembangunan, mendukung persatuan dan kesatuan, mencerdaskan kehidupan bangsa, mendukung kegiatan ekonomi, serta meningkatkan hubungan antarbangsa.</p>
<p>Kami juga bertugas untuk memperkuat peran sektor pos sebagai salah satu sarana distribusi informasi, transaksi keuangan, paket, logistik, dan keagenan pos untuk kepentingan umum. Industri pos diharapkan semakin maju dengan tersedianya layanan pos yang berkualitas dan menjangkau keseluruh wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjamin perlakuan yang sama terhadap para pelaku bisnis pos, tidak hanya incumbent PT Pos Indonesia, akan tetapi juga termasuk penyelenggara swasta.</p>
<p>Yang tak kalah penting adalah mendorong terciptanya pengembangan inovasi layanan baru, memastikan jaminan terselenggaranya layanan Pos Universal dengan peran serta dari penyelenggara pos. Dan yang terakhir adalah  ikut serta mendorong dan memfasilitasi pengembangan filateli nasional sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 38 tahun 2009 tentang Pos, yang selama ini belum diakomodir dalam perundang-undangan sebelumnya.</p>
<p><strong>Apa yang perlu dilakukan untuk memajukan Industri teknologi informasi (TI) dan telekomunikasi di Indonesia dan apa saja tantangannya? </strong><br />
Pemerintah tentunya menginginkan terciptanya sebuah pemerataan bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh akses telekomunikasi yang berkualitas dengan harga yang terjangkau. Bersamaan dengan itu, kami tentunya berharap para pelaku industri telekomunikasi tetap dapat menikmati pertumbuhan yang subur.</p>
<p>Pemerintah mempunyai peran penting dalam mendorong para pelaku industri ini demi memperluas cakupan layanan dan meningkatkan kualitas yang diberikan kepada masyarakati. Tidak bisa dipungkiri bahwa pasar industri telekomunikasi di Indonesia identik dengan persaingan yang sangat ketat.  Kabar baiknya, kita sudah melewati fase ‘perang tarif’ antar operator namun tantangan selanjutnya juga tidak lebih mudah.</p>
<p>Seperti halnya sektor lain, pasar persaingan industri telekomunikasi akan berjalan secara alamiah. Pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu demi sebuah persaingan yang sehat serta layanan yang tidak mengkompromikan kepentingan masyakarat. Pemerintah optimis obyektif utama yang kita semua dambakan bisa tercapai meski jalan menuju kesana tidaklah mudah.</p>
<p><strong>Apa pendapat Anda tentang industri kreatif dan kapankah Bapak menargetkan industri ini bisa berjalan sebagai fondasi perekonomian bangsa?</strong><br />
Total transaksi industri kreatif di Indonesia mencapai US$ 12 milyar di tahun 2008 atau 12% dari Produk Domestik Bruto. Sedangkan jumlah sumber daya manusia yang terserap mencapai 4,5 Juta tenaga kerja. Kita bandingkan jumlah ini dengan capital expenditure (belanja modal) industri telekomunikasi yang mencapai Rp. 90 Triliun dengan penyerapan 500 ribu tenaga kerja.</p>
<p>Memperhatikan data-data ini, pemerintah bermaksud untuk memanfaatkan potensi dan kreatifitas kemampuan anak bangsa dalam berinovasi dengan mengarahkan industri telekomunikasi untuk memberdayakan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM).</p>
<p>Momentum yang kita miliki sudah tepat, mengingat teknologi telekomunikasi berada dalam transisi menuju konvergensi. Kita perlu memacu industri konten dalam negeri untuk lebih aktif sehingga mampu mengambil porsi yang lebih banyak dalam persaingan dengan industri konten luar negeri. Tentunya ketersediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi adalah faktor utama keberhasilan . Para pelaku industri  konten semestinya mulai mempersiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap melonjaknya permintaan konten yang berbasis internet protocol (IP) dalam waktu dekat. Sebagai contoh, dengan tuntasnya program Palapa Ring dan implementasi IPv6, bisa dipastikan lahan bagi industri konten untuk berkembang semakin terbuka lebar.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/07/Dirjen-Postel-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3519" title="Dirjen Postel 2" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/07/Dirjen-Postel-2.jpg" alt="Dirjen Postel 2" width="400" height="475" /></a>Pemerintah mulai mengagungi implementasi IPv6 secara menyeluruh di Indonesia, apa yang menyebabkan kita harus beralih pada teknologi ini? </strong><br />
Implementasi IPv6 kuat kaitannya dengan usaha untuk menjaga kelanjutan dan laju pertumbuhan internet di negeri ini.  Secara de facto, penggunaan IPv4 memang sudah menjadi standar industri. Namun dunia telah mengakui bahwa dengan tingkat persediaan sumber daya IPv4 yang hanya 6% atau 255 juta alamat  tersisa untuk alokasi, implementasi IPv6 menjadi solusi yang prosesnya perlu untuk dipercepat.</p>
<p>IP adalah sumber daya yang krusial  bagi perkembangan TI  dalam negeri. Dengan implementasi IPv6, operator akan berpeluang untuk melakukan ekspansi layanannya. Fitur  keamanan dan mobilitas tinggi yang ditawarkan oleh IPv6 hendaknya mampu untuk memacu pengembang konten dan aplikasi lokal untuk melahirkan inovasi-inovasi baru. Jadi, ini merupakan momen bagi  kita untuk memperbaiki kualitas hidup sebagai bangsa memalui pemanfaatan TI, atau justru sebaliknya menahan perkembangan internet lokal apabila implementasi IPv6 kembali ditunda.</p>
<p>Pemerintah bersama-sama dengan stakeholder TI Indonesia telah membentuk gugus tugas Indonesia IPv6 Task Force yang akan mengkoordinasikan arah penerapan IPv6 secara menyeluruh. Gugus tugas ini menargetkan implementasi IPv6 di Indonesia bisa tuntas di akhir tahun 2012. Namun, keberhasilan mereka tentunya tidak lepas dari dukungan seluruh elemen yang berkepentingan.</p>
<p><strong>Bagaimana kira-kira bentuk pengalihannya, apakah pemerintah khususnya Kemkominfo, telah mempersiapkan regulasinya? </strong><br />
Indonesia IPv6 Task Force telah menyusun Roadmap Penerapan IPv6 di Indonesia yang merupakan rencana aksi nasional dalam menerapkan IPv6. Pada intinya pelaksanaan roadmap berjalan selama tiga tahun hingga akhir 2012 dan setiap elemen stakeholder TIK Indonesia memiliki peran masing-masing untuk dijalankan karena penerapan IPv6 tentunya perlu didorong oleh penggunaan yang luas dengan dukungan ketersediaan perangkat, aplikasi dan konten.</p>
<p>Saat ini belum terdapat regulasi yang mengharuskan operator untuk menerapan IPv6 di jaringannya. Pemerintah hanya menghimbau dan mendorong operator untuk memulai proses peralihan tersebut lebih awal lebih baik. Kenyataannya, terdapat batas waktu sebelum persediaan IPv4 untuk alokasi benar-benar habis, sehingga operator tidak perlu menunggu penetapan sebuah regulasi karena kelangkaan IPv4 akan berimbas pada bisnis mereka.</p>
<p>Pemerintah akan menjalankan perannya seperti dalam Roadmap Penerapan IPv6 di Indonesia, yakni melalui inisiasi penggunaan IPv6 secara masif dan mengeluarkan regulasi yang dianggap perlu berdasarkan rekomendasi dari Indonesia IPv6 Task Force guna mendorong penerapan IPv6, misalnya regulasi IPv6 compliance bagi perangkat yang diuji standarisasi oleh pemerintah.</p>
<p><strong>Apakah peraturan itu akan mudah untuk dilaksanakan dan tidak akan memancing kontroversial seperti kemunculan beberapa regulasi baru dari pemerintah?</strong><br />
Seperti yang kami lakukan di tahun-tahun sebelumnya, Ditjen Postel menerima konsultasi dari publik apabila sebuah rencana regulasi akan ditetapkan. Dalam  kaitannya dengan implementasi IPv6,  kami mengundang keterlibatan APJII, MASTEL, Perguruan Tinggi, Instansi Pemerintah dan operator dalam Indonesia IPv6 Task Force. Kami menginginkan partisipasi yang luas dan dengan demikian seluruh elemen stakeholder TIK Indonesia dapat terwakilkan apabila kedepannya Indonesia IPv6 Task Force merekomendasikan suatu regulasi kepada Pemerintah.</p>
<p><strong>Hal apa yang perlu disiapkan sehubungan dengan implementasi IPv6 terutama yang berkaitan dengan kesiapan sistem, sumber daya manusia dan anggarannya?</strong><br />
Berdasarkan hasil studi, 60-70% dari total investasi untuk menerapkan IPv6 dibutuhkan untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia sedangkan sisanya untuk kebutuhan perangkat keras dan lunak.  Sangat wajar apabila investasi menjadi alasan yang umum untuk menunda pelaksanaan implementasi IPv6, terlebih bila hal ini tidak dipandang sebagai sebuah prioritas. Namun baik disadari atau tidak, implementasi IPv6 adalah persoalan kelanjutan usaha. IP adalah sumber daya internet dan ini krusial bagi eksistensi dan pertumbuhan para pelaku industri.</p>
<p>Negara-negara yang kegiatan perkekonomiannya bergantung pada infrastruktur telekomunikasi telah lama merencanakan dan mengeksekusi peralihan ke IPv6. Pengalaman dari negara-negara sahabat dan bahkan operator-operator lokal yang jaringannya telah siap IPv6, memiliki pandangan yang sama terkait pentingnya perencanaan yang matang. Investasi perangkat dapat dijadikan bagian dari pemutakhiran perangkat yang dilakukan secara berkala, sehingga pembiayaannya pun menjadi bagian dari anggaran rutin.</p>
<p>Pemerintah melalui wakil-wakil dalam Indonesia IPv6 Task Force  dari lembaga terkait seperti Ditjen Postel, Kementerian Perindustrian dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan merumuskan  langkah-langkah yang perlu diambil demi ketersediaan perangkat yang terstandarisasi dengan harga yang terjangkau. Pemerintah juga mendukung lahirnya IPv6 Forum Indonesia yang kelak akan menjadi wadah pertukaran informasi, pelatihan dan pembelajaran antar para pelaku industri telekomunikasi dalam menerapkan IPv6.</p>
<p><strong>Bagaimana cara mensosialisasikan IPv6 ini?</strong><br />
Kampanye penerapan IPv6 sebenarnya sudah dilakukan oleh Ditjen Postel sejak tahun 2006 melalui program sosialisasi dan pelatihan. Untuk mencapai dampak sosialisasi yang berskala nasional, awal Juni lalu Indonesia IPv6 Task Force sukses menggelar Indonesia IPv6 Summit yang pertama di Bali.</p>
<p>Ajang yang dibuka oleh Menkominfo ini merupakan kesempatan berharga bagi para pelaku industri Internet Indonesia untuk belajar langsung dengan pakar IPv6 dunia dari IPv6 Forum, APNIC, dan Task Force dari negara-negara sahabat serta operator dalam negeri yang telah berhasil menerapkan IPv6.</p>
<p>Indonesia IPv6 Task Force merasa puas dan bangga melihat antusias dari sekitar 300 peserta yang terdiri dari elemen operator, akademisi, lembaga pemerintah dan swasta, profesional bahkan peserta dari luar negeri. Dampak sosialisasi yang diharapkan berhasil tercapai dan terbantu oleh  live video streaming yang disiarkan ke Perguruan Tinggi seluruh Indonesia. Juga tidak bisa dipungkiri peran dari media, BISKOM diantaranya, dalam mempublikasikan kegiatan ini dan mengambil bagian penting dalam mengedukasi masyarakat perihal teknologi IPv6. Indonesia IPv6 Task Force akan terus menggelar acara-acara serupa di masa yang akan datang untuk mengintensifikasikan sosialisasi penerapan dan penggunaan  IPv6</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/07/Dirjen-Postel-3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3520" title="Dirjen Postel 3" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/07/Dirjen-Postel-3.jpg" alt="Dirjen Postel 3" width="400" height="304" /></a>Hal penting lainnya dalam TI adalah green technology sebagai peran nyata dalam penyelamatan bumi. Apa pendapat bapak mengenai green technology? </strong><br />
Saya berpendapat pemanfaatan teknologi yang aman, hemat energi dan ramah lingkungan sudah waktunya untuk mulai didukung. Negara kita kaya akan sumber daya alamnya. Dengan demikian kita juga mengemban tanggung jawab moral untuk menjaga kelestariannya. Stakeholder TI Indonesia semestinya aktif mengambil bagian dalam  upaya ini, mengingat  konsumsi energi di sektor ini mencapai 40% total konsumsi energi dunia.</p>
<p>Penggunaan sumber energi alternatif untuk base transceiver station (BTS) atau data center misalnya, merupakan awal yang positif. Saya berharap kedepannya green technology menjadi sebuah tren yang berkelanjutan di Indonesia.</p>
<p><strong>Bagaimana bentuk dukungan pemerintah terhadap teknologi ramah lingkungan?</strong><br />
Saat ini Indonesia, dalam hal ini Ditjen Postel, mendapat bantuan dana dari ASEAN ICT Fund 2009-2010 untuk membuat kebijakan ramah lingkungan yang diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Selain itu, kami akan menyusun standar perangkat ramah lingkungan khususnya untuk sektor telekomunikasi, seperti persyaratan untuk menggunakan baterai sel surya (solar cell) pada BTS.</p>
<p><strong>Apa yang harus kita lakukan dalam teknologi secara umum untuk menyelamatkan bumi dari pemanasan global?</strong><br />
Pemanasan global adalah satu dari sekian banyak masalah lingkungan  yang membutuhkan penyelesaian dari hulu ke hilir. Penggunaan TIK akan mampu menghemat penggunaan alat-alat kantor seperti kertas, namun di lain sisi merupakan sebuah industri yang operasionalnya mengkonsumsi energi dalam jumlah besar dan manufaktur perangkat-perangkatnya menyisakan limbah elektronik.</p>
<p>Awal tahun ini, Kemkominfo telah menggelar Green ICT Conference dan tengah mempersiapkan Regulasi Green ICT untuk menekan tingkat konsumsi energi dan mendorong penggunaan energi alternatif untuk operasional TI, serta mendorong pemanfaatan TI yang  ramah lingkungan.  Di lain sisi penyelesaian pemanasan global menyangkut perubahan gaya hidup penduduk bumi, oleh sebab itu perkembangan industri telekomunikasi  diharapkan mampu untuk mendorong distribusi informasi yang pada akhirnya akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengatasi masalah ini.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=3515&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2010/07/08/dirjen-postel-kemkominfo-muhammad-budi-setiawan-ipv6-dukung-pengembangan-industri-konten.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dirjen Aptel Kemkominfo, Ashwin Sasongko: INAICTA 2010 Konsen Pada Teknologi Hijau</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2010/06/12/dirjen-aptel-kemkominfo-ashwin-sasongko-inaicta-2010-konsen-pada-teknologi-hijau.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2010/06/12/dirjen-aptel-kemkominfo-ashwin-sasongko-inaicta-2010-konsen-pada-teknologi-hijau.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2010 09:42:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=3461</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/06/Ashwin-2.jpg"></a>Ashwin Sasongko</strong> memang baru saja dilantik menjadi Direktur Jenderal AplikasiTelematika (Dirjen Aptel) beberapa waktu silam. Namun, Ashwin bukanlah orang baru di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Sebelumnya, ia adalah Sekretaris Jenderal Kemkominfo. Dengan jabatannya yang strategis saat ini, Ashwin dipercaya memiliki&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/06/Ashwin-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3462" title="Ashwin-2" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/06/Ashwin-2-300x284.jpg" alt="Ashwin-2" width="300" height="284" /></a>Ashwin Sasongko</strong> memang baru saja dilantik menjadi Direktur Jenderal AplikasiTelematika (Dirjen Aptel) beberapa waktu silam. Namun, Ashwin bukanlah orang baru di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Sebelumnya, ia adalah Sekretaris Jenderal Kemkominfo. Dengan jabatannya yang strategis saat ini, Ashwin dipercaya memiliki komitmen terhadap pertumbuhan teknologi informasi (TI) domestik dan industri kreatif berbasis TI di Indonesia.</p>
<p>Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematik (Ditjen Aptel). Ditjen Aptel diantaranya adalah sebagai perumus dan pelaksana kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan TI serta standarisasi dan audit aplikasi telematika.</p>
<p>Disamping itu, “Ditjen Aptel juga berfungsi membangun dan mengelola infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah,” kata Ashwin. Untuk mendukung tugasnya dalam pemberdayaan TI, Ditjen Aptel di bawah Kemkominfo menfasilitasi sejumlah kegiatan tahunan di bidang TI yang akan berlangsung disepanjang tahun, diantaranya Indonesia ICT Award (INAICTA), Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) dan Indonesia Open Sorce Award (IOSA). Melalui kegitan-kegitan ini, diharapkan dapat mendorong kreativitas para pengembang TI, serta meningkatkan pemanfaatan dan pertumbuhan TI di semua lini industri serta menyiapkan para pelaku TI lokal untuk menghadapi kompetisi global. &#8220;Dan yang terpenting adalah karya kreatif yang sudah diciptakan dapat mempengaruhi perekonomian secara positif,&#8221; tambah Ashwin. Khusus pada tahun ini, kata Ashwin, kegiatan-kegiatan yang digelar Kemkominfo berfokus pada isu lingkungan hidup dan mendukung kampanye hijau untuk mengurangi dampak pemanasan global. Simak wawancara BISKOM dengan <strong>Ashwin Tugas Sasongko</strong> awal Juni ini.</p>
<p><strong>Sebagai Dirjen yang memegang salah satu peranan penting dalam dunia TI, apa sajakah kebijakan yang tengah Anda jalankan?</strong></p>
<p>Kita semua menyadari bahwa teknologi berkembang sangat pesat, sehingga bangsa Indonesia harus mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain dan ikut serta di dalam perkembangan teknologi itu sendiri.</p>
<p>Perkembangan TI di Indonesia harus diukur dari sumbangsihnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Ukuran itu dapat berupa jumlah tenaga kerja yang diserap dalam menghasilkan barang dan jasa dalam sektor informatika, besarnya peningkatan produktivitas yang disebabkan oleh pemanfaatan TI, atau kontribusinya dalam penerimaan devisa. Pengukuran tolok ukur tersebut tidak mudah, tetapi sebagai sebuah industri yang penting harus dapat dimonitor dan diikuti perkembangannya. Ini lah diantara tugas-tugas yang kami jalankan sesuai dengan kebijakan pemerintah.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/06/Ashwin-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3463" title="Ashwin-1" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/06/Ashwin-1.jpg" alt="Ashwin-1" width="300" height="434" /></a>Apa upaya yang dilakukan agar TI bukan saja dapat mensejahterakan masyarakat, tetapi minimal secara langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh mereka?</strong></p>
<p>Kami berupaya terus membangun sarana dan akses komunikasi yang terjangkau untuk seluruh masyarakat. Diantaranya adalah pembangunan e-Government.</p>
<p>e-Government adalah penggunaan TI untuk administrasi pemerintahan yang efisien dan efektif, yang tujuannya memberikan pelayanan yang transparan dan memuaskan kepada masyarakat. E-Government dapat diwujudkan berupa publikasikan informasi melalui website yang memungkinkan interaksi antara masyarakat dan kantor pemerintahan melaui e-mail.</p>
<p>Selain itu, masyarakat pengguna dapat melakukan transaksi dengan kantor pemerintahan secara timbal balik dan terintegrasi di seluruh kantor pemerintahan, dimana masyarakat dapat melakukan transaksi dengan seluruh kantor pemerintahan yang telah mempunyai pemakaian data base bersama.</p>
<p><strong>Menurut Anda, apa yang menyebabkan pembangunan e-Government begitu lambat?<br />
</strong><br />
Pengembangan aplikasi e-Government memerlukan pendanaan yang tidak sedikit sehingga diperlukan kesiapan dari sisi sumber daya manusia aparat pemerintahan dan kesiapan dari masyarakat.</p>
<p>Survei di beberapa negara menunjukkan bahwa ada kecenderungan aparat pemerintah untuk tidak melaksanakan kegiatan secara online, karena mereka lebih menyukai metoda pelayanan tradisional yang berupa tatap langsung, surat-menyurat atau telepon.</p>
<p>Beberapa penyebab kegagalan atau lambatnya pembangunan e-Government yang juga terjadi di sejumlah negara disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu ketidaksiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana TI, serta kurangnya perhatian dari pihak-pihak yang terlibat langsung.</p>
<p>Pada intinya, pembangunan e-Government harus merata di seluruh Indonesia. Berkaitan dengan hal ini, kondisi masyarakat dan faktor demografi menjadi kendala dalam pemerataan akses TI.</p>
<p><strong>Indonesia pada tahun 2014 kemungkinan akan menyelenggarakan e-Voting untuk pertama kalinya, Apakah Anda yakin Indonesia bisa melaksanakan pemilu menggunakan e-Voting?<br />
</strong><br />
Saya melihat ini sama seperti ketika e-Procurement atau e-Government muncul pertama kali, dimana banyak orang yang paham dengan kegunaannya, tetapi ada pula yang pesimis dalam realisasinya.</p>
<p>Penggunaan e-Voting bisa mempercepat pelaksanaan pemilihan, karena bisa menghitung suara hanya beberapa menit saja. Namun masih banyak hal-hal yang perlu di perhatikan dalam penerapan e-Voting, Pertama adalah soal legal draft, ini terkait dengan undang-undang, kedua penyedian infrastruktur TI, ketiga faktor sumber daya manusia dan yang juga harus diperhatikan adalah proses e-Voting antara lain, pendataan, verifikasi, pemilihan dan perhitungan yang semuanya berkaitan dengan identitas tunggal yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian dari target rampung pada 2013.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/06/Ashwin-3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3464" title="Ashwin-3" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/06/Ashwin-3.jpg" alt="Ashwin-3" width="300" height="450" /></a>Bagaimana e-Voting dari segi keamanan?<br />
</strong><br />
Seperti juga pemilu secara konvensional, faktor keamanan dan privasi pun harus menjadi perhatian khusus. Masalah utama dalam e-Voting ini adalah apakah pemilih percaya atau tidak dengan sistem ini?</p>
<p>Karena itulah suatu sistem e-Voting harus memenuhi syarat-syarat yang dapat meyakinkan masyarakat bahwa sistem ini memang aman dan terpercaya. Syarat-syarat tersebut antara lain e-Voting harus dapat memastikan bahwa suara pemilih telah dicatat dan ditabulasikan dengan perhitungan matematika. Pemilih mendapatkan bukti pemungutan suara yang dibubuhi digital signature oleh panitia pemungutan suara, sistem ini memastikan suara telah dihitung dan hanya diketahui oleh pemilih, dan sistem harus diaudit oleh lembaga independen agar pemilih dapat memverifikasi suara telah dipungut dengan benar dan dihitung dengan benar pula. Bicara soal keamanan, ini pun juga terkait dengan adanya ulah hacker dan lain sebagainya yang juga harus diantisipasi.</p>
<p><strong>Kemkominfo mempersiapkan 3 rangkaian acara dalam satu tahun, yakni INAICTA, PPKI dan IOSA. Bisa Anda jelaskan apa perbedaan dari ketiganya?<br />
</strong><br />
Indonesia ICT Award (INAICTA) merupakan acara yang terdiri dari perlombaan karya cipta kreativitas dan inovasi di bidang TI, seminar, workshop, eksibisi, serta Business Matchmaking Program (BMP). Puncak acara akan ditutup dengan penganugerahan penghargaan yang dijadwalkan pada 24 Juli 2010.</p>
<p>INAICTA 2010 digelar dengan tema &#8220;Membangun Kreativitas Digital Untuk Kemakmuran Bangsa, visinya adalah memposisikan TI sebagai faktor pendorong yang harus dimanfaatkan bangsa Indonesia, untuk mengembangkan industri kreatif berbasis TIK.</p>
<p>Senada dengan INAICTA, pameran produk kreatif PPKI yang pada tahun ini merupakan kali keempat penyelenggaraannya mengusung tema utama eksplorasi budaya nusantara melalui keanekaragaman kreativitas pemuda untuk mendukung kebangkitan ekonomi kreatif Indonesia. Sementara IOSA yang digagas Kemkominfo bersama Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) dan Komunitas Open Source lainnya merupakan ajang penghargaan yang diberikan kepada intansi pemerintah yang telah mengimplentasikan Free/Open Source Software (FOSS) di kantornya masing-masing. Melalui penghargaan ini, diharapkan dapat menstimulus percepatan proses migrasi FOSS di seluruh intansi pemerintah, sekaligus memungkinkan masyarakat untuk belajar cara membuat software sendiri mengingat sifat Open Source adalah memiliki kode pemrograman yang terbuka.</p>
<p><strong>Akan seperti apakah perhelatan INAICTA 2010 ini?</strong></p>
<p>Pada prinsipnya, tujuan dari INAICTA adalah menyiapkan para pelaku TI lokal untuk menghadapi kompetisi global. Dan yang terpenting adalah karya kreatif yang sudah diciptakan dapat mempengaruhi perekonomian secara positif. Acara ini didukung oleh berbagai kalangan di bidang TI, seperti pemerintah, kalangan usaha dan pendidikan serta komunitas teknologi TI di Indonesia. Perlombaan karya cipta kreativitas dan inovasi bidang TI dalam INAICTA dibagi dalam 3 kelompok peserta dari 20 kategori penghargaan. Sedangkan kelompok peserta akan dibagi menjadi Pelajar (Sekolah Dasar hingga perguruan tinggi), Perorangan (umum) dan kelompok peserta dari Institusi atau organisasi berbadan hukum.</p>
<p>Yang membedakan INAICTA 2010 dibanding tahun sebelumnya adalah pada tahun ini kami berkonsentrasi pada kampanye teknologi hijau.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/06/Ashwin-4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3465" title="Ashwin-4" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/06/Ashwin-4-300x218.jpg" alt="Ashwin-4" width="300" height="218" /></a>Mengapa isu teknologi hijau yang dipilih?</strong></p>
<p>Masalah lingkungan hidup, khususnya pemanasan global, merupakan masalah dunia. Setiap negara wajib berupaya memaksimalkan peran dalam keselamatan bumi untuk masa depan. Teknologi hijau atau green technology merupakan suatu aplikasi teknologi yang menggunakan bahan maupun proses produksi yang menghasilkan produk tidak beracun dan aman bagi lingkungan serta dapat didaur ulang dan hemat energi.</p>
<p><strong>Selain melalui INAICTA, apa yang diupayakan untuk mendukung teknologi hijau ini?</strong></p>
<p>Pemerintah akan membuat regulasi yang dapat mendukung TI hijau. Tujuannya untuk menghemat penggunaan sumber daya energi yang semakin tipis. Selain itu, konsumsi energi untuk aplikasi TI mampu mencapai 40% dari total konsumsi global energi. Angka ini akan terus tumbuh seiring dengan perkembangan TI di seluruh dunia.</p>
<p>Upaya lain adalah dengan menghimau penggunaan energi yang lebih hemat dan mengurangi residu akibat dari aktifitas TI.</p>
<p>Untuk mendorong kampanye hijau, Kemkominfo juga akan berusaha untuk membangun lebih banyak program TI hijau. Upaya ini juga untuk mengimbangi konten negatif yang tersebar di dunia maya.</p>
<p><strong>Apa yang bisa diperoleh peserta dari keikutsertaannya dalam INAICTA?</strong></p>
<p>Para pemenang INAICTA akan dibawa untuk mewakili Indonesia dalam ajang serupa di lingkup regional dan internasional, seperti Asia Pacific ICT Award (APICTA) dan World Summit Award (WSA). Tentunya ini akan menjadi prestasi yang membanggakan bagi para pemenang.</p>
<p><strong>Beralih ke ajang IOSA, bagaimana hasilnya penggunaan FOSS di lingkungan pemerintahan?</strong></p>
<p>Penghargaan IOSA akan diberikan kepada intansi pemerintah yang telah mengimplentasikan FOSS di kantornya masing-masing. Saat ini, sudah sekitar 30-an kementerian yang mulai memakai peranti lunak terbuka, akan tetapi belum semuanya bermigrasi penuh. Untuk memonitor laju migrasi, pemerintah telah melakukan pemeringkatan penggunaan piranti lunak Open Source untuk aplikasi e-Government di pemerintah pusat dan pemerintah daerah.</p>
<p>Program pemerintah menggunakan piranti lunak Open Source secara total ditargetkan pada 2011. Penggunaan piranti terbuka ini terus diupayakan meski menghadapi berbagai kendala, antara lain kondisi geografis dan kemampuan sumber daya manusia yang belum merata. Piranti lunak terbuka menyediakan solusi mengatasi pembajakan sekaligus memudahkan akses informasi dan data pemerintah.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=3461&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2010/06/12/dirjen-aptel-kemkominfo-ashwin-sasongko-inaicta-2010-konsen-pada-teknologi-hijau.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presiden Direktur PT Epson Indonesia, Hirasaki Michiya &#8211; Epson Paham Kebutuhan Konsumen</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2010/05/11/presiden-direktur-pt-epson-indonesia-hirasaki-michiya-epson-paham-kebutuhan-konsumen.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2010/05/11/presiden-direktur-pt-epson-indonesia-hirasaki-michiya-epson-paham-kebutuhan-konsumen.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 13:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=3372</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/05/Epson1.jpg"></a>Epson, pemimpin dunia di bidang digital imaging dan solusi pencetakan terus menunjukkan eksistensinya dari masa ke masa lewat produk-produk barunya yang inovatif. Tengok saja, untuk pangsa pasar printer Epson di Amerika, Eropa, Asia maupun Jepang, produk Epson masih mendominasi pasar&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/05/Epson1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3373" title="Epson1" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/05/Epson1.jpg" alt="Epson1" width="300" height="342" /></a>Epson, pemimpin dunia di bidang digital imaging dan solusi pencetakan terus menunjukkan eksistensinya dari masa ke masa lewat produk-produk barunya yang inovatif. Tengok saja, untuk pangsa pasar printer Epson di Amerika, Eropa, Asia maupun Jepang, produk Epson masih mendominasi pasar dibanding pemain papan atas lainnya. Salah satu kunci yang Epson pegang tak lain adalah selalu memahami kebutuhan konsumen.</p>
<p>Presiden Direktur PT Epson Indonesia, <strong>Hirasaki Michiya</strong> menyatakan, peningkatan pasar Epson yang terus tumbuh, tak lepas dari inovasi teknologi Epson yang terbilang unik. Paling tidak, ada beberapa teknologi andalan Epson, antara lain inovasi <em>Micro Piezo</em> untuk printer dan teknologi 3LCD System untuk proyektor.</p>
<p>“Dari dulu sampai sekarang, Epson selalu menggunakan semaksimal mungkin teknologi yang kita miliki. Sangat tidak baik jika kita selalu mengandalkan adopsi teknologi,” demikian kata Michi San, sapaan Hirasaki, kepada BISKOM belum lama ini. Lebih dari itu, pihaknya juga berfokus memenuhi kebutuhan masyarakat dan usaha kecil menengah (UKM) untuk penggunaan printer berkualitas dengan harga yang terjangkau. Selama ini Epson dikenal dengan produk printer inkjet yang baik dan penetrasinya di pasaran juga terbilang paling besar. Karena itulah, Epson akan berkonsentrasi untuk terus mengembangkan printer kelas UKM. “Epson meyakini UKM merupakan pasar yang sangat potensial. Secara komposisi 80% pengusaha di Indonesia merupakan UKM,” tandas Michi. Berikut ini petikan wawancara BISKOM dengan pria asal Jepang ini.</p>
<p><strong>Kalau boleh tahu, apa saja tugas Anda di Epson Indonesia?</strong><br />
Karena posisi saya sebagai Presiden Direktur, maka salah satu tugas saya adalah meningkatkan penjualan di pasar Indonesia dan terus melakukan ekspansi bisnis. Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup kuat dalam pemanfaatan teknologi informasi (TI) dibandingkan negara berkembang lainnya. Jadi, kami dari Jepang terus berupaya mengembangkan bisnis dari tipikal market Indonesia seperti saat ini, bagaimana mengembangkan model-model usaha yang ada dan bisa diterapkan di negara berkembang lainnya yang tergolong <em>emerging countries</em> seperti China, Brazil, India, Rusia, termasuk Indonesia, yakni bagaimana mencari bisnis model yang tepat kemudian bisa ditularkan atau diimplementasikan di negara-negara tersebut.</p>
<p><strong>Apa kendala dalam pemasaran di negara berkembang dengan kondisi geografis seperti Indonesia?</strong><br />
Sebenarnya tidak terlalu sulit. Hanya ada satu point yakni dulunya perusahaan-perusahaan Jepang ini terfokus membuat suatu produk tanpa peduli kondisi pasar di Indonesia. Namun kami menyadari, yang paling penting adalah memahami kebutuhan konsumen di pasar Indonesia, kemudian diinformasikan ke Jepang, untuk kemudian dibuatkan produk yang cocok untuk market ini.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/05/Epson3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3375" title="Epson3" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/05/Epson3.jpg" alt="Epson3" width="300" height="339" /></a>Bagaimana pandangan Anda tentang pasar Indonesia dengan kondisi politik dan rumitnya regulasi saat ini?</strong><br />
Prinsipnya bagi Epson adalah bagaimana menciptakan hubungan antara Epson Indonesia dan Epson Jepang, dengan memberikan <em>feedback</em> ke Jepang untuk kemudian dibuatkan solusi termasuk produk yang cocok untuk pasar Indonesia. Itu yang menjadi <em>concern</em> kami.</p>
<p><strong>Apa resep Epson sehingga produknya sangat dikenal masyarakat Indonesia?</strong><br />
Epson bukan hanya memproduksi printer saja, tapi juga memiliki line produk lain seperti scanner dan proyektor misalnya. Mungkin ada beberapa produk yang sudah cocok untuk pasar Indonesia, namun kebanyakan pada penggunaannya masih dirasakan belum pas, sehingga ada adjustment atau penyesuaian yang dilakukan.</p>
<p>Jadi, strateginya yakni bagaimana agar semua pihak baik dari Indonesia maupun Jepang memfokuskan pada costumer demand atau permintaan dari konsumen serta bagaimana memberikan solusi produk bagi mereka. Jadi, sebagaimana saya jelaskan tadi, ada beberapa line produk atau jenis produk yang kemudian kami ubah atau kami sesuaikan, dimana setiap produk bisa memenuhi kebutuhan costumer. Jadi, Epson Indonesia akan sukses, dan penjualan Indonesia akan bagus kalau kita bisa mengerti apa yang dinginkan costumer.</p>
<p><strong>Di pasar printer, berada dimanakah posisi Epson?</strong><br />
Untuk printer, posisi Epson nomor satu dan kami harapkan untuk semua produk harus nomor satu. Dotmatrix nomor satu, untuk printer dari segi value nomor satu, begitupun dalam segi kuantiti juga nomor satu. Selain printer, projector juga nomor satu. Untuk scanner dan laser printer memang belum, namun kami terus berusaha memimpin pasar.</p>
<p>Printer dotmatrix merupakan printer pekerja keras, semua orang pasti setuju. Kalau kita pernah membayar belanjaan di kasir, pasti ada sebuah printer yang bertugas mencetak struk belanja, nah printer itu kebanyakan adalah printer dotmatrix keluaran Epson.</p>
<p><strong>Apa alasan bagi Epson untuk juga memperkuat printer laser?</strong><br />
Untuk laser printer, kami belum memiliki teknologi asli Epson. Di lain pihak, Epson tidak ingin terlalu bergantung kepada pihak lain. Tidak seperti misalnya di dotmatrix, mini printer maupun inkjet printer yang merupakan teknologi Epson sendiri. Kami akan menguatkan atau menggunakan semaksimal mungkin teknologi yang kita miliki, termasuk untuk printer laser agar kami tidak terlalu fokus mengadopsi teknologi buatan pihak lain.</p>
<p><strong>Bagaimana keunggulan teknologi yang dimiliki Epson dibandingkan kompetitor?</strong><br />
Untuk hampir semua produk, kelebihan kami dibandingkan kompetitor adalah dari sisi kualitas yang dihasilkan dan daya tahan. Artinya, kualitas kami lebih baik dan lebih tahan lama. Selain itu, seperti contohnya di inkjet printer, kami memiliki teknologi <em>Micro Piezo</em>. Paling tidak untuk urusan cetak-mencetak, ada beberapa teknologi andalan Epson, antara lain inovasi unit printer <em>head</em> yangdikenal dengan nama <em>Micro Piezo</em>. Unit kepala mesin cetak printer, ini unggul dalam kecepatan dengan beragam ukuran. <em>Piezo</em> memiliki banyak keunggulan, antara lain tingkat ketepatan ukuran <em>dot</em> yang sangat stabil, <em>pixel</em>, jumlah semburan per detik menoreh 45 K <em>dot</em> (printer lain resolusinya mencapai 2.800 <em>head</em> rata-rata 24 K dot). Selain itu, ketika bekerja <em>Piezo</em> selalu dalam keadaan dingin, artinya menambah daya tahan <em>head</em>, juga sisa tinta tidak berbahaya.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/05/Epson4.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3376" title="Epson4" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/05/Epson4.jpg" alt="Epson4" width="300" height="451" /></a>Selain printer, produk unggulan apa yang dijagokan Epson? Tipe apa yang akan diluncurkan?</strong><br />
Kami belum bisa menyebutkan detailnya, tapi pastinya kami akan banyak mengeluarkan produk untuk setiap segmen, artinya produk-produk yang lebih cocok atau sesuai dengan kebutuhan <em>end user</em>.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan proyektor, apa keunggulan teknologi proyektor Epson?</strong><br />
Kami memiliki teknologi 3LCD <em>System</em>. Teknologi ini memberi konsumen kemungkinan menikmati gambar pada layar secara lebih jernih dan warna yang natural. Sistem ini didasari enam hal penting, yaitu kecerahan gambar, kenaturalan gambar, kenyamanan untuk mata, kemampuan mereproduksi warna yang dihasilkan oleh video, yang semuanya telah melewati uji yang ketat. Dengan sistem 3LCD, satu sinar dipecah menjadi tiga warna yaitu merah, hijau, biru dengan menggunakan tiga cermin khusus yang disebut <em>dichroic mirror</em>. Setelah itu, cahaya akan dikirim ke LCD dan setiap warna akan dipantulkan oleh sebuah prisma. Baru kemudian gambar ditampilkan. Teknologi lain yang dimiliki proyektor Epson membuat produk kami beda dengan yang lainnya.</p>
<p><strong>Soal <em>green technology </em>, apa Epson juga menciptakan teknologi ramah lingkungan ?</strong><br />
Epson merupakan perusahaan yang sudah cukup lama peduli terhadap masalah lingkungan. Jadi, tidak seperti perusahaan lain, Epson Jepang berada di sebuah desa yakni di Nagano, bukan di kota. Jadi, kami sangat peduli atas lingkungan. Aktivitas kami kepada lingkungan akan menjadi <em>feedback</em> bagi kami. Mungkin untuk pengurangan emisi CO2, Epson berada di urutan nomor satu. Juga di <em>company policy</em>, kami memiliki <em>internal policy</em>, yakni bagaimana menekan emisi CO2 sebanyak-banyaknya.</p>
<p><strong>Bagaimana Anda memandang kompetitor dan persaingan pasar?</strong><br />
Kompetitor bagi Epson bukanlah perusahaan yang mengeluarkan produk yang sama, tetapi kompetitor kami adalah kebutuhan konsumen. Jadi, bagaimana kami bisa mengetahui nilai yang diharapkan dari <em>costumer</em> dari sebuah produk. Selanjutnya kami bisa memproduksi atau memberikan solusi bagi mereka sehingga pada saat yang bersamaan kami juga harus bisa memenuhi kebutuhan mereka.</p>
<p>Jadi, pada intinya, kami tidak terlalu khawatir dengan kompetitor lain, tapi lebih kepada bagaimana memuaskan pelanggan. Tidak begitu penting bersaing dengan kompetitor seperti kalau mereka mengeluarkan harga A maupun produk A. Bagi Epson, tidak penting. Selalu bersaing dengan kompetitor untuk kemudian mengungguli mereka, itu hanya <em>short time</em> saja. Yang penting bagi Epson, bagaimana mengetahui keinginan <em>costumer</em> dan itu lebih long term dan menjadi tujuan Epson.</p>
<p><strong>Bagaimana <em>after sales service</em> Epson? </strong><br />
Bukan hanya dari segi produk, tapi <em>sale</em> atau <em>marketing</em>, kami juga ingin menjadi nomor satu. Kami ingin mendapatkan <em>costumer service</em> bukan hanya dari produk, namun juga sebelum, pada saat dan juga setelah penjualan. Saat ini ada 8<em> service center </em>di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogjakarta, Medan, Pekanbaru, Pontianak dan Makassar. Di samping itu, ada ratusan <em>service shop</em> yang ada di bawah<em> service center</em> yang   umumnya dikendalikan oleh <em>market dealer</em> yakni 70-80% yang ada di sekitar 40 kota.<br />
<strong><br />
Berapa laba Epson Indonesia tahun lalu dan berapa target di tahun ini?</strong><br />
Kalau bicara masalah <em>income</em> untuk pasar Indonesia sifatnya <em>confidential</em>. Yang bisa kami sampaikan, perusahaan kami sudah meraih <em>income</em> Rp. 1 triliun per tahunnya. Untuk pertumbuhan dari tahun 2000, kira-kira 17-18% dan ini bagi kami cukup cepat peningkatannya. Tahun depan, skalanya pun Rp. 1 triliun.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/05/Epson2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3374" title="Epson2" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/05/Epson2-300x270.jpg" alt="Epson2" width="300" height="270" /></a>Selain printer, Epson juga penghasil produk tinta. Bagaimana dengan beredarnya tinta-tinta palsu di pasaran Indonesia?</strong><br />
Tentunya hal ini sangat bertentangan dengan hak kekayaan intelektual kita. Jadi, sedapat mungkin kami akan bersikap meminimalkan produk-produk palsu tinta Epson. Ada dua alasan, tentunya kami akan melindungi penjualan karena dengan beredarnya tinta palsu, produk kami akan menurun dan sangat berpengaruh. Kedua, adalah melindungi <em>costumer</em>, jangan sampai <em>costumer</em> itu merasa sudah menggunakan Epson, tapi dia tidak mendapatkan mutu yang diharapkan. Ini menjadi perhatian kami, bagaimana meminimalkan barang-barang yang imitasi dan palsu.</p>
<p><strong>Bagaimana bentuk dukungan Epson terhadap dunia pendidikan di Indonesia?</strong><br />
Sektor pendidikan merupakan pasar paling penting bagi Epson. Sebagaimana diketahui, kami ingin selalu memenuhi kebutuhan costumer. Jadi untuk pasar edukasi, kami berusaha mencari suatu produk yang bisa memuaskan mereka. Contohnya untuk edukasi, efesiensi sangat dibutuhkan. Oleh karena itu Epson mengeluarkan proyektor yang cocok untuk kalangan pendidikan. Jadi, bagaimana caranya kita memberikan produk apa saja yang cocok bagi kalangan pendidikan kemudian secara bertahap berusaha memperbaiknyai sehingga memuaskan kebutuhan mereka. Misalnya untuk printer, 40% pasarnya berasal dari pendidikan. Mungkin siklus yang sama dengan produk yang sekarang, tidak semuanya senang. Tapi kami dengarkan feedback -nya sampai kemudian produk tersebut memuaskan mereka. Singkatnya, pendidikan itu sangat penting dan tidak menutup kemungkinan kami berusaha memuaskan mereka hingga 100%.</p>
<p><strong>Bagaimana pandangan Anda terhadap dunia TI di Indonesia dibanding dengan Jepang?</strong><br />
Pertama, untuk TI, Jepang sendiri lebih <em>advance</em> dibandingkan di Indonesia. Masyarakat di Jepang lebih teknologi <em>oriented</em>. Jadi, kalau ada teknologi baru biasanya mereka menginginkan tambahan teknologi yang lain atau fitur terbaru. Jadi, <em>costumer demand</em>-nya antara Indonesia dan Jepang berbeda. Tapi ternyata kami mendapat surprise juga, karena Indonesia sangat gandrung dengan produk TI. Contohnya ponsel Blackberry yang harganya mahal, tapi ternyata banyak orang yang beli. Padahal banyak yang bilang, penetrasi TI di Indonesia tidak terlalu tinggi, pun kebutuhan produk TI tidak terlalu tinggi, tapi pada kenyataanya saya tidak percaya anggapan tersebut, tentunya para pembaca Biskom juga sependapat dengan saya.<span></span></p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=3372&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2010/05/11/presiden-direktur-pt-epson-indonesia-hirasaki-michiya-epson-paham-kebutuhan-konsumen.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Country Manager Commercial Business Lenovo Indonesia, Sandy Lumy: Lenovo Fokus di Pasar UKM</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2010/03/17/country-manager-commercial-business-lenovo-indonesia-sandy-lumy-lenovo-fokus-di-pasar-ukm.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2010/03/17/country-manager-commercial-business-lenovo-indonesia-sandy-lumy-lenovo-fokus-di-pasar-ukm.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 08:22:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=3227</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/03/SANDY-LUMY-01.jpg"></a>Secara global saat ini Lenovo menempati posisi ke-4 di dunia. Berbagai strategi tengah dilancarkan Lenovo guna mendobrak pangsa pasar dan membawa perusahaan ini ke posisi nomor satu. Khusus di Indonesia, tahun ini sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) akan menjadi pendorong&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/03/SANDY-LUMY-01.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3229" title="SANDY LUMY 01" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/03/SANDY-LUMY-01.jpg" alt="SANDY LUMY 01" width="400" height="364" /></a>Secara global saat ini Lenovo menempati posisi ke-4 di dunia. Berbagai strategi tengah dilancarkan Lenovo guna mendobrak pangsa pasar dan membawa perusahaan ini ke posisi nomor satu. Khusus di Indonesia, tahun ini sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) akan menjadi pendorong pertumbuhan pasar <em>personal computer</em> (PC) dan<em> notebook</em> Lenovo dibandingkan segmen <em>enterprise</em> dan <em>public sector</em>. Untuk itu, Lenovo berkomitmen untuk fokus di sektor ini dengan mengedepankan produk-produk <em>low price</em>.</p>
<p>&#8220;Segmen pasar yang sedang bertumbuh dengan cepat adalah UKM. Kami melihat peluang bahwa kalau kita ingin tumbuh lebih besar di Indonesia, harus lebih fokus  UKM,&#8221; papar <strong>Sandy Lumy</strong>, <em>Country Manager Commercial Business</em>, Lenovo Indonesia. Alasan lain yang membuat vendor komputer asal China itu bersikeras memasarkan notebook low price yang  harganya di bawah US$ 800 adalah adanya dukungan data IDC yang menyebut bahwa tren  yang berkembang di  Indonesia  adalah segmen pasar  low price, sedangkan yang high price cenderung menurun atau stagnan. &#8220;Berdasarkan data Lenovo, penetrasi sektor ini di Indonesia memang baru sekitar 3,9 persen. Angka ini termasuk paling rendah dibanding penetrasi pasar sektor lain. Meski demikian, kami tak  akan menyerah untuk terus menggarap sektor UKM,&#8221; tambah pria kelahiran Indramayu ini.</p>
<p>Untuk menyatakan komitmennya tersebut, Lenovo pun membuka <strong>ThinkStore</strong> di beberapa IT mal terkemuka di Indonesia agar brand <em>Think</em> dikenal  masyarakat secara luas. ThinkStore merupakan toko yang menyediakan produk lengkap Lenovo, baik dari kelas <strong>ThinkPad</strong> hingga <strong>ThinkCenter</strong>, dan memungkinkan pengguna menjajal terlebih dulu produk-produk Lenovo sebelum membelinya. ThinkStore yang telah di bangun Lenovo diantaranya berada di Jakarta (Mangga Dua Mall), Surabaya, Bandung, Semarang, Palembang dan Pekanbaru dan beberapa kota besar lainnya.</p>
<p>Simak wawancara BISKOM selengkapnya dengan Sandy Lumy belum lama ini.</p>
<p><strong>Apa yang Lenovo upayakan untuk memperbesar pasar di Indonesia?</strong><br />
Di Lenovo, kami fokus untuk mengembangkan <em>core channel</em>. Kami bersama-sama memperbesar pasar Lenovo di Indonesia melalui   pembuatan program untuk <em>demand generation</em>,  baik itu ke <em>partner/channel</em> maupun ke <em>end user</em>. Disamping itu, kami juga membuatkan program insentif atau <em>channel program</em> yang kompetitif dan  menarik di setiap kuartal. Tujuannya adalah untuk memberikan motivasi kepada para bisnis partner untuk menjual produk Lenovo sebanyak-banyaknya.</p>
<p><strong>Program yang dimaksud seperti apa? </strong><br />
Program tersebut kami  kemas dengan nama Lenovo <em>Growth Program</em> (LGP). Bagi para partner yang memenuhi quota, ada insentif tertentu buat mereka. Selain itu, kami fokus untuk membuat ThinkStore di  sejumlah IT mall terkemuka di kota-kota besar di Indonesia agar brand Think milik Lenovo dikenal  masyarakat luas. Seperti di Jakarta (Mangga Dua Mall), Surabaya, Bandung, Semarang, Palembang dan Pekanbaru dan lain-lain. Total kuartal ini, kami menargetkan membuka lima Think Store yakni di Jakarta, Surabaya, Palembang, Pekanbaru dan Makassar.  Tidak tertutup kemungkinan kami juga membuka ThinkStore di  kota-kota selain yang saya sebutkan tadi. Belum lagi, ada yang namanya <strong>Think Kiosk</strong> yang ditempatkan di Lenovo <em>Multi Brand Store</em> atau <em>Exclusive Store</em>. Kami berharap masyarakat bisa tahu atau <em>aware</em> dengan produk Lenovo.<br />
<strong><br />
<a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/03/SANDY-LUMY-02.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3230" title="SANDY LUMY 02" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/03/SANDY-LUMY-02.jpg" alt="SANDY LUMY 02" width="400" height="599" /></a>Bagaimana dengan target yang ingin dicapai di 2010? </strong><br />
Masalah target sangat <em>confidential</em>, namun yang pasti kami menargetkan tumbuh lebih cepat dibandingkan pasar. Misalnya, kalau <em>growth</em> pasar sebesar 18 persen, kami akan tumbuh lebih cepat dari 18 persen, karena kami menargetkan untuk meningkatkan <em>market share</em>. Saat ini, <em>market share</em> Lenovo 6,1 persen  dan berada  di posisi keempat. Kami ingin meningkatkan <em>market share</em> minimal 10 persen pada tahun ini.  Kalau di tahun 2009, <em>market share</em> Lenovo masih berada di 4,5 hingga 4,6 persen. Akhir tahun 2009, berdasarkan data IDC, <em>market share</em> Lenovo sudah mencapai 6,1 persen. Di kuartal ini, kami  berharap ada peningkatan. Angkanya baru ketahuan sekitar bulan Mei 2010.<br />
<strong><br />
Apa upaya yang dilakukan agar Lenovo bisa menempati posisi 3 atau bahkan menjadi nomor 1? Pasar mana yang akan dibidik?</strong><br />
Kami akan lihat dulu pasar yang akan kami tuju, misalnya untuk segmen  <em>enterprise</em>, <em>government</em>, dan <em>public sector</em> akan kami perbaiki di sisi <em>maintenance</em>. Saat ini sudah bertumbuh dengan stabil dimana <em>market enterprise</em> dan <em>public sector</em> sudah mencapai 13,5 persen.  Namun segmen pasar yang sekarang sedang bertumbuh dengan cepat adalah UKM. Kami melihat peluang bahwa kalau kita ingin tumbuh lebih besar di Indonesia, kita harus fokus di UKM. Ceruk ini memang relatif tidak besar hanya sekitar 3,9  persen, namun kami lihat segmen pasar UKM penjualannya di setiap kuartal sangat signifikan, bahkan jauh lebih besar dibandingkan segmen <em>enterprise</em> dan <em>public sector</em>. Meski begitu,dua segmen itu tidak kami lupakan walaupun kami lebih banyak men-<em>drive</em> ke UKM, karena mesin pertumbuhannya ada di UKM.<br />
<strong><br />
Apa saja teknologi baru Lenovo yang membedakan dengan produk-produk sejenis? </strong><br />
Komitmen Lenovo adalah menghadirkan berbagai produk dengan kemampuan yang diharapkan, dengan harga yang terjangkau, serta menampilkan inovasi-inovasi terdepan bagi para pelanggan. Di jajaran <em>Think</em> sudah dikenal dengan <em> ThinkVantage</em>, dan<em> active protection system</em> yang mampu melindungi data di <em>hard drive</em> dan bisa melakukan  <em>backup</em> dan <em>restore</em>. Semuanya kami berikan cuma-cuma. Keamanan tambahan juga disediakan oleh Lenovo melalui produk <em>hardware</em> dan <em>software</em>. Intinya, <em>ThinkVantage Technologies</em> ini akan memberikan layanan penyelamat dan pemulihan data, pengaturan daya, dan <em>Active Protection System</em> (APS) yang merupakan teknologi untuk melindungi data di <em>hard drive</em> dari goncangan atau benturan. Sehingga mereka yang menggunakan notebook Lenovo bisa sedikit lega dengan keamanan data, berkat adanya perlindungan berlapis yang disediakan Lenovo.</p>
<p><strong>Tipe  notebook apa saja yang akan luncurkan sepanjang  2010 ini?</strong><br />
Pada Januari lalu, kami sudah meluncurkan Lenovo X100 dan Edge, notebook bisnis yang ditujukan bagi pasar UKM.  Tipe X100 mengandalkan prosesor AMD Athlon Neo sementara Edge yang berprosesor Intel diklaim memiliki daya tahan yang lebih tinggi dari yang berprosesor AMD. Lenovo juga menggunakan <em>motherboard</em> khusus pada pabrikan notebook berprosesor Intel, sehingga lebih hemat daya yang memang telah diusung oleh prosesor Intel itu sendiri. Sementara untuk <em>motherboard</em> AMD, Lenovo menggunakannya pada perangkat standar.  Kami ingin menekankan bahwa X100 bukanlah netboook, dan bukanlah produk daur ulang dari Ideapad S10s, produk netbook konsumer Lenovo, dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan posisi X200. Thinkpad Edge dan X100 adalah produk berkualitas dengan harga yang terjangkau, dibawah US$ 800.<br />
<strong><br />
Jadi kedepan, Lenovo akan memasarkan notebook-notebook yang harganya dibawah US$ 800?</strong><br />
Yah, untuk memperluas pasar, kami harus memasarkan notebook seperti itu. Seperti data IDC menyebut bahwa tren yang berkembang di Indonesia adalah segmen pasar yang<em> low price</em>, sedangkan yang <em>high price</em> cenderung menurun atau stagnan mengingat di tahun 2008-2009 masih krisis sehingga orang memaksimalkan <em>budget</em> yang ada untuk mendapatkan produk yang terbaik (<em>price performance</em>). Dan ini harus diantisipasi oleh para pembuat komputer  termasuk kami di Lenovo  yang juga harus siap dengan perubahan pasar seperti itu sehingga kami harus meluncurkan produk-produk yang inovatif dari sisi fitur dan juga terjangkau masyarakat. Selain itu, kami memunculkan juga yang kami sebut<em> all in one</em> PC mengingat banyaknya pengguna kantoran yang menginginkan <em>all in one</em> PC dengan berbagai macam pertimbangan.<br />
<strong><br />
<a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/03/SANDY-LUMY-03.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3231" title="SANDY LUMY 03" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/03/SANDY-LUMY-03.jpg" alt="SANDY LUMY 03" width="400" height="279" /></a>Bagaimana kesiapan Lenovo di era perdagangan bebas?</strong><br />
Dalam era perdagangan bebas dimana hambatan tarif dan bea-bea masuk dihilangkan menurut saya,<em> impact</em>-nya terhadap pasar teknologi informasi (TI) justru bagus. Namun tetap harus kami antisipasi dengan masuknya merk-merk produk-produk pendatang baru. Karenanya kami harus terus memuaskan pelanggan, menambah jaringan <em>service center</em>, dan berencana untuk membuat depot <em>spare part</em> dimana kami akan memberikan tingkat <em>service</em> yang lebih cepat karena hambatan yang ada saat ini adalah ketersediaan <em>spare part</em>.</p>
<p>Saat ini, orang juga memperhatikan masalah <em>brand</em> karena sudah teredukasi. Mereka memilih <em>brand-brand</em> yang bereputasi baik, jadi tidak mudah bagi produk baru yang murah melakukan penetrasi pasar di Indonesia, karena masyarakat kita sudah pintar memilih, tidak hanya mengejar harga murah.<br />
<strong><br />
Apa hal lain yang dilakukan Lenovo untuk memuaskan pelanggan? </strong><br />
Kami juga  menerapkan sertifikasi <em>Enhanced Experience</em> untuk produk-produk yang menggunakan Windows 7. Sertifikasi ini dilengkapi  berbagai fitur yang optimal yang didesain untuk memperbaiki kinerja sistem sekaligus meningkatkan pengalaman komputasi bagi para pelanggan yang menjalankan Windows 7 dalam PC-PC Lenovo.</p>
<p>Lenovo <em>Enhanced Experience</em> adalah hasil kerjasama teknis antara Lenovo dan Microsoft, yang dirancang untuk menghadirkan PC-PC yang tidak saja dapat menjalankan Windows 7, tapi juga membantu konsumer dan pelanggan UKM untuk memperkaya pengalaman mereka dengan sistem operasi Windows 7.  Manfaat utama sertifikasi Lenovo <em>Enhanced Experience</em> adalah pengaturan kinerja canggih yang memungkinkan PC-PC Think dan Idea bekerja jauh lebih cepat dari PC-PC yang konfigurasinya identik namun tidak dioptimasi.  Sertifikasi <em>Enhanced Experience</em> juga meliputi peningkatan multimedia dan perangkat pemeliharaan sistem yang mudah pada PC-PC Idea dan <em>ThinkVantage Technologies</em>.<br />
<strong><br />
Saat ini, pemerintah sedang menggalakkan pengadaan barang dan jasa dengan sistem elektronik atau disebut<em> e-Procurement</em> (<em>e-Proc</em>), bagaimana pendapat Anda?</strong><br />
Kami sangat mendukung <em>e-Proc</em>, tapi harus dilihat juga bahwa dengan proses seleksi, harga menjadi krusial dan menjadi faktor yang menentukan menang atau tidak. Kalau semata-mata ditentukan dengan harga, kadangkala di satu <em>project</em> itu, selain harga dan barang, faktor lain yaitu layanan tingkat purna jual yang diharapkan juga sangat penting.  Patut dicermati, penawaran antara satu <em>vendor</em> dengan <em>vendor</em> lainnya tidak sama, itu karena tingkat perhitungan biayanya yang berbeda. Kalau memang panitia lelang siap dan memberikan arahan  yang lengkap dan jelas, pastinya kami sangat mendukung penerapan <em>e-Proc</em> tersebut.<br />
<strong><br />
<a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/03/SANDY-LUMY-04.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3232" title="SANDY LUMY 04" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/03/SANDY-LUMY-04.jpg" alt="SANDY LUMY 04" width="400" height="286" /></a>Apakah Lenovo pernah mengikuti tender dengan <em>e-Proc</em>?</strong><br />
Kami tidak ikut terlibat secara langsung tapi kami mendukung partner kami. Jadi, partner yang ikut tender dan kami hanya mensupportnya, seperti menyiapkan dokumen yang diperlukan, surat dokumen,  jaringan purna jual, ISO dan sebagainya. Jadi, kami membantu partner agar dapat melengkapi persyaratan untuk mengikuti tender tersebut. Memang kami tidak maju dan tetap partner yang di depan.<br />
<strong><br />
Bagaimana soal regulasi pemerintah  terkait TI? Sebagai orang yang terjun langsung di dunia bisnis, Apakah Anda melihat masih ada unsur KKN terkait proyek-proyek pemerintah dan swasta? </strong><br />
Pendapat saya, pemerintah harus terus mendorong agar industri dalam negeri dapat tumbuh, misalnya  merek lokal diberikan insentif supaya tumbuh. Namun kami juga berharap agar  pemerintah  memberikan  iklim persaingan usaha yang sehat. Dalam artian, merek lokal dan merek internasional diberikan kesempatan yang sama. Kalau di Departemen Pendidikan Nasional, untuk beberapa tender kebanyakan diminta produk lokal serta izin Menteri Perindustrian dengan tingkat kandungan lokal. Sebetulnya, dengan adanya aturan tersebut tidak memungkinkan  merek-merek internasional berpartisipasi. Hanya merek-merek lokal yang bisa ikut serta. Kami memahami bahwa pemerintah ingin mendorong supaya merek internasional jangan cuma berjualan tetapi juga melakukan <em>transfer</em> teknologi dan membuka pabrik di Indonesia.  Kalau untuk proyek-proyek pemerintah dan swasta, saya nilai, sudah baik dan transparan, tapi kalau sudah menabrak rambu-rambu itu yang tidak benar.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=3227&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2010/03/17/country-manager-commercial-business-lenovo-indonesia-sandy-lumy-lenovo-fokus-di-pasar-ukm.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dell Regional Managing Director South Asia, Andreas Diantoro: Dell Rambah Pasar Game</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2010/02/18/dell-regional-managing-director-south-asia-andreas-diantoro-dell-rambah-pasar-game.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2010/02/18/dell-regional-managing-director-south-asia-andreas-diantoro-dell-rambah-pasar-game.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 10:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=3082</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Andreas-Diantoro-03.jpeg"></a>Dahulu, nama <strong>Andreas Ruddy Diantoro</strong> selalu dikaitkan dengan Hewlett Packard (HP). Kini, Andreas bagai saudara kembar dengan Dell: identik dan sejiwa.  Andeas memang cukup lama berkiprah di HP. Penyandang gelar MBA dari Western Illinois University, Amerika Serikat ini pernah menjabat sebagai&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Andreas-Diantoro-03.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-3098" title="Andreas Diantoro 03" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Andreas-Diantoro-03.jpeg" alt="Andreas Diantoro 03" width="350" height="223" /></a>Dahulu, nama <strong>Andreas Ruddy Diantoro</strong> selalu dikaitkan dengan Hewlett Packard (HP). Kini, Andreas bagai saudara kembar dengan Dell: identik dan sejiwa.  Andeas memang cukup lama berkiprah di HP. Penyandang gelar MBA dari Western Illinois University, Amerika Serikat ini pernah menjabat sebagai Managing Director dan Country Manager HP Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, Andreas pernah menempati sejumlah posisi penting di Singapura dan Australia. Ia sempat  menjadi Corporate Account Representative HP di Singapura dan Manajer Pengembangan Pasar HP di Australia.</p>
<p>Kiprah Andreas tak perlu diragukan lagi. Ia pernah mengantarkan HP Indonesia meraih penghargaan Best Country of the Year di seluruh Asia Pasifik dan Jepang. Sebuah penghargaan yang menggabungkan penilaian pada penjualan, profitabilitas, pangsa pasar, manajemen, kepuasan karyawan dan kepuasan pelanggan terbaik yang dilakukan HP. Penghargaan serupa juga diperolehnya tahun 2005.</p>
<p>Saat ini, Andreas adalah Regional Managing Director South Asia di Dell. Mengawali karir di perusahaan asal Amerika Serikat ini sejak Oktober 2005 lalu, Andreas memimpin dan mengelola bisnis Dell di Indonesia sebagai Direktur Pengelola, dan dipercaya sebagai Direktur Pengelola Dell Asia Selatan dan Grup Developing Markets.</p>
<p>Berkat kepercayaan yang diberikan Dell kepadanya, kelahiran Jakarta, 12 September 1968 ini diberi hak eksklusif untuk tetap bermarkas di Jakarta. Padahal ia harus membawahi 20 negara berkembang lainnya di kawasan Asia Selatan. &#8220;Ini adalah hal yang istimewa, karena belum pernah ada region head perusahaan yang sifatnya major yang diperbolehkan berbasis di Jakarta,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dell di tangan Andreas terus menunjukkan perkembangannya. Di Indonesia, Dell bertekad untuk meraih posisi teratas di level corporate, consumer dan small medium business (UKM). Selain itu, Dell juga akan fokus membidik komunitas gamer (hardcore gamers) melalui penjualan notebook Alienware. Simak wawancara BISKOM selengkapnya dengan Sarjana Administrasi Bisnis Pemasaran dari University of Iowa, Amerika Serikat ini medio Januari lalu di kantornya di bilangan Thamrin, Jakarta.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Andreas-Diantoro-02.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-3099" title="Andreas Diantoro 02" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Andreas-Diantoro-02.jpeg" alt="Andreas Diantoro 02" width="350" height="500" /></a>Apa alasan Dell membuka kantor di Indonesia? Bagaimana pencapaian yang dilakukan Dell sejauh ini?</strong><br />
Sebenarnya kantor Dell di Indonesia sudah ada sejak Agustus 2002 ,  namun kami baru benar-benar  ekspansif pada 2006, kemudian Agustus 2008 pindah  dari kantor yang lama di Midplaza ke kawasan Thamrin, Jakarta. Sekarang ini, Indonesia merupakan pasar terbesar di ASEAN. Saya sendiri memegang pasar Asia Selatan yakni ASEAN plus the rest of Asian Pasific,  yakni negara-negara seperti Pakistan dan Bangladesh. Di luar India, Indonesia merupakan salah satu pasar yang pertumbuhannya sangat cepat, tidak hanya di kawasan ini, tapi juga  di dunia.</p>
<p>Di Indonesia, meski International Data Corporation menyebutkan bahwa di segmen korporasi besar Dell memimpin pasar, terutama untuk PC, di segmen consumer dan UKM, Dell masih berjuang untuk menembus dominasi vendor-vendor lain. Tetapi, saya optimistis dengan kredibilitas Dell.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan pendapatan Dell di tahun lalu dan target tahun depan?</strong><br />
Pertumbuhan Dell maju pesat hingga 40 persen dengan pasar mencapai 700 ribu unit per tahun di Indonesia. Saat ini, Dell adalah nomor satu untuk tingkat korporasi. Di masa mendatang, tepatnya dalam tiga tahun ini, kami memilki target untuk meningkatkan pasar konsumen dan pelanggan bisnis kecil sehingga kami juga bisa menjadi nomor satu di segmen itu. Di tingkat korporasi, produk utama kami adalah server, sedangkan produk-produk yang ditargetkan untuk konsumen dan usaha kecil adalah komputer pribadi (PC) dan notebook. Pada kuartal ketiga tahun 2009, produk-produk konsumen mengalami peningkatan penjualan dari 1,7 persen menjadi empat persen. Tahun lalu pendapatan kami resminya US$ 63 miliar di seluruh dunia.</p>
<p><strong>Sebenarnya Dell ingin memposisikan di pasar mana, apakah pasar atas? Apa fokus Dell ke depan?</strong><br />
Kami tidak ingin menjadi market share leader, tapi ingin mendapatkan market share. Dulu kami dikenal dengan cost leader, namun kami berusaha merubah image itu karena kalau disebut cost leader, seolah-olah produk kami murah, dan terus terang ini tidak cocok dengan visi kami. Kami ingin produk Dell paling bagus dan berkualitas.</p>
<p><strong>Untuk menjadi nomor satu di Indonesia, apa strateginya? </strong><br />
Pertama adalah services. Mulai Februari ini, kami membangun infrastruktur service yang betul-betul sudah Dell worldwide standard. Kami akan mempunyai pusat service di 10 kota besar di Indonesia yakni di kota Medan, Pekan Baru, Batam, Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Makasar, dan Balikpapan.  Tujuan dari service center ini adalah untuk mempermudah dan mempercepat service kami kepada para reseller dan user Dell.  Dengan cara ini kami berharap dapat kami memberikan kenyamanan untuk pemakai Dell di seluruh Indonesia. Dan nantinya kami akan kembangkan service point di seluruh Indonesia.</p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Andreas-Diantoro-01.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-3100" title="Andreas Diantoro 01" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Andreas-Diantoro-01.jpeg" alt="Andreas Diantoro 01" width="350" height="279" /></a>Kedua, dari segi infrastruktur jaringan penjualan dan purna jual dengan mengembangkan jaringan distribusi kami yang dulunya hanya di kota-kota besar, sekarang mulai masuk ke kota-kota  yang kami sebut dengan Tier 1 dan Tier 2. Kemudian dari segi service level, kami melakukan pembeda-pembeda. Untuk corporate level, kami menawarkan garansi tiga tahun. Kalau untuk SMB, garansi setahun saja, tapi kalau consumer, ini yang harus datang ke service center. Jadi, jaringan service Dell penting sekali dan merupakan salah satu pembeda dari Dell dibandingkan kompetitor lain.</p>
<p><strong>Bagaimana Dell memandang kompetitor dan pasar mana yang paling berat? </strong><br />
Pasar consumer saya rasa adalah pasar yang paling berat. Karena di situ ada pemain-pemain lama yang masuk sejak tahun 1990-an dan memiliki infrastruktur yang kuat. Mereka jauh lebih lama dibandingkan Dell yang baru mulai pada 2009, namun bedanya Dell mempunyai kecepatan dan kelincahan (speed and agility) sehingga Dell terkenal bergerak cepat sekali.</p>
<p>Contohnya di korporat, tahun 2005 Dell menduduki posisi nomor 5 di Indonesia, tapi pada 2007 kita sudah nomor 1. Kami berharap bisa melakukan hal yang sama di level consumer maupun SMB pada tahun ini dan tahun mendatang.</p>
<p><strong>Produk apa yang jadi andalan Dell saat ini?</strong><br />
Fokus kami sekarang ke Alienware, setelah kami mengakuisisi perusahaan yang bergerak di bidang komputer khusus untuk gaming ini. Harga notebook Alienware ukuran 11 inci sekitar US$ 1.500, yang 15 inchi harga US$ 2.300, dan 17 inci harganya US$ 3.300. Notebook-notebook ini khusus kami arahkan untuk pasar gaming karena pasar gaming di Indonesia maupun di kawasan Asia sangat luar biasa. Bahkan banyak warnet yang berubah menjadi game center.</p>
<p>Alienware sejatinya merupakan perangkat game kelas berat untuk gamer kelas kakap. Performa yang ditawarkan notebook Alienware sanggup memainkan game sekelas Call of Duty: Modern Warfare 2 dengan mulus. Untuk casis yang digunakan lebih tipis, tampilan HD 16:9, lebih personal, serta dilengkapi dengan prosesor Intel Core i5 dan fitur &#8216;cerdas&#8217; seperti teknologi Turbo Boost.<br />
<strong><br />
<a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Andreas-Diantoro-05.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-3113" title="Andreas Diantoro 05" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Andreas-Diantoro-05.jpeg" alt="Andreas Diantoro 05" width="350" height="534" /></a>Bagaimana dengan pasarnya sendiri? </strong><br />
Alienware sebelumnya dikenal sebagai PC Desktop untuk gaming dari kelas high-end yang selalu tampil dengan ciri khas menyerupai wajah Alien. Dulu, orang mau beli Alienware harus ke Amerika atau membelinya secara online, baru dikirim ke Indonesia. Sampai pertengahan 2009, orang yang minat Alienware hanya bisa beli di Amerika Serikat dan Singapura. Tapi, sejak akhir tahun Oktober 2009, Alienware masuk jaringan distribusi Dell, sehingga bisa dibeli di ASEAN. Kalangan gamer pasti mengenal Alienware. Tidak hanya notebook saja, Alienware juga mengeluarkan perangkat pendukung untuk bermain game seperti keyboard dan mouse.</p>
<p><strong>Apa keunggulan Alienware dibanding produk lain yang juga mengklaim dirinya sebagai notebook gamer? </strong><br />
Notebook Alienware yang tengah dipasarkan oleh Indonesia, yaitu M15x dan M17x. Kedua notebook ini sengaja dibawa Dell ke Indonesia untuk membidik para gamer yang ada di kelas premium. Notebook Alienware M17x telah dilengkapi dengan desain yang cukup unik. Dengan layar sebesar 17 inci, notebook ini dilengkapi dengan Intel Core 2 Extreme Quad-Core Mobile.</p>
<p>Alienware tidak main-main dalam memanjakan gamer dalam urusan grafis.  Mengadopsi teknologi NVIDIA SLI dengan didukung Dual NVIDIA GPU GeForce GTX 280M.  Melalui perpaduan dengan teknologi GPU NVIDA, kami berharap Alienware dapat menghilangkan ketimpangan performa antara perangkat mobile dan sistem dekstop dengan mengeluarkan sistem mobile terbaru yang kami miliki.</p>
<p><strong>Bicara mengenai pasar di Indonesia, apakah industri teknologi informasi (TI) Indonesia siap menghadapi pasar bebas dengan pemberlakuan China-Asean Free Trade Area (CAFTA) awal tahun ini? </strong></p>
<p>Siap saja. Bahkan bagi Dell perdagangan bebas ini sudah tidak ada bedanya. Produk Dell dibuat di China, Malaysia atau India karena sekarang pabrik Dell sudah ada di tiga negara tersebut. Sebetulnya bagi kami tidak ada perbedaan, namun mungkin saja berpengaruh pada produk lokal maupun pemain lokal.</p>
<p>Untuk produk TI, saya tidak melihat sesuatu yang benar-benar berpengaruh sekali, karena produk lokal justru lebih mudah mengimpornya. Kebanyakan komponen 90% produk atau brand lokal adalah impor, paling kita hanya membuat casingnya saja. Mungkin di industri lain yang lokal kontennya lebih besar turut berpengaruh jika diserang produk China, dan akan terasa misalnya seperti spare part kendaraan bermotor. Pada prinsipnya kita harus melihat ada hal-hal positif dari pemberlakuan CAFTA ini, contohnya order-order  sepatu sudah mulai pindah dari Vietnam ke Indonesia. Tentunya tidak menutup kemungkinan untuk industri-industri lainnya.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=3082&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2010/02/18/dell-regional-managing-director-south-asia-andreas-diantoro-dell-rambah-pasar-game.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sutiono Gunadi: CAFTA Tidak Berdampak ke Industri TI</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2010/02/13/sutiono-gunadi-cafta-tidak-berdampak-ke-industri-ti.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2010/02/13/sutiono-gunadi-cafta-tidak-berdampak-ke-industri-ti.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 05:27:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=3077</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Sutiono-Gunadi.jpg"></a>Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (DPP Apkomindo), <strong>Sutiono Gunadi</strong> menilai tidak ada pengaruh langsung terhadap industri teknologi nasional dari pemberlakuan China-Asean Free Trade Area (CAFTA). Sutiono beralasan, bea masuk produk maupun komponen teknologi informasi (TI) sudah&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Sutiono-Gunadi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3078" title="Sutiono Gunadi" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/02/Sutiono-Gunadi.jpg" alt="Sutiono Gunadi" width="280" height="305" /></a>Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (DPP Apkomindo), <strong>Sutiono Gunadi</strong> menilai tidak ada pengaruh langsung terhadap industri teknologi nasional dari pemberlakuan China-Asean Free Trade Area (CAFTA). Sutiono beralasan, bea masuk produk maupun komponen teknologi informasi (TI) sudah 0%. Dari sejumlah 1.516 pos tarif sektor industri manufaktur yang saat ini memiliki tarif 5% telah menjadi 0% mulai 1 Januari 2010. “Jadi, dampak CAFTA terhadap industri TI tidak terlalu signifikan. Bahkan, boleh dikatakan tidak ada dampaknya,” ujar Sutiono yang juga menjabat Bendahara Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) ini kepada BISKOM (28/1).</p>
<p>Lebih dari itu di sisi lain, CAFTA akan memberikan beberapa keuntungan antara lain, membuat harga lebih kompetitif yang pada akhirnya menguntungkan konsumen sehingga masyarakat dapat memperoleh produk yang berkualitas dengan harga yang lebih murah. “Tapi sebaliknya, bagi sektor industri bisa mengarah ke gulung karpet atau PHK massal bila tidak pandai menyiasatinya,” tandasnya.</p>
<p>Kendati begitu, Sutiono yang juga menjabat General Manajer PT Multicom Persada Int&#8217;l ini mengakui, seperti halnya produk TI lokal lainnya, Mugen, produk PC dari Multicom, juga masih belum bisa lepas dari dominasi komponen impor. Apalagi hingga kini paling tinggi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada kisaran 7-10%. “Di sisi komponen perangkat keras, masih sulit ditingkatkan karena secara skala ekonomi belum bisa mengalahkan China. Karena itu kita harus pandai bermain di software,” jelas Ketua II Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) ini. Berikut petikan wawancara selengkapnya.</p>
<p><strong>Sekarang ini sedang ramai gonjang-ganjing soal CAFTA, bagaimana Anda memandangnya dalam konteks industri TI? Sudah siapkah kita? </strong><br />
CAFTA memang bagai mata uang yang memiliki dua sisi, atau seperti pisau yang bisa dimanfaatkan untuk memotong daging, tapi sebaliknya, bisa melukai pemiliknya. Jadi, CAFTA bisa menguntungkan konsumen karena harga murah, tapi sebaliknya bagi sektor industri bisa mengarah ke gulung karpet atau PHK massal bila tidak pandai menyiasatinya. Bagi industri TI, sektor hardware memang yang paling terpukul karena harus head-to-head dengan produk China. Sebaliknya industri software yang berbasis kreativitas paling diuntungkan karena dapat meningkatkan pasar secara lebih luas. Siap atau tidak, tergantung pemain indutri TI masing-masing.<br />
<strong><br />
Strategi apa yang perlu disiapkan industri TI nasional guna menghadapinya?</strong><br />
Strategi yang perlu disiapkan industri TI nasional guna menghadapi CAFTA adalah melakukan kerjasama berbagai pihak terkait untuk bersama-sama mengejar ketertinggalan dan ketidaksiapan, sehingga siap bersaing dalam pasar bebas China dan Asean. Industri TI nasional perlu melibatkan Departemen Perindustrian, Perdagangan, BUMN, Koperasi dan UKM dan Kementerian Keuangan yang banyak terkait dalam program ini, tentunya akan saling bersinergi demi tercapainya kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.</p>
<p><strong>Bagaimana daya saing produk lokal kita terhadap produk luar terutama produk dari China?</strong><br />
Harga yang relatif lebih murah akan membuat orang cenderung lebih memilih produk China, walau secara kualitas dapat saja produk lokal Indonesia lebih baik. Ditambah lagi adanya beberapa produk yang diperdagangkan di Indonesia secara ilegal, harga murah dan daya beli rendah, akhirnya produk China lebih dipilih atau diminati masyarakat. Meningkatnya jumlah dan jenis produk China akan menambah obyek pajak dan meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor Ppn. Hal ini akan mendorong industri TI lokal menjadi lebih efisien karena persaingan yang ketat. Secara head-to-head, tampaknya produk TI lokal pasti kalah bersaing dengan harga produk China karena faktor skala ekonomi. Agar industri TI lokal tidak gulung karpet, harus berani berubah. Produk hardware harus dikemas dalam bentuk solusi, karena hanya orang Indonesia yang tahu persis kondisi aplikasi yang sesuai dengan iklim bisnis Indonesia.<br />
<strong><br />
Bagaimana dampak CAFTA terhadap industri TI kita? </strong><br />
Di satu sisi CAFTA akan memberikan beberapa keuntungan antara lain, membuat harga lebih kompetitif yang pada akhirnya menguntungkan konsumen sehingga masyarakat dapat memperoleh produk yang berkualitas dengan harga yang lebih murah.</p>
<p>Dampak CAFTA terhadap industri TI tidak terlalu signifikan, karena pasar bebas dalam program penurunan pos tarif dilakukan terhadap Early Harvest Programme yaitu penurunan atau penghapusan bea masuk untuk produk pertanian, kelautan, makanan, minuman,  yang kemudian dilanjutkan dengan Normal Track 1. Dari sejumlah 1.516 pos tarif sektor industri manufaktur yang saat ini memiliki tarif 5% telah menjadi 0% mulai 1 Januari 2010. Normal Track 2 pada 2012 dan Sensitive Track dari tahun 2012-2017, serta Highly Sensitive List yang akan dimulai tahun 2015. Padahal bea masuk produk maupun komponen TI sudah 0%, jadi boleh dikatakan tidak ada dampaknya.</p>
<p><strong>Apa hikmah atau pelajaran yang bisa diambil dari CAFTA ini bagi industri TI kita?</strong><br />
Hikmah yang bisa diambil dari CAFTA bagi industri TI adalah perlu adanya sumber daya manusia yang handal, memiliki penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, kemampuan promosi dan pemasaran hingga melakukan lobby. Hal inilah yang menjadi tantangan sumber daya manusia di Indonesia untuk terus meningkatkan kemampuannya.</p>
<p><strong>Apa yang harus dilakukan pemerintah untuk menyokong produk dalam negeri dari gempuran pasar bebas? Apakah masih dibutuhkan kebijakan proteksi? Atau pemerintah memberikan perlakuan khusus (preference) terhadap produk dalam negeri? </strong><br />
Sebenarnya banyak yang harus dilakukan pemerintah untuk mengamankan. Antara lain pemerintah dapat melakukan pengembangan sistem pemantauan dini (Early Warning System) terhadap produk-produk yang ditengarai akan mengalami pelonjakan impor dan berdampak negatif. Kedua, melakukan perbaikan iklim investasi dan pengamanan di pelabuhan-pelabuhan guna mencegah penyelundupan (fisik dan administratif); Ketiga, safeguards untuk menjaga keamanan dan fleksibilitas kebijakan nasional.  Keempat, memperbaiki prasarana pendukung untuk sektor industri, menekan biaya ekonomi tinggi yang disebabkan panjangnya alur perijinan, dan lain-lain. Kelima, kebijakan aturan non tariff barrier, penggunaan bahasa Indonesia untuk produk impor, SNI, dan benar-benar memperhatikan kualitas produk luar yang masuk ke Indonesia. Keenam, pertukaran produk yang belum siap dengan produk yang sudah siap, dan adanya penundaan waktu dan modifikasi interval tarif. Ketujuh, peningkatan gerakan cinta produk dalam negeri dan alternatif lainnya, pemerintah bisa melakukan renegosiasi untuk memodifikasi sejumlah ketentuan.</p>
<p>Sementara untuk proteksi sebenarnya tidak mendidik, industri dalam negeri harus mengubah budaya menjadi lebih kompetitif dan kreatif. Sedangkan preference, tentu boleh dilakukan, misal dengan membangkitkan semangat cinta produk dalam negeri, seperti orang Korea bangga memakai produk Samsung / Hyundai, orang Malaysia bangga memakai produk Proton / Petronas, jadi orang Indonesia misalnya, harus bangga memakai produk Mugen.</p>
<p><strong>Lantas bagaimana menciptakan equal treatment, kompetisi yang sehat dalam era CAFTA ini? </strong><br />
Untuk menciptakan equal treatment berupa kompetisi yang sehat dalam era CAFTA adalah mencegah terjadinya perdagangan tidak adil. Misalnya suatu negara memberikan potongan atau diskon pajak kepada eksportir besar. Pemotongan pajak itu dapat digolongkan sebagai subsidi dari pemerintah suatu negara kepada eksportir besar, sedangkan Indonesia sama sekali tidak memberlakukan subsidi sejenis.</p>
<p><strong>Bagaimana kita bisa memberikan harga produk yang murah, stok yang terjamin dan supply yang beranekaragam di tengah gencarnya barang-barang impor yang masuk? </strong><br />
Di tengah gencarnya produk impor yang masuk, kita tidak boleh hanya sekadar bisa adu harga, namun kita harus memilki strategi dengan bekal pengalaman, keuletan, kepandaian penguasaan teknologi dan selalu mencari peluang terobosan baru yang kreatif. Kita juga harus membangun jiwa nasionalisme bangsa, masyarakat harus bangga menggunakan produk dalam negeri walau ekstrimnya kualitas sedikit di bawahnya.</p>
<p><strong>Produk seperti PC nasional ini sebaiknya ditingkatkan mutu kompetensinya entah itu dalam hal harga atau dalam hal kualitas atau standar mutu semacam SNI yang saat ini belum diterapkan untuk banyak produk TI. Apa masukan Anda untuk pemerintah dan industri TI umumnya?</strong><br />
Selain meningkatkan kualitas dan bersaing dalam harga, standar mutu semacam SNI wajib diterapkan karena dengan adanya SNI sedikit banyak akan menjadi penghadang (barrier) khususnya bagi produk impor non standar yang dilakukan oleh importir. Dalam penerapan SNI perlu dilakukan penyederhanaan guna menghilangkan kendala terbatasnya infrastruktur pengujian.</p>
<p><strong>Bukan hardware saja, bagaimana halnya dengan software dalam CAFTA ini? Bagaimana kondisi antara OSS dengan proprietary dalam FTA? </strong><br />
Sektor hardware yang harus lebih keras bersaing, sebaliknya bagi sektor software justru bukan ancaman, tapi peluang. Memang software asing akan banyak masuk, tapi sebaliknya kita bisa meningkatkan ekspor software. Kondisi antara OSS dan proprietary masih tetap tergantung pada kebutuhan pengguna. Bagi yang memerlukan fitur canggih dari software proprietary, mereka akan membeli dan memakainya, sebaliknya bagi mereka yang menggunakan untuk keperluan sederhana tentu lebih ekonomis menggunakan OSS.<br />
<strong><br />
Apa isu aktual soal Haki di era CAFTA?</strong><br />
Mereka yang memiliki produk sebagai hasil cipta harus segera mendaftarkan karya ciptanya ke Ditjen HaKI agar produk ciptaannya tidak direnggut oleh negara penjiplak. Karena paten dan HaKI akan melindungi inovasi dan penciptaan.</p>
<p><strong>Apakah produk buatan dalam negeri, terutama hardware, masih didominasi komponen impor? Jika sudah berkurang, berapa persen komponen lokalnya saat ini? Bukankah industri komponen TI kita belum mampu berkembang signifikan? </strong><br />
Ya, produk hardware TI dalam negeri masih didominasi oleh komponen impor, karena secara skala ekonomi industri komponen TI belum sanggup bersaing dengan China yang telah memiliki pasar berskala global. Ada peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), tapi tidak terlalu besar. Kalau dulu sekitar 7% sekarang paling tinggi 10%. Akan bisa lebih tinggi lagi bila konten software dalam negeri bisa disuntikkan dalam bentuk solusi.</p>
<p><strong>Bagaimana Mugen sendiri? Apa masih didominasi komponen impor?</strong><br />
Seperti halnya produk TI lokal lainnya, Mugen juga masih belum bisa lepas dari dominasi komponen impor. Paling tinggi TKDN ada di angka sekitar 7-10%, kami masih terus berupaya meningkatkan TKDN, khususnya yang dapat dijangkau oleh anak bangsa yaitu memperkaya produk dengan peranti lunak buatan anak bangsa. Di sisi komponen perangkat keras, masih sulit ditingkatkan karena secara skala ekonomi belum bisa mengalahkan China.</p>
<p><strong>Bagaimana Anda mengawali karir di Mugen hingga mampu bersaing dengan produk-produk luar?</strong><br />
Kisah sukses Mugen mampu bersaing dengan produk luar negeri berawal dari kerja keras stake holdernya. Baik shareholder, manajemen plus karyawan maupun pelanggan. Kami berawal dari penjual hardware produk MNC juga (Osborne, Sharp, Apple dan IBM), lalu berinisiatif untuk memproduksi PC Desktop dengan brand / merek sendiri. Belum adanya teknologi internet membantu mempersulit pesaing untuk dapat menyamai tingkat kemampuan kami yang lebih awal mempelajari bisnis dan teknologi TI. Kami berhasil memasarkan produk yang mampu menandingi, bahkan mengalahkan produk asal luar negeri. Kami juga mengemas program pemasaran yang tepat sehingga dapat diterima oleh masyarakat sesuai dengan persepsi yang diharapkan konsumen. Kisah sukses juga ditunjang oleh konsep layanan purna jual yang prima dan berskala nasional yang belum dimiliki oleh pesaing pada saat itu. Purna jual produk impor seringkali lebih lambat karena komponen tersedia di warehouse regional. Memproduksi produk lokal juga membantu pencapaian program pemerintah dalam upaya mengurangi tingkat pengangguran.<br />
<strong><br />
Bagaimana prinsip Mugen menghadapi CAFTA? </strong><br />
Prinsipnya dengan memangkas biaya promosi yang bisa dihemat, misal mengurangi mengikuti pameran dan digantikan dengan memperbaiki konten website. Di era internet berpromosi melalui dunia maya jauh lebih ekonomis dan berhasil menjaring pasar potential yang smart. Kami menghindari perang harga di iklan konvensional dan memilih menjual dengan konsep solusi, yang tidak bisa dibandingkan Apple-to-Apple seperti produk yang dijual secara box-mover. Solusi TI sudah bukan barang mewah, bahkan mampu mengurangi biaya promosi di sektor UKM. Dengan bekal APAI (Anugerah Produk Asli Indonesia), produk Mugen sangat yakin mampu bersaing di era CAFTA.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=3077&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2010/02/13/sutiono-gunadi-cafta-tidak-berdampak-ke-industri-ti.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menteri Negara Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata: Kemenristek Kembangkan OSS Untuk Industri Kreatif</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2010/01/13/menteri-negara-riset-dan-teknologi-suharna-surapranata-kemenristek-kembangkan-oss-untuk-industri-kreatif.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2010/01/13/menteri-negara-riset-dan-teknologi-suharna-surapranata-kemenristek-kembangkan-oss-untuk-industri-kreatif.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 05:06:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2989</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Menristek1.jpg"></a>Suharna Surapranata</strong> resmi menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) dalam Kabinet Indonesia Bersatu II, mulai Oktober 2009 lalu. Dalam pidato serah terima jabatannya di bulan yang sama, Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebutkan  enam&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Menristek1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2992" title="Menristek1" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Menristek1.jpg" alt="Menristek1" width="400" height="311" /></a>Suharna Surapranata</strong> resmi menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) dalam Kabinet Indonesia Bersatu II, mulai Oktober 2009 lalu. Dalam pidato serah terima jabatannya di bulan yang sama, Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebutkan  enam fokus yang harus segera dirumuskan, antara lain permasalahan pangan, energi terbarukan, transportasi dan ekonomi kreatif sesuai dengan pencanangan tahun 2009 sebagai tahun ekonomi kreatif.</p>
<p>Di tahun ini,  Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Kemenristek) masih memfokuskan salah satu kebijakan kepada industri kreatif serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) untuk mendukung kemajuan perekonomian dalam negeri. “Industri kreatif dan iptek adalah jembatan menuju percepatan penguasaan teknologi di dalam negeri. Namun kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara umum akan lebih cepat tercapai jika didukung oleh berbagai pihak, mulai dari swasta, akademisi, praktisi dan lain sebagainya,” kata Suharna yang menjadi salah seorang  pendiri Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI) ini.</p>
<p>Kelahiran Bandung, 13 Desember 1955  yang mantan peneliti di Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) itu mengatakan, TIK telah ditetapkan menjadi salah satu fokus bidang riset yang paling krusial  dalam Agenda Riset Nasional (ARN), karenanya perlu segera dilakukan peningkatan infrastruktur, baik hardware maupun software yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>Lebih lanjut kepada BISKOM, lulusan S1 di F-MIPA UI dan S2 di Teknik Fisika ITB ini memaparkan dukungan dan langkah strategis yang dijalankan Kemenristek untuk membangun industri TIK, khususnya industri kreatif, di Indonesia. Simak petikan wawancara kami.</p>
<p><strong>Apa saja target 100 hari yang tengah Bapak lakukan sebagai ‘pekerjaan rumah’ dari kebijakan pemerintahan sebelumnya?</strong></p>
<p>Perlu dipahami, target Program 100 Hari sebenarnya bukanlah ‘pekerjaan rumah’, namun lebih merupakan bagian dari komitmen antara Presiden dan Menristek ke depan, yang dikenal dengan Kontrak Kinerja. Hal pertama yang harus diselesaikan adalah penyusunan rencana strategis atau Renstra Kementerian 2010-2014, karena ini akan menentukan arah kegiatan Kemenristek selama 5 tahun ke depan. Kemudian disiapkan 3 buah konsep untuk menyelesaikan masalah yang ditenggarai sebagai bottlenecks efektifitas dan efisiensi aktifitas riset selama ini.  Ketiga konsep ini adalah konsep fasilitasi proses perolehan hak paten dan kepemilikan hak kekayaan intelektual bagi produk teknologi dan produk kreatif lainnya, kebijakan peningkatan efektivitas riset secara sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga penelitian di luar perguruan tinggi, serta kebijakan peningkatan kemampuan inovasi dan kreativitas di kalangan pemuda. Diharapkan konsep kebijakan ini akan menjadi landasan bagi kegiatan Kemenristek selama 5 tahun ke depan.</p>
<p><strong>Kebijakan seperti apa yang Bapak jalankan sehubungan dengan perluasan akses informasi di masyarakat? </strong></p>
<p><strong></strong>Kebijakan yang dijalankan Kemenristek mengacu kepada tiga hal, yakni Kebijakan Program 100 Hari Menristek, Kebijakan 11 Prioritas Nasional Kabinet Indonesia Bersatu II, terutama yang berhubungan dengan riset dan teknologi serta RPJMN 2010-2014 dan Renstra KRT 2010-2014, dimana salah satu dari 7 fokus pembangunan Iptek adalah TIK.</p>
<p>Dengan demikian ke depan pengembangan dan pemanfaaan TIK dalam rangka perluasan akses informasi di masyarakat akan terus dikembangkan ke seluruh daerah.  Salah satunya, Kemenristek telah membuat proyek percontohan penggunaan Teknologi WiMax di Puspiptek Serpong. TIK yang berkecepatan tinggi dan mempunyai daya jangkau luas ini dapat digunakan untuk manajemen informasi berbasis multimedia. Sementara untuk perangkat lunaknya digunakan open source software yang dikembangkan oleh sumberdaya lokal.  Teknologi WiMax yang dikembangkan bersama Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) ini cukup menarik bagi pengembangan lebih lanjut dan akan terus ditingkatkan.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Menristek4.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2993" title="Menristek4" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Menristek4.jpg" alt="Menristek4" width="400" height="300" /></a>Langkah strategis apa yang Bapak tawarkan memajukan bidang TIK  di Indonesia?</strong></p>
<p>Menurut hemat saya untuk memajukan dunia TIK di Indonesia dapat dilakukan dengan 5 langkah strategis. Pertama, meningkatkan kemampuan infrastruktur, baik hardware maupun software sehingga menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Hardware berupa ketersediaan perangkat komputer, telekomunikasi, dan jaringan dengan menggunakan komponen lokal yang tinggi.  Sementara untuk software, perlu dikembangkan perangkat lunak  yang menggunakan standar terbuka, sehingga tidak terjadi kesulitan dalam mentransfer atau migrasi data.</p>
<p>Kedua dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di bidang TIK yang berkemampuan internasional sehingga dapat berkomunikasi dengan sumber daya manusia TIK di negara lain dengan mudah. Dalam aspek ini Kemenristek berkontribusi dengan menyediakan program beasiswa untuk program S2 dan S3.  Selain itu juga perlu dikembangkan pusat pelatihan di bidang TIK dan Komunikasi yang berkualitas.</p>
<p>Lalu langkah ketiga yang tak kalah pentingnya adalah penelitian, pengembangan dan penguasaan teknologi yang dilaksanakan oleh SDM yang handal, agar kita bukan hanya dapat mengikuti dan mengadaptasi perkembangan Iptek informasi dan telekomunikasi, namun juga secara orisinal mengembangkannya.</p>
<p>Langkah empat adalah meningkatkan standard operation procedure (SOP) untuk setiap kegiatan TIK sehingga jelas dan mudah untuk digunakan, dan terakhir meningkatkan konten yang dibutuhkan masyarakat.</p>
<p><strong>Bicara mengenai konten, internet dianggap sebagai layanan yang turut membentuk karakter generasi muda, sehingga diperlukan banyak konten positif. Namun  apakah perlu dilakukan filtering demi mewujudkan konten yang sehat?</strong></p>
<p>Konten positif bagi generasi muda adalah konten yang sifatnya terbuka dan dapat meningkatkan kreativitas, sehingga akan memacu invensi dan inovasi baru di berbagai bidang, yang secara tidak  langsung dapat memfilter informasi yang tidak sehat.  Filtering juga dapat dirancang secara khusus secara teknis melalui hardware atau software tertentu, namun di era demokratisasi dan informasi sekarang ini penerapan strategi filtering tentu harus arif agar tak menimbulkan persoalan di kemudian hari.</p>
<p><strong>Apakah Indonesia bisa memajukan industri TIK yang berbasiskan kemampuan masyarakat  sendiri? Hal apa yang Kemenristek lakukan untuk mencapai tujuan itu?</strong></p>
<p>Saya optimis itu akan terjadi. Agar mampu bertahan, setiap industri memang harus memiliki kemandirian.  Kemenristek sendiri telah banyak melakukan usaha-usaha untuk menggali kemampuan bangsa diantaranya dengan mengadakan TI Award secara nasional sehingga bermunculan kreativitas baru di   bidang TIK yang mengarah ke industri lokal dan dihasilkan oleh masyarakat yang berasal dari para peneliti di Indonesia.</p>
<p>Disamping itu kami juga meningkatkan Start Up Capital Program (SUCP) untuk membantu industri kecil lokal, meningkatkan program insentif yang merupakan kegiatan gabungan antara pemerintah, swasta dan perguruan tinggi, dan juga meningkatkan kebijakan pengunaan komponen lokal hingga mencapai (± 40%) serta membangun pusat-pusat pelatihan TIK untuk meningkatkan kemampuan masyarakat.<br />
<strong><br />
<a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Menristek5.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2994" title="Menristek5" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Menristek5.jpg" alt="Menristek5" width="400" height="591" /></a>Bagaimana Bapak melihat perkembangan industri kreatif di dalam negeri sejauh ini? </strong></p>
<p>Industri kreatif di dalam negeri telah didukung dan dikembangkan oleh beberapa kementrian antara lain Kementrian Perdagangan dan Kemenristek. Kegiatan dalam industri kreatif meliputi 14 sub sektor yaitu periklanan, arsitektur, pasar barang seni, kerajinan, desain, fesyen, video, film dan fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukkan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan piranti lunak, televisi dan radio, serta riset dan pengembangan.</p>
<p>Industri kreatif sendiri dapat berjalan dengan baik dan menyeluruh kalau semua komponen bangsa ikut terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif.  Saat ini pun sudah dimulai, namun belum menyeluruh, karenanya perlu usaha yang lebih tepat dan intens untuk percepatan pembangunan industri kreatif di dalam negeri.</p>
<p><strong>Lalu, dalam bentuk apa Kemenristek mendukung  industri kreatif di Indonesia, khususnya bidang animasi dan game? </strong></p>
<p>Sesuai dengan penugasan yang tertera dalam Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, beberapa langkah telah dilakukan oleh Kemenristek dalam meningkatkan peran industri bidang perangkat lunak untuk animasi dan game.</p>
<p>Pertama, penyiapan teknologi hasil inovasi karya anak bangsa. Hal ini dilakukan bersama dengan Komunitas Open Source Software (OSS) Indonesia dalam mengembangkan core engine perangkat lunak pembuatan game berbasis OSS yang dapat digunakan para pengembang permainan interaktif ini secara gratis dan berlisensi. Diharapkan hal itu dapat meningkatkan jumlah dan kualitas perangkat lunak game di Indonesia, sesuatu yang sulit dilakukan bila menggunakan perangkat lunak yang bersifat proprietary karena biayanya yang mahal. Selain itu, dengan penggunaan OSS ini kita juga dapat mematuhi upaya penegakan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI). Hasil inovasi ini telah dibuktikan pada tahun lalu dimana telah diluncurkan perangkat Game Nusantara Online berbasis OSS.</p>
<p>Langkah lainnya adalah menciptakan iklim untuk pemanfaatan inovasi teknologi, seperti penyusunan pedoman atau panduan bagi pengembangan game online berbasis OSS, serta kegiatan sosialisasi dalam bentuk training maupun kompetisi. Dengan adanya kegiatan training ini diharapkan para pengembang dapat meningkatkan kapasitas penguasaan teknologi pembuatan perangkat lunak untuk game.</p>
<p><strong>Kemenristek sendiri apakah juga mengembangkan software berbasis OSS untuk industri animasi? Dan  apakah juga sudah digunakan oleh komunitas animasi pada umumnya?</strong></p>
<p>Terkait dengan fokus kegiatan pengembangan TIK, program pengembangan OSS menjadi salah satu kegiatan utama sejak 2005 melalui &#8220;Program Indonesia, Go Open Source!&#8221;. Salah satu kegiatan dalam mengimplementasikan program OSS tersebut adalah pengembangan inovasi perangkat lunak untuk berbagai kebutuhan pengguna. Salah satunya, perangkat lunak desktop Nusantara yang telah dikembangkan sejak tahun 2006 sampai saat ini telah mencapai versi ke 4 dengan berbagai penyempurnaan yang semakin kompatibel dengan berbagai peralatan pendukung.</p>
<p>Begitu pula kebutuhan pengembangan industri kreatif untuk desain telah diinisiasi bersama dengan komunitas OSS di Indonesia. Hasilnya, perangkat lunak Jbatik yang berguna membantu dalam mendisain motif batik. Perangkat lunak ini bersifat gratis sehingga dapat digunakan para pengrajin batik tanpa harus memikirkan biaya lisensi software. Sedangkan untuk pemanfaatan perangkat lunak berbasis OSS bagi industri animasi telah dikembangkan perangkat lunak GIMP dan Blender. Dalam hal ini, Kemenristek telah melakukan berbagai kegiatan diseminasi pemanfaatan perangkat lunak tersebut.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Menristek2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2995" title="Menristek2" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Menristek2.jpg" alt="Menristek2" width="400" height="277" /></a>Usaha apa saja yang Kemenristek lakukan untuk merangkul generasi muda yang berminat pada bidang ini?</strong></p>
<p>Secara pasti, peningkatan peran generasi muda dalam penguasaan teknologi bidang perangkat lunak animasi dilakukan dengan cara memberi apresiasi dan dukungan yang tepat agar inovasi teknologi karya anak bangsa dapat berkembang. Tahun ini, seperti tahun sebelumnya, akan diadakan kompetisi untuk menciptakan berbagai jenis game online. Kompetisi ini dapat mendorong keahlian dan kemampuan generasi muda dalam berkreasi dalam pembuatan desain, penguasaan teknologi perangkat lunak dan memberikan nilai ekonomi yang lebih.</p>
<p>Usaha lain adalah terbentuknya infrastruktur dalam peningkatan promosi sekaligus sebagai alat diseminasi produk animasi Indonesia. Infrastruktur tersebut dapat berupa repositori yang dapat mengakomodir berbagai produk animasi serta berbagai pelaku industri animasi.<strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Pertanyaan terakhir, kira-kira akan seperti apakah “wajah” TIK di tahun 2010?</strong></p>
<p>Menurut hemat saya, pada tahun 2010 penggunaan TI di berbagai bidang akan semakin meningkat baik skala, muatan maupun jangkauannya dalam pengumpulan, pengolahan, pengiriman, pertukaran data, informasi dan pengetahuan (knowledge based system).</p>
<p>Pengembangan ke arah Broadband Wireless Access (BWA), seperti WiMax akan berkembang pesat dengan muatan lokal yang makin tinggi, bahkan dengan desain chipsets buatan lokal. Di bidang perangkat lunak, penggunaan OSS akan lebih meningkat dan banyak digunakan oleh para software developer untuk menghasilkan produk yang relatif cepat, karena source code-nya diketahui.</p>
<p>Computer network juga akan berkembang lebih pesat dan lebih menyebar dengan dibangunnya Palapa Ring di kawasan Indonesia Timur. Kementerian Ristek beserta Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang berada di bawahnya juga diminta untuk bekerjasama dengan kementrian lain yang terkait untuk mengembangkan aplikasi TIK di bidang pemerintahan sebagai bagian dari pembangunan e-government seperti pembangunan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dan pembuatan e-KTP. Aplikasi di bidang pendidikan seperti pengembangan e-learning, dan di bidang-bidang lainnya juga akan terus berkembang. Melihat perkembangan yang signifikan di tahun 2009, saya perkirakan hal-hal seperti ini akan mulai mewarnai wajah TIK Indonesia di masa mendatang.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2989&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2010/01/13/menteri-negara-riset-dan-teknologi-suharna-surapranata-kemenristek-kembangkan-oss-untuk-industri-kreatif.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presdir PT Sony Indonesia, Koji Wakaizumi: VAIO dan Playstation, Kunci Pertumbuhan Sony</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/12/17/presdir-pt-sony-indonesia-koji-wakaizumi-vaio-dan-playstation-kunci-pertumbuhan-sony.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/12/17/presdir-pt-sony-indonesia-koji-wakaizumi-vaio-dan-playstation-kunci-pertumbuhan-sony.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 05:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2842</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/12/wakasan-3.jpg"></a>Nama Sony adalah sebuah jaminan kualitas untuk produk-produk elektronik dan teknologi informasi (TI). Mulai dari televisi, perangkat audio, camcorder, kamera digital, notebook hingga konsol game, Sony menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat Indonesia.</p>
<p>Khusus di bidang konsol game, PlayStation One&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/12/wakasan-3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2845" title="wakasan 3" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/12/wakasan-3.jpg" alt="wakasan 3" width="350" height="413" /></a>Nama Sony adalah sebuah jaminan kualitas untuk produk-produk elektronik dan teknologi informasi (TI). Mulai dari televisi, perangkat audio, camcorder, kamera digital, notebook hingga konsol game, Sony menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat Indonesia.</p>
<p>Khusus di bidang konsol game, PlayStation One sampai PlayStation 3 buatan Sony menempati pasar pengguna terbanyak di Indonesia. PlayStation 2 bahkan menjadi konsol wajib di bisnis penyewaan video game di berbagai tempat di negeri ini. Tapi tak banyak yang tahu, ternyata pasar Indonesia baru digarap serius oleh Sony Computer Entertainment yang membawahi penjualan PlayStation, mulai awal bulan Oktober lalu.</p>
<p>Sony Computer Entertainment melalui PT Sony Indonesia secara resmi baru membuka bisnisnya di Indonesia, ditandai dengan peluncuran rangkaian produk PS3 Slim dan PlayStation Portable (PSP) Go. Indonesia sendiri menjadi negara ke-7 di wilayah Sony Computer Entertainment Asia, setelah Hong Kong, Taiwan, Thailand, Singapura, Korea Selatan dan Malaysia.</p>
<p>“Peluncuran PS3 dan PSP Go di pasar Indonesia adalah tonggak sejarah,” kata <strong>Koji Wakaizumi</strong>, Presiden Direktur PT Sony Indonesia, kepada BISKOM di Senayan City &#8211; Jakarta, awal Desember ini.</p>
<p>Selain PS, seperti tahun sebelumnya, Sony masih terus menggebrak pasar notebook dengan seri VAIO-nya. Berkat kualitas dan kemampuannya, VAIO menjadi brand terdepan dalam bisnis Personal Computer.</p>
<p>Semua kesuksesan yang diraih Sony di Indonesia tentu tak lepas dari tangan dingin <strong>Waka-san</strong>, demikian Wakaizumi biasa disapa.</p>
<p>Karirnya di Sony dimulai dari bawah, dengan posisi Officer, International Sales, kemudian terus meningkat hingga mencapai jabatan sekarang ini sejak 2007. Tak heran jika kelahiran Tokyo, 16 September ini begitu mengenal pola bisnis yang diterapkan Sony di seluruh dunia.</p>
<p>Alumni Aoyama Gakuin University di Tokyo ini adalah seorang penjelajah dunia. Ia telah mengunjungi tak kurang dari 97 negara, sehingga Waka-san sangat berpengalaman dalam mengenal karakter konsumen di seluruh dunia, termasuk Indonesia.</p>
<p>Kepada BISKOM, Waka-san yang pernah menjadi Managing Director di Afrika Selatan ini memperkenalkan Sony secara lebih mendalam, termasuk kiat-kiatnya dalam menaklukkan pasar sehingga membawa perusahaan ke posisi nomor satu dibanding perusahaan kompetitor. Simak kutipannya.</p>
<p><strong>Bisakah Anda ceritakan perjalanan bisnis Anda di Sony dan apa tantangan terbesar yang Anda hadapi?</strong></p>
<p>Sebelum bergabung dengan Sony, saya mendapat tawaran dari beberapa perusahaan, namun karena Sony adalah perusahaan internasional dan memberi kesempatan kepada saya untuk berkarir, akhirnya saya memilih Sony. Saya bergabung dengan Sony pada tahun 1986 dan telah menempuh perjalanan jauh untuk mengembangkan citra merek di berbagi pasar negara berkembang.</p>
<p>Tantangan terbesar yang saya hadapi baik di Indonesia maupun di negara-negara berkembang lainnya  adalah membuat sadar karyawan bahwa mereka memiliki potensi sehingga perusahaan tidak perlu membatasi kemampuannya untuk terus berkembang. Kadang-kadang ada karyawan yang tidak dapat melihat potensi pada dirinya, yang akhirnya tidak mendapat kesempatan dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Padahal rata-rata tipe karyawan hampir sama, tinggal bagaimana mengatur proses untuk mencapai sebuah kesuksesan.</p>
<p>Secara internal kami fokus kepada pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan memberikan kepercayaan ke karyawan bahwa mereka adalah bagian penting dari suatu proyek.  Jadi tidak ada yang merasa lebih penting dari yang lain, sehingga semua merasa berkontribusi terhadap perusahaan.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Wakasan-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2844" title="Wakasan-2" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Wakasan-2.jpg" alt="Wakasan-2" width="350" height="233" /></a>Sebenarnya bagaimana gaya kepempimpinan yang Anda terapkan di perusahaan?</strong></p>
<p>Sederhana saja, apabila karyawan memberikan input yang bagus, maka saya juga akan memberikan output yang bagus pula. Meski begitu, seorang pimpinan idealnya perlu tetap menempatkan setidaknya dua tahun untuk menstabilkan operasi, namun sebaliknya memiliki gaya manajemen yang sama dalam waktu yang terlalu lama juga tidak sehat.</p>
<p>Satu hal yang tak kalah penting, saya menempatkan transparansi sebagai sebuah prioritas. Anggaplah dirimu pilot kapal atau pesawat terbang. Para penumpang harus diberitahu tentang tujuan mereka, dan pilot yang baik harus memelihara komunikasi dengan penumpang dari waktu ke waktu, baik selama cuaca cerah maupun buruk.<br />
<strong><br />
Apa strategi yang Anda terapkan untuk mengembangkan pasar Sony di Indonesia?</strong></p>
<p>Di sini, Sony telah menemukan reputasi sebagai produk-produk yang berkualitas, namun untuk produk-produk tertentu mungkin harganya masih belum terjangkau. Itu lah sebabnya sangat penting bagi Sony untuk dapat berkomunikasi dengan pelanggan manfaat dari produk  dalam cara yang benar.</p>
<p>Bagi saya, iklan saja tak cukup. Sebuah strategi komunikasi pemasaran total sangat dibutuhkan agar konsumen sepenuhnya dapat memahami produk yang dibutuhkannya.</p>
<p><strong>Adakah tips agar perusahaan bisa bersaing dengan para kompetitor, mengingat dalam bidang teknologi, pertumbuhan bisnis sangat cepat?</strong></p>
<p>Bicara mengenai teknologi, memang dewasa ini banyak produk baru yang bermunculan. Namun jika tidak bisa menterjemahkannya ke dalam bahasa yang mudah untuk dipahami pelanggan, maka kita akan gagal menjualnya.</p>
<p>Oleh karena itu salah satu fokus dari faktor kunci sukses Sony adalah marketing communications yang baik. Touch point-nya menyangkut berbagai aspek seperti website, pusat layanan informasi serta public relations. Apabila konsumen mempunyai keinginan untuk membeli produk Sony, maka ia harus paham betul apa yang mereka beli dan apa saja kapabilitas dari produk itu.</p>
<p>Ada lima hal yang membuat Sony semakin dipercaya masyarakat. Pertama adalah inovasi produk yang pertama di dunia. Kemudian branding yang unik. Ketiga, memiliki pemimpin-pemimpin perusahaan yang kharismatik, keempat budaya perusahaan yang terbuka dan transparan serta selalu memotivasi karyawan dan yang kelima adalah peraturan penggunaan brand manajemen yang cukup ketat.</p>
<p><strong>Di tahun ini, produk apa yang menjadi unggulan Sony? </strong></p>
<p>Ada beberapa kategori produk yang berkembang sangat cepat, diantaranya televisi LCD (BRAVIA), Digital SLR (), konsol game (PlayStation) dan notebook (VAIO). Selain teknologi dan inovasi yang muncul di produk-produk tersebut, permintaan masyarakat juga sangat banyak dan terus meningkat sehingga perkembangan Sony di ke-empat produk ini terus meningkat.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Wakasan-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2843" title="Wakasan-1" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Wakasan-1.jpg" alt="Wakasan-1" width="350" height="364" /></a>Awal Oktober 2009 lalu, Sony meluncurkan beberapa tipe konsol game. Bisa diceritakan sambutan pasar sejauh ini? </strong></p>
<p>Salah satu misi Sony adalah menjadi penyedia produk-produk consumer electronic berbasis jejaring yang mendunia dan terdepan. Peluncuran PS3 dan PSP Go di pasar Indonesia, merupakan tonggak bersejarah untuk Sony dalam misi globalnya dan kami percaya akan memperkaya pengalaman menyeluruh dari produk elektronik dan hiburan bagi konsumen di Indonesia. Peluncuran PSP Go di Indonesia bersamaan dengan wilayah Eropa dan Amerika, sementara di Jepang baru diluncurkan satu bulan kemudian yaitu pada bulan November lalu.</p>
<p>Hingga hari ini, permintaan PS3 da PSP sangat tinggi di Indonesia ditambah dengan momen akhir tahun yang sangat tepat, dimana orang banyak menghabiskan dana untuk kebutuhan hiburan.</p>
<p><strong>Apa keunggulan dua produk Sony terbaru tersebut?</strong></p>
<p>PlayStation 3 terbaru memiliki kapasitas memori sebesar 120Gb yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan konten dan layanan yang terdapat pada PlayStation Network. Mengenai fisiknya, PS3 terbaru ini 37 % lebih kecil, 28 % lebih ringan dan 7 % lebih hemat energi, serta menggunakan optik Blu-ray.</p>
<p>Sementara PlayStation Portable yang sangat portabel dan dinamis hadir dalam dua versi yaitu PSP-3006 dan PSP Go. Produk kecil yang mengagumkan ini tersedia berbagai pilihan warna seperti hitam, merah, biru, kuning, hijau, silver dan putih.</p>
<p>PS-3006 tampil dengan pengendali dan tombol yang berada di samping kiri dan kanan layar. Sementara PSPgo hadir dalam tampilan panel display slide yang membuatnya sangat aerodinamis.</p>
<p><strong>Nama Sony tidak lepas dari VAIO, bisa Anda paparkan tentang VAIO?</strong></p>
<p>VAIO yang dirancang untuk pasar premium merupakan singkatan dari Visual Audio Intelligent Organizer yang setiap kata tersebut mewakili kemampuan superior VAIO.</p>
<p>Saat ini VAIO telah mendapat pengakuan dunia sebagai notebook teringkas, yang dikembangkan berdasarkan gabungan teknologi audio video (AV) tercanggih yang ada dan perkembangan teknologi informatika terkini serta dilengkapi dengan peralatan multimedia profesional dan keseluruhan desain yang canggih.</p>
<p>Prestasi ini terus diraih berkat kehadiran beberapa produk penerus VAIO. Dengan VAIO,  Sony ingin menawarkan pengalaman baru di dunia komputer dan hiburan komprehensif, sekaligus mendekatkan jarak antara kerja dan kesenangan dalam style sempurna.<br />
<strong><br />
Bagaimana konsentrasi Sony untuk VAIO di tahun ini di tahun mendatang?</strong></p>
<p>Kami terus menyempurnakan produk VAIO, sejak generasi pertama hingga kini. Dimulai pada musim panas tahun 2006 di Indonesia, VAIO meluncurkan generasi-generasi penerus yang tentunya setiap tahunnya akan bermunculan produk-produk terbaru. Pada tahun ini saja kami telah meluncurkan seri-seri terbaru seperti seri P, W dan X.</p>
<p>Seperti di Jepang, Sony Indonesia juga menerapkan strategi touch point atau sentuhan langsung untuk memperkuat pemasaran VAIO di pasar komputer domestik tahun ini. Ada enam touch point yang menjadi fokus Sony dalam mengembangkan bisnis notebook, yaitu aktivitas hubungan masyarakat (humas), pameran dan expo, iklan melalui website, display produk toko, pusat informasi, dan tenaga penjualan yang kesemuanya saling terintegrasi.<br />
<strong><br />
<a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Wakasan-4.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2846" title="Wakasan-4" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/12/Wakasan-4.jpg" alt="Wakasan-4" width="350" height="249" /></a>Berapa target bisnis notebook Sony?</strong></p>
<p>Sampai 2010 mendatang, Sony menargetkan nilai bisnis notebook Sony secara global akan mencapai angka US$ 10 miliar.</p>
<p><strong>Dengan kondisi politik dan ekonomi yang tidak menentu seperti akhir-akhir ini, bagaimana pengaruhnya dengan bisnis  Sony secara keseluruhan?</strong></p>
<p>Walaupun Indonesia mengalami gangguan di bidang politik dan keamanan, tetapi saya pribadi menilai Indonesia bukanlah negara yang tidak stabil, karena berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, kondisi ini segera berlalu dan perekonomian Indonesia cepat pulih. Terbukti, saat ini kondisi rupiah terus menguat dan pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk memajukan industri TI.<br />
<strong><br />
Bagaimana  dukungan  Sony  sendiri  terhadap  kesejahteraan  bangsa?  Dan  bagaimana dengan industri kreatif dimana pemuda Indonesia akhir-akhir ini menaruh perhatian pada bidang ini?</strong></p>
<p>Perhatian kami terhadap lingkungan sekitar tidak kami lupakan. Sejak didirikan tahun 1995, aktivitas corporate social responsibility (CSR) kami tetap dijalankan. Dan sejak Desember 2007 lalu, kami  mulai mengambil suatu proyek dengan mengadopsi sekolah gratis di sekitar kantor Sony. Kami mendukung penggalangan buku-buku anak-anak untuk sekolah tersebut yang ditangani oleh karyawan Sony sendiri, serta merenovasi perpustakaan dan fasilitas baca untuk murid-murid disekolah tersebut. Disamping itu, Sony secara rutin mengadakan workshop-workshop untuk meningkatkan kemampuan anak bangsa.</p>
<p>Sony juga mendukung aktivitas kreatif, salah satunya pada Sony Expo, Sony menggelar audisi untuk anak muda, misalnya di bidang musik, desain interior dan lain sebagainya.<br />
<strong><br />
Pertanyaan terakhir, bagaimana pandangan Anda dengan hadirnya produk lokal, produk bajakan dan ilegal yang pastinya mempengaruhi penjualan Sony di Indonesia? </strong></p>
<p>Keberadaan produk lokal di Indonesia tetap dipandang Sony sebagai kompetitor seperti layaknya merek-merek pesaing yang beredar di Indonesia, namun dapat menciptakan persaingan yang sehat dan dinamis.</p>
<p>Mengenai barang atau aksesoris tiruan untuk produk Sony, Sony mengembalikan pilihan pada konsumen dan Sony tetap percaya diri karena telah menciptakan  produk yang kuat, tahan lama dan berkualitas dengan garansi yang jelas, sehingga resiko untuk konsumen lebih kecil. Sementara untuk produk ilegal, kami berharap pemerintah terus membuktikan keseriusannya menangani hal ini</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2842&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/12/17/presdir-pt-sony-indonesia-koji-wakaizumi-vaio-dan-playstation-kunci-pertumbuhan-sony.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Saling Berbagi, Open Source Pasti Berkembang</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/11/30/jika-saling-berbagi-open-source-pasti-berkembang.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/11/30/jika-saling-berbagi-open-source-pasti-berkembang.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 05:48:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2764</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Anton-3.jpg"></a>R. Anton Raharja</strong> telah membuktikan bahwa sistem operasi bersumber terbuka (open source) dapat menciptakan berbagai aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Arsitek di bidang open source ini telah mengembangkan VoIP Rakyat, Briker, PlaySMS dan sejumlah aplikasi lainnya yang penggunanya hingga kini terus&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Anton-3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2765" title="Anton-3" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Anton-3.jpg" alt="Anton-3" width="400" height="434" /></a>R. Anton Raharja</strong> telah membuktikan bahwa sistem operasi bersumber terbuka (open source) dapat menciptakan berbagai aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Arsitek di bidang open source ini telah mengembangkan VoIP Rakyat, Briker, PlaySMS dan sejumlah aplikasi lainnya yang penggunanya hingga kini terus bertambah.</p>
<p>Meski karyanya begitu banyak, kelahiran Banjar yang pernah mendapatkan penghargaan dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI atas jasanya dalam mengembangkan FOSS di Indonesia ini masih memiliki banyak rencana terhadap tumbuhnya open source di Indonesia.</p>
<p>Simak petikan wawancara BISKOM dengan CEO PT. Infotech Media Nusantara ini usai menjadi pembicara dalam sebuah talkshow di Mall Artha Gading Jakarta, beberapa waktu lalu.</p>
<p><strong>Kapan Anda mulai tertarik pada open source dan hal apa yang Anda suka dari open source? </strong><br />
Saya memulai open source sejak 11 tahun silam, saat masih kulian di STT Bandung. Saya tertarik open source sejak saya mengetahui bahwa dengan platform lain saya sulit untuk mendapatkan apa yang saya mau, serasa tidak bebas. Kebebasan dalam mendapatkan manfaat maksimal dari aplikasi yang akan membantu kerja kita sangat penting bagi saya. Dengan open souce, kita bukan hanya bisa melakukan perubahan yang kita butuhkan berdasarkan apa yang ditawarkan aplikasi tersebut, tetapi dapat pula merubah hampir seluruhnya bila memang diperlukan. Kebebasan yang saya butuhkan ini juga dapat diperoleh dengan biaya relatif rendah. Keuntungan besar yang saya peroleh melalui pemanfaatan sistem operasi open source  tentunya adalah tercapainya tujuan penggunaan aplikasi tersebut secara maksimal. Dan satu hal yang saya suka dari open source adalah saya dapat mengembangkan dan meng-update kode, lalu menciptakan aplikasi open source yang lebih baik dan berguna untuk orang lain.<br />
<strong><br />
Bagaimana ceritanya Anda mengembangkan VoIP Rakyat?</strong><br />
Pada tahun 2004, saya mulai mengambangkan VoIP Rakyat dimana pada saat itu biaya komunikasi masih sangat mahal, dan VoIP hadir sebagai media komunikasi alternatif. Inspirasinya datang setelah saya dan teman-teman di Bandung kerap berkomunikasi dengan teman-teman di ICT Center Jakarta secara realtime melalui internet. Dengan VoIP Rakyat, kita bagai membangun operator telekomunikasi sendiri dan mengganti barang yang mahal dengan perangkat berbasis open source yang relatif lebih murah.  Nama VoIP Rakyat sendiri dipilih berdasarkan usulan teman-teman di ICT Center.</p>
<p><strong>Apa saja yang bisa kita dapatkan dari VoIP Rakyat? Dan berapa banyak orang yang sudah menggunakan VoIP Rakyat?</strong><br />
Sebenarnya aplikasi ini mrip dengan Skype. Pengguna dapat berkomunikasi via teks, voice maupun video.  VoIP Rakyat bekerja dengan jaringan internet sehingga untuk berkomunikasi kita tidak mengeluarkan biaya sedikitpun, kecuali biaya akses internetnya. Data statistik VoIP Rakyat dapat dilihat di website <a href="http://www.voiprakyat.or.id">http://www.voiprakyat.or.id</a> bagian kanan atas. Disitu bisa dilihat saat ini sekitar 80 ribu account terdaftar, tetapi hanya 20 ribu account yang aktif. Saya berharap jumlah account tersebut semakin bertambah besar dari waktu ke waktu. Jumlah subscriber yang besar merupakan tanda kemajuan yang positif, salah satunya adalah semakin baiknya infrastruktur jaringan internet. Infrastruktur yang berkualitas baik dan tersebar merata akan menyebabkan lebih banyak pengguna yang dapat memanfaatkan VoIP Rakyat. Lebih bagus lagi bila ternyata ada saingan VoIP Rakyat sehingga masyarakat dapat memilih untuk menggunakan layanan yang lebih baik. Yang penting bagi kami adalah TI masa depan ini hadir lebih dini untuk rakyat Indonesia.</p>
<p><strong>Lalu bagaimana dengan Briker, Anda mengem­bangkan­nya sendiri?</strong><br />
Saya bersama tim dari PT. Infotech Media Nusantara (<a href="http://www.itmn.co.id">www.itmn.co.id</a>) pada tahun 2008, serta beberapa teman lainnya yang aktif mengelola VoIP Rakyat, termasuk Kang <strong>Onno Purbo</strong>, yang menggagas nama Briker. Awal September 2009 lalu kami juga telah merilis versi 1.2 yang dapat diinstall pada mesin selain Intel dan dapat diinstall pada mesin berke­mam­puan 64 bit.</p>
<p><strong>Apa beda Briker deng­an VoIP Rakyat?</strong><br />
Beda dengan VoIP Rakyat, Briker merupakan distro Linux. Dengan Briker, siapa­pun dapat membuat aplikasi VoIP sendiri untuk digunakan dalam lingkungan kecil, seperti dalam kampus atau kantor.Briker adalah Internet Protocol Private Branch Exchange (IPPBX) berbentuk software. Dengan meng­install Briker pada komputer, maka komputer berubah menjadi mesin PBX atau perangkat switching komuni­kasi telepon dan data, dengan kemampuan teleko­munikasi via jaringan internet protocol. Jadi untuk menggunakan Briker, pengguna tidak harus terhubung dengan VoIP Rakyat, cukup dengan internet atau LAN saja.</p>
<p><strong>Selain VoIP Rakyat dan Briker, adakah aplikasi open sour­ce lain yang Anda cipta­kan?</strong><br />
Saya dan tim juga mengem­bangkan aplikasi bernama Bandwidth Justificator for Administrator (Banjar) dan PlaySMS. Banjar adalah aplikasi yang dapat dipakai untuk memudahkan admin dalam menge­lola jaringan dan memastikan penggunanya untuk mendapat bandwidth sesuai dengan yang seharusnya. Lalu PlaySMS berfungsi sebagai SMS gateway. Kita dapat melakukan banyak aktifitas yang basic-nya menggunakan SMS seperti menge­lola SMS yang masuk, menampilkan SMS di website, melakukan polling via SMS, meminta atau memasukkan data ke server via SMS, serta mengirim SMS lewat website.</p>
<p><strong>Keduanya bisa digunakan pada distro apa?</strong><br />
Semua distro Linux, selama ada dukungan PHP dan aplikasi-aplikasi yang diperlukan. PlaySMS juga bisa dijalankan di sistem operasi selain Linux, termasuk Windows.</p>
<p><strong>Adakah aplikasi berbasis VoIP lainnya yang juga Anda perkenalkan?</strong><br />
Ada yang namanya PlayVoIP dan Play Billing. PlayVoIP adalah aplikasi kecil yang digunakan untuk membangun layanan VoIP seperti VoIP Rakyat dan telah digunakan pada beberapa pemerintah kabupaten. Sementara PlayBilling adalah aplikasi perhitungan biaya untuk hotspot, namun aplikasi ini tidak saya kembangkan lebih lanjut karena sudah banyak aplikasi serupa yang lebih dahulu berkembang dan memiliki kemampuan lebih lengkap.<br />
<strong><br />
<a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Anton-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2766" title="Anton-1" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Anton-1.jpg" alt="Anton-1" width="400" height="556" /></a>Menurut Anda, bagaimana perkembangan open source di Indonesia? </strong><br />
Sangat pesat. Saya memulai menyentuh open source dengan melakukan instalasi distribusi Linux di komputer teman. Saat itu bila kita melakukannya dengan gaya platform lain, “<em>klak klik next next next</em>”, maka kita hanya akan mendapatkan layar hitam dengan prompt yang siap menerima perintah dengan ketikan, tidak ada warna warni dan tampilan GUI yang menarik.</p>
<p>Lain dulu lain sekarang, kini komputer yang di-install Linux mempunyai tampilan yang indah dengan proses instalasi yang relatif cepat dan “<em>klak klik next next next</em>”. Dulu tempat bertanya dan belajar aplikasi open source pun amat terbatas, IRC merupakan sarana yang paling sering digunakan untuk berdiskusi dengan para ahli dan mendapatkan jawaban. Lain dulu lain sekarang, kini terdapat puluhan, kalau tidak ratusan, komunitas Linux di sekitar kita yang dapat kita ajak berdiskusi dengan tatap muka.Website, blog yang menyediakan ilmu gratis seputar pemanfaatan open source pun banyak dan mudah dicari dengan bantuan search engine yang pintar. Satu lagi perkembangan positif yang tidak dapat kita kerdilkan adalah peran serta pemerintah dalam menggalakkan penggunaan open source.<br />
<strong><br />
Apa sajakah tantangan yang dihadapi open source di tanah air?</strong><br />
Ada beberapa tantangan agar open source dapat diimple­men­tasikan secara luas di Indonesia, pertama adalah pengem­bang aplikasi harus mampu membuat aplikasi yang sesuai dengan keinginan ban­yak orang. Tapi di disini, harusnya inisiatif tidak hanya dating dari pengembang saja, tetapi juga dari pemerintah, komunitas open source serta mereka yang berkecimpung dalam open source. Tantangan lain yakni bagaimana mengubah cara berfikir masyarakat mengenai open source agar mereka mau beralih ke open source dan bahkan mengembangkannya.</p>
<p><strong>Kedepan, apa yang akan Anda lakukan demi memasyarakatkan open source ke lingkup yang lebih luas?</strong><br />
Saya ingin membuat jaringan telekomunikasi mandiri berbasis IP bersama-sama dengan komunitas open source lainnya. Proyek yang akan kami jalankan dalam waktu dekat adalah mengimplementasikan Wireless Area Network (WAN) di Kabupaten Kudus bersama sebuah perusahaan berbasis teknologi informasi di Jakarta, namanya PT. Masterdata.  Kami akan menghubungkan 105 desa dan 9 Kecamatan dalam satu jaringan WAN, dan  direncanakan pada pertengahan bulan Desember 2009 sudah dapat beroperasional. Khusus untuk VoIP, kami akan menggunakan softwsitch IPPBX Briker.</p>
<p>Dengan dibangunnya  IPPBX  berbasis open source di seluruh desa dan kecamatan ini, maka desa dan kecamatan tersebut diharapkan sudah terjangkau intranet sebelum datangnya internet. Yang terpenting adalah jika kita mau saling bahu membahu dan berbagi, maka penggunaan open source akan semakin luas.</p>
<p><strong>Apa harapan Anda terhadap kebijakan pemerintahan baru? </strong><br />
Harapan saya pastinya cenderung berat sebelah ke arah bagaimana open source ini bisa berkembang dan bermanfaat. Pemerintahan baru harus memiliki kebijakan yang lebih memintarkan SDM ketimbang terus mendorong rakyat untuk membeli solusi jadi dari perusahaan asing. Harus berani memihak untuk membuat rakyat lebih inovatif, ketimbang merangkul semua pihak untuk terjun ke lahan yang sama yang jelas akan menguntungkan perusahaan asing yang lebih kuat modal. Sediakan infrastruktur teknologi yang lebih baik dan merata, beri kesempatan jauh lebih besar bagi industri teknologi lokal untuk berkembang, berinovasi dan menghidupi diri.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2764&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/11/30/jika-saling-berbagi-open-source-pasti-berkembang.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
