Waktu membahas GIG Economy beberapa tahun yang lalu, hampir tidak banyak percaya apa yang akan terjadi. Tapi sekarang berbeda. Tanpa sadar kita melihat perubahan pola kerja terkait GIG Economy. 

GIG Economy atau mungkin yang awalnya kita lebih kenal sebagai pekerja lepas, freelance, memang telah menjadi bagian dalam kehidupan kita sekarang. Mulai dari anak-anak kita sendiri, yang saat ini lebih cenderung bekerja dengan laptopnya, tidak memiliki target dan cita-cita ingin bekerja di gedung perkantoran tinggi, tapi cukup di rumah yang cozy, bahkan bekerja di cafe dengan santai. 

Lalu saat kita keluar rumah, kita bertemu dengan orang-orang yang menjadi pengemudi ojek online, semua itu rata-rata adalah pekerja sambilan, pekerja freelance, pekerja lepas yang memang menggunakan waktunya untuk menjadi pengemudi ojek online. Berapa jumlah mereka ? ada yang berkata 2 hingga 4 juta pekerja yang menjadi pengemudi ojol. 

Belum lagi saat kita datang ke mall, ke cafe, melihat mereka yang duduk santai tapi serius, yang kebanyakan adalah pekerja lepas di berbagai bidang. Luar biasa jumlahnya, dan didominasi anak-anak milenial dan gen-Z. 

Pada saat kita menggunakan jasa tenaga untuk membersihkan AC, membersihkan sofa, bahkan para Asisten Rumah Tangga Harian yang datang hanya di jam tertentu. Mereka semua juga termasuk ke dalam kategori ini. Pekerja lepas, freelance yang mengerjakan pekerjaan, tugasnya dan kemudian dibayar berdasarkan itu. Inilah GIG Economy yang tidak bisa kita hindarkan lagi saat ini. 

Maka tidak heran, di negara maju, banyak yang bekerja sebagai pekerja freelance, dan mereka bisa menggunakan waktu mereka sesuai dengan target yang diberikan perusahaan. Perusahaan juga simple, karena tidak harus menggaji mereka, dan mereka ditarget sesuai dengan waktu yang ada. 

Tapi yang menarik justru bukan yang bekerja untuk perusahaan, tapi bekerja untuk orang lain, pribadi yang membayar jasa mereka. Inilah juga yang jumlahnya akan semakin meningkat terus di Indonesia. 

Maka pembahasan GIG Economy pernah kami bahas dalam webinar, seminar dan tulisan kami sebelumnya. Yang membedakan adalah sekarang ini semua bisa mendapatkan perintah kerja, peluang kerjanya melalui platform online. Tidak sedikit platform freelance yang dikembangkan di Indonesia, tapi yang kami kerjakan dengan JASACONNECT berbeda. 

Pengalaman JASACONNECT yang memiliki pengalaman banyak membangun platform field personel menjadi mitra berharga JASATIK saat ini. JASATIK dikembangkan diatas platform field management JASACONNECT yang telah banyak digunakan perusahaan dan pribadi dengan berbagai layanan mereka. JASATIK adalah platform untuk melakukan order jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dan ini dilihat dengan jeli oleh PT Kota Cerdas Indonesia (KCI). KCI sejak berdiri tahun 2018 melakukan berbagai kegiatan edukasi dan informasi di seputar bidang TIK di Indonesia, dengan konsentrasi awal di smart city, internet of things dan robotic. Maka tahun ini, KCI melihat peluang GIG Economy berkembang pesat, dan menggalang kerjasama dengan JASACONNECT untuk menggarap pasar jasa TIK di Indonesia. 

Ini peluang yang tidak bisa dilewatkan, perlunya platform untuk jasa terkait teknologi informasi dan komunikasi, demikian sambut Soegiharto Santoso (Hoky) selaku founder dari KCI sekaligus juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS). JASATIK diharapkan bisa menjadi platform kebanggaan para teknisi di lingkungan TIK, terutama terkait dengan jaringan (network), CCTV, PABX hingga layanan service komputer yang tersebar di seluruh Indonesia. 

sumber : https://www.kompasiana.com/startmeup/623133e5bb448660e10dcbb2/gig-economy-di-sekitar-kita-sekarang