Foto: VP Investor Relations PT Telkom (Persero) Tbk, Andi Setiawan

VP Investor Relations PT Telkom (Persero) Tbk (TLKM) Andi Setiawan mengungkapkan besarnya potensi dari new economy yang mengandalkan perkembangan teknologi dan digitalisasi. New economy kini hadir di berbagai subsektor, seperti e-commerce, logistik, gim, media dan hiburan, hingga keuangan.


Menurutnya, saat ini kepemilikan nomor handphone yang dimiliki setiap orang menjadi semacam digital ID bagi konsumen untuk melakukan berbagai transaksi.

“Nomor handphone itu kan menjadi semacam digital ID bagi konsumen yang melakukan berbagai transaksi di ekonomi, sehingga menjadi pendorong pertumbuhan bagi industri telekomunikasi,” kata Andi dalam CNBC Indonesia Capital Market Outlook 2022, Kamis (17/2/2022).

Seiring dengan besarnya kepemilikan handphone di masyarakat, maka hal ini menjadi pendorong pertumbuhan bagi industri telekomunikasi. Dari sisi industri telekomunikasi, menurutnya pertumbuhan new economy bukan hanya memerlukan konektivitas, melainkan juga infrastruktur digital, seperti data center.

“Telkom dalam posisi yang sangat baik dengan infrastruktur Telkom yang lengkap untuk memberikan layanannya dan tentunya sektor ekonomi itu menjadi pendorong bagi konsumsi data center dan clouds,” kata Andy.

Sementara itu, Chief Investment Officer PT Sinarmas Asset Management Genta Wira Anjalu mengatakan new economy yang mengandalkan perkembangan teknologi dan digitalisasi menjadi sorotan, dan memiliki ruang tumbuh yang besar di Indonesia. Potensi saham-saham teknologi pun masih menarik dan menjadi pilihan manajer investasi tahun ini.

“New digital ekonomi yang perlu disoroti adalah masih banyak ruang untuk tumbuh, karena kita masih jauh di bandingkan negara lain seperti Taiwan, Korea, dan India. (Perusahaan teknologi) Tentu masih menjadi pilihan MI karena potensi yang cukup tinggi, apalagi global trennya valuation stock kalah dibanding growth stock,” kata Genta.

Senada dengan Genta, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Mino mengatakan sektor teknologi masih memiliki ruang lebar untuk tumbuh jika berkaca dari tahun lalu. Meski ada beberapa saham teknologi yang terkoreksi, dia menilai potensinya masih besar.

“Di sektor teknologi semuanya terkait ekonomi digital baik pelaku maupun pendukung infrastruktur ekonomi digital seperti data center, saya pikir teknologi dalam jangka panjang masih menarik,” kata dia.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20220217095359-17-316067/potensi-besar-new-economy-dan-digitalisasi-di-ri