portrait of asian young male cafe owner with tablet Ilustrasi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan platform e-commerce. ( Foto: Istimewa )

Sejumlah perbankan berkomitmen mendukung pengembangan segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bisa go global. Langkah tersebut dilakukan dengan dukungan digitalisasi dan ekosistem yang terhubung.

Direktur IT dan Operasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) YB Hariantono mengatakan, segmen UMKM merupakan prioritas pemerintah yang memiliki potensi sangat besar. Di samping itu, UMKM juga berkontribusi besar terhadap pemulihan ekonomi nasional.

“Kami di UMKM spesifik ada Xpora digital platform, karena terdapat 63 juta pelaku UMKM ini potensi besar sekali, di mana 90% tenaga kerja itu dari UMKM. Maka ini tidak bisa ditawar lagi, penting untuk masuk ke sana,” terang YB dalam acara Tech A Look, Selasa (1/3).

Xpora merupakan one stop shopping solution BNI untuk pelaku usaha UMKM yang ingin mengembangkan bisnisnya menuju UMKM go productive, go digital, dan go global.

Untuk go productive, BNI memberikan solusi meningkatkan kapabilitas UMKM melalui program edukasi, pendampingan, dan konsultasi bisnis yang cepat dan berkualitas. Go digital, BNI memberikan solusi terintegrasi agar efektif dan efisien dalam menjalankan usaha melalui solusi berbasis digital dan kerja sama dengan para partner terpercaya.

Serta go global, solusi BNI untuk UMKM agar dapat mengakses informasi dan peluang pasar lebih luas melalui program optimalisasi kantor cabang luar negeri, B2B matchmaking, dan pameran produk skala internasional.

“Dalam Xpora UMKM bisa buka account onboarding, peroleh pembiayaan, dan lain-lain. Kami juga terhubung dengan ekosistem lain seperti e-commerce B2B, perizinan, sistem keuangan, dan sistem lain yang terintegrasi untuk UMKM di Xpora,” papar YB.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Gregory Hendra Lembong turut mendukung UMKM untuk bisa go global. Terdapat tiga pilar yang dilakukan BCA. Pertama, BCA dari sisi operasional membantu UMKM untuk pembukuan, perpajakan, dan sebagainya. Kedua, perseroan juga mendukung UMKM dengan memberikan pembiayaan.

“Ketiga, kami spend banyak waktu untuk pembinaan UMKM agar produk mereka lebih kompetitif lagi untuk bisa masuk market ekspor, contoh kami kumpulin UMKM kopi untuk connect dengan pembeli dari Rusia untuk beli kopi-kopi dari kita,” kata Hendra.

Sementara itu, Direktur IT PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Timothy Utama menilai bahwa bisnis UMKM di masa pandemi dan ke depan akan menjadi tulang punggung perekonomian. Pihaknya juga menyebut UMKM merupakan segmen yang menarik, meskipun terdapat tantangan namun penting bagi Indonesia.

“Dari sudut pandang Bank Mandiri, selain menciptakan kapabilitas dan experience yang baik, UMKM ini juga sudah bisa buka rekening tanpa ke cabang, tidak ada video call langsung ke-link dengan Dukcapil, hanya face recognation sudah jadi hanya 5 menit,” tutur Timothy.

UMKM juga sangat didukung regulator seperti Bank Indonesia (BI), tercermin dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. BI mendorong penggunaan QR Indonesian Standard (QRIS) untuk semua pelaku UMKM agar terdigitalisasi. Selain QRIS, BI juga meluncurkan BI-Fast untuk meringankan biaya transaksi konsumen.

“Pemindahan dana sangat affordable dari Rp 6.500 jadi Rp 2.500 itu membantu UMKM, Bank Mandiri meyakinkan dan komitmen menjalankan, kami mungkin pertama yang launching di mobile app,” imbuh dia.

Bank Mandiri juga akan memastikan infrastruktur yang mendukung pelaku UMKM untuk bisa go global. Selain itu, perseroan juga ikut serta mendukung program pemerintah untuk pengembangan UMKM.

Sumber : https://investor.id/finance/284867/digitalisasi-perbankan-dorong-umkm-go-global

loading...