Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dr. H. Zainudin Amali resmi membuka Rakernas KONI Tahun 2021 pada tanggal 8 Desember 2021 di Hotel Sultan Jakarta.

BISKOM, Jakarta – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tahun 2021 resmi dibuka pada hari ini, Rabu (8/12/2021) di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

Acara Rakernas KONI 2021 dibuka secara langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dr. H. Zainudin Amali. Dalam Rakernas KONI kali ini, salah satu agendanya adalah evaluasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

“Sukses PON tidak lepas dari kerja keras Panwasrah, Pak Ketum KONI Pusat dan jajarannya,” kata Zainudin Amali dalam keterangan resminya, Rabu (8/12/2021).

Dalam sambutannya, Menpora Zainudin Amali juga menyampaikan pentingnya peran Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), PON XX Tahun 2021 di Papua diakui sukses oleh Menpora, bahkan juga diakui Presiden Republik Indonesia.

Berikut ini kategori atlet terbaik:

Greysia Polli / Apriyani Rahayu, peraih medali emas ganda putri bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020.

Eko Yuli Irawan, peraih medali perak angkat besi putra 61kg Olimpiade Tokyo 2020.

Windy Cantika Aisah, peraih medali perunggu angkat besi putri 49kg Olimpiade Tokyo 2020.

Rahmat Erwin Abdullah, peraih medali perunggu angkat besi putra 73kg Olimpiade Tokyo 2020.

Anthony Sinisuka Ginting, peraih medali perunggu tunggal putra bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020

Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn. Marciano Norman menegaskan bahwa KONI beserta seluruh anggotanya bertanggung jawab mencetak atlet berprestasi sebagaimana tujuan DBON.

“Komite Olahraga Nasional Indonesia baik yang di tingkat kabupaten/kota hingga di tingkat provinsi maupun di pusat harus berkolaborasi, bekerjasama dalam memberikan pendampingan, memberikan dukungan pada cabang olahraga untuk bisa mewujudkan apa yang diinginkan oleh di Desain Besar Olahraga Nasional itu sendiri,” jelas Marciano Norman.

Dalam rangka mencetak atlet berprestasi, KONI akan menggelar kompetisi nasional di samping PON. “Event yang kita laksanakan adalah event 4 (empat) tahunan yaitu PON, tetapi akan juga merujuk event internasional lainnya,” katanya. (Barley)

loading...