Digital manufacturing dapat menjadi jawaban bagi perusahaan untuk menghadapi era Society 5.0

Masyarakat dunia bersiap untuk menerapkan konsep Society 5.0 pada berbagai bidang, termasuk sektor manufaktur. Gagasan tentang Society 5.0 pertama kali dicetuskan oleh mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada pameran teknologi Centrum der B├╝roautomation und Informationstechnologie und Telekommunikation (CeBIT) di Hannover, Jerman, Maret 2017. Sebagai informasi, konsep Society 5.0 memungkinkan sumber daya manusia (SDM) serta teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) hidup berdampingan guna meningkatkan standar bisnis dan taraf hidup masyarakat. Oleh sebab itu, Society 5.0 disebut juga sebagai era kebangkitan masyarakat. Pada sektor manufaktur, konsep Society 5.0, salah satunya dapat terwujud melalui penerapan digital manufacturing. Digital manufacturing adalah sebuah konsep yang dijalankan perusahaan dengan memanfaatkan teknologi digital dalam operasi manufaktur mereka. Pendekatan terintegrasi ini berfokus pada penggunaan sistem komputer guna memonitor dan meningkatkan performa manufaktur. Lewat konsep tersebut, perusahaan bisa mengotomatisasi sistem produksi, kontrol kualitas atau quality control (QC), maintenance, product life cycle management (PLM), dan kegiatan lain dengan memanfaatkan berbagai perangkat lunak atau software. Pengaplikasian sejumlah teknologi tersebut dapat membantu perusahaan untuk mengintegrasikan seluruh proses produksi mereka agar lebih efisien dan produktif. Dampak positif digitalisasi terhadap produksi dan produktivitas pada sektor bisnis manufaktur diungkapkan dalam laporan organisasi akuntansi global, Deloitte. Laporan yang dirilis pada 2019 itu menemukan bahwa digital manufacturing dapat meningkatkan produksi hingga 10 persen dan produktivitas tenaga kerja hingga 12 persen.

Penerapan digital manufacturing

Sebelum mengimplementasikan konsep digital manufacturing, hal pertama yang harus dilakukan pemimpin perusahaan adalah memahami posisi dan kondisi perusahaan saat ini. Hal itu dilakukan guna memutuskan tujuan yang ingin dicapai serta prioritas yang perlu didahulukan, seperti mengefisienkan proses manufaktur, mempercepat waktu produksi, dan meminimalisasi biaya produksi.

Selain itu, mereka juga harus menetapkan target pencapaian return on investment (ROI) secara terukur. Selanjutnya, perusahaan perlu menyesuaikan setiap langkah transisi ke digital manufacturing dengan kebutuhan, anggaran, tujuan, dan kecepatan eksekusi yang dimiliki. Untuk memudahkan integrasi antara teknologi dan SDM dalam penerapan digital manufacturing, perusahaan dapat memanfaatkan sistem enterprise resource planning (ERP). Bisa dikatakan, – Dengan demikian, proses bisnis dan manufaktur seperti purchasing, inventarisasi, penjualan, akuntansi, manajemen rantai pasok, dan pergudangan, dapat dikerjakan dalam satu sistem. Alhasil, operasional digital manufacturing akan lebih efisien, tanpa harus menggunakan beragam sistem untuk proses manufaktur yang berbeda-beda.

Manfaat ERP bagi digital manufacturing

Secara umum, layanan ERP memberikan tiga manfaat utama bagi perusahaan. Pertama, perusahaan dapat menerapkan integrasi antaroperasi yang lebih baik karena software ERP bisa menggantikan penggunaan berbagai aplikasi dari platform yang berbeda-beda menjadi satu software. Software tersebut dapat mengintegrasikan seluruh aplikasi yang dibutuhkan dalam operasi bisnis, seperti purchasing, manufaktur, inventaris, sales, customer relationship management (CRM), e-commerce, website, dan akuntansi. Kedua, sistem ERP dapat meningkatkan efisiensi perusahaan melalui otomatisasi cerdas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Adapun fitur ini dapat membantu menindaklanjuti pemeliharaan rutin, memastikan informasi produk diperbarui secara terkini, dan mengotomatisasi jalur perakitan. Hal tersebut membuat perusahaan dapat mengatur tugas secara akurat dan menjalankan proses bisnis sesuai kebutuhan. Dengan demikian, perusahaan dapat menghemat waktu, biaya, dan SDM. Ketiga, sistem ERP memungkinkan pengguna dapat mengakses data dengan mudah. Sebagai database yang terintegrasi, sistem ERP dapat diakses dari mana pun dan kapan pun. Kondisi ini memungkinkan karyawan untuk menerima informasi terbaru dalam hitungan detik sehingga memudahkan kolaborasi dan mempercepat pengambilan keputusan. Dalam penerapan digital manufacturing, ketiga manfaat itu dapat dihadirkan oleh salah satu software ERP, yakni Odoo. Perlu diketahui, basis data sistem ERP Odoo terbagi berdasarkan aplikasi. Jadi, setiap divisi bisa memiliki kumpulan aplikasi pada sistem mereka sendiri. Adapun aplikasi ini dapat ditambahkan seiring pertumbuhan dan kebutuhan bisnis.

Aplikasi-aplikasi tersebut saling terhubung. Sebagai contoh, ketika seseorang memasukkan data ke aplikasi manufaktur, data tersebut bisa secara otomatis tersedia di aplikasi lain, seperti quality control dan inventaris. Bahkan, data juga tersedia pada aplikasi yang dimiliki divisi lain, seperti akuntansi dan penjualan. Oleh sebab itu, pengguna tidak perlu menghabiskan waktu untuk melakukan data entry secara manual. Efektivitas dan manfaat penggunaan sistem ERP pada digital manufacturing bisa dilihat dari kinerja Forest Bubble. Pabrik bubble tea premium ini berhasil mengintegrasikan bagian-bagian bisnis mereka dengan menerapkan digital manufacturing menggunakan software ERP Odoo. Dengan sistem ERP terintegrasi, semua proses manufaktur perusahaan menjadi lebih jelas, terorganisasi, dan terpusat hanya dalam satu aplikasi. Sebagai sistem ERP yang fleksibel serta mudah disesuaikan berdasarkan kebutuhan, Odoo tidak hanya cocok digunakan oleh perusahaan besar, tapi juga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta startup. Software ERP, seperti Odoo, juga dapat digunakan untuk berbagai model bisnis, baik business to business (B2B), business to customer (B2C), maupun business to business to customer (B2B2C). Dengan berbagai keunggulan dan kemudahan tersebut, sistem ERP tidak hanya mendukung penerapan konsep digital manufacturing pada sektor manufaktur untuk menghadapi era Society 5.0, tetapi juga sektor bisnis lainnya, seperti perbankan, perdagangan, retail, konstruksi, infrastruktur, transportasi, dan pemerintahan.

Sumber : https://money.kompas.com/read/2022/05/16/095100226/sambut-era-society-5.0-berikut-peran-dan-manfaat-digital-manufacturing-bagi

loading...