<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BISKOM : Mitra Komunitas Telematika</title>
	<atom:link href="http://www.biskom.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.biskom.web.id</link>
	<description>Situs Berita Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Nov 2009 11:23:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>TEKNOPRENEUR AWARD 2009</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/11/21/teknopreneur-award-2009.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/11/21/teknopreneur-award-2009.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 11:23:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2738</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/plakat1.jpg"></a>Di tengah persaingan bisnis yang semakin tinggi, bisnis dengan kekuatan inovasi dan teknologi mampu muncul sebagai unggulan dan menjadi pemain utama di dunia saat ini. Peningkatan nilai, yang diperoleh bisnis berbasiskan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, yang sangat tinggi merupakan&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/plakat1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2739" title="plakat1" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/plakat1-229x300.jpg" alt="plakat1" width="229" height="300" /></a>Di tengah persaingan bisnis yang semakin tinggi, bisnis dengan kekuatan inovasi dan teknologi mampu muncul sebagai unggulan dan menjadi pemain utama di dunia saat ini. Peningkatan nilai, yang diperoleh bisnis berbasiskan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, yang sangat tinggi merupakan faktor utamanya.</p>
<p>Bisnis-bisnis teknologi yang saat ini menjadi raksasa dalam dunia bisnis selalu dimulai dari skala bisnis yang sangat kecil atau dari hasil riset. Kekuatan inovasi produk dan model bisnisnya mampu menumbuhkan bisnis-bisnis tersebut secara cepat dan kontinu.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi untuk para pelaku bisnis teknologi di Indonesia dan upaya mendorong tumbuhnya bisnis-bisnis teknologi berskala UKM saat ini menjadi bisnis-bisnis besar di masa depan, Ikatan Alumni ITB, Teknopreneur Indonesia, dan Tekno Ventura, kembali menggelar Teknopreneur Award 2009, yang merupakan penghargaan bagi para pelaku bisnis teknologi terbaik di Indonesia.</p>
<p>Penghargaan ini melibatkan Dewan Juri yang sangat kompeten di bidangnya masing-masing, yaitu <strong>Amir Sambodo</strong> (Ikatan Alumni ITB &amp; Teknopreneur Indonesia), <strong>Anindya Bakrie</strong> (KADIN Indonesia), <strong>Budi Gunadi Sadikin</strong> (Bank Mandiri), <strong>Cahyana Ahmadjayadi </strong>(Balitbang SDM Depkominfo), <strong>Dwi Larso</strong> (Sekolah Bisnis Manajemen ITB), <strong>Ilham Habibie</strong> (The Habibie Center), dan <strong>Retno Santi Ruwyastuti</strong> (Metro TV).</p>
<p>Perusahaan-perusahaan berbasis teknologi skala kecil menengah dapat melakukan pendaftaran hingga batas akhir tanggal 22 November 2009. Informasi lebih lengkap mengenai Teknopreneur Award 2009 dapat mengakses http://award.teknopreneur.com.</p>
<p>Teknopreneur Award 2009 merupakan penyelenggaraan tahun kedua setelah tahun 2008 lalu memperoleh respon dan apresiasi yang sangat baik dari kalangan industri dan pemerintahan serta didukung oleh Majalah BISKOM sebagai media partner.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2738&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/11/21/teknopreneur-award-2009.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Siap Aplikasikan IPv6</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/11/20/indonesia-siap-aplikasikan-ipv6.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/11/20/indonesia-siap-aplikasikan-ipv6.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 07:52:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2732</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/04.-IPv6-resize2.jpg"></a>Untuk mempercepat pengaplikasian IPv6 di Indonesia, sejak tiga tahun lalu pemerintah membentuk Indonesia IPv6 Task Force (ID-IPv6TF), sebuah gugus tugas untuk melakukan fungsi koordinasi terhadap seluruh stakeholder dalam industri Internet Indonesia, dimana didalamnya tergabung seluruh unsur negara baik pemerintahan maupun&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/04.-IPv6-resize2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2736" title="04. IPv6 - resize(2)" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/04.-IPv6-resize2-300x249.jpg" alt="04. IPv6 - resize(2)" width="300" height="249" /></a>Untuk mempercepat pengaplikasian IPv6 di Indonesia, sejak tiga tahun lalu pemerintah membentuk Indonesia IPv6 Task Force (ID-IPv6TF), sebuah gugus tugas untuk melakukan fungsi koordinasi terhadap seluruh stakeholder dalam industri Internet Indonesia, dimana didalamnya tergabung seluruh unsur negara baik pemerintahan maupun industri.</p>
<p>ID-IPv6TF memiliki rangkaian roadmap. Tahun 2006, ID-IPv6TF mencanangkan sosialisasi IPv6, serta mengadakan riset dan pengembangan teknis IPv6.</p>
<p>Tahun 2007, ID-IPv6TF mengembangkan infrastruktur dan konten berbasis IPv6, dengan langkah-langkah peningkatan produk nasional berbasis IPv6 berkoordinasi dengan riset perguruan tinggi, mengevaluasi skema implementasi dan distribusi IPv6 nasional dan proses transisi oleh pemerintahan serta lembaga, juga mengevaluasi implementasi dan penggunaan infrastruktur IPv6 nasional, termasuk keamanan jaringan IPv6.</p>
<p>Selanjutnya pada tahun 2008, ID-IPv6TF masuk kedalam tahapan pengembangan aplikasi dan proses transisi. Dalam tahap ini, ID-IPv6TF  banyak menyelenggarakan pelatihan-pelatihan untuk membentuk trainer dan instruktur untuk mempercepat proses transisi IPv4 ke IPv6. Selain itu, ID-IPv6TF juga mengembangkan potensi aplikasi dan menciptakan programer aplikasi IPv6 serta mengevaluasi implementasi transisi eksisting.</p>
<p>Namun demikian dari beberapa upaya dalam roadmap tersebut, masih banyak tahapan yang belum dilaksanakan mengingat relatif minimnya respon dari stakeholder serta kurang terkoordinasinya gugus tugas lintas sektoral dalam menghadapi permasalahan krisis IPv4. Tidak dipungkiri bahwa minimnya respon dari stakeholder adalah juga dilatarbelakangi oleh roadmap yang kurang memiliki sense of crisis, karena pada awalnya roadmap ini disusun pada tahun 2006 lalu adalah untuk pembelajaran dan sosialisasi IPv6 terhadap stakeholder dalam industri pertelekomunikasian Indonesia. Untuk itu, roadmap tersebut akan mengalami sedikit penyesuaian untuk memasukkan elemen sense of crisis kedalamnya guna efektifitas diseminasi informasi mengenai urgensi aplikasi IPv6 pada industri serta mempertajam obyek pelaku dalam industri guna suksesnya roadmap ini.</p>
<p>Beberapa penyesuaian roadmap ID-IPv6TF yang dimulai pada tahun 2008 lalu adalah tahapan penyesuaian dimana ID-IPv6TF telah melakukan konsolidasi IPv4 yang telah teralokasi (APJII, IX, IP historical) untuk memetakan total IP existing, dan juga melakukan identifikasi kebutuhan IP mulai dari kebutuhan e-government, jardiknas, operator jaringan, dan lain sebagainya.</p>
<p>Di tahun lalu pula, ID-IPv6TF membangun awareness terhadap IPv6, diantaranya dengan cara mendorong penggunaan IP public di seluruh NAP, ISP, CIO operator, instansi pemerintah dan corporate user hingga ke KPDE/BPDE.</p>
<p>Sepanjang 2009 – 2011 mendatang, ID-IPv6TF  menargetkan untuk bisa melakukan inventarisasi infrastruktur lanjutan sekaligus menciptakan pertumbuhan aplikasi (content) berbasis IPv6 dam joint ke  IPv6 network (B2B).</p>
<p>Dengan konsistensi penerapan roadmap ini, ID-IPv6TF  berharap dapat mengantarkan Indonesia untuk mengimplementasikan jaringan berbasis IPv6 pada tahun 2012 (bertepatan dengan estimasi habisnya IPv4 di skala NIR), sehingga dampak krisis IPv4 secara global tidak berimplikasi terlalu parah di Indonesia.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2732&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/11/20/indonesia-siap-aplikasikan-ipv6.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mewujudkan Next Generation Internet Melalui IPv6</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/11/20/mewujudkan-next-generation-internet-melalui-ipv6.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/11/20/mewujudkan-next-generation-internet-melalui-ipv6.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 02:33:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2728</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/02.-IPv6-resize.jpg"></a>Di Indonesia, penerapan IPv6 sebagai inti implementasi internet masa depan merupakan bentuk dukungan yang kuat terhadap cita-cita menaikkan peringkat Indonesia dalam ICT Development Index (IDI, 2007 Indonesia peringkat 108).</p>
<p>Program Desa Pintar, Palapa Ring, serta banyak program lainnya, yang dibuat pemerintah&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/02.-IPv6-resize.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2729" title="02. IPv6 - resize" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/02.-IPv6-resize-300x171.jpg" alt="02. IPv6 - resize" width="300" height="171" /></a>Di Indonesia, penerapan IPv6 sebagai inti implementasi internet masa depan merupakan bentuk dukungan yang kuat terhadap cita-cita menaikkan peringkat Indonesia dalam ICT Development Index (IDI, 2007 Indonesia peringkat 108).</p>
<p>Program Desa Pintar, Palapa Ring, serta banyak program lainnya, yang dibuat pemerintah untuk memperbesar peluang rakyat Indonesia mengakses internet, otomatis membutuhkan jumlah IP Address yang besar, mengingat potensi pengakses internet Indonesia yang  juga sangat besar.</p>
<p>Bertambahnya akses yang lebih luas, serta pengguna yang lebih banyak, adalah sebagian dari parameter utama IDI yang memungkinkan Indonesia menaikkan peringkatnya dan masuk dalam 100 besar rangking IDI. Capaian dari negara Asean yang lain, kiranya menjadi motivasi kuat bangsa Indonesia untuk menyamai atau bahkan melampaui Vietnam (92), Filipina (91), Malaysia (52), atau bahkan Singapura (15). Maka implementasi IPv6 menjadi bagian tak terpisahkan, dari usaha bersama untuk meningkatkan peluang akses informasi dan komunikasi bagi seluruh rakyat Indonesia, dan secara tidak langsung menaikkan peringkat IDI Indonesia.</p>
<p>Pengaplikasian IPv6 memang masih belum sepopuler pengaplikasian IPv4. Banyak hal yang menjadi penyebabnya, seperti belum banyaknya translator jaringan IPv4 ke jaringan IPv6, kelambanan penyelenggara jasa akses Internet (ISP) untuk mulai mengimplementasikan IPv6 ke dalam jaringannya karena adanya penambahan investasi pada sistem inti, serta minimnya sistem operasi dari server-server yang mendukung konten berbasis IPv6.</p>
<p>Namun demikian mau tidak mau, Indonesia dipastikan akan mengalami krisis IPv4 di masa mendatang dan sangat sulit bagi Indonesia untuk meminta alokasi IPv4 baru dari IANA melalui lembaga analis APNIC, karena bisa dipastikan banyak negara maju yang telah lebih dahulu memesan blok alokasi IPv4 pada IANA.</p>
<p>Untuk itu, pemerintah sangat menganjurkan kepada para stakeholder dalam industri Internet untuk mempersiapkan diri dan memikirkan segala upaya dalam rangka percepatan pengaplikasian IPv6 pada kegiatan usahanya.</p>
<p>Pemerintah dalam menindaklanjuti permasalahan ini, telah membentuk Indonesia IPv6 Task Force (ID-IPv6TF), sebuah gugus tugas yang khusus dibentuk untuk melakukan fungsi koordinasi terhadap seluruh stakeholder dalam industri Internet Indonesia, dimana di dalamnya tergabung seluruh unsur negara baik pemerintahan maupun industri.</p>
<p>ID-IPv6TF telah dibentuk pada tahun 2006 dan dalam perjalanannya telah melakukan beberapa upaya guna menuju percepatan transisi IPv4 ke IPv6 pada tahun 2012 mendatang, bertepatan dengan estimasi habisnya IPv4 di skala NIR.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2728&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/11/20/mewujudkan-next-generation-internet-melalui-ipv6.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencapai Efisiensi Dengan IPv6</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/11/20/mencapai-efisiensi-dengan-ipv6.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/11/20/mencapai-efisiensi-dengan-ipv6.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 02:19:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2723</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/01.-IPv6-resize.jpg"></a>Internet Engineering Task Force (IETF) sejak tahun 1994 telah merilis teknologi masa depan pengalamatan internet, yaitu IPv6 sebagai IP Next Generation atau disingkat IPng.</p>
<p>Dibanding IPv4,  IPv6 bukan hanya sekedar menyediakan kapasitas pengalamatan yang ber-triliun kali lebih besar, tetapi juga memiliki&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/01.-IPv6-resize.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2724" title="01. IPv6 - resize" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/01.-IPv6-resize-249x300.jpg" alt="01. IPv6 - resize" width="249" height="300" /></a>Internet Engineering Task Force (IETF) sejak tahun 1994 telah merilis teknologi masa depan pengalamatan internet, yaitu IPv6 sebagai IP Next Generation atau disingkat IPng.</p>
<p>Dibanding IPv4,  IPv6 bukan hanya sekedar menyediakan kapasitas pengalamatan yang ber-triliun kali lebih besar, tetapi juga memiliki keunggulan seperti mudah dikonfigurasi, dan dapat mengenali dengan cepat perangkat-perangkat yang berdekatan sehingga proses integrasi ke jaringan internet menjadi lebih efisien.</p>
<p>IPv6 juga kompatibel dengan teknologi 3G, HSPA, WIMax, terutama dukungan terhadap fitur mobility. Selain itu pemberian IPv6 secara statik kepada setiap pelanggan selular (yang tidak mungkin dilakukan dengan IPv4 karena keterbatasan jumlahnya), akan membuat handset milik pelanggan tidak selalu melakukan inisiasi untuk mendapatkan IP dinamik ketika memerlukan koneksi data. Itu berarti akan menghemat pemakaian baterai sehingga handset selular dapat beroperasi lebih lama.</p>
<p>IPv6 mendukung  ad hoc networking, yang memungkinkan banyak orang bertemu dalam jaringan data tanpa perlu aplikasi khusus serta efisien dalam  penggunaan jaringan, khususnya pada jaringan broadband, baik melalui teknis jumbogram, maupun flow lable yang meningkatkan efisiensi dari 27% menjadi 81% (3 kali lipat).</p>
<p>Kelebihan lain dari sistem pengalamatan terbaru ini adalah faktor keamanan yang lebih terjamin karena IPSEC pada IPv6 adalah mandatory. Penerapan Quality of Service (QoS) yang mudah dan cepat juga dimungkinkan, karena menjadi bagian dari header alamat itu sendiri. QoS juga dapat diterapkan amat personal karena memungkinkan ”per IP Address  QoS”.</p>
<p>IPv6 pun memungkinkan munculnya aplikasi yang sama sekali baru yang penerapannya sulit atau tidak mungkin di lakukan di IPv4. Pengenalan item berbasis ”bar code” serta ”RFID tags” misalnya, akan menemukan dimensi baru, karena besarnya jumlah IPv6 memungkinkan setiap item dikenali secara unik.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2723&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/11/20/mencapai-efisiensi-dengan-ipv6.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>2012: Akhir Riwayat IPv4?</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/11/20/2012-akhir-riwayat-ipv4.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/11/20/2012-akhir-riwayat-ipv4.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 02:09:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2720</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/03.-IPv6-resize.jpg"></a>Indonesia dengan jumlah penduduk 231 juta jiwa adalah sebuah tantangan bagi pemerintah serta seluruh stakeholder industri internet. Cita-cita mulia membuka akses informasi yang merata ke seluruh penduduk, perlu didukung dengan implementasi “next generation internet” yang dapat memberikan sarana berkomunikasi serta&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/03.-IPv6-resize.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2721" title="03. IPv6 - resize" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/03.-IPv6-resize-300x252.jpg" alt="03. IPv6 - resize" width="300" height="252" /></a>Indonesia dengan jumlah penduduk 231 juta jiwa adalah sebuah tantangan bagi pemerintah serta seluruh stakeholder industri internet. Cita-cita mulia membuka akses informasi yang merata ke seluruh penduduk, perlu didukung dengan implementasi “next generation internet” yang dapat memberikan sarana berkomunikasi serta menerima informasi yang cepat dan tepat.</p>
<p>Jumlah calon pengguna yang begitu besar ditambah bermunculannya teknologi baru untuk mengakses internet semacam 3G, HSPA, serta WIMAX adalah kondisi yang mengharuskan Indonesia mempercepat impelementasi teknologi internet masa depan. Teknologi yang sanggup memberikan ruang bagi pertumbuhan ratusan juta pengguna internet, dengan berbagai jenis perangkat sebagai alat aksesnya.</p>
<p>Dalam konteks inilah, Internet Protocol (IP) Address, memegang peranan teramat penting. IP Address adalah bagian paling vital dari sebuah proses mengakses informasi, serta berkomunikasi. Karena awal mula dari sebuah perangkat terhubung dengan perangkat lain adalah karena diaktifkannya IP Address di perangkat tersebut. Faktanya, secara teknis IP Address adalah satu-satunya sistem pengalamatan jaringan internet. Sistem pengalamatan ini memungkinkan komunikasi antar jaringan yang terhubung ke internet.</p>
<p>Sejak 1983 hingga saat ini sistem pengalamatan yang umum dipergunakan adalah IPv4 dengan kapasitas alamat sebesar 4,294,967,296 (4 milyar lebih).</p>
<p>IANA, lembaga resmi internasional pengelola alamat IP mengeluarkan data bahwa jumlah tersisa dari IPv4 saat ini kurang lebih hanya 10% dari kapasitas awal, atau sekitar 400 juta alamat saja. Jumlah ini tidak memadai untuk untuk mengantisipasi perkembangan pengguna internet saat ini yang amat luar biasa serta perkembangan teknologi telekomunikasi masa mendatang yang cenderung berbasis IP.</p>
<p>Menurut perhitungan secara matematis yang dilakukan oleh seorang analis senior di APNIC, <strong>Geoff Houston</strong>, alokasi IPv4 yang tersisa di IANA akan habis pada tahun 2010 dan habisnya IPv4 tersebut akan disusul pada tingkat regional pada tahun 2011 serta pada tingkat pengguna (lokal)  pada tahun 2012. Kondisi ini sendiri merupakan percepatan penggunaan IPv4, karena menurut prediksi awal yang dibuat pada tahun 2006, diperkirakan baru akan habis pada tahun 2014. Melihat trend penggunaan saat ini dan tingginya tingkat pertumbuhan layanan internet yang dipicu perkembangan teknologi broadband wireless access, maka proyeksi habisnya IPv4 bukan tidak mungkin akan lebih cepat dari 2012.</p>
<p>Kebutuhan IP Address dalam jumlah besar ternyata sudah diprediksi jauh-jauh hari oleh para pakar dunia internet. Internet Engineering Task Force (IETF), tahun 1994 telah merillis teknologi masa depan pengalamatan internet, yaitu IPv6. Saat kemunculannya, IPv6 memang secara resmi disebut sebagai IP Next Generation, disingkat IPng, yang di masa depan dipersiapkan menjadi inti dari teknologi internet masa depan. Berbagai kelebihan IPv6 dibandingkan IPv4 menjadikannya layak diimplementasikan dan menjadi solusi untuk kebutuhan penggunaan internet di waktu mendatang.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2720&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/11/20/2012-akhir-riwayat-ipv4.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Acer Aspire One 531h: Tipis dan Canggih</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/11/17/acer-aspire-one-531h-tipis-dan-canggih.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/11/17/acer-aspire-one-531h-tipis-dan-canggih.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 04:36:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2717</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Acer1.jpg"></a>Acer telah memperkenalkan seri ini sebulan lalu, namun hingga hari ini, Aspire One 531h masih menjadi perhatian banyak orang. Ada apa dibalik netbook ini?   Yang jelas, bodi 531h cukup tipis, beratnya hanya sekitar 1 kg sehingga nyaman untuk dibawa kemanapun&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Acer1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2718" title="Acer1" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Acer1.jpg" alt="Acer1" width="300" height="239" /></a>Acer telah memperkenalkan seri ini sebulan lalu, namun hingga hari ini, Aspire One 531h masih menjadi perhatian banyak orang. Ada apa dibalik netbook ini?   Yang jelas, bodi 531h cukup tipis, beratnya hanya sekitar 1 kg sehingga nyaman untuk dibawa kemanapun Anda suka tanpa perlu terbebani. Maklumlah, layarnya hanya 10,1 inci, tapi asyiknya, keyboardnya pas untuk ukuran jari orang Indonesia pada umumnya.</p>
<p>Sementara dari sisi kinerja, netbook ini menggunakan prosesor Intel Atom N270 1,6 GHz, 667 MHz FSB, 512 L2 cache, 1GB RAM, dan hardisk 160 Gb yang mampu merespon pekerjaan dengan cerdas. Sistem operasi yang digunakan adalah  Windows XP Home Edition, dilengkapi aplikasi office Microsoft Works dan Microsoft Office 2007 Evaluation Version.</p>
<p>Selain itu, Acer menyediakan fasilitas WiFi pada 531h agar Anda bisa memanfaatkan kecepatan akses 802.11b/g. Tersedia tiga slot USB, serta satu slot multimedia card dan satu slot SD expansion yang membuat akses ke berbagai file makin cepat.</p>
<p>Melakukan chatting dari perangkat ini juga menyenangkan berkat dukungan Crystal Eye Webcam yang dilengkapi teknologi Acer Video Conferencing Manager. Teknologi ini mampu memberikan efek terang meski Anda berada di kegelapan.</p>
<p>Acer melengkapi netbook ini dengan baterai tiga sel. Meski  waktu standby-nya tidak terlalu lama, tapi Anda bisa mengatasinya dengan meminimalisir penggunaan aplikasi sehingga netbook ini bisa bertahan dalam waktu lebih panjang.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2717&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/11/17/acer-aspire-one-531h-tipis-dan-canggih.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nokia X6, Hiburan dan Multimedia</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/11/17/nokia-x6-hiburan-dan-multimedia.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/11/17/nokia-x6-hiburan-dan-multimedia.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 04:18:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2713</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/nokia-x6-2.JPG"></a>Nokia secara resmi merilis ponsel multimedia untuk memfasilitasi pengguna terhadap berbagai aplikasi hiburan. Diantaranya adalah kamera 5 megapiksel yang menggunakan lensa optik Carl Zeiss dan mampu menghasilkan resolusi 2.592 x 1944 piksel plus kemampuan autofokus, dual LED flash, geotagging dan&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/nokia-x6-2.JPG"><img class="alignleft size-full wp-image-2714" title="nokia-x6-2" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/nokia-x6-2.JPG" alt="nokia-x6-2" width="300" height="294" /></a>Nokia secara resmi merilis ponsel multimedia untuk memfasilitasi pengguna terhadap berbagai aplikasi hiburan. Diantaranya adalah kamera 5 megapiksel yang menggunakan lensa optik Carl Zeiss dan mampu menghasilkan resolusi 2.592 x 1944 piksel plus kemampuan autofokus, dual LED flash, geotagging dan juga photo editor untuk mencapai hasil akhir yang maksimal.</p>
<p>Dengan kamera yang sama, pengguna juga bisa merekam video jenis VGA dengan kecepatan 30 fps. Untuk pemutar media, ponsel ini mendukung file WMV/RV/MP4/3GP untuk video dan MP3/WMA/WAV/RA/AAC/M4A untuk musik.  Bukan itu saja, ponsel ini juga dilengkapi TV-out sehingga bisa dijadikan alat menonton siaran televisi.</p>
<p>Nokia melengkapi ponsel ini dengan jack audio 3.5mm, namun sayangnya tanpa slot kartu memori tambahan sehingga Anda harus puas dengan memori bawaannya yang berkapasitas 32Gb.</p>
<p>Bukan sekedar menjadi teman yang baik untuk bersenang-senang, X6 juga handal untuk dipakai bekerja. Ada aplikasi document viewer untuk file data Word, Excel dan PowerPoint yang bisa diandalkan.</p>
<p>Bekerja pada frekuensi quad GSM, ponsel ini juga mendukung jaringan 3G HSDPA, GPRS dan EDGE kelas 32 serta ada WLAN untuk akses melalui WiFi. Pada browsernya sudah dimuat WAP dan juga HTML serta RRS feed untuk membuka halaman internet.</p>
<p>Secara fisik, Nokia X6 tidak mengecewakan. Bentuknya kotak dengan sudut yang tajam, dan tebalnya hanya 13.8mm. Untuk layarnya, Nokia mengaplikasikan layar sentuh TFT hingga 16 juta warna, tetapi juga mendukung handwriting recognition pada permukaan layar yang anti lecet.</p>
<p>Kinerja X6 tak perlu diragukan. Menggunakan prosesor ARM 11 434MHz plus RAM 128Mb dan bekerja  dengan sistem operasi Symbian v9.4 kemampuannya sama seperti ponsel kelas atas keluaran Nokia lainnya.</p>
<p>Ponsel X6 sedianya akan muncul pada kuartal keempat tahun ini.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2713&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/11/17/nokia-x6-hiburan-dan-multimedia.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DNS Nawala, Filtering Konten Pornografi Yang Efektif</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/11/12/dns-nawala-filtering-konten-pornografi-yang-efektif.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/11/12/dns-nawala-filtering-konten-pornografi-yang-efektif.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 14:13:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2704</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Nawala.jpg"></a>Departemen Pendidikan Nasional mencatat, pengguna komputer di  Indonesia saat ini sebanyak 40 juta. Dari jumlah tersebut lebih dari separuhnya telah terkoneksi dengan internet. Penggunaan internet, di sisi lain membawa dampak negatif, salah satunya adalah akses ke situs porno dan mengandung&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Nawala.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2705" title="Nawala" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Nawala-300x193.jpg" alt="Nawala" width="300" height="193" /></a>Departemen Pendidikan Nasional mencatat, pengguna komputer di  Indonesia saat ini sebanyak 40 juta. Dari jumlah tersebut lebih dari separuhnya telah terkoneksi dengan internet. Penggunaan internet, di sisi lain membawa dampak negatif, salah satunya adalah akses ke situs porno dan mengandung unsur kekerasan. Hal tersebut dikatakan <strong>Salahudin</strong>, Wakil IDSIRTI, dalam Diskusi Terbuka “Perlindungan Anak dan Perempuan Dari Sius-situs Internet Negatif Dengan Menggunakan DNS Nawala” di Kampus Universitas Gunadarma, Jakarta (12/11/09).</p>
<p>Karenanya diperlukan langkah-langkah yang efektif untuk membatasi akses ke konten negatif yang berpotensi merusak generasi muda, khususnya anak-anak dan perempuan. <strong>Irwin Day</strong>, Ketua Asosiasi Warnet Indonesia (Awari) dalam kesempatan yang sama mengatakan, Awari berkewajiban memberikan perlindungan kepada anak dan perempuan, sesuai dengan fungsi warnet dalam mengefesiensi jalur pembangunan karakter bangsa. Untuk mencapai tujuan ini, sejalan dengan program Internet Sehat dan Aman yang dikampanyekan pemerintah, khususnya Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Awari menawarkan tiga cara untuk melakukan filtering terhadap konten-konten negatif.</p>
<p>Pertama melalui personal computer (PC), dan kedua melalui proxy atau cache server. Kedua cara ini, menurut Irwin, memiliki kekurangan karena filtering langsung pada PC hanya didesain untuk Windows, sementara proxy kurang efektif karena pengkases internet rumahan jarang menggunakan proxy. Untuk itu, Awari memperkenalkan cara filtering ketiga, yakni melalui DNS Nawala yang telah dikembangkan Awari sejak dua tahun terakhir ini. “Nawala bekerja dengan menggunakan teknik DNS poisoning. Ketika orang membuka situs porno, Nawala ‘menipu’ dan mengarahkan pengguna ke situs lain yang lebih bermanfaat,” kata Irwin.</p>
<p>Meski begitu, dalam pengembangannya, DNS Nawala menghadapi beberapa kendala non teknis dan teknis. “Kendala non teknis meliputi kategori definisi seperti pornografi, judi, phishing dan malware yang masih menjadi pertentangan, serta hambatan dalam sosialisasi program internet sehat itu sendiri. Sementara kendala teknis meliputi masalah pembiayaan, pengembangan dan pengelolaan DNS Nawala,” papar Irwin.</p>
<p>Senior Manager Marketing Divisi Multimedia  Telkom, <strong>Sri Safitri</strong> menambahkan, Telkom sebagai operator terbesar di Indonesia berperan besar terhadap perkembangan internet di Indonesia. Perusahaan ini mempunyai timeline perkembangan internet service provider (ISP), mulai dari Telkomnet Instant, Internet Goes to School, Speedy hingga Pasar Kreasi yang mendorong tumbuhnya industri kreatif. “Kerjasama Telkom dan Nawala adalah bagian dari corporate social responsibility (CSR), sehingga ini adalah kegiatan non profit. Di sini, Telkom menyediakan DNS dan link secara hibah kepada masyarakat,” katanya.</p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Nawala-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2706" title="Nawala 2" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Nawala-2-300x222.jpg" alt="Nawala 2" width="300" height="222" /></a>“Kita membutuhkan awareness  masyarakat terhadap internet sehat dan aman,  sebab meski jumlah pengakses pornografi di Indonesia hanya sedikit, tapi membutuhkan bandwidth yang besar. Ini adalah sebuah pemborosan devisa, mengingat kita menyetorkan devisa kepada luar negeri untuk mengakses konten-konten yang berasal dari sana,” jelas Sri Safitri.</p>
<p><strong>I Made Wiryana</strong>, International Collaboration Coordinator Universitas Gunadarma mengatakan, seminar yang dihadiri sekitar 100 peserta ini adalah bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dimana Perguruan Tinggi memiliki tanggung jawab dalam pembangunan masyarakat. Kedepan Gunadarma akan terus mengadakan sosialisasi program Internet Sehat demi membangun masyarakat informasi yang sesuai dengan karakter bangsa.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2704&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/11/12/dns-nawala-filtering-konten-pornografi-yang-efektif.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Telah Terbit BISKOM November 2009</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/11/09/telah-terbit-biskom-november-2009.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/11/09/telah-terbit-biskom-november-2009.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 03:36:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2709</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/cover-nov.JPG"></a>Majalah BISKOM kali ini menampilkan Menteri Komunikasi dan Informatika. <strong>Tifatul Sembiring</strong> (Terima kasih kepada Departemen Komunikasi dan Informatika  yang turut mendukung Majalah BISKOM).</p>
<p>Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/cover-nov.JPG"><img class="alignleft size-medium wp-image-2710" title="cover nov" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/cover-nov-220x300.jpg" alt="cover nov" width="220" height="300" /></a>Majalah BISKOM kali ini menampilkan Menteri Komunikasi dan Informatika. <strong>Tifatul Sembiring</strong> (Terima kasih kepada Departemen Komunikasi dan Informatika  yang turut mendukung Majalah BISKOM).</p>
<p>Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.</p>
<p>Topik menarik Majalah BISKOM Edisi November 2009 diantaranya:</p>
<p>• COVER STORY:<strong> Tifatul Sembiring</strong>,  Menteri Komunikasi dan Informatika: Komunikasi Lancar, Informasi Benar</p>
<p>• FIGURE:<br />
- Senior Technical Marketing Manager NVidia,<strong> Jeff Yen</strong>,  Menonton HD di Netbook Berkat NVidia<br />
- Country Manager HDS Indonesia, <strong>Ming Sunadi</strong>, Economize Your Storage<br />
- CEO PT. Infotech Media Nusantara, <strong>R. Anton Raharja</strong>, Jika Saling Berbagi Open Source Pasti Berkembang</p>
<p>• HEADLINE:<br />
- Menteri Baru, Harapan Baru<br />
- Fiber Optik, Dari Telekomunikasi Hingga Kedokteran<br />
- Melanjutkan Proyek Palapa Ring</p>
<p>• FOCUS:<br />
- FOSS Turut Besarkan Industri TIK<br />
- TI Perbaiki Kualitas Demokrasi<br />
- Kasus KPK, Aspirasi Publik Merebak<br />
- Industri Kreatif, For a Brighter Digitalpreneur<br />
- Banjir Ponsel Qwerty</p>
<p>• BROWSING:<br />
- Blackberry-iPhone Terus Bersaing<br />
- NVidia Rilis GeForce GT240 17 November?<br />
- Mozilla Versi 4 Segera Meluncur<br />
- D-Link Xtreme N DIR-685 Raih Penghargaan</p>
<p>• INSPIRATION:<br />
- <strong>Dirgayuza Setiawan</strong>, Amazon Kindle: Definitely The Next Big Thing in Technology<br />
- <strong>Bob Julius Onggo</strong>, Do You Google or Do You Bing?<br />
- <strong>Prakoso Bhairawa Putera S</strong>, Ragam Bahasa Narablog<br />
- <strong>Muhamad Jafar Elly</strong>, Menanti Realisasi Kontrak Kerja 100 Hari Menkominfo</p>
<p>• REVIEW &amp; CELLULAR:<br />
- Sony Vaio VGN-NS30E/S<br />
- Lenovo S10-2<br />
- Canon PowerShot G11 dan S90<br />
- Genius G-Shot 900 &amp; G-Shot DV505<br />
- Asus Eee PC 1005HA<br />
- Kingston SSDNow V Series<br />
- Samsung T939 Behold II<br />
- Samsung Corby B3210 CorbyTXT</p>
<p>Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2709&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/11/09/telah-terbit-biskom-november-2009.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menteri Komunikasi dan Informatika TIFATUL SEMBIRING: Komunikasi Lancar, Informasi Benar</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/11/04/menteri-komunikasi-dan-informatika-tifatul-sembiring-komunikasi-lancar-informasi-benar.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/11/04/menteri-komunikasi-dan-informatika-tifatul-sembiring-komunikasi-lancar-informasi-benar.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 13:21:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2687</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Menkominfo-tifatul-3.jpg"></a>Munculnya nama <strong>Tifatul Sembiring</strong> sempat mengejutkan banyak orang ketika diumumkan sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II (2009-2014). Maklum, sebelumnya banyak yang berharap dan memprediksi posisi ini bakal ditempati oleh profesional teknologi informasi (TI), sementara Tifatul berasal&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Menkominfo-tifatul-3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2690" title="Menkominfo tifatul 3" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Menkominfo-tifatul-3-300x278.jpg" alt="Menkominfo tifatul 3" width="300" height="278" /></a>Munculnya nama <strong>Tifatul Sembiring</strong> sempat mengejutkan banyak orang ketika diumumkan sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika pada Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II (2009-2014). Maklum, sebelumnya banyak yang berharap dan memprediksi posisi ini bakal ditempati oleh profesional teknologi informasi (TI), sementara Tifatul berasal dari Partai Keadilan Sejahtera.</p>
<p>Meski begitu, ternyata dalam hitungan hari, kelahiran  Bukittinggi &#8211; Sumatera Barat, 28 September 1961 ini mampu meyakinkan masyarakat bahwa ia pun memiliki komitmen untuk memajukan TI. Lewat dukungannya pada berbagai event dan program TI, pria yang mengawali karirnya sebagai Direktur Asaduddin Press dan sempat bekerja PT PLN Pusat Pengaturan Beban Jawa, Bali, Madura pada tahun 1982 ini juga menargetkan dapat memajukan industri TI sebagai salah satu pilar perekonomian di Indonesia.</p>
<p>Sesuai bidangnya, Tifatul yang lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer, Jakarta yang kemudian melanjutkan ke International Politic Center for Asian Studies Strategic Islamabad, Pakistan ini diharapkan membawa angin segar dalam pekembangan TI nasional ke depan.</p>
<p>Kepada BISKOM, Tifatul mengemukakan visi dan misinya di Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) untuk lima tahun kedepan. Simak kutipannya.</p>
<p><strong>Seberapa besarkah kontribusi TI terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia? Dan seberapa besar yang ingin Bapak capai pada lima tahun mendatang?</strong></p>
<p>Pengembangan TI bukan saja dapat meningkatkan daya saing bangsa, tetapi juga mempercepat tercapainya kemakmuran nasional dengan bertambahnya pengetahuan dan intelektual masyarakat. Sektor komunikasi dan informasi juga mampu bertahan dalam krisis global dan secara bertahap telah meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan nasional. Sektor ini secara nyata telah menyumbang gross domestic product (GDP) sebesar 15 persen dan terus menanjak sejak tahun 1999 hingga 2007, dari 3% menjadi 6%. Angka ini tentunya saya harapkan dapat meningkat selama dan sesudah saya menjabat sebagai Menkominfo.</p>
<p><strong>Bagi Bapak, sebenarnya apa saja indikator kemajuan TI di Indonesia?</strong></p>
<p>Ada lima hal yang menandakan suksesnya TI dalam pembangunan di Indonesia, yaitu pertama sebagai pilar penting penggerak pembangunan, sebagai pembangkit dan penyerap tenaga kerja, sebagai sumber devisa baru, sebagai pilar penting mencerdaskan bangsa dan terakhir sebagai alat demokrasi dan pemersatu bangsa.</p>
<p><strong>Program apa yang Bapak canangkan untuk mencapai kemajuan tersebut?</strong></p>
<p>Saya membaginya dalam beberapa program. Pertama adalah program 100 hari masa jabatan saya, dimana saya ingin lebih banyak melakukan koordinasi dan konsolidasi internal, melakukan silahturahmi dengan para stakeholder dan menciptakan sinergi antar departemen. Kedua, pada program 1 tahun, saya mencanangkan sosialisasi budaya birokrasi yang bersih dan peduli, meningkatkan implementasi e-government dan aparatur pemerintah yang mampu menerapkan e-government, serta menciptakan harmonisasi semua peraturan perundangan tentang pos dan telematika. Disamping itu Depkominfo juga ingin meningkatkan pendayagunaan dan apresiasi terhadap tenaga profesional dan lembaga di bidang telematika serta meningkatkan hubungan masyarakat yang harmonis.</p>
<p>Kemudian pada program 5 tahun, saya berharap dapat membangun desa informatif (information villages), meningkatkan e-literacy agar masyarakat lebih melek telematika, meningkatkan pengembangan TI berbasis lokal, dan membina harmonisasi peraturan jaringan telekomunikasi inter operator. Di samping itu, yang tak kalah penting adalah terciptanya banyak konten sehat dan bermanfaat, meningkatkan  implementasi e-government sampai tingkat daerah dan meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang TI dan komunikasi.</p>
<p><strong>Adakah rencana pembangunan jangka menengah yang dicanangkan Depkominfo?</strong></p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Menkominfo-Tifatul-Soegiharto-Santoso.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2689" title="Menkominfo Tifatul - Soegiharto Santoso" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Menkominfo-Tifatul-Soegiharto-Santoso-300x213.jpg" alt="Menkominfo Tifatul - Soegiharto Santoso" width="300" height="213" /></a>Rencana jangka menengah kami adalah tersedianya layanan informasi dan komunikasi yang mendukung kegiatan ekonomi di seluruh desa di Indonesia, kemudian kami juga menginginkan adanya penetrasi telepon dan televisi hingga mencapai 90% rumah tangga dan penetrasi broadband mencapai 50% populasi serta 100% desa.</p>
<p>Selain itu, sekali lagi Depkominfo menargetkan terselenggaranya layanan elektronika pemerintahan di seluruh kantor pemerintah untuk keperluan layanan informasi, interaksi dan transaksi yang dipergunakan untuk lebih dari 50% kegiatan layanan.<br />
<strong><br />
Bagaimana dengan bidang informasi mengingat Depkominfo juga bertindak sebagai pusat informasi pemerintahan?</strong></p>
<p>Itu adalah bidang yang tak kalah penting. Saya berharap Depkominfo mampu menciptakan sistem informasi dari pusat ke semua unit pemerintah pada hari yang sama, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap informasi pemerintah. Sebaliknya, kami memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan peran serta masyarakat sebagai agen pemberi informasi.</p>
<p>Di bidang yang berkaitan dengan TI, pada saat yang sama kami juga akan mempersiapkan infrastruktur laboratorium multimedia dan mencapai 75% populasi migrasi sistem penyiaran dari analog ke digital.</p>
<p><strong>Apa sajakah tantangan terbesar bagi pertumbuhan TI?</strong></p>
<p>Yang terbesar saya kira adalah kesenjangan digital atau digital divide. Di Indonesia, gap antara mereka yang dapat mengakses dunia digital dan TI dengan mereka yang terbatas aksesnya dan bahkan tidak memiliki akses sama sekali, begitu besar.</p>
<p>Contohnya saja, presentasi yang memiliki telepon di Jawa Tengah masih 6.98%, di NTB bahkan masih 4.54% sementara di Jakarta 38.5% dan di Yogyakarta 13.14%. Di sisi lain, dari total 72 ribu desa yang ada di Indonesia masih ada 31.845 desa yang belum terlayani akses telepon sementara penetrasi personal computer (PC) Indonesia masih 5%, tertinggal jauh bahkan oleh Thailand.<br />
<strong><br />
Apa tantangan lain selain kesenjangan digital?</strong></p>
<p>Saya mencatat ada empat tantangan lain, pertama adalah kurangnya informasi yang edukatif. Hasil evaluasi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terhadap tayangan-tayangan yang ada pada media TV selama tahun 2008 memperlihatkan bahwa masih banyak tayangan yang berisi kekerasan, baik fisik maupun sosial dan psikologis serta mengandung pelecehan terhadap kelompok masyarakat dan individu, memperlihatkan penganiyaan terhadap anak dan tidak sesuai dengan norma kesopanan dan kesusilaan. Studi yang sama juga memperlihatkan sepuluh dari 75 judul tayangan TV merupakan tayangan bermasalah. Istilahnya disini adalah bagaimana menciptakan komunikasi yang lancar untuk menyampaikan informasi yang benar.</p>
<p>Tantangan kedua adalah lemahnya infrastruktur, ditandai dengan teledensity (penetrasi telepon per 100 penduduk). Saat ini teledensity di Indonesia masih sekitar 5-6% dibandingkan dengan Malaysia yang sekitar 20% dan Singapura sekitar 50%. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah berusaha mengawal pelaksanaan proyek Palapa Ring sebagai tulang punggung jaringan telekomunikasi yang menghubungkan seluruh daerah di Indonesia.<br />
<strong><br />
Bagaimana soal proyek Palapa Ring yang sepertinya lama sekali perwujudannya?</strong></p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Menkominfo1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2695" title="Menkominfo" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Menkominfo1-238x300.jpg" alt="Menkominfo" width="238" height="300" /></a>Proyek Palapa Ring dimulai dengan penandatanganan hasil konsorium untuk pembangunan jaringan serat optik di kawasan Indonesia Timur (KIT) pada Jumat, 5 Juli 2007 oleh tujuh operator telekomunikasi, yaitu PT. Bakrie Telecom, PT. Excelcomindo Pratama, PT. Indosat, PT. Infokom Elektrindo, PT. Macca System Infocom, PT. Powertek Utama Internusa dan PT. Telekomunikasi Indonesia. Pembangunan serat optik di KIT dimulai tahun 2008 sepanjang 10 ribu kilometer dan menelan biaya Rp. 4 triliun. Jadi proyek ini sekarang tengah berjalan.</p>
<p>Palapa Ring ini akan menciptakan jaringan telekomunikasi yang menjangkau sebanyak 33 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer.<br />
<strong><br />
Lalu apa dua tantangan perkembangan TI lainnya di Indonesia?</strong></p>
<p>Tantangan lainnya adalah kurangnya layanan informasi serta pembangunan TI dan komunikasi (TIK) yang lemah. Layanan informasi yang saya maksud di sini adalah penggunaan TI oleh kantor-kantor pemerintahan untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat umum, bisnis dan untuk memfasilitasi kerjasama antara institusi pemerintahan yang disebut dengan e-government.</p>
<p>E-government memiliki posisi penting karena dengannya diharapkan dapat memberdayakan komunitas yang ada lewat akses publik ke sumber informasi yang tersedia. E-government di Indonesia saat ini belum merata, sumber informasi dari pemerintah belum terintegrasi dan di skala yang lebih kecil bahkan banyak yang belum mengenal e-government.</p>
<p>Di sisi lain, pembangunan TIK secara menyeluruh masih lemah. Menurut International Telecommunication Union (ITU), pembangunan TIK mengindikasikan tidak hanya kesiapan infrastruktur tapi juga penggunaan TIK dan seberapa besar tingkat melek sumber daya manusianya. Kondisi sekarang ini, dibandingkan dengan 154 negara tetangga lain di dunia, ITU menyebutkan pada tahun 2007 Indonesia berada pada rangking 108.</p>
<p><strong>Lalu potensi TI seperti apakah yang Bapak lihat memiliki peluang untuk berkembang di tanah air?</strong></p>
<p>Saya melihat dari segi SDM, Indonesia cukup membanggakan, terbukti dari banyaknya mereka yang berprestasi bukan hanya di dalam negeri tetapi di luar negeri, seperti misalnya gamer, para pelaku di industri kreatif, pengembang software termasuk open source software (OSS), juga di bidang robotik. Ini semua adalah potensi yang besar, namun sayangnya mereka belum terakomodir dengan baik dan apresiasi kepada mereka juga masih kurang. Prestasi-prestasi inilah yang perlu dikembangkan agar nantinya kita menjadi negara pencipta, dan bukan lagi sekedar pemakai.</p>
<p><strong>Apa pendapat Bapak tentang perkembangan OSS dan bagaimana bentuk dukungan Depkominfo terhadap OSS?</strong></p>
<p>Seperti kita tahu, ide dasar dari OSS adalah kita dapat mengadopsi sumbernya sehingga kita dapat berkreasi dengan sistem operasi tersebut. Ditambah dengan sifatnya yang terbuka dan dikembangkan secara bersama-sama, maka perkembangan OSS di Indonesia pun sangat pesat, melebihi perkembangan software lain di Indonesia. Mengapa saya dan juga pemerintah sangat concern terhadap penggunaan OSS karena kemampuannya untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sofware bajakan ataupun software proprietary yang mahal.</p>
<p>Tapi yang lebih penting dari itu semua adalah OSS mampu melatih masyarakat untuk produktif, karena memungkinkan orang untuk menciptakan aplikasi sendiri. Hal itu dapat dilihat dari munculnya banyak pengembang software lokal (ISV) yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Karenanya saya akan tetap menjalankan kampanye yang telah dijalankan menteri sebelumnya, yakni menjadikan program Indonesia Go Open Source sebagai ikon untuk memicu produktifitas industri lokal.</p>
<p><strong>Saat serah terima jabatan beberapa waktu lalu Bapak mengatakan akan lebih memperhatikan teknologi yang ramah lingkungan, bisa dijelaskan kongkritnya akan berwujud seperti apa?</strong></p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Foto-Bersama-Menkominfo1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2691" title="Foto Bersama Menkominfo" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/11/Foto-Bersama-Menkominfo1-300x199.jpg" alt="Foto Bersama Menkominfo" width="300" height="199" /></a>Seperti kita ketahui, dengan demand masyarakat Indonesia untuk berkomunikasi yang besar, operator mobile telekomunikasi berlomba lomba meningkatkan jumlah base station transceiver  (BTS) nya untuk memperluas coveragenya. Saat ini lebih dari 300 ribuan BTS tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Satu BTS memerlukan 3000-5000 watt untuk operasionalnya. Untuk daerah pedesaan dan terpencil masalah ini menjadi masalah yang cukup pelik. Oleh karena itu saya berencana akan menggalakkan pemanfaatan energi alternatif untuk menyuplai kebutuhan listrik di BTS dan ini akan menjadi salah satu program prioritas yang akan dilaksanakan Depkominfo dalam pemerintahan Presiden SBY-Boediono.</p>
<p>Green BTS akan menggunakan listrik yang dihasilkan dari pengolahan kotoran sapi. Dari hasil kajian kebutuhan Energi satu BTS bisa disupplai dengan 10-20 ekor sapi. Tentu saja pelaksanaan program ini akan dilakukan bekerjasama dengan Departemen Pertanian yang dalam waktu bersamaan memiliki target swasembada daging sapi sebelum 2014 ini. Disamping itu Green BTS tidak saja bisa memberikan solusi energi alternatif dan turut serta membantu secara aktif program Swasembada daging sapi tapi juga bisa memberdayakan peternak sapi atau masyarakat yang berada di sekitar BTS.<br />
<strong><br />
Pertanyaan terakhir, bagaimanakah cara yang jitu agar tercipta enterpreneurship di bidang TI? </strong></p>
<p>Relasi antara lembaga pendidikan setingkat SMU atau perguruan tinggi dengan industri seharusnya berlangsung harmoni dan sinergis. Di beberapa negara seperti Jerman dan Jepang umpamanya, hubungan antara lembaga pendidikan dengan perusahaan-perusahan ibarat memasang resluiting baju. Bagian sebelah kirinya adalah lembaga pendidikan, sementara sebelah kanannya industri. Artinya ketika lidah resluiting itu ditarik, sisi kiri dan kanannya saling bertautan.</p>
<p>Hampir seluruh tamatan PT maupun Sekolah Menengah mampu diserap oleh lapangan kerja, sehingga menurut data Departemen Tenaga Kerja di Jepang misalnya, untuk tahun 2005 angka pengangguran hanya berkisar 3-5 % saja.</p>
<p>Masalah utama kita, khususnya dalam hal SDM adalah rata-rata lulusan sekolah menengah maupun tamatan perguruan tinggi, tidak berada pada skill yang siap pakai oleh user di perusahaan-perusahaan. Sehingga tidak mengherankan jika diantara para penganggur di sini, sebagiannya adalah orang-orang terdidik. Hal ini semacam menjadi masalah laten, dimana belum matching-nya kurikulum sekolah menengah atau perguruan tinggi dengan kebutuhan industri maupun perusahaan-perusahaan lainnya.</p>
<p>Pada sisi lain, visi pendanaan juga merupakan poin penting dalam menyusun langkah-langkah usaha. Dari mana dana awalnya dan bagaimana pengelolaan dana tersebut, perjanjian dengan pihak lain, kesertaan modal dari anggota tim, lantas gambaran prospek keuntungan sekaligus resikonya.</p>
<p>Dalam bidang TI sama halnya seperti bidang-bidang usaha yang lainnya. Kita tentu harus benar-benar memahami lingkup sistem TI itu sendiri. Kemudian berpikir dan merenungkan, lantas mencoba menuangkan rancangan sebuah usaha.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2687&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/11/04/menteri-komunikasi-dan-informatika-tifatul-sembiring-komunikasi-lancar-informasi-benar.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
