<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BISKOM : Mitra Komunitas Telematika &#187; Fokus</title>
	<atom:link href="http://www.biskom.web.id/category/fokus/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.biskom.web.id</link>
	<description>Situs Berita Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 14:01:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Menjadi Profesional Berbekal Ijazah SMK</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2011/06/16/menjadi-profesional-berbekal-ijazah-smk.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2011/06/16/menjadi-profesional-berbekal-ijazah-smk.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 07:54:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fokus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=5138</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Focus-01.jpg"></a>Di kalangan perusahaan swasta yang tidak mensyaratkan gelar Sarjana untuk para pekerjanya, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mulai jadi primadona. Padahal pertemuan atau Link and Match antara SMK dan industri selama ini belum terwujud secara maksimal.</p>
<p>Berikut ini contoh pengalaman &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Focus-01.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-5139" title="Focus 01" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Focus-01-300x201.jpg" alt="Focus 01" width="300" height="201" /></a>Di kalangan perusahaan swasta yang tidak mensyaratkan gelar Sarjana untuk para pekerjanya, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mulai jadi primadona. Padahal pertemuan atau Link and Match antara SMK dan industri selama ini belum terwujud secara maksimal.</p>
<p>Berikut ini contoh pengalaman dua remaja alumni SMKN 2 Subang Jawa Barat yang kebetulan bernasib baik dan bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidangnya di Jakarta. Adalah Yayasan Meruvian yang menerapkan konsep Link and Match secara ideal.</p>
<p>Cerita awalnya berangkat saat Meruvian menggelar kelas khusus kewirausahaan rekayasa perangkat lunak (RPL) berbasis Java. Dari situ, program magang untuk siswa SMK pun dibuka dan terus berkembang bahkan merekrut siswa magang menjadi pegawai. Hingga didirikanlah perusahaan konsultan dan software development bernama PT Mervotura Rekantara.</p>
<p>Direktur PT Mervotura Rekantara dipegang oleh lulusan SMK, <strong>Nita Puspita</strong>, alumni jurusan akuntansi SMKN 2 Subang. Seorang temannya lagi, <strong>Mila Yuliani</strong>, kini menjadi teknisi atau programmer di perusahaan itu. Mereka berdua mengaku ilmu dan keterampilan yang didapat selama belajar di SMK sedikit banyak bisa terpakai.</p>
<p>PT Mervotura Rekantara yang berdiri April lalu sebagai cikal bakal perusahaan milik Meruvian mulai aktif menerapkan konsep Link and Match sejak mulai 2008. “Sebenarnya dari tahun 2003 juga, Meruvian sudah ada anak yang magangnya. Cuma waktu itu masih atas nama PT Intercitra,” kata Nita kepada BISKOM (7/5).</p>
<p>Kini PT Mervotura merupakan Java Center, yakni perusahaan yang bergerak di bidang spesialis Java, dengan harga yang di bawah standar pasar, namun menjanjikan kualitas yang lebih baik. Meruvian sebagai perusahaan induk juga terus berkembang dengan spesialiasi program Java. Sejumlah klien baik pihak swasta maupun pemerintah sudah mengajaknya bekerjasama seperti dari Sinar Mas, Jababeka, Maetikra, Badan Koordinasi (Bakosurtanal), Departemen Keuangan (Depkeu) PT Kereta Api Indonesia (KAI).</p>
<p>Ditanya soal kondisi SMK saat ini, Nita menilai ada link yang tidak nyambung antara requirement industri dengan apa yang diajarkan di sekolah. “Terserap di dunia kerja mungkin iya memang terserap, tapi apakah pekerjaan yang mereka dapatkan itu sesuai dengan kejuruan atau keahlian yang dia pelajari di sekolah, itu belum tentu,” tukasnya.</p>
<p>Menurutnya, harus ada regulasi cara mengajar yang current atau up to date. “Intinya yang banyak terjadi kan kurikulum lama masih dipakai. Sementara dunia kerja praktis terus berkembang atau up to date,” selorohnya.</p>
<p>Karena itu Nita melontarkan kritik buat Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) agar me-review kembali standar kompetensi SMK yang sekarang ini dengan apa yang industri minta. “Agar lulusan SMK ini, dapat diserap SDM-nya oleh industri. Kalau pun tidak kerja, setidaknya mereka bisa berwirausaha. Dan kalau pun harus jadi kuli pabrik, setidaknya harus sesuai dengan skill-nya” jelas Nita.</p>
<p>Mila menilai ada perbedaan dengan apa yang saya pelajari di SMK saat dibandingkan dengan dunia kerja. Namun ia juga tak menampik ada juga materi yang didapat di SMK yang terpakai di dunia kerja seperti logika, algoritma pemrograman sebagai dasar atau bekal memasuki dunia kerja.”Karena itu pas jadi programmer, saya masih bisa mengerti karena memang sudah ada basic yang hampir sama,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Mila banyak anak didik SMK yang mengeluhkan dengan pekerjaannya sebagai buruh pabrik, sehingga mundur atau kehilangan pekerjaannya dan akhirnya menganggur.</p>
<p>Keluhan-keluhan seperti itu sebagian besar ia dapat dari teman-teman SMK yang tidak melanjutkan studi ke perguruan tinggi atau bahkan tengah menganggur. “Hanya sedikit saja yang bisa melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi karena orangtua mereka tergolong mampu,” tukasnya. Soal berwirausaha? Hingga saat ini</p>
<p>Mila belum banyak melihat lulusan SMK yang tertarik berwirausaha. Apalagi modal kerap jadi kendala memulai mereka untuk berwirausaha. Mila berpendapat dengan adanya program-program wirausaha di SMK, mungkin siswa jadi lebih terbuka wawasan soal kewirausahaannya. Di samping itu harus pula disediakan praktik bahkan kalau bisa disertai modal untuk wirausahanya. “Sebab sebenarnya mereka sudah bisa membuat produk dan punya ilmunya.</p>
<p>Misalnya jika seseorang belajar menjahit, dia bisa buka jasa penjahitaan. Kalau dia bisa mesin, dia bisa buka bengkel atau jika seseorang punya keahlian masak, bisa buka katering dan lain sebagainya. Nah, kalau dari segi industri, menurut saya jangan dilihat dari basically pendidikan, tapi perlu dilihat dari segi skill yang dimiliki SDM tersebut. Artinya para lulusan SMK ini harus bekerja di industri yang menangani pekerjaan sesuai bidang yang dimiliki siswa,” pungkas Mila.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=5138&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2011/06/16/menjadi-profesional-berbekal-ijazah-smk.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BIN Ikut Pantau Aktivitas Jejaring Sosial</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2011/04/19/bin-ikut-pantau-aktivitas-jejaring-sosial.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2011/04/19/bin-ikut-pantau-aktivitas-jejaring-sosial.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 06:59:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fokus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=4927</guid>
		<description><![CDATA[<p>Media jejaring sosial tak luput dari pantauan Badan Intelijen Negara. Twitter dan Facebook kini ‘dimata-matai’. Bisakah?</p>
<p>Revolusi Mesir jadi pemicu mencuatnya wacana bagi Badan Intelijen Negara (BIN) di Indonesia untuk memantau aktivitas masyarakat di situs jejaring sosial. Facebook dan Twitter &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-4929" title="BIN" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/04/BIN1-300x230.jpg" alt="BIN" width="300" height="230" />Media jejaring sosial tak luput dari pantauan Badan Intelijen Negara. Twitter dan Facebook kini ‘dimata-matai’. Bisakah?</p>
<p>Revolusi Mesir jadi pemicu mencuatnya wacana bagi Badan Intelijen Negara (BIN) di Indonesia untuk memantau aktivitas masyarakat di situs jejaring sosial. Facebook dan Twitter memang memiliki peran sentral dalam memobilisasi aksi massa demonstran di Mesir, yang kemudian berhasil menumbangkan Presiden <strong>Hosni Mubarak</strong>.</p>
<p>Di dalam negeri, kekuatan jejaring sosial juga tercatat dalam berbagai peristiwa besar, mulai dari mobilisasi dukungan terhadap <strong>Prita Mulyasari</strong> hingga gerakan pembebasan pimpinan KPK, <strong>Bibit Samad Riyanto</strong> dan <strong>Chandra M. Hamzah</strong>. Karenanya, kehebatan jejaring sosial dalam menghimpun massa dan menyampaikan pesan dalam sekejap ke jutaan orang turut mengundang keinginan intelejen untuk mengawasi masyarakat.</p>
<p>Media jejaring sosial akhirnya tak luput dari pantauan BIN. Bila ada sesuatu yang mengancam keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, BIN akan mengkoordinasikannya dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).</p>
<p>“Yang membahayakan tentu kami pantau, atau yang arahnya teror dan subversif tentu kami pantau. Tapi datanya kami serahkan ke Menkominfo,” jelas Kepala BIN, <strong>Sutanto</strong> di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (22/3).</p>
<p>Setelah ditemukan yang diduga subversif, lanjut Sutanto, BIN menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenkominfo untuk mengambil langkah selanjutnya. “Kami hanya memberikan peringatan dini kepada instansi terkait. Misalnya kalau masalah hukum kita serahkan ke kepolisian, masalah penyelundupan ke Bea dan Cukai. Kita ingin memperkuat departemen terkait agar bisa berfungsi lebih kuat” kata dia. Menurut Sutanto, media jejaring sosial pada dasarnya sarana untuk masyarakat berkomunikasi, tapi tentu mesti disikapi dengan arif. “Karena bisa juga dimanfaatkan pihak tertentu,” tuturnya.</p>
<p>Namun Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Informatika, <strong>Gatot S Dewabroto</strong> menjelaskan, proses pemantauan dan pengintaian terhadap account Facebook atau Twitter terhadap seseorang tak bisa dilakukan dengan mudah.</p>
<p>Gatot beralasan beberapa regulasi mengatur hal ini dengan ketat. Misalnya, Undang-Undang Telekomunikasi No 36/1999, pasal 40 dan 42, melarang adanya penyadapan informasi apapun kecuali adanya permintaan dari Jaksa Agung dan Kepala Kepolisian RI, atau pihak penyidik.</p>
<p>Selain itu, kata Gatot, peraturan di UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), juga mengaturnya secara ketat di pasal 27-35. “Artinya, ini harus dilakukan secara rigid, hati-hati, sesuai peraturan, agar benar-benar tidak melanggar hak pribadi seseorang,” tandas Gatot.</p>
<p>Dia menambahkan, pemantauan terhadap jejaring sosial, secara teknis juga sangat sulit mengingat besarnya trafik pengakses situs jejaring sosial dari Indonesia. “Trafik jejaring sosial di sini per hari bisa mencapai 50-60 juta,” ujarnya.</p>
<p>Pengawasan bisa dilakukan bila memang sudah ada target yang jelas. Upaya itu pun dasarnya harus benar-benar kuat sehingga tidak melanggar hak asasi seseorang. Gatot mengakui, hal tersebut sudah pernah dilakukan dalam aksi pemantauan untuk pemberantasan kasus terorisme.</p>
<p>Dalam hal terorisme, Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), lembaga pengawasan keamanan jaringan telekomunikasi berbasis protokol internet, mendapat permintaan dari Densus 88 untuk mengintai tersangka kasus terorisme. “Namun ID SIRTII hanya sebatas memberikan catatan log file trafik data yang bersangkutan,” kata Gatot.</p>
<p>Wakil Pimpinan DPR dari Fraksi PKS, <strong>Anis Matta</strong>, mendukung upaya pengawasan di situs jejaring sosial Twitter dan Facebook. Syaratnya, timpal Anis, pengawasan itu tidak mengganggu kebebasan masyarakat dalam bertukar informasi. “Rencana ini bagus, namun tidak harus mengganggu kebebasan masyarakat,” kata Anis.</p>
<p>Ia menambahkan, tak mungkin pemerintah bisa mengawasi semua akun Twitter atau Facebook, karena banyaknya pengguna kedua situs tersebut. Indonesia sendiri memiliki lebih dari 35 juta pengguna Facebook dan merupakan negara kedua terbesar pengguna Facebook setelah Amerika Serikat. Sementara di ranah Twitter, Indonesia berada di peringkat tiga terbesar setelah Amerika Serikat dan Brazil, dengan persentase tweet 14,52 persen dari seluruh tweet yang berseliweran di Twitter</p>
<p>Oleh karenanya, menurut Anis, sebaiknya account-account yang telah diketahui bermasalah saja yang perlu diawasi dan ditelusuri, agar tidak menimbulkan kecemasan di masyarakat.</p>
<p>Menanggapi keinginan BIN untuk mengawasi arus Facebook dan Twitter, Menteri Komunikasi dan Informatika, <strong>Tifatul Sembiring</strong> mengaku tidak mempermasalahkannya. “Tidak apa-apa, itu kan terbuka. Siapa saja bisa mengawasi Twitter. Saya saja diawasi terus, apalagi yang lain, masak tidak boleh diawasi?” kilah Tifatul (23/3).</p>
<p>Menurut Tifatul, kegiatan memantau situs jejaring sosial paling populer di dunia ini tak perlu harus  diperintah. Siapa saja instansi pemerintah yang berkepentingan juga bisa memantau situs tersebut. Terlebih jika bertujuan untuk mencegah pergerakan aksi teror yang dijalankan melalui situs jejaring sosial. “Saya pantau dari dulu Twitter, Facebook. Tidak usah diperintah, masak kita nunggu perintah, Twitter bebas-bebas saja,” tukasnya.</p>
<p>Tifatul tidak percaya jika Twitter dan Facebook mampu dijadikan alat untuk mengintai kegiatan politik maupun rencana teroris melakukan aksinya. Sebab menurutnya situs jejaring sosial merupakan sarana yang terbuka bagi siapa saja. “Mengintai itu bagaimana? Twitter itu terbuka. Diintai, dipelototin saja, tidak usah diintai-intai,” kata dia.</p>
<p>Sementara Menko Polhukam, <strong>Djoko Suyanto </strong>menyatakan dukungannya atas rencana BIN mengawasi situs jejaring sosial Facebook dan Twitter. “Kenapa tidak boleh? Yang terpentingkan caranya,” kata Djoko.</p>
<p>Djoko mengatakan jika BIN harus menunggu surat ijin pengadilan untuk mengawasi atau menyadap, maka tindakan kejahatan akan terjadi tanpa dicegah terlebih dahulu. “Kalau menunggu pengadilan, kejahatan keburu terjadi,” kata Djoko.</p>
<p>Hal senada diutarakan <strong>Roy Suryo</strong>, anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat yang menilai penyadapan atau pengawasan terhadap situs jejaring sosial sah jika ada undang-undang dan badan resmi negara yang mengawasinya. “Kalau institusinya resmi seperti BIN, tidak ada masalah. Oleh karena itu, kami sedang membuat Lawful Interception untuk mendukung BIN,” kata Roy melalui pesan tertulisnya kepada BISKOM.</p>
<p>Roy mengusulkan masalah RUU Intelijen ini tidak di besar-besarkan karena memang pengawasan atau penyadapan adalah ranah kerja BIN. “Itu kan memang tugasnya BIN, kalau bukan itu, lalu apa yang dikerjakannya?” ujarnya. Tapi Roy berharap BIN bertugas hanya mengumpulkan informasi, tidak untuk menangkap orang. Roy juga menyatakan tidak ada hak privasi pengguna di situs jejaring sosial.</p>
<p>“Memang ada privasi di dunia maya? Tidak ada,” tukasnya.</p>
<p><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-4930" title="FRANCE-ILLUSTRATION-COMPUTER-FACEBOOK-FILES" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/04/BIN11-300x204.jpg" alt="FRANCE-ILLUSTRATION-COMPUTER-FACEBOOK-FILES" width="300" height="204" />Masyarakat Bimbang</strong><br />
Atas dukungan tersebut, BIN mulai mengawasi aktivitas di dunia maya, terutama jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Hal ini membuat bimbang masyarakat. Terhitung sejak 24 Maret 2011, sekitar 100 pengguna Facebook menerima friend request dari BIN. Mereka pun merasa bimbang apakah harus menekan tombol Confirm atau Ignore.</p>
<p>Salah satunya adalah<strong> Yunus</strong>, 20, yang mengaku cukup kaget ketika membuka halaman Facebook-nya. Ia mendapati satu friend request, dan ketika ia memeriksanya ternyata permintaan dari account BIN.</p>
<p>“Saya bingung. Kalau saya confirm, nanti aktivitas saya diawasi. Tapi kalau saya ignore, nanti bisa dianggap melawan negara dan dituduh teroris. Bagaimana ini? Sampai saat ini saya belum memutuskan,” ucap Yunus.</p>
<p>Hal serupa juga dialami <strong>Kara</strong>, 22, seorang pengguna account Twitter. Ia mendapati jumlah follower-nya bertambah satu, awalnya ia sangat gembira, tapi ketika ia memeriksa pemberitahuan, ternyata dari Badan Intel Negara (@BIN) is now following your tweets (@kara#3) on Twitter.</p>
<p>Begitulah isi pemberitahuan yang membuat Kara kebingungan. Semula ia berniat untuk unfollow account BIN tersebut, tapi ia khawatir tindakan tersebut termasuk dalam tindakan yang melawan hukum. Apalagi ketika ia memeriksa DM (Direct Message) dan ia menemukan pesan dari @BIN yang berbunyi “Jangan lupa folback ya&#8230;”</p>
<p>“Saya sedang mempertimbangkan untuk menggunakan fitur mute, tapi saya takut kalau itu akan ketahuan,” ujar Kara sedih.</p>
<p>Melihat hal tersebut, ada baiknya BIN mempertimbangkan kembali aksi yang justru malah berpotensi meresahkan masyarakat.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=4927&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2011/04/19/bin-ikut-pantau-aktivitas-jejaring-sosial.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3D Atau Smart TV?</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2011/04/19/3d-atau-smart-tv.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2011/04/19/3d-atau-smart-tv.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 06:56:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fokus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=4909</guid>
		<description><![CDATA[<p>Banyak revolusi baru yang ditawarkan teknologi televisi (TV) tiga tahun terakhir ini. Diantaranya adalah TV yang mengemas teknologi 3D dan TV dengan konsep Smart TV. Diantara keduanya, manakah yang Anda pilih? Atau Anda ingin kedua-duanya?</p>
<p>Menyusul masa keemasan televisi berdefinisi &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-4917" title="Smart TV2 copy" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/04/Smart-TV2-copy-300x222.jpg" alt="Smart TV2 copy" width="300" height="222" />Banyak revolusi baru yang ditawarkan teknologi televisi (TV) tiga tahun terakhir ini. Diantaranya adalah TV yang mengemas teknologi 3D dan TV dengan konsep Smart TV. Diantara keduanya, manakah yang Anda pilih? Atau Anda ingin kedua-duanya?</p>
<p>Menyusul masa keemasan televisi berdefinisi tinggi, Plasma, LCD, dan LED, pertarungan sengit diantara teknologi-teknologi TV terus berlanjut. Teknologi tiga dimensi (3D) yang mulai booming di tahun lalu memang tampak surut di 2011 ini karena beberapa kekurangannya. Namun ketika pabrikan tengah menyempurnakan teknolog3D, muncul lagi istilah baru bernama Smart TV.</p>
<p>Kehadiran Smart TV didukung oleh layanan anyar yang ditawarkan operator, yakni Internet Protocol television (IPTV). Kabar baiknya, selian teknologi 3D yang sudah hadir pada tahun lalu, Smart TV maupun IPTV, di awal 2011 ini juga mulai diperkenalkan di Indonesia.</p>
<p><strong>3D, Kurang Nyaman dan Mahal</strong><br />
Teknologi 3D memungkinkan pemirsa menyaksikan tayangan televisi ataupun film secara lebih nyata.  Dimensi yang disuguhkan membuat pemirsa seolah-olah berada pada saat yang sama dengan objek yang ditontonnya. Sayangnya, banyak faktor yang membuat teknologi ini kurang disukai konsumen.</p>
<p>Awalnya, tayangan 3D dianggap terlihat sedikit gelap, namun sudah bisa diatasi sejak lama oleh produsen LG, dengan teknologi barunya yang memiliki kecerahan gambar (brightness) tinggi. Kemudian, faktor kacamata menjadi alasan lain kurang lakunya televisi 3D di pasaran. Kacamata 3D dianggap terlalu tebal dan mahal. Bahkan kacamata tersebut membutuhkan pengisian daya (charge) secara periodik, serta  membuat gambar lebih gelap dan tidak nyaman.</p>
<p>Belum lagi,  hasil penelitian  dari Eidhoven University, Belanda yang menyimpulkan bahwa televisi 3D bisa mengacaukan fungsi kerja otak sehingga menimbulkan ketegangan pada mata, sakit kepala, dan mual, yang membuat teknologi 3D semakin berat dipasarkan.</p>
<p>Vice President Digital Consumer Practice Strategy Analytics, <strong>David Mercer </strong>mengatakan, “Kampanye pemasaran televisi 3D memang berlangsung gegap-gempita. Akan tetapi, ketertarikan konsumen terhadap televisi 3D, paling tidak dalam jangka pendek, ternyata masih sangat rendah.”</p>
<p>Permasalahan lain juga diungkap President &amp; Chief Executive Officer Home Entertainment Division LG Electronics, <strong>Simon Kang</strong>, seperti dikutip dari Reuters, “Permintaan televisi 3D ternyata lebih rendah daripada perkiraan. Penyebabnya, harga yang masih terlalu tinggi dan konten 3D masih sangat terbatas.”</p>
<p>Firma riset iSuppli mencermati, pada saat ini satu unit televisi 3D berharga rata-rata US$ 600-US$ 700 lebih mahal daripada televisi dua dimensi  (2D) yang memiliki teknologi display sekelas.</p>
<p>iSuppli menjelaskan, harga jual rata-rata (ASP) televisi 3D pada 2010 adalah US$ 1.768 per unit. Harga televisi 3D menjadi sangat tinggi karena para produsen belum efisien dalam memproduksi televisi 3D.  Meski begitu, seiring peningkatan efisiensi proses manufaktur televisi 3D, iSuppli meyakini harga televisi 3D akan berangsur turun.</p>
<p>Sementara untuk faktor kenyamanan, para produsen TV 3D menyatakan akan menyelesaikan masalah tersebut  tahun ini. Perubahan itu akan diawali dengan mulai membuat kacamata 3D yang lebih ringan, tipis dan murah, mirip dengan kacamata 3D yang ada di bioskop, sesuai dengan harapan pasar.</p>
<p>Para produsen utama televisi di dunia bahkan hingga kini berlomba merilis televisi 3D terbaru untuk mendongrak pertumbuhan pendapatan. Para produsen tersebut mengklaim, televisi 3D sanggup menyajikan pengalaman lebih realistis ketika digunakan untuk menonton film, pertandingan olah raga, atau pun bermain game.</p>
<p>Simon Kang juga optimistis masalah yang membelit pasar TV 3D  akan mereda pada 2011. Karena itu, Kang memperkirakan, volume penjualan global televisi 3D pada 2011 akan melambung menjadi sekitar sepuluh juta unit.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Smart TV, Menjanjikan </strong><br />
Teknologi TV bernama Smart TV mulai gencar diperkenalkan. Smart TV atau kerap disebut dengan Internet &#8211; Enabled Television (IETV) bukan saja memungkinkan TV bisa menangkap siaran stasiun televisi, tapi juga mengakses konten-konten yang ada di internet melalui sambungan interet melalui TV. Bahkan saat ini penikmat Smart TV bisa berkomunikasi secara dua arah dengan orang lain melalui internet dari televisinya. Selain itu, dalam Smart TV harus juga terkandung fasilitas yang bisa memudahkan penggunanya melakukan aktifitas lain seperti disinkronkan dengan perangkat lain seperti smartphone.</p>
<p>Head of Marketing CTV dan AV Samsung Indonesia, <strong>Dicky Derajat</strong> mengungkapkan, saat ini  masyarakat tidak lagi bisa dipisahkan dari internet. Sehingga ke depannya TV tidak lagi menjadi media komunikasi satu arah, melainkan perangkat interaktif yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Sama seperti Blackberry yang penyerapan pasarnya sangat cepat, dimana dalam waktu enam bulan, penetrasinya bisa mencapai 50%, konsep Smart TV juga akan menemui momentumnya dalam waktu dekat.</p>
<p>Samsung sendiri telah meluncurkan seri TV LED yang mengusung konsep Smart TV bulan lalu,  yaitu D8000, D7000 dan D6600 ke pasar Indonesia. Peluncuran televisi pintar ini merupakan inisiatif Samsung dalam menyikapi tren dan kebutuhan masyarakat yang terus mengalami perkembangan. Semakin menjamurnya perangkat pintar, seperti smartphone dan tablet menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sudah sangat siap menyambut era digital, di mana setiap orang akan terhubung dengan internet.</p>
<p>Sementara itu, perusahaan Korea lainnya, LG, tengah membidik pasar Indonesia dengan konsep smart TV Sejumlah produk dengan teknologi terbaru termasuk smart TV siap digelontorkan pada tahun ini.</p>
<p>Presiden Direktur  PT LG Electrronics Indonesia, <strong>Kim Weon Dae</strong> menuturkan, Indonesia merupakan pasar yang dan terus tumbuh. Hadirnya Smart TV di Indonesia nantinya ditunjang dengan berbagai inovasi. Tampilan menu yang ada juga disajikan dengan menarik agar penonton tak bosan.</p>
<p>Selain LG ataupun Samsung, vendor lain yang berencana akan meluncurkan Smart TV ini di tanah air adalah Hitachi.<br />
<strong>Hendra Kurniawan</strong>, Product Manager Hitachi Modern Sales Indonesia menegaskan bahwa dalam kurun waktu dua tahun akan mempelajari pasar Indonesia sebelum meluncurkan Smart TV di tanah air.</p>
<p>Sama seperti teknologi baru lainnya, untuk memiliki Smart TV, pengguna juga harus merogoh kantong cukup dalam.</p>
<p><strong>IPTV Bakal  Geser TV Kabel </strong><br />
Untuk mendukung keberadaan Smart TV, operator kini menawarkan layanan  yang kini berkembang pesat di banyak mancanegara, termasuk di Hongkong. Layanan tersebut memungkinkan siaran televisi berbasis internet atau  IPTV. Siaran ini  diminati pengguna televisi karena sifat-sifat layanannya yang personal, sekaligus ubiquitous, dengan kualitas gambar dan suara yang prima. Tidak heran bila IPTV diprediksi banyak kalangan menjadi masa depan bisnis layanan televisi yang juga akan merebut perhatian masyarakat Indonesia.</p>
<p>Keberadaan IPTV diyakini bakal menggeser dan menjadi pesaing baru dalam bisnis televisi berlangganan, khususnya televisi kabel atau satelit. Akan tetapi, untuk sementara konsumen IPTV ini masih terbatas kalangan menengah atas.  Di Asia, operator yang mampu menjadikan IPTV sebagai penyumbang pendapatan terbesar adalah PCCW Hong Kong, Telekom Malaysia, dan SingTel Singapura. Layanan ini disebut bagian dari triple play karena tersedia jasa suara, data, dan media dalam satu perangkat.</p>
<p>Studi mengenai televisi berbasis internet di beberapa negara menunjukkan minat masyarakat yang relatif baik terhadap layanan IPTV. Saat ini operator IPTV dengan pelanggan terbanyak adalah PCCW (Hong Kong) yang mencapai lebih dari 850.000 pelanggan, dan France Telecom (Perancis) yang mencapai 800.000 pelanggan. Operator lainnya yang sukses adalah Verizon (Amerika Serikat) dengan 600.000 pelanggan. Sementara itu, di tingkat global bisnis IPTV juga memperlihatkan pertumbuhan yang cukup pesat. Begitupun di kawasan Asia Pacific, pertumbuhan bisnis Pay TV (termasuk IPTV) memperlihatkan kecenderungan meningkat setiap tahunnya.</p>
<p>Menurut Manajer Pengembangan Bisnis PT Cisco Systems Indonesia, <strong>Tony Seno Hartono</strong>, TV kabel berlanggan akan mendapat pesaing baru dari pengembangan teknologi berbasis internet yang bisa mengirimkan data berbentuk video.</p>
<p>Berbagai macam kelebihan yang ditawarkan IPTV ketimbang TV kabel atau satelit, salah satunya kemampuan untuk merekam atau menghentikan gambar (pause) saat tayangan tersebut disiarkan. Bahkan, tayangan itu bisa diakses secara mobile tanpa harus berada di dalam rumah. Sebab, terdapat alat yang disebut set top box, yang berfungsi seperti decoder, sehingga melalui internet, tayangan itu dapat dinikmati dari jarak jauh.</p>
<p>PT Telkom  yang tengah bersiap meluncurkan IPTV pada bulan Juni mendatang menilai, potensi siaran TV berbasis internet   ini cukup besar. Melalui IPTV Telkom akan menawarkan sesuatu yang baru kepada masyarakat. Optimisme tersebut didukung dengan data bahwa penjualan televisi layar lebar (LCD TV) cenderung meningkat.</p>
<p>“Pemilik televisi layar lebar itu dipastikan membutuhkan content yang bisa memaksimalkan penggunaan pesawat televisi mereka,” kata <strong>Sri Safitri</strong>, Senior Manager Internal Delivery Channel &amp; Service Alliance  PT Telkom Indonesia. Dalam hal ini,  IPTV mampu menyediakannya, sebab IPTV menawarkan sesuatu yang berbeda sehingga menjadi pilihan yang menarik pada segmen layanan televisi berbayar.</p>
<p><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-4920" title="Smart TV1 copy" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/04/Smart-TV1-copy-300x199.jpg" alt="Smart TV1 copy" width="300" height="199" />Persaingan 3D dan Smart TV</strong><br />
Diantara beberapa kekurangan yang timbul pada TV 3D membuat produsen TV 3D sadar bahwa film yang manarik dan enak ditonton bukanlah satu-satunya alasan konsumen untuk membeli TV 3D. Karena itu, para produsen tersebut beralih menawarkan fitur lain, yang diharapkan mampu membujuk konsumen membeli TV 3D.</p>
<p><strong>Michael Inouye</strong>, Industry Analyst Allied Business Intelligence (ABI) Research mengatakan,  “Perlu diketahui,  sebagian besar TV 3D yang dirilis mulai Juni 2010 ternyata tidak lagi mengedepankan fitur 3D. Para produsen mulai menyematkan fasititas koneksi ke internet.”</p>
<p>Di pasar global televisi, televisi berkonektivitas internet memang jauh lebih laris daripada televisi 3D. Firma riset iSuppli Corp bahkan meyakini, Smart TV akan menjadi pendorong utama pertumbuhan volume penjualan televisi global pada 2010.</p>
<p>iSuppli menjelaskan, volume penjualan global Smart TV pada 2010 akan sanggup menembus angka 27,7 juta unit. Pada saat yang sama, iSuppli menegaskan, volume penjualan global televisi 3D ternyata hanya akan mencapai total 4,2 juta unit. iSuppli mengakui, televisi 3D memang berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang pasar global televisi. Namun untuk jangka pendek, iSuppli menyebutkan, Smart TV adalah pendorong pertumbuhan utama.</p>
<p>Pada 2010, iSuppli menemukan, televisi 3D hanya dibeli oleh konsumen yang memiliki anggaran belanja nyaris tidak terbatas,dan antusias mencoba teknologi baru. Sementara itu, sebagian besar konsumen yang lain enggan membeli televisi 3D karena sejumlah kendala.</p>
<p>“TV 3D masih menghadapi sejumlah tantangan besar. Antara lain harga yang masih terlalu tinggi, konten yang masih sangat terbatas, serta rendahnya tingkat interoperabilitas. Sebaliknya, Smart TV tidak menghadapi kendala-kendala tersebut,” tutur Patel.</p>
<p>iSuppli mencermati, para produsen televisi terbesar di dunia seperti Samsung Electronics Co Ltd,LG Electronics Inc,Sony Corp, Panasonic Corp, dan Sharp Corp pada saat ini sudah menawarkan Smart TV. Produk-produk tersebut pada saat ini tersedia dengan ukuran layar mulai 24 inci hingga 65 inci.</p>
<p>“Dengan Smart TV, pengguna juga bisa menonton video online secara lebih nyaman, daripada di layar komputer atau smartphone yang berukuran lebih kecil,” ujar Analyst Television System Research iSuppli, <strong>Tina Tseng</strong>.</p>
<p>Berkat dukungan konten dan keberagaman pilihan, iSuppli memperkirakan, volume penjualan global Smart TV akan bertumbuh rata-rata 50 persen mulai 2010 hingga 2014. Khusus untuk 2010, iSuppli menyebutkan, volume penjualan global Smart TV bahkan mampu meraih pertumbuhan 124,9 persen. Karena itu, iSuppli mempercayai, volume penjualan global Smart TV pada 2014 akan menembus angka 148,3 juta unit.</p>
<p>Beda dengan iSuppli, Sony justru berpendapat  bahwa tingkat adopsi untuk TV 3D  dengan teknologi terbaru akan jauh lebih cepat dibandingkan HDTV. Diperkirakan TV 3D akan menjadi sangat populer di tahun 2011.</p>
<p>Seperti diketahui, perusahaan Jepang ini medukung teknologi 3D ke semua sumber daya, termasuk dukungan melalui konten PlayStation 3. Yang paling penting, TV set yang mendukung 3D melalui serangkaian perangkat baru Bravia.</p>
<p>President of Sony Computer Entertainment Europe, <strong>Andrew House</strong>, seperti dilansir Softpedia mengatakan,  “Di Inggris Anda melihat dorongan yang kuat oleh lembaga penyiaran seperti Sky, yang melihat potensi besar dalam teknologi 3D yang menyetir TV HD,” tambahnya. Selain itu, kata House, teknologi 3D akan sangat membantu pengalaman game secara keseluruhan.</p>
<p>Teknologi terus berubah dan berkembang. Pada saatnya nanti, bukannya tidak mungkin kita justru bisa melihat kolaborasi antara 3D dan SmartTV.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=4909&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2011/04/19/3d-atau-smart-tv.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Pabrik Komputer Lokal Gulung Tikar</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2011/04/15/7-pabrik-komputer-lokal-gulung-tikar.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2011/04/15/7-pabrik-komputer-lokal-gulung-tikar.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Apr 2011 11:35:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fokus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=4852</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/04/Focus-01.jpeg"></a>DALAM 3 tahun terakhir, jumlah pabrik komputer di Indonesia terus menyusut. Dari semula 12 perusahaan, kini tinggal 5 perusahaan saja. Penerapan bea masuk 0% (nol persen) bagi produk komputer jadi menjadi pemicu utamanya. Pemerintah diminta meninjau ulang kebijakan tersebut. “Bagaimana &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/04/Focus-01.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4853" title="Focus 01" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/04/Focus-01-300x223.jpg" alt="Focus 01" width="300" height="223" /></a>DALAM 3 tahun terakhir, jumlah pabrik komputer di Indonesia terus menyusut. Dari semula 12 perusahaan, kini tinggal 5 perusahaan saja. Penerapan bea masuk 0% (nol persen) bagi produk komputer jadi menjadi pemicu utamanya. Pemerintah diminta meninjau ulang kebijakan tersebut. “Bagaimana tidak kolaps kalau bea masuk komputer jadi diturunkan hingga nol persen. Industri kita belum bisa bersaing. Mereka memilih menutup usaha daripada melanjutkannya dengan penjualannya sangat rendah,” ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Teknologi Informasi dan Telekomunikasi, <strong>Didie W Soewondho</strong> seperti dilansir Kompas, (15/3).</p>
<p>Beberapa merek lokal yang saat ini masih eksis adalah Zyrex, Advan, Byon, Axioo dan Ion. Membanjirnya produk komputer impor sekaligus komputer selundupan telah mengubah semangat industri menjadi semangat dagang. “Para pemilik usaha komputer lokal akhirnya hanya menjadi pedagang saja. Semangatnya untuk menjadi industrialis sudah padam,” kata Didie.</p>
<p>Menurut dia, pemerintah seharusnya membebaskan bea masuk impor untuk komponen komputer. Namun yang terjadi, pemerintah justru menerapkan bea masuk sebesar 5-10% bagi komponen komputer rakitan. Padahal, pemain komputer rakitan sangat banyak dan hampir semuanya merupakan UKM.</p>
<p>Di Indonesia, jumlah UKM yang bergerak di perakitan komputer berkisar 5.000 unit. Sebagian besar komputer yang digunakan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, adalah jenis rakitan. “Kalau bea masuknya saja 5-10%, bagaimana mereka bersaing dengan komputer jadi yang bea masuknya nol persen,” katanya.</p>
<p>Didie mengatakan, pihaknya akan segera melaporkan masalah tersebut ke menteri perekonomian. Dia berharap menteri perekonomian bisa berkoordinasi dengan kementerian yang terkait dengan kebijakan tersebut. Kebutuhan komputer di Indonesia per tahun mencapai 12 juta unit. Dari jumlah tersebut sebanyak 60% dipenuhi dari produksi dalam negeri, baik rakitan maupun komputer jadi. Sisanya dari komputer impor, terutama dari China. Dibandingkan jumlah penduduk, yang sudah menembus 230 juta, angka penetrasi komputer di Indonesia masih sangat rendah, yakni berkisar 5%. “Ke depan, pangsa komputer masih sangat terbuka lebar. Di Thailand, penetrasi komputer tiap tahun sekitar 55% dari total jumlah penduduk,” katanya.</p>
<p>Menurut Ketua Umum Kadin, <strong>Suryo Bambang Sulisto</strong>, sektor industri komputer harus dipersiapkan untuk menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN tahun 2015. “Industri dalam negeri harus diperkuat. Jika tidak, pasar potensial kita akan diambil negara lain. Banyak negara yang mengincar pasar Indonesia karena potensi jumlah penduduk yang cukup banyak,” papar Suryo.</p>
<p>Dia menambahkan, dengan kepemimpinan Indonesia di ASEAN saat ini seharusnya Indonesia bisa lebih banyak melakukan pembenahan internal untuk menyongsong masyarakat ekonomi ASEAN. “Jadi, fokusnya jangan hanya pada regional, tetapi juga internal sendiri,” kata Suryo.</p>
<p><strong><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/04/Focus-02.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-4854" title="Focus 02" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/04/Focus-02.jpeg" alt="Focus 02" width="300" height="360" /></a>Sulit Berkembang</strong><br />
Sementara itu Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Kementerian Perindustrian, <strong>Budi Darmadi </strong>mengatakan, saat ini masih cukup sulit untuk menumbuhkan industri perakitan atau asembling komputer di Indonesia. “Karena bea masuknya nol persen,” kata Budi.</p>
<p>Pengenaan bea masuk 0%, dilandasi kebijakan untuk menumbuhkan melek teknologi di masyarakat Indonesia. Sehingga dengan bea masuk 0% ini, orang lebih memilih untuk berdagang. Budi berharap dengan pemberlakuan pasar bebas ASEAN Cina saat ini, industri komponen akan masuk ke Indonesia, atau mereka masuk sekalian dalam industri perakitan.</p>
<p>Sebenarnya, sambung Budi, sudah ada sejumlah perusahaan yang berniat untuk mendirikan pabrik di Indonesia, tapi hingga kini perusahaan-perusahaan itu baru sekadar melihat-melihat potensi di Indonesia. “Masih cek dan ricek mereka,” kata dia.</p>
<p>Hanya saja yang jelas, pemerintah sudah berbicara dengan para prinsipal pabrikan komputer untuk mendirikan pabriknya di Indonesia. Budi mengatakan pemerintah akan memberikan bea masuk ditanggung pemerintah untuk bahan baku yang masih harus diimpor.</p>
<p>Menanggapi hal ini Ketua Bidang UKM Masyarakat Telematika (Mastel), <strong>Rudy Rusdiah</strong> menyatakan keheranannya kenapa barang jadi 0% sedangkan sukucadang sedang diperjuangkan menuju 0%. “Karena kita ingin jadi pedagang barang jadi. Sebab kalau mau bikin pabrik, malah kena pajak beli sukucadang. Dari sini, bukannya industri PC ingin jadi pedagang, tapi regulasinya yang membuat kita jadi pedagang. Indonesia terbalik dengan Singapura atau di Malaysia,” jelas Rudy.</p>
<p>Menurutnya sudah menjadi paradigma di negara kita di mana para pejabat begitu kaku membuat pelayanan publik. “Paradigmanya masih kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah. Hal-hal seperti ini menghambat bisnis dan menciptakan ekonomi biaya tinggi.. Inilah yang menyebabkan tujuh perusahaan komputer itu bangkrut,” kata Rudy.<br />
<strong><br />
Rakit Notebook?</strong><br />
Tapi anehnya, di tengah pabrik komputer berguguran, dalam bursa kerja ‘Job Matching SMK’ di Jatim Expo, (4/12/ 2010) yang diikuti 102 perusahaan yang ada di Jatim, sekitar 700 siswa SMK memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan merakit 4.333 unit notebook.</p>
<p>Atas perakitan notebook ini, Direktur Pembinaan SMK Ditjen Dikdasmen Kemendiknas, <strong>Joko Sutrisno</strong> mengungkapkan, saat ini masing-masing pemda menyediakan dana sekitar Rp 25 juta bagi lulusan SMK, khususnya yang memiliki keahlian dalam bidang perakitan notebook. Dengan keahlian yang dimilikinya, lulusan SMK bisa menyediakan lapangan pekerjaan baru. Pasalnya, gagasan cemerlang itu perlu mendapat dukungan dari perusahaan penyedia perangkat komputer. “Bila perlu perusahaan komputer menyediakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) dengan harga murah. Sehingga notebook bisa dijual dengan harga murah,” jelasnya.</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan, sementara pabrik komputer lokal rakitan berguguran, kok Kemendiknas menyatakan sedang membuat program perakitan? Bagaimana siswa SMK bisa dididik dan bekerja di bidang perakitan komputer atau notebook jika industri rakit lokal berjatuhan?</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=4852&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2011/04/15/7-pabrik-komputer-lokal-gulung-tikar.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Facebook,  Incaran Utama Malware</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2011/03/23/facebook-incaran-utama-malware.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2011/03/23/facebook-incaran-utama-malware.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 19:07:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fokus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=4735</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: left;">Facebook dinilai lebih berbahaya bagi pengguna internet, ketimbang Twitter. Penyebabnya, situs jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg ini menyimpan banyak informasi pribadi seorang pengguna.</p>
<p>Sejak tahun lalu, penjahat <em>cyber</em> lebih banyak menggunakan Facebook untuk menyebarkan malware disbanding media lain. Hal tersebut &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><img class="alignnone size-medium wp-image-4739" title="facebook" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/03/facebook-300x230.jpg" alt="facebook" width="300" height="230" />Facebook dinilai lebih berbahaya bagi pengguna internet, ketimbang Twitter. Penyebabnya, situs jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg ini menyimpan banyak informasi pribadi seorang pengguna.</p>
<p>Sejak tahun lalu, penjahat <em>cyber</em> lebih banyak menggunakan Facebook untuk menyebarkan malware disbanding media lain. Hal tersebut dikatakan juru bicara Anti Virus AV wilayah Selandia Baru dan Australia, <strong>Lloyd Borrett</strong>. Seperti dilansir <em>PC world</em>, Borret menyarankan, pengguna sebaiknya jangan terlalu banyak menampilkan informasi-informasi pribadi dan lebih  berhati-hati saat menge-klik <em>link-link</em> yang di<em>posting</em> di Facebook maupun Twitter.</p>
<p>&#8220;Pencurian identitas pribadi di Facebook sangat berbahaya, bahkan dibanding Twitter, karena Anda memiliki banyak informasi di <em>account</em> Facebook, dan ini berpotensi membahayakan,&#8221; kata Borret.</p>
<p>Informasi pribadi yang paling banyak ditulis seorang anggota  Facebook antara lain alamat email, nama dan tanggal lahir. Informasi ini bisa digunakan penjahat untuk membobol akun bank atau email pengguna sendiri.</p>
<p>Tak jarang, <em>hacker</em> menyebarkan virus dengan menggunakan alamat email Facebook. Email tersebut menyatakan bahwa Facebook sedang melakukan <em>maintenance</em> sehingga <em>password</em> Facebook yang dimiliki ter-<em>reset</em> secara tidak sengaja. Hal ini mengakibatkan pengguna Facebook harus melakukan konfirmasi untuk memperbaharui <em>password</em>. Penggunaan alamat email Facebook ini akan sangat mampu mengelabui pengguna Facebook.</p>
<p>Senada dengan AV, Information Systems Audit and Control Association (ISACA) juga berpendapat bahwa malware menduduki posisi pertama dari daftar lima resiko yang dialami pekerja saat membuka jejaring sosial di kantor.  Perusahaan TI ini juga berpendapat bahwa meningkatnya popularitas situs seperti Facebook dan Twitter membuktikan semakin menarik bagi penjahat <em>cyber</em>.</p>
<p>Meskipun secara umum diakui bahwa pemberian akses ke jaringan sosial di tempat kerja meningkatkan risiko pada sistem perusahaan, namun tidak sedikit yang merasakan manfaat dari Facebook sebagai tujuan bisnis. Untuk alasan ini, ISACA mendesak agar diberikan batasan keras kepada karyawan agar mampu mengontrol penggunaan jejaring sosial sebagai tujuan bisnis, saat di kantor.</p>
<p>&#8220;Secara historis, banyak perusahan berusaha mengendalikan risiko dengan membatasi akses ke dunia maya, tapi itu tidak akan bekerja dengan baik, karena itu adalah media sosial,&#8221; kata wakil presiden ISACA <strong>Robert Stroud</strong>, dalam sebuah pernyataan, yang dilansir <em>Tech Central</em>.</p>
<p>Apalagi menurut Stroud, kelengahan dapat menjadikan malware bisa bergerak dengan bebas untuk menjebak korbannya, dan yang paling pahit mencuri informasi sensitif.</p>
<p><strong>Malware Berbahaya</strong></p>
<p>Sepanjang tahun 2010 lalu, cukup banyak kasus infeksi malware di Facebook, sehingga menjadikan  situs pertemanan ini  menjadi sumber infeksi malware terbesar diantara situs-situs jejaring sosial lainnya.</p>
<p>Malware yang tampil dalam bentuk banner, seperti yang sebelumnya terjadi, terkait dengan restoran cepat saji, kemudian disusul dengan ajakan menyaksikan video dari seorang pesohor Amerika. Meskipun telah banyak permintaan agar facebook memberikan perhatian lebih terhadap aspek keamanan di situsnya, tetapi hingga saat ini update yang bisa dinikmati baru sebatas viewer untuk melihat foto saja. Sedangkan para user masih berada di bawah bayang-bayang ancaman berupa <em>malware, phishing</em>, dan <em>cyber threat</em> lainnya.</p>
<p>Baru-baru ini ThreatSense, sistem <em>anti-threat</em> yang ditanam disemua produk ESET Antivirus berhasil mengidentifikasi dua malware yang menyebar melalui media jejaring sosial dan Instant Message yaitu <em>Win32/Yimfoca.AA </em>dan <em>Win32/Fbphotofake</em>.</p>
<p><em>Win32/Yimfoca.AA</em> sendiri telah beberapa minggu belakangan bertengger pada posisi 10 besar didaftar hasil deteksi <em>ThreatSense</em>. Dengan pola penyebaran yang masih negara-negara kawasan Eropa seperti  Austria, Italia, Czech Republik, Kroasia, dan Slovakia. Jika para pengguna facebook tidak mewaspadai hal tersebut, bukan tidak mungkin malware berbentuk worm tersebut akan melompat ke kawasan lain di dunia.</p>
<p><em>Win32/Yimfoca.AA </em>adalah worm yang menyebar ke komputer lain dengan menggunakan program-program Instant Messaging sebagai akses masuknya. Worm tersebut mampu mengirimkan copy dirinya, yang menyamar sebagai link yang menghubungkan ke <em>codec</em> yang dibutuhkan untuk menyaksikan rekaman video<em>. </em>Pola penyebarannya melalui situs Instant Messenger seperti YM dan MSN/Live Messenger, dan Facebook.</p>
<p>Menurut keterangan <strong>Marek Polesensky</strong>, seorang peneliti Malware di ESET, worm Yimfoca ini menggunakan fitur chat di Facebook untuk melakukan penyerangan. Sementara  Fbphotofake adalah worm jejaring sosial yang menyebar, sekaligus menyebarkan malware lain, melalui pesan-pesan spam di Facebook.</p>
<p>Polesensky juga menambahkan, “Yimfoca akan berperan sebagai backdoor yang dapat dikontrol secara remote dan bisa menyebar melalui Instant Messenger (IM) software lainnya seperti Skype, MSN atau Yahoo Messenger.” Selain itu,  Yimfoca juga bisa men-download dan mengaktifkan malware lain -seperti software antivirus palsu- yang bisa menyebar secara online, mampu merubah security settings atau mematikan firewall pada Windows.</p>
<p>Worm lainnya yang berhasil dideteksi oleh ThreatSense ESET adalah <em>Win32/Fbphotofake</em>, Trojan yang mendistribusikan spam dari Facebook ke pengguna lain. Bagi para pengguna facebook sangat dianjurkan untuk lebih berhati-hati, dan tidak begitu saja membuka banner tak dikenal, tidak membuka lampiran yang  mencurigakan, atau meng-klik link-link yang meragukan.</p>
<p>“Keamanan <em>cyber</em>, terutama saat menggunakan Facebook adalah tanggung jawab pengguna sendiri, oleh sebab itu sosialisasi tentang keamanan dalam menggunakan jejaring sosial perlu dilakukan secara berkelanjutan. ESET sendiri mengupayakan edukasi keamanan komputer termasuk bagi pengguna jejaring sosial melalui blog.eset.co.id,” kata <strong>Yudhi Kukuh</strong>, Technical Consultant PT. Prosperita &#8211; ESET Indonesia.</p>
<p>Masih terkait dengan serangan malware baru-baru ini, <strong>David Harley</strong>, Peneliti Senior dari ESET menyatakan bahwa Facebook messaging juga telah dimanfaatkan sebagai jalur penyebaran surat berantai dari Nigeria “Sebenarnya itu hanya permintaan palsu untuk fee yang harus dibayar dimuka, dengan kecenderungan kearah pemerasan”. Untuk itu, David Harley menyampaikan rekomendasinya “pastikan identitas pengirim pesan tersebut”.</p>
<p>Pada kesempatan lain, <strong>Randy Abrams</strong>, Direktur Technical Education Anti Virus menyimpulkan, “Salah satu bagian dari permasalahan besarnya adalah budaya di Facebook itu sendiri cenderung <em>anti-security</em> dan itu menjadi kendala yang sangat berat bagi para profesional bidang <em>security </em>di Facebook.”</p>
<p><strong>Facebook Tingkatkan Sistem Keamanan</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Facebook telah<strong> </strong>memperketat kendali privasi untuk meyakinkan keamanan member jejaring sosial itu di seluruh dunia. Pengetatan keamanan ini mulai disadari manajemen Facebook setelah <em>fan page</em> milik pendiri Facebook, <em>Mark Zuckerberg</em>, dibobol  hacker.</p>
<p>Dalam aksinya sang hacker meninggalkan pesan untuk Zuckerberg agar lebih memikirkan Facebook untuk tujuak sosial yang baik ketimbang keuntungan bisnis semata.<strong> </strong></p>
<p>&#8220;Bagian penting dari pengendalian informasi adalah selalu melindunginya dari ancaman keamanan seperti virus, malware dan hacker,&#8221; ujar <strong>Jake Brill</strong> dari perwakilan manajemen Facebook, seperti dikutip melalui <em>Yahoo News</em>.</p>
<p>Fitur keamanan baru yang akan diluncurkan itu salah satunya adalah menyediakan <em>password </em>satu kali pakai yang bisa digunakan member ketika harus menggunakan <em>shared-computer</em>, seperti berada di kafe, bandara, hotel atau tempat umum lainnya.</p>
<p>Untuk mendapatkan <em>password</em> satu kali pakai ini, pengguna cukup mengirimkan pesan dari ponsel bertuliskan OTP dan mengirim ke nomor 32665. Untuk mendapatkan <em>password</em> satu kali pakai itu, nomor telepon pengguna harus terdaftar terlebih dahulu. <em>Password</em> tersebut hanya bisa dipakai satu kali dan akan kadaluarsa dalam kurun 20 menit. Meski demikian, layanan keamanan ini baru bisa dinikmati oleh pengguna Facebook di Amerika Serikat.</p>
<p>Facebook juga memungkinkan pengguna untuk memeriksa akun Facebook mereka dari mana saja dan kapan saja untuk memastikan bahwa akun mereka telah tertutup di komputer lain saat terakhir kali digunakan. Bahkan kini, Facebook memungkinkan pengguna untuk bisa <em>sign-off</em> secara remote.</p>
<p>&#8220;Jika seseorang tengah mengakses <em>account </em>Facebook Anda tanpa izin, Anda bisa mematikan <em>login</em> ilegal tersebut sebelum mengatur ulang <em>password</em> dan mengambil langkah-langkan lain untuk mengamankan komputer Anda,&#8221; ujar Brill.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=4735&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2011/03/23/facebook-incaran-utama-malware.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trend KEAMANAN INTERNET Indonesia 2011</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2011/03/23/trend-keamanan-internet-indonesia-2011.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2011/03/23/trend-keamanan-internet-indonesia-2011.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 19:06:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fokus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=4734</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: left;">Sepanjang tahun 2010 terdapat sejumlah hal penting yang berpengaruh besar terhadap terjadinya peningkatan insiden atau serangan yang menimpa infrastruktur Internet Indonesia. Diantaranya adalah pencurian identitas dan data. Bagaimana proyeksi kemanan internet di sepanjang 2011 ini?</p>
<p>Indonesia Security Incident Response Team &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><img class="alignnone size-full wp-image-4736" title="keamanan internet-1" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/03/keamanan-internet-1.jpg" alt="keamanan internet-1" width="189" height="283" />Sepanjang tahun 2010 terdapat sejumlah hal penting yang berpengaruh besar terhadap terjadinya peningkatan insiden atau serangan yang menimpa infrastruktur Internet Indonesia. Diantaranya adalah pencurian identitas dan data. Bagaimana proyeksi kemanan internet di sepanjang 2011 ini?</p>
<p>Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII) mencatat, jumlah pelanggan internet pada akhir 2010 mencapai 2 juta akses <em>broadband </em>tetap atau menggunakan Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL) dan 1 juta akses tetap <em>non broadband</em>.</p>
<p>Sementara data dari Badan Regulasi Telekomuniksi Indonesia (BRTI) menunjukkan pengguna 3G dilaporkan telah mencapai 14 juta pelanggan. Sedangkan kompilasi data operator menunjukkan angka 20 juta pengguna 3G dan 45 juta pengguna akses data Internet GPRS/EDGE dan CDMA/EVDO.</p>
<p>Laporan operator juga menunjukkan bahwa pada akhir tahun 2010 semua BTS dari 3 operator selular GSM papan atas telah siap melayani akses data internet. Jumlah BTS Telkomsel mencapai 31,000, Indosat 29,000 dan XL 26,000 dengan jangkauan wilayah pelayanan (coverage area) telah  meliputi 99% dari 5,300 kecamatan di Indonesia. Ini tidak termasuk tambahan penetrasi layanan paket data berbasis Fixed Wireless Access (FWA) yang dikenal dengan CDMA/EVDO.</p>
<p>Jumlah nomor aktif yang telah terpakai mencapai 180 juta dengan perkiraan 135 juta diantaranya adalah unik (mewakili 1 orang). Walaupun tingkat <em>churn rate</em> (perpindahan pelanggan ke operator lain) dan wipe off (penghapusan nomor pasif) cukup tinggi namun ternyata pertumbuhan nomor baru (perdana) juga jauh lebih pesat. Ini artinya keterjangkauan telah meningkat tajam.</p>
<p>Kompilasi data survei pasar menunjukkan: Indonesia memiliki rasio kepemilikan perangkat akses Internet tertinggi, kenaikan jumlah gadget paling banyak dan penurunan tarif layanan (termasuk paket data Internet) paling tajam di kawasan ASEAN walau di tengah isu resesi ekonomi.</p>
<p>Harga perangkat komputer untuk akses Internet turun hingga di bawah US$ 400 (Rp. 4 juta) dari semula pada tahun sebelumnya berkisar di angka US$ 500 (Rp. 5 juta). Dan trend pengguna memilih jenis komputer portabel yang lebih murah seperti netbook (Rp. 3 juta) dan PDA Smartphone (dibawah Rp. 1 juta). Harga perangkat di atas itu kurang diminati.</p>
<p>Rata-rata tarif layanan akses data internet di bawah angka 150 ribu per bulan (<em>flat rate</em>). Bahkan ada yang di bawah Rp. 100 ribu. Pada tahun 2008 tarif masih di atas Rp. 300 ribu per bulan dan skemanya berbasis volume (bukan flat rate). Angka ini tidak termasuk peningkatan sangat tajam untuk layanan khusus seperti Blackberry dan perangkat wannabe-berry.</p>
<p>Statistik ini menunjukkan dinamika masyarakat pengguna yang sangat tinggi disertai munculnya tren budaya “<em>always on</em>” sebagai akibat semakin digemarinya layanan social network di Internet serta layanan <em>fun and lifestyle</em> lainnya seperti blog, microblogging, chatting dan games.</p>
<p>Pertumbuhan internet (pengguna, <em>traffic</em>, perangkat, aplikasi) meningkat ratusan persen apabila dibandingkan dengan kondisi 10 tahun yang lalu (1999). Sebagai contoh, pengguna Facebook di Indonesia mencapai angka 32 juta pada akhir tahun 2010. Sehingga walaupun angka Average Revenue Per Unit (ARPU) layanan dasar voice dan pesan singkat (SMS) terus menurun akan tetapi para operator tetap dapat mencatat angka keuntungan yang tinggi hasil kompensasi pendapatan di sektor aplikasi tambahan berbasis data internet seperti 3G dan Blackberry serta layanan <em>fun and lifestyle</em> lainnya seperti <em>mobile banking</em>.</p>
<p><strong>Insiden dan Kasus Pidana</strong></p>
<p>Sebagaimana teknologi lainnya, internet pun memiliki dua sisi yang dapat digunakan untuk maksud baik maupun jahat. Diperlukan pemberdayaan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman (awareness) serta pengetahuan di bidang Keamanan Informasi dan Internet security kepada pengguna awam, perusahaan, lembaga pemerintah dan pendidikan serta kelompok lainnya.</p>
<p>Ancaman di Internet adalah nyata dan kerugian yang diakibatkan telah semakin meningkat. Perlu disadari bahwa upaya pengamanan harus dimulai dari tingkat pribadi (personal) hingga ke tingkat korporasi (perusahaan). Sehingga potensi ancaman dan serangan bisa berkurang.</p>
<p>ID-SIRTII mencatat sejumlah insiden sepanjang tahun 2010 yang dapat dikategorikan sebagai kegiatan kriminal menurut peraturan perundangan yang berlaku terutama KUHP, UU No. 11/2008 Tentang ITE, UU No. 36/1999 Tentang Telekomunikasi dan ketentuan lainnya.</p>
<p>Kasus pidana yang dilaporkan di sejumlah Polda antara lain: pencurian identitas dan data (sumber daya informasi) serta pembajakan akun (email, IM, <em>social network</em>) yang kebanyakan dilakukan untuk tujuan penipuan. Fitnah, penistaan dan pencemaran nama baik. Fraud (penipuan, <em>black dollar</em>, nigerian <em>scam, love scam</em>). Perjudian online, prostitusi dan <em>human trafficking </em>serta <em>child</em> <em>predato</em>r. Pornografi, peredaran narkoba dan <em>underground economy</em>. <em>cash out</em>, penggelapan pajak dan money laundering. Serta <em>cyber terorisme</em> terutama untuk tujuan propaganda, rekrutmen dan penggalangan dana.</p>
<p>Sebagian kasus belum dapat ditindaklanjuti oleh Kepolisian karena keterbatasan sumber daya dan akses, terutama menyangkut pemeriksaan oleh penegak hukum Indonesia kepada penyelenggara layanan asing di luar negeri walaupun UU ITE telah mengaturnya. Antara lain untuk kasus penyebaran <em>malware</em> dan <em>malicious code</em> yang disisipkan di dalam file dan web site serta <em>phising site</em>. Spionase industri dan penyanderaan sumber daya informasi kritis. Cyber war atau saling serang karena alasan politis (ID vs MY, <em>black campaign</em> partai politik). Penistaan keyakinan dan penyebaran kabar bohong untuk tujuan provokasi politis maupun rekayasa ekonomi.</p>
<p><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-4737" title="keamanan internet-2" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/03/keamanan-internet-2-181x300.jpg" alt="keamanan internet-2" width="181" height="300" />Profil Insiden Keamanan </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Rata-rata jumlah insiden per hari pada tahun 2010 mencapai 1.1 juta insiden dan aktivitas ini cenderung akan semakin meningkat. Terutama pada situasi geopolitik tertentu seperti pemilu. 50% diantara insiden tersebut tergolong high priority alert. Sistem monitoring <em>traffic</em> ID-SIRTII sendiri terdiri dari 11 sensor yang meliputi hampir 60% <em>traffic</em> nasional, sehingga data dan informasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk merepresentasikan profil <em>traffic</em> nasional.</p>
<p>Analisa data sistem monitoring traffic ID-SIRTII menunjukkan bahwa serangan ke infrastruktur Internet Indonesia sebagian besar disebabkan oleh kelemahan sistem dan aplikasi yang telah diketahui (<em>common vulnerability</em>). Penyebabnya adalah masih rendahnya kesadaran (<em>awareness</em>) para pengelola sistem dan pengguna aplikasi. Kemudian banyaknya penggunaan aplikasi tidak legal yang mengakibatkan tidak dilakukannya update atau patch untuk menutup kelemahan. Potensi terhadap ancaman <em>zero day attack</em> sangat besar karena kelalaian administrator.</p>
<p><em>Web defacing rally</em> (vandalism) dengan teknik eksploitasi database SQL masih menempati posisi tertinggi jumlah insiden disusul oleh serangan malware/malicious code terutama virus lokal dan phising, scam serta SPAM yang juga mulai menyebar ke media selular (SMS dan MMS).</p>
<p>Insiden lainnya yang menjadi catatan khusus adalah malfungsi system berupa database corrupt yang menimpa sistem Domain Name Service (DNS) CCTLD-ID yaitu domain .id terutama .co.id. Insiden ini menyebabkan tidak dapat diaksesnya domain tersebut selama sehari penuh. Insiden ini juga mengingatkan kita pada kejadian serupa pada pertengahan tahun 2009 dimana domain .co.id sempat <em>drop</em> selama 4 hari akibat serangan DDOS. Hal ini menunjukkan adanya kelemahan yang sangat mendasar dalam sistem DNS CCTLD-ID yang sampai saat ini belum diperbaiki. Situasi ini sangat berbahaya mengingat domain .id merupakan salah satu infrastruktur Internet Indonesia yang strategis. Kegagalan sistem DNS CCTLD-ID berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi.</p>
<p>Ternyata juga diketahui bahwa sekitar 30% hingga 40% utilisasi traffic Internet internasional digunakan untuk akses konten negatif terutama pornografi, warez activity dan konten multimedia illegal. Dimana dampak ikutan akses konten negatif ini mengakibatkan tingginya insiden akibat <em>malware/malicious code.</em> Menurut data statistik forum keamanan Internet lebih dari 40% malicous code disebarkan menumpang pada material konten negatif dan sisanya melalui SPAM.</p>
<p>Berkat kebijakan Menteri Komunikasi dan Informatika yang meminta ISP melakukan penyaringan konten pornografi ternyata cukup efektif menurunkan tingkat penyebaran malware yang menumpang pada konten negatif. ID-SIRTII juga melakukan analisa terhadap dampak kebijakan ini menggunakan data NAWALA Project yaitu salah satu solusi content filtering berbasis DNS terbesar di Indonesia.</p>
<p>Namun tantangan terbesar untuk menurunkan penyebaran malware yang menumpang konten negatif lainnya masih perlu ditingkatkan dan diberikan perhatian khusus terutama penyebaran melalui saluran <em>private</em> seperti email dan berupa SPAM maupun melalui <em>peer to peer network</em>.</p>
<p>Penyebab insiden tertinggi lainnya adalah diakibatkan oleh kesalahan prosedur pengamanan dan kelalaian pengelola sistem. Kemudian akibat pengabaian dan ketiadaan prosedur serta pengelolaan  sistem pengamanan yang memadai. Teknik <em>brute force attack</em> dan <em>password guessing</em> menjadi trend untuk mendapatkan hak akses ilegal ke dalam sistem karena tidak adanya manajemen password yang baik (penggunaan kombinasi frasa kata kunci yang lemah, periode penggantian yang terlalu lama, penggunaan kata kunci yang sama untuk semua level hak akses).</p>
<p>Kasus <em>social engineering</em> terutama untuk mendapatkan hak akses dari para pejabat perusahaan atau operator dan pengelola sistem semakin banyak terjadi, akan tetapi sangat jarang dilaporkan karena dianggap dapat mengancam kredibilitas perusahaan apabila sampai informasi mengenai insiden akibat kecerobohan tersebut terpapar ke publik. Ini terjadi terutama di sektor keuangan.</p>
<p>Sebagian besar kasus <em>social engineering</em> memanfaatkan informasi pribadi yang terbuka di <em>social network</em> yang popular seperti Facebook dan Twitter melalui modus pertemanan. Sedangkan untuk modus pembajakan akun umumnya memanfaatkan celah keamanan fasilitas lupa password pada aneka layanan gratis di Internet seperti misalnya email. Kesalahan pengguna terutama karena menggunakan password yang sama untuk semua akun yang dimilikinya, terlalu mudah percaya dan terjebak ajakan pertemanan baru serta penggunaan kata kunci yang mudah ditebak.</p>
<p><em>Information gathering</em>, termasuk teknik <em>trashing</em> – mencari data informasi rahasia dan sensitif melalui media bekas seperti <em>portable external storage</em>, CD/DVD dan kertas kerja yang tidak dihancurkan, penghapusan yang tidak sempurna dan tidak mengikuti prosedur pengamanan (<em>secure disposal</em>) untuk perangkat yang sudah habis masa pakainya serta kebiasaan berganti perangkat gadget tanpa mengikuti prosedur screening yang memadai. Banyak kasus kebocoran data perusahaan dan penyebaran data privacy dengan tujuan pencemaran akibat kurangnya <em>awareness</em> pengguna terhadap prosedur pengamanan perangkat gadget dan komputer portabel. Kasus menonjol dalam kategori ini adalah penyebaran video porno Ariel – Luna – Cut Tari.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Stuxnet, Zeus dan Wikileaks</strong></p>
<p>Tahun 2010 juga menandai terjadinya revolusi di bidang malware dengan munculnya virus Stuxnet dan Zeus yang keduanya merupakan jenis tools untuk tujuan targetted attack (diarahkan untuk tujuan serangan yang sangat spesifik).</p>
<p>Fakta bahwa Stuxnet dirancang untuk melakukan sabotase dalam jangka panjang secara bertahap dan efek merusaknya tidak terdeteksi langsung, telah mengakibatkan kekhawatiran yang meluas bahwa virus ini merupakan petunjuk penting bahwa sejumlah Negara telah menciptakan senjata untuk kepentingan <em>cyber war</em> dan mereka telah mencapai tingkat keberhasilan yang diharapkan.</p>
<p>Demikian juga dengan virus Zeus menunjukkan adanya revolusi di bidang pembuatan Trojan horse dimana virus ini mampu menyebar melalui banyak cara dengan teknik <em>drive by, phising</em> melalui interaksi <em>social network</em> dan email sekaligus melakukan serangan lain berupa pencurian data. Zeus juga melakukan update secara periodik dan menyebar via jaringan botnet yang terdiri dari puluhan juta zombie dan kemudian berevolusi menjadi virus baru yang membobol informasi kartu kredit di bank dan kemudian disebut dengan kode Knebler.</p>
<p>Tahun 2010 juga mencatat peningkatan kualitas serangan jenis information <em>leakage</em> dan <em>deception </em>dengan munculnya gerakan situs Wikileaks yang dengan sengaja membuka ratusan ribu informasi rahasia pemerintah Amerika Serikat. Kebocoran secara massal semacam ini dari sudut pandang keamanan informasi berpotensi besar untuk memicu serangan besar dalam bentuk lain sebagai akibat diketahuinya sejumlah kelemahan sistem yang mungkin ada atau disebutkan di dalam dokumen yang disebarkan Wikileaks tersebut.</p>
<p>Atau serangan lain yang dipicu oleh aktivitas dari Wikileaks itu sendiri. Terbukti sesaat setelah situs Wikileaks diluncurkan sejumlah serangan DDOS diarahkan ke situs tersebut. Serangan balasan dari pihak pendukung Wikileaks juga terjadi dan menimpa sistem milik penyedia jasa keuangan Mastercard yang memblokir account milik pendiri Wikileaks. Serangan dengan tujuan serupa juga terjadi dalam berbagai bentuk dengan target yang berbeda.</p>
<p>Di dalam negeri juga terjadi peningkatan jenis serangan berbagai jenis (terutama <em>web deface</em>) yang dipicu oleh <em>actual regional event</em> pada akhir tahun disebabkan oleh perhelatan sepak bola piala AFF. Saling serang terjadi ketika partai final mempertemukan Tim Nasional Indonesia dengan Malaysia. Serangan juga terjadi sebagai bentuk protes atas terjadinya kecurangan supporter Malaysia dan juga akibat carut marut penjualan tiket pertandingan di tanah air. Ditambah lagi kampanye protes dari masyarakat yang meluas terhadap organisasi sepak bola nasional PSSI dan pemimpinnya karena manajemen yang buruk dan adanya pengaruh kepentingan politik yang sangat kuat dalam organisasi olah raga yang seharusnya independen tersebut.</p>
<p><strong>Proyeksi Tahun 2011 </strong></p>
<p>Dengan memperhatikan perkembangan trend insiden pada tahun 2010 dan berbagai laporan dari sejumlah vendor, institusi dan komunitas keamanan Internet internasional, maka ID-SIRTII telah membuat proyeksi keamanan Internet untuk tahun 2011 khususnya di Indonesia.</p>
<p>Kompilasi data dari vendor keamanan komputer memperkirakan bahwa pada saat ini terjadi satu pencurian identitas dalam setiap 3 detik atau setara dengan 10 juta informasi pribadi per tahun dan terus meningkat kecepatan pertumbuhannya maupun jumlah/volumenya. Informasi identitas personal yang bersifat umum seperti jenis kelamin, umur, alamat, email dan pekerjaan serta data rahasia seperti nomor rekening bank dan data finansial adalah komoditas yang paling diminati di pasar underground. Para pemasar yang hendak melakukan market profiling membutuhkan data semacam ini yang apabila dikumpulkan melalui prosedur biasa akan memakan waktu dan biaya tidak sedikit. Sehingga penawaran dari pasar tidak resmi bisa menjadi pilihan yang rasional bagi sebagian perusahaan. Kebutuhan serupa juga berkembang terutama untuk tujuan <em>targetted attack</em> kepada tokoh masyarakat yang populer dan aktif di jejaring sosial. Tujuan serangan adalah <em>fraud</em>.</p>
<p>Tahun 2010 terjadi sejumlah pencurian informasi pribadi dan pembajakan akun yang berujung ke modus fraud menimpa tokoh masyarakat seperti artis, politisi dan pejabat negara. Di tahun 2011 jenis ancaman dan serangan ini akan semakin meningkat karena pengungkapan kasus selama ini hampir tidak ada karena terkendala sulitnya pelacakan secara legal formal.</p>
<p>Lain lagi dengan aktivitas pemasaran online dan jasa <em>mass mailing</em> atau sering disebut dengan Spammer. Mereka membutuhkan data pribadi sebagai sasaran penyebaran material promosinya. Sementara para cracker juga menumpang di dalam SPAM, material pornografi, multimedia dan warez untuk menyebarkan bot, <em>trojan, malware, malicious code</em> dan virus untuk mendapatkan akses (pintu masuk) sehingga dapat meretas ke dalam sistem korban dan menguasainya. Maka selanjutnya perangkat akses si korban akan dijadikan batu loncatan (zombie) dan penyamaran (<em>cover up</em>) untuk menyasar tujuan serangan yang sebenarnya.</p>
<p>Para penggiat <em>cyber fraud</em> juga ikut menyebarkan “scare mail” ataupun proposal bisnis palsu yang  sebenarnya adalah penipuan ataupun mengarahkan korban untuk menuju jebakan phising sites ataupun website yang telah terinfeksi malware/malicous code. Sehingga tanpa disadari si korban selain menjadi sasaran penipuan juga sekaligus dicuri data pribadinya untuk kemudian dijual ke pasar underground. Sekaligus komputernya dikuasai untuk dijadikan “zombie” yang juga turut menyebarkan virus, trojan, malware/malicious code bahkan Spam dan pornografi. Di luar negeri terutama di Eropa dan Amerika Serikat, telah cukup banyak korban tidak bersalah (karena tidak menyadari telah terinfeksi dan dimanfaatkan oleh <em>cracker</em>) tetapi harus menjadi tersangka.</p>
<p>Berdasarkan data tersebut maka ID-SIRTII memproyeksikan pada tahun 2011 nanti pencurian identitas akan menjadi insiden yang paling banyak terjadi diikuti dengan penyebaran <em>malware, malicious code, trojan, bot, virus</em> dan aktivitas Spam. Kemudian insiden akibat <em>phising site</em> juga akan meningkat dengan disertai <em>cyber fraud</em> (penipuan online).</p>
<p>Sejumlah kasus <em>cyber fraud</em> dengan modus penjualan komoditas/transaksi di tahun 2010 beralih memanfaatkan jejaring sosial sebagai media utama untuk melakukan aksinya baik secara langsung dengan membuat profil palsu maupun penyesatan dan hasil pembajakan akun.</p>
<p>Insiden dengan memanfaatkan <em>common vulnerability</em> juga masih akan tetap mendominasi jenis serangan yang akan menimpa perusahaan dan instansi pemerintah pada tahun 2010. Kejadian seperti ini akan terus berlanjut apabila paradigma pembelanjaan, praktek pengabaian, kelalaian di dalam pengelolaan sistem pengamanan informasi yang dianut oleh manajemen tidak diubah. Misalnya kebijakan manajemen yang tetap nekat menggunakan sistem operasi dan aplikasi ilegal yang tidak update dengan alasan ketiadaan pembiayaan. Karena sebenarnya ada solusi lainnya yang murah seperti misalnya memanfaatkan platform open source seperti Linux.</p>
<p>Sedangkan insiden klasik seperti <em>web defacement</em> (vandalism) serta DDOS mungkin saja akan terjadi namun tidak dapat diperkirakan jumlahnya mengingat pemicu aktivitas serangan ini amat bergantung pada <em>actual event</em> situasi geopolitik, ekonomi, sosial dan budaya terutama di kawasan regional ASEAN dan Asia Pasifik. Situasi dalam negeri terkadang juga turut memicu terjadinya insiden klasik semacam ini akibat adanya rivalitas di tengah masyarakat itu sendiri yang juga berimbas di lingkungan hacktivism. Terutama apabila tidak ada wadah penyaluran.</p>
<p>Oleh karena itu sangat penting dunia industri yang terkait bekerjasama dengan pemerintah untuk menggagas dan menyelenggarakan aktivitas penyaluran seperti kompetisi hacking dan lain-lain.</p>
<p>Trend perubahan modus pada <em>online banking fraud</em> kini semakin mengarah ke praktek <em>money laundering</em> yaitu dengan cara mengalihkan uang hasil <em>fraud </em>langsung ke bisnis sah untuk jenis komoditas yang tidak memerlukan transaksi <em>face to face</em> dan pengiriman barang seperti pembelian mata uang asing, koin game online terkenal seperti Poker di Facebook maupun game online lainnya yang kemudian dijual kembali. Tujuannya untuk mengaburkan pelacakan dan mengalihkan hasil kejahatan ke dalam bentuk lain. Pelibatan pihak lain yang tidak bersalah akan meningkatkan kompleksitas kasus dan ini memperlambat proses penyelidikan sehingga memberi kesempatan pelaku untuk menghilangkan jejak. Sejumlah kasus pada tahun 2010 menunjukkan gejala ini.</p>
<p>Analisa ID-SIRTII menunjukkan bahwa bank masih sangat lambat merespon kasus semacam ini. Kecenderungan bank untuk bersikap tertutup serta tidak kooperatif terhadap proses hukum yang dilakukan aparat dengan berlindung di balik klausul baku kerahasiaan bank dan perlindungan bank sehingga kurang berpihak kepada kepentingan konsumen. Pada akhirnya ini juga menjadi proteksi tambahan bagi para pelaku kejahatan untuk terus melakukan aksinya. Perhatian BI juga masih sangat minim karena potensi fraud ini termasuk laporan kasus yang ada secara statistik kecil dan merupakan fenomena gunung es akibat keengganan korban untuk melaporkan.</p>
<p>Meskipun teknik phising yang mengeksploitasi kelemahan sistem, <em>user </em>dan browser masih menjadi <em>old time school strategy</em> favorit para cracker dalam meretas online <em>banking service</em>, namun sejumlah kelemahan baru yang ditemukenali pada tahun 2010 seperti kelalaian pihak bank untuk memperpanjang masa berlaku CA serta masih adanya online banking yang tidak menerapkan secure akses secara penuh akan berpotensi besar dimanfaatkan oleh pelaku fraud.</p>
<p><strong>Serangan Mobile Service </strong></p>
<p>Trend insiden dan potensi serangan pada 2011 juga akan tumbuh di lingkungan jaringan seluler terutama yang menggunakan paket data Internet secara ekstensif. Selain serangan klasik berupa virus, trojan yang menyebar melalui celah keamanan fitur perangkat seperti bluetooth dan wifi, serangan juga akan masuk melalui akses Internet yaitu pada aplikasi email, web dan Internet messaging (IM). Dengan semakin beragamnya fitur dan platform aplikasi (Windows Mobile, Java Machine, Android, Symbian dan sejumlah platform baru) serta semakin banyaknya aplikasi serta jenis layanan termasuk fitur gadget itu sendiri dan banyaknya jumlah pengguna, maka potensi eksploitasi keamanan yang dapat menjadi serangan menjadi semakin besar.</p>
<p>Perangkat <em>gadget</em> juga akan menjadi sasaran serangan kejahatan seperti <em>fraud</em> (penipuan) dan pencurian data. Para cracker akan berupaya untuk ikut ambil bagian di dalam setiap transksi e-banking, phone banking, SMS banking serta layanan <em>online store</em> masing-masing vendor yang dilakukan dari perangkat gadget. Lebih jauh lagi mereka bisa melakukan penyadapan untuk tujuan pemerasan dan pencurian data pribadi. Pada tahun 2011 kejahatan ini akan tumbuh pesat.</p>
<p>Oleh karena itu pengguna gadget harus dididik untuk disiplin menerapkan prosedur <em>self protection</em>. Antara lain tidak mudah mempertukarkan data dengan orang lain, mengunduh atau memasang aplikasi yang tidak terpecaya atau yang tidak didapatkan dari sumber resmi yang dijamin oleh vendor dan senantiasa waspada dengan hanya menyalakan satu fungsi untuk interkoneksi jaringan pada satu saat. Misalnya memilih akses data selular, WiFi atau Bluetooth. Salah satu saja dan secara <em>default </em>mematikan akses lainnya manakala tidak dibutuhkan.</p>
<p>Cracker juga akan berupaya menjadikan perangkat gadget sebagai <em>ghost host</em> (batu loncatan) untuk meretas ke dalam jaringan internal perusahaan. Mengingat bahwa saat ini pemanfaatan fitur integrasi layanan perangkat gadget dengan sistem groupware dan kolaborasi perusahaan sangat diminati oleh kalangan eksekutif dan telah menjadi bagian dari gaya hidup yang baru. Para cracker dapat saja menanamkan <em>malicious code</em> yang secara rutin akan mencuri data perusahaan yang dapat diperdagangkan di pasar underground. Harus diterapkan prosedur pengamanan yang tepat dan ketat untuk membatasi akses perangkat gadget ke dalam jaringan perusahaan.</p>
<p>Secara rutin perusahaan perlu melakukan pemeriksaan keamanan dan audit terhadap perangkat gadget dan perangkat eksternal ekstra yang dipergunakan oleh karyawannya.</p>
<p><em>Targetted attack</em> yang diduga dipicu oleh kepentingan politik dan ekonomi serta aktivitas intelejen atau spionase industri ditengah situasi krisis ekonomi dunia akan meningkat dalam bentuk praktek pencurian data dan kebocoran informasi terkait infrastruktur strategis milik negara. Menjadi sangat penting bagi suatu negara untuk meningkatkan upaya pengamanan informasi yang dimilikinya dan menyusun serta menerapkan berbagai regulasi terkait ketahanan informasi. Kegagalan upaya ini dapat mengakibatkan dikuasainya sumber daya milik negara oleh pihak lain dan turunnya daya saing serta tidak tercapainya kepentingan nasional di dalam pergaulan internasional.</p>
<p>Seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran para pengguna teknologi dan meningkatnya kapasitas dan pengalaman penegak hukum serta keluarnya sejumlah regulasi baru di bidang Internet, maka ID-SIRTII memproyeksikan bahwa pada tahun 2011 pelaporan kasus akan meningkat tajam dan keberhasilan pengungkapannya juga akan semakin baik. Sementara modus baru juga akan terus tumbuh karena berbagai macam jenis tools dan eksploitasi baru yang semakin mudah digunakan akan ditemukan. Kejahatan dunia maya akan terus berkembang.</p>
<p>Untuk antisipasi tren potensi ancaman yang makin meningkat di tahun 2011, maka ID-SIRTII telah menyiapkan pusat pelaporan dan sejumlah fasilitas laboratorium (simulasi insiden, malware analysis, digital forensic dan pusat pelatihan pengamanan Internet), berbagai program untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan profesional di bidang keamanan Internet. Masyarakat luas dapat berpartisipasi di dalam program-program ini antara lain di dalam proyek honeynet nasional, anti SPAM project, local DNS content filtering, drill test dan Tsubame Project (kolaborasi dengan JPCERT untuk menganalisa korelasi profil insiden antar negara).</p>
<p>Sejumlah rancangan regulasi baru di bidang pengamanan Internet juga telah diajukan ID-SIRTII untuk mendukung upaya ini. Antara lain adalah Rancangan Peraturan Menteri tentang Sinkronisasi Waktu Perangkat Penyelenggara Telekomunikasi.</p>
<p><em>Wakil Ketua di Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure / National Cooordination Center (ID-SIRTII), lembaga di bawah Departemen Komunikasi dan Informatika, yang bertugas mengawasi infrastruktur strategis Internet Indonesia dari kemungkinan ancaman dan potensi serangan. ID-SIRTII adalah anggota Asia Pacific Computer Emergency Response Team (APCERT</em>)</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=4734&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2011/03/23/trend-keamanan-internet-indonesia-2011.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panah Soreang 2000 Polres Bandung, Dunia Usaha Minim Respon</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2011/03/20/panah-soreang-2000-polres-bandung-dunia-usaha-minim-respon.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2011/03/20/panah-soreang-2000-polres-bandung-dunia-usaha-minim-respon.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2011 05:27:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fokus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=4675</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/03/Panah-Soreang.jpg"></a>Upaya Polres Bandung menciptakan sebuah perangkat aplikasi berbasis teknologi informasi (TI) untuk merespon secara cepat jika ada perampokan atau gangguan keamanan, ternyata tidak direspon oleh dunia usaha di Kabupaten Bandung. Padahal, alat tersebut dinilai sangat efektif untuk mendeteksi secara cepat &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/03/Panah-Soreang.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4676" title="Panah Soreang" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/03/Panah-Soreang-300x197.jpg" alt="Panah Soreang" width="300" height="197" /></a>Upaya Polres Bandung menciptakan sebuah perangkat aplikasi berbasis teknologi informasi (TI) untuk merespon secara cepat jika ada perampokan atau gangguan keamanan, ternyata tidak direspon oleh dunia usaha di Kabupaten Bandung. Padahal, alat tersebut dinilai sangat efektif untuk mendeteksi secara cepat jika ada perampokan atau gangguan keamanan di bank, toko emas dan tempat usaha lainnya. Cara penggunaannya pun sangat sederhana.</p>
<p>Di Indonesia, pada umumnya kejahatan yang menduduki kuantitasnya adalah pencurian biasa, dan pencurian dengan pemberatan, kemudian menyusul pencurian dengan kekerasan, termasuk penodongan dan perampokan, dan disusul oleh kejahatan-kejahatan kesusilaan.</p>
<p>Menurut Kriminolog <strong>Mulyana W. Kusuma</strong>, kejahatan merupakan salah satu bentuk dari perilaku menyimpang. Kondisi pelaku kejahatan sering kali dapat dipengaruhi oleh tingkat perekonomian, pendidikan serta iman yang lemah sehingga dengan mudah melakukan tindak kejahatan. Kondisi nyata yang ada sekarang ini, para pelaku kejahatan sepertinya semakin merajalela. Pada tahun 2007 terdapat 184 kasus kejahatan besar, tahun 2008 sebanyak 183 kasus dan tahun 2009 sebanyak 123 kasus dan pertengahan tahun 2010 lalu terdapat 142 kasus kejahatan besar dan kemungkinan akan terjadi kenaikan secara signifikan setelahnya.</p>
<p>Berdasarkan kenyataan ini, Kasatreskrim Polres Bandung, AKP <strong>Agung Masloman</strong>, menciptakan perangkat “Panah Soreang 2000” yang cara kerjanya sangat simpel. Sebuah tombol ditempat kan di tempat-tempat strategis atau ruang usaha, dan jika terjadi perampokan, si pemilik toko maupun perbankan tinggal memijit tombol yang sudah langsung terintegrasi secara online dengan perangkat TI atau komputer di Mapolres Bandung dan polsek-polsek serta anggota serse di lapangan. Dalam waktu hanya 15 detik saja, dengan dilengkapi mobil operasional quick response, anggota kepolisi an akan langsung mendatangi lokasi sehingga diharapkan perampok akan cepat bisa ditangkap. “Namun sayang sejak disosialisasikan sejak bulan Juli 2010, respon dari pemilik toko dan usaha lainnya di Kabupaten Bandung sangat minim.</p>
<p>Padahal, kami tidak mengambil profit dari alat yang hanya berharga Rp 2 juta rupiah,” ungkap Agung kepada BISKOM, awal Maret ini. Agung menjelaskan, nama Panah Soreang 2000 diambil dari lambang Jajaran Reserse dan Kriminal Polri berupa panah beserta busurnya. Sementara angka 2000 diambil dari angkatan jajaran si pencipta alat ini sendiri, Agung Masloman. Namun entah karena merasa tingkat keamanan di Kabupaten Bandung cukup kondusif atau karena alasan harus membeli alat tersebut, hingga kini belum satu pun toko emas atau bank di Kabupaten Bandung yang memanfaatkan alat itu.</p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/03/Kasatreskrim.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-4677" title="Kasatreskrim" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/03/Kasatreskrim.jpg" alt="Kasatreskrim" width="300" height="448" /></a>Agung mengaku dirinya menyayangkan bahkan kecewa dengan minimnya respon para pelaku usaha. Terobosan yang dilakukan Satreskrim Polres Bandung dan alat yang sudah dipatenkan itu laris manis, diadopsi oleh polres-polres lain di Jawa Barat. &#8220;Polres Karawang merupakan salah satu polres yang sudah memanfaatkan alat ini dan terbukti efektif menekan angka pencurian dan perampokan di wilayah hukum Polres Karawang,” kata Agung.</p>
<p>Ia mengaku tujuan awal diciptakannya alan tersebut guna menekan angka perampokan dan pencurian. “Kami berharap ada campur tangan dari pihak pemerintah daerah agar dunia usaha memanfaatkan alat itu, paling tidak dimulai dari kantorkantor dinas tiap pemda,” ujar Agung.</p>
<p>Kapolres Bandung, AKBP <strong>Hendro Pandowo</strong> menambahkan, “Panah Soreang” berupa sistem terpadu yang bisa diakses langsung oleh dua pihak, antara masyarakat pengguna dengan Satreskrim Polres Bandung. Jika si korban memijit tombolnya, kata Hendro, maka akan muncul di monitor lokasi yang mengirim tanda bahaya dan langsung otomatis terkirim SMS ke anggota yang berada di lapangan. “Pesan itu memberikan sinyal bahwa telah terjadi tindak pidana di tempat yang terkoneksi pada pesan singkat dimaksud. Jaringan ini terhubung bisa melalui internet dan jaringan GSM. Teknologi ini kami kembangkan sendiri dengan idenya dari Reskrim Polres Bandung dan kita sendiri yang melakukan risetnya,” jelas Hendro.</p>
<p>Langkah inovatif yang ditempuh Polres Bandung ini bahkan telah melampaui jajaran kepolisian di atasnya yakni Polda Jawa Barat. Polda Jawa Barat sendiri, baru berencana membuat sistem pengamanan bank berupa perangkat sejenis alarm yang terhubung langsung ke polisi. Sistem tersebut akan memberitahukan langsung jika ada potensi gangguan keamanan sehingga polisi bisa bergerak cepat menanggulangi kejahatan.</p>
<p>Direktur Binmas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. <strong>Gatta Chaeruddin</strong> mengatakan, selama ini pengamanan bank dikenal dengan swakarsa atau pengamanan sendiri. Kemudian polisi bertugas sebagai pembuat standarisasi yang ditangani Direktorat Binmas Polda Jawa Barat. “Kami akan pasang perangkat TI yang mampu menghubungkan langsung antara bank dan polisi. Ketika nanti ada potensi gangguan keamanan, polisi akan bergerak cepat menanggulanginya,” kata Gatta dalam Rapat Koordinasi Sistem Pengamanan Perbankan di Gedung Bank Indonesia, Bandung, (7/3).</p>
<p>Menurut Gatta, dalam satu titik objek harus ada minimal dua orang satpam. Namun jika tidak mampu mem biayai tenaga satpam, harus didukung teknologi pengamanan. “Jadi kalau ada dua orang satpam, satu orang terkena perampokan maka seorang lagi mengirimkann informasi kepada ke- polisian. Akan lebih bagus kalau di dukung teknologi pengamanan, seperti CCTV (Closed Circuit Television),” tegasnya.</p>
<p>Gatta menuturkan, langkah awal dalam sistem pengamanan terpadu harus dimulai dari internal. Kemudian keterpaduan pengamanan dengan internal lainnya sehingga penindakannya bisa lebih cepat. “Keamanan menjadi tanggung jawab pengamanan terpadu dengan kecepatan dan ketepatan pengamanan atau penanganan. Kami upayakan melalui koordinasi antarinstansi bank terlebih dahulu,” tegasnya.</p>
<p>Saat ini, lanjut Gatta, polisi mencoba melaksanakan sinergi antara pengelola perbankan dan polri kemudian pelatihan kemahiran bagi satpam. “Selain itu ada pengawasan dan satpam melakukan inovasi pengamanan,” tuturnya.</p>
<p>Selain itu pada akhir Januari lalu, Polda Jawa Barat juga mulai mengoperasikan Traffic Management Center (TMC). Tujuannya upaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Regional Ttraffic Management Center (RTMC) dikelola langsung oleh Direktorat Lalulintas Polda Jawa Barat. Ruang operasional RTMC Jabar berada di Mapolda Jabar dan untuk wilayah Kota Bandung bernama TMC Polrestabes Bandung yang ruang operasionalnya berlokasi di Mapolrestabes Bandung.</p>
<p>“RTMC Polda Jawa Barat dilengkapi 58 CCTV yang tersebar di sejumlah titik, dan yang ada di Kota Bandung jumlahnya ada 16 CCTV,” terang Kasatlantas Polrestabes Bandung, AKBP <strong>Sambodo Purnomo</strong>. Dikatakannya, CCTV yang terpasang akan berfungsi sebagai pemantau perkembangan arus lalu lintas yang letaknya di Pasar Cisarua, Gadok dan Ciawi Bogor. CCTV yang terpasang di Kota Bandung ada di Alun-alun, Pasteur, Dago, Cihampelas dan Gasibu. “Informasi kondisi terkini arus lalu lintas di Kota Bandung nantinya akan disampaikan petugas melalui website serta jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter,” kata Sambodo.</p>
<p>Sementara itu, Kapolda Jawa Barat, Irjen Polisi <strong>Suparni Parto</strong> mengatakan, melalui teknologi yang online perpanjangan SIM dan STNK bisa di tuntaskan dalam hitungan menit. “Sehingga tidak ada alasan lagi bagi masyarakat akan hal waktu, TMC berada di pusat keramaian seperti mall,” tandas Kapolda.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=4675&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2011/03/20/panah-soreang-2000-polres-bandung-dunia-usaha-minim-respon.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Awas Penipuan di Balik SMS Spam!</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2011/02/20/awas-penipuan-di-balik-sms-spam.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2011/02/20/awas-penipuan-di-balik-sms-spam.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 19:52:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fokus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=4475</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: left;">Apakah Anda kerap terganggu dengan SMS dari nomor tak dikenal yang menawarkan fasilitas peminjaman uang tunai, kartu kredit atau produk baru? Jika ya, tak perlu khawatir, adukan saja hal ini kepada pihak berwajib.</p>
<p>Tersedianya akses internet dimana pun dan kapan &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><img class="alignnone size-medium wp-image-4512" title="Hal 52-53-Ilustrasi" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/02/Hal-52-53-Ilustrasi-200x300.jpg" alt="Hal 52-53-Ilustrasi" width="200" height="300" />Apakah Anda kerap terganggu dengan SMS dari nomor tak dikenal yang menawarkan fasilitas peminjaman uang tunai, kartu kredit atau produk baru? Jika ya, tak perlu khawatir, adukan saja hal ini kepada pihak berwajib.</p>
<p>Tersedianya akses internet dimana pun dan kapan pun, baik untuk browsing, email, chatting maupun terhubung dengan situs jejaring sosial, ternyata tak membuat pamor pesan singkat (SMS) menjadi tergeser.</p>
<p>Perusahaan riset ABI Research menyimpulkan, lebih dari tujuh triliun SMS akan dikirimkan dari hampir 4,2 miliar pelanggan mobile di seluruh dunia tahun 2011.  ABI juga memprediksi pada tahun tersebut  SMS tidak akan ditinggalkan oleh pelanggan, namun bakal lebih umum di kalangan pelanggan muda.</p>
<p>Terlebih, sejak jumlah operator telekomunikasi kian berkembang di Indonesia, perang hargapun tidak bisa di bendung lagi. <strong>SMS Gratis</strong> terus-menerus digemborkan oleh masing-masing operator, sehingga banyak perusaaan yang memanfaatkan fasiitas ini untuk melakukan promosi lewat<strong> SMS Gateway</strong>.</p>
<p>Pada prinsipnya, SMS <em>Gateway </em>adalah sebuah perangkat lunak yang menggunakan bantuan komputer dan memanfaatkan teknologi seluler yang diintegrasikan guna mendistribusikan pesan-pesan yang di-<em>generate </em>lewat sistem informasi melalui media SMS yang di-<em>handle</em><em> </em>oleh jaringan seluler.</p>
<p>SMSyang dikirim secara massal tersebut dapat berfungsi untuk promosi diskon, promosi acara pemeran atau event, launching produk, kampanye dan lain sebagainya. Tentunya promosi lewat SMS seperti ini sangat efektif, murah dan cepat karena berita langsung dibaca oleh pemegang ponsel. Proses pengiriman SMS pun dilakukan dalam hitungan detik, dan biaya <strong>SMS </strong>dapat memanfaat promo<strong> SMS </strong>yang ditawarkan operator.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>SMS Spam</strong></p>
<p>Sayangnya, tak semua SMS yang terkirim membawa manfaat positif untuk penerima. SMS dari nomor tak dikenal mengenai tawaran produk, kartu kredit, pinjaman uang tunai atau kredit tanpa agunan (KTA) yang  marak beredar akhir-akhir ini dianggap mengganggu.</p>
<p>Isi pesannya kurang lebih seperti ini: “Promo KTA (pinjaman dana tunai) s/d 200 jt. Syarat fc KTP dan kartu kredit. Jika berminat hub. Wati (021) 987 22xx. Maaf jk sms ini mengganggu, thx.”</p>
<p>Bukan hanya SMS, terkadang telepon yang terus-menerus dalam satu hari juga sangat mengganggu. &#8220;Yang menelepon atau SMS ke nomor saya bisa sampai lima kali. Sepertinya kurang ada sistem pengaturannya. Ini sangat mengganggu karena telepon berdering saat saya meeting atau sibuk,” kata <strong>Emily</strong>, seorang pengguna layanan telekomunikasi di Jakarta.</p>
<p>Entah dari mana pengirim SMS itu bisa tahu nomor telepon targetnya. Pasalnya kebanyakan para pengguna telepon sangat berhati-hati dalam mempublikasikan nomor telepon mereka.</p>
<p>Banyak spekulasi yang beredar terkait bocornya data pelanggan seluler. Bahkan operator dituding sebagai orang yang bertanggung jawab dalam menyebarkan data tersebut. Padahal nomor ponsel merupakan data pelanggan yang harus dirahasiakan oleh operator. Data pelanggan dilindungi oleh UU Telkeomunikasi nomor 36 tahun 1999. Namun hingga saat ini belum diketahui siapa yang harus bertanggung jawab terhadap kebocoran data tersebut.</p>
<p>Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menemukan fakta bahwa sedikitnya 25 juta data pelanggan telekomunikasi di Indonesia sudah bocor. Angka ini mencapai 25 persen dari sekira 200 juta pelanggan telekomunikasi yang terdaftar. Sayangnya hingga saat ini belum diketahui siapa pihak yang bertanggung jawab membocorkan data tersebut. Yang jelas, SMS spam tersebut telah beredar cukup marak di kota-kota besar seperti Jakara, Surabaya, Bandung, Medan dan Makassar.</p>
<p>&#8220;Kami telah memanggil pihak-pihak terkait untuk mencari tahu mengenai kebocoran data tersebut.  Dari mana mereka mendapatkannya. Kami akan usut itu,&#8221; ujar Anggota BRTI, <strong>Heru Sutadi</strong>.</p>
<p>Pihak terkait yang dimaksud Heru di antaranya adalah produsen yang memberikan penawaran, operator telekomunikasi, dan juga Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk mencari tahu siapa pihak yang bertanggung jawab dalam kebocoran data pelanggan. Heru menilai, operator punya andil dalam peningkatan peredaran SMS spam dengan berhamburannya penawaran SMS gratis lintas operator (<em>off-net</em>).</p>
<p>&#8220;Jika memang ada oknum operator yang terbukti menyebarkan, kami sangat menyayangkan. Seharusnya operator menjaga data pelanggan sesuai dengan aturan undang-undang. Tapi kami belum bisa memastikan hal itu karena saat ini masih dalam tahap penyidikan lebih lanjut,&#8221; ujar Heru.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Blokir dan Pengaduan</strong></p>
<p>Menanggapi hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatik (Kemenkominfo) mengimbau kepada pelanggan telekomunikasi untuk melaporkan kepada pihak berwajib jika merasa terganggu dengan SMS spam penawaran KTA.</p>
<p>&#8220;Kami meminta kepada masyarakat, siapapun, seandainya dia merasa terusik dengan promo seperti itu, meski tidak ada unsur penipuan dan tak ada unsur pemerasan, dia bisa mengadukan kepada polisi,&#8221; ujar Kepala Informasi dan Humas Kemenkominfo, Gatot S. Dewabroto.</p>
<p>Regulator juga memerintahkan kepada operator agar segera memblokir nomor-nomor yang diketahui telah menyebarkan SMS spam, terutama yang menawarkan KTA.</p>
<p>Menurut Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), pemblokiran nomor tersebut bisa-bisa saja. Namun bukan berarti penyebaran SMS spam akan langsung berhenti, karena bisa saja ada nomor-nomor telepon lain yang digunakan.</p>
<p>Sekjen ATSI, <strong>Dian Siswarini</strong> menyatakan bahwa operator juga keberatan jika harus mengawasi nomor-nomor pelanggan satu persatu. Sebab menurut Dian, jika operator diminta memblokir agar kasus ini tak timbul lagi, berarti isi SMS pelanggan harus dibaca satu per satu pula.</p>
<p>&#8220;Langkah pemblokiran berdasarkan isi SMS atau isi pembicaraan seperti ini justru tidak diperbolehkan, karena  operator harus menjaga kerahasiaan isi komunikasi pelanggan. Sebab, yang boleh menyadap cuma polisi, jaksa dan KPK,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sementara, Ketua Umum ATSI, <strong>Sarwoto Atmosutarno</strong>, sebelumnya juga menampik isu bahwa operator tak menjaga kerahasiaan pelanggan dan mengumbar data tersebut kepada pihak ketiga seperti institusi perbankan maupun perusahaan finansial lainnya.</p>
<p>ATSI, yang mewakili seluruh operator seluler di Indonesia, pun tak mau disalahkan regulator bahwa maraknya penyebaran SMS spam gara-gara penawaran SMS gratis <em>off-net</em>. Operator menduga, pelanggan sendiri lah yang menyebar nomor mereka lewat layanan-layanan lain dan maraknya jejaring sosial.</p>
<p>Di pihak lain, Kepolisian Daerah Metro Jaya meminta masyarakat berhati-hati terhadap setiap penawaran kredit tanpa agunan melalui layanan SMS.  &#8220;Pelaku menawarkan kredit kepada calon pelanggan sesuai dengan data. Data calon pelanggan itu diperoleh secara tidak benar,&#8221; kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, <strong>Komisaris Besar Baharudin Jafar </strong>seperti dikutip <em>Kompas</em> (6/2).</p>
<p>Untuk menghubungi calon pelanggan, pelaku menggunakan nomor-nomor telepon prabayar yang tentu susah dilacak. Baharudin mengatakan, beberapa warga telah melaporkan mengalami penipuan secara lisan.</p>
<p>Ia menjelaskan, pengaduan terbanyak ditujukan kepada Bank Indonesia (BI). Otoritas perbankan tertinggi di Indonesia itu, kata Baharudin, sudah mempunyai Deskhelp BI yang bisa dihubungi kapan saja. &#8220;Nomor Deskhelp BI adalah 085888509797,&#8221; katanya.</p>
<p>Baharudin mengatakan, seseorang yang melakukan tindak pidana jual beli data nasabah atau pelanggan telepon bisa dikenai Pasal 372 KUHP.  Sementara mereka yang melakukan penipuan berkedok yang menawarkan kredit tanpa agunan (KTA) lewat SMS dikenai Pasal 378 KUHP.</p>
<p>Mereka yang mengambil data pribadi orang akan dikenai Pasal 30 Ayat 1 jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancamannya, hukuman penjara maksimal 6 tahun dan denda minimal Rp. 700 juta. Jadi, berhati-hatilah.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=4475&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2011/02/20/awas-penipuan-di-balik-sms-spam.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SOFTWARE LOKAL BERJAYA</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2011/02/20/software-lokal-berjaya.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2011/02/20/software-lokal-berjaya.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 19:51:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fokus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=4473</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: left;">Perdagangan bebas Asean-China diharapkan membawa harapan positif agar produk-produk Indonesia memiliki nilai jual yang lebih tinggi di kancah global. Salah satunya adalah piranti lunak  atau software. Lalu bagaimana kiprah industri software lokal sejauh ini?</p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>Asean China Free Trade Area (ACFTA) &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><img class="alignnone size-medium wp-image-4517" title="Hal 48-49-50-Ilustrasi-a" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/02/Hal-48-49-50-Ilustrasi-a-200x300.jpg" alt="Hal 48-49-50-Ilustrasi-a" width="200" height="300" />Perdagangan bebas Asean-China diharapkan membawa harapan positif agar produk-produk Indonesia memiliki nilai jual yang lebih tinggi di kancah global. Salah satunya adalah piranti lunak  atau software. Lalu bagaimana kiprah industri software lokal sejauh ini?</p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>Asean China Free Trade Area (ACFTA) atau perdagangan bebas antara China dan negara-negara ASEAN, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Brunei Darussalam tak terasa telah setahun berlangsung. Jika pada masa awal pakta perdagangan ini diberlakukan banyak sekali terjadi pro kontra di media, kini kritik tajam tampak semakin redup.</p>
<p>Pada kenyataannya, meski beberapa industri di tanah air dikabarkan merugi, namun ACFTA tak semuanya bersisi negatif.  Di dunia teknologi informasi (TI), industri piranti lunak atau software lokal terbilang cukup berkembang dengan jumlah pemain yang  tumbuh pesat.</p>
<p>Menurut International Data Corporation (IDC) pada 2010 lalu, jumlah <em>software house</em> atau independent software vendor (ISV) di Indonesia pada 2006 tercatat sekitar 250 pebisnis. IDC memprediksi,  pelaku bisnis software  akan terus berkembang hingga mencapai 500 perusahaan hingga 2011.</p>
<p>Berkaca pada survei yang dilakukan sebuah situs pekerjaan online di Amerika, CareerCast.com, pelaku bisnis software ataupun pembuat software memang cukup menjanjikan. CareerCast.com melaporkan bahwa  pembuat software menduduki peringkat teratas sebagai pekerjaan terbaik di tahun 2011 karena memiliki tingkat stres yang rendah, bayaran yang bagus, dan permintaan pasar akan perangkat canggih yang terus meningkat.</p>
<p>Survei yang mengevaluasi 200 profesi berdasarkan data dari U.S Bureu of Labor Statistics ini juga menyebutkan ahli sistem komputer sebagai pekerjaan yang baik karena  umumnya dibayar dua kali lipat dari pekerjaan peringkat terburuk, yakni pekerja kilang minyak.</p>
<p>Apalagi, kualitas software produksi lokal juga terus meningkat dan tidak kalah handal dibandingkan piranti lunak buatan asing. Bahkan untuk beberapa jenis software, produk lokal lebih unggul dibandingkan buatan asing.</p>
<p>Direktur PT Realta Chakradarma, <strong>Wiwin Wangsa</strong> mengungkapkan, piranti lunak produk lokal tidak kalah kualitasnya dengan buatan asing, dan juga kompetitif dari sisi harga. &#8220;Pemberlakuan ACFTA awal tahun lalu terbukti bukan merupakan sebuah ancaman, karena  kualitas software produksi dalam negeri semakin meningkat dan bisa bertahan, bahkan  mampu berekspansi ke luar negeri,&#8221; katanya seperti dikutip <em>Republika</em>.</p>
<p>Karena itu, kata Wiwin, sudah sewajarnya jika perusahaan di Indonesia lebih memilih software buatan lokal.</p>
<p><strong>Prospek di Indonesia</strong></p>
<p>Menurut catatan asosiasi Peranti Lunak Telematika Indonesia (Aspiluki), saat ini ada sekitar 250 perusahaan yang bergerak mengembangkan peranti lunak.</p>
<p>&#8220;Dari data kami memang ada 250 perusahaan di bidang pengembangan software di Indonesia. Namun pengembang individu ataupun perusahaan yang termasuk sebagai perusahaan <em>startup</em> jauh lebih banyak dan tidak terhitung,&#8221; tukas Ketua Aspiluki, <strong>Djarot Subiantoro</strong>, di pembukaan iMulai 3.0, di Jakarta (25/1).</p>
<p>Ditambahkan olehnya, selama tahun 2010 lalu telah terjadi lonjakan aplikasi yang dikembangkan oleh developer lokal. Menurut Djarot, lonjakan ini disebabkan oleh aplikasi untuk perangkat <em>mobile</em>. Hanya saja di Indonesia sendiri, komposisi antara penjualan hardware dan ketersediaan software belum berimbang. Dia menyebutkan penjualan <em>hardware</em> mencapai 80 persen, sedangkan software hanya 20 persen saja.</p>
<p>&#8220;Ini artinya, penggunaaan komputer di Indonesia hanya sebagai pengganti mesin tik saja. Bandingkan dengan negara Eropa yang komposisinya sudah 60 persen untuk <em>hardware</em> dengan 40 persen untuk software,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Djarot memprediksi, di tahun 2011 ini ada kemungkinan pertumbuhan 11 sampai dengan 12 persen untuk perusahaan <em>startup</em> teknologi informasi (TI) di tanah air. “Namun, angka ini termasuk <em>flat</em> dibandingkan dengan pertumbuhan tahun lalu,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Di sisi lain, <strong>Donny A. Sheyoputra</strong>, perwakilan Business Software Alliance (BSA) Indonesia mengatakan, potensi bisnis software di Indonesia masih benar-benar menjanjikan. Pasalnya, jutaan perusahaan berskala kecil dan menengah hingga ratusan ribu sekolah siap menyerap berbagai produk piranti lunak ini.</p>
<p><strong>M. Ismail Thalib</strong>, Presiden Direktur PT Zahir International yang juga merupakan salah satu anggota lokal BSA mengatakan, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) adalah salah satu pangsa pasar yang menjanjikan untuk bisnis software di Indonesia. &#8220;Jumlah UKM di Indonesia itu ada 40 juta perusahaan,&#8221; ucap Ismail.</p>
<p><strong>Indra Sosrodjojo</strong>, CEO PT Andal Software berpendapat, kebutuhan software di Indonesia seharusnya bisa dipenuhi oleh vendor software lokal.  &#8220;Dari 500 industri TI Indonesia yang masuk untuk jualan produk software cuma 20%,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Indra menambahkan, “Sebenarnya, keunggulan software asing itu hanya di segi pengalaman membuat software saja. Sedangkan di segi kualitasnya orang Indonesia bisa mengusahakannya.”</p>
<p>Padahal untuk memakai software asing ini banyak kesulitan yang ditemui pengguna. Pertama, software asing itu harganya mahal, karena dibeli dengan dolar Amerika. Kedua,  bahasa programnya dengan bahasa Inggris, sehingga butuh orang yang mengerti bahasa inggris yang baik untuk memakainya. Ketiga, dibuat secara umum tidak menyentuh karakter kultur perusahaan yang ada di Indonesia.</p>
<p><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-4519" title="Hal 48-49-50-Ilustrasi-b" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/02/Hal-48-49-50-Ilustrasi-b-300x203.jpg" alt="Hal 48-49-50-Ilustrasi-b" width="300" height="203" />Software Lokal</strong></p>
<p>Bicara kualitas, software produksi lokal tidak kalah handal dibandingkan piranti lunak buatan asing. Bahkan cukup banyak perusahaan asing yang menggunakan software buatan lokal.</p>
<p>Direktur PT Realta Chakradarma yang mengembangkan software untuk perhotelan, Wiwin Wangsa mengungkapkan, bukan hanya handal, dari sisi harga, software lokal juga lebih kompetitif dibandingkan software asing.</p>
<p>Wiwin mencontohkan, software Rhapsody dan Hotelite yang dikembangkan Realta Chakradarma telah diaplikasi di 160 hotel di seluruh Indonesia di bawah grup Accor. Rhapsody digunakan untuk hotel bintang empat dan lima sedangkan Hotelite untuk hotel bintang dua dan tiga. Hotelite memiliki tiga modul utama yang terintegrasi dan lengkap yaitu Front Office (antara lain <em>front office, point of sales</em>, dan marketing), general ledger, dan modul logistik (<em>cost control and inventory</em>).</p>
<p>&#8220;Jadi software ini melayani dari <em>front office</em> hingga keperluan logistik seperti pengadaan barang. Semuanya bisa terkontrol. Bahkan hingga ke pemasukan selain kamar, seperti penjualan berbagai barang kerajinan. Sedangkan software serupa dari luar negeri biasanya hanya melayani <em>front office</em> saja. Sedang <em>backoffice</em> seperti pengadaan barang tidak termasuk dalam sistem sehingga banyak kebocoran,&#8221; imbuh Wiwin.</p>
<p>M. Ismail Thalib Direktur PT Zahir Internasional mengemukakan hal yang sama. Menurutnya, banyak software buatan dalam negeri kualitasnya lebih bagus dibandingkan buatan luar negeri. Sebab produk lokal lebih sesuai dengan karakter dan kebutuhan lokal. Sedangkan produk asing belum tentu sesuai dengan kebutuhan para penggunanya di dalam negeri.</p>
<p>&#8220;Contohnya software akuntansi yang dikembangkan Zahir dan membidik kalangan usaha kecil menengah atau UKM. Software ini dibuat sesuai dengan kebutuhan UKM di Indonesia sehingga harganya terjangkau. Di luar juga banyak software untuk UKM yang dibuat Amerika, Australia, Malaysia,dan Singapura. Tapi tidak semuanya bisa diaplikasikan di sini karena kondisinya memang berbeda,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Ismail, potensi pengembangan piranti lunak lokal masih sangat besar. Sebab pasarnya juga sangat besar. Misalnya, dari jutaan UKM yang ada di Indonesia, baru sejumlah kecil usaha yang menggunakan TI untuk mendukung kegiatan bisnisnya. &#8220;Jadi pasar untuk software UKM masih terbuka lebar. Sebab penggunanya memang masih sedikit. Ini menjadi peluang tersendiri,&#8221; imbuh Ismail.</p>
<p><strong>Pasar Luar Negeri</strong></p>
<p>Selain digunakan di dalam negeri, software lokal juga sudah banyak yang berekspansi ke luar negeri. Ini membuktikan software lokal memiliki kualitas yang bia diandalkan. Salah satunya adalah software produksi PT Realta Chakradarma.</p>
<p>&#8220;Sejumlah hotel di Singapura sudah menjadi klien kami dan mengaplikasikan software untuk perhotelan yang kami kembangkan. Ini tentu membanggakan kami meskipun sebenarnya kami lebih fokus pada pasar dalam negeri karena masih terbuka lebar,&#8221; terang Wiwin.</p>
<p>Ekspasi juga dilakukan oleh PT Pesona Edukasi yang mengembangkan software PesonaEdu. Sesuai namanya, software ini ditujukan untuk dunia pendidikan. Piranti lunak ini telah diekspor ke lebih dari 23 negara di dunia. Ini membuktikan software lokal bisa berbicara di kancah global. PesonaEdu adalah piranti lunak yang membantu guru menerangkan sains, matematika dan fisika dengan lebih mudah sehingga bisa dipahami murid. Siswa belajar dengan melihat video yang membahas salah satu topik pelajaran dengan sistem simulasi interaktif. Berbagai topik terkait sains, matematika dan fisika dibahas dalam software ini. Perpaduan antara suara dan gambar animasi yang ditampilkan dengan simulasi interaktif ini diharapkan dapat membuat siswa lebih memahami sains, matematika dan fisika.</p>
<p>&#8220;Software ini ditujukan sebagai alat bantu guru untuk mengajar. Guru tidak bisa lagi bersikap konvensional dan harus membuka diri terhadap tren TI yang ada. Siswa pun dapat menemukan kesenangan untuk belajar sains, matematika dan fisika melalui software ini,&#8221; ungkap General Manager (GM) PT Pesona Edukasi, <strong>Simon Bone</strong>.</p>
<p>PesonaEdu, lanjut Simon, memiliki lebih dari 1.500 simulasi interaktif yang sudah diterapkan di lebih dari tiga ribu sekolah di Indonesia. Piranti ini ditujukan mulai dari SD, SMP, SMA dan juga SMK. Kehebatan software ini sudah diakui kehebatannya di dunia internasional, antara lain dengan meraih penghargaan terbaik ketiga di bidang software Matematika dan Sains. Pada ajang World Summit Award di Italia, November 2007, piranti lunak buatan anak negeri itu berhasil menonjol diantara pebisnis software dari 85 negara peserta.</p>
<p><strong> </strong>Perusahaan pembuat software lokal yang patut diperhitungkan adalah<strong> </strong>PT. C&amp;C (Cindy dan Chintia).   Direktur Utama PT. C&amp;C, <strong>Widiyantono</strong> mengungkapkan,  saat ini mereka mempunyai  sekitar 15 produk yang juga telah digunakan di luar negeri, diantaranya Sistem Absensi Wajah, Sistem Absensi Wajah dan Sidik Jari, Sistem Antrian Multi Media,  Sistem Deteksi Infus dan Visitor Management.</p>
<p>“Produk kami memiliki tingkat kandungan dalam negeri paling tinggi yaitu 70%,” kata Widiyantono kepada BISKOM awal Januari lalu. Yang membanggakan, Inggris, Amerika, Nigeria, China dan Jepang juga sudah menggunakan software PT. C&amp;C.</p>
<p><strong>Kendala Perkembangan Software Lokal </strong></p>
<p>Banyak masalah yang dihadapi oleh perusahaan TI lokal dalam mengembangkan perusahaan di pasar software. Mulai dari sistem pembayaran hingga pusat penyebaran teknologi itu sendiri. Dipaparkan Djarot Subiantoro, saat ini banyak perusahaan <em>startup </em>yang gagal berkembang karena masalah pembayaran sistem software yang dibeli oleh pihak tertentu.</p>
<p>&#8220;Dulu sistem pembelian dilakukan dengan &#8216;sistem putus&#8217;, dengan komposisi pembagian yang telah diatur. Namun saat ini sistem pembayaran berubah dan dilakukan secara per bulan. Ini yang membuat perusahaan startup software gagal berkembang,&#8221; terang Djarot.</p>
<p>Sementara itu penyebaran teknologi yang cukup terjadi jurang perbedaan antara pengguna di daerah Jawa dan di luar Jawa yang terlalu besar. Sehingga perusahaan tidak bisa mengembangkan ide bisnisnya lebih jauh lagi.</p>
<p>Djarot pun mempunyai beberapa solusi bagi perkembangan industri software di tanah air, diantaranya adalah fokus belajar pada negara tertentu yang sudah berkembang industri peranti lunaknya. Seperti diketahui, India kuat di bidang pengembangan software, Taiwan maju dalam industri semikonduktur dan Malaysia pun.</p>
<p>&#8220;Kita tidak bisa memilih ketiganya menjadi kiblat perusahaan TI. Perlu ada fokus satu negara saja yang harus dipilih,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Solusi yang terakhir adalah masih diperlukannya pusat semacam inkubasi bagi ide-ide perusahaan TI untuk mulai mengembangkan aplikasi. Untuk hal ini maka diperlukan kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah dan perusahaan itu sendiri, meski ketiganya saat ini memiliki ego dan kepentingan masing-masing.</p>
<p>&#8220;Perguruan tinggi kebanyakan teori, pemerintah terlalu <em>ribet</em> dengan aturan-aturan sedangkan perusahaan mengejar keuntungan. Ketiganya tentu harus disatukan untuk menciptakan semacam pusat inkubasi,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Masalah lain yang terus menjadi momok adalah persoalan pembajakan. Kurangnya pendidikan atau kesadaran publik dan penegakan hukum menjadi momok berlanjutnya jumlah pembajakan di Indonesia. Padahal, studi IDC yang meneliti manfaat ekonomi yang diperoleh dengan menekan pembajakan software di 42 negara di seluruh dunia meyebutkan bahwa pengurangan tingkat pembajakan software sekitar 10 persen dapat menciptakan 500.000 lapangan kerja berkualifikasi high-tech job dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun di seluruh dunia, atau sekitar  1.884 lapangan kerja di Indonesia.</p>
<p>Selain itu pengurangan tingkat pembajakan software juga meningkatkan GDP sebesar US$ 2,4 miliar dan menghasilkan pemasukan pajak hampir sebesar US$ 124 juta pada 2013.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=4473&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2011/02/20/software-lokal-berjaya.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nintendo 3DS Berbahaya Untuk Anak Kecil</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2011/02/19/nintendo-3ds-berbahaya-untuk-anak-kecil.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2011/02/19/nintendo-3ds-berbahaya-untuk-anak-kecil.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 11:56:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fokus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=4461</guid>
		<description><![CDATA[<p>Perangkat baru besutan Nintendo yang mengandalkan teknologi 3D, Nintendo 3DS, sejatinya akan diluncurkan pada 26 Februari 2011. Namun sebelum resmi dipasarkan, Nintendo memberikan peringatan bahwa perangkat tersebut dapat membahayakan kesehatan anak berusia di bawah enam tahun.</p>
<p>Dalam situs resminya, Nintendo &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-4523" title="BROWSING-Nintendo-3DS" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2011/02/BROWSING-Nintendo-3DS-300x226.jpg" alt="BROWSING-Nintendo-3DS" width="300" height="226" />Perangkat baru besutan Nintendo yang mengandalkan teknologi 3D, Nintendo 3DS, sejatinya akan diluncurkan pada 26 Februari 2011. Namun sebelum resmi dipasarkan, Nintendo memberikan peringatan bahwa perangkat tersebut dapat membahayakan kesehatan anak berusia di bawah enam tahun.</p>
<p>Dalam situs resminya, Nintendo mengatakan jika anak-anak di usia tersebut hanya diperbolehkan bermain game dengan format 2D. Pasalnya format 3D akan membahayakan mata anak.</p>
<p>Kehebatan konsol game <em>portable</em> terbaru ini adalah tidak diperlukannya bantuan kacamata tiga dimensi. Bahkan perangkat ini diprediksi akan menjadi pusat perhatian setelah para pesaing Nintendo mengeluarkan konsol game dengan teknologi gerak.</p>
<p>Sebelumnya Microsoft mengeluarkan perangkat kendali gerak tambahan untuk Xbox, yaitu Kinect, dan Sony pun mengeluarkan perangkat serupa yang diberi nama Move. Keduanya mengikuti teknologi yang telah diusung Nintendo sejak lama berupa teknologi game dengan sensor gerak di Nintendo Wii.</p>
<p>Bukan hanya dengan Microsoft dan Sony, Nintendo juga harus menghadapi persaingan dengan Apple dan Android Google yang juga telah memasuki pasar game bergerak.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=4461&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2011/02/19/nintendo-3ds-berbahaya-untuk-anak-kecil.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

