<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BISKOM : Mitra Komunitas Telematika &#187; Google</title>
	<atom:link href="http://www.biskom.web.id/tag/google/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.biskom.web.id</link>
	<description>Situs Berita Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 14:01:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Apple VS Google?</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/09/24/apple-vs-google.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/09/24/apple-vs-google.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 06:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[HTC Corp]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=1110</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/09/g1_2.jpg"></a>Akhir-akhir ini iPhone kerap dibandingkan dengan ponsel keluaran Google ataupun ponsel-ponsel yang bersistem operasi Android. Android adalah platform baru dari Google. Selain Google sendri, produsen ponsel HTC Corp juga bakal melansir ponsel pertama yang menggunakan sistem operasi Android di Amerika &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/09/g1_2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1111" title="Google Phone" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/09/g1_2-300x270.jpg" alt="" width="210" height="189" /></a>Akhir-akhir ini iPhone kerap dibandingkan dengan ponsel keluaran Google ataupun ponsel-ponsel yang bersistem operasi Android. Android adalah platform baru dari Google. Selain Google sendri, produsen ponsel HTC Corp juga bakal melansir ponsel pertama yang menggunakan sistem operasi Android di Amerika akhir bulan ini.</p>
<p>Dengan Android, pengguna dapat mengakses internet dimanapun mereka berada, karenanya ponsel Android sangat dinanti-nanti. Meski begitu, para praktisi dan analis memperingatkan, para pengguna ponsel hendaknya jangan berharap terlalu besar kepada Android. Sebab, Android adalah platform baru yang masih membutuhkan banyak pengembangan dan perbaikan. Apalagi, Android adalah platform open source, sehingga analis memperkirakan konsep platform itu menjadi tidak jelas. Beda halnya dengan Apple. Selain lebih berpengalaman dalam industri telekomunikasi, iPhone pun dikembangkan dengan kontrol yang ketat dari Apple.</p>
<p>&#8220;Meski Android perpotensi besar pada teknologi dan mudah dalam penggunaan, saya tidak yakin Android akan mampu menyajikan pengalaman sebaik iPhone.  Saya kira Android tidak akan demikian,&#8221; demikian  <strong>Rajeev Chand</strong>, analis seluler bank investasi Rutberg &amp; Co, yang telah mencoba ponsel Android generasi awal.</p>
<p>&#8220;Para operator harus berjuang keras untuk memasarkan ponsel Android, karena tidak ada hal yang unik dari Android. Karenanya Google harus memasarkan ponsel dengan namanya sendiri,&#8221; ungkap <strong>Frank Meehan</strong>,  Global General Manager Handsets &amp; Applications Hutchison Whampoa Ltd.</p>
<p>Terlepas dari tantangan-tantangan itu, para eksekutif industri seluler ternyata tetap menyambut gembira kehadiran Android. Ponsel Google G1 yang sekiranya akan muncul Oktober mendatang misalnya, juga telah lama beredar beritanya di dunia maya. Memiliki layar sentuh yang lebar layaknya iPhone, seperti dikutip dari Associated Press, fisik dan performa G1 pun hampir mirip dengan iPhone.</p>
<p>Gaya penjualan G1 sama dengan ponsel buatan Apple, yakni dipaketkan dengan operator selular. Dalam hal ini, khusus untuk pasar di Amerika, Google menggandeng T-Mobile, anak perusahaan Deutsche Telecom AG. Kerjasama dengan T-Mobile memungkinkan G1 dapat berkirim  email, menggunakan mesin pencari serta Google Maps.</p>
<p>Untuk tahun pertama , Google  akan memasarkan smartphone tersebut  ke pasaran Eropa. Setelah meluncur di Amerika pada 22 Oktober nanti, G1 akan menyambangi Inggris pada bulan November dan beberapa negara di Eropa di tahun depan. Dengan ponsel yang bakal dijual sekitar US$ 179 ini, Google berharap dapat terus menambah kas Google. Bahkan, mereka yakin layanan iklan yang dimunculkan mampu memberikan revenue hingga US$ 20 miliar tahun ini.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=1110&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/09/24/apple-vs-google.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Posisi Empat Pendistribusi Linux</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/09/23/indonesia-posisi-empat-pendistribusi-linux.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/09/23/indonesia-posisi-empat-pendistribusi-linux.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 04:51:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Debian]]></category>
		<category><![CDATA[Fedora]]></category>
		<category><![CDATA[Gentoo]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Mandriva]]></category>
		<category><![CDATA[openSUSE]]></category>
		<category><![CDATA[Red Hat]]></category>
		<category><![CDATA[Slackware]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=1101</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/09/ubuntu.jpg"></a>Setelah melakukan survey terhadap delapan distro Linux, yakni Ubuntu, OpenSUSE, Fedora, Debian, Red Hat, Mandriva, Slackware, dan Gentoo, akhirnya Google Insights mengungkap  fakta-fakta bahwa Ubuntu merupakan distro paling populer di Itali dan Kuba, sedangkan OpenSUSE menjadi distro paling populer di &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/09/ubuntu.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1102" title="ubuntu" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/09/ubuntu-300x225.jpg" alt="" width="240" height="180" /></a>Setelah melakukan survey terhadap delapan distro Linux, yakni Ubuntu, OpenSUSE, Fedora, Debian, Red Hat, Mandriva, Slackware, dan Gentoo, akhirnya Google Insights mengungkap  fakta-fakta bahwa Ubuntu merupakan distro paling populer di Itali dan Kuba, sedangkan OpenSUSE menjadi distro paling populer di Rusia dan Republik Ceko. Fakta lain disebutkan Red Hat merupakan distro terbesar di Bangladesh dan Nepal, sementara Debian merupakan distro terbesar di Kuba.</p>
<p>Yang menarik, Indonesia ikut disebut-sebut dalam survei ini. Ternyata, Indonesia merupakan salah satu dari lima negara yang menjadi pendistribusi Linux terbesar di dunia dengan empat distro. Dengan kata lain, di level global, secara urutan negara-negara dengan minat  Linux terbesar berasal dari India, Kuba, Rusia, disusul Republik Ceko, Indonesia, dan Bangladesh yang berada di satu regional dengan Indonesia.</p>
<p>Khusus untuk distro Ubuntu, Indonesia berada di posisi tiga pengguna terbanyak setelah Itali dan Kuba, menysul Norwegia dan Republik Ceko di posisi empat dan lima.  Sedangkan untuk distro OpenSUSE, Indonesia berada di posisi lima setelah Rusia, Republik Ceko, Moldova<br />
dan Jerman. Indonesia juga menjadi Negara kelima dengan pengguna distro Mandriva terbesar di dunia. Sedangkan lima lima negara yang memiliki distro Slackware terbesar di dunia adalah Bulgaria, Indonesia, Brazil, Rusia dan Polandia.</p>
<p>Artinya data diatas mengatakan, Rusia dan Republik Ceko merupakan dua dari lima negara yang mendistribusi Linux terbesar dengan lima distro, sementara Kuba merupakan salah satu dari lima negara yang mendistribusi Linux terbesar dengan tiga distro.</p>
<p>Survei ini mengungkap, bukan hanya negara berkembang yang memilih menggunakan sistem operasi open source karena Jerman juga keluar sebagai  negara Barat pertama yang memiliki minat Linux terbesar, yang secara global bertengger di peringkat ke-sepuluh. Meski begitu, Amerika Serikat tidak termasuk dalam lima negara yang mendistribusi Linux terbesar.</p>
<p>Seperti dikutip dari  Pingdom Royal, untuk mengetahui popularitas masing-masing distro, tim survei mengambil sampling di tiap-tiap negara dengan memanfaatkan fitur Google Insight for Search dari masing-masing regional untuk mendapatkan data spesifik. Google menyebut fiturnya ini dengan regional interest.</p>
<p>Mekanismenya, jika diketahui proporsi Linux di sebuah negara cukup besar, maka tim akan mencari tahu indikasi yang menjadikan proporsi tersebut menjadi besar.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=1101&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/09/23/indonesia-posisi-empat-pendistribusi-linux.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Luncurkan Chrome, Google Sempurnakan Tampilan</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/09/03/luncurkan-chrome-google-sempurnakan-tampilan.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/09/03/luncurkan-chrome-google-sempurnakan-tampilan.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 10:11:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Firefox]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=982</guid>
		<description><![CDATA[<p> </p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/09/dlpage_lg.jpg"></a>Setelah mengukuhkan diri sebagai mesin pencari terbesar di dunia maya, Google kembali membuat aplikasi yang akan memantapkan kiprahnya untuk menjadi nomor satu, dengan meluncurkan  Google Chrome versi Beta, kemarin(2/9)</p>
<p>Browser tersebut saat ini baru dalam versi untuk sistem operasi pengguna &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/09/dlpage_lg.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-983" title="dlpage_lg" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/09/dlpage_lg-300x244.jpg" alt="" width="180" height="146" /></a>Setelah mengukuhkan diri sebagai mesin pencari terbesar di dunia maya, Google kembali membuat aplikasi yang akan memantapkan kiprahnya untuk menjadi nomor satu, dengan meluncurkan  Google Chrome versi Beta, kemarin(2/9)</p>
<p>Browser tersebut saat ini baru dalam versi untuk sistem operasi pengguna Windows Vista dan XP, tetapi dalam waktu dekat akan diluncurkan juga versi Linux dan Mac OS. Yang mengagumkan, Google Chrome versi beta ini diluncurkan langsung dalam 43 bahasa termasuk bahasa Indonesia.</p>
<p>Browser Google Chrome ini didisain dengan memperhatikan sistem keamanan, kecepatan dan stabilitas. Tampilannya seakan-akan merupakan gabungan dari sekian banyak browser yang sudah ada. Beberapa tombol navigasi dibuat mirip dengan Safari, sedangkan lokasi pengaturan lebih mirip dengan IE 7, sementara itu tombol untuk memperkecil atau memperbesar tampilan hampir mirip dengan Vista.</p>
<p>Pada saat instal pertama kali, Chrome akan mentransfer setting dari Firefox, sehingga akan memudahkan para pengguna Firefox saat melakukan migrasi ke Chrome, hanya dalam versi beta ini masih ada beberapa add-on yang belum ada, sehingga pada beberapa situs, script aplikasi yang berbasis java belum berjalan dengan sempurna.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=982&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/09/03/luncurkan-chrome-google-sempurnakan-tampilan.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google, Merubah Aturan Bisnis dan Budaya</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/02/19/google-merubah-aturan-bisnis-dan-budaya.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/02/19/google-merubah-aturan-bisnis-dan-budaya.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 09:16:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Amazon]]></category>
		<category><![CDATA[eBay]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>
		<category><![CDATA[Yahoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/02/19/google-merubah-aturan-bisnis-dan-budaya.bwi/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Mengapa buku ini membicarakan tentang mesin pencari? Dengan menggunakan pencarian, seseorang bisa menceritakan era internet modern dan semua aspek kebudayaan dan bisnisnya, sejak awal tahun 1990an sampai masa depan yang tidak terbatas. Pencarian semakin agresif saat kedatangan web untuk kedua &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.biskom.web.id/data/2008/02/search.jpg" alt="Cover Buku The Search" class="dinamis" />Mengapa buku ini membicarakan tentang mesin pencari? Dengan menggunakan pencarian, seseorang bisa menceritakan era internet modern dan semua aspek kebudayaan dan bisnisnya, sejak awal tahun 1990an sampai masa depan yang tidak terbatas. Pencarian semakin agresif saat kedatangan web untuk kedua kalinya, yang dimotori perusahaan-perusahaan seperti Google, eBay, Amazon, Yahoo, dan microsoft. Perusahaan-perusahaan ini tengah berperang dengan kekuatan panuh untuk merebutkan pasar masa depan bernilai ratusan miliar dolar.</p>
<p><span id="more-155"></span><br />
Alasan ini sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan mengapa kita harus belajar lebih banyak tentang pencarian. Pencarian mengendalikan internet dan akan terus melakukannya. Pencarian telah menciptakan Google yang tidak diragukan lagi menjadi salahs atu perusaan yang sangat istimewa di era internet.</p>
<p>Menurut penulis buku “The Search”, <strong>John Battelle</strong>, apa yang diinginkan dunia adalah sebuah perusahaan yang bisa menjawab semua pertanyaan dengan segala kemungkinan  jawaban yang dapat membuka semua teka-teki bisnis dan kebudayaan manusia itu sendiri. Dan selama beberapa tahun terakhir, itulah yang telah dilakukan Google.</p>
<p>Buku ini menawarkan lebih dari sekedar cerita di balik kesuksesan Google. Buku ini juga menggambarkan masa lalu, masa kini dan masa depan pencarian dan dampaknya bagi dunia marketing, media, kebudayaan populer, hubungan pria dan wanita, pencarian pekerjaan, hukum internasional, kebebasan publik dan hampir semua aspek menarik manusia</p>
<p>Buku ini terbagi dalam 11 bab dan bergaya bahasa sangat lugas.  Apalagi, buku ini sebagian besar adalah cerita perjalanan si penulis dalam memulai kiprahnya di dunia dot-com. John Battelle adalah editor pendiri Wired dan pendiri The Industry Standard, termasuk TheStandard.com. Ia juga menjadi pengatur program untuk konferensi Web 2.0.</p>
<p>Judul		: The Search<br />
Penulis		: John Battelle<br />
Penerbit	: Elex Media Komputindo<br />
Tebal		: 342 hal<br />
Harga		: Rp. 62.800,-</p>
<p><em>* Resensi lebih lengkap mengenai buku &#8220;The Search&#8221; bisa Anda baca pada majalah Biskom Edisi Februari 2008 </em></p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=155&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/02/19/google-merubah-aturan-bisnis-dan-budaya.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

