<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BISKOM : Mitra Komunitas Telematika &#187; IGOS</title>
	<atom:link href="http://www.biskom.web.id/tag/igos/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.biskom.web.id</link>
	<description>Situs Berita Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 14:01:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>APKOMINDO DIY &#8211; RISTEK PEDULI PENDIDIKAN II “Komputer Untuk Tunas Bangsa”</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/03/13/apkomindo-diy-ristek-peduli-pendidikan-ii-%e2%80%9ckomputer-untuk-tunas-bangsa%e2%80%9d.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/03/13/apkomindo-diy-ristek-peduli-pendidikan-ii-%e2%80%9ckomputer-untuk-tunas-bangsa%e2%80%9d.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 03:59:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Apkomindo]]></category>
		<category><![CDATA[IGOS]]></category>
		<category><![CDATA[Ristek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=1917</guid>
		<description><![CDATA[<p>Kekayaan seni dan budaya yang berlimpah membuat semua orang sepakat bahwa Yogyakarta adalah salah satu kota paling membanggakan yang dimiliki Indonesia. Tak heran jika Yogyakarta diberi julukan ‘Kota Istimewa’ atau Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). </p>
<p>Pada April 2004,  Gubernur DIY, <strong>Sri </strong>&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1972" title="resize-sambutan-hadi-11" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/03/resize-sambutan-hadi-11.jpg" alt="resize-sambutan-hadi-11" width="300" height="218" />Kekayaan seni dan budaya yang berlimpah membuat semua orang sepakat bahwa Yogyakarta adalah salah satu kota paling membanggakan yang dimiliki Indonesia. Tak heran jika Yogyakarta diberi julukan ‘Kota Istimewa’ atau Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). </p>
<p>Pada April 2004,  Gubernur DIY, <strong>Sri Sultan Hamengku Buwono X</strong>, telah mencanangkan Yogyakarta menjadi cyber province pertama diIndonesia. Sejak itu, gelombang kemajuan TI  tidak pernah berhenti dan mau menunggu, bahkan setiap saat para produsen teknologi dunia seakan melakukan perlombaan di kota ini. </p>
<p>Sayangnya, penyebaran pertumbuhan TI  di Yogyakarta tidak merata. Konsentrasi pertumbuhan bisnis dan pusat keramaian didominasi oleh daerah di kabupaten Sleman dan Kodya Yogyakarta. Sedangkan 3 kabupaten lainnya, yaitu Kab. Bantul, Kab. Kulonprogo dan Kab. Gunungkidul relatif tertinggal. </p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1973" title="resize-sambutan-agus-11" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/03/resize-sambutan-agus-11.jpg" alt="resize-sambutan-agus-11" width="300" height="237" />Berangkat dari sini, Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) DIY terus mengupayakan gerakan <a href="http://www.biskom.web.id/2008/03/05/gerakan-apkomindo-peduli-pendidikan-komputer-untuk-tunas-bangsa.bwi">Apkomindo Peduli Pendidikan yang diadakan sejak tahun 2008</a>. Gerakan ini merupakan perwujudan tanggungjawab sosial kepada masyarakat karena sebagai sebuah asosiasi, APKOMINDO DIY harus terus-menerus memacu pertumbuhan dan mengembangkan pendidikan TI  di Yogyakarta. Dana untuk menunjang kegiatan ini dikumpulkan dari anggota asosiasi yang merupakan perusahaan-perusahaan komputer di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, juga dari kegiatan-kegiatan lain yang  sebagian hasilnya digunakan untuk mendukung program kemasyarakatan ini.  </p>
<p>Gerakan yang mengangkat tema “Komputer untuk Tunas Bangsa” ini diadakan pada tanggal 14 Maret 2009 di JEC Lt. 2, Yogyakarta. Seperti tahun lalu, pada tahun ini, APKOMINDO DIY juga bekerjasama dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Menegristek).  </p>
<p>Gerakan APKOMINDO – RISTEK Peduli Pendidikan diwujudkan dalam bentuk pemberian sumbangan komputer untuk 6 SD di  wilayah Yogyakarta non kotamadya. SD yang akan menerima sumbangan dipilih berdasarkan tiga kriteria,  yakni SD Inti,  belum mempunyai komputer untuk Proses Belajar Mengajar, dan SD dengan jumlah siswa terbanyak. Dan akhirnya, SD-SD itu adalah SD Negeri Ledoknongko, SD Negeri Monggang, SDN Pergiwatuwetan, SD Negeri Kepek I, SD Negeri Sodo, SD Negeri Piyaman I. </p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1974" title="resize-pelatihan1" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/03/resize-pelatihan1.jpg" alt="resize-pelatihan1" width="300" height="246" />Selain bantuan komputer, juga diadakan Pelatihan Komputer untuk guru-guru di SD yang bersangkutan. Pelatihan komputer lanjutan juga kembali dilakukan di <a href="http://www.biskom.web.id/2008/02/27/majukan-pendidikan-ti-apkomindo-diy-sumbang-pc-ke-sekolah.bwi">6 SD yang sudah menerima sumbangan PC pada tahun 2008</a>.  </p>
<p>Pelatihan dibagi atas 3 sesi, yakni  Pengenalan Sistem Operasi IGOS Nusantara, Proses Instalasi IGOS Nusantara, dan Mengoperasikan IGOS Nusantara. IGOS Nusantara sendiri adalah sistem operasi dengan sumber terbuka yang telah dikembangkan Kemenristek. PC yang disumbangkan untuk SD-SD di wilayah Yogyakarta juga telah diinstalasi sistem operasi IGOS Nusantara. </p>
<p>“Tujuan pelatihan ini adalah agar para guru dapat memanfaatkan PC APKOMINDO PEDULI dan IGOS Nusantara untuk Proses Belajar Mengajar di sekolah. Bahkan diharapkan para guru dapat berpartisipasi secara aktif dalam mengembangkan IGOS Nusantara,” kata <strong>Hadi Santono</strong>, Ketua APKOMINDO DIY. </p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1975" title="resize-foto-bersama-setelah-serah-terima-sumbangan-11" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/03/resize-foto-bersama-setelah-serah-terima-sumbangan-11.jpg" alt="resize-foto-bersama-setelah-serah-terima-sumbangan-11" width="300" height="226" />Pada kesempatan yang sama, <strong>Agus Sediadi</strong>, Kabid. Kemitraan Lembaga TI Kemenristek mengatakan, banyak pihak meyakini bahwa ketertinggalan dalam penguasaan TI akan mengakibatkan terisolirnya suatu negara dari dunia informasi, yang selanjutnya akan membawa implikasi pada tertinggalnya negara tersebut dalam persaingan global.  </p>
<p>Program IGOS yang sudah dicanangkan sejak tahun 2004 masih perlu sosialisasi lebih gencar ke masyarakat, sehingga perlu adanya kerjasama yang lebih erat antara ABG (Akademisi, Business dan Government). “Adanya Gerakan APKOMINDO Peduli Pendidikan “Komputer Untuk Tunas Bangsa 2009” dari APKOMINDO Yogyakarta, merupakan salah satu upaya yang nyata dan senergis dari komunitas penguhasa dengan program pemerintah untuk mempercepat  peningkatkan pengetahuan dan kemampuan SDM dalam pemanfaatan, pengembangan dan penguasaan TI, khususnya dalam pemanfaatan sistem operasi open source,” tambahnya.    </p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1926" title="sekolah" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/03/sekolah.jpg" alt="sekolah" width="300" height="261" />Agus Sediadi berharap, APKOMINDO di berbagai daerah lain juga terus membantu masyarakat dalam menyiapkan software legal berbasis open source yang dapat di-bundling dengan berbagai hardware sesuai kebutuhan masyarakat.  </p>
<p>Gerakan APKOMINDO Peduli Pendidikan tahap kedua ini juga bekerjasama dengan POSS Universitas Gajah Mada dan Kelompok Studi Linux-Universitas Atmajaya Jogyakarta. Majalah BISKOM menjadi media partner untuk acara ini.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=1917&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/03/13/apkomindo-diy-ristek-peduli-pendidikan-ii-%e2%80%9ckomputer-untuk-tunas-bangsa%e2%80%9d.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komputer untuk Tunas Bangsa</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2009/02/03/komputer-untuk-tunas-bangsa.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2009/02/03/komputer-untuk-tunas-bangsa.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 15:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Apkomindo]]></category>
		<category><![CDATA[IGOS]]></category>
		<category><![CDATA[Ristek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=1771</guid>
		<description><![CDATA[<p>Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia, Apkomindo DIY bersama Kementerian Ristek dan Teknologi RI beserta Majalah Biskom, menyelenggarakan program Komputer untuk Tunas Bangsa 2009. Program ini merupakan pemberian sumbangan komputer kepada sejumlah SD di wilayah DIY dan pelatihan &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1772" title="engkos-9" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2009/02/engkos-9.jpg" alt="engkos-9" width="300" height="200" />Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia, Apkomindo DIY bersama Kementerian Ristek dan Teknologi RI beserta Majalah Biskom, menyelenggarakan program Komputer untuk Tunas Bangsa 2009. Program ini merupakan pemberian sumbangan komputer kepada sejumlah SD di wilayah DIY dan pelatihan komputer program IGOS Nusantara, serta Open Office.</p>
<p>Staf Ahli Menegristek Bidang TIK, <strong>Prof. Dr. Engkos Koswara</strong> yang mewakili menegristek, mengatakan  bahwa Kemajuan TIK bukan hanya milik kota-kota besar, daerah-daerah juga harus diperhatikan. &#8220;Usaha-usaha yang dilakukan oleh Apkomindo DIY patut mendapat acungan jempol dan seharusnya ditiru juga oleh daerah-daerah lain. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Ristek selalu mendukung setiap kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan teknologi informasi melalui pelatihan-pelatihan penggunaan aplikasi software IGOS Nusantara dan Open Office yang berbasis Open Source Software&#8221; ujar Engkos.</p>
<p>Sementara itu <strong>Hadi Santono</strong>, ketua Apkomindo DIY mengungkapkan bahwa Gerakan APKOMINDO-RISTEK PEDULI PENDIDIKAN 2009 ini adalah untuk mengulang sukses Program <a href="http://www.biskom.web.id/2008/02/27/majukan-pendidikan-ti-apkomindo-diy-sumbang-pc-ke-sekolah.bwi">APKOMINDO PEDULI PENDIDIKAN 2008</a> dan sekaligus mengawali tahun 2009 dengan Tema “Komputer untuk Tunas Bangsa”.</p>
<p>&#8220;Gerakan APKOMINDO-RISTEK PEDULI PENDIDIKAN ini diwujudkan dalam bentuk pemberian sumbangan PC untuk SD-SD di wilayah DIY, sekaligus pelatihan komputer untuk guru-guru di SD yang bersangkutan. Untuk itu kami mengajak kepada para para pengusaha komputer dan perlengkapannya, baik itu prinsipal, vendor atau master dealer untuk dapat turut berpartisipasi dan dapat menghubungi  <strong>Salim Jefri</strong>, Kasie Sosial dan Pelayanan Masyarakat Apkomindo DIY &#8221; jelas Hadi Santono.</p>
<p>Direncanakan program ini berlangsung pada bulan Pebruari, Maret dan April 2009.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=1771&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2009/02/03/komputer-untuk-tunas-bangsa.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bandung Comtech 2008 &#8211; Berusaha Tetap Eksis Dalam Krisis</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/11/13/bandung-comtech-2008-berusaha-tetap-eksis-dalam-krisis.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/11/13/bandung-comtech-2008-berusaha-tetap-eksis-dalam-krisis.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 09:39:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung Comtech]]></category>
		<category><![CDATA[Depkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[IGOS]]></category>
		<category><![CDATA[ITB]]></category>
		<category><![CDATA[ROCI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Widyatama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=1468</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/11/crowd.jpg"></a>Bandung &#8211; Di tengah kondisi ekonomi global yang sedang terpuruk, bukan perkara mudah untuk menggelar event seperti Bandung Comtech 2008. Namun acara yang mengusung tema IT Education &#38; Expo ini tetap pede meski tanpa target tinggi.</p>
<p>Sebagai event yang melibatkan &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/11/crowd.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1509" title="crowd" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/11/crowd-300x234.jpg" alt="" width="300" height="234" /></a>Bandung &#8211; Di tengah kondisi ekonomi global yang sedang terpuruk, bukan perkara mudah untuk menggelar event seperti Bandung Comtech 2008. Namun acara yang mengusung tema IT Education &amp; Expo ini tetap pede meski tanpa target tinggi.</p>
<p>Sebagai event yang melibatkan vendor-vendor komoditi elektronik seperti komputer, laptop, ISP dan lain-lain, buruknya kondisi perekonomian global jelas berpengaruh.</p>
<p>Event Coordinator Bandung Comtech 2008, <strong>Andi Tanudireja</strong> juga mengakui hal ini. Namun dijelaskannya, BISKOM sebagai penyelenggara kegiatan sejak awal memang mendesain event ini bukan sekadar untuk komersil. &#8220;Event ini juga digelar untuk memfasilitasi pendidikan IT terhadap masyarakat,&#8221; ujarnya di BeMall, Rabu (12/11/2008).</p>
<p>Selama event yang digelar 12-16 November 2008, ada beberapa kegiatan yang mengandung nilai edukasi seperti konsultasi software open source, workshop dan demo software, internet security competition, demo dan pelatihan membuat robot, seminar open source untuk pendidikan, workshop membedah rahasia e-commerce dan demo serta workshop aplikasi lain.</p>
<p>Pihak-pihak yang terlibat pun tidak hanya vendor produk, tetapi juga akademisi, bisnis, goverment dan komunitas. Mereka antara lain ITB, Universitas Widyatama, Depkominfo, Depdiknas, IGOS, ROCI juga komunitas fotografi.</p>
<p>Untuk menarik pengunjung, Bandung Comtech 2008 menyediakan hadiah dan doorprize. Diungkapkan Andi, dengan banyaknya hadiah. Mungkin tidak berlebihan bila dikatakan banjir hadiah. Hadiah utama yang disediakan oleh panitia adalah sebuah motor yang dipersembahkan oleh sponsor. Pengunjung yang bertransaksi minimal Rp 500.000 mendapat satu kupon undian untuk hadiah utama, dan berlaku kelipatannya.</p>
<p>Pengunjung yang tidak melakukan transaksi juga tidak akan tangan kosong. Masih ada kesempatan mendapatkan hadiah dari selingan-selingan games. Ada kegiatan seperti foto exhibition dari seruni model atau internet security competition juga menyiapkan hadiah.</p>
<p>Pada event kali ini, panita tidak memasang target muluk-muluk. Jumlah pengunjung diharapkan sama dengan tahun sebelumnya, demikian juga transaksi. &#8220;Yang pasti kita harus tetap melakukan sesuatu meski sedang krisis. Karena kalau tidak kita akan berhenti, sementara teknologi selalu bergerak,&#8221; tandas Andi.</p>
<p><strong><br />
Agus Fauzi</strong> &#8211; <a href="http://bandung.detik.com/read/2008/11/12/184336/1035955/486/berusaha-tetap-eksis-dalam-krisis">detikBandung</a></p>
<p><em>*)Penulis merupakan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Semester 7. Tulisan ini dibuat dalam kegiatan Sehari Menjadi Wartawan Detikcom di BeMall, 12-16 November 2008. </em><em>kerjasama antara BISKOM dan detikBandung.com dalam acara Pameran Bandung Comtech 2008</em></p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=1468&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/11/13/bandung-comtech-2008-berusaha-tetap-eksis-dalam-krisis.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bandung Comtech 2008 &#8211; Pendidikan Lebih Dulu, Baru Industri</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/11/13/bandung-comtech-2008-pendidikan-lebih-dulu-baru-industri.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/11/13/bandung-comtech-2008-pendidikan-lebih-dulu-baru-industri.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 07:16:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung Comtech]]></category>
		<category><![CDATA[IGOS]]></category>
		<category><![CDATA[ROCI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=1463</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/11/bandung-comtech-08.jpg"></a>Bandung &#8211; Dalam kondisi krisis, bukan berarti industri IT lantas berdiam diri. Memberikan perhatian lebih besar untuk edukasi akan menjadi investasi yang pada akhirnya menguntungkan dunia industri.</p>
<p>Dari apa yang terlihat di Bandung Comtech 2008 yang digelar di BeMall 12-16 &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/11/bandung-comtech-08.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1507" title="bandung-comtech-08" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/11/bandung-comtech-08-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Bandung &#8211; Dalam kondisi krisis, bukan berarti industri IT lantas berdiam diri. Memberikan perhatian lebih besar untuk edukasi akan menjadi investasi yang pada akhirnya menguntungkan dunia industri.</p>
<p>Dari apa yang terlihat di Bandung Comtech 2008 yang digelar di BeMall 12-16 November 2008, kesulitan ekonomi ternyata tidak mencegah digelarnya pameran produk-produk IT. Berbagai kalangan di antaranya akademisi seperti kampus, bisnis dan pemerintah, tetap berusaha melakukan sesuatu.</p>
<p>Beberapa komunitas juga terlibat seperti ROCI yang menggelar demo dan pelatihan Membuat Robot Itu Mudah, serta seminar open source untuk pendidikan oleh IGOS Center Bandung. Selain itu ada workshop membedah rahasia E-Commerce.</p>
<p>Dijelaskan <strong>Andi Tanudiredja</strong>, coordinator event Bandung Comtech 2008, kombinasi ragam pihak dan komunitas di atas diharapkan dapat menjembatani kepentingan mereka terkait dengan dunia IT. &#8220;Jika target komersil sulit dicapai dalam kondisi krisis, faktor pendidikan menjadi target yang sangat strategis dan memang dibutuhkan,&#8221; ujarnya di BeMall, Rabu (12/11/2008).</p>
<p>&#8220;Hasilnya mungkin tidak terlihat saat ini, tetapi jika masyarakat semakin terdidik tentang teknologi maka nantinya juga mereka akan butuh produk-produk teknologi. Misalnya dulu tidak tahu internet, setelah tahu mereka akan mencari ISP agar bisa menggunakan internet,&#8221; lanjut Andi.</p>
<p>Setelah tahun lalu dikunjungi 7.000 sampai 8.000 orang per hari selama lima hari, Bandung Comtech kali ini juga diharapkan sama. &#8220;Jika ada kenaikan pengunjung, ini akan menjadi indikator besarnya ketertarikan masyarakat Kota Bandung terhadap IT,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Oleh <em><strong>Dwiyanti Nandang</strong></em> &#8211; <a href="http://bandung.detik.com/read/2008/11/12/193111/1035984/486/pendidikan-lebih-dulu-baru-industri">detikBandung</a></p>
<p><em>*)Penulis merupakan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Semester 7. Tulisan ini dibuat dalam kegiatan Sehari Menjadi Wartawan Detikcom di BeMall, 12-16 November 2008 kerjasama antara BISKOM dan detikBandung.com dalam acara Pameran Bandung Comtech 2008<br />
</em></p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=1463&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/11/13/bandung-comtech-2008-pendidikan-lebih-dulu-baru-industri.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BANDUNG COMTECH 2008 Kembali digelar di Be Mall</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/10/10/bandung-comtech-2008-kembali-digelar-di-be-mall.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/10/10/bandung-comtech-2008-kembali-digelar-di-be-mall.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 12:09:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Asus]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung Comtech]]></category>
		<category><![CDATA[Be Mall]]></category>
		<category><![CDATA[Blix]]></category>
		<category><![CDATA[Eee PC]]></category>
		<category><![CDATA[ESWC]]></category>
		<category><![CDATA[FKI]]></category>
		<category><![CDATA[IGOS]]></category>
		<category><![CDATA[IGOS Summit]]></category>
		<category><![CDATA[INAICTA 2008]]></category>
		<category><![CDATA[Intel]]></category>
		<category><![CDATA[JaCC]]></category>
		<category><![CDATA[Lenovo]]></category>
		<category><![CDATA[Mega Bazaar Computer]]></category>
		<category><![CDATA[WCG]]></category>
		<category><![CDATA[WGT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=1234</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/10/iklan-bandung-comtech-2008.jpg"></a>Setelah sukses dengan penyelenggaran Pameran FKI 2008 pada tanggal 11 s/d 15 Juni 2008 di Computer Square Be Mall Bandung oleh pihak Dyandra yang didukung oleh pihak FORKKOM Bandung serta BISKOM dan untuk mengulangi kesuksesan <a href="http://www.biskom.web.id/2007/11/17/peran-penting-teknologi-informasi-untuk-dunia-pendidikan.bwi">Pameran Bandung Comtech 07</a> yang &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/10/iklan-bandung-comtech-2008.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1235" title="iklan-bandung-comtech-2008" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/10/iklan-bandung-comtech-2008-223x300.jpg" alt="" width="223" height="300" /></a>Setelah sukses dengan penyelenggaran Pameran FKI 2008 pada tanggal 11 s/d 15 Juni 2008 di Computer Square Be Mall Bandung oleh pihak Dyandra yang didukung oleh pihak FORKKOM Bandung serta BISKOM dan untuk mengulangi kesuksesan <a href="http://www.biskom.web.id/2007/11/17/peran-penting-teknologi-informasi-untuk-dunia-pendidikan.bwi">Pameran Bandung Comtech 07</a> yang pada tahun lalu diselenggarakan bersamaan dengan Pameran Indocomtech 2007 di Jakarta, Biskom bekerjasama dengan Be Mall kembali akan menyelenggarakan <a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/10/layout-bandung-comtech-2008.jpg">Pameran Bandung Comtech 2008</a> pada tanggal 12 &#8211; 16 November 2008 bertempat di Computer Square Be Mall Bandung yang waktu penyelenggaraannya juga bersamaan dengan Pameran Indocomtech 2008 di Jakarta.</p>
<p>Pameran kali ini dipastikan akan sukses, sebab pada umumnya pameran MBC dan FKI diselenggarakan secara serentak di 6 sampai dengan 7 kota, sedangkan untuk pameran Indocomtech &amp; Bandung Comtech hanya berlangsung di dua kota saja, yang mana tentunya akan memudahkan para pihak Vendor dalam melakukan berbagai aktifitasnya, termasuk untuk iklan yang mencantumkan promosi pameran Indocomtech &amp; Bandung Comtech secara bersamaan.</p>
<p>Seperti pada pameran Bandung Comtech 07 yang lalu, pada pameran Bandung Comtech 08 yang bertema “IT EDUCATION &amp; EXPO” kali ini juga akan diadakan acara-acara TI yang mendukung pameran tersebut seperti Lomba blog (bekerjasama dengan detikbandung.com), Video conference, Workshop dan Seminar TI, Lomba dan Demo Hacking, Presentasi dan Demo Robot, Big Sale dan Doorprize, Game Online, Free Internet (hot spot) dan lain-lain.</p>
<p><strong>Soegiharto Santoso</strong> selaku panita Pameran Bandung Comtech 2008 menyampaikan bahwa pameran ini didukung oleh Kementerian RISTEK, DEPKOMINFO DITJEN APTEL, DEPDIKNAS, JARDIKNAS, SEAMOLEC, AOSI, APTIKOM, FORKKOM, ISP MELSA, BHTV, Univ. Widyatama dan detikinet.com serta ADIRA Finance. &#8220;Kami juga mengundang komunitas TI untuk turut berpartisipasi dan meramaikan acara Bandung Comtech ini&#8221; ujar Soegiharto.</p>
<p>Pameran Bandung Comtech 2008 sendiri adalah pameran TI ke delapan yang diselenggarakan di Computer Square Be Mall Bandung. Pameran-pameran sebelumnya yang selalu berlangsung dengan sukses dan meriah adalah Pameran BLIX 07, NIX 07, FKI 07, Bandung Comtech 07, MBC 08,  BLIX 08 dan FKI  08.</p>
<p>Soegiharto juga menambahkan bahwa  <a href="http://www.biskom.web.id/2008/02/01/tampil-lebih-memikat-dengan-brand-baru-computer-square-be-mall.bwi">Computer Square Be Mall Bandung</a>, saat ini adalah pusat TI yang aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan TI. &#8220;Agenda TI yang sudah  dan akan diselenggarakan sepanjang tahun 2008 ini  diantaranya <a href="http://www.biskom.web.id/2008/02/11/laris-manis-grand-selling-asus-eee-pc-computer-square-be-mall.bwi">Grand Selling Asus Eee PC</a> (10 Feb 08), <a href="http://www.biskom.web.id/2008/02/19/intel-%E2%80%93-lenovo-buka-ict-center-di-be-mall.bwi">Grand opening Intel Lenovo ICT Center</a> yang sekaligus mengadakan training gratis untuk kalangan pendidik, UKM &amp; Koperasi (18 &#8211; 22 Feb 08), <a href="http://www.biskom.web.id/2008/03/13/pameran-three-in-one-di-jcc.bwi">MBC 2008</a> (12 &#8211; 16 Mar 08)<span style="font-size: x-small; font-family: Arial;">,</span> <a href="http://www.biskom.web.id/2008/04/01/ratusan-gamer-berlaga-di-kompetisi-game-eswc-bandung.bwi">ESWC 2008</a> (28 &#8211; 30 Mar 08), <a href="http://www.biskom.web.id/2008/06/30/samsung-gelar-wcg.bwi">WCG 2008</a> (9 &#8211; 13 April 08), <a href="http://www.biskom.web.id/2008/05/08/blix-2008-kompetisi-paling-diminati.bwi">BLIX 2008</a> (3 &#8211; 7 Mei 08), <a href="http://www.biskom.web.id/2008/06/13/fki-2008-sasar-masyarakat-mobile.bwi">FKI 2008</a> (11 &#8211; 15 Juni 08), <a href="http://www.biskom.web.id/2008/08/11/wgt-2008-dilaksanakan-di-bandung.bwi">WGT 2008</a> (10 &#8211; 11 Agustus 08) <span style="font-size: x-small; font-family: Arial;"></span>dan Pameran Bandung Comtech 2008 serta akan terus diagendakan acara-acara TI lainnya dan terbuka bagi penggiat TI untuk berpartisipasi dan berpromosi&#8221; papar Soegiharto.</p>
<p>Biskom juga turut terlibat dalam penyelenggaraan <a href="http://www.biskom.web.id/2008/05/28/igos-summit-2-hasilkan-pertemuan-tingkat-dunia-mou-dengan-vendor-lokal.bwi">IGOS SUMMIT 2</a> pada tanggal 6 &#8211; 7 Mei 2008, bertempat di Mall JaCC (Jakarta City Center), <a href="http://www.biskom.web.id/2008/08/02/muri-untuk-free-open-source-software-indonesia.bwi">MURI untuk FOSS Indonesia</a> pada tanggal 2 Agustus 08 di Mall JaCC dan <a href="http://www.biskom.web.id/2008/08/07/naicta-2008-apresiasi-untuk-karya-anak-bangsa.bwi">Indonesia ICT Awards 2008</a> (INAICTA 2008) yang diselenggarakan di JCC Jakarta 7-8 Agustus 2008.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=1234&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/10/10/bandung-comtech-2008-kembali-digelar-di-be-mall.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebangkitan Nasional Dalam TI &amp; Pendidikan</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/07/14/kebangkitan-nasional-dalam-ti-pendidikan.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/07/14/kebangkitan-nasional-dalam-ti-pendidikan.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 10:53:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[BlankOn]]></category>
		<category><![CDATA[Depdiknas]]></category>
		<category><![CDATA[Depdiknux]]></category>
		<category><![CDATA[IGOS]]></category>
		<category><![CDATA[Jardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[proprietary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=652</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/data/2008/07/kebangkitan-nasional.jpg"></a>Bagi masyarakat Indonesia, 100 tahun Kebangkitan Nasional memiliki makna yang dalam. Semangat yang ditandai dengan berdirinya organisasi pemuda Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, merupakan masa bangkitnya semangat kesadaran persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Hal ini &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/data/2008/07/kebangkitan-nasional.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-653" title="kebangkitan-nasional" src="http://www.biskom.web.id/data/2008/07/kebangkitan-nasional.jpg" alt="" width="112" height="168" /></a>Bagi masyarakat Indonesia, 100 tahun Kebangkitan Nasional memiliki makna yang dalam. Semangat yang ditandai dengan berdirinya organisasi pemuda Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, merupakan masa bangkitnya semangat kesadaran persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Hal ini merupakan memontum yang tepat bagaimana kita menyikapi peristiwa ini dengan adanya penawaran yang “menggiurkan” dari pihak Microsoft, yaitu bantuan piranti lunak gratis “free” untuk digunakan siswa di sekolah-sekolah di Indonesia. Tawaran baik dari pihak Microsoft perlu ditelaah dari manfaat apa yang diambil serta dampak untuk masa depan genarasi muda Bangsa Indonesia.</p>
<p><span id="more-652"></span>Saat ini, komputer untuk dunia pendidikan khususnya di sekolah-sekolah digunakan untuk kegiatan belajar mengajar serta untuk pengelolaan administrasi sekolah. Siswa dapat belajar bagaimana menggunakan perangkat lunak untuk membuat dan mengetik suatu dokumen, database, bahan presentasi sampai dengan  mendisain gambar. Di sisi lain, siswa juga dapat menggunakannya untuk mendukung kegiatan mata pelajaran lain dengan mencari informasi tambahan di dunia nyata dengan menggunakan aplikasi web browser. Penggunaan komputer perlu dikuasai oleh para siswa/siswi dalam mengakses bahan-bahan pelajaran yang diinisiasi oleh Program Pengadaan Buku Teks Pelajaran Murah yang baru-baru ini diluncurkan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Untuk sekolah tingkatan SMA/SMK, penguasaan ilmu komputer bukan hanya diperuntukan sebagai pengguna saja akan tetapi pemanfaatannya digunakan untuk membuat atau mengembangkan perangkat lunak tertentu.</p>
<p>Pada saat ini, pengelolaan administrasi sekolah perlu dilakukan dengan cepat, aman dan tepat. Pengelolaan administrasi sekolah tersebut meliputi data organisasi guru dan siswa, manajemen keuangan, pengelolaan program mata pelajaran, pengelolaan absensi dan nilai akademik, sarana dan prasarana dan lain-lain.</p>
<p>Untuk mengoperasikan komputer tersebut dibutuhkan perangkat lunak berupa sistem operasi dan aplikasi yang “berjalan” di atasnya. Sistem operasi sebagai “otak” komputer berfungsi untuk mengatur berbagai perintah dasar menjalankan bermacam peralatan pendukung, seperti layar, papan ketik, mouse dan sebagainya, termasuk menjalankan satu atau beberapa perangkat lunak lainnya seperti pengolah kata, membuat tabel, program untuk menggambar, mengirim e-mail; browser web, dan lain-lain.</p>
<p>Untuk mendukung pengoperasian komputer tersebut terdapat dua jenis perangkat lunak yang dikenal, yaitu perangkat lunak proprietary dan perangkat lunak open source. Perangkat lunak proprietary yang disebut juga perangkat lunak sumber tertutup, atau perangkat lunak berbayar, atau perangkat lunak berpemilik yang merupakan perangkat lunak dengan pembatasan terhadap penggunaan, penyalinan, dan modifikasi yang diterapkan oleh pemilik atau pemegang hak. Sedangkan perangkat lunak open source adalah jenis perangkat lunak yang kode sumber nya terbuka sehingga dapat dipelajari, diubah, ditingkatkan dan disebarluaskan.</p>
<p>Dengan adanya piranti lunak gratis tersebut, tentunya akan meringankan pihak pemerintah, terutama pihak sekolah dalam pengadaan perangkat lunak legal. Hal ini sejalan dengan program pemerintah melalui program DeTIKNas dalam legalisasi perangkat lunak yang terus digalakkan saat ini. Siswa dapat menggunakan perangkat lunak legal untuk kegiatan menimba ilmu pengetahuan di sekolah dengan tenang tanpa harus was-was di “sweeping” oleh pihak berwajib, dan yang paling penting adalah menanamkan kesadaran perlunya menghormati hak kekayaan intelektual.</p>
<p>Perangkat lunak open source yang dikembangkan ternyata ttelah memenuhi kebutuhan kegiatan belajar siswa maupun kegiatan pengelolaan sekolah dengan berbagai aplikasi untuk SD sampai SMA dengan materi pelajaran tentang komputer, matematika, kimia, dan fisika.  Beberapa perangkat lunak open source karya Bangsa Indonesia telah menawarkan kelebihan tersebut untuk kebutuhan pendidikan, sebut saja perangkat lunak BlankOn Ver 3 atau IGOS Nusantara yang dikembangkan secara terbuka dan bersama-sama yang sangat kental dengan khas Indonesia. Untuk perangkat pengaturan jaringan (gateway dan bandwidth monitoring and management) telah dikembangkan perangkat lunak Depdiknux yang dikembangkan oleh Depdiknas dan telah digunakan untuk keperluan Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas).</p>
<p>Saat ini, penggunaan komputer dengan perangkat lunak sudah menjadi kebutuhan dalam kegiatan siswa untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilan sebanyak-banyaknya. Pembekalan pengetahuan dan ketrampilan bagi para siswa dalam pengoperasian komputer seyogyanya menganut kepada prinsip keterbukaan bukan mengarah ke satu sistem tertentu. Siswa harus diberikan kesempatan untuk menimba ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang lengkap dan seimbang dalam penggunaan komputer baik dengan menggunakan open source maupun proprietary. Jangan sampai kita hanya memberikan pengetahuan kepada siswa dari satu sisi teknologi saja atau dengan cara menyajikan “menu yang tersedia” belaka yang akan membatasi pola pikir dan kreasi anak. Ketergantungan akan sistem perangkat lunak ini dapat membentuk mindset terhadap satu perangkat lunak tertentu akan terus dibawa setelah siswa lulus dan terus digunakan untuk bekerja dan yang menjadikan kita kecanduan dan akan tetap terbelenggu oleh satu teknologi saja.</p>
<p>Dengan pemikiran tersebut di atas, marilah kita memiliki kemerdekaan untuk menentukan masa depan bagi keperluan siswa/siswi kita. Berikanlah semua pengetahuan kepada para penerus bangsa tanpa ada pembatasan-pembatasan tertentu.  Jangan hanya memberikan ilmu pengetahuan kepada siswa dengan cara “menggunakan kacamata kuda”. Inilah makna dari kemerdekaan yang mungkin harus kita pilih. Jangan sampai hilang harapan dari arti 100 tahun Kebangkitan Nasional ini.</p>
<p><strong>Kemal Prihatman</strong></p>
<p>Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi, Kementerian Negara Riset dan Teknologi</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=652&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/07/14/kebangkitan-nasional-dalam-ti-pendidikan.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menegristek Adakan Audiensi Dengan AOSI</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/07/10/menegristek-adakan-audiensi-dengan-aosi.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/07/10/menegristek-adakan-audiensi-dengan-aosi.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 05:52:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[AOSI]]></category>
		<category><![CDATA[BISKOM]]></category>
		<category><![CDATA[IGOS]]></category>
		<category><![CDATA[Menegristek]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[OSS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=627</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/data/2008/07/1a.jpg"></a>Penggunaan open source software (OSS) di dalam negeri  tidak dapat ditawar atau ditunda lagi. Pemerintah pun telah berkomitmen untuk menghapus citra Indonesia sebagai salah satu negara pembajak terbesar di dunia. Karenanya, pemerintah mengajak komunitas open source Indonesia untuk membentuk Asosiasi &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/data/2008/07/1a.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-629" title="1a" src="http://www.biskom.web.id/data/2008/07/1a.jpg" alt="" width="367" height="127" /></a>Penggunaan open source software (OSS) di dalam negeri  tidak dapat ditawar atau ditunda lagi. Pemerintah pun telah berkomitmen untuk menghapus citra Indonesia sebagai salah satu negara pembajak terbesar di dunia. Karenanya, pemerintah mengajak komunitas open source Indonesia untuk membentuk Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI).</p>
<p><span id="more-627"></span>Asosiasi yang yang terdiri dari perhimpunan organisasi pencinta, penggiat, pengembang, pemakai, pendidik dan pendukung OSS ini menjadi wadah tingkat nasional yang tujuannya  mengajak masyarakat untuk melakukan adopsi open standard secara kongkret, sekaligus meningkatkan pangsa pasar serta jumlah pengguna OSS.</p>
<p>Di sisi lain, anggota AOSI juga akan terus meningkatkan kemampuan OSS yang beredar di masyarakat, termasuk ketersediaan piranti pendukung peripheral dan jasa layanan.</p>
<p>Setelah mengukuhkan AOSI sebagai asosiasi legal dan memiliki sejumlah program nyata pada akhir Juni lalu, formatur awal AOSI pada hari ini (10/7) mengadakan audiensi dengan Menteri Negara Riset dan Teknologi, <strong>Kusmayanto Kadiman</strong> di Lt. 23 Gedung II BPPT.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut  hadir 15 anggota pendiri AOSI yang diketuai oleh <strong>Betti Alisjahbana</strong> dan Sekjen AOSI,  <strong>Sumitro Roestam</strong>. Sementara dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi dihadiri <strong>Idwan Suhardi</strong> dan <strong>Engkos Koswara</strong>.</p>
<p>Dalam pertemuan ini AOSI menetapkan 17 indikator ukuran keberhasilan, dengan fokus utama pada 5 indikator yaitu membentuk citra OSS yang positif di mata masyarakat, mengupayakan agar Indonesia melakukan adopsi open standard secara konkret, meningkatkan pangsa pasar dan jumlah pengguna OSS (perusahaan, perorangan, pemerintah), menyediakan  produk dan jasa OSS untuk berbagai kebutuhan utama serta berusaha agar pendidikan teknologi informasi di sekolah dilakukan dengan basis open source.</p>
<p>17 perusahaan dan lembaga penggiat open source yang telah terdaftar sebagai pendiri AOSI adalah PT Jatis Solutions Ecom, PT Quantum Business International, PT Duta Astakona Girinda, PT Rimba Sindikasi Media, Yayasan Air Putih, PT Nurul Fikri Cipta Inovasi, PT Infolinux Media Utama, Yayasan One Destination Center, Yayasan Penggerak Linux Indonesia, PT Multikom Persada International, PT Extol Indonesia, PT Securitama Systematindo International, Sun Microsystems Indonesia, PT Linuxindo Total Solusi, PT IBM Indonesia, PT Indosat Mega Media dan Majalah BISKOM.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=627&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/07/10/menegristek-adakan-audiensi-dengan-aosi.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AOSI Resmi Terbentuk</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/06/30/aosi-resmi-terbentuk.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/06/30/aosi-resmi-terbentuk.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 10:33:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[AOSI]]></category>
		<category><![CDATA[Betty]]></category>
		<category><![CDATA[IGOS]]></category>
		<category><![CDATA[Kominfo]]></category>
		<category><![CDATA[Ristek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/data/2008/06/aosi-foto-bareng.jpg"></a></p>
<p>Sebagai tindak lanjut dari IGOS Summit 2008, hari ini (30/6), komunitas open source Indonesia secara resmi membentuk Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) di Jakarta. Formatur awal AOSI, <strong>Harry Sufehmi</strong>, <strong>Teddy Sukardi</strong>, <strong>Sumitro Roestam</strong> dan <strong>Rusmanto</strong> serta Duta Open &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/data/2008/06/aosi-foto-bareng.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-573" title="aosi-foto-bareng" src="http://www.biskom.web.id/data/2008/06/aosi-foto-bareng.jpg" alt="" width="397" height="160" /></a></p>
<p>Sebagai tindak lanjut dari IGOS Summit 2008, hari ini (30/6), komunitas open source Indonesia secara resmi membentuk Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) di Jakarta. Formatur awal AOSI, <strong>Harry Sufehmi</strong>, <strong>Teddy Sukardi</strong>, <strong>Sumitro Roestam</strong> dan <strong>Rusmanto</strong> serta Duta Open Source Indonesia, <strong>Betti Alisjahbana</strong>, telah mengukuhkan AOSI sebagai asosiasi yang legal dan memiliki sejumlah program nyata.</p>
<p><span id="more-572"></span>Dengan pengukuhan ini, artinya asosiasi yang terdiri dari perhimpunan organisasi pencinta, penggiat, pengembang, pemakai, pendidik dan pendukung open source ini menjadi wadah tingkat nasional. Diharapkan, dengan AOSI, tercapai citra positif open source software (OSS) di masyarakat sehingga mereka melakukan adopsi open standard secara kongkret, serta meningkatkan pangsa pasar dan jumlah OSS baik di perusahaan, perorangan dan pemerintah.</p>
<p>Di sisi lain, anggota AOSI juga akan terus meningkatkan kemampuan OSS yang beredar di masyarakat, termasuk ketersediaan piranti pendukung peripheral dan jasa layanan. &#8220;Melalui sinergi berbagai kekuatan open source ini kami berharap dapat membangun TIK nasional,&#8221; kata Betti Alisjahbana.</p>
<p>Perusahaan dan lembaga penggiat open source yang telah terdaftar sebagai pendiri AOSI diantaranya Jatis Solution Ecom, PT. Quantum Business International, Yayasan Air Putih, PT. Nurul Fikri Cipta Inovasi, Yayasan Penggerak Linux Indonesia, Gudang Linux, PT. Sun Microsystem Indonesia, Majalah Biskom dan PT. IBM Indonesia.</p>
<p>Acara ini dihadiri antara lain oleh <strong>Muhammad Nuh</strong> (Menkominfo ), <strong>Ashwin Sasongko</strong> (Sekjen Depkominfo ) dan  <strong>Cahyana Ahmadjayadi</strong> (Dirjen Aptel Depkominfo).</p>
<p>Saat ini AOSI telah mempersiapkan sejumlah kelengkapan pendiriannya, mulai dari AD/ART, kelengkapan dokumentasi, serta melibatkan peran Departemen Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Negara Riset dan Teknologi dalam pendiriannya.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=572&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/06/30/aosi-resmi-terbentuk.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MoU 18 Kementerian Pacu Semangat Penggunaan OSS</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/06/06/mou-18-kementerian-pacu-semangat-penggunaan-oss.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/06/06/mou-18-kementerian-pacu-semangat-penggunaan-oss.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 06:55:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belutz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[IGOS]]></category>
		<category><![CDATA[IGOS Summit]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=459</guid>
		<description><![CDATA[<p>Komitmen pemerintah terhadap masalah pembajakan rupanya cukup serius. Sejak penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh 18 pemerintahan di pertemuan tingkat menteri, IGOS Summit 2 (27-28/5) untuk menggunakan <em>open source</em> (<em>software</em> OSS), pihak pemerintahan terus menaruh perhatiannya akan perkembangan OSS di &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-460" title="deklarasi-igos" src="http://www.biskom.web.id/data/2008/06/deklarasi-igos.jpg" alt="" width="312" height="177" />Komitmen pemerintah terhadap masalah pembajakan rupanya cukup serius. Sejak penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh 18 pemerintahan di pertemuan tingkat menteri, IGOS Summit 2 (27-28/5) untuk menggunakan <em>open source</em> (<em>software</em> OSS), pihak pemerintahan terus menaruh perhatiannya akan perkembangan OSS di tanah air. Bahkan semangat penggunaan OSS telah berimbas pada sentra penjualan komputer rakitan di Jakarta. Setidaknya demikian fenomena yang dipantau BISKOM hari ini di Harco Mangga Dua, Jakarta.<span id="more-459"></span></p>
<p>Para pembeli komputer rakitan meminta komputernya diinstal IGOS (Indonesia Go Open Source), sebaliknya para penjual dengan cukup gencar menawarkan IGOS untuk diinstal ke komputer rakitan tersebut. Bahkan, toko-toko itu juga menambah IGOS dengan program buatan mereka dan diberi nama toko masing-masing. &#8220;Terus terang komitmen pemerintah tentang himbauan penggunaan OSS memang membuat para pemakai komputer percaya akan kinerja OSS buatan pemerintah,&#8221; kata <strong>Iwan</strong>, seorang pedagang komputer. Dan yang menyenangkan, untuk sistem operasi IGOS yang diinstalkan, semua gratis.</p>
<p>Menanggapi hal ini, Staf Ahli Menteri Negara Ristek Bidang Teknologi Informasi dan Teknologi, <strong>Engkos Koswara</strong> mengatakan, IGOS Nusantara yang berbasis Linux Fedora memang sudah cukup baik performanya dan layak menggantikan sistem operasi berbayar yang sudah ada.</p>
<p>Namun Engkos menambahkan, pihaknya tidak mengharuskan masyarakat menggunakan IGOS, karena selain IGOS, banyak OSS lain yang memiliki performa sama baiknya, misalnya Ubuntu, dan lain sebagainya. &#8220;Yang penting adalah legal, meski tentunya ada kebanggaan tersendiri jika menggunakan buatan bangsa sendiri,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebagai info, pada IGOS Summit 2, 18 kementerian yang turut menandatangani MoU tersebut adalah Departemen Komunikasi dan Informatika, Kementerian Negara Ristek, Sekretariat Negara, Kementerian BUMN, Kementerian PAN, Bappenas, Kementerian Koperasi &amp; UKM, Departemen Perhubungan, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Perindustrian, Departemen Sosial, Departemen Agama, Departemen Kehutanan, Departemen Keuangan, Departemen Dalam Negeri, Departemen Hukum dan HAM, Departemen Perdagang­an serta Kepolisian RI.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=459&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/06/06/mou-18-kementerian-pacu-semangat-penggunaan-oss.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>18 Departemen Gunakan OSS</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/05/29/18-departemen-gunakan-oss.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/05/29/18-departemen-gunakan-oss.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 10:06:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>belutz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[IGOS]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Ristek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[<p>Tahun 2012 mendatang, sebanyak 18 Departemen akan menggunakan piranti lunak sistem operasi terbuka atau open source software (OSS). Hal tersebut tertuang dalam komitmen bersama saat IGOS Summit 2 di Jakarta.</p>
<p>Kemal Prihatman, Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Kementerian &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 2012 mendatang, sebanyak 18 Departemen akan menggunakan piranti lunak sistem operasi terbuka atau open source software (OSS). Hal tersebut tertuang dalam komitmen bersama saat IGOS Summit 2 di Jakarta.</p>
<p>Kemal Prihatman, Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Kementerian Negara Riset dan Teknologi mengatakan, &#8220;Untuk mendukung migrasi bagi setiap instansi dan institusi pemerintah di Indonesia itu,  Kementerian Negara Riset dan Teknologi tengah menyusun dokumen migrasi OSS. Saat ini baru dihasilkan 8 dokumen, antara lain Aplikasi Perkantoran Openoffice.org, petunjuk instalasi IGOS Nusantara, Perangkat Lunak Bebas dan Open Source, Bahasa Pemrograman Open Source, Konfigurasi Server Linux, dan Aplikasi untuk server.&#8221;<br />
<span id="more-408"></span><br />
Pembuatan dokumen ini mengacu pada dokumen yang telah dibuat beberapa negara. Di tahun ini juga, semua dokumen migrasi perangkat lunak tersebut selesai disusun, plus empat dokumen tambahan yang akan disusun tahun ini.</p>
<p>Selain itu, dari sekitar 400 pemerintah kabupaten/kota, 100 di antaranya telah menggunakan open source software (OSS) dalam waktu empat tahun mendatang.</p>
<p>Pada saat bersamaan, Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengatakan, pihaknya juga telah membuat sistem keterhubungan atau co-exist dengan sistem tertutup atau propriatary yang telah banyak digunakan di instansi pemerintah saat ini. Co-exist dibuat untuk menjamin terlaksananya penggunaan IGOS.</p>
<p>&#8220;Tidak adanya co-exist membuat program IGOS yang sebenarnya telah dicanangkan tahun 2005 terhambat, antara lain dalam pertukaran dokumen di antara dua sistem tersebut,&#8221; tambahnya.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=408&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/05/29/18-departemen-gunakan-oss.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

