ILUSTRASI. Industri Multifinance Kian Gencar Garap Digitalisasi pada 2022

JAKARTA. Tren digitalisasi memang tak terelakkan semenjak pandemi Covid-19 turut mengakselerasi hal tersebut. Industri multifinance pun turut menjadi salah satu yang gencar melakukan hal tersebut.

Misalnya, PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance) yang terus mengembangkan teknologi digitalnya melalui aplikasi Mantis. Tak main-main, perusahaan mengalokasikan 70% belanja modalnya yang sekitar Rp 50 miliar untuk dialokasikan pada digitalisasi.

“Tahun 2021 nilainya Rp 20 miliar, tahun ini kita alokasikan minimal dua kali lipat bahkan sekitar Rp 50 miliar untuk ekspansi teknologi digital dan jaringan,” kata Direktur Mandala Finance, Christel Lasmana beberapa waktu lalu.

Sekadar informasi, aplikasi Mantis dibuat oleh perseroan untuk menjadi super app yang tidak hanya dipakai oleh pelanggan, tetapi juga bisa dipakai oleh mitra atau agen dari Mandala Finance sendiri.

Adapun, mitra atau agen yang sudah bergabung dalam aplikasi tersebut sudah mencapai 30.000 dan ditargetkan bisa mencapai 100.000 hingga 200.000 pengguna.

Direktur Teknologi Informasi Mandala Finance Felix Nugroho pun juga memastikan bahwa adanya aplikasi Mantis ini tidak mengurangi jumlah kantor cabang yang dimiliki. Menurutnya, beberapa kantor cabang bahkan bisa lebih jauh menjangkau nasabah dengan adanya aplikasi yang memiliki konsep online to offline ini.

“Kita itu menyasar daerah-daerah tier 2 dan tier 3, sekarang paling banyak bermasalah dari Indonesia Timur, lalu ada Sumatra, dan dilanjutkan Jawa dan Kalimantan,” ujar Felix.

Tak hanya Mandala Finance, ada juga Clipan Finance yang kian fokus membuka keran pembiayaan dari kanal digital. Saat ini, pembiayaan digital yang disalurkan Clipan Finance lebih banyak berasal dari kerjasama dengan beberapa platform.

Memang, Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo menyebutkan bahwa pembiayaan melalui kanal digital masih kecil sekitar Rp 25 miliar. Adapun, total pembiayaan yang disalurkan perusahaan di 2021 mencapai Rp 3,6 triliun.

“Target pribadi saya mencapai Rp 150 miliar di 2022 ini. Bertahap karena kami juga pilih segmen pasar,” ujar Harjanto.

Kendati demikian, Harjanto mengungkapkan bahwa perusahaan akan mulai membuat platform sendiri terkhusus produk Dana Tunai. Dari total budget belanja modal yang disiapkan tahun ini senilai Rp 20 miliar, Harjanto bilang bahwa sebagian besar dari budget tersebut digunakan untuk digitalisasi ini.

“Saat ini kami juga sedang proses kerjasama untuk payment channelnya dengan Tokopedia dan Shopee,” pungkasnya.

Sumber : https://keuangan.kontan.co.id/news/industri-multifinance-kian-gencar-garap-digitalisasi-pada-2022?page=1

loading...