<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BISKOM : Mitra Komunitas Telematika &#187; Indosat</title>
	<atom:link href="http://www.biskom.web.id/tag/indosat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.biskom.web.id</link>
	<description>Situs Berita Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 14:01:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Tarif Murah Stimulus Kartu Hangus</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/11/05/tarif-murah-stimulus-kartu-hangus.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/11/05/tarif-murah-stimulus-kartu-hangus.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 14:35:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fokus]]></category>
		<category><![CDATA[Chrun rate]]></category>
		<category><![CDATA[Excelcomindo]]></category>
		<category><![CDATA[Flexi]]></category>
		<category><![CDATA[Indosat]]></category>
		<category><![CDATA[Telkom]]></category>
		<category><![CDATA[Telkomsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=1349</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/11/sim-card.jpg"></a>Tarif pulsa dan kartu perdana yang makin murah menyebabkan tingkat kartu hangus (<em>churn rate</em>) ikut meningkat. <em>Chrun rate</em> pengguna ponsel di Jawa Barat saat ini bisa mencapai 40% dari total penjualan operator.</p>
<p>Executive General Manager Divisi Regional III &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/11/sim-card.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1350" title="sim-card" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/11/sim-card-300x300.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a>Tarif pulsa dan kartu perdana yang makin murah menyebabkan tingkat kartu hangus (<em>churn rate</em>) ikut meningkat. <em>Chrun rate</em> pengguna ponsel di Jawa Barat saat ini bisa mencapai 40% dari total penjualan operator.</p>
<p>Executive General Manager Divisi Regional III Jabar Banten PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), <strong>Walden R.  Bakara</strong> mengatakan, <em>churn rate</em> pengguna kartu Flexi di wilayahnya mencapai 30-40%, &#8220;Kami terus berupaya memperbaiki kualitas jaringan agar tingkat pergantian kartu tidak setinggi sekarang. Setidaknya bulan ini jangan sampai lebih dari 29%,&#8221; kata Walden.</p>
<p>Bukan saja di Jawa Barat, <em>churn</em> sendiri sebenarnya sudah lama terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Menurut Walder, ada dua hal yang menyebabkan pengguna ponsel berganti kartu. Pertama,  akibat banyaknya jasa penyedia telekomunikasi seluler. Selain itu, setiap operator kerap memberikan tarif kartu perdana yang murah. &#8220;Daripada membeli pulsa, orang sekarang lebih memilih untuk beli kartu perdana yang harganya lebih murah. Risikonya paling hanya repot berganti-ganti nomer saja,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tingkat <em>churn</em> yang tinggi, kata Walden, mengakibatkan loyalitas pelanggan tidak dapat dijamin. Selain itu, penggunaan macam-macam kartu tersebut mengakibatkan <em>Average Revenue per User</em> (ARPU atau rata-rata pendapatan operator dari tiap pelanggan) rendah, karena pelanggan membagi pemakaian ponselnya ke beberapa nomor tadi. Padahal dalam kompetisi yang semakin ketat ini, perusahaan membutuhkan loyalitas pelanggan yang kuat untuk tetap bertahan apalagi saat ini banyak pelanggan yang hanya loyal terhadap harga.</p>
<p>&#8220;ARPU pelanggan Flexi saat ini berkisar Rp 30.000/bulan. Jumlah pelanggan Flexi di Jawa Barat sekarang pun berkisar 870.000 orang,&#8221; tambah Walden.</p>
<p>Walden menargetkan pihaknya mampu meningkatkan hingga 1,15 juta pelanggan sampai 2009. Namun melihat kecenderungan <em>churn rate</em> yang tinggi dan jumlah pengguna ponsel yang tidak sedikit, pihaknya lebih membidik strategi akuisisi. &#8220;Setidaknya pengguna ponsel yang sudah eksisting juga menggunaka kartu Flexi. Kami lebih memilih cara ini sembari meningkatkan kualitas jaringan Flexi yang masih memiliki banyak kekurangan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Salah satu kendala yang masih dihadapi Telkom antara lain tingginya tingkat drop call terutama di kawasan padat pengguna Flexi. Telkom sendiri berusaha menambah jumlah base transceiver station (BTS) dan memperbaiki kualitas jaringan. &#8220;Kalau dua hal ini sudah dilakukan, drop call bisa turun sampai 50%,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu, Manager Marketing PT Excelcomindo (XL) Central Region, <strong>Nurul Nurnasari</strong> berpendapat, pelanggan ponsel di Indonesia masih sensitif dengan masalah tarif. Ketika ada operator yang menawarkan tarif lebih murah, pelanggan langsung berpindah operator.</p>
<p>Perpindahan pelanggan dari operator yang satu ke operator lainnya inilah yang memicu tingginya <em>churn</em>. Pelanggan secara otomatis menghanguskan kartu ponsel yang lama pindah ke operator lainnya.</p>
<p>Setelah memberlakukan tarif murah, tingkat churn di XL mencapai 40%. Padahal sebelum terjadi perang tarif antar sesama operator, <em>churn</em> tak lebih dari 30%. Menurut Nurul, tarif murah memang efektif untuk menjaring pelanggan baru namun tidak untuk mencari pelanggan loyal.</p>
<p>Pertanyaannya, bagaimana membangun pelanggan yang loyal? Direktur Utama Indosat, <strong>Johnny Swandi Sjam</strong> berpendapat, pelanggan seluler yang tergabung dalam kalangan komunitas lebih loyal pada suatu produk. Dengan membidik kalangan komunitas, Indosat yakin dapat menekan tingkat churn akibat perpindahan layanan. Langkah yang sama pun juga telah dilakukan Telkomsel. Jika Indosat mendekati komunitas koperasi, maka Telkomsel membidik komunitas pelajar.</p>
<p>Pasar dari kedua komunitas tersebut memang tidak bisa dibilang kecil. Telkomsel berharap sedikitnya bisa menarik perhatian 10 juta pelajar dari kisaran 40-50 juta pelajar sekolah yang ada di Indonesia. Sementara, Indosat mengincar sedikitnya satu juta dari lebih 30 juta anggota koperasi yang tergabung dalam wadah Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).</p>
<p>&#8220;Komunitas loyalitasnya cukup terjaga sehingga tingkat churn juga rendah. Kisarannya tak sampai dua digit di bawah churn industri,&#8221; jelas Johnny. Tingkat <em>churn</em> industri diperkirakan menyentuh persentase 15-20 persen. Sementara <em>churn</em> di kalangan komunitas diperkirakan tak sampai 10 persen.</p>
<p>Saat ini jumlah pelanggan Kartu As telah mencapai 22 juta dari 53 juta pelanggan yang menggunakan layanan Telkomsel. Sedangkan IM3 telah mencapai 20 juta dari 30 juta total pelanggan seluler Indosat.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=1349&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/11/05/tarif-murah-stimulus-kartu-hangus.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Johnny Sjam: Bisnis Indosat Tumbuh Pesat</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/08/26/johnny-sjam-bisnis-indosat-tumbuh-pesat.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/08/26/johnny-sjam-bisnis-indosat-tumbuh-pesat.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 09:50:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Figur Biskom]]></category>
		<category><![CDATA[ARPU]]></category>
		<category><![CDATA[Indosat]]></category>
		<category><![CDATA[Johnny Swandi Sjam]]></category>
		<category><![CDATA[Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[micro payment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/?p=929</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/08/swadi-sjam-web.jpg"></a>Bisnis seluler masih menjadi primadona untuk meraup laba. Adalah sangat wajar jika hampir separuh investasi  operator telekomunikasi  dialokasikan untuk seluler, terutama untuk mengembangkan kapasitas dan kualitas  jaringan. Perluasan jangkauan atau cakupan layanan masing-masing operator itu dimaksudkan untuk menambah pelanggan baru &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/08/swadi-sjam-web.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-930" title="swadi-sjam-web" src="http://www.biskom.web.id/wp-content/uploads/2008/08/swadi-sjam-web.jpg" alt="" width="219" height="219" /></a>Bisnis seluler masih menjadi primadona untuk meraup laba. Adalah sangat wajar jika hampir separuh investasi  operator telekomunikasi  dialokasikan untuk seluler, terutama untuk mengembangkan kapasitas dan kualitas  jaringan. Perluasan jangkauan atau cakupan layanan masing-masing operator itu dimaksudkan untuk menambah pelanggan baru yang pertumbuhannya masih terbuka luas.</p>
<p>Kinerja Indosat, operator prabayar pertama di Indonesia  menunjukkan hal yang cukup menggemberikan  terkait tingginya  pertumbuhan pelanggan seluler   dengan total   hampir mendekati  angka 27 juta. Hal ini membuat peta persaingan telekomunikasi di tanah air berubah, dan Indosat layak diperhitungkan.</p>
<p>Tengok saja dari data Indosat, pada triwulan 1 tahun 2008 ini pendapatan usaha seluler perusahaan penanaman modal asing atau PMA mereka   naik hingga 11 persen, dengan saham Singapore Technologies Telemedia  sebesar 41,2 persen. Sebelumnya, pada triwulan 1 tahun 2007, pelanggan seluler Indosat mencapai 18 juta dan pada triwulan yang sama tahun ini naik 46,7 persen menjadi 26,4 juta.  Meski  average revenue per user (ARPU atau rata-rata pendapatan dari tiap pelanggan) Indosat sempat mengalami penurunan 10 hingga 12 persen. Kondisi ini pun akibat dari adanya penurunan tarif  interkoneksi  yang mulai berlaku April lalu. Tercatat ARPU pelanggan Indosat tahun lalu mencapai Rp 53.000 per bulan per pelanggan.</p>
<p>Tentunya prestasi ini dicapai berkat kelihaian Johnny Swandi Sjam, Direktur Utama Indosat dalam memimpin perusahaannya. Maklumlah, alumnus Gunadarma dan Pascasarjana Administrasi dan Kebijakan Bisnis Universitas Indonesia ini sangat berpengalaman di bidangnya, mengingat telah berkali-kali menduduki jabatan teratas di beberapa perusahaan.</p>
<p>Untuk mengetahui lebih banyak soal Indosat, simak petikan wawancara BISKOM dengan Jhonny belum lama ini.</p>
<p><strong>Bisa Anda jelaskan mengenai jumlah  pelanggan  Indosat pada  triwulan I 2008?</strong></p>
<p>Komposisi pelanggan Indosat sendiri terdiri dari 97,4 persen pelanggan prabayar dan 2,6 persen pelanggan pascabayar. Sedangkan pelanggan fixed wireless access atau telepon tetap nirkabel pada triwulan 1 tahun lalu mencapai 434.000 dan pada triwulan 1 tahun ini mencapai 716.000 atau naik sekitar 64,9 persen. Sedangkan total pelanggan 3,5G Indosat pada akhir kuartal 1 2008 ini mencapai 48.000 pelanggan. Untuk pendapatan layanan MIDI atau data tetap mengalami kenaikan diakibatkan oleh permintaan internet IPVPN dan world link atau direct link. Dengan demikian, pendapatan layanan telekomunikasi Indosat  tetap meningkat. Peningkatan ini berasal dari dikontribusi  layanan SLI dan StarOne sebesar 6,1 persen, dari Rp 382,3 miliar di Q1 2007 menjadi Rp 405,6 miliar di kuartal 1 2008. Kesimpulannya,  target pertumbuhan pendapatan total naik 18 persen, sedangkan seluler ditargetkan naik 20 persen.</p>
<p>Dari 30 juta pelanggan yang diraih Indosat per bulan Mei kemarin, sebanyak 60% merupakan pelanggan setia IM3 yakni sekitar 18 juta. Kalau melihat pencapaian yang cukup fantastis, kami  akan melakukan kajian ulang atas target pelanggan tahun ini sebelumnya dipatok 6 juta akan berubah menjadi 8 juta. Kami akan lihat setelah pencapaian semester I. Karena selama lima bulan sudah 5,5 juta pelanggan yang kami dapat.<br />
<strong><br />
Dengan pelanggan sebanyak itu, apakah Indosat juga meningkatkan kualitas jaringan?</strong></p>
<p>Saat ini,  total perangkat Base Transceiver Station (BTS) yang dimiliki Indosat mencapai 11.667 unit dengan bantuan sekitar 8000 unit menara. Sedangkan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan telekomunikasi, khususnya kebutuhan bandwith, Indosat memulai pembangunan penggelaran jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL)  Jakabare (Jawa, Kalimantan, Batam  dan Singapore). Pembangunan SKKL sepanjang lebih dari 1.300 kilometer ini akan menghubungkan Indonesia dengan Singapura.</p>
<p><strong>Dampak kenaikan BBM memicu kelangkaan energi pemasok listrik, khususnya untuk BTS, bagaimana Indosat  mengatasinya?</strong></p>
<p>Indosat berinisiatif untuk mulai menggunakan energi alternatif sebagai sumber daya pengoperasian BTS.  Energi alternatif ini akan ditentukan sesuai dengan sumber daya paling banyak di suatu wilayah. Jika ada daerah yang kaya akan matahari maka BTS di wilayah tersebut akan ditenagai oleh panel solar, begitu juga dengan energi angin yang mendominasi di suatu wilayah maka kemungkinan kami akan menggunakan<br />
energi tersebut. Pada tahap pertama, Indosat akan menguji coba tiga energi alternatif di beberapa tempat sesuai dengan kemampuan sumber daya alam yang ada. Misalnya saja penggunaan turbin angin untuk<br />
memberikan daya pada BTS Indosat di Bali atau penggunaan energi biofuel berbahan dasar kelapa sawit dan biji jarak pada BTS di Labuan Lombok.</p>
<p><strong>Jadi, uji coba ini merupakan salah satu langkah antisipasi kelangkaan bahan bakar dan sumber energi listrik di Indonesia?</strong></p>
<p>Ya,  khususnya wilayah di luar pulau Jawa. Misalnya saja di daerah Girisari Uluwatu Bali terdapat dua BTS yang akan ditenagai oleh matahari dan angin. Daerah tersebut diperkirakan memiliki sumber panas<br />
matahari yang cukup signifikan yaitu di atas 5 kWh/M2/hari dan energi angin yang juga cukup besar dengan kecepatan di atas 4m/s. Untuk tahap awal ini sekitar 40 hingga 50 BTS Indosat di luar pulau Jawa akan<br />
menggunakan energi alternatif ini. Lain halnya dengan salah satu BTS di daerah Lombok, Labuan. Wilayah ini dikenal memiliki sumber daya kelapa sawit yang cukup besar. Tidak heran jika kemudian Indosat<br />
menggunakan kelapa sawit sebagai bahan dasar biofuel yang akan menggantikan solar sebagai bahan dasar generator pembangkit daya BTS.</p>
<p><strong>Kira-kira berapa dana yang dikeluarkan untuk uji coba tersebut?</strong></p>
<p>Untuk pengerjaan ujicoba ini Indosat menargetkan dana sekira Rp1,5 miliar untuk kurun waktu 3 bulan. Dalam implementasinya, Indosat mengadakan kerjasama dengan ITB yang telah memiliki laboratorium<br />
khusus penelitian konversi energi elektrik dan PT LEN Persero yang telah berpengalaman mengembangkan energi alternatif. Kalau umumnya, setiap sistem BTS membutuhkan daya sekitar 2000 hingga 3000 watt.<br />
Sedangkan dalam ujicoba ini energi angin dapat memasok hingga 2500 watt peak. Sedangkan matahari dapat memberikan daya sekitar 4000 watt dan biofuel mampu memberi energi hingga 5000 watt.</p>
<p><strong>Selain uji coba energi alternatif, Indosat juga tengah melakukan uji coba Layanan Micro Payment dengan Bank Mandiri. Bisa Anda jelaskan teknologi yang digunakan?</strong></p>
<p>Layanan micro payment berbasis ponsel ini  menggunakan teknologi Near Field Communication (NFC) pertama di Indonesia. Ajang uji coba tersebut telah kami lakukan pada event Indonesia Cellular Show (ICS) kemarin.  Dengan layanan ini diharapkan akan memberikan nilai tambah dan menjadi alternatif solusi bagi sistem pembayaran micro payment di Indonesia yang saat ini masih didominasi oleh transaksi tunai.</p>
<p>Layanan Indosat Mandiri Prabayar ini merupakan penggabungan antara layanan Mandiri Prabayar dengan SIM card milik Indosat melalui ponsel yang telah memiliki fasilitas NFC. Jadi, kartu prabayar ini mirip dengan kartu contactless biasa, hanya saja pada layanan baru ini uang tersimpan bukan pada kartu namun tersimpan di dalam sim card milik Indosat dan cara menggunakannya juga mudah yaitu pengguna tinggal menempelkan ponsel (yang telah dilengkapi NFC ke reader EDC di merchant-merchant Bank Mandiri.  Untuk sementara layanan ini baru diuji coba terbatas kepada karyawan PT Indosat dan Bank Mandiri sambil menunggu ketersediaan ponsel yang NFC enable yang rencananya akan dikeluarkan beberapa provider handset terkemuka di akhir tahun ini.</p>
<p><strong>Indosat  tengah melakukan pembangunan penggelaran jaringan  SKKL Jakabare, kira-kira kapan rampungnya? </strong></p>
<p>Kami berharap, SKKL Jakabare ini   akan selesai pembangunannya pada semester I 2009. SKKL  ini akan mampu menyediakan kapasitas 160 Gbit/s hingga 640 Gbit/s yang akan memberikan koneksitas bandwith yang tinggi yang diharapkan dapat mengantisipasi  pertumbuhan pasar layanan komunikasi data dan internet di Indonesia. Jaringan ini nantinya akan dapat memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kapasitas jaringan yang melayani rute Indonesia ke Singapura. SKKL Jakabare ini akan memainkan peran penting dalam memenuhi permintaan pasar broadband di Indonesia. Kami berharap SKKL Jakabare ini akan dapat mendukung perusahaan dalam memberikan layanan komunikasi data dan internet dengan kualitas yang semakin baik dan meningkatkan kenyamanan komunikasi data pelanggan. Kami saat ini tengah melakukan diversifikasi jaringannya guna melayani suatu permintaan yang terus bertumbuh dengan meningkatkan penggunaan data dan internet di dalam negeri.</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=929&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/08/26/johnny-sjam-bisnis-indosat-tumbuh-pesat.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Indonesia, Jumlah Pitalebar Bergerak HSPA Melebihi Pitalebar Fixed</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/04/15/di-indonesia-jumlah-pitalebar-bergerak-hspa-melebihi-pitalebar-fixed.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/04/15/di-indonesia-jumlah-pitalebar-bergerak-hspa-melebihi-pitalebar-fixed.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 11:19:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[3G]]></category>
		<category><![CDATA[Excelcom]]></category>
		<category><![CDATA[GSMA]]></category>
		<category><![CDATA[HSPA+]]></category>
		<category><![CDATA[Hutchison]]></category>
		<category><![CDATA[Indosat]]></category>
		<category><![CDATA[Telkomsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/04/15/di-indonesia-jumlah-pitalebar-bergerak-hspa-melebihi-pitalebar-fixed.bwi/</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> &#8211;  GSM Association mengumumkan bahwa jumlah koneksi pitalebar bergerak atau Mobile Broadband HSPA (<em>High Speed Packet Access</em>) di Indonesia telah melampaui  jumlah koneksi  pitalebar tetap (<em>fixed broadband</em>). Menurut Wireless Intelligence, pada akhir tahun 2007  – &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> &#8211;  GSM Association mengumumkan bahwa jumlah koneksi pitalebar bergerak atau Mobile Broadband HSPA (<em>High Speed Packet Access</em>) di Indonesia telah melampaui  jumlah koneksi  pitalebar tetap (<em>fixed broadband</em>). Menurut Wireless Intelligence, pada akhir tahun 2007  – hanya setahun setelah peluncuran HSPA di Indonesia &#8211;  315.000 orang Indonesia mengakses Internet melalui  teknologi bergerak-kecepatan tinggi ini, sementara  jumlah koneksi pitalebar tetap sekitar 300.000.<span id="more-275"></span></p>
<p>Indonesia merupakan negara dengan populasi keempat terbesar di dunia yakni 245 juta penduduk dan dengan tingkat penetrasi peralatan bergerak sebesar 39%.  Indonesia memiliki empat jaringan HSPA – yang dioperasikan oleh Indosat, Excelcom, Telkomsel dan Hutchinson 3 Indonesia &#8212; dan kompetisi sesama operator untuk menawarkan layanan pitalebar yang menggunakan HSPA cukup ketat.</p>
<p>“Indonesia memimpin di Asia Tenggara dalam mengadopsi layanan pitalebar bergerak. Untuk mengkonsolidasikan posisi terdepan ini, penting adanya penambahan spektrum yang diizinkan dengan harga terjangkau bagi operator,” ujar <strong>Ricardo Tavares</strong>, Senior Vice President for Public Policy di GSMA. “Sangat penting juga bagi Indonesia untuk  mengembangkan rencana spektrum jangka menengah di Indonesia yang memungkinkan para operator bergerak untuk memperluas jaringan layanan pitalebar dengan biaya terjangkau seperti layanan sambungan suara dan SMS.”</p>
<p>Tavares juga menghimbau agar Indonesia dapat memastikan kesetaraan antara investor asing dan investor lokal sehingga Indonesia dapat memaksimalkan kegiatan investasi di layanan pitalebar bergerak serta mendapat manfaat dari sektor ekonomi dan social terkait.</p>
<p>Menurut Wireless Intelligence, sebuah divisi di GSMA, saat ini ada lebih dari 32 juta koneksi HSPA di seluruh dunia dibandingkan dengan hanya 3 juta koneksi pada akhir kuartal pertama tahun 2007. Pitalebar bergerak terus menerus mendapatkan momentum karena semakin banyak operator meningkatkan kualitas jaringan 3G mereka dengan teknologi HSPA dan bertambahnya jumlah handset HSPA serta modem yang masuk ke pasar.</p>
<p>Jumlah jaringan pitalebar bergerak HSPA di seluruh dunia meningkat 44 persen menjadi 166 jaringan antara bulan Mei 2007 dan Maret 2008. Lebih dari 73 negara saat ini memiliki layanan HSPA. GSMA memperikirakan saat ini ada lebih dari 467 perangkat HSPA yang tersedia di seluruh dunia, dibandingkan dengan 128 perangkat pada bulan Januari 2007.  Perangkat ini mencakup perangkat bergerak, PC, notebook, data card, wireless router dan USB modem. (<em>Bambang</em>)</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=275&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/04/15/di-indonesia-jumlah-pitalebar-bergerak-hspa-melebihi-pitalebar-fixed.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lima Bidder Terseleksi Pada Pra-Kualifikasi Palapa Ring</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/04/15/lima-bidder-terseleksi-pada-pra-kualifikasi-palapa-ring.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/04/15/lima-bidder-terseleksi-pada-pra-kualifikasi-palapa-ring.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 09:11:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Alcatel-Lucent]]></category>
		<category><![CDATA[Bakrie Telecom]]></category>
		<category><![CDATA[Excelcomindo]]></category>
		<category><![CDATA[Indosat]]></category>
		<category><![CDATA[Infokom Elektrindo]]></category>
		<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/04/15/lima-bidder-terseleksi-pada-pra-kualifikasi-palapa-ring.bwi/</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta -</strong> Konsorsium Palapa Ring yang beranggotakan enam perusahaan telekomunikasi di Indonesia telah selesai melakukan proses seleksi<br />
calon bidder yang akan melakukan penawaran untuk membangun proyek<br />
jaringan serat optik bawah laut di kawasan Indonesia Timur. Keenam anggota konsorsium tersebut yaitu &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta -</strong> Konsorsium Palapa Ring yang beranggotakan enam perusahaan telekomunikasi di Indonesia telah selesai melakukan proses seleksi<br />
calon bidder yang akan melakukan penawaran untuk membangun proyek<br />
jaringan serat optik bawah laut di kawasan Indonesia Timur. Keenam anggota konsorsium tersebut yaitu Telkom, Infokom Elektrindo, Indosat , XL, Bakrie Telecom, dan Powertek Utama Internusa. Mereka secara bersama-sama berkomitmen membangun jaringan serat optik bawah laut dengan kapasitas 8,44 ? atau setara bandwidth 84,4 Gbyte yang akan menghubungkan seluruh propinsi di pulau-pulau Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua.<span id="more-274"></span><br />
Jaringan sepanjang kurang-lebih 11.000 km ini akan melintasi 32 landing point tersebar di kawasan tersebut. Pra-kualifikasi untuk memilih calon bidder yang memenuhi syarat dimulai pada tanggal 17 Maret 2008 dengan diumumkannya pada sejumlah media. D<br />
Setelah melalui evaluasi selama dua minggu dengan menilai pemenuhan<br />
terhadap persyaratan kualifikasi tersebut diatas, Konsorsium menetapkan lima perusahaan yang lolos seleksi pra-kualfikasi yaitu Alcatel-Lucent, Global Marine System Ltd, NEC Corporation, NSW-Fujitsu, dan Tyco Telecommunications.<br />
Kelima perusahaan tersebut telah diundang untuk membeli dokumen Request for Proposal pada tanggal 16 – 19 April 2008 di Procurement Group Konsorsium Palapa Ring. (<em>Bambang</em>)</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=274&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/04/15/lima-bidder-terseleksi-pada-pra-kualifikasi-palapa-ring.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>XL Akhirnya Turunkan Tarif Percakapan dan SMS Hingga 74%</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/04/14/xl-akhirnya-turunkan-tarif-percakapan-dan-sms-hingga-74.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/04/14/xl-akhirnya-turunkan-tarif-percakapan-dan-sms-hingga-74.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 11:52:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[GSM]]></category>
		<category><![CDATA[Indosat]]></category>
		<category><![CDATA[Jempol]]></category>
		<category><![CDATA[XL]]></category>
		<category><![CDATA[Xplor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/04/14/xl-akhirnya-turunkan-tarif-percakapan-dan-sms-hingga-74.bwi/</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; Di jajaran operator GSM, XL bisa dibilang paling akhir dalam menurunkan tarif dasar layanan. Kebijakan baru ini sebagai tindak lanjut atas penurunan tarif interkoneksi oleh pemerintah pada 1 April 2008. Menurut informasi dari XL, tarif dasar yang baru &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.biskom.web.id/data/2008/03/logo-xl.gif" alt="XL" /><strong>Jakarta</strong> &#8211; Di jajaran operator GSM, XL bisa dibilang paling akhir dalam menurunkan tarif dasar layanan. Kebijakan baru ini sebagai tindak lanjut atas penurunan tarif interkoneksi oleh pemerintah pada 1 April 2008. Menurut informasi dari XL, tarif dasar yang baru turun dari 2% hingga 74%. Penurunan berlaku di hampir semua layanan percakapan (XL Xplor, XL Bebas, dan XL Jempol). Nilai 74 persen tidak jauh beda dengan operator<a href="http://www.biskom.web.id/2008/04/10/tarif-selular-indosat-turun-signifikan-hingga-73.bwi/"> Indosat yang resmi menurunkan tarif dasar hingga 73 persen</a> beberapa waktu sebelumnya. Penurunan tarif dasar yang jaraknya tidak terpaut jauh dan nilai yang tidak jauh berbeda mengesankan bahwa dua operator ini saling berkompetisi terang-terangan.<span id="more-273"></span></p>
<p>”Kami sangat mendukung kebijakan pemerintah yang telah menurunkan tarif interkoneksi dengan tujuan agar tarif telekomunikasi bisa mengikutinya. Penurunan tarif XL ini adalah komitmen kami untuk mendukung tersedianya tarif murah telekomunikasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” tandas Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, pada keterangan tertulis yang diterima Biskom.</p>
<p>Dalam tarif dasar untuk layanan percakapan yang baru, XL menerapkan penyederhanaan tarif agar lebih mudah dimengerti oleh masyarakat. XL hanya menerapkan dua macam tarif untuk setiap jenis produknya, yaitu tarif ke sesama XL (on-net) dan tarif ke operator lain (off-net) tanpa mengenal jarak (tanpa zona lokal, tetangga, seberang).</p>
<p>Mengikuti penyesuaian tarif interkoneksi, XL menerapkan tarif baru, yaitu untuk tarif ke sesama XL produk prabayar Bebas menjadi Rp 375/30 detik. Untuk tarif ke operator lain dan PSTN tarif turun menjadi Rp 750 / 30 detik.</p>
<p>Sementara itu, untuk layanan prabayar Jempol, untuk tarif ke sesama XL tarif dasar tahun 2008 sama dengan tarif sebelumnya yaitu Rp 500/30 detik. Untuk tarif ke operator lain dan PSTN tarif turun menjadi Rp 750 / 30 detik.</p>
<p>Untuk layanan pasca bayar Xplor, tarif ke sesama XL menjadi Rp 375 / 30 detik. Sementara itu, ke operator lain menjadi Rp 750/ 30 detik. Untuk ke PSTN menjadi Rp 750 / 30 detik.</p>
<p>Untuk SMS akan ada layanan SMS baru bagi pengguna prabayar dan pasca bayar XL dengan efektif tarif Rp 150/SMS ke semua operator. Tarif baru SMS ini akan mulai berlaku sejak 19 April 2008.</p>
<p>Meskipun tarif dasar baru XL ini dirilis setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan penurunan tarif interkoneksi, XL mengklaim sudah jauh-jauh hari menurunkan tarifnya melalui program tarif promosi. Tarif murah XL mendapatkan pengakuan dari analis keuangan internasional Morgan Stanley yang menyatakan XL memiliki nilai pendapatan per menit (revenue per minute clean) termurah ke-2 di kawasan Asia. (<em>Bambang</em>)</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=273&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/04/14/xl-akhirnya-turunkan-tarif-percakapan-dan-sms-hingga-74.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mentari Ikut Bermain di Tarif Per Detik</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/04/14/mentari-ikut-bermain-di-tarif-per-detik.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/04/14/mentari-ikut-bermain-di-tarif-per-detik.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 08:03:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[GSM]]></category>
		<category><![CDATA[IM3]]></category>
		<category><![CDATA[Indosat]]></category>
		<category><![CDATA[Matrix]]></category>
		<category><![CDATA[Mentari]]></category>
		<category><![CDATA[Simpati]]></category>
		<category><![CDATA[Telkomsel]]></category>
		<category><![CDATA[XL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/04/14/mentari-ikut-bermain-di-tarif-per-detik.bwi/</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; Tarif per detik saat ini sedang gencar ditawarkan oleh semua operator GSM. XL lewat Kartu Bebas, Telkomsel lewat kartu As dan Simpati dan Indosat dengan IM3. Kini, Mentari pun mulai bermain dengan tarif per detik. Namun, konsepnya seperti &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.biskom.web.id/data/2008/04/mentari-sakti.jpg" alt="mentari-sakti.jpg" class="dinamis" /><strong>Jakarta</strong> &#8211; Tarif per detik saat ini sedang gencar ditawarkan oleh semua operator GSM. XL lewat Kartu Bebas, Telkomsel lewat kartu As dan Simpati dan Indosat dengan IM3. Kini, Mentari pun mulai bermain dengan tarif per detik. Namun, konsepnya seperti Simpati yaitu pelanggan diberi dua pilihan yaitu tarif per detik dan tarif per 30 detik. Program Mentari dengan tarif per detik yang dinamai Mentari Sakti ini merupakan kelanjutan dari program Mentari lainnya yang telah dikenal masyarakat sebelumnya.<span id="more-267"></span></p>
<p>Dengan program ini, pelanggan Mentari bisa berhemat karena dapat melakukan percakapan dengan tarif murah dari detik pertama. Tarif yang berlaku untuk Mentari Sakti adalah Rp. 5/detik berlaku pukul 23.00 &#8211; 17.00 dan Rp. 20/detik berlaku pukul 17.00-23.00. Program promosi ini berlaku mulai 9 April hingga 30 Juni 2008.</p>
<p>&#8220;Seperti telah diketahi bahwa sebelumnya Indosat memperkenalkan tarif per detik yang murah pada kartu IM3. Sekarang giliran pelanggan Mentari juga mendapatkan kesempatan yang sama. IM3 lebih cocok untuk pengguna yang menelepon ke sesama operator dalam jangka waktu yang panjang, sedangkan Mentari cocok bagi pengguna yang sering menelepon ke semua operator manapun setiap saat,&#8221; ujar Guntur S. Siboro, Direktur Marketing Indosat, pada peluncuran Mentari Sakti di Gedung Indosat, Jakarta (14/4).</p>
<p>Selain meluncurkan program Mentari Sakti, Indosat juga mengeluarkan tarif terbaru untuk kartu pascabayar Matrix, yaitu tarif Rp. 15 per detik berlaku ke semua operator. Seperti halnya Mentari, program Matrix ini juga ada dua pilihan yaitu tarif per 15 detik dan tarif per detik.<br />
Tarif yang ditawarkan oleh semua operator telekomunikasi di Indonesia semakin menarik, namun itu saja belum cukup karena kualitas layanan juga harus semakin ditingkatkan. Akhirnya pelangganlah yang akan menentukan operator mana yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan. (<em>Bambang</em>)</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=267&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/04/14/mentari-ikut-bermain-di-tarif-per-detik.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tarif Selular Indosat Turun Signifikan Hingga 73 %</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/04/10/tarif-selular-indosat-turun-signifikan-hingga-73.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/04/10/tarif-selular-indosat-turun-signifikan-hingga-73.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 11:46:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[IM3]]></category>
		<category><![CDATA[Indosat]]></category>
		<category><![CDATA[Matrix]]></category>
		<category><![CDATA[Mentari]]></category>
		<category><![CDATA[StarOne]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/04/10/tarif-selular-indosat-turun-signifikan-hingga-73.bwi/</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; Setelah ditunggu oleh pengguna telekomunikasi, Indosat akhirnya mengumumkan kebijakan tarif dasar yang baru untuk seluruh layanannya. Di antara semua operator, Telkomsel termasuk yang paling tepat waktu karena pada tanggal 1 April sudah resmi menurunkan tarif. Sementara itu untuk &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; Setelah ditunggu oleh pengguna telekomunikasi, Indosat akhirnya mengumumkan kebijakan tarif dasar yang baru untuk seluruh layanannya. Di antara semua operator, Telkomsel termasuk yang paling tepat waktu karena pada tanggal 1 April sudah resmi menurunkan tarif. Sementara itu untuk Indosat, hampir semua layanan mengalami penurunan cukup signifikan hingga 73%, baik untuk layanan seluler (Mentari, Matrix, IM3) dan jaringan tetap (StarOne dan Indosat Phone).  Penurunan tarif ini mulai berlaku efektif sejak Kamis, 10 April 2008 untuk IM3 dan Mentari, serta tanggal 14 April 2008 untuk Matrix, StarOne dan Indosat Phone.<span id="more-263"></span></p>
<p>“Kebijakan tarif baru berupa penurunan di hampir semua layanan Indosat ini, selain merupakan komitmen kami dalam mendukung kebijakan tentang pentarifan dari pemerintah, juga merupakan wujud komitmen kami untuk terus memberikan manfaat yang lebih dari yang diharapkan oleh masyarakat dan pelanggan melalui tarif telekomunikasi yang semakin murah dan terjangkau,” demikian disampaikan Guntur S. Siboro, Direktur Marketing Indosat, pada keterangan pers yang diterima Biskom.</p>
<p>Penurunan tarif meliputi percakapan maupun SMS baik antara pengguna Indosat (on net) maupun dengan pengguna operator lain (off net). Penurunan cukup signifikan terjadi pada percakapan off net dari selular yang mencapai kisaran antara 3% &#8211; 63% dari tarif dasar yang lama.</p>
<p>Tarif dasar layanan prabayar Mentari secara umum mengalami penurunan antara 6,7% &#8211; 45,3%. Untuk percakapan jarak jauh ke selular operator lain dari Rp.1600 / 30 detik menjadi Rp.875 / 30 detik.  Percakapan lokal Mentari   ke tujuan PSTN  turun dari Rp.450 / 30 detik menjadi Rp.400 / 30 detik dan percakapan jarak jauh ke  PSTN  turun  dari Rp.1600 / 30 detik menjadi Rp.875 / 30 detik. Khusus tarif SMS Mentari ke sesama pelanggan Indosat turun  dari Rp.350 menjadi Rp.99, ke selular operator lain turun  dari Rp.350 menjadi Rp 149.</p>
<p>Sementara untuk tarif dasar layanan prabayar IM3, mengalami penurunan antara 3,1% &#8211; 71,4%. Di samping penurunan tarif, juga dilakukan perubahan pemotongan tarif dari per 30 detik menjadi per detik. Penurunan cukup signifikan terjadi pada percakapan jarak jauh ke selular operator lain  dari Rp.2000/30 detik (Rp.66,7 / detik) menjadi Rp.25 / detik. Untuk percakapan jarak jauh ke PSTN turun dari Rp.1750/30 detik (Rp.58,3 / detik)  menjadi Rp. 25 / detik. Khusus tarif SMS IM3, Indosat menurunkan cukup signifikan, dimana untuk ke sesama Indosat  turun dari Rp.150 menjadi Rp.100, ke operator lain  dari Rp.350 menjadi Rp. 100.</p>
<p>“Khusus untuk layanan paskabayar Matrix, Indosat juga menurunkan tarif sangat signifikan untuk hampir semua jenis percakapan. Dengan demikian pelanggan paskabayar juga dapat menikmati tarif yang cukup kompetitif, bahkan relatif murah, termasuk untuk tarif SMS,” jelas Guntur S. Siboro.</p>
<p>Khusus untuk tarif dasar layanan paskabayar Matrix, turun antara 1,7% &#8211; 72,8%. Percakapan lokal ke selular operator lain  turun dari Rp.258 s.d. Rp.313 / 20 detik menjadi Rp.185 / 15 detik, sementara percakapan jarak jauh ke seluler operator lain turun dari Rp.244 s.d. Rp.771 / 15 detik menjadi hanya Rp.300 / 15 detik. Untuk percakapan jarak jauh ke PSTN tertinggi turun dari Rp.669 / 15 detik menjadi Rp.300 / 15 detik. Untuk tarif SMS ke sesama Indosat turun dari  Rp.300 menjadi Rp.100 dan ke operator lain  Rp.300 menjadi Rp.150.</p>
<p>Sedangkan untuk layanan StarOne, tarif baru sudah tidak mengenal tarif off peak (tidak sibuk) dan peak (sibuk), rata-rata turun antara 3,8% – 71,4%. Khusus SMS StarOne prabayar ke sesama Indosat  turun dari Rp.350 menjadi Rp.100, dan ke operator lain  turun dari Rp.350 menjadi Rp.150. Tarif SMS StarOne paskabayar ke sesama Indosat  turun dari Rp. 225 menjadi Rp. 100 dan ke operator lain  turun dari Rp.225 menjadi Rp. 150. Sementara itu untuk layanan Indosat Phone pada semua jenis percakapan lokal turun antara 5,5% &#8211; 43,6%.</p>
<p>Penurunan tarif semua layanan ini berlaku tetap karena memang berbeda dengan tarif promosi yang hanya berlaku untuk periode tertentu. Tarif promosi yang saat ini berlaku, masih tetap berlaku sesuai dengan jangka waktu program, dan tidak otomatis berubah sehubungan dengan pengumuman perubahan tarif dasar ini. (<em>Bambang</em>)</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=263&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/04/10/tarif-selular-indosat-turun-signifikan-hingga-73.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tawaran Masuk Bisnis ISP Model Lintasarta</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/03/10/tawaran-masuk-bisnis-isp-model-lintasarta.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/03/10/tawaran-masuk-bisnis-isp-model-lintasarta.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 07:03:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Indosat]]></category>
		<category><![CDATA[Lintasarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/03/10/tawaran-masuk-bisnis-isp-model-lintasarta.bwi/</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; PT. Aplikanusa Lintasarta baru-baru ini menawarkan kerja sama bagi para mitra dan investor untuk masuk ke bisnis Internet Service Provider (ISP) di Indonesia.  Melalui penawaran menjadi mitra ISP Lintasarta ini, dengan investasi minimal sekitar Rp20 juta, mitra dan &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.biskom.web.id/data/2008/03/lintasarta.jpg" alt="lintasarta.jpg" /><strong>Jakarta</strong> &#8211; PT. Aplikanusa Lintasarta baru-baru ini menawarkan kerja sama bagi para mitra dan investor untuk masuk ke bisnis Internet Service Provider (ISP) di Indonesia.  Melalui penawaran menjadi mitra ISP Lintasarta ini, dengan investasi minimal sekitar Rp20 juta, mitra dan investor berpeluang memperoleh pendapatan dari pasar komunikasi data di Tanah Air yang diperkirakan tumbuh pesat hingga Rp14,9 triliun pada 2011. Menurut keterangan pers yang diterima Biskom, kerja sama lewat program kemitraan ini bertujuan menyediakan akses Internet di kawasan eksklusif, cluster area dan wilayah lain yang belum terjangkau saluran distribusi Lintasarta. Mitra ISP Lintasarta terpilih akan memasarkan layanan akses Internet Slim dan Interaxi dari Lintasarta.</p>
<p><span id="more-206"></span><br />
Dalam kemitraan ini, Lintasarta yang merupakan anak perusahaan Indosat bertanggungjawab pada proses produksi, peralatan pendukung, penanganan gangguan dan sistem penagihan terpusat melalui Centralized Application for Prepaid System (CAPS).</p>
<p>“Pasar komunikasi data terutama akses Internet di Indonesia sangat menjanjikan sehingga kami yakin bisa memberikan benefit yang signifikan dalam tempo relatif singkat kepada mitra,” kata <strong>Faizal</strong>, Senior Vice President Corporate Sales II PT Aplikanusa Lintasarta. Melalui kerja sama ini, tahun ini Lintasarta menargetkan memiliki 20 titik akses untuk setiap propinsi di Indonesia. (<em>Bambang</em>)</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=206&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/03/10/tawaran-masuk-bisnis-isp-model-lintasarta.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indosat Luncurkan Tarif IM3 Rp 0,01 per Detik</title>
		<link>http://www.biskom.web.id/2008/02/22/indosat-luncurkan-tarif-im3-rp-001-per-detik.bwi</link>
		<comments>http://www.biskom.web.id/2008/02/22/indosat-luncurkan-tarif-im3-rp-001-per-detik.bwi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 03:52:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[IM3]]></category>
		<category><![CDATA[Indosat]]></category>
		<category><![CDATA[Matrix]]></category>
		<category><![CDATA[Mentari]]></category>
		<category><![CDATA[StarOne]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.biskom.web.id/2008/02/22/indosat-luncurkan-tarif-murah-bangeetss-im3-rp-001-per-detik.bwi/</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; Setelah operator selular lain memberikan tarif per detik kompetitif, kini Indosat juga menerapkan tarif per detik pada salah satu produknya yaitu IM3. Indosat meluncurkan program promo IM3 Rp 0,01 per detik. Program ini diklaim membuat IM3 tidak hanya &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.biskom.web.id/data/2008/02/im3.jpg" alt="im3.jpg" /><strong>Jakarta</strong> &#8211; Setelah operator selular lain memberikan tarif per detik kompetitif, kini Indosat juga menerapkan tarif per detik pada salah satu produknya yaitu IM3. Indosat meluncurkan program promo IM3 Rp 0,01 per detik. Program ini diklaim membuat IM3 tidak hanya memiliki tarif SMS paling murah, tapi juga memiliki tarif percakapan telepon paling kompetitif ke seluruh pengguna selular di Indonesia, yang kini jumlahnya lebih dari 110 juta pelanggan selular di Indonesia.</p>
<p><span id="more-167"></span>“Peluncuran ini menjadikan IM3 sebagai satu-satunya kartu yang memberikan tarif termurah untuk SMS sekaligus percakapan telepon. Jika selama ini banyak yang memegang dua kartu, satu untuk SMS murah dan satu lagi untuk menelepon murah, maka kini semuanya ada hanya dalam satu kartu, yaitu IM3,” jelas <strong>Fadzri Sentosa</strong> , Direktur Jabotabek &amp; Corporate Sales PT. Indosat.</p>
<p>Tarif IM3 Rp 0,01 per detik berlaku setelah 90 detik, atau setelah 1,5 menit percakapan. Sebelum 90 detik pertama, tarif yang berlaku ke sesama pengguna Indosat  (tujuan Matrix, Mentari, IM3 dan StarOne) adalah Rp 15 per detik, dan ke pengguna operator lain Rp 25 per detik. Khusus untuk ke sesama nomor Indosat tarif Rp 0,01 berlaku sejak detik ke 91 hingga percakapan berakhir. Sedangkan untuk panggilan ke operator lain, setelah 90 detik, maka yang berlaku adalah skema tarif sebelum 90 detik, yaitu Rp 25/detik. Setelah 90 detik berikutnya, berlaku kembali tarif Rp 0,01 per detik. Skema tarif ini berulang setiap 90 detik.</p>
<p>“Kami berharap tarif Rp 0,01 per detik dari IM3 ini dapat memberikan alternatif pilihan layanan yang murah bagi masyarakat tanpa dibatasi waktu, area jangkauan serta masalah lintas operator, karena layanan ini berlaku ke lebih dari 110 juta pelanggan seluler seluruh Indonesia,” tambah Fadzri Sentosa.</p>
<p>Sementara itu, semua program IM3 lainnya masih tetap berlaku sampai saat ini. IM3 sebelum ini telah memiliki 5 program yang difokuskan kepada layanan SMS, yaitu Raja SMS (gratis 10 SMS tiap kirim 10 SMS), Super Voucher 200 SMS (voucher khusus SMS dengan tarif Rp 40/SMS), Bonus SMS Isi Ulang (bonus sampai dengan 150 SMS setiap isi ulang), SMS 88 (SMS ke semua operator hanya Rp 88/SMS khusus untuk luar Jawa), dan yang terbaru IM3 Ce eS-an (gratis kirim SMS seharian ke dua nomor Indosat yang didaftarkan). (<em>Bambang</em>)</p>
<img src="http://www.biskom.web.id/?ak_action=api_record_view&id=167&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.biskom.web.id/2008/02/22/indosat-luncurkan-tarif-im3-rp-001-per-detik.bwi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>62</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

