<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BISKOM : Mitra Komunitas Telematika &#187; ICT</title>
	<atom:link href="http://www.biskom.web.id/tag/ict/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.biskom.web.id</link>
	<description>Situs Berita Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 14:01:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>ICT Partnership Forum 2009, ”Industri kreatif sebagai kunci perkembangan bisnis telematika masa depan”</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/03/31/ict-partnership-forum-2009-%e2%80%9dindustri-kreatif-sebagai-kunci-perkembangan-bisnis-telematika-masa-depan%e2%80%9d.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/03/31/ict-partnership-forum-2009-%e2%80%9dindustri-kreatif-sebagai-kunci-perkembangan-bisnis-telematika-masa-depan%e2%80%9d.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 10:46:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Depkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[ICT]]></category>
		<category><![CDATA[MIKTI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=2009</guid>
		<description><![CDATA[<p>Salah satu permasalahan masih terus ada di industri kreatif berbasis TIK, yaitu kebutuhan investasi teknologi yang cukup besar namun siklus hidup teknologi relatif singkat. Untuk itu, industri telematika perlu mencari upaya agar konsumen dapat memanfaatkan teknologi yang tersedia se-optimal mungkin. &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2014" title="ict-1" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/03/ict-1.jpg" alt="ict-1" width="350" height="233" />Salah satu permasalahan masih terus ada di industri kreatif berbasis TIK, yaitu kebutuhan investasi teknologi yang cukup besar namun siklus hidup teknologi relatif singkat. Untuk itu, industri telematika perlu mencari upaya agar konsumen dapat memanfaatkan teknologi yang tersedia se-optimal mungkin. Sehingga industri telematika dapat memperoleh pendapatan se-maksimal mungkin, dari investasi yang telah dilakukan.</p>
<p>Upaya peningkatan pemanfaatan teknologi telematika secara optimal oleh konsumen hanya dapat tercapai jika tersedia ragam aplikasi dan konten yang mampu memenuhi berbagai jenis kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, dengan mendorong bertumbuhnya industri kreatif berbasis telematika, diharapkan akan berkembang sebuah industri yang akan menjadi motor utama penggerak industri telematika tersebut.</p>
<p>Aplikasi seperti e-learning, tele-medicine, social networking, sampai konten selular seperti mobile magazine, mobile news dan lainnya, adalah aplikasi unggulan yang disinyalir akan mampu menumbuhkan pengguna. Aplikasi unggulan tersebut seyogyanya juga mampu meningkatkan kualitas pengguna, yang akhirnya berujung kepada tumbuhnya industri akibat pemberdayaan pengguna.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-2018" title="ict-4" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/03/ict-4.jpg" alt="ict-4" width="350" height="233" />Untuk mencapai tahap tersebut, lebih dahulu harus terbentuk suatu ekosistem ideal untuk Industri Kreatif berbasis TIK. Hal tersebut yang kemudian oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di tuangkan dalam bentuk Forum Telematika yang akan diinisiasi dalam sebuah kegiatan bertajuk “ICT Partnership Forum 2009 – Industri Kreatif Berbasis Telematika sebagai Kunci Pengembangan Bisnis Telematika Masa Depan” yang diselenggarakan hari ini, Selasa 31 Maret 2009 di Hotel Millenium Jakarta.</p>
<p>Disampaikan oleh <strong>Ashwin Sasongko, </strong>Sekjen Depkominfo<strong> </strong> selaku Ketua Bidang ICT PII, bahwa tumbuhnya konten-konten yang bermanfaat harus dapat mengimbangi penetrasi internet yang semakin tinggi. Sementara itu <strong>Cahyana Ahmadjayadi</strong>, Dirjen Aplikasi Telematika Depkominfo, sebagai panitia pengarah di kegiatan ini, mengatakan Pemerintah membuka diri untuk masukan-masukan terkait keperluan penerbitan regulasi yang terpadu. “Konten-konten yang positif adalah salah satu perhatian pemerintah saat ini” tambahnya.</p>
<p><strong>Indra Utoyo</strong> selaku Ketua Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia (MIKTI),  menambahkan bahwa Industri Kreatif berbasis TIK adalah enabler dari industry telematika saat ini. Melengkapi hal tersebut <strong>M. Andy Zaky</strong>, Pemimpin Redaksi Teknopreneur mengatakan, “Ekosistem yang sesuai untuk bertumbuhnya Industri Kreatif Berbasis Telematika harus diciptakan bersama-sama oleh segenap stakeholder telematika di Indonesia, sehingga mengakomodir setiap kebutuhan dan dapat mengarah ke peningkatan daya serap pasar telematika di Indonesia”.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-2016" title="ict-3" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/03/ict-3.jpg" alt="ict-3" width="350" height="233" />Sementara itu Menkominfo, <strong>Muhammad Nuh</strong> dalam pidatonya mengatakan pentingnya 5 C dalam industri kreatif, yaitu <em>Human Capital</em>, <em>Social Capital</em>, <em>Cultural Capital</em>, <em>Technology Capital</em> yang akan memunculkan <em>Creativity</em>. &#8220;Kreatifitas tidak cukup hanya bermodalkan <em>Cultural Capital</em> dan <em>Social Capital</em> saja. <em>Technology Capital</em> merupakan komponen yang penting untuk membentuk industri kreatif&#8221;. ujar Nuh.</p>
<p>Hadir sebagai nara sumber dalam acara tersebut Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Depperin &#8211; <strong>Budi Dharmadi</strong>,  Sekjen Departemen Perdagangan &#8211; <strong>Ardiansyah Parman</strong>, pemusik <strong>Anang Hermansyah</strong>, Co Founder Main Games Creative Studion &#8211; <strong>Marlin Sugama</strong>, Marketing Director PT. Indosat &#8211; <strong>Guntur S. Siboro</strong>, Operational &amp; Internal Affair Mobile 8 Telecom &#8211; <strong>Merza Fachys</strong>, National Technology Officer, Microsoft Indonesia &#8211; <strong>Tony Seno</strong>, Chairman Tekno Ventura &#8211; <strong>Amir Sambodo</strong>, Ketua Umum PII &#8211; <strong>Airlangga Hartarto</strong>, Ketua Komite Bidang Telekomunikasi dan informatika Kadin &#8211; <strong>Anindya Bakrie</strong> dan Habibie Center - <strong>Ilham Habibie</strong>, serta<strong> Andreas Pardyanto </strong>dari MIKTI sebagai moderator.</p>
<p>ICT Partnership Forum 2009 dilaksanakan atas kerjasama MIKTI, PII dan Teknopreneur serta Majalah BISKOM sebagai Media Partner.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=2009&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/03/31/ict-partnership-forum-2009-%e2%80%9dindustri-kreatif-sebagai-kunci-perkembangan-bisnis-telematika-masa-depan%e2%80%9d.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Juli, Tarif Internet Turun 20%</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/06/04/juli-tarif-internet-turun-20.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/06/04/juli-tarif-internet-turun-20.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 15:43:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belutz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ICT]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[<p>Harga BBM, transportasi dan sembako boleh naik. Tapi biaya biaya telepon terus turun, dan akan disusul tarif internet. Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh saat membuka IGOS Summit 2 di Jakarta City Center (JaCC) bulan lalu dengan bangga mengatakan bahwa &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-443" title="ilustrasiresized" src="http://www.biskom.web.id/data/2008/06/ilustrasiresized.jpg" alt="" width="142" height="217" />Harga BBM, transportasi dan sembako boleh naik. Tapi biaya biaya telepon terus turun, dan akan disusul tarif internet. Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh saat membuka IGOS Summit 2 di Jakarta City Center (JaCC) bulan lalu dengan bangga mengatakan bahwa hanya komunitas ICT (Information and Communication Technology) yang mampu menahan laju inflasi. Pertanyaannya, kapankah tarif internet itu turun?</p>
<p>&#8220;Dalam waktu dekat, mudah-mudahan mulai Juli nanti,&#8221; katanya. Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan kebijakan penurunan ongkos sewa jaringan, namun ternyata belum sangup menurunkan tarif internet secara signifikan, mengingat hanya terjadi penurunan tarif sekitar 8 persen, karena ongkos sewa jaringan sebagian kecil merupakan komponen tarif dasar internet ke konsumen.</p>
<p><span id="more-442"></span>Cara lain yang ditempuh pemerintah adalah memangkas ongkos pembelian <em>bandwidth</em> internasional. Selama ini para penyedia layanan internet atau ISP (Internet Service Provider) membeli <em>bandwidth</em> secara sendiri-sendiri sehingga harganya masih relatif tinggi. &#8220;Selama ini tiap departemen belanja bandwidth sendiri-sendiri, nanti pemerintah akan beli secara <em>borongan</em>,&#8221; ujar Nuh. Pemerintah akan menawarkan kontrak tersebut kepada para ISP lokal dengan sistem tender. Namun, kemungkinan akan dipilih lebih dari satu ISP sebagai pemegang kontrak penyediaan <em>bandwidth</em> ini untuk menjamin kepastian akses.</p>
<p>Menkominfo mengatakan, pemerintah dalam waktu dekat akan membeli <em>bandwidth</em> untuk kebutuhan akses internet di seluruh departemen dan instansi. Untuk keperluan itu, pemerintah kini tengah menyiapkan Internet Infrastructure Sharing yang akan mengatur kebutuhan seluruh <em>bandwidth </em>yang dipakai seluruh kantor pemerintahan.</p>
<p>Dengan cara ini, lanjut M. Nuh, pemerintah akan memberlakukan penurunan tarif internet antara 20-40 persen. &#8220;Penurunan tarif internet itu merupakan tahap pertama, karena akan disusul penurunan pada tahap-tahap berikutnya, apalagi jika proyek Palapa Ring berjalan lancar,&#8221; katanya.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=442&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/06/04/juli-tarif-internet-turun-20.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramah Tamah Pegiat ICT di Gathering INAICTA 2008</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/03/26/ramah-tamah-pegiat-ict-di-gathering-inaicta-2008.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/03/26/ramah-tamah-pegiat-ict-di-gathering-inaicta-2008.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 12:29:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[ICT]]></category>
		<category><![CDATA[INAICTA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/03/26/ramah-tamah-pegiat-ict-di-gathering-inaicta-2008.bwi/</guid>
		<description><![CDATA[<p> <strong>Jakarta</strong> &#8211; Bagi bangsa Indonesia, tahun 2008 memiliki makna penting sebagai momentum untuk membangkitkan semangat memajukan Indonesia. Hal ini karena tahun 2008 kita memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional, sepuluh windu Sumpah Pemuda dan sepuluh tahun Reformasi. Di berbagai bidang terutama &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.biskom.web.id/data/2008/03/gathering-inaicta-2008.jpg" alt="gathering-inaicta-2008.jpg" class="dinamis" /> <strong>Jakarta</strong> &#8211; Bagi bangsa Indonesia, tahun 2008 memiliki makna penting sebagai momentum untuk membangkitkan semangat memajukan Indonesia. Hal ini karena tahun 2008 kita memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional, sepuluh windu Sumpah Pemuda dan sepuluh tahun Reformasi. Di berbagai bidang terutama ICT juga harus bangkit semangatnya untuk memajukan bangsa lewat teknologi. Untuk itu, Depkominfo bekerjasama dengan seluruh jajaran pelaku ICT nasional mengadakan INAICTA 2008. Agar INAICTA 2008 berjalan sukses, setiap penggiat ICT perlu saling kenal dan beramah tamah sehingga nantinya bisa kompak. Acara ramah tamah atau gathering INAICTA 2008 ini berlangsung di Depkominfo yang diikuti oleh para pegiat ICT di Indonesia.</p>
<p><span id="more-237"></span>Pada sambutannya, <strong>Mohammad Nuh,</strong> Menteri Komunikasi dan Informatika, mengungkapkan bahwa penguasaan terhadap ICT lebih dominan kepada intelectual capital, sehingga kata kuncinya adalah kemampuan SDM yang berkualitas. &#8221; Peringatan Kebangkitan Nasional tahun 2008 ini menjadi titik balik bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar. ICT sebagai teknologi memiliki ciri khas yang sangat berbeda dengan banyak teknologi sebelumnya, dimana tidak selalu identik dengan modal finansial yang besar, tapi modal kekayaan lebih penting dan dominan,&#8221; ujar Muhammad Nuh.</p>
<p>Lebih lanjut Muhammad Nuh mengharapkan ajang INAICTA 2008 ini mampu membangkitkan keberlangsungan semangat putra-putri bangsa untuk melakukan inovasi dan kreativitas dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, dan menjadikannya sebagai karya bangsa yang berkualitas serta dapat dimanfaatkan secara nasional dan berdaya saing global. Mari, kita ikut mendukung suksesnya INAICTA 2008 sebagai titik balik kebangkitan teknologi Indonesia. (<em>Bambang</em>)<a href="http://www.biskom.web.id/data/2008/03/gathering-inaicta-fotobareng.jpg" title="gathering-inaicta-fotobareng.jpg"><img src="http://www.biskom.web.id/data/2008/03/gathering-inaicta-fotobareng.jpg" alt="gathering-inaicta-fotobareng.jpg" height="195" width="404" /></a></p>
<p><em>Keterangan : </em><em>foto bareng di gathering INAICTA 2008</em></p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=237&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/03/26/ramah-tamah-pegiat-ict-di-gathering-inaicta-2008.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INAICTA-2008 : Kebangkitan Nasional Melalui Kreativitas Digital</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 02:30:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[ICT]]></category>
		<category><![CDATA[INAICTA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Memasuki tahun 2008, Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia beserta seluruh pemangku kepentingan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia akan menggelar  Indonesia Information and Communication Technology Award 2008 yang disingkat menjadi INAICTA-2008. INAICTA merupakan agenda tahunan sebagai penghargaan untuk &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.biskom.web.id/data/2008/03/resize-foto-bersama.jpg" alt="resize-foto-bersama.jpg" class="dinamis" />Memasuki tahun 2008, Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia beserta seluruh pemangku kepentingan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia akan menggelar  Indonesia Information and Communication Technology Award 2008 yang disingkat menjadi INAICTA-2008. INAICTA merupakan agenda tahunan sebagai penghargaan untuk mendorong tumbuh kembangnya  industri teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia.INAICTA pertama kali digelar pada tahun 2007 dan berlangsung dengan sukses.  INAICTA-2008 cukup istimewa karena pada perhelatan akbar komunitas TIK  Indonesia ini bertepatan dengan 100 tahun peringatan Kebangkitan Nasional.</p>
<p><span id="more-189"></span></p>
<p><img src="http://www.biskom.web.id/data/2008/03/logo-inaicta-2008.thumbnail.jpg" alt="logo-inaicta-2008.jpg" />Tahun ini, INAICTA mengusung tema  “Kebangkitan Nasional Melalui Kreativitas Digital”  dengan misi “mematangkan ICT industry di Indonesia” dan visi “memposisikan ICT sebagai pemungkin (Enablement) yang dapat digunakan oleh bangsa Indonesia untuk meningkatkan martabat bangsa di dunia International”. INAICTA-2008 bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas profesional yang berpacu dalam pembuat solusi ICT, memacu penggunaan ICT disemua lini industri, mempersiapkan Pemain ICT Local untuk menghadapi kompetisi international, memacu pertumbuhan industri ICT.</p>
<p><img src="http://www.biskom.web.id/data/2008/03/foto-launching.jpg" alt="Foto Launching INAICTA 2008" />Karya ICT putra-putri bangsa Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan karya bangsa lain sehingga INAICTA 2008 ini merupakan ajang tepat untuk mengapresiasikan para aktivis ICT. Selain itu, INAICTA-2008 diharapkan bisa memacu kebangkitan industri TIK Nasional sesuai dengan semangat Kebangkitan Nasional yang telah diikrarkan 100 tahun silam oleh putra-putri bangsa.</p>
<p>Berbagai persiapan dilakukan oleh tim pelaksana untuk mensukseskan INAICTA 2008. Diantara yang dilakukan adalah menyiapkan persiapan pelaksanaan lomba termasuk mengisi website, melakukan registrasi lomba dan mengkoordinasikan pelaksanaan lomba, menyiapkan sosialiasasi, publikasi dan promosi. Kemudian tim pelaksana menyiapkan dan melaksanakan kegiatan penyerahan penghargaan (award), serta administrasi dan pengadaan anggaran. Kegiatan persiapan lainnya adalah untuk menghadapi perlombaan Internasional (training center) bagi para pemenang INAICTA 2008  yang akan tampil di ajang internasional.INAICTA 2008 juga didukung sepenuhnya oleh BISKOM sebagai media partner yang mempublikasikan berbagai kegiatan pada INAICTA 2008.</p>
<p>INAICTA-2008 berisi serangkaian acara yang dimulai pada bulan Maret 2008 dan berakhir pada bulan Agustus 2008. Kegiatan utama INAICTA 2008 adalah perlombaan karya dan inovasi di bidang ICT, seminar, workshop, ekshibisi, business matching program dan malam penganugerahan.</p>
<p>Launching diadakan pada hari ini, Senin, 3 Maret 2008 sebagai pertanda dimulainya berbagai rangkaian kegiatan INAICTA-2008. Menurut <strong>Mohammad Nuh</strong>, Menteri Komunikasi dan Informatika, INAICTA merupakan salah satu faktor memajukan ICT, maka untuk mensukseskan tidak bisa berjalan sendiri yakni harus berkolaborasi dengan siapapun yang punya kepedulian dengan ICT.<br />
&#8220;Lomba-lomba yang diadakan harus dikaitkan dengan <em>competitivness</em>. Namun jangan hanya sampai pada tahap kompetisi saja, kompetisi ini harus bisa sebagai pintu keluar untuk mengekspresikan talenta terhadap ICT sehingga kreativitas digital yang kita miliki bisa sebagai ujung tombak kebangkitan nasional,&#8221; ujar Muhammad Nuh saat launching INAICTA 2008 di kantor Depkominfo, Jakarta (3/3).</p>
<p>Selama bulan Maret hingga Mei 2008, panitia akan melakukan strategi &#8220;Jemput Bola&#8221; dengan melakukan road show kebeberapa kota di Indonesia, diantaranya Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Makassar dan Medan dengan harapan mendapatkan lebih banyak peserta dengan kualitas yang lebih baik lagi.</p>
<p>Pendaftaran kompetisi dibuka mulai bulan April sampai pertengan Mei 2008. Pendaftaran dilakukan secara online di website INAICTA 2008 <a href="http://www.inaicta.web.id">www.inaicta.web.id.</a> Setelah itu dilakukan penjurian mulai bulan Juni 2008 hingga akhir Juli 2008 untuk menilai hasil dari karya peserta yang masuk.</p>
<p>Bulan Agustus merupakan puncak dari kegiatan INAICTA 2008 sehingga banyak acara yang digelar. Diantaranya workshop untuk semakin mematangkan pengetahuan mengenai ICT seperti Blog, Wikipedia, Open Source Software, Animasi, Robot, Game Developer dan Google Mobile. Disediakan juga Boothcamp sebagai tempat untuk menampilkan produk yang berkualitas dan memiliki potential buyer besar di Indonesia.</p>
<p>Kategori INAICTA-2008 yang diperlombakan sebanyak 10 kategori dengan 10 sub kategori, terdiri dari: e-Government, e-Business (finance, automation), e-Education, e-Entertainment, Supply Chain Management, Tools &amp; Infrastructure, Research &amp; Development, Student Project (SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi), Robot (SD, SMP, SMA, Umum), Smart Campus. Diantara beberapa kategori akan dilombakan pada saat eksibisi seperti e-inclusion, Robot, User Generated Content, Games, Festifal Film Animasi, Web Sekolah, Merakit Komputer dan Over Clocking.</p>
<p>Pemenang maupun peserta yang memiliki karya potensial mendapat kesempatan untuk bertemu dan ‘menjual’ karyanya kepada investor sehingga menumbuhkan jiwa technopreneurship dikalangan putra-putri bangsa untuk terus berkarya dimana karya tersebut akan digunakan dan tidak saja menjadi tuan rumah di negeri sendiri tetapi juga mampu menjadi konsumsi yang berkualitas dan berjaya di negara lain.</p>
<p>Dengan dukungan komunitas TIK di Indonesia, INAICTA-2008 akan menjadi tonggak penting dalam perkembangan dan kebangkitan TIK di Indonesia menuju masyarakat berbasis pengetahuan di tahun 2015.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=189&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/03/03/inaicta-2008-kebangkitan-nasional-melalui-kreativitas-digital.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mohammad Nuh : Optimis ICT Indonesia akan Maju</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/02/24/mohammad-nuh-optimis-ict-indonesia-akan-maju.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/02/24/mohammad-nuh-optimis-ict-indonesia-akan-maju.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2008 07:23:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>
		<category><![CDATA[Crase's Law]]></category>
		<category><![CDATA[Depkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[Detiknas]]></category>
		<category><![CDATA[Flagship]]></category>
		<category><![CDATA[ICT]]></category>
		<category><![CDATA[ITE]]></category>
		<category><![CDATA[Metcalafe's Law]]></category>
		<category><![CDATA[Moore's Law]]></category>
		<category><![CDATA[Palapa Ring]]></category>
		<category><![CDATA[TV digital]]></category>
		<category><![CDATA[VOIP]]></category>
		<category><![CDATA[Wimax]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/02/24/mohammad-nuh-optimis-ict-indonesia-akan-maju.bwi/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Berbicara mengenai perkembangan ICT di Indonesia, tentu tidak lepas dari peran Depkominfo. Karena lembaga pemerintahan ini yang bertanggung jawab mengatur berbagai regulasi dan segala upaya untuk memajukan ICT di Indonesia. Beberapa waktu yang lalu, BISKOM berkesempatan menemui Prof. Dr. Ir. &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.biskom.web.id/data/2008/02/mnuh.jpg" alt="mnuh.jpg" class="dinamis" />Berbicara mengenai perkembangan ICT di Indonesia, tentu tidak lepas dari peran Depkominfo. Karena lembaga pemerintahan ini yang bertanggung jawab mengatur berbagai regulasi dan segala upaya untuk memajukan ICT di Indonesia. Beberapa waktu yang lalu, BISKOM berkesempatan menemui Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA., orang nomor satu di Depkominfo. Ditemui di kantornya, M. Nuh tampak sibuk mengurusi pekerjaan sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika apalagi masalah ICT di Indonesia ini sangat kompleks.  Salah satu pekerjaan yang harus diselesaikan di tahun ini adalah departemen yang dipimpinya harus sudah terbebas dari piranti lunak ilegal.</p>
<p><span id="more-174"></span>Pada tahun ini juga, Depkominfo terus berjuang agar masyarakat Indonesia mulai menggunakan piranti lunak legal.</p>
<p>Ada yang istimewa dari M. Nuh. Dibanding dua Menkominfo sebelumnya yang berasal dari partai politik, M. Nuh justru seorang akademisi di bidang teknologi. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tentu bukan hal baru lagi bagi pria kelahiran Surabaya 17 Juni 1959 yang pernah mengenyam pendidikan di Universite Science et Technique du Languedoc (USTL), Montpellier, Perancis.</p>
<p>Beliau juga tercatat sebagai rektor termuda dalam sejarah ITS yang berusia 42 tahun saat menjabat. Dalam rentang masa menjadi rektor, ia menulis buku berjudul Strategi dan Arah Kebijakan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Indonesia-SAKTI).<br />
Untuk mengetahui lebih detail mengenai apa saja yang dikerjakan setelah menjabat sebagai Menkominfo, simak hasil wawancara M.Nuh dengan BISKOM berikut ini.</p>
<p><strong>Hal apa yang mendasari Anda begitu tertarik pada bidang teknologi informasi?</strong><br />
Teknologi Informasi itu pada dasarnya memiliki cluster yang banyak. Ada yang namanya mikroinformatika, yakni mereka yang sangat ahli mengenai urusan TI yang bersifat lebih teknis. Ada lagi makroinformatika, yang berkaitan dengan konsep-konsep, falsafah, trend maupun kebijakan.<br />
Saya mungkin lebih cenderung ke makroinformatika. Jika mau mengembangkan TI, yang perlu diketahui adalah falsafah dasarnya. Kalau ditarik ke belakang, dari sisi budaya itu manusia telah memasuki beberapa fase mulai dari nomadic society, agriculture society, merchandise sociecty, industry society dan saat ini kita memasuki knowledge base society. Di setiap fase tersebut ada ikon teknologi atau teknologi yang sudah umum digunakan oleh orang kebanyakan. Saat ini, ikon teknologinya adalah komputer karena semua orang apapun profesinya membutuhkan perangkat tersebut.</p>
<p><strong>Di setiap fase perkembangan teknologi, kita mengenal satu tokoh penggagas. Siapa tokoh yang Anda anggap begitu berjasa dalam perkembangan teknologi, khususnya di Indonesia?</strong><br />
Pada dasarnya, ada tiga hukum yang mendasari teknologi informasi yaitu Moore&#8217;s Law, Metcalafe&#8217;s Law dan Crase&#8217;s Law. Moore adalah pendiri Intel Chip, dia pernah bilang bahwa setiap 18 bulan, kemampuan kapasitas chip itu meningkat pesat dengan harga yang relatif sama. Komputer sejak dulu harganya di kisaran Rp. 5 juta, sekarang pun harganya juga sekitar Rp. 5 juta. Padahal kemampuannya jauh berbeda antara dulu dengan sekarang yang jauh lebih cepat. Untuk itu paradigma sekarang telah berubah, bukan yang besar mengalahkan yang kecil, tapi yang cepat mengalahkan yang lambat. Kemudian falsafah kedua adalah Metcalafe, dia adalah penemu Internet Protocol. Suatu sistem yang memungkinkan perangkat satu dengan yang lainnya dapat berkomunikasi atau terhubung lewat jaringan. Falsafah ketiga adalah dari Crase, dia merupakan pemenang nobel ekonomi. Teorinya mengajarkan tentang pentingnya efisiensi.</p>
<p><strong>Singkatnya, apa yang mengilhami terhadap TI dari tiga tokoh tersebut?</strong><br />
IT Culture itu diilhami dari tiga falsafah tiga orang tersebut yaitu Moore&#8217;s law tentang speed atau kecepatan, Metcalafe&#8217;s law tentang network atau jejaring dan Crase&#8217;s law tentang efisiensi. Jadi, aneh kalau sudah menggunakan TI, tapi menjadi lebih lambat, tidak mau membuka jaringan dan boros. Apalagi kini, kita sudah masuk ke jaman TI, tapi culture-nya belum comply.  ICT terus berkembang dari waktu ke waktu sehingga kita harus lebih tanggap jika tidak ingin ketinggalan. Nah, kalau mau mengembangkan ICT, kita juga harus memasukkan value dari ICT tersebut yaitu speed, networking dan efisiensi. Ketiga nilai ini harus terpenuhi jika ingin mengembangkan ICT secara tepat guna.</p>
<p><strong>Kalau di Indonesia untuk saat ini, bagaimana kondisi teknologi informasinya?</strong><br />
Jadi yang ingin saya tekankan, seperti apapun kondisi negara ini khususnya dalam hal ICT, kita harus tetap optimis. Karena optimisme itu akan melahirkan percaya diri, orang yang memiliki rasa percaya diri bisa memunculkan motivasi. Orang yang memiliki motivasi. Orang yang memiliki motivasi, akhirnya akan berani untuk berusaha atau berikhtiar. Salah satu kunci kesuksesan adalah jika seseorang mau memaksimalkan usaha. Kemampuan berusaha itulah yang akan melahirkan kreativitas. Kreativitas itu nantinya akan melahirkan inovasi yang akan mempengaruhi secara besar pada produktivitas. Produktivitas itu ujung-ujungnya akan melahirkan kompetisi.<br />
Dari sejak proses kelahiran menjadi manusia, kita sudah menang dalam kompetisi, maka sudah seharusnya ketika kita sudah menjadi manusia, tentu kita harus lebih kompetitif. Saat ini, paradigma kompetisi sudah berubah. Kalau dulu model kompetisi itu yang besar mengalahkan yang kecil. Sekarang paradigma berubah menjadi yang cepat mengalahkan yang lambat. Walaupun besar, tapi kalau jalannya lambat, akan sangat mudah dikalahkan oleh yang cepat walaupun ukurannya kecil. Untuk itu, dari awal kita harus menanamkan rasa optimisme tersebut.</p>
<p><strong>Selama tahun 2007, apa saja yang dihadapi Depkominfo berkaitan dengan ICT?</strong><br />
Sepanjang tahun 2007, banyak sekali persoalan hukum seperti keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang walaupun tidak berhubungan dengan Depkominfo, tetapi berkaitan dengan ICT. Kemudian masalah tender USO, satelit, kode akses dan sebagainya. Partisipasi publik juga cukup besar terutama dari perusahaan telekomunikasi untuk bersama-sama mengembangkan telekomunikasi di Indonesia dimana puncaknya ditandai dengan kesepakatan Palapa Ring. Hal penting yang juga dirasakan Depkominfo adalah sudah mulai dirasakan produk-produk ICT di dalam pengambilan keputusan di departemen-departemen yang disimbolkan dengan 7 flagship di Detiknas. Ini merupakan keputusan politik yang sangat mahal untuk menjadikan 7 flagship agar segera diselesaikan.</p>
<p><strong>Apa saja rencana-rencana Depkominfo untuk tahun 2008 ini?</strong><br />
Di tahun 2008, Kominfo merasa optimis untuk berpatisipasi memberikan kontribusi yang lebih baik terhadap ICT di Indonesia. Diantara yang kami rencanakan adalah pelaksanaan pembangunan Palapa Ring pada kuartal I 2008 dan diharapkan selesai akhir tahun 2008. Untuk penyiapan siaran TV digital, kami akan mulai melakukan uji coba siaran TV digital di tahun ini. Kami juga akan melakukan penyusunan roadmap layanan dan konten ICT nasional sejalan dengan infrastruktur yang telah konvergen. Untuk masalah penyiapan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), kami akan melanjutkan pembahasan dengan DPR dan diharapkan selesai tahun ini. Selain itu masih banyak lagi yang akan kami lakukan untuk memajukan ICT di Indonesia.</p>
<p><strong>Secara ringkas, apa tugas pokok dari Depkominfo?</strong><br />
TI itu ruang lingkupnya kan banyak, seperti infrastruktur, industri atau apa saja yang membutuhkan perhatian besar. Namun, pada dasarnya tugas pokok yang dilakukan oleh Depkominfo adalah ingin membentuk masyarakat informasi. Setelah diidentifikasi untuk membentuk masyarakat informasi, maka bisa tercapai dengan adanya accessibility. Accessibility ini dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu infrastruktur, keterjangkauan atau affordability, dan e-readiness.<br />
Meskipun ada infrastruktur, tapi kalau membayar terlalu mahal juga tidak akan bisa berjalan dengan baik. Begitu juga dengan e-readiness, meskipun ada infrastuktur dan harga terjangkau, tapi kalau masyarakat masih belum memiliki e-readiness, juga belum bisa berjalan. Maka, untuk membangun masyarakat berbasis informasi, ketiga hal tersebut harus ada.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan masalah ijin penyiaran yang Depkominfo targetkan untuk selesai di tahun ini?</strong><br />
Ya betul, di tahun ini kami menargetkan untuk menyelesaikan sebanyak 2.205 izin penyiaran. Selama tahun 2007, terdapat 2.205 permohonan izin penyelenggaraan penyiaran (IPP) yang masuk ke Depkominfo. Namun dari jumlah itu baru sekitar 20% di antaranya yang sudah diproses. Permohonan IPP itu mencakup izin penyiaran radio eksisting, izin prinsip radio, izin televisi eksisting, dan izin prinsip televisi.</p>
<p>Beberapa waktu lalu Anda mengatakan bahwa akan diluncurkan teknologi WiMAX versi Indonesia. Bisa diceritakan sejauh mana kesiapannya saat ini?<br />
Kami akan meluncurkan WiMAX versi Indonesia pada 28 Mei 2008 nanti. Ini sebagai kebanggaan nasional di bidang teknologi. Proyek WiMAX versi Indonesia saat ini sedang dalam tahap penelitian yang dilakukan Depkominfo bersama dengan BPPT, Ristek dan LIPI. Kami punya hasil riset berupa bagian-bagian WiMAX yang masih terpisah, masih dalam bentuk yang belum utuh. Karenanya kami mempunyai tugas untuk menggabungkan ini semua dengan orientasi hasil akhir produk.</p>
<p><strong>Apa yang Anda harapkan dari WiMAX versi Indonesia ini?</strong><br />
Sama seperti teknologi WiMAX pada umumnya, yang versi Indonesia ini juga kami harapkan dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan koneksi Internet berkualitas dan melakukan aktivitas dan teknologi nirkabel telekomunikasi berbasis protokol internet (VoIP). WiMAX versi Indonesia kan pada prinsipnya adalah merupakan hasil riset anak bangsa. Di sinilah kami mencoba untuk mulai menggunakan teknologi buatan sendiri.</p>
<p><strong>Kemudian, apa langkah yang bisa dilakukan untuk mewujudkan masyarakat informasi?</strong><br />
Kami mengharap pemerintah dan seluruh stakeholder mampu mendorong ICT awareness kepada publik bahwa ICT memiliki kecepatan yang luar biasa dalam pembangunan ekonomi bangsa. Di masa mendatang, masyarakat akan memiliki drive movement yang lebih cepat untuk memajukan bangsa, bersaing dengan bangsa-bangsa lain di seluruh dunia.<br />
Kita juga perlu untuk men-desakralisasi TI. Saya melihatnya, TI itu masih dianggap sakral. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa atau mau memanfaatkannya. Beberapa orang masih enggan untuk menggunakan TI. padahal setiap orang memerlukannya. Kami mulai berusaha untuk menyediakan akses internet gratis seperti yang sudah ada di setiap alun-alun seluruh Kabupaten di Jawa Timur bekerjasama dengan Telkom.</p>
<p><strong>Jadi, mungkinkah Indonesia bisa mengejar ketertinggalan dalam hal pemanfaatan ICT?</strong><br />
Kalau kita berbicara di tingkat daerah, kota yang memiliki peringkat ICT tinggi itu justru bukan di kota besar seperti Jakarta, Surabaya atau lainnya. Tapi malah kota kecil seperti Jembrana dan Sragen. Berbicara di tingkat yang lebih luas lagi yaitu negara pun sama halnya. Peringkat tertinggi dalam hal penerapan ICT justru tidak tidak diraih oleh Amerika atau Inggris, tapi malah negara kecil seperti Findlandia atau Swiss. Artinya apa? Ini tergantung dari kemauan. Maka dari itu, Indonesia juga memiliki peluang untuk mengembangkan ICT asalkan mau. Untuk itu kita harus selalu optimis bahwa ICT di Indonesia akan maju.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=174&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/02/24/mohammad-nuh-optimis-ict-indonesia-akan-maju.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tampil Lebih Memikat Dengan Brand Baru Computer Square Be Mall</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/02/01/tampil-lebih-memikat-dengan-brand-baru-computer-square-be-mall.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/02/01/tampil-lebih-memikat-dengan-brand-baru-computer-square-be-mall.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 11:56:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[APTIKOM]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung Comtech]]></category>
		<category><![CDATA[Be Mall]]></category>
		<category><![CDATA[Blix]]></category>
		<category><![CDATA[Computer Square]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Komputer Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[I2TB]]></category>
		<category><![CDATA[ICT]]></category>
		<category><![CDATA[IGOS]]></category>
		<category><![CDATA[Mega Bazaar]]></category>
		<category><![CDATA[NEXT]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/02/01/tampil-lebih-memikat-dengan-brand-baru-computer-square-be-mall.bwi/</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/data/2008/02/bemall1.jpg"></a>Bandung kini memiliki landmark baru yang menjadi tempat dilangsungkannya berbagai kegiatan ICT yaitu di Be Mall. Mall yang berada di lokasi strategis Jl. Naripan / Jl. Veteran Bandung ini menerapkan konsel satu atap untuk ICT. Konsep satu di Be Mall &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/data/2008/02/bemall1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-136" title="Brand Baru Be-Mall" src="http://www.biskom.web.id/data/2008/02/bemall1.jpg" alt="" width="300" height="217" /></a>Bandung kini memiliki landmark baru yang menjadi tempat dilangsungkannya berbagai kegiatan ICT yaitu di Be Mall. Mall yang berada di lokasi strategis Jl. Naripan / Jl. Veteran Bandung ini menerapkan konsel satu atap untuk ICT. Konsep satu di Be Mall mencakup berbagai kegiatan yang bisa diselenggarakan seputar ICT seperti pameran, seminar, workshop, pelatihan, kompetisi dan lain-lainnya. Be Mall terbukti sukses sebagai tempat untuk diselenggarakannya berbagai kegiatan ICT, bahkan yang tidak berhubungan dengan ICT seperti kegiatan otomotif dan kesenian juga sukses digelar.</p>
<p>Untuk semakin meningkatkan kepuasan layanan kepada pengunjung, Be Mall akan tampil lebih fresh dan memikat dengan menggunakan brand baru, Computer Square Be Mall. Brand tersebut akan semakin mengukuhkan keberadaan Be Mall sebagai IT Center di Bandung dan sekitarnya. Untuk itu, di tahun 2008 ini berbagai kegiatan yang berkaitan dengan ICT akan diselenggarakan di Computer Square Be Mall. Dukungan juga datang dari berbagai pihak seperti forum pengusaha komputer, pemerintah, asosiasi dan stakeholder untuk memajukan ICT   dengan membuka layanan di Computer Square Be Mall.</p>
<p><strong>Dukungan dari Forum Pengusaha Komputer</strong><br />
Pengusaha-pengusaha komputer di Bandung yang tergabung dalam organisasi FORKKOM (Forum Komunikasi pedagang Komputer) antusias dengan brand baru Computer Square Be Mall. Hal ini diungkapkan oleh Efrizal, SE, Ketua Umum Forkkom, yang juga menyatakan akan mendukung pameran komputer di Computer Square Be Mall. “Pameran-pameran komputer seperti MBC, FKI, BLIX, Bandung Comtech dan lainnya yang diselenggarakan di Be Mall ini menjadi peluang usaha menguntungkan bagi pengusaha komputer di Bandung. Forkkom berkomitmen mendukung dan memajukan Be Mall sebagai satu-satunya Mall ICT di Bandung dengan konsep satu atap, hal ini penting bagi kemajuan ICT di Bandung khususnya dan Indonesia pada umumnya” ujar Efrizal penuh semangat.<br />
Efrizal menerangkan bahwa untuk selanjutnya FORKKOM akan mendukung Computer Square Be Mall untuk terus melakukan upaya dan strategi mengembangkan mall. “Kualitas dan keunikan berbagai produk yang ditawarkan di Computer Square Be Mall merupakan nilai lebih bagi konsumen,” tambah Efrizal.</p>
<p><strong>Dukungan dari Pemerintah, Asosiasi dan Stakeholder</strong><br />
Computer Square Be Mall dipandang cukup representatif sebagai tempat untuk memajukan ICT di Bandung sehingga mendapat dukungan dari stakeholder dan pemerintah. Kementerian Ristek menempatkan IGOS Center Bandung di Computer Square Be Mall sebagai tempat inkubasi pengembang Open Source di Bandung. Lewat I2TB (Inkubator Inovasi Telematika Bandung), Depkominfo berusaha memajukan pengembang software dan juga industri kreatif. Ir. Lolly Amalia Abdullah, Msc., Direktur Sistem Informasi Perangkat Lunak dan Konten Depkominfo, menandaskan bahwa untuk tahun 2008 Depkominfo menganggarkan biaya sebesar Rp. 1,5 milyar untuk inkubator ini. “Tahun pertama ini merupakan ujian bagi kami apakah bisa berjalan dengan baik atau tidak. Untuk itu kami tidak bisa bekerja sendiri, perlu bekerja sama dengan yang pihak lain sesama departemen maupun swasta. Kalau kita memiliki pemikiran yang sama atau tujuan yang sama, saya yakin kita akan bisa semakin berkembang,” jelas Lolly Amalia.<br />
Selain pemerintah, dari kalangan pendidikan perguruan tinggi yaitu Aptikom (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika &amp; Komputer) akan membuka sekretariat NEXT (National E-learning X-change Technology) di Computer Square Be Mall. Saat ini, beberapa vendor ICT terkemuka sudah membuka layanan di Computer Square Be Mall seperti XL Center, Nokia Center, Canon Showroom &amp; Service Center, Sony Vaio Showroom, BenQ Showroom, Apple Showroom, Acer Point, Microsoft Showroom.</p>
<p><strong>Semarak dengan Berbagai Ajang ICT</strong><br />
Tahun 2008, Computer Square Be Mall Bandung ramai dengan berbagai kegiatan ICT, terbukti beberapa acara sudah diagendakan untuk diselenggarakan. Ajang ICT di Computer Square Be Mall yang digelar sepanjang tahun 2008 antara lain Be Mall Chinese New Year Sale tanggal 25 Januari – 23 Februari 2008, Mega Bazaar Computer (MBC) XIII tanggal 12-16 Maret 2008, Electronic Sport World Cup (ESWC) tanggal 28 – 30 Maret 2008, Bandung Lifestyle IT Expo (BLIX) tanggal 3-7 Mei 2008, Festival Komputer Indonesia (FKI) 2008 tanggal 11-15 Juni 2008 dan Bandung Comtech 2008 tanggal 12-16 November 2008.<br />
Bagi pecinta gadget atau yang membutuhkan belanja TI, pameran komputer merupakan agenda penting karena bisa mengetahui berbagai produk terbaru dengan harga lebih murah. MBC, BLIX, FKI dan Bandung Comtech bisa menjadi pilihan utama warga Bandung dan sekitarnya di sepanjang 2008 ini. Industri game juga meningkat pesat, untuk itu digelar berbagai kompetisi untuk menguji ketangguhan mania game. Kompetisi game tingkat dunia akan digelar di Computer Square Be Mall seperti ESWC, menyusul World Game Tournament (WGT) dan World Cyber Game (WCG) di waktu selanjutnya. Pameran produk selular pun rencana akan digelar di Computer Square Be Mall menghadirkan kecanggihan handphone terkini. Selamat menikmati &#8216;atmosfir&#8217; ICT di Computer Square Be Mall Bandung. •BAMBANG</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=110&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/02/01/tampil-lebih-memikat-dengan-brand-baru-computer-square-be-mall.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

