Pemulihan Ekonomi Lokal di Masa Pandemi dengan Digitalisasi (Foto: Shutterstock)

Jakarta – Pandemi COVID-19 yang berlangsung cukup lama, bahkan hingga saat ini, tak dapat dipungkiri berdampak besar pada berbagai sektor ekonomi. Namun demikian di sisi lain, terjadi momentum untuk melakukan digitalisasi yang menjadi peluang baru bagi UMKM untuk tetap bertahan, bahkan bangkit dan berkembang di sepanjang tahun 2021.

Salah satunya dengan berbagai inisiatif yang dilakukan oleh GoTo selaku ekosistem lengkap, yang terdiri dari Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial. Mereka berupaya meningkatkan daya saing UMKM lokal lewat pemanfaatan teknologi agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Berbagai macam inisiatif telah dilakukan oleh GoTo agar ekonomi lokal bangkit di masa New Normal. Kombinasi Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial menjadi GoTo ini, memang sejak awal dinilai akan mendorong ekosistem ekonomi digital di Tanah Air.

Pada bulan Juni misalnya, beberapa saat setelah terbentuknya GoTo, kedua perusahaan langsung bekerja sama menghadirkan ragam penawaran menarik untuk pengiriman dengan memanfaatkan momentum seperti Hari Bangga Buatan Indonesia dan Waktu Indonesia Belanja Kolaborasi Anak Bangsa.

Bahkan sepanjang Ramadan tahun lalu, GoSend dan Tokopedia menawarkan kemudahan pengiriman parsel, khusus bagi para pengguna kedua layanan.

Menurut Head of Business Logistics Gojek Steven Halim dalam keterangan tertulis, kolaborasi ini memberikan peluang bisnis seluas-luasnya kepada para pelaku usaha di Indonesia, khususnya para mitra pelaku UMKM.

“Melalui ragam promosi dan kolaborasi dengan Tokopedia, memasuki Ramadan 2021 ini layanan logistik e-commerce GoSend mendapati kenaikan 42% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan penggunaan layanan GoSend tersebut pun dapat dirasakan manfaatnya secara langsung tidak hanya oleh para mitra pelaku UMKM, tetapi juga mitra driver kami,” jelasnya saat itu.

Berbagai inisiatif terus dilakukan GoTo untuk membantu ekonomi lokal. Di bulan September, GoTo meluncurkan inisiatif baru untuk mendukung perkembangan UMKM di tengah pandemi. Program bernama Bangkit Bersama ini juga merupakan bagian dari kontribusi GoTo dalam mendukung pemulihan ekonomi Indonesia.

CEO Group GoTo dan CEO GoTo Financial Andre Soelistyo, saat peluncuran program di Solo September lalu, mengatakan program ini diluncurkan setelah terinspirasi oleh semangat kolaborasi dan keuletan masyarakat dan UMKM selama pandemi COVID-19.

“Kami lihat digitalisasi punya peran penting mengubah usaha offline yang tidak bisa buka karena pandemi bisa dijembatani. GoTo ingin terus berkontribusi supaya UMKM bisa tetap berjualan, bisa membantu operasional dan pengelolaan. Kami ingin terus berinovasi supaya bisa jadi jembatan,” kata Andre.

Program Bangkit Bersama ini telah dimulai di Solo, Jawa Tengah dan difokuskan ke kota-kota lain di seluruh Indonesia.

“Kami berbisnis dengan hati nurani. Sehingga, strategi kami di GoTo adalah mengoptimalkan apa yang terbaik buat mitra kami dan UMKM. Kami percaya kalau kami memberikan yang terbaik untuk mitra, bisnis pasti bertumbuh sejalan. Misalnya secara kebijakan, kami memilih untuk tidak membuka platform kami bagi pedagang dari luar negeri. Ini wujud perlindungan kami terhadap UMKM Indonesia. GoTo sebagai karya anak bangsa harus berpihak dan menjadi mitra yang paling mengerti dan strategis buat UMKM,” ungkap CEO Tokopedia William Tanuwijaya saat peluncuran program Bangkit Bersama di Solo.

Di bulan Desember, Tokopedia juga melanjutkan gerakan #BangkitBersama dengan tema ‘Yang Lokal Yang Juara, Bareng Tokopedia’ di Jawa Tengah bersama Pemprov.

“Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal, termasuk di Jawa Tengah, melalui digitalisasi, agar dapat menjadi juara di negeri sendiri. Di Tokopedia, kami akan terus mengembangkan UMKM lokal melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, memberikan panggung untuk promosi dan ekspansi pasar, serta menghadirkan solusi melalui teknologi untuk meningkatkan skala bisnis,” kata William.

Gerakan #BangkitBersama mencakup berbagai program untuk meningkatkan kapasitas UMKM Jateng dari sisi produksi, pemasaran, branding hingga pengembangan usaha. Misalnya, Sekolah Kilat Seller (SKS), Kelas Inkubasi UMKM GoTo bersama UNS dan berbagai pelatihan rutin yang dilaksanakan dengan berbagai dinas di tingkat kota, provinsi serta kabupaten di Jawa Tengah.

Terdapat juga halaman khusus Kumpulan Toko Pilihan (KTP) Semarang dan Solo dengan penawaran menarik yang dapat membuat belanja masyarakat ke produk dari UMKM Jateng lebih efisien. Program ini pun berlanjut ke kota lainnya.

Di sisi lain, GoTo pun terlihat memberi sumbangsih besar bagi ekonomi Indonesia. Salah satunya menjadi penyumbang PDB atau Produk Domestik Bruto Indonesia sebesar 1,6%. PDB dapat berfungsi sebagai indikator pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Angka ini didapatkan dari data estimasi Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) dan juga riset Lembaga. Angka-angka yang didapatkan membuktikan bahwa GoTo berhasil membantu para UMKM dan ekonomi lokal.

GoTo mencatatkan kemajuan dari segi jumlah mitra yang bergabung di grup GoTo. Selama pandemi lebih dari 4 juta UMKM baru bergabung di ekosistem GoTo. Dari sana, GoTo menyatakan tidak ingin berhenti membantu membangun bangsa dengan menjalankan gerakan #BangkitBersama.

Dengan demikian, terlihat bahwa dengan bantuan ekosistem digital lengkap seperti GoTo, UMKM dapat benar-benar merasakan manfaatnya. Pandemi pun diharapkan tidak berujung pada keterpurukan, melainkan justru menjadi peluang besar bagi UMKM untuk mengepakkan sayapnya dengan digitalisasi. Mereka bisa menatap tahun 2022 dengan optimistis.

Sumber : https://inet.detik.com/business/d-5893541/pemulihan-ekonomi-lokal-di-masa-pandemi-dengan-digitalisasi/1

loading...